SITE STATUS
Jumlah Member :
493.732 member
user online :
1060 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: cara memancing asi yang sempat kering ag

New Topic :  
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
Selamat malam Dr.Tanti

Saya habis melahirkan 2 bulan yang lalu, tapi kenapa ASI saya tidak lancar keluarnya (hanya sedikit sekali). Padahal sudah berbagai macam obat & berbagai cara saya lakukan untuk memperlancar ASI. Apakah ada solusi supaya ASI saya bisa keluar banyak..??Saya ingin sekali menyusui bayi saya. Setelah melahirkan dulu sempat keluar banyak, tapi karena puting saya tidak keluar & pecah akhirnya hanya bisa dipompa saja, itupun tidak banyak keluarnya.
Mohon bantuannya. Terima kasih.

Dari : ika setyowati u

Jawaban:

Dear Bunda,

Makin banyak ASI yang dikeluarkandarigudang ASI (sinus laktiferus), makin banyak produksi ASI. Dengan kata lain, makin sering bayi menyusui makin banyak ASI diproduksi. Sebaliknya, makin jarang bayi menghisap, makin sedikit payudara menghasilkan ASI.Jika bayi berhenti menghisap maka payudara akan berhenti menghasilkan ASI. Apabila Bunda memiliki masalah atau luka pada puting payudara, Bunda dapat menggunakan cream payudara yang mengandung lanolin untuk mengatasi masalah putting payudara saat menyusui atau dapat berkonsultasi dengan dokter obsgyn Anda. Sebaiknya Anda menyusui ASI dengan tehnik yang benar, maka akan tercapai hasil yang maksimal, silahkan membaca beberapa cara menyusui ASI yang baikpada home page kami. Demikian jawaban saya.
   


Jumlah Posts : 625
Jumlah di-Like : 16
@Bunda Yuriez,

Kalau pengalaman aku, dulu untuk mengeluarkan ASI, saya pakai breast pump. Ga tau pompa nya yang jelek, sampai tangan pegel, ASI yang keluar kalau beruntung cuma 30 ml, lebih sering malah 10 ml. Tapi pernah lagi LDR kali ya, ASI yang keluar sampai 70 ml. Dan itu pun udah hepi banget. Sampai pada akhirnya, minta suami dibelikan breast pump merk pigeon atau medela, tapi dia bilang kemahalan, sayang banget duitnya (ngambek.com).

Ngebrowse sana sini, akhirnya ketemu teknik marmet. Cara merah ASI yang sangat didukung oleh klinik laktasi. Setelah inget-inget, ternyata dulu di RSIA tempat aku melahirkan, pernah bilang tidak stok breast pump, malah nyuruh aku merah pakai tangan. Cuma karena bingung dan aku merasa sakit, jadi aku enjoy pakai breast pump.

Dengan teknik marmet, aku bisa merah sampai pernah dapat 100 ml, sekali perah dalam waktu 40 menit. Dan kalau caranya benar, tidak sakit sama sekali. Dan ternyata, aku baru tahu, kenapa setiap klinik laktasi tidak mendukung penggunaan breast pump, katanya bisa membuat ASI kering, jadi produksi ASI bukannya bertambah banyak, malah berkurang. Pantas saja, waktu dulu aku perah pakai breast pump, pernah satu jam merah, tidak keluar sama sekali.

Coba saja bund, dengan teknik marmet, cari-cari di google caranya. Mudah kok.
   
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Dear Bunda, Makin banyak ASI yang dikeluarkandarigudang ASI (sinus laktiferus), makin banyak produksi ASI. Dengan kata lain, makin sering bayi menyusui makin banyak ASI diproduksi. Sebaliknya, makin jarang bayi menghisap, makin sedikit payudara menghasilkan ASI.Jika bayi berhenti menghisap maka payudara akan berhenti menghasilkan ASI. Apabila Bunda memiliki masalah atau luka pada puting payudara, Bunda dapat menggunakan cream payudara yang mengandung lanolin untuk mengatasi masalah putting payudara saat menyusui atau dapat berkonsultasi dengan dokter obsgyn Anda. Sebaiknya Anda menyusui ASI dengan tehnik yang benar, maka akan tercapai hasil yang maksimal, silahkan membaca beberapa cara menyusui ASI yang baikpada home page kami. 

   


Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Dear Bunda, Makin banyak ASI yang dikeluarkandarigudang ASI (sinus laktiferus), makin banyak produksi ASI. Dengan kata lain, makin sering bayi menyusui makin banyak ASI diproduksi. Sebaliknya, makin jarang bayi menghisap, makin sedikit payudara menghasilkan ASI.Jika bayi berhenti menghisap maka payudara akan berhenti menghasilkan ASI. Apabila Bunda memiliki masalah atau luka pada puting payudara, Bunda dapat menggunakan cream payudara yang mengandung lanolin untuk mengatasi masalah putting payudara saat menyusui atau dapat berkonsultasi dengan dokter obsgyn Anda. Sebaiknya Anda menyusui ASI dengan tehnik yang benar, maka akan tercapai hasil yang maksimal, silahkan membaca beberapa cara menyusui ASI yang baikpada home page kami. 

ASI akan terus diproduksi bila ada rangsangan menghisap atau diperas secara kontinyu. Bila Anda memeras ASI dengan cara manual, sebaiknya memeras ASI secara teratur setiap 2-3 jam sekali, agar selalu member rangsangan sinyal untuk terus memproduksi ASI. Peraslah ASI dari kedua payudara sampai benar-benar kosong.  Bila memeras ASI semakin jarang dilakukan, maka produksinya pun akan menurun. Pijatlah payudara dengan gerakan sirkular searah jarum jam ketika Anda mandi atau sebelum memeras susu. 

