SITE STATUS
Jumlah Member :
492.785 member
user online :
599 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: butuh waktu berapa lama untuk usg

New Topic :  
Jumlah Posts : 29
Jumlah di-Like : belum ada like
salam kenal dari saya bunda melmut

bunda melmut mo tanya dong, kemarin waktu cek untuk mengetahui sehat tidaknya sperma butuh waktu berapa lama..................

atas informasiy, makasih
   


Jumlah Posts : 5
Jumlah di-Like : belum ada like
Assalamualaikum Bund..
saya mau tanya..
tanggal 10 desember saya ngeplek keluar darah.
tanggal 19 desember janin saya keluar (keguguran) tanpa kuret..
pertanyaan saya..
apakah saya sudah bisa berhubungan badan setelah keguguran (umur janin 2 bulan)?
kalau belum... butuh waktu berapa lama?
   
25-04-2015 09:09:08 Kelahiran Pada Bulan Mei 2015
Jumlah Posts : 106
Jumlah di-Like : belum ada like
pembukaan 1 sampai lahiran butuh waktu berapa lama ya bunda ?? ... saya kalau sampai 5 mei belum juga melahirkan harus dirangsang kata dokter :( karena ketuban sedikit ( tapi nggak pecah )
   


14-12-2013 11:03:26 kb suntik
Jumlah Posts : 40
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda aq pengantin baru kb suntik yg se bln
klu di lepas kira2 butuh waktu berapa lama aq bisa hamil
   
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10

JARAK KEHAMILAN YANG AMAN

Jarak kehamilan terlalu dekat maupun jauh bisa membahayakan ibu dan janin. Idealnya, tak kurang dari 9 bulan hingga 24 bulan. Namun jarak ideal ini tak berlaku buat mereka yang sebelumnya menjalani persalinan sesar.

Idealnya, terang dr. Agus Supriyadi, SpOG dari RSIA Hermina, Jatinegara, jarak kehamilan tak kurang dari 9 bulan hingga 24 bulan sejak kelahiran pertama. Namun untuk jarak 9 bulan masih diembeli-embeli prasyarat, yaitu asalkan nutrisi si ibu baik. "Bila gizi si ibu tak bagus, berarti tubuhnya belum cukup prima untuk kehamilan berikutnya."

Perhitungan tak kurang dari 9 bulan ini atas dasar pertimbangan kembalinya organ-organ reproduksi ke keadaan semula. Makanya ada istilah masa nifas, yaitu masa organ-organ reproduksi kembali ke masa sebelum hamil. Namun masa nifas berlangsung hanya 40 hari, sementara organ-organ reproduksi baru kembali ke keadaan semula minimal 3 bulan.

"Bayangkan saja, rahim atau uterus sewaktu tak hamil beratnya hanya 30 g. Setelah hamil, beratnya hampir 1 kg atau 1000 g. Kenaikannya hampir 30 kali lipat, kan? Setelah persalinan, beratnya berkurang mencapai 60 g. Nah, untuk mencapai 30 g kembali butuh waktu kira-kira 3 bulan."

Begitu juga dengan sistem aliran darah. Selama hamil, ada sistem aliran darah dari ibu ke janin. Setelah lahir, tentunya aliran darah ini terputus. Untuk kembali ke kondisi aliran darah yang normal, si ibu butuh waktu sekitar 15 hari setelah melahirkan.

Sementara untuk memulihkan energinya, si ibu harus meningkatkan gizinya. "Nah, untuk ibu-ibu yang gizinya bagus, energinya baru benar-benar prima seperti keadaan sebelum melahirkan setelah 9 bulan. Kalau belum 9 bulan, belum begitu prima energinya walaupun kelihatan tubuhnya sehat-sehat saja."

Jadi, setelah istirahat selama 9 hingga 24 bulan, diharapkan semua organ reproduksi dan bagian genital interna maupun eksterna si ibu akan kembali seperti sebelum hamil.

JARAK TERLALU PENDEK                                  

Dengan demikian, bila jarak kehamilan terlalu pendek atau kurang dari 9 bulan akan sangat berbahaya, karena organ-organ reproduksi belum kembali ke kondisi semula. Selain, kondisi energi si ibu juga belum memungkinkan untuk menerima kehamilan berikutnya. "Keadaan gizi ibu yang belum prima ini membuat gizi janinnya juga sedikit, hingga pertumbuhan janinnya tak memadai yang dikenal dengan istilah PJT atau pertumbuhan janin terhambat."

Itulah mengapa, saran Agus, ibu-ibu setelah bersalin agar menggunakan alat kontrasepsi yang tepat untuk menghindari kegagalan KB alias kebobolan. Jangan sampai, haid pertama setelah melahirkan belum muncul, ibu sudah hamil lagi. Jikapun sudah kadung hamil, "si ibu harus menjaga kondisi kehamilannya dengan lebih intensif." Artinya, kehamilan tersebut harus terus dipantau lebih ketat. Pertumbuhan janin akan dipantau dengan pemeriksaan USG serial, semisal pada usia sekian apakah beratnya sesuai dengan usianya. "Jika tak sesuai, kita harus intervensi dengan obat-obatan, vitamin, dan makanan berkalori tinggi agar beratnya kembali ke keadaan normal."

Yang pasti, tegas Agus, ibu harus memeriksakan kehamilannya secara medis, entah ke dokter kandungan dan kebidanan ataupun bidan secara teratur. "Anjuran WHO, selama kehamilan sekurang-kurangnya memeriksakan diri sebanyak 4 kali. Sekali pada trimester I, yaitu untuk memastikan kehamilannya, apakah di dalam atau di luar rahim; sekali di trimester II untuk memantau kehamilannya; dan 2 kali di trimester III untuk memantau dan meramalkan persalinannya, apakah persalinannya akan normal atau sesar."

Namun untuk kasus yang riskan seperti kebobolan ini, pemeriksaan sebaiknya dilakukan lebih sering. Pada trimester I hingga II dilakukan sebulan sekali; menginjak usia kehamilan 28 minggu 3 minggu sekali; di usia kehamilan 32 minggu dilakukan pemeriksaan 2 minggu sekali; dan setelah usia kehamilan 38 minggu seminggu sekali. "Jangan lupa, makan makanan berglukosa tinggi untuk meningkatkan berat badan."

