SITE STATUS
Jumlah Member :
481.893 member
user online :
2764 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: cacar air pada bayi

New Topic :  
11-06-2015 12:22:36 bb bayisedikit naiknya
Jumlah Posts : 689
Jumlah di-Like : belum ada like

susui smpai PD terasa kosong, seorang ibu akan mengeluarkan dua macam air susu, yaitu foremilk dan hindmilk.

  • Foremilk adalah ASI yang diproduksi pada awal proses menyusui. Diproduksi  dalam jumlah banyak, mengandung banyak protein laktosa dan protein lainnya, berkadar air tinggi, namun kadar lemaknya rendah dan berwarna lebih bening dan kebiruan. jumlah air  yang berlimpah dalam foremilk mampu memenuhi kebutuhan air pada bayi. Sehingga tidak ada istilah ASI yang paling baik adalah yang berwarna putih.
  • Hindmilk adalah ASI yang diproduksi pada akhir proses menyusui. Diproduksi   dalam jumlah sedikit, tapi kadar lemaknya lebih tinggi, yaitu 2-3 kali dibandingkan foremilk. Kadar lemak yang lebih tinggi ini membuat hindmilk lebih putih dibanding foremilk. Jumlah lemak yang tinggi dalam hindmilk ini akan memberikan banyak energi pada bayi, dan menimbulkan rasa kenyang yang lebih lama.(ME)
   


Jumlah Posts : 527
Jumlah di-Like : belum ada like

Air putih bukan untuk bayi.  “MBAK, jangan lupa kasih air putih kalau adek habis minum susu, ya,” urai Riani kepada sang pengasuh sembari menyuapkan beberapa sendok air putih kepada bayinya yang berusia 3 bulan. Tahukah Moms, di balik kebiasaan memberikan air putih ternyata tersimpan bahaya yang dapat mengancam si buah hati, utamanya bayi di bawah usia 6 bulan. ASI, Sudah Cukup! Air putih bermanfaat bagi kesehatan anak-anak dan orang dewasa memang benar, tapi TIDAK untuk bayi.“Pemberian air putih tidak disarankan, khususnya pada bayi usia < 6 bulan, karena kegunaannya tidak ada,” buka dr. Yulia Lukita Dewanti, M. Ked. Ped, SpA dari RS Sari Asih Serang. Pada bayi usia tersebut, pemberian ASI eksklusif tanpa pemberian cairan lain sudah cukup memenuhi kebutuhan gizi bayi sesuai dengan perkembangannya. Secara alamiah, komposisi ASI –mengandung 88 persen air- yang diproduksi akan mencukupi kebutuhan cairan bayi. Begitu pun dengan bayi yang minum susu formula, lebih dari 80 persen komposisi susu formula adalah air. Mengingat tingginya kadar air dalam ASI maupun susu formula, bayi kurang 6 bulan tak perlu diberikan tambahan cairan lain apapun secara langsung –termasuk air putih, teh manis, atau jus buah. Artinya, bayi tidak akan kekurangan cairan sejauh bayi mendapatkan ASI atau susu formula cukup setiap harinya. Bayi akan selalu ‘meminta’ ASI/susu formula bila ia merasa haus (on demand). 3 Alasan Air Putih Dilarang Lantas, mengapa air putih tak baik diberikan pada bayi? Ginjal Bisa Rusak “Pada bayi berusia kurang dari 6 bulan, semua organnya belum berfungsi laiknya orang normal pada umumnya. Nah, organ yang langsung berhubungan dengan metabolisme cairan adalah ginjal. Jika bayi diberi banyak air putih, maka ginjal yang belum siap menyaring –kecuali ASI- ini dapat rusak,” papar dokter penyuka novel ini. Ya, ginjal bayi belum mampu mengeluarkan air dengan cepat, sehingga dapat menyebabkan timbunan air dalam tubuh yang dapat membahayakan bayi (keracunan air). Keracunan air Kelebihan air di atas akan menyebabkan kandungan elektrolit dalam darah menjadi tidak seimbang, misalnya sodium (natrium). Kelebihan cairan tersebut akan melarutkan sodium dalam darah dan akan dikeluarkan tubuh, sehingga kadar sodium menjadi rendah yang dapat memengaruhi aktivitas otak. Awalnya ditandai dengan iritabilitas (merengek-rengek), mengantuk dan gejala penurunan kesadaran lainnya yang kadang luput dari kewaspadaan orangtua. Gejala lainnya adalah penurunan suhu tubuh, bengkak di sekitar wajah dan jika dibiarkan dapat menjadi kejang. Jika si kecil sampai mengalami kejang, kemungkinan terjadi gangguan perkembangan di masa depannya namun bergantung pada frekuensi dan durasi kejang tersebut terjadi. Kebutuhan gizi tidak terpenuhi Selain keracunan air, memberikan air putih setiap kali bayi menangis adalah salah. Bayi yang menangis tidak selalu berarti lapar. Bisa saja ia BAK (Buang Air Kecil), BAB (Buang Air Besar), kurang nyaman, sakit atau lainnya. Bayi yang diberikan air setiap ia menangis akan menjadi kenyang. Sehingga keinginan bayi untuk menyusu akan menurun. Akibatnya, asupan gizi dalam tubuh menurun pula. Padahal tiga tahun pertama adalah golden period (masa keemasan) untuk pertumbuhan dan perkembangan anak di masa depan dan sangat bergantung pada asupan gizinya saat itu. Oleh karena itu, Moms harus mengonsumsi makanan yang bergizi agar kualitas ASI terjaga.Diare, Tetap Berikan ASI Bagaimana bila bayiku diare, apa boleh diberikan air putih? “Untuk bayi usia kurang dari 6 bulan, tetap berikan ASI saja. Memang, kebutuhan akan cairan saat diare akan meningkat, namun pemberian ASI cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Semakin sering si ibu menyusui maka semakin banyak pula ASI yang diproduksi, sehingga Ibu tidak perlu khawatir ASI-nya tidak cukup,” saran dr Yulia. Ingat, kandungan ASI sudah lengkap, termasuk kandungan elektrolitnya. Sehingga, pemberian cairan elektrolit khusus bayi tetap tidak disarankan.Boleh Diperkenalkan lebih dari 6 Bulan Pemberian air putih mulai dapat dilakukan saat bayi memasuki usia di atas 6 bulan, dimana MPASI (Makanan Pendamping ASI) mulai diperkenalkan. Selain itu pada usia lebih dari 6 bulan, organ bayi dianggap ‘siap’ untuk mencerna makanan dan minuman selain ASI. Selain itu, ada beberapa penelitian menyebutkan bahwa pada kasus tertentu -seperti cuaca panas atau konstipasi- pemberian air pada bayi diperbolehkan. Namun, pemberian air itu cukup berkisar satu sendok makan setiap pemberiannya. Sebaiknya, gunakan sendok, bukan dot/botol guna menghindari kehilangan kontrol berapa banyak air putih yang sudah diminum bayi, jangan sampai kebanyakan. Misalnya yang terjadi di John Hopkins Children’ Center, sebuah rumah sakit di Amerika, seperti dikutip dari situsnya. Pada musim panas, banyak bayi yang dibawa ke ruang gawat darurat oleh orangtua yang panik karena bayi mereka kejang. Belakangan diketahui bahwa hal itu disebabkan oleh asupan air putih yang terlalu banyak.Hmm, Anda tak mau hal itu terjadi pada si kecil, bukan?

sumber : http://www.infogizi.com/25/bahaya-memberikan-air-putih-pada-bayi-dibawah-usia-6-bulan.html

   
01-01-2014 21:43:50 baby minum air putih
Jumlah Posts : 527
Jumlah di-Like : belum ada like
Biar gak merembet jadi sariawan,bund Icak.Karna putih2 yg nempel di lidah adalah endapan dari asi.Kalo si baby udah sariawan,maka kegiatan menyusui pun jadi terganggu :)

Berikut penjelasan Kenapa Air Putih Tidak Diperlukan Bayi Under 6m

Apakah bayi memerlukan air putih?Bayi di bawah usia 6 bulan yang disusui TIDAK memerlukan air putih. Kenapa? Karena kebutuhan cairannya sudah tercukupi dari ASI. Kandungan air dalam ASI sendiri sebanyak 88%. Beberapa hari pertama sebelum produksi ASI Ibu lancar, kolostrum yang sedikit tersebut ternyata telah mampu memenuhi kebutuhan bayi dan menjaga dia dari dehidrasi (dengan asumsi bayi menyusu dengan efektif-pelekatan benar). Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), pemberian suplemen seperti air, glukosa, susu formula ataupun cairan lain seharusnya tidak diberikan pada bayi baru lahir yang disusui kecuali ada indikasi medis dari dokter.