   
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Dear Bunda, Makin banyak ASI yang dikeluarkandarigudang ASI (sinus laktiferus), makin banyak produksi ASI. Dengan kata lain, makin sering bayi menyusui makin banyak ASI diproduksi. Sebaliknya, makin jarang bayi menghisap, makin sedikit payudara menghasilkan ASI.Jika bayi berhenti menghisap maka payudara akan berhenti menghasilkan ASI. Apabila Bunda memiliki masalah atau luka pada puting payudara, Bunda dapat menggunakan cream payudara yang mengandung lanolin untuk mengatasi masalah putting payudara saat menyusui atau dapat berkonsultasi dengan dokter obsgyn Anda. Sebaiknya Anda menyusui ASI dengan tehnik yang benar, maka akan tercapai hasil yang maksimal, silahkan membaca beberapa cara menyusui ASI yang baikpada home page kami. 

ASI akan terus diproduksi bila ada rangsangan menghisap atau diperas secara kontinyu. Bila Anda memeras ASI dengan cara manual, sebaiknya memeras ASI secara teratur setiap 2-3 jam sekali, agar selalu member rangsangan sinyal untuk terus memproduksi ASI. Peraslah ASI dari kedua payudara sampai benar-benar kosong.  Bila memeras ASI semakin jarang dilakukan, maka produksinya pun akan menurun. Pijatlah payudara dengan gerakan sirkular searah jarum jam ketika Anda mandi atau sebelum memeras susu. 

   


Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Dear Bunda,

Bunda dapat meminum suplemen untuk memperlancar ASi asalkan tidak ada alergi terhadap bahan yang terkandung di dalamnya. Suplemen tersebut bertujuan untuk membantu memenuhi nutrisi ibu selama menyusui.

Makin banyak ASI yang dikeluarkan darigudang ASI (sinus laktiferus), makin banyak produksi ASI. Dengan kata lain, makin sering bayi menyusui makin banyak ASI diproduksi. Sebaliknya, makin jarang bayi menghisap, makin sedikit payudara menghasilkan ASI.Jika bayi berhenti menghisap maka payudara akan berhenti menghasilkan ASI. Apabila Bunda memiliki masalah atau luka pada puting payudara, Bunda dapat menggunakan cream payudara yang mengandung lanolin untuk mengatasi masalah putting payudara saat menyusui atau dapat berkonsultasi dengan dokter obsgyn Anda. Sebaiknya Anda menyusui ASI dengan tehnik yang benar, maka akan tercapai hasil yang maksimal, silahkan membaca beberapa cara menyusui ASI yang baikpada home page kami. Demikian jawaban saya.

   
09-01-2014 16:33:31 alergi susu sapi pada bayi
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
malam dok,anak saya umur 1.5 bulan,dan punya alergi susu sapi,dokter anak anjurkan diberikan ASI full tidak boleh susu formula,karena ASI saya cuma sedikit akhirnya saya bantu pake susu soya dan sudah 3 hari berhenti minum susu sapi,pertanyaan saya berapa lama efek alergi susu sapi hilang?? karena sampe sekarang efek alergi itu masih ada (sering ngeden sampe nangis kelenger karena nggak nyaman dan nafas grok,grok),,sebelumnya saya ucapkan terimakasih.

Dari : jaozah

Jawaban:

Dear Bunda,



























Tanda dan gejala alergi susu adalah; muntah, kembung, diare, reaksi pada kulit seperti gatal dan kemerahan, bersin, dan bayi anda rewel. Apabila Anda mencurigai adanya alergi susu pada bayi Anda, sebaiknya menghentikan pemberian susu tersebut dan segera berkonsultasi dengan dokter Anda, ada kemungkinan susu yang diberikan adalah jenis lain seperti susu dari bahan kedelai ataupun susu terhidrolisa. Pemberian susu kedelai juga tidak menyelesaikan masalah alergi bila ternyata anak Anda juga mengalami alergi terhadap susu kedelai. Pada pemberian ASI, bayi Anda akan kecil kesempatanya mengalami reaksi alergi dan akan memiliki kekebalan tubuh yang baik karena ASI mengandung banyak zat-zat alami yang berguna untuk kekebalan tubuh dan perkembangan bayi Anda.



















































Makin banyak ASI yang dikeluarkan dari gudang ASI (sinus laktiferus), makin banyak produksi ASI. Dengan kata lain, makin sering bayi menyusui makin banyak ASI diproduksi. Sebaliknya, makin jarang bayi menghisap, makin sedikit payudara menghasilkan ASI.Jika bayi berhenti menghisap maka payudara akan berhenti menghasilkan ASI. Apabila Bunda memiliki masalah atau luka pada puting payudara, Bunda dapat menggunakan cream payudara yang mengandung lanolin untuk mengatasi masalah putting payudara saat menyusui atau dapat berkonsultasi dengan dokter obsgyn Anda. Sebaiknya Anda menyusui ASI dengan tehnik yang benar, maka akan tercapai hasil yang maksimal, silahkan membaca beberapa cara menyusui ASI yang baikpada home page kami. Demikian jawaban saya.















