SITE STATUS
Jumlah Member :
480.657 member
user online :
1452 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: bumil usia 7 bulan buang air besar mencr

New Topic :  
Jumlah Posts : 20
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda novia... iya bun awal2nya baby ku jga gt... tidurnya lebih lama di hari pertama dan kedua... tp lama kelamaan babynya sering bgun n minta asi tp cmn dikit ajah mnmnya... usianya 5hri.. oiya bunda2 apakah baby d usia segini sering buang air besar n mencret warna kuning pekat? ngentut ajah kadang kotorannya ikut kluar... mohon infonya donk dri bunda2
   


Jumlah Posts : 181
Jumlah di-Like : belum ada like

Bunda, pola buang air besar bayi kadangkali berubah-ubah. Untuk bayi yang baru lahir, normalnya akan buang air besar satu hari sebanyak 4 kali. Kondisi ini umumnya akan berlangsung sampai bayi usianya mencapai 7 hari.

Sementara untuk yang sudah berusia 2 tahun buang air besarnya setiap hari normalnya antara 1-2 kali. Untuk yang sudah berusia 4 tahun, pola BAB nya sama dengan orang dewasa yaitu 1 kali setiap hari.

Jika buang air besar bayi bunda teratur ini tanda baik karena berarti bayi bunda memiliki sistem tubuh yang sehat. Membuang zat sisa atau kotoran adalah salah satu kegiatan tubuh paling penting sekaligus pertanda jika sistem pencernaan bayi berfungsi dengan baik.

Tapi, jika bunda melihat adik bayi pola BAB nya dalam satu hari tidak teratur dalam satu hari jangan keburu panik, sebab usus besar bayi bunda mungkin memerlukan lebih banyak waktu untuk menyesuaikan diri.

Terkadang, buang air besar bayi bunda bisa tidak teratur disebabkan pertumbuhannya mengalami percepatan. Hal ini akan terjadi saat bayi menginjak usia 2 hingga 4 bulan. Berikut 5 cara agar buang air besar bayi lancar dan teratur :

  1. Menggerak-gerakkan kaki bayi secara perlahan

Untuk memperlancar BAB nya, bunda baringkan bayi di tempat tidur dengan nyaman. Lalu, pegang kedua pergelangan kakinya secara perlahan. Setelah itu, gerak-gerakkan secara perlahan kedua pergelangan kaki bayi seolah sedang mengayuh sepeda. Ini dilakukan untuk merangsang usus besar adik bayi sehingga membantu melepaskan gas dan kotoran yang mungkin tersendat dan terjebak dengan cepat

  2.  ASI

Salah satu manfaat memberikan ASI pada bayi adalah agar buang air besar bayi lancar. ASI mengandung kolostrum yang dapat membantu bayi buang air besar jadi lebih teratur. Hal ini tidak akan terjadi pada bayi yang hanya mengkonsumsi susu formula. Jadi, sedapat mungkin berikan ASI pada bayi untuk bantu pencernaannya berfungsi baik.

  3.  Beri pijatan di perut bayi

Secara perlahan beri pijatan pada bayi dengan minyak telon konicare yang hangat atau minyak kelapa yang sudah dihangatkan. Ini dapat membantu meringankan perut bayi agar dapat membuang kotoran lebih mudah.

  4.  Beri ramuan madu yang dicampur air hangat

Selain ASI, bunda juga dapat memberikan satu sendok madu alami yang dicampurkan pada satu gelas kecil air hangat lalu masukkan ke dalam botol susu. Selain menggunakan botol susu, bunda juga bisa berikan secara langsung melalui sendok. Ramuan madu denagn air hangat ini sudah jadi ramuan kuno yang sudah dipakai oleh orangtua sejak puluhan tahun lalu dan terbukti ampuh melancarkan buang air besar adik bayi.

  5.  Rendam menggunakan air hangat

Mandi menggunakan air hangat terbukti dapat menenangkan tubuh bayi. Rendam tubuh bayi dalam air hangat untuk meringankan perut bayi agar dapat membuang kotoran dengan lebih mudah.

Itu dia 5 cara yang bisa bunda lakukan agar buang air besar adik bayi lancar dan teratur. Mungkin bunda sudha tahu, jika 3 hari setelah bayi lahir, kotoran yang dikeluarkan oleh bayi akan berubah warna dan memiliki tekstur yang berbeda.

Warna kotoran yang semula berwarna coklat kehijauan akan berubah menjadi kekuningan. Begitu juga dengan teksturnya akan jadi lebih padat dan kasar. Hanya saja kotoran yang terlalu padat akan menyulitkan bayi untuk dikeluarkan, untuk itu lakukan 5 cara di atas.

sumber : bidanku

   
02-04-2014 20:12:32 jarang buang air besar
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like

Ini saya dapat info dari rumah sakit melinda 

Pada bayi yang jarang BAB biasanya mengalami konstipasi atau kesulitan buang air besar. Hal ini dimungkinkan faktor organik sebagai penyebab keluhan tersebut, ataupun kemungkinan lainnya bayi alergi terhadap protein susu sapi.

      Hal lain bisa dimungkinkan karena susu formula yang diberikan tidak cocok baik bagi bayi maupun ibu. Bila pola BAB-nya sudah kembali menjadi normal, berikan kembali susu formula seperti biasa dan perhatikan reaksinya. Jika terjadi konstipasi lagi, segera hentikan susu formulanya. Setelah dihentikan susu formula dan pola BAB menjadi normal kembali, maka bisa dipastikan bahwa bayi Anda menderita alergi protein terhadap susu sapi. Untuk itu, cobalah kembali memberikan ASI agar lebih optimal.

      Jangan sekali-kali melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan pada bayi yaitu dengan merangsang bayi dengan memberikan obat untuk melancarkan pencernaan atau pun merangsang anus dengan sabun dan sebagainya. Selain berbahaya bagi bayi Anda, hal ini juga dapat menyebabkan bayi ketergantungan terhadap rangsangan. Namun hal tersebut di atas tidak akan terjadi bila ibu memberikan ASI eksklusif dan selama masa yang diharuskan dalam masa ASI eksklusif.

      Dengan seiring bertambahnya usia, pola BAB pada bayi baru lahir biasanya bervariasi. Bayi pada umumnya akan BAB kurang lebih 2-5 kali sehari hingga ia berusia 6-8 minggu. Terkadang warnanya pun bervariasi seperti kuning atau kuning kehijauan. Bahkan pada bayi yang diberikan ASI sekalipun selalu mengalami BAB setiap kali setelah menyusu. Maka hal ini pula yang ditakutkan para ibu jika memberikan ASI eksklusif pada bayinya karena ragu sang bayi terkena "diare". Lalu apakah benar bahwa bayi yang diberikan ASI eksklusif akan mengalami diare ?

      Kondisi di atas merupakan hal yang normal terjadi pada bayi, dan bukan karena pertanda bayi mengalami diare. ASI yang diberikan ibu memiliki ribuan manfaat bagi sang bayi, yaitu memiliki fungsi sebagai laksatif. Bayi baru lahir hingga usianya 6-7 minggu jika diberikan ASI, maka akan berfungsi untuk membersihkan sistem pencernaannya saat ia masih di dalam rahim ibu. Tak hanya itu, ASI juga akan melapisi sel-sel usus halus yang masih terbuka dengan antibodi dari ASI, sehingga terlindung dari resiko alergi dan gangguan pencernaan. Selain itu, saat bayi BAB, maka bilirubin yang tidak terpakai dalam tubuh akan dibuang melalui kotoran. Hal ini berarti fungsi hati yang masih belum sempurna akan terbantu dengan baik dan resiko kuning pada bayi akan terminimalisir. Dan inilah mengapa bayi yang diberikan ASI eksklusif sering mengalami BAB.

      Namun banyak para ibu menanyakan mengapa bayinya menjadi susah BAB? Hal ini karena saat bayi memasuki usia sekitar lebih dari 6 minggu, maka pola BAB akan berubah dengan sendirinya. Jika sebelumnya bayi yang diberikan ASI sering BAB, nantinya ia akan mengalami jarang BAB. Hal ini karena frekuensi BAB setiap bayi ASI bervariatif, bisa 2 atau 3 hari sekali. Bahkan ada yang sampai 12 hari atau lebih tidak BAB. Hal inilah yang menyebabkan orangtua menjadi khawatir karena ditakutkan anaknya mengalami konstipasi atau sembelit.

      Pada usia sekitar 6 minggu lebih, bayi yang diberikan ASI akan mengalami jarang BAB. Hal ini disebabkan ASI diserap sempurna oleh tubuh bayi. Karena penyerapannya yang sempurna, maka tidak akan ada ampas yang dibuang dalam bentuk kotoran. Anda tidak perlu khawatir jika sang bayi masih dalam keadaan baik-baik saja, pertumbuhannya baik, dan tidak merasa kesakitan atau rewel yang berlebihan saat mengejan (lethargic).

      Perhatikan saat bayi BAB dan juga kotorannya. Jika kotorannya berbentuk seperti biasa atau lunak, dan tidak mengalami kesulitan saat mengeluarkan kotorannya maka jelas bayi tidak mengalami konstipasi atau sembelit. Berbeda lagi jika bayi mengalami sembelit, maka kotorannya pun akan keras padat, agak kering dan sulit dikeluarkan. Konsultasikan hal tersebut dengan dokter anak secepatnya jika hal ini terjadi pada bayi Anda.

      Bayi yang diberikan ASI jarang BAB akan terus berlangsung hingga ia berusia 6 bulan atau masa ASI eksklusif terlewati. Jika bayi ASI berusia 6 bulan ke atas telah mendapatkan MPASI atau Makanan Pendamping ASI, maka konsistensi dari kotoran bayi dan pola BAB-nya akan bervariasi dan juga ditentukan dari asupan makanan yang masuk.