Beberapa riset menunjukkan dalam cuaca panas dan kering sekalipun , bayi usia 6 bulan ke bawah yang disusui tidak memerlukan air atau jus, dengan asumsi bayi boleh menyusu kapan pun dia mau. Dalam kondisi seperti ini, sang Ibu mungkin memerlukan asupan cairan lebih, tapi bayinya tidak. Jika Ibu merasa bayinya haus, segera susui si kecil. Langkah ini akan mencukupi kebutuhan cairannya. Semakin sering Ibu menyusui, semakin banyak ASI yang diproduksi yang berarti semakin banyak air bagi bayinya. Pemberian cairan di luar ASI justru dapat memicu kontaminasi atau alergen. Sedangkan pada bayi yang mendapat susu formula (sufor), air putih tidak perlu rutin diberikan. Beberapa sumber menyebutkan boleh memberikan air pada bayi yang mendapat sufor ketika cuaca luar ruangan sangat panas atau ketika bayi sakit yang disertai demam (perlu konsultasi terlebih dahulu pada dokter). 

Pada bayi baru lahir (khususnya usia 4-5 minggu) pemberian air putih juga dapat menimbulkan risiko. Penambahan air putih dikaitkan dengan kenaikan tingkat bilirubin pada bayi baru lahir yang mengalami sakit kuning. Selain itu, terlalu banyak air putih dapat menimbulkan kondisi serius yang disebut keracunan air putih (oral water intoxication). Pemberian air putih akan membuat bayi kenyang sedangkan tambahan kalori tidak ada sama sekali. Oleh karena suplemen air putih dapat menurunkan berat badannya (atau berat badan tidak bagus). Bayi yang mendapatkan tambahan air putih juga akan malas/jarang menyusu, akibatnya produksi ASI ibu akan terganggu.  

Sumber: http://aufalactababy.com/2011/08/01/pemberian-air-putih-pada-bayi-perlukah/ 
   


14-07-2011 18:39:43 Cacar Air Pada Balita
Jumlah Posts : 22
Jumlah di-Like : belum ada like
Numpang share juga ya bunda. Anakku, pernah kena cacar air pada umur 11 bulan. ketularan ayahnya...(yang pada akhirnya sekeluarga cacar semua..hehehe)

Akhirnya saya ke dokter deh, nah dokter ini paling anti ngasih antibiotik..jadinya cuma nyaranin kasih bedak, cukup salisil (harganya cuma 3.000 perak) untuk mengurangi gatal.

Dan banyak2 minum jeruk. kalau badannya panas kasih aja obat penurun panas..kalau tidak yah gak usah. menurut dokterku, lebih baik kena cacar saat balita, dimana virusnya belum terlalu ganas.


saat sudah dewasa malah lebih parah, bisa disertai demam dan cacarnya juga lebih parah. Dan beneran tuh, saat cacar anakku masih ajah aktif main2, gak demam sama sekali, gak gatal2 (malah ibunya yang payah..eheheh) obatnya ya itu...jus jeruk sama bedak salisilll...heheh murmer
   
09-06-2010 22:34:34 air putih bagi bayi
Jumlah Posts : 244
Jumlah di-Like : 14
Semoga artikel dari Kompas.com ini bermanfaat buat bunda..

PARA ahli kesehatan dari  Johns Hopkins Children’s Center di Baltimore Amerika Serikat  memperingatkan para orang tua untuk tidak memberi minum air kepada bayi di bawah usia enam bulan. Menurut hasil penelitian mereka, bayi di bawah 6 bulan akan terancam mengalami intoksikasi atau keracunan jika terlalu sering meminum air.

Sudah menjadi standar baku bahwa bayi di bawah usia 6 bulan seharusnya hanya mendapatkan makanan dari Air Susu Ibu (ASI).  Selain steril, ASI adalah makanan alami yang padat nutrisi dan tidak mungkin diimbangi oleh susu formula atau makanan buatan lainnya.

Menurut para ahli di John Hopkins, memberikan air kepada bayi dikhawatiran dapat  memicu refleks haus sehingga mereka akan kelebihan cairan.

“Bahkan ketika masih sangat mungil, bayi  memiliki refleks akan rasa haus atau keinginan untuk minum. Ketika bayi kehausan dan ingin minum, cairan yang mereka butuhkan nantinya akan melebihi kebutuhan ASI atau  susu formula ,” ungkap Dr. Jennifer Anders,  salah seorang dokter anak di John Hopkins Children’s Center seperti dikutip Reuters Health.

Oleh karena organ ginjal bayi belum sempurna,  lanjut Anders, memberi terlalu banyak air kepada bayi akan mengakibatkan tubuh mereka mengeluarkan sodium dan air buangan dalam jumlah banyak.  Kehilangan sodium akan mempengaruhi aktivitas otak, oleh karena itu gejala awal keracunan dapat berwujud seperti irritabilitas, mengantuk dan perubahan mental lainnya.

Gejala lainnya dapat berupa rendahnya temperatur atau suhu tubuh (secara umum 97 derajat Fahrenheit), pembengkakan pada muka dan kejang-kejang. "Ini merupakan  kondisi yang tidak terang-terangan," ungkap Anders.

Gejala-gejala awal keracunan ini tidaklah tampak, oleh karena itu kejang-kejang mungkin gejala pertama yang harus diwaspadai orang tua . Namun bila seorang anak mendapatkan penanganan medis sejak dini, kejang yang dialami anak kemungkinan tidak akan menimbulkan efek jangka panjang, tambahnya.

Anders dan rekannya mengatakan, air  putih sebagai sebuh minuman seharusnya dihindari oleh bayi usia enam bulan atau usia di bawahnya. Para orang tua juga harus mencegah penggunaan susu formula yang terlalu encer, atau minuman bayi  yang mengandung elektrolit.

Anders juga menambahkan,  pada beberapa kasus tertentu  pemberian air pada bayi mungkin tepat. Misalnya, bayi yang usianya lebih tua diperbolehkan mendapat sedikit air untuk membantu mengatasi kesulitan buang air besar (konstipasi) atau saat cuaca sangat panas.  Tetapi para orang tua seharusnya selalu berkonsultasi dahulu dengan dokter anak sebelum melakukannya, sertaa hanya boleh memberi bayi satu atau dua ons air .

Jika orang tua mencurigai bayi mereka mengalami intoksifikasi,  atau bayi mengalami kejang-kejang, sebaiknya segera mencari pertolongan medis.