 


























   
09-01-2014 14:12:16 asi dan sufor
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
boleh gak bayi berumur 1 minggu minum sufor soalnya ASI belum lancar/sedikit



Dari : Aufa Faith Faidhullah

Jawaban:

Dear Bunda, 



Makin banyak ASI yang dikeluarkandarigudang ASI (sinus laktiferus), makin banyak produksi ASI. Dengan kata lain, makin sering bayi menyusui makin banyak ASI diproduksi. Sebaliknya, makin jarang bayi menghisap, makin sedikit payudara menghasilkan ASI.Jika bayi berhenti menghisap maka payudara akan berhenti menghasilkan ASI. Apabila Bunda memiliki masalah atau luka pada puting payudara, Bunda dapat menggunakan cream payudara yang mengandung lanolin untuk mengatasi masalah puting payudara saat menyusui atau dapat berkonsultasi dengan dokter obsgyn Anda. Sebaiknya Anda menyusui ASI dengan tehnik yang benar, maka akan tercapai hasil yang maksimal, silahkan membaca beberapa cara menyusui ASI yang baikpada home page kami. Demikian jawaban saya.







 




   
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Dear Bunda,

Infounda telah memberikan beberapa tips melalui artikel mengenai ASI dan ASIP, berikut ini Bunda dapat membacanya :

Kesibukan harus membuat ibu menyusui yang bekerja memutar otak agar Air Susu Ibu (ASI) eksklusif tetap bisa diberikan pada sang buah hati namun tak mengganggu aktivitas. Nah, berikut ini penjelasan bagaimana menyimpan ASI agar nilai gizinya tidak hilang.

 

Kesibukan harus membuat ibu menyusui yang bekerja memutar otak agar Air Susu Ibu (ASI) eksklusif tetap bisa diberikan pada sang buah hati namun tak mengganggu aktivitas. Nah, berikut ini penjelasan bagaimana menyimpan ASI agar nilai gizinya tidak hilang.

Cara menyimpan ASI yang baik merupakan langkah selanjutnya yang dilakukan oleh bunda setelah melakukan kegiatan memerah ASI, sehingga ASI dapat bertahan dengan maksimal dan dalam waktu yang lama atau ideal untuk digunakan kepada buah hati. Jika cara menyimpan asinya salah, maka kadar dan zat ASI yang terkandung akan rusak. Namun masih banyak bunda yang belum mengerti dengan cara menyimpan ASI yang benar sehingga terkadang ASI yang sudah diperah menjadi terbuang karena melebihi batas masa penyimpanan ditempatnya. ASI yang telah diperah bisa disimpan di lemari es bawah atau di bagian freezer. Penting untuk diingat, sekali dihangatkan, semua ASI yang tersisa harus dibuang. Jadi sebaiknya simpan ASI dalam jumlah sekali minum (± 60 s/d 125 ml). Perhatikan juga wadah yang digunakan untuk menampung ASI, sebaiknya terbuat dari bahan yang mudah disterilkan, seperti botol bertutup rapat yang terbuat dari kaca yang tahan panas, karena tidak merubah unsur yang terdapat didalam ASInya, mudah untuk dibersihkan setelah pemakaian, dapat digunakan kembali berulang-ulang, dan dapat disterilkan berkali-kali sebelum digunakan. Beri tanggal dan jam pada masing-masing wadah. Dinginkan dalam refrigerator (kulkas) atau freezer. Jangan lupa untuk mengecek tanggal dan jam yang tertera agar tahu dengan pasti sudah berapa lama ASI disimpan dan mencegah ASI rusak atau basi.

Kisaran waktu yang dibutuhkan untuk menyimpan ASI  tanpa merusak atau basi menurut Organisasi Laktasi Internasional, yaitu :

                     a.      Suhu ruang (suhu 19 – 22 °C ) : Lama penyimpanan 4 sampai 10 jam.

b.      Kulkas bawah ( suhu 0 – 4 °C) : Lama penyimpanan 2 sampai 3 hari.

c.    Freezer kulkas berpintu satu (suhu variatif < 4°C ) : Lama penyimpanan bisa sampai 2 minggu.

d.    Freezer pd kulkas berpintu dua (suhu variatif < 4 °C ): Lama penyimpanan 3 sampai 4 bulan.

e.      Freezer khusus ( suhu -19 °C) : 6 bulan atau lebih

 Cara memberikan ASI perah yang telah disimpan:

  1. Berikan ASI yang disimpan berdasarkan waktu pemerahan ASI, ASI perahan pertama harus diberikan dulu.
  2. Hangatkan ASI yang disimpan di kulkas dengan meletakkan botol di wadah berisi air hangat selama 15 menit, sambil dikocok perlahan.
  3. ASI yang dibekukan dalam freezer harus dipindahkan ke kulkas semalam sebelumnya, setengah jam sebelum waktu menyusui, hangatkan di dalam wadah berisi air hangat. Periksa suhu ASI sebelum diminumkan kepada bayi Ibu dengan cara meneteskannya ke punggung tangan. Setelah dicairkan, berikan ASI sesegera mungkin.

 Perlu diingat, jangan melelehkan atau menghangatkan ASI di microwave karena banyak zat-zat penting dalam ASI akan hancur. Selain itu, panas yang ditimbulkan dari microwave tidak rata, sehingga dikhawatirkan akan berbahaya bagi bayi karena terlalu panas.



Infobunda : http://www.infobunda.com/brt/384-Cara-menyimpan-ASI-untuk-Bunda-Yang-Bekerja.html#ixzz2hwqq724y

   
24-05-2013 14:20:04 asi tidak keluar
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7
 Makin banyak ASI yang dikeluarkandarigudang ASI (sinus laktiferus), makin banyak produksi ASI. Dengan kata lain, makin sering bayi menyusui makin banyak ASI diproduksi. Sebaliknya, makin jarang bayi menghisap, makin sedikit payudara menghasilkan ASI.Jika bayi berhenti menghisap maka payudara akan berhenti menghasilkan ASI. Apabila Bunda memiliki masalah atau luka pada puting payudara, Bunda dapat menggunakan cream payudara yang mengandung lanolin untuk mengatasi masalah putting payudara saat menyusui atau dapat berkonsultasi dengan dokter obsgyn Anda. Sebaiknya Anda menyusui ASI dengan tehnik yang benar, maka akan tercapai hasil yang maksimal, silahkan membaca beberapa cara menyusui ASI yang baikpada home page kami. 