      Maka dengan telah memahami pola BAB bayi, kekhawatiran dan ketakutan Anda saat memberikan ASI eksklusif kini sudah dapat terhindari dan ibu bisa menjadi lebih tenang. Bila ibu semakin tenang dalam memberikan ASI eksklusif, maka semakin lancar pula hormon oksitosin yang bekerja untuk memproduksi ASI.

Selamat menyusui.

   


Jumlah Posts : 1722
Jumlah di-Like : 25
Anora beberapa hari belakangan ini suka nangis pada malam hari. mulai jam 20.00 s.d. 23.00 nangisnya histeris. dia mau berhenti nangis kalau diberi ASI - tapi kalau kebanyakan ASI dia akan muntah - sesuai nasehat dokter terakhir kali diperiksa, kami mencoba mengatur jam2 menyusuinya,setiap 1 jam selama 7 menit. sebenarnya kalau nasehat dokter setiap 3 jam. Tapi kalau melihat keadannya yg nangis sampai histeris kalau tdk segera diberi susu, kami mengaturnya menjadi 1 jam sekali.

Yang menjadi keheranan kami mengapa dia hanya nangis pada malam hari, kalau siang nangisnya normal2 aja dalam arti ia nangis kalau pipis, buang air besar, atau lapar dan cepat berhenti, tapi kalau malam susahnya minta ampun - dia hanya mau berhenti kalau di kasi ASI.
Demikian kluhan kami mohon sarannya/terapinya, Terima kasih Dok.

Anora

Dari : anora danisa ramadhani

Jawaban:

Dear Bunda,



Secara alamiah, bayi dengan usia 0-3 bulan akan memiliki jam tidur yang cukup panjang sekitar 10,5 jam sampai 18 jam dalam satu hari. Pada bayi usia ini, akan lebih sering  terbangun pada malam hari karena lapar, jadi wajar saja kalau bayi Anda menangis pada malam hari dan hanya diam setelah di beri ASI. Pastikan tidak ada keadaan lain seperti demam atau nyeri lainnya ketika Ia menangis dan terbangun dari tidurnya.



Setelah menginjak usia di atas 3 bulan, bayi akan mulai sering terbangun di siang hari dan jarang terbangun di malam hari. Semakin bertambah usia, akan semakin teratur pula pola tidur sang bayi.



Bagi orangtua yang memiliki bayi baru lahir, sebaiknya mengatur jadwal bergantian mengasuh bayi mereka. Ibu sebaiknya beristirahat  atau tidur saat bayinya sedang tidur, karena ketika bayi lapar dan terbangun, sang Ibu harus menyusui dan memastikan bahwa bayi menyusu dengan benar sehingga tidak cepat terbangun karena lapar.  Jangan biarkan bayi anda tertidur sebelum Ia puas menyusu, segera bangunkan bila bayi anda mulai tertidur ketika sedang menyusu ASI.



Pembagian tugas antara Ibu dengan Ayah atau pengasuh lainnya misalnya termasuk mengganti popok, memandikan atau mengawasi sang bayi. Jagalah kesehatan dan asupan nutrisi Ibu agar tidak jatuh sakit karena kelelahan atau terserang penyakit.

Demikian jawaban saya,s emoga dapat membantu Anda.


   
12-11-2012 14:57:52 Q U I Z
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like


Efek dari kehamilan yang dialami oleh Bumil, adalah:

1.  Mual dan Muntah
Mual dan Muntah adalah keluhan yang sering terjadi pada ibu hamil muda, atau yang sering disebut juga morning sickness. Biasanya timbul pada minggu ke-6 hingga minggu ke-12 kehamilan, dan yang paling berat pada minggu 9-10 dan biasanya hilang pada minggu ke-16.  Keluhan ini disebabkan peningkatan hormon beta hCG pada awal kehamilan, sehingga memicu peningkatan asam lambung dan menyebabkan ibu hamil merasa kembung dan nyeri ulu hati.

2.  KembungKembung adalah gejala yang terdapat pada ibu hamil trimester I dan trimester III.  Pada awal kehamilan biasanya akibat kerja hormon kehamilan yang punya efek memperlambat kerja usus.  Sedangkan pada Trimester III, pembesaran uterus sehingga menekan pergerakan saluran pencernaan juga merupakan penyebab terjadinya gejala tersebut.

3. KeputihanVagina secara normal memang mengeluarkan cairan yang jernih, tidak berbau dan tidak gatal yang berasal dari sekresi kelenjar dinding vagina, leher rahim, dan flora normal vagina.  Namun pada saat hamil, cairan tersebut menjadi lebih banyak. Hal ini wajar terjadi akibat adanya perubahan hormonal dan peningkatan sirkulasi pada alat kemalin wanita hamil.  Apabila terjadi lain misalnya berbau tidak sedap, putih seperti susu,kuning, atau kehijauan, nyeri atau bahkan gatal, maka bisa disimpulkan telah terjadi infeksi yang bisa disebabkan jamur atau baketri.  Menjaga kebersihan diri merupakan pencegahan paling utama terhadap penyakit ini.

4.  Sembelit ( Susah Buang Air Besar )
Sembelit biasanya terjadi pada trimester I dan III, oleh karena adanya perubahan hormonal dan penekanan usus bagian bawah akibat pembesaran uterus.  Hal ini akibat efek pencernaan makanan yang cukup lama.  Adanya pemberian Zat besi pada ibu juga dapat mengakibatkan sembelit.  Namun hal ini tidak berbahaya, apabila tidak ada penyakit lain.

5.  Rasa Kencang di Perut ( Kontraksi )
Rasa kencang atau kontraksi yang dirasakan oleh ibu hamil namun tidak mengarah pada persalinan.  Biasanya timbul mulai minggu ke-20 hingga ke-22.  Kontraksi makin sering dengan meningkatnya usia persalinan.  Hal ini wajar terjadi namun apabila terjadi lebih dari enam kali dalam satu jam, tidak berhenti walaupun sudah istirahat dan minum air, maka dianjurkan agar konsul ke dokter.

6.  Nyeri Kepala
Nyeri Kepala saat hamil disebabkan oleh berbagai hal yaitu perubahan hormonal, tegang, lelah, kadar gula rendah, atau kombinasi beberapa faktor lain yang biasa terdapat pada ibu hamil.

7.  Nyeri Ulu Hati
Nyeri seperti ditusuk-tusuk yang biasanya terjadi pada trimester II dan III.  Hal ini akibat melemahnya katup pada lambung akibat proses hormonal yang menyebabkan makanan dapat masuk kembali ke kerongkongan.  Selain itu, pda Trimester III janin mulai membesar sehingga menekan lambung yang dapat juga menyebabkan nyeri tersebut.

8.  Nyeri Punggung / Pinggang Bawah
Nyeri yang biasa terjadi pada ibu hamil akibat perubahan postur ibu, pengingkatan ukuran dan berat rahim, pembesaran janin, regangan otot, dan sendi panggul.  Kesemuanya itu memang dipersiapkan untuk kehamilan dan persalinan dari janin tersebut.  Namun efeknya ibu tersebut menjadi mudah terserang nyeri punggung bawah.

9.  Varises
Peningkatan tekanan dalam panggul atau diafragma dapat meningkatkan tahanan terhadap pembuluh darah balik ( vena ).   Hal ini dapat menyebabkan terjadinya varises ( pelebaran pembuluh darah vena ) yang dapat terjadi di tungkai bawah dan bibir kemaluan yang biasanya terdapat nyeri.

10.  Kaki Kram
Kaki Kram adalah gejala yang biasa dialami ibu pada trimester ke II dan III.  Tekanan janin pada panggul mengakibatkan penurunan aliran darah ke kaki sehingga menimbulkan kram.  Biasanya terjadi di paha, kaki, dan tungkai.  Penyebab lain yaitu kurangnya asupan kalium, magnesium, dan kaslium dalam tubuh.

11.  Kaki Bengkak
BIasanya pada trimester akhir terjadi pembengkakan pada kaki yang diakibatkan oleh adanya pembesaran janin dan uterus yang menekan pembuluh darah, volume darah yang tambah meningkat, ditambah dengan aktivitas dari ibu hamil tersebut.  Biasanya kondisi ini membaik dengan istirahat di malam hari.

12.  Perubahan pada KulitBanyak sekali hal yang terjadi pada ibu hamil yaitu banyak timbul jerawat, timbul bercak hitam di pipi, kulit jadi agak kering dan kasar, timbul parut kehamilan, dan gatal-gatal.  Semuanya itu biasanya akibat adanya perubahan hormonal yang ada pada ibu hamil, serta adanya perubahan pada kondisi perut ibu.

13.  Sering Kencing
Gejala ini biasanya terjadi pada Trimester I dan Trimester III.  Pada awal kehamilan terjadi akibat perubahan hormonal yang menyebabkan otot uterus relaks mengerut dan menekan saluran kemih, sedangkan pada usia kehamilan lanjut akibat penekanan terhadap kandung kemih yang menyebabkan perasaan ingin kencing pada ibu hamil. Karena hal ini wajar terjadi maka tidak perlu terapi tambahan.  Namun apabila disertai dengan rasa nyeri pada saat kencing, maka segera konsultasikan ke dokter.
 
   


21-11-2011 00:00:58 Jual Acai berry Rp. 150.000
Jumlah Posts : 139
Jumlah di-Like : belum ada like

ACAI BERRY ABC, SUPLEMENT NUTRISI DIET



ACAI BERRY, BUAH KAYA MANFAAT!

    Acai Berry, nama latinnya adalah Euterpe Oleracea. Buah ini sedikit gelap dan berwarna ungu mirip dengan buah anggur. Para peneliti menemukan Acai Berry berisi lebih dari 300% dibandingkan antioksidan yang dikandung buah anggur atau blueberries. Tinggi antioksidan ini membuat Acai Berry sangat bermanfaat bagi kamu, khususnya sebagai penangkal radikal bebas.