Salam
Zilah kris
Phone 085715157557
jual sprei waterproof

   


Jumlah Posts : 175
Jumlah di-Like : belum ada like

bunda Devi, semoga lekas sembuh yaa...
saya bantu share info aja ya Bund ^_^, saya kutip dari Tanya Dokter berkaitan dengan Herpes :

"Infeksi Virus Herpes saat hamil ( http://www.infobunda.com/dokter/8555-Infeksi-Virus-Herpes-saat-hamil.html )
Oleh :pratama cahya
Dok saya ingin bertanya, 3 hari yang lalu dileher sebelah kanan saya muncul bintik2 kaya cacar air dan pas saya kedokter, dokter bilang itu virus herpes. Apakah virus herpes berbahaya bagi janin dok? Terimakasih sebelumnya dokt dan mohon dijawab:)
      
dr. Tanti menjawab
Dear Bunda,
Periksakan masalah kesehatan kulit Bunda pada dokter untuk pengobatan yang tepat. Herpes genital yang terjadi di daerah genital  (pada umumnya di sebabkan oleh virus HSV-2) dapat memberikan resiko penularan pada bayi yang akan dilahirkan nantinya, juga adanya resiko kegugurann. Namun pada umumnya herpes facialis yang terjadi disebabkan oleh HSV-1 yang terjadi pada daerah wajah dan resiko penularan pada janin tidak sebesar pada herpes genital. Dengan pengobatan yang tepat, herpes akan dapat sembuh dan kembali dalam keadaan tidak aktif (walaupun dapat kumat kembali karena virus bersembunyi di dalam syaraf)."

semoga membantu ya Bunda ^_^

   
Jumlah Posts : 175
Jumlah di-Like : belum ada like

bunda Naena, semoga lekas sembuh yaa...
saya bantu share info aja ya Bund ^_^, saya kutip dari Tanya Dokter berkaitan dengan Herpes :

"Infeksi Virus Herpes saat hamil ( http://www.infobunda.com/dokter/8555-Infeksi-Virus-Herpes-saat-hamil.html )
Oleh :pratama cahya
Dok saya ingin bertanya, 3 hari yang lalu dileher sebelah kanan saya muncul bintik2 kaya cacar air dan pas saya kedokter, dokter bilang itu virus herpes. Apakah virus herpes berbahaya bagi janin dok? Terimakasih sebelumnya dokt dan mohon dijawab:)
      
dr. Tanti menjawab
Dear Bunda,
Periksakan masalah kesehatan kulit Bunda pada dokter untuk pengobatan yang tepat. Herpes genital yang terjadi di daerah genital  (pada umumnya di sebabkan oleh virus HSV-2) dapat memberikan resiko penularan pada bayi yang akan dilahirkan nantinya, juga adanya resiko kegugurann. Namun pada umumnya herpes facialis yang terjadi disebabkan oleh HSV-1 yang terjadi pada daerah wajah dan resiko penularan pada janin tidak sebesar pada herpes genital. Dengan pengobatan yang tepat, herpes akan dapat sembuh dan kembali dalam keadaan tidak aktif (walaupun dapat kumat kembali karena virus bersembunyi di dalam syaraf)."

semoga membantu ya Bunda ^_^
 

   
12-04-2011 23:57:43 Cacar Air Pada Balita
Jumlah Posts : 244
Jumlah di-Like : 14

cacar air ibarat tamu tak diundang, datang tiba-tiba tanpa pandang bulu menyerang siapaun termasuk balita kita...

beberapa hari yang lalu aku mendapat kabar kakaknya temennya anja terkena cacar air..

sehari setelah kedatangan saudara, dapat kabar beliau terkena cacar air..

hari ini dapat kabar, temennya anja tertular cacar air dari kakaknya..

Jadi penasaran deh...

Setelah browsing sana sini...

Ternyata cacar air ini disebabkan oleh virus Varisela zoster

Virus ini menyerang kulit dengan membentuk luka (lesi)  yang berisi cairan. Infeksi virus ini biasanya mengenai balita berusia 9 bulan keatas. Orang dewasa jarang terkena cacar air, tetapi bila terkena, biasanya akan lebih berat ketimbang balita.

Aktif menular. Penyakit cacar air mudah sekali menular melalui:

1.       Kontak langsung dengan luka penderita, atau benda lain yag dipakai penderita. Misalnya sapu tangan, handuk atau baju bekas pakai.

2.       Udara, misalnya lewat batuk atau bersin penderita. Bahkan nafas penderita yang terhirup orang yang berada di dekatnya pun bisa membuat orang lain tertular

Masa inkubasi (masuknya virus ke dalam tubuh hingga munculnya gejala awal penyakit) terjadi antara 14-16 hari. Gejala cacar air antara lain nyeri kepala dan demam yang berlangsung sekitar 3-7 hari dan kadang-kadang disertai pilek atau hidung tersumbat, bersin dan batuk.

Setelah demam reda, muncul bintik-bintik merah yang dimulai dari daerah sekitar dada dan wajah. Kemudian menyebar ke seluruh tubuh  disertai rasa gatal. Kondisi ini diakhiri dengan munculnya vesikel (bintil yang di dalamnya berisi cairan jernih). Jumlah bintil ini bervariasi pada setiap penderita

Masa aktif penularan penyakit cacar air adalah 1-2 hari sebelum bintil pertama muncul, hingga 6-7 hari setelah bintil terakhir muncul. Lewat masa tersebut, secara klinis balita sudah tidak akan menularkan penyakitnya lagi. Artinya, dia sudah mulai diperbolehkan berdekatan bahkan bermain dengan orang lain.

Jangan pecah. Pada balita, cacar air cenderung ringan dan biasanya penderita tidak pelu dirawat di rumah sakit. Jadi cukup rawat jalan. Jika daya tahan tubuh balita tinggi, maka penyakitnya bisa sembuh dalam jangka waktu sekitar dua minggu

Upayakan jangan sampai balita terinfeksi penyakit lain, sehingga terjadi komplikasi.

Misalnya, jangan biarkan balita bermain di luar bersama teman-temannya dan hindarkan dia dari apa pun yang dapat membuat bintil-bintilnya pecah.

Jika bintil pecah, kemungkinan terjadinya infeksi bakteri jadi lebih besar.

Kalau sudah begini, balita harus diberi antibiotik bahkan kadang perlu di rawat di rumah sakit.

Untuk mencegah kemungkinan terkena atau tertular cacar air dapat diberikan vaksinasi.

Kalaupun terkena setelah vaksinasi, biasanya tidak sampai parah

Vaksinasi biasanya diberkan pada usia satu tahun ke atas.

Karena pada usia ini bayi sudah tidak lagi memiliki kekebalan tubuh dari ibunya.

sumber : http://tumbuhkembangbalita.com
 

Salam

Bunda zilah

jual sprei waterproof 
phone 0838 7194 7958 / 0857 1515 7557


   
22-03-2011 15:14:01 hamil kena cacar air
Jumlah Posts : 112
Jumlah di-Like : 9
@ ma2 vian : sblmnya slm knl y bund, smg artikel ini bermanfaat utk ma2 vian
Menurut pakar kebidanan dan kandungan Mayoclinic.com, Roger W. Harms, M.D., jika cacar air terbentuk selama 20 minggu pertama kehamilan, khususnya antara minggu 8 hingga 20, bayi akan mengalami sedikit risiko kelompok gangguan cacat serius, dikenal dengan nama congenital varicella syndrome. Bayi yang mengidap congenital varicella syndrome mungkin akan mengalami belang pada kulit, cacat tulang dan otot, masalah penglihatan, keterbelakangan mental dan anggota badan kurang berfungsi sempurna.

Risiko lain yang mungkin terjadi berakhirnya kehamilan alias keguguran. Jika cacar air terbentuk selama beberapa hari menjelang persalinan, bayi mungkin akan mengalami infeksi yang mengancam jiwa.