Bagi ibu yang menyusui sebaiknya menggunakan kontrasepsi yang mengandung hormone progestin. Biasanya pada pil KB akan di beri label khusus untuk menyusui atau KB Laktasi. Selain pil KB Laktasi, bunda dapat juga menggunakan metode KB suntik 3 bulan yang mengandung hormone progestine atau progesterone agar air susu ibu tidak terhenti. Selain alat kontrasepsi hormonal, bunda juga dapat menggunakan KB IUD yang tidak menggunakan hormone.

Mengapa ASI Bunda sedikit atau bahkan tidak keluar?
Pada dasarnya setiap wanita setelah melahirkan mampu mengeluarkan ASI. Hanya saja produksi ASI ini tergantung dari beberapa faktor. Misalnya saja, Bunda yang tidak langsung melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) sesaat setelah bayi lahir, ASI-nya cenderung susah keluar. Bila ASI Bunda tidak keluar, pasti banyak yang menyarankan Bunda untuk mengonsumsi makanan tertentu, seperti daun katuk, pare atau susu kedelai. Benarkah itu semua bisa memperlancar dan memperbanyak ASI?
Ternyata saran yang beredar itu tidak 100% benar adanya. Tidak percaya? Yuk, kita lihat cara kerja dan prinsip ASI!

Infobunda : http://www.infobunda.com/pages/articles/artikelshow.php?id=453&catid=3&catname=Nutrisi&title=Hati-Senang-ASI-Lancar#ixzz2UBzFntc9

   
12-12-2007 15:25:45 Hamil lagi setelah SC...
Jumlah Posts : 3
Jumlah di-Like : belum ada like
Oh ya Bunda...
Karena ASI saya keluar cukup banyak, sedangkan bayi saya meninggal, sama DSOG saya dikasih obat untuk menghentikan ASI. Sebelumnya ASI selalu saya peras kemudian saya buang. Kira-kira bahaya gak ya kalau ASI nya dihentikan. Bukankah ASI yang tidak dikeluarkan bisa menyebabkan kanker payudara? Gimana ya Bun cara menghentikan ASI yang aman?
   
27-12-2013 11:40:08 meningkatkan produksi asi
Jumlah Posts : 527
Jumlah di-Like : belum ada like
Busui Harusnya Makan Apa Sih? (copas from theurbanmama)

Saya menerima banyak pertanyaan mengenai nutrisi untuk Mama menyusui. Juga sayangnya masih banyak mitos-mitos yang salah seputar nutrisi, apa yang Mama makan, dan minum selama menyusui. 

Pertanyaan yang sering muncul misalnya:
Apa yang perlu dimakan supaya ASI keluarnya lancar?
Apakah Mama menyusui harus makan daun katuk setiap hari?
Apakah Mama yang menyusui harus lebih sering dan lebih banyak makan?
Apa yang Mama menyusui makan supaya menghasilkan ASI yang tidakbening dan lebih padat gizi juga bisa membuat bayi gampang kenyang?
Perlukah Mama menyusui minum yang banyak supaya ASI jadi banyak?

Mama juga harus kritis menyikapi berbagai iklan produk-produk yang menyatakan mampu membuat ASI Mama lebih lancar, ASI Mama lebih berkualitas, ASI Mama lebih kental, dan padat gizi. Di tulisan saya kali ini saya akan coba membahas mengenai nutrisi bagi Mama menyusui dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang saya sudah sebutkan sebelumnya. 

Tubuh Mama sudah dirancang Allah SWT agar siap untuk menyusui sejak di masa kehamilan. Jadi pasca Mama melahirkan, tubuh Mama punya cadangan nutrisi yang mencukupi untuk memulai proses menyusui. Mama menyusui dapat menyusui/menghasilkan ASI walaupun asupan nutrisinya tidak maksimal. Kenapa? Karena tubuh akan secara efektif menggunakan nutrisi yang ada di tubuh Mama.

Bahkan pada kasus Mama yang malnutrisi, nutrisi untuk mensintesis ASI diambil dari cadangan nutrisi yang ada pada tubuh Mama sejak kehamilan. Jadi secara umum, nutrisi yang dikonsumsi Mama menyusui sangat sedikit pengaruhnya terhadap produksi dan komposisi ASI. 

Berapa kalori yang dibutuhkan oleh Mama menyusui setiap hari?
Secara umum, rasakan kebutuhan tubuh Mama untuk makan. Ketika Mama menyusui bayi, sangat wajar bahwa Mama akan lebih sering merasa lapar, apalagi saat bayi berada dalam tahap growth spurt/percepatan pertumbuhan. Menghitung kebutuhan kalori per hari jarang diperlukan kecuali Mama menyusui punya masalah dengan kesehatan dan berat badan. Dari berbagai sumber, wanita berusia 19-50 tahun, tidak dalam kondisi hamil dan menyusui serta melakukan aktivitas sedang/normal memerlukan 1.800 ? 2.200 kcal setiap harinya. Ketika Mama menyusui saat ASI sudah matang, yaitu sekitar 28 hari pasca Mama melahirkan, menyusui secara eksklusif setiap harinya menggunakan sekitar 500 kcal. Jadi secara umum, Mama yang menyusui secara eksklusif memerlukan tambahan 300 ? 500 kcal setiap harinya (hanya menambahkan 1 atau 2 porsi camilan sehat dalam sehari).