    Selain itu, Acai Berry juga kaya akan Omega 6 dan Omega 9 sehingga diklaim berguna dalam mengurangi ancaman masalah jantung. Klaim yang tidak kalah penting yaitu Acai Berry berhasil menurunkan berat badan serta meningkatkan kesehatan reproduksi. Kamu juga akan menemukan lebih banyak zat berguna dalam Acai Berry - seperti fosfor, besi, kalsium, potasium, Vit-B1, Vit-B2, Vit-B3, Vit-C, dan Vit-E - mineral dan vitamin yang sangat penting bagi lengkap berfungsi dari tubuh

* Mempercepat metabolisme, membakar kalori dalam tubuh, melakukan detox (pengeluaran racun dari tubuh), meningkatkan energi, sekaligus merawat keindahan kulit anda
* Menimbulkan efek kenyang dan menekan nafsu makan karena kaya akan serat sekaligus memecahkan jaringan dan timbunan lemak yg membandel di tubuh anda, sehingga sangat efektif untuk membantu program diet!
* Bekerja EFEKTIF SEJAK PERTAMA KALI DIKONSUMSI karena berbentuk softgel, sehingga cepat diserap tubuh!

ATURAN PAKAI:
* Konsumsi 1 softgel sehari dengan air hangat, SESUDAH MAKAN PAGI (terutama untuk penderita maag!)
* Jangan mengkonsumsi lebih dari 1 sotgel dalam sehari
* Aman dikonsumsi usia 15 sampai 60 tahun
* Wanita hamil,, hipertensi atau penyakit renal, ayan, dan ada gangguan kardio / jantung dilarang mengkonsumsi.
* Sebaiknya tidak dikonsumsi selama sedang haid agar tidak mengganggu hormon.
* Tetap makan seperti biasa, dalam porsi kecil dan seimbang, dan perbanyak minum air putih
* Bebas Efek Samping Selama Di konsumsi Sesuai Anjuran.

Harga bisa berubah-ubah seturut perubahan harga dari importir saya

Satu pak isi 30 softgel @ Rp. 85.000
ambil banyak? silahkan hubungi saya 


OPEN RESELLER (tidak ada persyaratan)

Hubungi 0819 28 313 688 (johan)


Mengapa ABC Acai Berry?
- 100% bahan alami dengan campuran buah acai berry dan ramuan tumbuhan tradisional Chinese terpilih
- Tidak ada efek samping seperti pusing-pusing dan sering buang air besar. Sehingga tidak menggangu aktifitas rutin anda.
- Telah terbukti bahwa buah acai berry memiliki banyak kandungan yang sangat berguna bagi tubuh seperti omega6 dan omega9 yang berguna mengurangi ancaman jantung, dan juga kandungan lainnya seperti fosfor, kalsium, potassium, vit B1, vit B2, dll.
- Kaya akan serat sehingga membuat kita cepat merasa kenyang dan menahan nafsu makan dengan efektif.
- Dapat meningkatkan metabolisme tubuh dan perawatan kulit.
- Mampu menurunkan berat sampai dengan 40lbs (18kg) dalam waktu 4 minggu.

Anjuran program diet (turun 4-18kg):
1. Berkomitmen untuk melakukan program diet secara rutin sampai mendapatkan berat badan ideal
2. Konsumsi ABC Acai Berry pada saat bangun tidur (sebelum sarapan) setiap hari selama 30 hari / 1 bulan. Apabila berat badan telah turun seperti yang diinginkan, dapat berhenti untuk konsumsi.
3. Tetap menjalankan rutinitas sehari-hari sebagai mana adanya.
4. Berolah raga secara teratur
5. Perbanyak makan makanan yang berguna bagi tubuh dan rendah kandungan lemak seperti sayur-sayuran dan buah-buahan. Dan kurangi makanan yang mengandung lemak/kalori
6. Minum air putih 8-10 gelas setiap hari
7. Ukur berat badan 3-4 hari sekali. Dengan cara ini dapat melihat perbedaan secara rutin dan bertahap sampai berhasil mendapatkan berat badan yang diinginkan

=> Bagaimana Cara Membedakan ABC Accai Berry ASLI dan Yang PALSU . . . ???

1. Desiccant (Penyerap Lembab)
Desiccant (penyerap kelembapan) ABC Acai Berry yang asli adalah yang di foto sebelah kiri dengan menggunakan kualitas yang dapat dijamin. Tetapi desiccant ACB Acai Berry yang palsu menggunakan seperti yang disebelah kanan dengan kualitas rendah (poor quality)


2. Pressure Sensitive Seal (Segel Dalam Botol)
Segel dalam botol ABC Acai Berry yang asli menggunakan segel dengan rapi yang digunakan untuk menjaga kualitas softgel . Sedangkan ABC Acai Berry yang palsu tidak menggunakan segel


3. Softgel Laser Mark
Seperti yang bisa dilihat, softgel yang dibawah adalah softgel ABC Acai Berry yang asli dengan memiliki sifat glossy dan laser mark (tulisan) “ABC” terlihat proporsional tepat ditengah. Sedangkan ABC Acai Berry yang palsu memiliki tulisan “ABC” yang berada tidak ditengah atau miring kesamping


4. Outer Box (Kotak Luar)
Sebelah kiri adalah ABC Acai Berry yang asli dan yang kanan adalah yang palsu. Dari Foto diatas dapat dilihat bahwa kotak luar (outer box) ABC Acai Berry yang palsu berwarna kekuning-kuningan, jenis tulisan yang sedikit berbeda, dan memiliki segel plastik pada bagian penutup kotak


5. Cairan di Dalam Softgel
Cairan ABC Acai Berry Softgel yang asli adalah seperti disebelah kiri foto. Cairan yang asli berwarna coklat dan apabila disentuh ditangan akan dapat merasakan bubuk bahan alami dari ABC Acai Berry, sedangkan yang palsu hanya berwarna bening dan apabila disentuh ditangan akan seperti minyak




JAKARTA ONGKIR Rp. 5.000 (2 hari sampe)
UNTUK KOTA LAINNYA MENGIKUTI RATE TIKI JNE
UNTUK PEMESANAN SMS KE 0819 28 313 688
PROSEDUR PEMESANAN :
1. SMS ke 0819 28 313 688 untuk pemesanan dan konfirmasi total nilai yang harus ditransfer.
2. Transfer Pembayaran ke BCA, dan BNI
3. SMS nama dan alamat lengkap setelah transfer
4. Barang akan dikirim setelah konfirmasi pembayaran

   
Jumlah Posts : 850
Jumlah di-Like : 15

Gejala Kehamilan Tidak Pasti :

  • Tidak haid adalah gejala pertama yang dirasakan oleh seorang wanita yang menyadari kalau dirinya sedang hamil. Penting untuk dicatat tanggal hari pertama haid terakhir guna menentukan usia kehamilan dan memperkirakan tanggal kelahiran. Rumus sederhana menentukan tanggal kelahiran yaitu tanggal ditambah 7 sedangkan bulan dikurangi 3, dihitung dari tanggal pertama haid terakhir.
  • Mual dengan diikuti muntah ataupun tidak sering terjadi pada bulan bulan pertama kehamilan.
  • Mengidam atau menginginkan sesuatu baik itu makanan, minuman atau hal hal yang lain.
  • Gangguan buang air besar karena pengaruh hormonal.
  • Sering kencing terutama bila kehamilan sudah besar.
  • Kadang kadang wanita hamil bisa pingsan di keramaian terutama pada bulan bulan awal kehamilan.
  • Tidak ada nafsu makan, mungkin ada hubungannya dengan mual mual diatas.

Tanda Kehamilan Tidak Pasti :

  • Perubahan warna kulit menjadi lebih gelap dari sebelumnya yang kira kira terjadi diatas minggu ke 12 kehamilan.
  • Keputihan atau keluarnya cairan berlebihan dari vagina karena pengaruh hormonal.
  • Gusi bengkak terutama pada bulan bulan pertama kehamilan.
  • Perubahan payudara menjadi lebih tegang dan membesar.
  • Pembesaran perut terutama tampak jelas setelah kehamilan 14 minggu.
  • Tes kehamilan memberikan hasil positif.

Tanda Pasti Kehamilan :

  • Pada perabaan di bagian perut dirasakan adanya janin serta gerak janin.
  • Bila didengarkan menggunakan alat Doppler maka akan terdengar detak jantung janin.
  • Pada pemeriksaan USG dilihat gambaran janin.
  • Pada pemeriksaan rontgen terlihat gambaran rangka janin.

Barangkali rekan rekan masih bingung, mengapa disebut gejala atau tanda kehamilan tidak pasti, hal tersebut karena pada wanita yang mempunyai gejala atau tanda tanda kehamilan tidak pasti diatas masih ada kemungkinan mengalami kelainan lain yang memberikan gejala atau tanda yang sama. Misalnya pada wanita dengan pseudosiesis (wanita yang sangat menginginkan hamil) maka gejala gejala hamil diatas juga akan ia rasakan, walau sebenarnya wanita tersebut tidak hamil.

catataN : coba cek dengan test pak jika sudah lewat dr seminggu / 2 minggu
                 jika ibu penasaran cek di lab aja.

semoga membantu

salam

putri a.k.a zach mom's

   
Jumlah Posts : 18
Jumlah di-Like : 3
dear all bunda...

bunda aku mau nanya bagaimana sih ciri-ciri mau melahirkan?saya baca di artikel2 katanya seperti orang buang air besar,nah bagaimana membedakan mulas akan buang air besar dengan mulas akan melahirkan??? 
soalnya tetangga saya ada yang hamil 7 bulan dia mulas lalu buang air besar janinnya jatuh dan meninggal..
saya takut sekali bunda berhubung usia kehamilan saya sudah 8 bulan lebih...mohon info nya ya bunda,,terima kasih  

   
16-01-2009 13:17:42 biar ASI lancar
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10

IBU MENYUSUI PERLU TAMBAHAN ZAT GIZI

Zat gizi ibu di masa menyusui sangat berpengaruh untuk kualitas dan kuantitas ASI.