Sebagian besar perempuan hamil kebal terhadap cacar air, akibat imunisasi atau saat kecil sudah mendapatkan penyakit ini. Jika Anda berencana hamil namun tidak kebal terhadap cacar air, minta dokter mengimunisasi cacar. vaksin cacar ini umumnya aman, namun demikian Centers for Disease Control and Prevention merekomendasikan tunggu minimal 4 minggu setelah vaksinasi sebelum mencoba hamil. Anda tidak yakin apakah pernah mendapatkan vaksin sebelumnya? Petugas kesehatan akan melakukan cek darah untuk memastikannya.

Jika Anda terkena cacar air dalam suatu waktu selama masa kehamilan, maka Anda berisiko tinggi terkena komplikasi, misalnya pneumonia. Jika Anda terkena cacar air selama kehamilan dan tidak kenal terhadap penyakit ini, segera hubungi dokter.  Dokter kemungkinan akan merekomendasikan injeksi produk immune globulin yang mengandung antibodi terhadap virus cacar air. Saat diberikan dalam 96 jam setelah terpapar cacar air, immune globulin dapat mencegah keparahan cacar air. Malangnya, sejauh ini belum jelas apakah terapi ini dapat membantu melindungi bayi di dalam kandungan.

Saat cacar air menyerang dalam masa kehamilan, dokter mungkin akan meresepkan obat antivirus oral untuk mengurangi keparahan penyakit, juga mengurangi risiko komplikasi.

Jika bayi terlahir dengan cacar air, dia dapat diobati dengan immune globulin tak lama setelah dilahirkan. Jika diberikan secepatnya, immune globulin biasanya dapat mengurangi tingkat keparahan penyakit. Jika dibutuhkan, obat antivirus juga bisa diberikan pada si jabang bayi, tentu atas seizin dokter.
   
29-07-2010 16:30:06 vaksin tambahan setelah IDL
Jumlah Posts : 405
Jumlah di-Like : 4
@ yulisti: emang DSA ga ngasih tau imunisasi anjuran?

imunisasi yang dianjurkan:

1. Vaksin HiB, melindungi bayi dan balita dari serangan meningitis, pneumonia, dan epiglotitis. Diberikan 4x pada usia 2 bln-18 bln.
2. Vaksin Pneumokokus (PVC), melindungi bayi dan balita dari penyakit invassive pneumococcal disease (IPD) yang disebabkan oleh bakteri streptococcus pneumoniae yang menyebar melalui darah dan bersifat merusak (invasive). jenis penyakit yang tergolong dalam IPD adalah pneumonia, meningitis. Diberikan 4x pada usia 2 bln-15 bln.
3. Influenza, melindungi bayi dan anak-anak dari kemungkinan terkena flu berat (yang disebabkan oleh virus influenza). Diberikan 1 thn sekali.
4. MMR (measle, mumps, rubella), melindungi balita dan anak-anak dari penyakit campak, beguk (gondongan), dan rubella (campak jerman). Diberikan 2x, usia 15 bln dan 6 thn.
5. Tifoid, melindungi balita dan anak-anak dari penyakit tifus. Ulangan per 3 thn.
6. Hepatitis A, melindungi balita dan anak2 dari penyakit hepatitis A. Diberikan 2x dengan jarak 6-12 bulan.
7. Varicella, melindungi anak-anak dari penyakit cacar air. Diberikan 1x saat usia 5 thn-12 thn.
8. HPV, melindungi anak-anak perempuan dari infeksi Human Papiloma Virus--penyebab kanker serviks. Untuk perempuan usia 10 thn keatas.

itu gambaran umumnya aja bun, lebih baik konsultasi ke dokter spesialis anak, apalagi klo umur 10 bln belum dapet imunisasi anjurannya.


   
Jumlah Posts : 850
Jumlah di-Like : 15

Keguguran (abortus) adalah “hantu” menakutkan bagi ibu yang memang mengharapkan kehamilannya. Berdoa pada Yang Maha Kuasa sudah seharusnya dilakukan untuk menjauhi kejadian yang tidak diinginkan ini. Tapi itu saja belum cukup. Ibu hamil pun mesti memiliki pengetahuan mengenai tanda-tanda dan penyebab keguguran sehingga dapat melakukan antisipasi dan tindakan penyelamatan sebelum keguguran terjadi.

GEJALA DINI

Ada beberapa tanda yang bisa dijadikan peringatan dini keguguran, setidaknya dengan begitu ibu bisa lebih waspada. Gejala-gejala tersebut adalah:

* Tidak enak badan; merasa lemas atau tidak fit seperti hari-hari sebelumnya

* Perut tidak nyaman, kepala pusing, atau terasa limbung

* Mimisan.

Jika ibu mengalami gejala tadi, beberapa tindakan ini bisa membantu mengatasinya:

- Minum air putih, setelah itu bisa diteruskan dengan minum minuman segar lain, seperti jus.

- Makan makanan bergizi. Jika tidak bisa (karena mual), makanlah buah-buahan segar, biskuit, atau minum susu.

- Hentikan semua aktivitas.

- Lakukan relaksasi (atur napas dan tenangkan pikiran). Kuatkan keyakinan bahwa ibu dapat melalui kondisi ini dengan baik. Berdoalah dan pikirkan hal-hal yang menyenangkan yang akan dilakukan dengan si jabang bayi saat ia lahir nanti.

Jika semua ini tidak membuat kondisi ibu membaik, segera hubungi dokter. Jika Anda diminta datang kontrol, sempatkan diri untuk itu. Saat pemeriksaan, ceritakan apa yang terjadi. Sebaiknya ibu tidak melewatkan satu gejala pun karena anamnesis (mencari keterangan dari pasien) sangat memengaruhi diagnosis. Akan baik bila ibu memiliki buku catatan kejadian dan pengalaman selama kehamilan.

GEJALA UMUM

Ada juga gejala umum keguguran yang memerlukan penanganan medis segera, yaitu:

1. Ibu hamil kehilangan tanda-tanda kehamilan, seperti tegangnya payudara disertai pusing dan tubuh terasa loyo.

2. Nyeri di bagian tengah perut yang bertambah parah dan berlanjut lebih dari sehari.

3. Mengalami kontraksi berlebihan. Cirinya perut mulas dan tegang yang teramat sangat.

4. Perdarahan yang cukup banyak, seperti saat menstruasi atau dalam satu jam bisa menghabiskan lebih dari dua pembalut. Namun waspadai juga keluarnya bercak-bercak darah yang berlanjut terus-menerus (selama lebih dari tiga hari).

5. Ibu mengeluarkan gumpalan berwarna merah muda atau keabuan-abuan dari vagina. Ini bisa diartikan keguguran telah dimulai. Jika ini terjadi di rumah, simpan gumpalan tersebut untuk diperlihatkan kepada dokter. Bukti ini sangat membantu dalam penegakkan diagnosis; apakah ibu hamil hanya mengalami ancaman keguguran atau memang sudah mengalami keguguran. Bila memang sudah jadi, apakah janin sudah keluar sebagian atau sudah lengkap, dan apakah membutuhkan prosedur D&C (Dilation dan Curetage).

6. Punya riwayat keguguran dan saat hamil sekarang mengalami perdarahan atau kejang, atau kedua-duanya.

Bila ibu hamil merasakan satu atau lebih gejala di atas, segeralah datang ke rumah sakit untuk memperoleh perawatan yang semestinya.