Ketika bayi sudah mulai memasuki masa MPASI (Makanan Pendamping ASI) / selesai menjalani masa ASI Eksklusif selama 6 bulan maka kebutuhan kalori Mama secara bertahap akan berkurang. Rekomendasi dari beberapa sumber adalah Mama yang sedang menyusui mempertahankan 2.200 kcal setiap harinya, yang ideal 2.700 kcal dan 1.800 kcal adalah jumlah minimum. Apabila Mama menyusui hanya mengkonsumsi 1.500 kcal per hari maka produksi ASI tidak terganggu dan komposisi ASI tidak berubah. Produksi ASI akan mengalami masalah bila secara terus menerus Mama menyusui mengkonsumsi kurang dari 1.500 kcal per harinya. Keuntungan Mama menyusui makan secara sehat adalah untuk kesehatan Mama sendiri di masa kini dan juga di masa mendatang. 

Berapa banyak cairan yang harus diminum Mama menyusui?
Secara umum jawabannya adalah ikuti kebutuhan Mama. Secara umum Mama menyusui  akan merasa lebih sering haus terutama setelah menyusui. Penelitian menyatakan bahwa kekurangan cairan tidak menurunkan volume ASI. Panduannya, Mama menyusui membutuhkan 3,1 ? 3,8 liter (atau 13 ? 16,5 cup) cairan setiap harinya, dan cairan ini tidak hanya didapatkan dari air yang diminum tapi juga dari makanan seperti sup, buah-buahan, sayur-sayuran dll. Cara yang mudah untuk mengukur apakah Mama menyusui sudah mendapatkan cairan secara cukup adalah memperhatikan warna urin Mama. Bila warna urin kuning terang/cerah maka asupan cairan Mama baik/cukup. Tanda-tanda Mama kekurangan cairan selain bisa dilihat dari warna urin yang kuning pekat bahkan cenderung coklat, juga Mama bisa mengalami sembelit/konstipasi, bibir kering, kulit kering. Bila tanda-tanda ini dialami Mama segera tingkatkan asupan cairan Mama. 

Pertanyaan yang sering muncul juga: Perlukah Mama menyusui minum susu?
Saya masih ingat dengan baik presentasi dr Utami Roesli di Pelatihan Konseling Menyusui yang saya ikuti ini: Mamalia tidak perlu susu untuk menghasilkan susu!Jadi tidak ada hubungannya minum susu, baik itu susu cair atau susu khusus ibu menyusui dengan produksi ASI. Bila Mama senang minum susu juga tidak masalah, asal tidak berlebihan (secara umum dibatasi 500 ml/2 gelas per hari). Bila Mama tidak suka minum susu, maka nutrisi yang terdapat dalam susu bisa didapatkan di bahan makanan lain. Misalnya kalsium bisa didapatkan dari sayuran berwarna hijau, ikan teri, tahu, dll.

 Perlukah Mama menyusui mengonsumsi suplemen vitamin?
Jawabannya secara umum adalah, bila Mama makan makanan bergizi bervariasi, dan Mama serta bayi mendapatkan sinar matahari pagi yang cukup (sumber Vitamin D) maka Mama tidak perlu mengonsumsi suplemen Vitamin. Bila sejak kehamilan, Mama mengalami anemia dan pasca kelahiran juga masih mengalami anemia maka bisa diskusikan dengan dokter untuk mengkonsumsi tambahan/suplemen zat besi selain meningkatkan konsumsi makanan yang tinggi zat besi dikombinasikan dengan konsumsi sayur/buah yang kaya Vitamin C agar penyerapan zat besinya optimal. 

Perlukah Mama menyusui makan daun katuk setiap hari supaya ASInya banyak  dan lancar?
Logika sederhana saya begini, daun katuk tidak tumbuh di semua belahan dunia. Nah, para Mama menyusui yang tinggal di daerah di mana daun katuk tidak tumbuh/tidak tersedia tetap dapat menyusui dengan baik, produksi ASI nya tidak ada masalah, karena kuncinya adalah memahami Manajemen Laktasi seperti pengosongan payudara (PD) dengan baik setiap menyusui/memerah sehingga hormon Prolaktin dapat maksimal digabungkan dengan perasaan Mama yang bahagia, rileks, yakin bahwa ASInya lancar dan cukup bagi bayinya sehingga hormon Oksitosin bekerja maksimal. Sudah ada beberapa penelitian mengenai khasiat daun katuk ini. Daun katuk memiliki nama latin Sauropus androgynus leaf. Ada peneliti Indonesia yang meneliti khasiat daun katuk ini pada tikus. Hasil penelitian tersebut diterbitkan pada International Conference on Food Engineering & Biotechnology tahun 2011 di Singapura. Hasilnya bahwa pemberian ekstrak daun katuk pada tikus yang sedang menyusui meningkatkan kadar hormon prolaktin & oksitosin. Semoga di masa mendatang makin banyak penelitian mengenai hal ini dalam skala yang lebih besar. Walaupun secara penelitian ada kecenderungan bahwa daun katuk memang bermanfaat bagi para Mama menyusui tapi tidak bisa diambil kesimpulan bahwa Mama menyusui hanya mengutamakan konsumsi daun katuk ini. 