"Seringkali para ibu lebih mementingkan gizi makanan ketika sedang hamil, tapi tidak demikian saat menyusui. Padahal, tak hanya di waktu hamil, saat menyusui pun kebutuhan akan zat gizi jadi bertambah," ungkap DR. dr. Saptawati Bardosono, M.Sc., dari SEAMEO-TROPMED RCCN, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Mengapa? Karena ibu dituntut memproduksi ASI yang kuantitas maupun kualitasnya harus memadai selama 6 bulan. Oleh karena itu, kebutuhan gizi masa menyusui ini juga sangat penting. Jika ibu tidak memperhatikan hal ini tentu akan berpengaruh pada kualitas dan kuantitas ASI-nya.

Berikut ini adalah zat-zat gizi yang harus menjadi asupan ibu setiap hari.

* Kalori

Kebutuhan kalori ibu per hari harus terdiri atas 60-70 persen karbohidrat, 10-20 persen protein, dan 20-30 persen lemak. Kalori ini didapat dari makanan yang dikonsumsi ibu dalam sehari. Di masa menyusui, kebutuhan ini bertambah sebanyak 500 kalori dari keadaan normal. Jadi, bila ibu biasa makan sehari 3 kali, maka sekarang harus jadi 4 kali. Boleh juga tetap sehari 3 kali, tapi dengan porsi yang lebih banyak.

Tambahan kalori ini harus ada karena dalam 6 bulan pertama ibu harus menghasilkan 750 cc ASI per hari. Untuk 6 bulan kedua lebih sedikit lagi, sekitar 600 cc ASI per hari. Jumlahnya jadi lebih sedikit karena di usia itu bayi sudah mendapat tambahan makanan lain, sehingga kebutuhan mengisap ASI-nya sudah tidak terlalu banyak lagi. Sementara itu, jumlah ASI yang diproduksi juga tergantung pada seberapa sering payudara menerima rangsangan isapan bayi.

* Protein

Kebutuhan protein ibu dalam keadaan normal biasanya sekitar 40 gram per hari. Selama menyusui, untuk 6 bulan pertama kebutuhannya harus ditingkatkan sebesar 15 gram dan 6 bulan kedua sebanyak 12 gram. Dengan adanya tambahan protein ini diharapkan ASI yang dihasilkan mengandung protein berkualitas.

Bila ibu menyusui tak menambah asupan protein, maka selama produksi ASI berlangsung kebutuhan tambahan protein itu akan diambil dari protein ibu yang ada di ototnya. Akibatnya, ibu menjadi kurus. Secara alamiah, ibu memang akan merasa lapar sekali setelah menyusui bayinya. Ini karena protein dari tubuhnya ada yang diambil.

Zat protein yang dibutuhkan ibu menyusui bisa diperoleh dari makanan yang banyak mengandung protein, baik hewani, seperti daging, sapi, ayam, ikan, seafood, telur, atau susu dan juga nabati, seperti tahu, tempe, dan kacang-kacangan.

Tentunya dalam mengonsumsi protein ini, ibu tak perlu repot dengan menimbang besarnya tambahan protein tersebut, tapi cukup dikira-kira saja. Kalau biasanya dalam sekali makan ibu mengambil satu potong lauk, maka sekarang ditambah jadi dua potong.

* Lemak

Mungkin ada ibu yang takut gemuk bila zat lemaknya harus ditambah. Bagaimanapun, secara kuantitas, papar Tati, kebutuhan lemak tetap harus memenuhi proporsi kebutuhan kalori seharinya, yaitu sekitar 20-30 persen. "Kalau kebutuhan kalori ibu bertambah, otomatis kebutuhan gram lemaknya pun bertambah sesuai proporsi tadi."

Untuk bisa menghasilkan ASI berkualitas dibutuhkan zat-zat lemak tak jenuh ganda. Lemak ini dibutuhkan bayi untuk perkembangan otak dan retina matanya. Asam lemak tak jenuh ganda dalam ASI akan terbentuk bila ibu mengonsumsi bahan makanan seperti minyak jagung atau minyak biji kapas dan ikan dari peraiaran laut dalam, seperti haring atau salmon yang mengandung asam lemak tak jenuh.

* Mineral

Mineral dan vitamin termasuk mikronutrien, yaitu zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Pertambahannya pun bagi ibu menyusui tak begitu menonjol, karena yang dibutuhkan sedikit sekali, hanya dalam hitungan ukuran miligram atau bahkan mikrogram. Ini karena bagaimanapun, kandungan mineral dalam ASI biasanya konstan.

Namun bukan berarti kebutuhan mineral boleh diabaikan. Beberapa mineral yang pemenuhannya harus mendapat perhatian adalah zat besi. Zat besi yang berasal dari ASI mudah diserap bayi dibandingkan dengan zat besi yang terdapat pada susu sapi. Dari ASI, bayi bisa menyerap zat besi sebanyak 50 persen, sedangkan dari susu sapi sekitar 10 persen atau kurang. Oleh karena itu, ibu menyusui diharapkan banyak mengonsumsi makanan yang merupakan sumber zat besi, seperti hati, sumsum tulang, telur, dan sayuran berwarna hijau tua.

Selain itu, mineral lainnya yang sangat dibutuhkan adalah yodium. Ibu menyusui sebenarnya mudah memperolehnya dari garam yang beryodium. Ada lagi mineral lain yang dibutuhkan, walau sedikit, yaitu seng, magnesium dan selenium, yang bisa didapat dari makanan hewani.

* Vitamin

Ada dua macam vitamin, yaitu vitamin larut dalam lemak dan larut dalam air. Keduanya dibutuhkan untuk memenuhi standar kualitas ASI. Yang larut dalam lemak adalah vitamin A, D, E, dan K. Untuk vitamin K, bayi sebetulnya diharapkan dapat membentuknya sendiri di usus. Hanya saja, karena usus bayi baru lahir masih steril, maka biasanya asupan vitamin K didapat dari suplemen yang disuntikkan.

Vitamin A didapat bayi dari ASI. Untuk memenuhi kebutuhannya, ibu perlu mengomsumsi makanan hewani, seperti hati, maupun makanan nabati berwarna hijau tua atau kuning seperti wortel, jeruk, dan tomat.

Vitamin D didapat dari sinar matahari. Makanya ibu harus rajin berjemur bersama bayinya di pagi hari. Vitamin D yang dibentuk di tubuh ibu akan disalurkan pula kepada bayinya lewat ASI. Sedangkan vitamin E juga bisa didapat dari biji-bijian, kacang-kacangan, dan serealia.

Sementara dari jenis vitamin yang larut dalam air, yang paling banyak dibutuhkan adalah vitamin C. Pasokan vitamin ini ikut mempengaruhi jumlah ASI yang dapat dikeluarkan. Oleh karena itu, ibu menyusui harus cukup mendapat vitamin C. Konsumsinya tak perlu berlebihan, sehari hanya sekitar 60 -120 mg. Jadi konsumsi vitamin C dosis tinggi sebesar 500 atau 1.000 mg sebetulnya mubazir, karena kelebihannya akan dikeluarkan lewat air seni.

Selain itu, ibu juga membutuhkan berbagai vitamin B, seperti vitamin B6 dan vitamin B12 agar ASI-nya pun mengandung cukup vitamin B. Pada bayi, vitamin ini berfungsi sebagai regulator terjadinya metabolisme dalam tubuh untuk menghasilkan energi bagi pertumbuhannya.

Dari hasil penelitian, keberadaan vitamin B6 pada ASI sangat bergantung pada jumlah vitamin B6 yang dimiliki ibu. Bila ibu kekurangan vitamin B6, sudah pasti ASI-nya juga tidak cukup mengandung vitamin ini. Vitamin B6 banyak terdapat antara lain pada sayuran berwarna hijau tua dan daging.

SUSU DAN SUPLEMEN MAKANAN 

Adakalanya ibu tak suka makan terlalu banyak lauk dan mengantikannya dengan asupan susu. Menurut Tati, hal ini tidak mengapa karena ibu bisa mendapatkan zat protein yang dibutuhkannya dari lemak susu. Namun demikian, ada baiknya asupan karbohidrat juga diperhatikan, misalnya dengan mencampurkan susu dengan sereal. Kalau tidak, ibu bisa kekurangan karbohidrat dan pola makannya jadi tidak seimbang karena asupan proteinnya jadi lebih banyak. Jika berlangsung terus-menerus, metabolisme tubuh ibu akan terganggu.

Pola makan yang tidak seimbang juga bisa diatasi dengan menyantap suplemen makanan. Namun, Tati mengingatkan, suplemen hanya bisa mencukupi kekurangan asupan vitamin dan mineral. Kalau memang ibu yakin bisa mendapatkan kebutuhan zat gizi dari makanan, tak perlulah mengonsumsi suplemen. Disamping itu, suplemen juga sudah melalui proses kimiawi yang jika terakumulasi dalam tubuh bisa saja menimbulkan efek negatif. Lain halnya dengan makanan segar yang lebih natural.

MENGHINDARI KEGEMUKAN 

Adanya tambahan kebutuhan gizi dengan porsi tambahan makan, diakui Tati, tentu berdampak pula bagi ibu. Kalori ibu akan bertambah, sementara kerja ibu hanya menyusui dan mungkin tidak banyak bergerak. Otomatis kemudian berat badan akan meningkat karena lemaknya bertambah.