KEGUGURAN DAN PREMATUR

Selain BB janin rendah, kemungkinan kelahiran prematur juga bisa terjadi pada kehamilan jarak dekat, terutama bila kondisi ibu juga belum begitu bagus. Padahal, kelahiran prematur erat kaitannya dengan kematian, khususnya jika paru-paru si bayi belum terbentuk sempurna.

Bisa juga terjadi perdarahan selama kehamilan yang diakibatkan plasenta previa atau plasenta yang letaknya tak sempurna. "Plasenta previa sangat erat kaitannya dengan gizi yang rendah, karena plasenta punya kecenderungan mencari tempat yang banyak nutrisinya. Kalau yang banyak nutrisinya itu terletak di bagian bawah uterus atau rahim, maka di situlah ia akan menempel. Akibatnya bisa menutup jalan lahir yang memungkinkan untuk terjadi perdarahan."

Nah, pada kehamilan jarak dekat, kemungkinan kekurangan gizi ini amat besar. Bukankah si ibu juga harus menyusui bayinya? Dengan demikian, nutrisi si ibu jadi berkurang, hingga janinnya juga bisa semakin kekurangan gizi. Makanya, saran Agus, bila ketahuan hamil, pemberian ASI sebaiknya segera dihentikan. Masalahnya bukan cuma ibu jadi kekurangan gizi, tapi juga bisa mengakibatkan keguguran. "Selama menyusui, ada pengaruh oksitosin pada isapan mulut bayi. Oksitosin ini membuat perut si ibu jadi tegang atau kontraksi. Pada kehamilan muda, bisa terjadi perdarahan atau ancaman keguguran."

Penting diketahui, syarat kehamilan yang sehat ialah cukup gizi dan penambahan BB minimal 10-12 kg, hingga BB bayi yang dilahirkan bisa mencapai di atas 2,5 kg.

Jikapun si ibu bisa mempertahankan kehamilannya hingga waktu persalinan tiba, tak berarti aman-aman saja. Soalnya, bukan tak mungkin kendala justru menghadang saat persalinan. Bahayanya, ibu mengalami kelelahan saat proses persalinan. Untuk mengejan dan hisnya juga susah. Hingga, bisa menimbulkan partus atau persalinan lebih lama.

JANGAN TERLALU JAUH

Akan halnya kehamilan dengan jarak di atas 24 bulan, menurut Agus, sangat baik buat ibu karena kondisinya sudah normal kembali. Jadi, organ-organ reproduksinya sudah siap menerima kehamilan kembali.

Bukan berarti kita bisa hamil kapan saja asal jaraknya lebih dari 24 bulan, lo. Dianjurkan, kehamilan berikutnya jangan lebih dari 59 bulan. Ingat, kita juga harus memikirkan usia saat kehamilan berikutnya! "Bila lebih dari 35 tahun usia si ibu saat kehamilan berikutnya, berarti si ibu masuk dalam kategori risiko tinggi," terang Agus. Sementara usia reproduksi yang bagus adalah 20-30 tahun.

Yang paling dikhawatirkan jika usia ibu di atas 35 tahun ialah kualitas sel telur yang dihasilkan juga tak baik. Hingga, bisa menimbulkan kelainan-kelainan bawaan seperti sindrom down. Soalnya, ibu hamil usia ini punya risiko 4 kali lipat dibanding sebelum usia 35 tahun.

Tak hanya itu, saat persalinan pun berisiko terjadi perdarahan post partum atau pasca persalinan. Hal ini disebabkan otot-otot rahim tak selentur dulu, hingga saat harus mengkerut kembali bisa terjadi gangguan yang berisiko terjadi hemorrhagic post partum (HPP) atau perdarahan pasca persalinan.

Risiko terjadi preeklampsia dan eklampsia juga sangat besar, lantaran terjadi kerusakan sel-sel endotel. "Pada kasus preeklampsia berat, kita punya kebijaksanaan untuk melahirkan setelah 35 minggu dengan cara diinduksi." Adapun tanda-tanda preeklampsia: BB ibu naik terlalu cepat, terjadi pembengkakan/odem di seluruh tubuh, serta tekanan darah terlalu tinggi.

Pada kasus ini, pemeriksaan kehamilan harus lebih intensif agar bisa dipantau dan diberi obat-obatan untuk menormalkan tekanan darahnya, mengingat pertumbuhan janin akan mengalami gangguan. Bukankah suplai makanan ke janin lewat plasenta dan aliran darah ibu? Nah, pada kasus preeklampsia, sirkulasi darah ibu ke janin dan plasenta terganggu, hingga suplai makanan dari ibu ke janin jadi terganggu pula.

Itulah mengapa, janin harus terus dipantau memakai USG serial. "Bila tetap terhambat, lebih bagus ia hidup di luar rahim, minimal setelah kehamilan 35 minggu. Kecuali bila ada kelainan yang mengancam si ibu semisal ada ancaman pembekuan darah, berapa pun usia janin harus segera dikeluarkan demi menyelamatkan si ibu. Pun bila janinnya belum matang."

Bahaya lain, masalah psikis. "Bisa saja, kan, si ibu sudah lupa dengan cara-cara menghadapi kehamilan dan persalinan. Bagaimana cara mengejan, misal. Hingga menimbulkan stres baru lagi," tutur Agus.

TIDAK UNTUK YANG SESAR

Jadi, perhatikan betul-betul jarak kelahiran yang aman ini, ya, Bu-Pak. Namun tentu saja, jarak ideal ini hanya berlaku bila persalinan sebelumnya dilakukan dengan cara pervaginam atau normal. "Bila sebelumnya dilakukan sesar, sebaiknya kehamilan berikut setelah 24 bulan," anjur Agus.

Soalnya, mereka yang melahirkan lewat bedah sesar butuh waktu lebih lama lagi karena ada cacat di uterus atau rahimnya bekas tindakan operasi. "Jika sebelum 2 tahun sudah hamil lagi, dikhawatirkan jahitan-jahitan saat operasi bisa lepas. Robeknya rahim juga bisa tak terduga atau tak beraturan dan tak bisa diramalkan kapan robekan itu akan terjadi karena tak dapat didiagnosa secara dini. Kejadiannya akan sangat tiba-tiba setelah kehamilan itu menginjak usia 9 bulan."