Berikutnya akan saya paparkan mengenai panduan gizi secara umum. Panduan gizi saat ini bukan lagi 4 Sehat 5 Sempurna seperti yang diajarkan ketika Mama (dan saya) waktu kecil dulu (Nasi, lauk pauk , sayur mayur, buah-buahan dan susu). Dengan panduan gizi terbaru, susu bukanlah sebagai pelengkap dalam penyempurna makanan. Sebenarnya, susu adalah sumber protein hewani yang juga terdapat pada telur, ikan, dan daging. Oleh karena itu di dalam Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS), susu ditempatkan dalam satu kelompok dengan sumber protein hewani lain. Dari segi kualitas protein, telur dalam ilmu gizi dikenal lebih baik dari susu karena daya cerna protein telur lebih tinggi daripada susu. Berdasarkan hasil kongres gizi internasional yang diselenggarakan di Roma tahun 1992, semua negara peserta (termasuk Indonesia) dianjurkan membuat pedoman umum gizi seimbang. Oleh karena itu pemerintah melalui Direktorat Gizi ? Departemen Kesehatan memasyarakatkan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) pada tahun 1995. Namun baru pada tahun 2009 secara resmi PUGS diterima masyarakat, sesuai dengan Undang-Undang Kesehatan No 36 tahun 2009 yang menyebutkan secara eksplisit ?Gizi Seimbang? dalam program perbaikan gizi.Pedoman ini kemudian dituangkan dalam 13 Pesan Dasar Pedoman Umum Gizi Seimbang (13 Pesan Dasar PUGS). (gambar bisa dilihat di artikel aslinya) Satu konsep lagi yang digunakan di US yg dikeluarkan oleh USDA (Departmen Agrikultura Amerika Serikat) adalah ?MyPlate?. Konsep ini diberi nama ?My Plate?, karena pengaturan komposisi makanannya diilustrasikan di atas sebuah piring makan. Piring ?My Plate? terbagi atas empat bagian, yang terdiri atas buah-buahan, sayuran, protein, dan grains (padi-padian). Penarikan konsep Piramida Makanan didasari atas pertimbangan bahwa konsep ini terlalu kompleks. Bila dibandingkan dengan Piramida Makanan, konsep ?My Plate? ini memberi porsi yang hampir sama besar pada setiap elemen makanan, tidak seperti bentuk piramida yang memiliki distribusi elemen yang cenderung terlalu berat di bagian karbohidrat dan gula (diwakili oleh roti, nasi, dan mi). Sebagai pelengkap konsep baru ini, USDA juga memberikan beberapa panduan yang lebih mendetail, yaitu: Hindari porsi yang berlebihan. Setengah dari piring terdiri atas buah-buahan dan sayuran, pilihlah jenis makanan dengan kadar sodium yang lebih rendah, Minumlah air putih daripada minuman yang manis atau mengandung gula. 

Bila kembali pada pertanyaan: Perlukah Mama selalu mempertahankan asupan yang sempurna selama menyusui untuk menghasilkan ASI yang berkualitas?
Jawaban singkatnya adalah: Tidak Perlu :). Berbagai penelitian menyatakan bahwa kualitas makanan Mama hanya sedikit pengaruhnya pada ASI. Kualitas makanan Mama yang tidak baik pengaruhnya adalah pada kesehatan Mama sendiri.

Jadi, apakah konsep makan yang sehat direkomendasikan untuk Mama?
Tentu Saja! Konsep makan yang sehat tidak hanya dipertahankan saat Mama sedang hamil dan menyusui tapi pertahankan sepanjang waktu dan biasakan juga konsep makan yang sehat ini kepada seluruh anggota keluarga sehingga anak-anak Mama juga terbiasa dengan pola makan yang sehat sedini mungkin. 

Di akhir tulisan ini saya akan menjawab pertanyaan: Apa yang Mama menyusui makan supaya menghasilkan ASI yang tidak bening dan lebih padat gizi juga bisa membuat bayi gampang kenyang? 
Pertama yang harus dipahami bahwa ASI adalah cairan ?hidup? yang kandungan/komposisinya berubah setiap waktunya sesuai kebutuhan bayi. Di menit-menit awal menyusui, ASI awal disebut Foremilk, kaya akan protein, rendah lemak, dan cenderung lebih encer dan bening. Foremilk berfungsi sebagai makanan pembuka/penghilang haus. Foremilk tinggi kandungan lactose yang berfungsi juga untuk perkembangan otak bayi & memberikan energi.

Selanjutnya disebut Hindmilk yang kaya akan lemak yang berperan untuk pertambahan berat badan bayi & cenderung kental. Hindmilk mengenyangkan bayi seperti makanan utama. Saat menyusui, Mama tidak dapat membedakan secara pasti antara foremilk dan hindmilk. Perubahan foremilk-hindmilk berlangsung secara amat perlahan, penelitian menyatakan menyusui selama 2-3 menit saja, hindmilk sudah keluar. Penelitian juga menyatakan bahwa makin kosong payudara, makin tinggi kandungan lemak dalam ASI. Saya sudah memaparkan bahwa apa yang Mama menyusui makan tidak berpengaruh pada komposisi/kandungan ASI alias ASI akan selalu padat gizi menyesuaikan kebutuhan bayi. Mengenai ASI yang membuat bayi gampang kenyang harus pahami dulu mengenai Manajemen Laktasi. 

Observasi:
Betulkah bayi yang meminta menyusui terus menerus itu karena tidak kenyang?
Sudah betulkah posisi & pelekatan?
Apakah bayi sedang masuk di tahap Growth Spurt/ percepatan pertumbuhan?
Jadi solusi untuk bayi yang tidak mudah kenyang adalah pahami dulu sebabnya dan kalaupun ternyata bayi dalam tahap Growth spurt maka ASI Mama akan selalu cukup selama Manajemen Laktasinya baik.