TIGA JENIS ABORTUS

Apakah ibu hamil yang mengalami gejala-gejala tadi pasti akan kehilangan calon bayinya? Belum tentu. Perdarahan yang dialami ibu hamil, umpamanya, bisa bukan merupakan tanda keguguran tapi hal lain, seperti letak plasenta yang tidak benar atau karena ibu hamil mengalami trauma.

Abortus sendiri pun digolongkan menjadi tiga; abortus yang mengancam, abortus spontan, serta abortus lanjut.

* Abortus mengancam

Biasanya terjadi di antara kehamilan timester pertama dan kedua awal. Tanda-tandanya; ibu mengalami kontraksi, perdarahan, dan bisa disertai keluarnya cairan. Janin bisa diselamatkan jika masih dalam kondisi baik dan ostium (lubang rahim) belum terbuka. Sebaliknya jika lubang rahim sudah terbuka, dokter tidak bisa berbuat banyak. Kemungkinan yang terjadi adalah abortus spontan.

* Abortus spontan

Yakni keluarnya janin dari dalam rahim sebelum dapat hidup mandiri. Biasanya terjadi di kehamilan trimester pertama atau bahkan sebelum seorang wanita menyadari bahwa dirinya hamil. Dengan kata lain, abortus spontan bisa terjadi tanpa diketahui karena gejalanya mirip haid hanya lebih berat dan lebih terasa tegang. Maka itu waspadai bila ibu mengalami keluarnya bercak-bercak darah yang terus menerus, perdarahan disertai nyeri di bagian tengah perut dan kadang-kadang disertai sakit pinggang serta terdapat bekuan darah.

Penyebab abortus jenis ini adalah kelainan embrio, janin atau plasenta kekurangan hormon, penyakit infeksi yang diderita ibu seperti gondong, cacar air dan campak atau juga reaksi auto-immune dimana sel-sel kekebalan ibu menyerang janin.

* Abortus lanjut

Keluarnya hasil konsepsi yang disebabkan kelainan plasenta dan serviks atau ibu hamil terpapar bahan beracun seperti asap rokok, alkohol dan bahan kimia. Tanda-tandanya sama dengan abortus spontan.

JENIS KEGUGURAN

Istilah keguguran sendiri dibedakan berdasarkan waktu kejadiannya. Disebut keguguran dini jika terjadi sebelum minggu ke-12 kehamilan dan keguguran lambat jika terjadi setelah minggu ke-12. Pembagian lain adalah keguguran penuh dan tidak penuh. Disebut keguguran penuh apabila jaringan janin dan plasenta keluar seluruhnya dari rahim pada saat keguguran. Disebut keguguran tidak penuh jika sebagian jaringan fetus tertinggal dalam rahim.

SIAPA YANG PALING BERISIKO KEGUGURAN?

Risiko keguguran lebih banyak dialami ibu-ibu dengan kondisi:

1. Ketika mengandung berusia lebih dari 33 tahun atau suami berusia lebih dari 53 tahun.

2. Pernah mengalami keguguran lebih dari 3 kali.

3. Pernah melahirkan bayi meninggal atau bayi cacat.

4. Punya keluarga dengan riwayat keguguran.

semoga membantu
dan menambah pengetahuan semuanya

salam

putri a.k.a zach mom's

   
16-10-2008 20:04:02 Obat Tradisional Untuk Bayi
Jumlah Posts : 74
Jumlah di-Like : belum ada like
Dapet info dari Mbak Julia di Tanjung Redeb Kaltim (multiply ID Rogiviab) Thanks yah Mbak   * Penurun panas, batuk, dan pilek Parut bawang merah, tambahkan minyak telon, lalu balurkan pada punggung sampai bagian pantat sambil sedikit diurut. Juga pusar dan ubun-ubun. Untuk ramuan minum: air kelapa satu cangkir ditambah 1 sendok teh madu, aduk, lalu kukus. Setelah dingin, berikan pada anak sebanyak 3 sendok teh setiap 2 jam sekali. Ramuan ini diberikan untuk bayi 8 bulan ke atas. Bila usia anak di bawah 8 bulan, cukup dengan pemberian ASI atau ibunya yang minum ramuan tersebut. Pada anak yang agak besar, gunakan ramuan minum berupa air kunyit dan madu. Setengah sampai satu ruas jari kunyit yang sudah bersih dibakar, dikerik kulitnya, diparut, lalu diberi air matang 1/2 cangkir, peras, kemudian diendapkan. Campur bagian air kunyit yang tanpa endapan dengan kocokan 1 butir kuning telur dan 1 sendok makan madu, kemudian disuapkan pada anak. Ramuan ini bisa untuk penurun panas seperti pada sakit cacar air, flu, atau apa saja.   * Perut kembung Parut bawang merah dan tambahkan minyak telon. Kemudian tapelkan bawang yang sudah diparut tersebut di bagian pusar. Bisa juga, gunakan daun jarak pagar yang dihangatkan. Olesi dengan minyak kelapa, pilin-pilin, lalu tempelkan pada pusar si kecil.   * Diare Sediakan 1/2 jari kunyit yang sudah bersih dibakar, dipotong-potong, 7 pucuk daun jambu biji, air 2 gelas, dan garam 1/4 sendok teh, rebus dengan api kecil. Minum airnya, 1 sendok teh satu jam sekali. Untuk mengusir gas, maka pusarnya ditapeli dengan parutan bawang merah yang sudah diberi minyak telon. Untuk anak yang sudah agak besar, boleh juga dengan mengunyah halus pucuk daun jambu klutuk yang sudah bersih ditambah garam lalu ditelan.   * Muntah-muntah Muntah bisa disebabkan perut mual atau kembung. Sediakan 1/2 sendok teh ketumbar, 3 butir kapulaga, 5 butir adas hitam, dan air setengah gelas. Kemudian direbus. Setelah dingin, berikan ke anak sedikit-sedikit, sesering mungkin atau 2 jam sekali. Boleh juga dibuatkan air beras kencur. Caranya, cuci 1 sendok makan beras dan direndam sebentar. Sangrai beras tersebut sampai berwarna kecokelatan, lalu ditumbuk halus bersama dengan 1 ruas jari kencur, 1 ruas jari kunyit, dan 1/4 sendok teh adas manis. Setelah itu diseduh dengan air panas, tambahkan gula merah, sedikit garam, dan asam jawa. Saring, lalu diminumkan pada anak agar tubuhnya hangat.   * Batuk Sediakan air jeruk nipis 1 sendok makan ditambah madu 2 sendok makan dan air matang 2 sendok makan. Masukkan dalam cangkir dan kukus. Setelah agak dingin, minumkan pada anak sebanyak 1-2 sendok teh. Berikan sehari 5 kali.   * Batuk seratus hari Sediakan umbi bidara upas sebesar 1/2 jempol yang sudah bersih, parut dan seduh dengan air panas, lalu aduk-aduk dan dinginkan. Saring dan tambahkan sedikit madu. Minum sampai habis. Buatlah ramuan ini 3 kali sehari. Bisa juga gunakan ramuan lidah buaya. Lidah buaya dikupas kulitnya dan ambil bagian dagingnya sebanyak dua jari, kemudian dicacah. Tambahkan air hangat dan madu, lalu diminumkan pada anak 1-2 kali sehari.   * Batuk karena angin atau dahak susah keluar Sediakan 1 butir bawang merah diparut, 1 ruas jari jahe diparut dan diperas airnya, 7 butir adas manis, 1 ruas jari kunyit diparut dan diperas airnya, 1 sendok makan air jeruk nipis, dan 1/2 gelas air. Masukkan semua bahan di cangkir, kemudian kukus dan setelah itu saring. Minum 3 kali sehari masing-masing 2 sendok teh.   * Batuk berlendir Campurkan air jahe 1 sendok makan, air kunyit 1 sendok makan, bawang putih 1 siung diparut, air jeruk nipis 1 sendok makan, madu 1 sendok makan, dan 3 sendok makan air matang, kemudian dikukus. Diminumkan 3-4 kali sehari 2 sendok teh.   * Pilek Siapkan bawang merah yang diparut, lalu tapelkan pada tulang leher ketujuh (bagian tengkuk) dan ubun-ubun anak setelah sebelumnya diolesi minyak kayu putih. Beri juga minuman yang hangat-hangat, seperti minuman beras kencur. Selain itu, jemur anak di bawah sinar matahari pagi sekitar jam 7 atau di bawah jam 9 pagi. Panaskan bagian dada seperempat jam dan kemudian punggung seperempat jam. Ini bisa dilakukan sambil jalan-jalan pagi.   * Mata bintitan Ambil getah dari batang tanaman patikan kebo atau getah dari batang pohon meniran. Tempelkan sedikit pada kapas, lalu oleskan pada bagian bintitnya, sedikit saja, jangan sampai terkena mata.   * Mata merah Taruh 3 lembar daun sirih yang sudah dicuci bersih pada wadah mangkok. Seduh dengan air panas. Setelah airnya dingin, minta anak untuk mengedip-ngedipkan matanya dalam air tersebut.   * Sariawan Ambil sebuah tomat matang, seduh dengan air panas dan kupas kulitnya. Haluskan tomat tersebut dengan menggunakan sendok, saring dan tambahkan sedikit gula. Beri anak minumam sari tomat tersebut.   * Tak nafsu makan Menurut Endah, hilangnya nafu makan dapat disebabkan cacingan atau hal lain seperti masuk angin. Cara mengatasinya, bersihkan 1 lembar daun jarak pagar, setelah itu hangatkan sebentar di atas tutup panci. Beri olesan minyak kelapa pada daun tersebut dan dipilin, kemudian tempelkan daun tersebut di atas pusar anak, yang sebelumnya sudah diolesi dengan minyak telon. Bila usia anak sudah lebih dari setahun, coba berikan ramuan 1 telapak tangan daun pepaya, 1 ruas jari temu hitam/temu ireng, seruas jari tempe bosok (tempe kemarin), dan sedikit garam. Semua bahan ditumbuk halus, lalu peras pakai kain dan masukkan ke mulut anak. "Khasiat temu hitam untuk mengeluarkan cacing, sedangkan daun pepaya untuk menambah nafsu makannya, dan tempe bosok untuk stamina atau kekuatan tubuhnya. Untuk menambah nafsu makan anak bisa juga dengan ramuan: 1 ruas jari temulawak, gula merah, air secukupnya, dan sedikit garam, kemudian rebus dan saring. Minumkan pada anak 1-2 sendok makan sehari   * Mimisan Selembar daun sirih yang sudah dicuci bersih dipilin dan disumpalkan ke hidung anak. Untuk pengobatan dari dalam tubuh lakukan dengan ramuan: 1/2 jempol umbi bidara upas yang sudah bersih diparut dan diseduh dengan 1 cangkir air panas, kemudian disaring, dan setelah dingin diminumkan ke anak ditambah sedikit madu.   * Benjol karena benturan Rendam 1 sendok makan beras. Tumbuk bersama kencur dan beri sedikit garam. Setelah halus, tempelkan ke bagian yang benjol. Bisa juga diberi ramuan: bawang putih diparut dan diberi ramuan: bawang putih diparut dan diberi madu, setelah itu dioleskan ke bagian yang benjol.   * Keringat buntet Sesering mungkin dibedaki tepung kanji.   * Congekan Cuci bersih 3 lembar daun miana atau 7 lembar daun samiloto segar atau lengkuas merah muda, lalu tumbuk halus. Peras pakai kain bersih dan teteskan air perasannya ke telinga. Lakukan dua kali sehari, masing-masing 3 tetes.   * Panu Dua jari langkuas merah diparut dan diberi sedikit cuka, oles-oleskan pagi dan sore atau malam hari pada bagian tubuh yang berpanu tersebut.   * Koreng atau borok kepala Batang brotowali dipotong-potong sebanyak 5 jari. Rebus dengan sedikit air, oleskan pada bagian kepala. Bisa juga diberi ramuan: daun brotowali, parutan kunyit dan sedikit garam ditumbuk halus. Oleskan ke kepala. Boleh juga hanya dengan kunyit saja.   * Sakit gigi Bawang putih diparut, ditambah sedikit garam, kemudian sumpal ke gigi yang sakit karena berlubang.   * Digigit nyamuk Hilangkan bekas gigitannya dengan tanaman sambiloto yang diremas-remas dan dioleskan ke bagian bekas gigitan tersebut. Kalau tak ada sambiloto bisa digunakan minyak sereh.   * Asma Sepuluh siung bawang putih diparut, ditambah madu 1 gelas, kemudian dikukus. Berikan pada anak sebanyak 1 sendok teh, dua kali sehari. Bisa juga, 10 siung bawang putih diparut, 1 ons gula batu, direbus bersama 1 gelas air.   * Luka-luka berdarah Cuci bersih daun jambu biji atau daun bandotan, kemudian remas-remas. Tapelkan pada luka tersebut. Darah akan berhenti segera.   * Keracunan Minum air kelapa hijau muda 3 kali sehari 1/4 gelas.   * Biduran atau kaligata Balurkan tubuh dengan minyak telon, minyak kayu putih atau minyak tawon. Untuk ramuan minum: 1 jari temulawak dipotong-potong, beri sedikit gula merah, dan garam direbus dengan 1 gelas air. Saring dan bila sudah dingin diminumkan 3 kali sehari 1/4 gelas.   semoga bermanfaat ...  
   
18-12-2007 11:08:41 Fakta & Mitos IMUNISASI
Jumlah Posts : 918
Jumlah di-Like : 4
Fakta dan Mitos Mengenai Imunisasi

Sejak pemberian vaksinasi secara luas di Amerika Serikat, jumlah kasus penyakit pada anak seperti campak dan pertusis (batuk rejan/batuk seratus hari) turun hingga 95% lebih. Imunisasi telah melindungi anak-anak dari penyakit mematikan dan telah menyelamatkan ribuan nyawa. Saat ini beberapa penyakit sangat jarang timbul sehingga para orang tua kadang mempertanyakan apakah vaksinasi masih diperlukan.

Anggapan yang keliru ini hanya salah satu dari kesalahpahaman mengenai imunisasi. Kebenarannya adalah bahwa sebagian besar vaksin mampu mencegah penyakit yang masih ada di dunia, walaupun angka kejadian penyakit tersebut jarang. Vaksinasi masih sangat berperan penting dalam menjaga kesehatan anak. Bacalah lebih lanjut tentang imunisasi secara lebih jelas dalam uraian berikut!

Apa yang terjadi pada tubuh dengan imunisasi

Vaksin bekerja dengan mempersiapkan tubuh anak anda untuk memerangi penyakit. Setiap suntikan imunisasi yang diberikan mengandung kuman mati atau yang dilemahkan, atau bagian darinya, yang menyebabkan penyakit tertentu. Tubuh anak anda akan dilatih untuk memerangi penyakit dengan membuat antibodi yang mengenali bagian-bagian kuman secara spesifik. Kemudian akan timbul respon tubuh yang menetap atau dalam jangka panjang. Jadi, ketika anak terpapar pada penyakit yang sebenarnya, antibodi telah siap pada tempatnya dan tubuh tahu cara memeranginya sehingga anak tidak jatuh sakit. Inilah yang disebut sebagai imunitas (ketahanan tubuh terhadap penyakit tertentu).