Hal lain yang harus diperhatikan, jarak ideal ini berlaku bukan cuma untuk kehamilan kedua, tapi juga kehamilan-kehamilan berikutnya. Namun bukan berarti tingkat risikonya tetap sama, lo. Bukankah makin banyak anak berarti usia si ibu juga makin meningkat? "Nah, bila umurnya sudah tua, tentu sangat riskan untuk hamil dan melahirkan. Selain itu, recovery tubuhnya untuk kembali ke keadaan semula juga makan waktu lebih lama lagi," tutur Agus.

   


10-06-2011 15:26:07 kematian mudigah
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
Dok saya mau tanya,tanggal 31 mei janin saya telah dikuret, dokter saya menyatakan kematian mudigah.yang saya tanyakan butuh berapa lama untuk program hamil lagi? yang saya tahu butuh 2-3 bln, tapi dokter saya bilang bisa secepatnya, jadi menurut dokter gimana ya? soalnya saya sudah ingin sekali memiliki momongan, trima kasih.

Dari : Irra Afrianto

Jawaban:

Dear Bunda,

Pada umumnya saran untuk hamil kembali sebaiknya adalah setelah 2-3 siklus menstruasi berikutnya, hal ini bertujuan untuk memberi waktu kepada kandungan anda untuk kembali baik dan siap untuk kehamilan berikutnya. Namun sekali lagi hal ini kembali di sesuaikan dengan keadaan anda, bila dokter anda menilai baik dan dipersilahkan untuk hamil kembali maka anda dapat mempertimbangkan yang terbaik untuk anda lakukan. Demikian jawaban saya.
   
22-10-2016 02:58:19 Cuma pengen nanya
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
Bund Perlu waktu berapa lama sih untuk bisa hamil?
   
27-06-2016 11:02:17 strechmark
Jumlah Posts : 23
Jumlah di-Like : belum ada like

mungkin untuk menyamarkan bisa bun, tapi untuk hilang butuh waktu agak lama :)

   
22-05-2016 07:12:57 Kelahiran Pada Bulan Mei 2016
Jumlah Posts : 48
Jumlah di-Like : belum ada like
bun aku kluar flek jm setengah 2 subuh ..td jm 6 langsung k bidan kta nya baru bukaan 1 jari sempit..tp blum ada rasa mules cma prut bawah sakit..untuk ke pembukaan slanjut nya butuh waktu brpa lama ya
   
22-01-2016 11:12:10 USG 4d
Jumlah Posts : 916
Jumlah di-Like : belum ada like
Assalamualaikum.. bunda, aku mau nanya waktu yg pas untuk usg 4d usia kandungan berapa minggu ya bun?
makasih sblm nya.. 😊
   
03-07-2013 08:37:08 PRODUK KECANTIKAN & KESEHATAN
Jumlah Posts : 102
Jumlah di-Like : belum ada like