 Semoga tulisan saya kali ini bermanfaat dan dapat meluruskan mitos-mitos yang mungkin sudah turun temurun kita dengar.Happy breastfeeding :)

Berliana Monika, S.T. , M.M. Konselor Laktasi & Member of La Leche League Rochester-New York. Lulusan S1 Fakultas Teknik Sipil & Perencanaan ITB & S2 Magister Manajemen Universitas Indonesia.sumber: http://theurbanmama.com/articles/nutrisi-untuk-mama-menyusui.html(kalau sempat sila mampir ke sana, Bunda-bunda.... soalnya di kolom komentar banyak pertanyaan dan jawaban yang juga penting.)
   
Jumlah Posts : 326
Jumlah di-Like : belum ada like

ASI Lancar, Puasa Tak Lewat

(Sumber dari: AIMI *dengan perubahan seperlunya*)

Bulan Ramadhan hampir tiba. Bulan penuh ibadah bagi umat muslim di dunia. Salah satu ibadah yang wajib dilakukan setiap muslim yang telah baligh (cukup umur) adalah berpuasa. Nah, bagaimana dengan ibu hamil dan menyusui?

Puasa Ramadhan hukumnya tetap wajib bagi ibu hamil dan menyusui. Alhamdulillah, Islam memberikan kelonggaran bagi ibu hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa dengan berpuasa di lain waktu atau membayar fidyah.

Yang pertama, dikembalikan kepada motivasi atau niat. Jika ibu hamil dan menyusui tidak melakukan ibadah puasa karena mengkhawatirkan kesehatan dirinya, maka dia menganggap dirinya seperti orang sakit. Sehingga cara mengganti puasa sama dengan mengganti puasa dikala orang sakit, yaitu dengan berpuasa di hari lain. Namun, jika mengkhawatirkan bayinya, dianggap seperti orang tua yang tak punya kemampuan sehingga cara menggantinya selain membayar puasa-seperti cara orang tua-yaitu dengan membayar fidyah.

Yang kedua, ibu hamil atau menyusui cukup membayar fidyah saja tanpa harus berpuasa. Karena keduanya tidak berpuasa bukan karena sakit, melainkan karena keadaan yang membuatnya tidak mampu puasa. Kasusnya lebih dekat dengan orang tua yang tidak mampu berpuasa.

Apa dan bagaimana cara membayar Fidyah? Fidyah adalah memberi makan orang fakir miskin. Satu hari puasa diganti dengan satu kali fidyah. Ukuran memberi makan adalah sebesar porsi kita makan 3 kali sehari, yakni sekitar 1 mud atau 600 gram. Jika dirupakan uang, sebesar biaya kita makan 3 kali sehari.

Ketika memberikan fidyah, ada tata caranya juga. Salah satu yang harus diingat adalah jangan lupa mengucapkan berita serah terima/ijab kabul. Misalnya “Saya membayar fidyah kepada saudara, mohon diterima dengan baik”. Jika meminta orang lain yang menyerahkan maka, “Ibu A membayar fidyah kepada saudara, mohon diterima dengan baik”. Untuk detailnya, silakan konsultasi dengan pemuka agama di lingkungan Anda. 

Nah, bagi ibu menyusui yang ingin berpuasa bagaimana? Selama kondisi ibu dan bayi sehat, maka diperbolehkan berpuasa. Namun, jika dikuatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan, misalnya kekurangan gizi, produksi ASI berkurang, sakit, dan lain sebagainya, maka Islam menyarankan untuk tidak berpuasa.

Manajemen Laktasi Ibu Menyusui Yang Sedang Berpuasa

Dengan perubahan jadwal makan, bukan berarti asupan makanan yang dikonsumsipun ikut berubah. Yang penting, ibu menyusui tetap makan 3 kali sehari dan secara disiplin mengkonsumsi makanan dengan gizi berimbang, yaitu dengan komposisi 50% karbohidrat, 30% protein dan 10-20% lemak.

Kemudian, hal-hal berikut dapat dilakukan untuk memastikan bahwa produksi ASI selama ibu berpuasa tetap lancar dan berkualitas:

Asupan menu dengan gizi seimbang

Ibu yang sedang menyusui memang membutuhkan tambahan sekitar 700 kalori perhari, 500 kalori diambil dari makanan ibu dan 200 kalori diambil dari cadangan lemak dalam tubuh ibu. Oleh karena itu, penting bagi ibu menyusui yang sedang berpuasa untuk tetap mempertahankan pola makan 3x sehari dengan menu gizi seimbang. Pada saat sahur, ketika berbuka puasa dan menjelang tidur sesudah shalat tarawih. Makan sahur akan menghasilkan energi yang berguna untuk aktivitas kita hari itu. Komposisi makanan dengan gizi berimbang akan menghasilkan sari makanan yang bagus untuk anak. Jangan terlambat berbuka dan jangan makan secara asal yang penting makan ya :)

Ada beberapa tips mengenai asupan ibu menyusui selama berpuasa:

Pertama,boleh mencoba konsumsi sumber karbohidrat kompleks agar bisa membantu membuat ibu menyusui tidak lemas di tengah hari. Karbo kompleks seperti beras merah lebih lama diproses tubuh sehingga pelepasan gula menjadi energi berlangsung bertahap. Kondisi ini dapat lebih menjamin kebutuhan energi ibu sampai berbuka. 

Kedua, konsumsi sayur dan buah lebih banyak saat berbuka atau malam hari dan konsumsi protein lebih banyak saat makan sahur. Protein menjadi sumber energi, yang diolah terakhir setelah karbohidrat dan lemak. Asupan protein ini sesuai bagi busui yang membutuhkan banyak cadangan energi. Sementara serat pada buah dan sayur membantu menjaga asupan vitamin dan menjaga kesehatan pencernaan ibu selama menyusui. Usahakan stop makanan instant selama puasa ini ya, karena makanan seperti mie instant biasanya hanya mengandung kalori yg membuat kenyang tetapi minim nilai gizinya. 