Untuk menghindari terjadinya kegemukan, sebaiknya ibu melakukan latihan gerak badan atau olahraga, seperti lari, aerobik, atau body language. Olahraga ini akan membakar kalori sehingga tak terjadi penumpukan lemak dalam tubuh. Bila kondisi ibu baik, latihan cukup dilakukan 15-30 menit dalam sehari.

Tati tidak menganjurkan ibu menyusui berdiet menguruskan badan. Kecuali memang kelebihan berat badannya besar sekali. Selain melakukan latihan olahraga, bolehlah ia menurunkan asupan kalorinya, tapi tidak boleh lebih rendah dari 1.800 kalori per hari. Bagaimanapun, kebutuhan zat gizi semasa menyusui lebih besar daripada semasa hamil.

UNTUK MEMPERLANCAR ASI

Daun-daun tertentu memang sudah terbukti dapat memperlancar produksi ASI, seperti halnya daun katuk atau daun lain yang berwarna hijau pekat. "Namun sayuran lain yang banyak mengandung vitamin dan mineral juga akan merangsang dan meningkatkan produksi ASI," Kata Tati.

Diakuinya, kini pun sudah banyak obat pelancar ASI dalam bentuk kaplet, sehingga lebih praktis. Menurutnya tak masalah kaplet ini dikonsumsi, karena sudah melalui riset dan sudah diperhitungkan dosis amannya. Hanya saja, selain masalah harga, juga tak dapat dinikmati rasanya. Jadi, alangkah baiknya jika daun-daunan itu dimakan masih dalam bentuk aslinya.

MAKANAN YANG BOLEH & TAK BOLEH 

"Makanan yang dianjurkan semasa menyusui tentunya yang memenuhi kebutuhan semasa itu. Sehari makan 3 kali makanan utama dengan porsi nasi dan lauk pauk yang diperbanyak. Untuk memenuhi kebutuhan kalori yang bertambah, jangan lupa makan makanan selingan, berupa susu dan buah. Juga harus minum sebanyak-banyaknya," papar Tati. Sementara kebutuhan akan cairan bisa didapat dari makanan dan minuman. Bisa berupa sayuran, jus buah, susu, dan sebagainya.

Sebetulnya, ungkap Tati, ibu menyusui tidak pantang makanan apa saja. Yang penting harus diperhatikan adalah pola makan yang seimbang. Lalu bagaimana dengan bahan makanan berikut ini?

* Buah durian dan nangka

Selama menyusui, buah-buahan seperti nangka dan durian menurut Tati, sebetulnya tidak dilarang untuk dikonsumsi, tapi memang perlu dibatasi. Asal tahu saja, konsumsi buah-buahan yang rasanya sangat manis, seperti anggur dan rambutan juga perlu dibatasi karena mengandung kalori tinggi. Jadi, yang penting proporsional, jangan kebanyakan.

Pada orang-orang tertentu, kalori tinggi yang tersisa akan disimpan dalam tubuh sehingga kadar gulanya berlebihan. Selain itu, sisa kalori juga akan disimpan menjadi lemak sampai akhirnya bisa berlebihan. Akibatnya tentu akan lebih panjang lagi, bisa menganggu sistem sirkulasi darah dan jantung. Pengaruhnya ke ASI mungkin tidak ada.

Jadi, kalau memang ibu menyusui ingin menyantap kedua buah-buahan ini maka proporsinya harus diperhitungkan. Apalagi, durian dan nangka mengandung alkohol. Jika alkohol yang memabukkan dikonsumsi oleh bayi melalui ASI, maka sebagai efeknya bayi bisa rewel, hiperaktif atau sebaliknya lesu.

* Kopi

Ibu boleh saja tetap minum kopi semasa menyusui. Namun, jumlahnya perlu dibatasi, yaitu tak lebih dari dua cangkir dalam sehari. Lebih dari itu, dikhawatirkan zat kafein yang terdapat pada kopi terikut dalam ASI dan terminum oleh bayi.

Zat kafein yang bersifat stimulan sebetulnya bisa membuat orang yang mengonsumsinya menjadi segar. Pada bayi, kafein ini akan menstimulasi semua metabolismenya menjadi lebih cepat. Akibatnya, jantung bayi berdenyut lebih cepat, ginjal bekerja lebih keras, dan air kencing akan lebih banyak. Kondisi ini tentu tidak baik bagi bayi. Selain kopi, beberapa produk soft drink juga mengandung kafein. Oleh karena itu, ibu menyusui harus betul-betul menaruh perhatian.

* Teh

Minum teh bagi ibu menyusui tak jadi masalah. Memang, di dalam teh terkandung zat tanin. Efeknya menghambat penyerapan zat besi. Namun, zat ini dianggap tidak terlalu membahayakan.

* Tape

Yang dikhawatirkan dari makanan ini adalah kandungan alkohol dan kalorinya yang sangat tinggi, hampir sama seperti durian dan nangka.

* Food allergen

Makanan-makanan yang dapat menyebabkan alergi umumnya mengandung protein berkadar tinggi, seperti seafood. Nah, untuk itu, ibu menyusui perlu hati-hati dengan seafood, seperti udang atau cumi. Jika setelah mengonsumsi makanan laut, ASI yang dihasilkan membuat kulit bayi gatal atau merah-merah, berarti ia mengalami alergi. Sebaiknya ibu segera menghentikan konsumsi jenis makanan tersebut.

* Makanan pedas

Sebetulnya tak masalah jika ibu menyusui mengonsumsi makanan pedas. Toh, rasa pedas ini tidak akan keluar lagi bersama ASI. Juga, cabai merupakan jenis sayuran yang banyak mengandung vitamin C.

* Ketan

Makanan ini merupakan sumber karbohidrat, tetapi beda halnya dengan beras, ikatan molekulnya lebih kompleks sehingga lebih sulit dicerna. Akibatnya, untuk sampai menghasilkan energi dibutuhkan waktu yang lebih lama. Namun demikian, tak masalah bila ibu menyusui mengonsumsinya.

* Makanan berserat

Makanan yang kaya serat seperti sayuran dan buah, sebetulnya akan memperlancar pencernaan. Namun demikian, jumlah yang dikonsumsi harus proporsional. Jika terlalu banyak, maka bayi bisa susah buang air besar.

* Makanan kaleng

Meskipun enak, makanan dan minuman kaleng sebaiknya dihindari. Jika makanan itu berupa ikan laut, misalnya, proses pengawetan akan membuat zat protein yang dikandungnya mengalami perubahan. Padahal protein yang dikonsumsi ibu nantinya akan disalurkan kepada bayi bersama ASI. Zat protein yang sudah berubah itu sangat mungkin menyebabkan bayi alergi.

* Obat-obatan

Pada saat berobat ke dokter, pastikan bahwa ibu menjelaskan statusnya yang tengah menyusui. Dengan begitu, dokter tidak akan memberinya obat-obatan yang akan membahayakan bayi apabila terproses bersama ASI. Misalnya, obat batuk yang mengandung zat penenang. Bila sampai terkonsumsi, bayi bisa jadi lesu dan mengantuk. Selain itu, ada obat-obatan yang dapat menimbulkan ketergantungan. Obat jenis ini sangat berbahaya jika sampai terkonsumsi bayi

9 MITOS MENYUSUI DAN FAKTANYA

Katanya ASI bisa kurang kalau si bayi rakus. Bagaimana faktanya? Dr. Rudy Firmansjah B. Rivai, Sp.A dari Rumah Sakit Anak dan Bersalin (RSAB) Harapan Kita Jakarta menjelaskannya kepada kita.

1. ASI BELUM KELUAR PADA HARI PERTAMA SEHINGGA PERLU DITAMBAH CAIRAN LAIN

Salah. Memang, banyak ibu yang mengalami kesulitan menyusui di hari pertama dan mengeluhkan ASI-nya tidak bisa keluar. Namun tak perlu cemas karena di hari pertama, selain bayi belum memerlukan cairan tambahan, di dalam tubuhnya pun masih ada cadangan cairan yang cukup.

ASI sendiri terdiri atas 88% air. Jadi, kebiasaan memberi cairan seperti susu formula, air putih, teh manis kepada bayi baru lahir tentu kurang tepat. Di banyak negara tindakan ini sudah menjadi kebiasaan dengan alasan agar bayi tidak rewel atau sekadar menghilangkan hausnya. Ditambah lagi, bila cairan itu diberikan dengan dot, selain refleks mengisap bayi jadi tidak terasah, ia juga berisiko bingung puting.

2.ASI TIDAK BISA MEMUASKAN BAYI "RAKUS"

Salah. ASI bisa mencukupi semua kebutuhan asupan makanan dan minuman bayi hingga bayi berusia 6 bulan. Rata-rata kebutuhan cairan bayi pada minggu pertama sekitar 80-100 ml/kg per hari, dan meningkat menjadi 140-160 ml/kg pada usia 3-6 bulan. Semua itu cukup dipenuhi hanya dengan ASI. Bahkan bagi bayi superrakus sekalipun.

Sebuah penelitian menyebutkan, 98 ribu dari 100 ribu ibu yang mengatakan produksi ASI-nya kurang, ternyata memiliki cukup ASI. ASI tidak bisa berproduksi secara optimal karena manajemen laktasi yang kurang baik. Misalnya, tidak tahu posisi menyusui yang tepat, stres, terpengaruh mitos-mitos menyusui, kurang istirahat, dan lain-lain.

ASI yang dikeluarkan, baik dari payudara kanan maupun kiri, sama-sama mengandung foremilk dan hindmilk atau dengan kata lain memiliki komposisi yang sama. Jadi, salah kalau ada yang menganggap payudara kanan mengandung makanan dan yang kiri minuman. Puaskan bayi pada satu payudara selama kira-kira 15 menit. Bila masih belum puas, barulah pindahkan lagi ke payudara pertama.