 CALL 081318031115 atau kunjungi website kami di www.bundakecantikan.com P57 Hoodia ini adalah obat diet Hoodia yang paling baru! P57 Hoodia terbuat dari bahan herbal (tumbuhan) yaitu cactus hoodia gordonii dari Afrika. Itu adalah tumbuhan penahan nafsu makan dan penahan lapar terbaik di dunia. Pernah menjadi pembahasan di Oprah Show. Karena saking favorit dan menjadi best seller di Amerika. Publik Amerika paling suka obat diet P57 Hoodia karena Aman 100% Herbal dan Manjur. Obat ini terkenal dapat menurunkan berat badan hingga 10 kg perbulan! Jaminan KUALITAS dan KEAMANAN P57 Hoodia Slimming (3 international certified):1. Lulus Standard GMP (Good Manufacturing Practice)Standard International yang menjamin pengujian bahan aktif farmasi, diagnostik, makanan, produk farmasi, dan alat kesehatan.2. Lulus Standard ISO 9002kumpulan standar untuk sistem manajemen mutu (SMM) yang dirumuskan oleh TC 176 ISO, yaitu organisasi internasional di bidang standardisasi.3. Lulus Akreditasi UKAS (United Kingdom Accreditation Service)Akreditasi UKAS adalah kunci untuk memastikan bahwa konsumen, pemasok, pembeli dan specifier dapat memiliki keyakinan dalam kualitas barang Dengan teknologi bio-paling maju, P57 HOODIA dapat langsung masuk ke dalam tubuh untuk membuat perut terasa tidak lapar , P57 ini juga berguna untuk mengurangi penyerapan kalori didalam tubuh, sehingga meluruhkan lemak secara alami. Unsur bahan alami dari Evening Primrose, Semen Cassia, dan Lotus Leafs bisa membakar lemak dan mempercepat laju metabolisme. Sementara mempercepat mengurangi lemak ditubuh, organisme tersebut dapat membuat lemak menjadi karbondioksida dan air, lalu keluar melalui kelenjar keringat. P57 Hoodia SLIM merupakan pelangsing yg terbuat dari Hoodia Gordonii CactusHoodia Gordonii Cactus merupakan tanaman sejenis kaktus yang hanya tumbuh di Gurun Kalahari,Afrika Selatan Penduduk asli di Afrika Selatan selalu membawanya untuk menekan kelaparan ketika mereka berburu.Para ilmuwan di Afrika Selatan menemukan bahwa Hoodia mengandung semacam zat yang bernama P57, yang secara langsung bisa masuk ke dalam neurocyte dari talamus sub; mengirim sinyal gula darah penuh untuk cerebra, untuk memberikan fungsi positif penurunan berat badan. Hoodia P57 juga membantu mengontrol Hormon Kelaparan di kepala untuk mengurangi asupan kalori dan mengurangi berat badan.Tingkat berkonsentrasi atas P57 Hoodia terbukti 20:01 (20 kali ekstraksi). Cara Kerja :1. Mengontrol hormon kelaparan untuk menekan nafsu makan mengurangi asupan kalori.2. faktor Multi-lipolitik mengurangi sintesis lemak, mempercepat pembakaran lemak, menghalangi penyerapan lemak dan kontrol berat badan secara efektif;3. Multi-nutrisi memperbaiki metabolisme, bebas dari diare, sembelit dan rebound. CARA KONSUMSI P57 HOODIA :* Obat ini di konsumsi 30 menit sebelum sarapan dengan air hangat.* Obat ini tidak ada side effectnya! Jadi sangat aman digunakan. (kecuali buat Ibu hamil, Jantungan, Darah Tinggi, Diabetes, dll)* Setelah konsumsi obat ini NAFSU MAKAN BERKURANG and JUGA SERING HAUS. Jadi harus sering minum air.* Semakin banyak air yang di minum, semakin bayak juga lemak lemak yang ada di dalam tubuhkamu di buang.* Tidak mempengaruhi BAB.* Hasilnya terlihat setelah kamu memakainya selama 1-2 minggu keatas.* Jangan minum obat ini dengan TEH, SUSU, ALCOHOL, KOPI, SODA. Karena akan menetralisir efek dari P57 Hoodia! FAQ :1) Apa itu P57 HOODIA SLIMMING?P57 Hoodia merupakan NEW PRODUCT SLIMMING CAPSULE yang menggunakan ekstrak HOODIA FROM SOUTH AFRICA, telah dipercaya secara turun temurun oleh masyarakat disana untuk menurunkan berat badan 2)Apa kelebihannya dari pelangsing lain yang beredar di pasaran (seperti meizitang, fruta planta, atau fatloss)?Kualitas P57 diatas semua pelangsing tersebut. Hal ini terbukti dengan 3 penghargaan sertifikat internasional yang telah diraih P57 Hoodia SlimmingFYI : Ini masuk BEST SLIMMING CAPSULE DI UK&USA 3) Efek / cara kerjanya bagaimana nih?P57 Hoodia bekerja dengan MENAHAN NAFSU MAKAN dan menyebabkan rasa haus serta pembuangan lemaknya melalui urine, tidak menyebabkan diare, mulas, dan buang-buang air besar. Mengapa lebih cepat dari pelangsing lain?Karena mempengaruhi metabolisme tubuh, dia akan merangsang metabolisme lebih cepat. 4) Adakah pengaruh terhadap rahim bagi pengguna wanita?Tidak, tidak membuat INFERTIL (INFERTIL =Mandul), karena bahannya PURE PLANTS (herbal), jadi kita tetap bisa hamil dan tidak mempengaruhi masa kesuburan. 5) Efek / hasil kelihatan setelah berapa lama?Untuk efek bervariasi setiap orang, tetapi efek yg terlihat rata-rata dalam 1-2 minggu sudah terlihat hasilnya. 6) Ada efek samping yang berbahaya tidak?Untuk efek seperti lemas, jantung berdebar atau berkunang2 tidak akan terjadi dengan catatan :* Untuk Penderita DARAH RENDAH TETAP BOLEH MENGKONSUMSI P57 HOODIA ASAL TETAP MAKAN NASI MIN 1X DALAM SEHARI, karena rata-rata penderita darah rendah sering mengalami lemas dan berkunang-kunang.* Untuk pengguna yang AKTIVITASNYA TINGGI DISARANKAN TETAP MENGKONSUMSI NASI MINIMAL 1X SEHARI DEMI MENJAGA ASUPAN GIZI YANG SEIMBANG DALAM TUBUH 7) P57 Hoodia slimming di Toko Ningnar asli tidak?Dijamin ASLI, P57 HOODIA asli menggunakan Hoodia asli dari Afrika. 8) Cara / aturan minumnya bagaimana ?Cukup 1 pil sehari 30menit sebelum makan pagi dengan air hangat. Disarankan untuk tidak mengkonsumsi obat ini dgn susu, teh, soda, alkohol, dan kopi karena akan menetralisir efek P57 Hoodia. 9)Berapa harga dan isi dari P57 Hoodia Slimming?Isinya 30 kapsul untuk penggunaan selama 30 hari. Sehari cukup 1 kapsul berapapun berat badan kamu. 10) Kok harganya lebih mahal ya dari meizitang dan pelangsing lain?Harga sebanding dengan kualitas, karena bahan yg digunakan juga berbeda dari pelangsing lainnya 11) Siapa saja yang boleh menggunakan P57 Hoodia Slimming?Pria dan wanita, aman digunakan untuk usia 18-60 tahun. Tidak boleh untuk wanita hamil,penderita darah tinggi, penyakit jantung, liver, diabetes, dan penyakit-penyakit berat lainnya. PRODUK ASLI, JAMINAN MUTU DAN KUALITAS. Kualitas barang-barang yang kami jual dijamin asli. MENCARI AGEN DI LUAR DAERAH dengan harga Spesial Grosir. Untuk Keterangan Atau Konsultasi Silahkan Kirim Sms / Telepon di : Se-Jabodetabek :             021 41719549       Luar Pulau / Kota :             081 3180 31115       hp.             081 3180 31115        (T-SEL) HP. 081 806 890 996  (XL) PIN BB 2A53E2BB Cara Pembayaran :Transfer Ke Rekening Bank di bawah ini : BCA : 2533-1440-39 BNI : 027-95-2292-8 BRI : 0379-01-0068-73-50-5 MANDIRI : 900-00-1144-377-8 A/N : UHTIA ULFAH Setelah Transfer Silahkan Anda Konfirmasi : NAMA ANDA#ALAMAT ANDA,#JENIS PESANAN#TRANSFER KE BANK#JUMLAH TRANSFER#SEBUTKAN TANGGAL PENGIRIMANNYA. Setelah Uang masuk pesanan langsung kami kirim melalui JASA PENGIRIMAN kilat khusus sesuai dengan kesepakatan. PESANAN SAMPAI DALAM WAKTU SINGKAT.
   
18-06-2011 13:12:05 Toge &kecambah kedelai
Jumlah Posts : 35
Jumlah di-Like : 4
Dear Bunda eddhy,,,pa kbr?

Bun dulu waktu keguguran bulan apa bun? n sekarang lg program lagi ya bun? dulu sehabis kuret dokter bilang berapa lama untuk program hamil lagi bun? soalnya aku kan abis kuret kata dokterku bisa secepatnya untuk program hamil lagi, tapi harus dalam pengawasan dokter, dan kayaknya kalau pakai bidan nggak mungkin bisa.
   