Fakta dan mitos

Yang patut disayangkan, beberapa orang tua yang salah mendapatkan informasi mengenai vaksin memutuskan untuk tidak memberikan imunisasi pada anak mereka, akibatnya risiko anak tersebut untuk jatuh sakit lebih besar.

Untuk lebih memahami keuntungan dan risiko dari vaksinasi, berikut ini beberapa mitos umum yang ada di masyarakat dan faktanya.

Imunisasi akan menimbulkan penyakit yang seharusnya ingin dicegah dengan vaksinasi pada anak saya

Anggapan ini timbul pada beberapa orang tua yang memiliki kekhawatiran besar terhadap vaksin. Adalah suatu hal yang mustahil untuk menderita penyakit dari vaksin yang terbuat dari bakteri atau virus yang telah mati atau bagian dari tubuh bakteri atau virus tersebut. Hanya imunisasi yang mengandung virus hidup yang dilemahkan, seperti vaksin cacar air (varicella) atau vaksin campak, gondong, dan rubela (MMR), yang mungkin dapat memberikan bentuk ringan dari penyakit tersebut pada anak. Namun hal tersebut hampir selalu tidak lebih parah dari sakit yang dialami jika seseorang terinfeksi oleh virus hidup yang sebenarnya. Risiko timbulnya penyakit dari vaksinasi amatlah kecil.
Vaksin dari virus hidup yang tidak lagi digunakan di Amerika Serikat adalah vaksin polio oral (diberikan melalui tetes ke dalam mulut anak). Keberhasilan program vaksinasi memungkinkan untuk mengganti vaksin virus dari virus hidup ke virus yang telah dimatikan yang dikenal sebagai vaksin polio yang diinaktifkan. Perubahan ini secara menyeluruh telah menghapuskan penyakit polio yang ditimbulkan oleh imunisasi di Amerika Serikat.

Jika semua anak lain yang berada di sekolah diimunisasi, tidak ada bahaya jika saya tidak mengimunisasi anak saya

Adalah benar bahwa kemungkinan seorang anak untuk menderita penyakit akan rendah jika yang lainnya diimunisasi. Jika satu orang berpikir demikian, kemungkinan orang lain pun akan berpikir hal yang sama. Dan tiap anak yang tidak diimunisasi memberikan satu kesempatan lagi bagi penyakit menular tersebut untuk menyebar. Hal ini pernah terjadi antara tahun 1989 dan 1991 ketika terjadi wabah campak di Amerika Serikat. Perubahan laju imunisasi pada anak pra sekolah mengakibatkan lonjakan tinggi pada jumlah kasus campak, angka kematian, serta jumlah anak dengan kerusakan menetap akibatnya. Hal serupa pernah terjadi di Jepang dan Inggris pada tahun 1970 yaitu wabah pertusis (batuk rejan/batuk seratus hari) yang terjadi saat laju imunisasi menurun.
Walaupun angka laju vaksinasi cukup tinggi di Amerika Serikat, tidak dapat dijamin bahwa anak anda hanya akan kontak dengan orang-orang yang telah divaksinasi, apalagi sekarang banyak orang bepergian dari dan ke luar negeri. Sepeti wabah ensefalitis pada tahun 1999 dari virus West Nile di New York, suatu penyakit dapat menyebar ke belahan bumi lain dengan cepatnya akibat perjalanan internasional. Cara terbaik untuk melindungi anak anda adalah dengan imunisasi.

Imunisasi akan memberikan reaksi buruk pada anak saya

Reaksi umum yang paling sering terjadi akibat vaksinasi adalah keadaan yang tidak berbahaya, seperti kemerahan dan pembengkakan pada tempat suntikan, demam, dan ruam pada kulit. Walaupun pada kasus yang jarang imunisasi dapat mencetuskan kejang dan reaksi alergi yang berat, risiko untuk terjadinya hal tersebut sangat kecil dibandingkan risiko menderita penyakit jika seorang anak tidak diimunisasi. Setiap tahunnya jutaan anak telah divaksinasi secara aman, dan hampir semua dari mereka tidak mengalami efek samping yang bermakna.
Sementara itu, penelitian secara terus menerus dilakukan untuk meningkatkan keamanan imunisasi. The American Academy of Pediatrics (AAP) sekarang menganjurkan dokter untuk menggunakan vaksin difteri, tetanus, dan pertusis yang mengandung hanya satu bagian spesifik sel kuman pertusis dibandingkan dengan yang mengandung seluruh bagian sel kuman yang telah mati. Vaksin pertusis yang aselular (DtaP) dikaitkan dengan lebih kecilnya efek samping seperti demam dan kejang.

Baru-baru ini telah disetujui untuk mengganti zat pengawet timerosal dari semua vaksinasi, seperti yang direkomendasikan oleh The Advisory Commitee on Immunization Practice (ACIP), American Academy of Pediatrics, dan United States Public Health Service (USPHS).

Timerosal adalah produk dari etil merkuri dan telah digunakan sebagai pengawet vaksin sejak 1930. Jumlah timerosal yang terkandung dalam vaksin sangat rendah, pada kadar yang tidak berhubungan dengan keracunan merkuri. Namun USPHS sekarang merekomendasikan untuk meminimalkan semua paparan terhadap merkuri, tidak peduli berapapun sedikit kadarnya, hal ini termasuk pula penggunaan termometer kaca yang mengandung merkuri.

Pada tahun 1999, The Centre for Disease Cintrol (CDC) Amerika Serikat menunda penggunaan vaksin baru rotavirus setelah beberapa orang anak menderita sumbatan di usus yang mungkin dicetuskan oleh vaksin tersebut. Walaupun hanya beberapa kasus yang dilaporkan, CDC menghentikan pemberian vaksinasi karena adanya kekhawatiran mengenai keamanannya. Setelah dilakukan penelitian, vaksin rotavirus tidak diberikan lagi.

Ada rumor yang dikuatkan, banyak diantaranya yang diedarkan melalui internet, menghubungkan beberapa vaksin dengan multipel sklerosis, sindrom kematian mendadak pada bayi (SIDS), autisme, dan masalah kesehatan lainnya. Namun beberapa penelitian gagal dalam menunjukkan hubungan antara imunisasi dengan keadaan tersebut. Angka kejadian sindrom kematian mendadak pada bayi (SIDS) telah menurun lebih dari 50% beberapa tahun ini, padahal jumlah vaksin yang diberikan tiap tahun semakin meningkat.

Anak saya tidak perlu diiimunisasi karena penyakit tersebut telah dimusnahkan

Penyakit yang jarang atau tidak terjadi lagi di Amerika Serikat, seperti polio dan campak, tetap berkembang di belahan bumi lain. Dokter melanjutkan pemberian vaksin untuk penyakit tersebut karena penyakit tersebut sangat mudah ditularkan melalui kontak dengan penderita melalui perjalanan. Hal tersebut termasuk orang-orang yang mungkin belum diimunisasi masuk ke Amerika Serikat, seperti halnya orang Amerika yang bepergian ke luar negeri.
Jika laju imunisasi menurun, penyakit yang dibawa oleh seseorang yang datang dari negara lain dapat menimbulkan keadaan sakit yang berat pada populasi yang tidak terlindungi dengan imunisasi. Pada tahun 1994 polio telah terbawa dari India ke Kanada, namun tidak menyebar karena banyak masyarakat yang telah diimunisasi. Hanya penyakit yang telah diberantas tuntas dari muka bumi, seperti cacar (smallpox), yang aman untuk dihentikan pemberian vaksinasinya.