3.PAYUDARA KENDUR GARA-GARA MENYUSUI

Tidak ada hubungannya. Kendur tidaknya payudara tidak ada hubungannya dengan pemberian ASI. Biang keladi perubahan payudara adalah kehamilan itu sendiri. Saat hamil hormon-hormon membuat payudara penuh berisi ASI. Ukuran payudara pun terlihat lebih besar dari biasanya. Nah, pascamenyusui, ukuran payudara kembali normal. Akibatnya, otot-ototnya pun mengendur dan membuat payudara sedikit kendur.

Hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Lewat pijat atau senam payudara keindahan bentuk payudara bisa dipertahankan. Pilih juga bra yang tepat agar bisa membuat bentuk payudara tidak kendur. Selain itu, menyusui juga bisa memproteksi payudara dari serangan kanker payudara. Penelitian membuktikan, risiko terkena kanker mengecil jika ibu menyusui anaknya.

4. SULIT TURUNKAN BB JIKA MENYUSUI

Salah. Konon, menyusui membuat nafsu makan ibu bertambah lahap, sehingga sulit mengatur berat badan. Ini tidaklah tepat. Sebuah penelitian menyebutkan, menyusui dapat membantu ibu menurunkan berat badan lebih cepat. Kala menyusui timbunan lemak yang terjadi pada waktu hamil diubah menjadi energi. Sebaliknya, timbunan lemak ini sulit disingkirkan jika ibu tidak menyusui.

5.UKURAN PAYUDARA TENTUKAN BANYAKNYA ASI

Salah. Banyak tidaknya ASI tidak ditentukan oleh besar kecilnya payudara, tapi tergantung seberapa banyak kelenjar pembentuk air susu. Payudara berukuran besar kanan bergizi yang cukup dan seimbang.

Bahkan menyusui bisa memberi perlindungan terhadap zat kimia beracun tertentu. Pada kecelakaan kebocoran reaktor di Chernobyl, didapat fakta bahwa kadar zat radio aktif dalam ASI jauh lebih sedikit daripada dalam tubuh ibu. Para ahli pun berkesimpulan, ada mekanisme tubuh tertentu yang menyaring racun sehingga konsentrasinya dalam ASI sangat rendah.

7.BANYAK BERISTIRAHAT BISA MENAMBAH PRODUKSI ASI

Kurang tepat. Mitosnya saat istirahat produksi ASI akan berjalan lancar. Ini tidak sepenuhnya benar. Yang betul makin sering ASI diberikan, makin banyak pula ASI dihasilkan. Produksi ASI meningkat seiring dengan gerakan mengisap. Sebaliknya, jika dihentikan maka lambat laun produksi ASI pun berkurang. Itulah mengapa, berikan ASI atau pompalah secara teratur. Jangan lupa untuk merawat dan memijat payudara agar produksi ASI tetap lancar.

8.TIDUR BAYI LEBIH LELAP JIKA MINUM SUSU FORMULA

Tidak tepat. Memang, bayi-bayi yang diberikan susu formula cenderung tidur lama. Penyebabnya, susu formula umumnya tidak dapat dicerna dengan cepat, sehingga efek rasa kenyangnya lebih lama dan tidurnya pun terkesan lebih lama. Tapi kuantitas tidak menjamin kualitas. Jadi, tidak ada perbedaan kualitas tidur antara bayi peminum ASI dan susu formula.

9.MENYUSUI TANGKAL KEHAMILAN

Tidak sepenuhnya salah. Sebuah riset mengemukakan, menyusui bisa menurunkan kesuburan. Pada ibu yang tidak menyusui, kesuburan biasanya muncul kembali dalam 4-6 minggu pascapersalinan. Pada ibu menyusui, rentangnya bisa lebih lama, karena proses ovulasi terhambat.

Saat menyusui produksi hormon prolaktin meningkat. Hormon ini cukup efektif menghambat ovulasi, menstruasi pun menjadi tertunda. Itulah mengapa, kala menyusui, tubuh tak mampu menghasilkan sel telur matang. Walhasil, sperma yang masuk tidak akan menemukan "pasangan"nya. Kehamilan pun tidak akan terjadi atau disebut KB alami, yang sering diistilahkan LAM (Lactation Amenorrhoe Methode).

Meskipun efektivitasnya mencapai 98%, menyusui tidak menjamin ibu tidak hamil. Karena persyaratan menyusui sebagai KB alami sangat ketat, di antaranya ASI harus diberikan secara eksklusif. Frekuensi pemberiannya harus diatur, 10 kali dalam satu hari, disamping banyak syarat lain yang harus dipenuhi. Risiko kehamilan tetap besar jika ibu tidak bisa mematuhi syarat-syarat tersebut.

   
22-11-2008 13:52:19 Nyetir mobil selama hamil
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10
MENYETIR SELAGI HAMIL, BOLEH, KOK ! Asalkan dikonsultasikan dulu ke dokter kandungan, ya, Bu. Di samping, kehamilannya tak berisiko tinggi. Banyak wanita sekarang lebih suka mengendarai mobilnya sendiri kala bepergian. Alasannya, lebih mudah untuk aktif bergerak dari satu tempat ke tempat lain tanpa harus bergantung pada orang lain yang membawanya. Dilema timbul saat si wanita hamil. Sebagian besar ingin tetap menyetir mobil supaya kemandirian untuk mobile tetap terjaga. Di lain pihak, dalam kondisi hamil, timbul kekhawatiran untuk berada di belakang setir. Lagi pula jika perut makin membuncit, sabuk pengaman tak lagi cukup dilingkarkan. Namun demikian, tak perlu terlalu khawatir, kok, Bu. Menurut dr. Hj. Hasnah Siregar, SpOG, menyetir mobil selagi hamil boleh-boleh saja. Tentunya tak sebebas mereka yang tidak hamil. "Wanita hamil mengalami perubahan fisik dan psikologis. Nah, ini menjadi pertimbangan sebelum memutuskan untuk mengendarai mobil sendiri." Contoh, ketika hamil, wanita mengalami pembesaran rahim yang membuat perut jadi "gendut". Otomatis jarak dinding perut dengan setang kemudi jadi makin dekat. "Ini yang patut diperhitungkan, karena bila terjadi pengereman mendadak atau tabrakan, bisa terjadi benturan. Benturan ini dapat menyebabkan trauma pada dinding perut atau rahim. Bisa terjadi perdarahan atau ketuban pecah dini," jelas ahli kebidanan dan kandungan dari RSAB Harapan Kita, Jakarta ini. Jadi, tandasnya, ada baiknya jika sedang hamil si ibu tak mengemudi sendiri. Meski, ini juga bukan harga mati. Artinya, boleh saja wanita tetap memilih mengemudi sendiri, asalkan kesehatan dan kehamilan calon ibu benar-benar dalam kondisi baik. Mengingat setiap wanita hamil punya kondisi yang berbeda-beda. "Tapi memang sebaiknya sebelum menyetir, konsultasikan dulu ke dokter kandungan dan patuhi hal-hal yang dilarang ataupun yang disarankan," kata Hasnah lagi. YANG DILARANG Meski demikian, ada beberapa kondisi kehamilan yang membuat seorang ibu benar-benar tak dianjurkan untuk menyetir. Kondisi itu, salah satunya bila kehamilan si ibu termasuk berisiko tinggi. Misal, sering keguguran, ari-arinya ada di bawah, punya penyakit darah tinggi, diabetes atau ginjal, dan semua penyakit yang bersifat patologis. "Dari minggu-minggu pertama pun kalau si ibu memiliki kondisi demikian harusnya tidak menyetir lagi," bilang Hasnah. Bagaimanapun, lanjutnya, pada ibu-ibu yang memiliki penyakit di atas, umumnya kondisinya cepat lelah. Tentunya sangat membahayakan jika ia harus menyetir sendiri. Sedangkan pada ibu hamil yang ari-arinya di bawah, maka sedikit benturan saja dikhawatirkan akan membuat trauma pada plasentanya. Sementara pada ibu yang kondisinya memungkinkan, artinya dokter kandungannya membolehkan untuk menyetir, Hasnah juga menganjurkan untuk tidak menyetir pada usia kehamilan terlalu muda atau terlalu tua. "Waktu yang aman, biasanya pada usia kehamilan 18-24 minggu. Kalau pada awal kehamilan, janin masih fragile, sangat sensitif terhadap guncangan." Ini berarti, lebih baik ibu jadi penumpang saja, itu pun harus meminta pada sopir untuk berjalan pelan-pelan dan menghindari jalan yang jelek serta berlubang. Sedangkan di usia 7 bulan, pada kondisi ini sama sekali tak disarankan untuk mengemudi. "Karena perut dan setir sudah mepet. Lagi pula, safety belt biasanya sudah tak muat lagi. Padahal safety belt amat esensial untuk dikenakan, apalagi di waktu hamil." Selain itu, karena kondisi perut dan setir yang sudah mepet, sedikit benturan saja dapat menyebabkan trauma pada plasenta dan janin. Yang perlu disadari pula, mengemudi dalam keadaan hamil bukanlah hal mudah dan menyenangkan, karena dilakukan dalam keadaan "tidak biasa". Seandainya ibu-ibu boleh mengemudikan mobil sekalipun, ada beberapa hal yang patut mendapat perhatian. Apa saja? Persyaratan Mengemudi Selagi Hamil * Seat Belt Sabuk pengaman harus selalu digunakan, entah saat menyetir mobil sendiri atau kala jadi penumpang. "Kalau dikenakan dengan benar, akan melindungi ibu dan janinnya," kata Hasnah memastikan. Cara memakainya, sabuk bagian pinggang harus dilingkarkan dengan nyaman di bawah perut yang paling menonjol melingkar sepanjang pinggul. Sedangkan sabuk bagian atas harus di atas bagian perut yang paling menonjol. Jangan memakai sabuk menyilang di perut yang menonjol karena sentakan mendadak dapat mencederai plasenta. Tubuh ibu dan cairan ketuban di kandungan memang memberikan bantalan dan perlindungan bagi janin. Ini berarti cara terbaik melindunginya adalah melindungi tubuh ibu sendiri dengan mengenakan sabuk pengaman pada posisi yang tepat. * Cara Mengemudi Ibu hamil yang menyetir sendiri harus lebih tenang dan waspada saat membawa mobilnya. "Jangan cepat emosi. Pandai-pandailah memilih jalan, jangan yang berlubang atau banyak gundukan," saran Hasnah. Hindari menyetir di waktu malam, karena ibu hamil biasanya cepat lelah dan kondisi lebih cepat menurun lewat senja hari. * Jarak Tempuh Jarak perjalanan yang terlalu jauh juga harus dicermati. Selain membuat pegal saat duduk mengemudi, juga mengurangi daya tahan tubuh. "Usahakan jangan lebih dari satu jam, karena orang hamil sering kencing." Nah, bila dirasa sudah terlalu jauh berjalan atau jalan sangat macet, pinggirkan mobil di tempat yang aman atau cari restoran. Manfaatkan untuk buang air kecil dan beristirahat. * Parkir Parkir mobil juga harus diperhatikan. Jangan memaksa parkir di tempat yang penuh karena akan menyulitkan pada saat keluar dari mobil. "Sayangnya di Indonesia sangat sedikit gedung-gedung yang menyediakan parkir khusus untuk wanita dan orang cacat. Padahal mereka seharusnya diberi kemudahan untuk parkir. Biasanya ditaruh di paling depan," jelas Hasnah. Nah, untuk memarkir ini, sarannya, carilah parkir yang masih memungkinkan pintu dapat dibuka lebar-lebar untuk memudahkan masuk dan keluar dari mobil. * Keadaan Darurat/Tabrakan Meski tak diharapkan, jangan lupa bersiap-siap menghadapi mogok atau keadaan darurat. Jika ban kempes, minta pada orang lain untuk menolong membantu menggantikan. Jika terjadi tabrakan, "Dalam kasus tabrakan ringan sekalipun, meski kelihatannya tidak apa-apa, tetap harus diperiksakan ke dokter," tegas Hasnah. Ditabrak dari belakang, misal, bisa memberikan benturan cukup parah. Tubuh seorang ibu memang bisa melindungi plasenta, tapi bila sentakannya cukup parah, plasenta dapat cedera atau bahkan lepas seluruhnya dari rahim. Bila terjadi tabrakan cukup parah, segera ke rumah sakit terdekat dan jangan lupa memberi tahu jenis darah dan rhesus (negatif) supaya tak terjadi hemolisa. Bila timbul flek atau perdarahan selama mengemudi, segera pinggirkan mobil, pakai pembalut atau tutupi dengan handuk. Selanjutnya segera belokkan mobil ke rumah sakit terdekat.
   