13-11-2009 11:32:32 TORCH
Jumlah Posts : 20
Jumlah di-Like : belum ada like
hi para bunda...

apa kabar nya?? smoga, kita smua dalam keadaan sehat.. amin.. :)

mau tanya nih , info ttg TORCH, barangkali ada yg tau ... share gitu...


ada ga sih ciri2 seorang ibu itu ge ngidap salah satu virus TORCH??
trus, kira2 brp yah biaya untuk test TORCH tsb?? apa virus TORCH bs sembuh? jangka waktu berapa lama? trus klo ketauan nya pada saat bunda ge hamil, apa bisa di sembuhkan tanpa harus di aborsi ??




salam,


   
16-03-2009 12:20:52 anakku kok sulit bergaul ya?
Jumlah Posts : 26
Jumlah di-Like : 3
MUDAH BERGAUL BERKAT POLA ASUH YANG TEPAT


Wajarnya, anak usia prasekolah tak lagi mengalami kesulitan beradaptasi.

"Anak saya ini kalau di rumah bawel, lo. Kalau dia sudah bertanya, saya dan ayahnya sampai kewalahan. Dia juga enggak bisa diam, lari ke sana ke mari, main sepeda, main mobil. Sudah gitu, jahilnya minta ampun. Biasanya si Mbak yang paling sering menjadi korban kejahilannya. Tapi kalau di tempat baru... ya, begini deh, enggak mau lepas dari saya atau ayahnya," cerita seorang ibu tanpa bisa menutupi kekecewaannya terhadap sang putra (4) yang dinilainya lambat beradaptasi.

Dapat dipahami jika si ibu merasa kecewa. Sewajarnya memang anak usia prasekolah tak lagi menemui masalah beradaptasi. Apalagi pada dasarnya setiap anak memiliki kemampuan beradaptasi dan kemampuan ini sudah dipelajari sejak bayi. Saat memasuki usia prasekolah, apalagi di usia 4-5 tahun, kemampuan ini sudah bisa dimanfaatkannya dengan baik.

Hanya saja, diakui Junetty Halim, M.Psi. Psi., pada anak-anak tertentu, kondisi seperti cerita tadi dapat terjadi. "Contohnya, anak-anak yang mendapatkan pola asuh banyak dilarang, anak yang tak diperkaya pengalamannya dalam bergaul, atau bisa jadi memang dia adalah anak yang kurang aktif."

Menurut psikolog dari pusat konseling dan pelatihan IPEKA di Jakarta Barat ini, orang tua perlu mengamati, apakah di setiap tempat dan lingkungan, anak selalu memerlukan waktu untuk bisa beradaptasi dan tak ada kemajuan dalam hal waktu beradaptasi. Bila jawabannya "ya", berarti si anak masuk dalam kategori lambat beradaptasi.

TIGA PENYEBAB

Orang tua wajib mencari tahu, kenapa anak selalu memerlukan waktu lama untuk beradaptasi. Apa yang menjadi penyebabnya dan apa yang menjadi ganjalannya sehingga dia perlu sangat berhati-hati. Jangan-jangan, kata Junetty, si anak memiliki konsep diri yang kurang positif, selalu ragu dan takut karena orang tuanya terlalu ketat mengontrol hidupnya.

Menurut Junetty, ada 3 faktor yang berperan penting menyebabkan anak jadi lambat beradaptasi:

1. Dari diri anak itu sendiri

Hal ini terkait dengan kematangan kemampuan komunikatif dan bahasa. Anak-anak yang tidak atau kurang menguasai bahasa biasanya lebih sukar untuk menyesuaikan diri.

Bisa juga ini dikarenakan temperamen si anak. Contoh, anak-anak yang memang dari awalnya tergolong slow to adapt child (memerlukan waktu lebih lama untuk mempelajari situasi baru).

2. Gaya pengasuhan

Usia 3-5 tahun adalah masa perkembangan pembentukan konsep diri. Hal ini sangat dipengaruhi gaya pengasuhan orang tua. Jika orang tua "senang" melarang atau memberi batasan-batasan yang sangat kaku, bisa dipastikan si anak lebih takut untuk mencoba sesuatu yang baru. Tentunya ini bisa memengaruhi pembentukan konsep diri anak, salah satunya kemampuan adaptasi yang jelek.

Selain itu, penerapan disiplin model ini juga bisa menjadi bumerang. Misal, orang tua menerapkan disiplin tanpa disertai penjelasan mengapa suatu hukuman diberlakukan, maka biasanya anak jadi tak tahu apa yang seharusnya ia lakukan. Nah, karena tidak tahu, biasanya dia jadi ragu dan akhirnya ketika harus bertemu sesuatu yang baru, dia juga bingung karena tak ada patokan atau panduannya. Kondisi ini akan memengaruhi kemampuan anak untuk bisa beradaptasi.

3. Peristiwa traumatik

Bisa karena lingkungan sosial yang pernah membuat anak merasa tidak aman dan nyaman, atau ada konflik-konflik tertentu yang membuat dia lebih sulit terbuka.

UBAH POLA ASUH

Selain ketiga penyebab tadi, ada pula yang beranggapan kondisi lambat beradaptasi diakibatkan faktor keturunan. "Tetapi saya sih melihatnya bukan karena faktor turunannya, melainkan lebih pada role modelnya," kata Junetty. Maksudnya, si anak mungkin mencontoh orang tuanya yang juga tidak mahir atau sulit beradaptasi.

Oleh karena itu, bila ingin anak mudah beradaptasi secara sosial, tak ada cara lain kecuali mengubah pola asuh. "Orang tua harus menghilangkan kebiasaannya yang banyak melarang, menyepelekan pendapat anak, terlalu banyak mengatur, dan selalu membuatkan keputusan untuk anak." Pasalnya, dengan kebiasaan orang tua yang demikian, anak jadi tak pernah merasakan bagaimana menentukan keputusan untuk dirinya sendiri. Imbasnya, anak jadi sulit beradaptasi karena bingung, takut, dan tak tahu harus bagaimana caranya mulai beradaptasi.

Selain mengubah pola asuh, orang tua juga harus dapat menyesuaikan diri dengan kondisi anak karena tahapan belajar masing-masing anak tidaklah sama. Pada anak pemalu dan penakut, misal, orang tua bisa memberikan kesempatan kepada anak berinteraksi dengan banyak manusia. Caranya, undanglah teman-teman si kecil atau saudaranya ke rumah untuk bermain bersama atau mengajak mereka ke tempat lain yang banyak anak sebayanya. "Ini bisa membantu anak mempelajari cara mereka menyesuaikan diri."