Anak saya tidak perlu diimunisasi jika ia sehat, aktif, dan makan dengan baik

Vaksinasi dimaksudkan untuk menjaga anak tetap sehat. Karena vaksin bekerja dengan memberi perlindungan tubuh sebelum penyakit menyerang. Jika anda menunda samapi anak anda sakit akan terlambat bagi vaksin untuk bekerja. Waktu yang tepat untuk memberikan imunisasi pada anak anda adalah saat ia dalam keadaan sehat.

Imunitas hanya bertahan sebentar

Beberapa vaksin, seperti campak dan pemberian beberapa serial vaksin hepatitis B, dapat menimbulkan kekebalan seumur hidup anda. Vaksin lainnya, seperti tetanus, bertahan sampai beberapa tahun, membutuhkan suntikan ulang dalam periode waktu tertentu (booster) agar dapat terus memberi perlindungan untuk melawan penyakit. Dan beberapa vaksin, seperti pertusis, akan semakin berkurang namun tidak memerlukan suntikan ulang (booster) karena tidak berbahaya pada remaja dan dewasa. Penting untuk menyimpan catatan pemberian suntikan imunisasi anak anda sehingga anda tahu kapan ia membutuhkan suntikan ulang (booster).

Fakta bahwa penelitian tentang vaksin masih terus berlanjut dan diperbaiki menunjukkan bahwa pemberiannya belum aman

Pusat pengawas obat dan makanan merupakan badan milik pemerintah yang bertanggung jawab untuk mengatur tentang vaksin di Amerika Serikat. Bekerja sama dengan CDC dan The National Institutes of Health (NIH) mereka meneruskan penelitian dan memonitor keamanan dan keefektifan pemberian vaksin.
Surat ijin bagi vaksin baru dikeluarkan setelah dilakukan penelitian laboratorium dan percobaan klinis, dan pengawasan keamanan tetap berlanjut walaupun vaksin telah disetujui. Telah dilakukan dan akan terus dilakukan perbaikan (misalnya seperti yang berlaku pada DtaP dan vaksin polio) yang akan meminimalkan efek samping yang mungkin terjadi dan untuk menjamin standar keamanan yang terbaik.

Timerosal mengakibatkan Autisme

Beberapa ilmuwan telah melemparkan wacana bahwa kandungan merkuri dalam vaksin merupakan penyebab autisme dan anak yang menderita autisme dianjurkan untuk menjalani terapi kelasi (chelation therapy, pemberian zat khusus sebagai upaya “mengikat” merkuri agar tidak dapat bereaksi dengan komponen sel tubuh) untuk detoksifikasi. Beberapa kasus telah dijadikan perkara hukum yang disidangkan dan beberapa pengacara menyebarkan informasi di internet untuk mendapatkan klien. Situasi ini semakin berkembang karena sampai sekarang beberapa vaksin masih mengandung timerosal, zat pengawet yang mengandung merkuri yang tidak digunakan lagi. Ada beberapa alasan mengapa kecemasan mengenai timerosal dalam vaksin sebenarnya merupakan informasi yang menyesatkan:

* Jumlah merkuri yang terkandung sangat kecil
* Tidak ada hubungan merkuri dan autisme yang terbukti
* Tidak ada alasan yang masuk akal untuk mempercayai bahwa autisme terjadi karena sebab keracunan

Timerosal telah digunakan sebagai pengawet pada makhluk hidup dan vaksin sejak tahun 1930 karena dapat mencegah kontaminasi bakteri dan jamur, terutama pada tabung yang digunakan untuk beberapa kali pemakaian. Pada tahun 1999, FDA (Food and Drug Administration) memeriksa catatan bahwa dengan bertambahnya jumlah vaksin yang dianjurkan pada bayi, jumlah total merkuri pada vaksin yang mengandung timerosal dapat melebihi batas yang dianjurkan oleh badan pengawas lain (1). Jumlah merkuri yang ditentukan oleh FDA memiliki batas aman yang lebar, dan belum ada informasi mengenai bayi yang sakit akibatnya. Meski demikian untuk berhati-hati, US Public Health Service dan the American Academy of Pediatrics meminta dokter untuk meminimalkan paparan terhadap vaksin yang mengandung timerosal dan kepada perusahaan pembuat vaksin untuk menghilangkan timerosal dari vaksin sesegera mungkin (2). Pada pertengahan 2000 vaksin hepatitis B dan meningitis bakterial yang bebas timerosal tersedia luas.kombinasi vaksin difteri,pertusis, dan tetanus sekarang juga tersedia tanpa timerosal. Vaksin MMR, cacar air, polio inaktif, dan konjugasi pneumokok tidak pernah mengandung timerosal.

Sebelum adanya pembatasan, paparan maksimal kumulatif merkuri pada anak dalam 6 bulan pertama kehidupan dapat mencapai 187,5 mikrogram (rata-rata 1 mikrogram/hari). Pada formula vaksin yang baru paparan maksimal kumulatif selama 6 bulan pertama kehidupan adalah tidak lebih dari 3 mikrogram (3). Tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa batasan maksimal keduanya memiliki efek toksik (keracunan).

Pusat pengawasan dan pencegahan penyakit (CDC) telah membandingkan angka kejadian autisme dengan jumlah timerosal yang ada dalam vaksin. Hasil menunjukkan bahwa tidak ada perubahan relatif angka kejadian antara autisme dengan jumlah timerosal yang diterima anak dalam 6 bulan pertama kehidupan (dari 0-160 mikrogram). Hubungan yang lemah ditemukan antara asupan timerosal dan beberapa kelainan pertumbuhan saraf (seperti gangguan pemusatan perhatian) pada satu penelitian saja, namun tidak terbukti pada penelitian selanjutnya (4). Penelitian lain yang direncanakan sepertinya juga tidak akan menunjukkan hubungan bermakna.

Komite Intitute of Medicine (IOM) yang telah menyebarkan luaskan laporannya pada bulan Oktober 2001 menemukan tidak ada bukti hubungan antara vaksin yang mengandung timerosal dan autisme, ggangguan pemusatan perhatian, keterlambatan bicara dan bahasa, atau kelainan perkembangan saraf lainnya.
Penggunaan terapi kelasi untuk penanganan anak yang menderita autisme sama sekali tidak berhubungan.
   
20-10-2016 21:41:27 Bayi jarang bab
Jumlah Posts : 2504
Jumlah di-Like : belum ada like
ddnya asi ekslusif apa engga bun?? kalo ddnya asiX toleransi tidak poop itu 14 hari selama ddnya masih kentut dan tidak rewel. air putih diberikan saat bayi usia 6 bulan (mulai mpasi ya) silahkan googleing mengenai bahaya pemberian air putih pada bayi dibawah 6 bulan.
   
22-07-2016 08:20:50 Mengganti sufor
Jumlah Posts : 1269
Jumlah di-Like : 8

Dear bunda Hisyam Alfatih Putra Agus,

Sebenarnya tidak ada aturan yang baku tentang cara mengganti merk susu formula. Prosesnya akan tergantung pada penerimaan individu bayi. Mungkin akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk beradaptasi. Saat menggant susu formula dar merk A ke merk B, perhatikan perubahan kebiasaan buang air besar bayi, seperti frekwensi, tekstur serta warna tinja. Jangan terlalu cemas berlebihan, apa bila ternyata tidak cocok, segera stop pemberian susu tersebut, kemudian cobalah mengganti dengan merk yang lain. Jika bayi tidak memiliki reaksi alergi terhadap susu sapi, maka penggantian susu formula bebas merk apa saja asalkan sesuai komposisinya sesuai dengan kebutuhan si kecil. Tetapi apabila ternyata bayi memiliki alergi terhadap susu sapi, maka dapat diganti dengan susu formula soya atau susu yang mengandung protein susu sapa hidrolisa ( melalui proses khusus ).