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10
Frekuensi buang air besar (BAB) dan kecil (BAK) bayi berkaitan erat dengan asupan yang masuk. Buktinya, antara bayi yang mendapat ASI dan tidak berbeda pula frekuensi pup dan pipisnya. Kok bisa seperti itu? Lalu, bagaimana frekuensi yang normal? Simaklah penjelasan dari dr. Eva J. Soelaeman, SpA. BAYI YANG MENYUSU ASI: Usia 0-6 Bulan: Frekuensi BAB normal: Sehari 1-7 kali atau bahkan hanya 1-2 hari sekali. Dengan catatan berat badan bayi terus bertambah sesuai grafik normal yang tertera pada Kartu Menuju Sehat/KMS. Jika yang terjadi sebaliknya, si kecil harus menjalani pemeriksaan dokter. Frekuensi BAB tidak normal: * Setelah 2 hari tidak BAB atau BAB tiga hari 1 kali. Kondisi ini perlu dikonsultasikan pada dokter. Biasanya dokter akan melihat kondisi perut bayi, kembung atau tidak, keadaan feses, berat badan, dan tumbuh kembang bayi. Beberapa kemungkinan penyebab bayi jarang BAB adalah: * Faktor makanan ibu. Misal, ibu menyusui sedang mengonsumsi obat-obatan/jamu. Akibatnya bayi yang memperoleh asupan makanan dari ASI ibu ikut "merasakan" dampak obat itu. Asal tahu saja, beberapa obat/jamu bisa membuat gerak/kerja usus menjadi lambat. Kondisi ini yang pada akhirnya membuat bayi mengalami sembelit. * Masalah pada sistem pencernaan bayi. Misal, ususnya tersumbat atau melintir. * Lebih dari 7 kali sehari. Frekuensi BAB yang lebih sering dari biasanya dapat disebabkan faktor makanan ibu. Contoh, ibu menyusui yang mengonsumi makanan pedas atau makan yang mengandung serat tinggi dapat membuat bayinya jadi lebih sering pup. BAYI YANG TIDAK MENYUSU ASI Usia Usia 0-6 bulan Frekuensi BAB yang normal: Sekitar 3-4 kali sehari sampai hanya 1-2 hari sekali. Kenapa frekuensi BAB-nya lebih jarang dari bayi yang menyusu ASI? ASI seperti diketahui sangat mudah dicerna oleh bayi. Namun tidak begitu dengan susu formula yang lebih sulit dicerna dan diserap oleh sistem pencernaan bayi. Inilah yang menyebabkan kenapa bayi yang menyusu ASI jarang mengalami kegemukan, sementara "bayi susu formula" kerap kelebihan berat badan. Frekuensi BAB yang tidak normal: Bila feses bayi encer dan frekuensinya lebih dari 10 kali per hari disertai penurunan berat badan. Usia 6 bulan ke atas Frekuensi BAB normal: Biasanya 3-4 kali sehari atau 2 hari sekali. Setelah anak menginjak 4 tahun, frekuensi BAB-nya sudah seperti orangtuanya, yakni satu sampai dua kali sehari. Frekuensi BAB tidak normal: * Lebih dari 4 kali sehari disertai gejala-gejala lain. Misalnya, bayi BAB sampai 6 kali sehari. Ini bisa dijadikan alarm bagi orangtua bahwa kondisi si kecil sedang tidak sehat. Coba perhatikan apakah bayi juga rewel atau gelisah? Jika ya, kemungkinan ada sesuatu yang tidak beres pada pencernaannya. Untuk menelusuri penyebabnya, ingat-ingat apa menu makanannya hari itu hingga 2 hari sebelumnya; apakah terlalu banyak serat? Terlalu banyak diberi buah/sayuran mungkin. Bayi yang terlalu banyak mengonsumsi serat berpotensi untuk lebih sering BAB dan akhirnya menjadi kurus. Sebab apa yang dikonsumsinya lebih banyak yang dikeluarkan ketimbang yang diserap. Dua kali dalam kurun waktu tujuh hari atau kurang. Kemungkinan bayi mengalami konstipasi/sembelit atau pemampatan feses di usus besar. Hati-hati, jika feses yang keras membuat anusnya luka dan si kecil mengalami trauma sehingga enggan untuk buang air besar yang berikutnya. Penyebab konstipasi: * Bisa jadi bayi terlalu banyak minum susu dan kurang mendapat makanan padat serta kurang minum air putih. * Kurang serat/kurang mengonsumsi sayuran atau buah-buahan. Cara mengatasinya, penyebab pertama bisa diatasi dengan mengurangi asupan susu formula pada bayi dan menggantikannnya dengan memperbanyak asupan makanan padat sesuai usianya. Sementara yang kedua, tentu bayi harus lebih banyak diberi makan buah-buahan, sayuran, dan tak lupa banyak minum air putih. Bila kondisi ini tidak mengalami perbaikan, amat bijak bila si kecil diperiksakan ke dokter. FREKUENSI BAK Dalam sehari, normalnya bayi buang air kecil sekitar 3-4 kali. Namun, sebetulnya frekuensi BAK tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Jika lebih dari itu oke-oke saja. Kecuali bila pipisnya sangat sering (lebih dari 10 kali/hari) atau jarang sama sekali. Dalam artian selama tidak ada tanda-tanda dehidrasi atau bayi menjadi lesu dan rewel, tak perlu terlalu mempermasalahkannya. Apalagi sampai khawatir bayi terkena diabetes militus karena DM pada anak, apalagi bayi sangat jarang terjadi. Namun waspadai bila frekuensi BAK bayi jarang/menjadi jarang. Misalnya, satu hari hanya sekali padahal biasanya bisa 4 kali. Atau sejak lahir si kecil memang jarang pipis padahal asupan cairannya mencukupi. Beberapa penyebab frekuensi BAK yang jarang adalah: 3 Bayi mengalami kekurangan cairan. Ini bisa karena ibu yang menyusui kurang banyak minum atau bayi sedang mengalami muntah-muntah atau berkeringat berlebihan. Kondisi seperti ini dapat diatasi dengan banyak memberi asupan cairan pada bayi. Ibu menyusui, misalnya, mesti banyak minum. Namun untuk kasus muntah-muntah, sebaiknya bayi segera dibawa ke dokter untuk mencari penyebabnya dan mencegahnya dari dehidrasi. 3 Pada bayi laki-laki, coba perhatikan ujung kulupnya apakah terlihat kecil atau tidak. Bila ya, bisa jadi ia mengalami phymosis (ujung kulup kecil) sehingga menyebabkannya jarang BAK. Sebagai solusi biasanya dokter akan melakukan pembesaran dengan cara sunat. Kondisi ini perlu diatasi segera karena jika dibiarkan bisa menimbulkan infeksi pada saluran kencing bayi. 3 Sukar pipis pada bayi perempuan bisa disebabkan infeksi pada organ intimnya meski bisa juga BAK-nya justru jadi lebih sering. Sebagai pecegahan, sehabis BAK, lubang kencing dan daerah sekitarnya mesti langsung dibersihkan. Sisa air seni bisa mengendap di lipatan-lipatan sekitar kelaminnya dan menimbulkan infeksi. Perha-tikan juga teknik menceboki. Jangan menceboki dari arah belakang ke depan namun dari depan kebelakang. Ini dimaksudkan agar kotoran dari anus tidak terbawa ke vagina.
   