Bagaimana bila si kecil menolak cara-cara tersebut? Menurut Junetty, orang tua harus menghargai, bukan malah memaksakan kehendaknya. Selain itu, orang tua juga harus mencari tahu apa yang membuat anaknya takut. Selanjutnya orang tua membantu anak untuk menetralisir ketakutannya itu.

Sementara, anak yang lambat beradaptasi lantaran bertemperamen sulit harus sering diajak bergaul dan dibimbing tentang bagaimana cara memulai berinteraksi dengan orang lain. Lama-lama anak akan menemukan sendiri cara yang terbaik untuk dapat beradaptasi.

TAK ADA KATA TERLAMBAT

Kalau saja sejak berusia batita anak sudah dilatih untuk mengembangkan kemampuannya dalam bersosialisasi, maka saat masuk fase pembentukan konsep diri di usia 3-5 tahun, ia sudah lancar beradaptasi. Walau begitu bukan berarti terlambat jika kita baru mengajarkannya di usia 3-5 tahun. Caranya, tak lain dengan memberikan lingkungan kondusif yang dapat membuat anak berani mencoba sesuatu.

Disamping itu, Junetty juga memberikan tip-tip berikut ini:

1. Jadwalkan waktu untuk anak bertemu dan bermain bersama anak-anak lain, juga di tempat yang belum dia temui sebelumnya.

2. Rangsang perilaku prososial anak dengan mengajaknya berpikir apa yang dibutuhkan atau diharapkan teman-temannya kelak.

3. Dorong anak yang penyendiri untuk bergabung dengan anak yang juga penyendiri atau dengan kelompok lain yang lebih kecil.

Akan tetapi pada mereka yang memang bertemperamen sulit, menurut Junetty, ketiga langkah tadi kurang tepat diterapkan. Pada anak model ini, yang dapat dilakukan orang tua adalah:

1. Buatkan rutinitas yang jelas.

2. Sediakan waktu untuk berdiskusi dengan anak bila ada rencana perubahan rutinitas.

3. Beri peringatan pada anak beberapa saat sebelum transisi dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya. Dengan demikian diharapkan anak jauh lebih siap untuk melakukan penyesuain diri dan beradaptasi.

4. Beri cukup waktu untuk menyesuaikan diri dengan satu perubahan sebelum memberikan perubahan berikutnya.

5. Jaga agar tidak terjadi terlalu banyak perubahan, apalagi yang mendadak.

Jika semua langkah tersebut sudah dilakukan dengan baik, terakhir adalah berdoa, dengan harapan anak bisa mengalami kemajuan untuk masalah adaptasi sosialnya. Namun harus diingat, mengubah hal ini tidak semudah kita mengajari anak prasekolah bernyanyi, lo. Jadi orang tua harus ekstra sabar dan selalu konsisten melakukan pengondisian-pengondisian tersebut.

KEMAMPUAN ADAPTASI YANG HARUS DIKUASAI

Di usia 3-5 tahun, terutama usia 3-4 tahun, anak mulai mengenal teman lalu berkembang dengan menjalin hubungan pertemanan. Akan tetapi lingkupnya masih terbatas, yaitu hanya pada mereka yang memiliki kesamaan tertentu. Misal, rumahnya masih di satu lingkungan, sama-sama satu sekolah, atau mempunyai mainan yang sama. Jadi, tandas Junetty, untuk anak usia prasekolah cukup sampai pada tahapan bisa beradaptasi tanpa ada hambatan. "Jika modal dasarnya ini sudah dimiliki, semakin lama pasti akan berkembang."

Namun jika belum, kita pun tidak dianjurkan mendesak anak untuk cepat beradaptasi sementara ia belum siap. Cara ini justru akan menghambat langkah berikutnya. Lain cerita bila memang kemampuan adaptasi anak sudah baik, semisal tidak mengkeret di belakang orang tuanya, mau memberikan respons bila disapa lingkungan, dan kemampuan adaptasinya terus meningkat dengan ciri selalu ingin mencoba dan ingin tahu, maka si anak tak butuh waktu lama-lama lagi untuk beradaptasi.

SI PENGAMAT LAMBAT BERADAPTASI?

Ada kan anak-anak yang cenderung mengamati terlebih dahulu, baru kemudian memberikan respons terhadap lingkungan barunya? Nah, anak-anak tipe pengamat ini, menurut Junetty, tidak termasuk yang lambat beradaptasi. Tetapi lebih pada gaya si anak dalam proses beradaptasi dengan lingkungan sosialnya.

Jadi, sejauh anak pada akhirnya bisa melakukan interaksi dan ada peningkatan tanpa harus didorong-dorong atau butuh beberapa hari untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan, "Statusnya masih bisa dibilang oke untuk anak prasekolah dalam beradaptasi."

Ada juga anak yang adaptasinya perlu dipancing terlebih dahulu untuk bisa membaur dengan lingkungan. Jika tak ada orang lain yang mengajaknya bergabung, sampai kapan pun si anak akan lebih memilih menarik diri dari lingkungan. "Yang ini pun lebih cenderung ke gaya atau karena si anak tak tahu cara dan bagaimana memulainya," kata Junetty.

Jadi, kemungkinannya si anak ingin bisa bergaul dengan lingkungan, akan tetapi tidak tahu cara memulainya. Untuk itu, anjur Junetty, orang tua harus sesering mungkin membawa anak tipe ini ke tempat-tempat baru.

ENAKNYA BISA BERADAPTASI!

Kata Junetty, banyak manfaat akan diperoleh anak dari kemampuannya dalam beradaptasi. Di antaranya:

* Semakin mampu beradaptasi berarti anak semakin cepat beradaptasi. Setelah itu pastinya anak mampu berinteraksi, membangun interaksi yang baik dengan teman-temannya di sekolah. Hal ini sangat berpengaruh pada pembentukan self-esteem-nya.

* Anak akan lebih merasa "pede" karena merasa diterima oleh teman-temannya, merasa punya teman yang bisa berbagi.

* Dalam proses pembelajaran di sekolah, anak bisa mengembangkan perilaku yang positif, bisa lebih nyaman bersekolah dan menikmati sekolahnya. Dengan begitu, anak dapat mengeluarkan kemampuannya secara optimal.