Ketiga, silakan konsumsi suplemen vitamin dan mineral jika diperlukan. Tanyakan kepada dokter suplemen apa yang baik untuk ibu menyusui saat berpuasa karena saat ibu menyusui berpuasa, yang terpengaruh biasanya adalah kadar micro nutrients (elemen-elemen nutrisi yang diperlukan dalam jumlah yang kecil seperti zinc, magnesium, dan potassium), namun itu bukanlah masalah.  

Perbanyak konsumsi cairan, mulaidari berbuka hingga sahur

Jika bisa minum air putih sebanyak dua liter (sekitar 10-12 gelas sehari), ditambah dengan jenis cairan lainnya seperti juice buah, teh manis hangat dan susu. Berbuka puasa dengan minum minuman hangat, akan merangsang kelancaran ASI bagi ibu menyusui. Jika bisa, hindari teh dan kopi saat sahur karena bersifat diuretik, yang menyebabkan ibu sering buang air kecil. Akibatnya ibu berisiko kekurangan cairan akibat seringnya cairan dibuang. 

Istirahat yang cukup

Merasa lemas saat berpuasa itu hal yang lumrah, apalagi jika si ibu baru saja menyusui. Cobalah untuk beristirahatlah sejenak, apakah dengan cara tidur atau sekadar relaks menenangkan pikiran. Perlu ibu menyusui ketahui, bahwa semakin

sering payudara dihisap oleh bayi, maka produksi ASI akan semakin banyak. Jadi, bila selama puasa ibu tetap rajin menyusui, ASI akan tetap lancar.

Ibu Bekerja

Ibu bekerja yang memerah ASI di tempat kerjanya disarankan untuk tetap melakukan kegiatan memerah ASI seperti biasa dengan tetap memperhatikan tips-tips seperti yang sudah disebutkan diatas ini. Kembali berpegang pada prinsip demand and supply, semakin banyak ASI dikeluarkan maka semakin banyak ASI yang akan diproduksi. Apabila ibu menyusui yang biasa memerah menghentikan kegiatan memerahnya selama bulan puasa, maka ASI yang diproduksi dapat berkurang, yang bukan disebabkan oleh kegiatan berpuasa tetapi karena mengurangi kegiatan memerah tadi.

Bagaimanapun, mendapatkan ASI adalah hak bayi. Jadi, dahulukan kepentingan bayi. Untuk ibu yang memiliki bayi di bawah 6 bulan, memang dianjurkan untuk tidak berpuasa karena bayi sedang dalam tahap ASI Eksklusif dan belum memperoleh makanan tambahan apapun kecuali ASI. Ada dua alasan kenapa ibu dalam fase ASIX tidak dianjurkan berpuasa dulu: pertama, pada masa ASIX, terutama di dua bulan pertama adalah fase pemantapan menyusui. Jika proses menyusui ibu sudah mantap dan ingin mencoba puasa silakan. Tetapi jika ibu masih berjuang untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan produksi, sebaiknya tunda dulu puasanya. Kedua, bayi di bawah 6 bulan sering mengalami fase percapatan pertumbuhan (growth spurts) yang membuatnya tiiba-tiba jadi sangat sering menyusu. Jika Anda mulai kewalahan di saat fase GS ini, pertimbangkan untuk stop puasa dulu.

Kondisi yang Harus Diperhatikan

Jika si kecil masih dalam fase ASIX (atau bahkan setelahnya) dan ibu ingin berpuasa, ada hal penting yang tidak boleh diabaikan: perhatikan sinyal sinyal yang dikirimkan tubuh Anda dan tubuh bayi. 

Apa yang harus diperhatikan dari kondisi ibu?

-Merasa sangat haus (terutama pasca menyusui/memerah).

- Urine/ air seni berwarna pekat (kuning tua/cokelat) serta bau yangtajam.

- Merasa sangat pusing dan berkunang-kunang, apalagi jika pusing tidak hilang setelah ibu beristirahat

Adalah wajar jika ibu merasa lemas.  Oleh karena itu usahakanlah untuk beristirahat paling tidak satu kali di siang hari. Atau bila tidak memungkinkan untuk tidur siang, upayakan untuk sekadar duduk,

berbaring dengan rileks. Istirahat akan sangat membantu agar hormon Oksitosin yang berfungsi untuk mengeluarkan ASI bekerja secara optimal. Jika Anda mulai pusing atau air seni Anda mulai pekat, sebaiknya hentikan dulu puasanya. Apa yang harus diperhatikan dari kondisi bayi?- Frekuensi BAK bayi sudah kurang dari 6 kali per 24 jam, warna urine bayi juga mulai pekat- Ada gejala2 dehidrasi lain pada bayi, seperti mulut yag kering, bayi terlihat sangat lemas, kulit tidak lentur, dsb.- Bayi kelihatan gelisah seharian, rewel atau berperilaku di luar kebiasaan normalnya. - Bayi mengalami diare atau demam yang mana membutuhkan extra asupan ASI agar tidak dehidrasi, terutama di masa ASIX.

Selamat menunaikan ibadah puasa dan salam ASI :) 

   
Jumlah Posts : 17
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda2... ada ga yang pernah mengalami pengalaman kaya saya... setelah 3 hari saya tinggal ngantor lagi, anak saya tiba2 ga mau minum asi lgs... nangis trs.. tapi pas di kasih dot langsung di minum... bagaimana ya bun cara mengatasinya, karna saya takut asi saya jadi kering/ga keluar lagi, anak saya saat ini baru berusia 2 bln lebih... mohon infonnya ya bun... terimakadih sblmnya...