* Kemampuan kompetensinya akan lebih tinggi dibandingkan anak yang sulit beradaptasi.
.

d ambil dari NAKITA


WiOnA
   
16-03-2009 12:20:51 anakku kok sulit bergaul ya?
Jumlah Posts : 26
Jumlah di-Like : 3
MUDAH BERGAUL BERKAT POLA ASUH YANG TEPAT


Wajarnya, anak usia prasekolah tak lagi mengalami kesulitan beradaptasi.

"Anak saya ini kalau di rumah bawel, lo. Kalau dia sudah bertanya, saya dan ayahnya sampai kewalahan. Dia juga enggak bisa diam, lari ke sana ke mari, main sepeda, main mobil. Sudah gitu, jahilnya minta ampun. Biasanya si Mbak yang paling sering menjadi korban kejahilannya. Tapi kalau di tempat baru... ya, begini deh, enggak mau lepas dari saya atau ayahnya," cerita seorang ibu tanpa bisa menutupi kekecewaannya terhadap sang putra (4) yang dinilainya lambat beradaptasi.

Dapat dipahami jika si ibu merasa kecewa. Sewajarnya memang anak usia prasekolah tak lagi menemui masalah beradaptasi. Apalagi pada dasarnya setiap anak memiliki kemampuan beradaptasi dan kemampuan ini sudah dipelajari sejak bayi. Saat memasuki usia prasekolah, apalagi di usia 4-5 tahun, kemampuan ini sudah bisa dimanfaatkannya dengan baik.

Hanya saja, diakui Junetty Halim, M.Psi. Psi., pada anak-anak tertentu, kondisi seperti cerita tadi dapat terjadi. "Contohnya, anak-anak yang mendapatkan pola asuh banyak dilarang, anak yang tak diperkaya pengalamannya dalam bergaul, atau bisa jadi memang dia adalah anak yang kurang aktif."

Menurut psikolog dari pusat konseling dan pelatihan IPEKA di Jakarta Barat ini, orang tua perlu mengamati, apakah di setiap tempat dan lingkungan, anak selalu memerlukan waktu untuk bisa beradaptasi dan tak ada kemajuan dalam hal waktu beradaptasi. Bila jawabannya "ya", berarti si anak masuk dalam kategori lambat beradaptasi.

TIGA PENYEBAB

Orang tua wajib mencari tahu, kenapa anak selalu memerlukan waktu lama untuk beradaptasi. Apa yang menjadi penyebabnya dan apa yang menjadi ganjalannya sehingga dia perlu sangat berhati-hati. Jangan-jangan, kata Junetty, si anak memiliki konsep diri yang kurang positif, selalu ragu dan takut karena orang tuanya terlalu ketat mengontrol hidupnya.

Menurut Junetty, ada 3 faktor yang berperan penting menyebabkan anak jadi lambat beradaptasi:

1. Dari diri anak itu sendiri

Hal ini terkait dengan kematangan kemampuan komunikatif dan bahasa. Anak-anak yang tidak atau kurang menguasai bahasa biasanya lebih sukar untuk menyesuaikan diri.

Bisa juga ini dikarenakan temperamen si anak. Contoh, anak-anak yang memang dari awalnya tergolong slow to adapt child (memerlukan waktu lebih lama untuk mempelajari situasi baru).

2. Gaya pengasuhan

Usia 3-5 tahun adalah masa perkembangan pembentukan konsep diri. Hal ini sangat dipengaruhi gaya pengasuhan orang tua. Jika orang tua "senang" melarang atau memberi batasan-batasan yang sangat kaku, bisa dipastikan si anak lebih takut untuk mencoba sesuatu yang baru. Tentunya ini bisa memengaruhi pembentukan konsep diri anak, salah satunya kemampuan adaptasi yang jelek.

Selain itu, penerapan disiplin model ini juga bisa menjadi bumerang. Misal, orang tua menerapkan disiplin tanpa disertai penjelasan mengapa suatu hukuman diberlakukan, maka biasanya anak jadi tak tahu apa yang seharusnya ia lakukan. Nah, karena tidak tahu, biasanya dia jadi ragu dan akhirnya ketika harus bertemu sesuatu yang baru, dia juga bingung karena tak ada patokan atau panduannya. Kondisi ini akan memengaruhi kemampuan anak untuk bisa beradaptasi.

3. Peristiwa traumatik

Bisa karena lingkungan sosial yang pernah membuat anak merasa tidak aman dan nyaman, atau ada konflik-konflik tertentu yang membuat dia lebih sulit terbuka.

UBAH POLA ASUH

Selain ketiga penyebab tadi, ada pula yang beranggapan kondisi lambat beradaptasi diakibatkan faktor keturunan. "Tetapi saya sih melihatnya bukan karena faktor turunannya, melainkan lebih pada role modelnya," kata Junetty. Maksudnya, si anak mungkin mencontoh orang tuanya yang juga tidak mahir atau sulit beradaptasi.

Oleh karena itu, bila ingin anak mudah beradaptasi secara sosial, tak ada cara lain kecuali mengubah pola asuh. "Orang tua harus menghilangkan kebiasaannya yang banyak melarang, menyepelekan pendapat anak, terlalu banyak mengatur, dan selalu membuatkan keputusan untuk anak." Pasalnya, dengan kebiasaan orang tua yang demikian, anak jadi tak pernah merasakan bagaimana menentukan keputusan untuk dirinya sendiri. Imbasnya, anak jadi sulit beradaptasi karena bingung, takut, dan tak tahu harus bagaimana caranya mulai beradaptasi.

Selain mengubah pola asuh, orang tua juga harus dapat menyesuaikan diri dengan kondisi anak karena tahapan belajar masing-masing anak tidaklah sama. Pada anak pemalu dan penakut, misal, orang tua bisa memberikan kesempatan kepada anak berinteraksi dengan banyak manusia. Caranya, undanglah teman-teman si kecil atau saudaranya ke rumah untuk bermain bersama atau mengajak mereka ke tempat lain yang banyak anak sebayanya. "Ini bisa membantu anak mempelajari cara mereka menyesuaikan diri."

Bagaimana bila si kecil menolak cara-cara tersebut? Menurut Junetty, orang tua harus menghargai, bukan malah memaksakan kehendaknya. Selain itu, orang tua juga harus mencari tahu apa yang membuat anaknya takut. Selanjutnya orang tua membantu anak untuk menetralisir ketakutannya itu.

Sementara, anak yang lambat beradaptasi lantaran bertemperamen sulit harus sering diajak bergaul dan dibimbing tentang bagaimana cara memulai berinteraksi dengan orang lain. Lama-lama anak akan menemukan sendiri cara yang terbaik untuk dapat beradaptasi.

TAK ADA KATA TERLAMBAT

Kalau saja sejak berusia batita anak sudah dilatih untuk mengembangkan kemampuannya dalam bersosialisasi, maka saat masuk fase pembentukan konsep diri di usia 3-5 tahun, ia sudah lancar beradaptasi. Walau begitu bukan berarti terlambat jika kita baru mengajarkannya di usia 3-5 tahun. Caranya, tak lain dengan memberikan lingkungan kondusif yang dapat membuat anak berani mencoba sesuatu.

Disamping itu, Junetty juga memberikan tip-tip berikut ini:

1. Jadwalkan waktu untuk anak bertemu dan bermain bersama anak-anak lain, juga di tempat yang belum dia temui sebelumnya.

2. Rangsang perilaku prososial anak dengan mengajaknya berpikir apa yang dibutuhkan atau diharapkan teman-temannya kelak.

3. Dorong anak yang penyendiri untuk bergabung dengan anak yang juga penyendiri atau dengan kelompok lain yang lebih kecil.

Akan tetapi pada mereka yang memang bertemperamen sulit, menurut Junetty, ketiga langkah tadi kurang tepat diterapkan. Pada anak model ini, yang dapat dilakukan orang tua adalah:

1. Buatkan rutinitas yang jelas.

2. Sediakan waktu untuk berdiskusi dengan anak bila ada rencana perubahan rutinitas.

3. Beri peringatan pada anak beberapa saat sebelum transisi dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya. Dengan demikian diharapkan anak jauh lebih siap untuk melakukan penyesuain diri dan beradaptasi.

4. Beri cukup waktu untuk menyesuaikan diri dengan satu perubahan sebelum memberikan perubahan berikutnya.

5. Jaga agar tidak terjadi terlalu banyak perubahan, apalagi yang mendadak.

Jika semua langkah tersebut sudah dilakukan dengan baik, terakhir adalah berdoa, dengan harapan anak bisa mengalami kemajuan untuk masalah adaptasi sosialnya. Namun harus diingat, mengubah hal ini tidak semudah kita mengajari anak prasekolah bernyanyi, lo. Jadi orang tua harus ekstra sabar dan selalu konsisten melakukan pengondisian-pengondisian tersebut.

KEMAMPUAN ADAPTASI YANG HARUS DIKUASAI

Di usia 3-5 tahun, terutama usia 3-4 tahun, anak mulai mengenal teman lalu berkembang dengan menjalin hubungan pertemanan. Akan tetapi lingkupnya masih terbatas, yaitu hanya pada mereka yang memiliki kesamaan tertentu. Misal, rumahnya masih di satu lingkungan, sama-sama satu sekolah, atau mempunyai mainan yang sama. Jadi, tandas Junetty, untuk anak usia prasekolah cukup sampai pada tahapan bisa beradaptasi tanpa ada hambatan. "Jika modal dasarnya ini sudah dimiliki, semakin lama pasti akan berkembang."

Namun jika belum, kita pun tidak dianjurkan mendesak anak untuk cepat beradaptasi sementara ia belum siap. Cara ini justru akan menghambat langkah berikutnya. Lain cerita bila memang kemampuan adaptasi anak sudah baik, semisal tidak mengkeret di belakang orang tuanya, mau memberikan respons bila disapa lingkungan, dan kemampuan adaptasinya terus meningkat dengan ciri selalu ingin mencoba dan ingin tahu, maka si anak tak butuh waktu lama-lama lagi untuk beradaptasi.

SI PENGAMAT LAMBAT BERADAPTASI?

Ada kan anak-anak yang cenderung mengamati terlebih dahulu, baru kemudian memberikan respons terhadap lingkungan barunya? Nah, anak-anak tipe pengamat ini, menurut Junetty, tidak termasuk yang lambat beradaptasi. Tetapi lebih pada gaya si anak dalam proses beradaptasi dengan lingkungan sosialnya.

Jadi, sejauh anak pada akhirnya bisa melakukan interaksi dan ada peningkatan tanpa harus didorong-dorong atau butuh beberapa hari untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan, "Statusnya masih bisa dibilang oke untuk anak prasekolah dalam beradaptasi."

Ada juga anak yang adaptasinya perlu dipancing terlebih dahulu untuk bisa membaur dengan lingkungan. Jika tak ada orang lain yang mengajaknya bergabung, sampai kapan pun si anak akan lebih memilih menarik diri dari lingkungan. "Yang ini pun lebih cenderung ke gaya atau karena si anak tak tahu cara dan bagaimana memulainya," kata Junetty.

Jadi, kemungkinannya si anak ingin bisa bergaul dengan lingkungan, akan tetapi tidak tahu cara memulainya. Untuk itu, anjur Junetty, orang tua harus sesering mungkin membawa anak tipe ini ke tempat-tempat baru.

ENAKNYA BISA BERADAPTASI!

Kata Junetty, banyak manfaat akan diperoleh anak dari kemampuannya dalam beradaptasi. Di antaranya:

* Semakin mampu beradaptasi berarti anak semakin cepat beradaptasi. Setelah itu pastinya anak mampu berinteraksi, membangun interaksi yang baik dengan teman-temannya di sekolah. Hal ini sangat berpengaruh pada pembentukan self-esteem-nya.

* Anak akan lebih merasa "pede" karena merasa diterima oleh teman-temannya, merasa punya teman yang bisa berbagi.

* Dalam proses pembelajaran di sekolah, anak bisa mengembangkan perilaku yang positif, bisa lebih nyaman bersekolah dan menikmati sekolahnya. Dengan begitu, anak dapat mengeluarkan kemampuannya secara optimal.

* Kemampuan kompetensinya akan lebih tinggi dibandingkan anak yang sulit beradaptasi.
.

d ambil dari NAKITA


WiOnA