07-04-2008 17:05:04 Dokter Anak
Jumlah Posts : 5
Jumlah di-Like : belum ada like
Masalah yang biasa ditemukan dengan Dokter Anak

( Jumat, 10/08/2007 11:18 )



COMMON PROBLEMS IN PEDIATRICS



Beberapa negara, terutama negara maju, telah menerapkan konsep partnership atau kemitraan antara dokter dan konsumen medis (pasien). Kondisi ini suka atau tidak suka masih belum membudaya di negara kita, Indonesia. Sistem yg berlaku relatif paternalistik. Sementara itu di era komunikasi ini, konsumen banyak sekali dibantu dengan kemudahan teknologi yg ada. Melalui internet, konsumen medis dapat belajar lebih jauh untuk memahami masalah kesehatan. Sehingga pasien yg aktif berpartisipasi dalam menangani masalah kesehatannya merupakan hal penting dalam layanan kedokteran yang baik. Karenanya, istilah Konsumen Medis jauh lebih tepat dibandingkan “pasien”. Konsumen terkesan lebih aktif dibandingkan dg pasien yg terkesan pasif dan pasrah. Ingat, sebagai konsumen medis/kesehatan, kita memiliki hak, bukan hanya kewajiban.



Apa hak konsumen kesehatan? Memperoleh informasi yang benar dan obyektif. Hal ini sesuai dengan tugas seorang tenaga kesehatan. Tugas dokter bukan hanya KURATIF (mengobati kondisi sakit), melainkan juga EDUKATIF PROMOTIF (penyuluhan kesehatan) dan upaya PREVENTIF (Pencegahan).



Apa kewajiban konsumen? Learn as much as possible. Salah satunya adalah mencari informasi, mempelajari dasar-dasar kesehatan dan mempelajari segala sesuatu perihal penyakit yang sedang dialami. Manfaatkan kemajuan teknologi yanga ada. Cari informasi kesehatan melalui internet, tetapi selektiflah memilih situs yang dipercaya. Be active, speak up terutama saat medical visit. Jika perlu cari 2nd opinion.



Topik pertemuan kali ini adalah berbagai masalah kesehatan yang umum terjadi pada anak. Selain demam, alasan terbanyak orangtua membawa anaknya ke dokter adalah batuk pilek, radang tenggorokan, dan diare. Orang tua panik, anak memperoleh berbagai macam obat yang belum tentu diperlukan, yang juga belum tentu tanpa efek samping. Sedihnya lagi, tak jarang anak diberikan antibiotik. Padahal sebagian besar penyebabnya adalah virus, yang tidak bisa "dilawan" oleh antibiotik.



Demam, batuk-pilek, radang tenggorokan, diare, merupakan kondisi langganan anak-anak. Pelajarilah, agar dapat bertindak dengan tenang dan rasional, agar tidak tergopoh-gopoh mengambil obat dan mengobati gejala-gejala tersebut.



Semoga melalui sharing dan materi ini kita, para orang tua, akan jauh lebih bijak dalam menyikapi masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak.



SLIDE 1. Common Problems in Pediatrics : Title

Peran seorang pasien (tepatnya konsumen medis) sangat berpengaruh dan menentukan dalam kinerja tenaga medis. Konsumen medis yang aktif berpartisipasi dalam menangani masalah kesehatannya, akan sangat membantu kinerja dokter dan tenaga medis lainnya. Terutama kinerja dokter untuk tetap berpegang pada prinsip pola pengobatan yang rasional (Rational Use of Drugs / RUD) . Pola pengobatan yang rasional adalah AMAN dan COST EFFECTIVE. Perlu kita ketahui banyak faktor yang berperan dalam pemberian obat. Paling tidak ada 3 faktor yang dominan berperan kuat, yaitu dokter (penulis resep), konsumen (pasien) dan industri obat.



Intinya, konsumen (pasien) yang tidak rasional akan mendorong iklim layanan kesehatan yang tidak rasional pula. Demikian pula sebaliknya.



SLIDE 2. IRRATIONAL USE OF DRUGS (IRUD)

Pola pengobatan yang irrational menjadi concern seluruh dunia.



Minimal ada dua masalah utama perihal IRUD yaitu polifarmasi dan pemberian antibiotik yg berlebihan/tidak pada tempatnya.



Masalah polifarmasi tanpa disadari sering terjadi, terutama saat anak sakit.



Evaluasi kembali buku kesehatan / kartu berobat putra/I bapak/ibu.



Perhatikan berapa kali dalam 1 th kita membawa anak berobat karena sakit.



Coba jawab pertanyaan berikut :





· Berapa kali dalam kunjungan ke dokter, ibu tidak memperoleh obat ?

Tidak juga antibiotik ?

· Apakah setiap kali berobat anak mendapatkan obat puyer ?

· Berapa jumlah obat dalam tiap puyer ?



Umumnya para dokter mengajukan minimal 3 alasan mengapa mereka cenderung “abusive”, yaitu :



1. LACK OF CONFIDENCE.

Kebanyakan dokter sering tidak yakin atau merasa kurang PEDE untuk menyatakan bahwa pasien tsb sakit akibat infeksi virus, yang tidak membutuhkan antibiotik. Para dokter juga merasa “insecure” takut pasien pindah ke dokter lain.

2. PATIENT PRESSURE.

Tidak sedikit pasien, tanpa disadari, memilih bersikap pasif dan menganggap dokter tahu yg terbaik. Sehingga obat yang diberikan dokter pasti yang terbaik. Padahal dokter dapat bisa saja salah memberikan obat.



Pasien yang irasional, sering menuntut dokter untuk memberikan antibiotik , karena menganggap antibiotik merupakan “obat dewa” yang bisa menyembuhkan segala kondisi. Pasien irrasional sering “menuntut” dokter sebagai “tukang sihir”, yang dapat memberikan obat yang cespleng.



DOCTOR is a kind of MAGICIAN sehingga setiap kita ke dokter kita selalu berharap segera sembuh. Hal ini juga menimbulkan beban tersendiri bagi para dokter.



3. COMPANY PRESSURE.

Dalam Doctor-patient partnership, dokter sangat bergantung/membutuhkan pasien sebagaimana pasien bergantung / membutuhkan dokter. Tindakan pasien akan sangat mempengaruhi tindakan sang dokter. Pasien yang irrasional akan mendorong dokter menjadi irrasional. Intinya adalah tanggung jawab atau kewajiban menyehatkan anak bukan hanya di bahu seorang dokter, tetapi juga orangtua sbg konsumen medis.



SLIDE 3. IMMUNE SYSTEM

Sejak lahir Tuhan telah melengkapi kita dengan sistem imun (daya tahan tubuh) yang sempurna & canggih. Diantaranya ASI.



Secara garis besar, sistem imun terdiri atas 2 bagian, yaitu :

1. Bagian yang langsung “membunuh” kuman/virus/parasit, dll yang menyerang tubuh kita dan membuat tameng / proteksi untuk “serangan” serupa.



Sistem imun yang bertugas langsung membasmi “musuh” tsb adalah Sel Darah Putih atau LEUKOSIT. Leukosit juga membentuk antibodi, suatu zat untuk menetralisir “musuh” bila suatu saat kita kembali terserang oleh infeksi yang sama.



2. Bagian atau sel-sel yang bertugas membantu sel leukosit sehingga leukosit jauh lebih efektif “serangan”nya.



SLIDE 4. BACTERIA & VIRUS

Kedua makhluk tersebut amat dangat kecil tetapi memiliki canggih & lihai agar dapat lolos dari serangan sistem imun tubuh kita.

· Bakteri.

Bakteri ada dimana-mana, di alam, dan di sekitar kita. Bahkan tubuh kita dipenuhi oleh bakteri. Bahkan ASI mengandung bakteri.



Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas bakteri TIDAK JAHAT, bahkan menguntungkan. Kita justru membutuhkan bakteri tsb di dalam usus seperti untuk :



a) Mencernakan makanan menjadi zat-zat bergizi

b) Mengolah makanan menjadi vitamin B & K

c) Melindungi kita agar tidak terinfeksi oleh kuman yang jahat.

d) Membantu pencernaan agar kita tidak sembelit



Berdasarkan sifat kimiawinya, bakteri dibagi dua yaitu bakteri Gram Positif dan bakteri Gram negatif.



1. Bakteri Gram positif

a. umumnya lebih mudah di”lawan” dibandingkan bakteri Gram negatif.

b. dapat diatasi oleh antibiotik yang ringan (narrow spectrum antibiotik)

c. umumnya menyebabkan Infeksi di bagian atas diafragma



2. Bakteri Gram negatif

a. menyebabkan infeksi di bagian bawah diafragma



Broad spectrum antibiotics adalah antibiotik yang menyerang kedua kelompok bakteri di atas



INGAT :

- Pemberian antibiotik yang terlalu sering dan terlalu lama akan mematikan kuman yang baik. Hal ini akan menganggu pencernaan misalnya diare akibat munculnya banyak jamur, kekurangan vitamin B & K.

- Semakin sering kita memakan antibiotik, semakin sering kita jatuh sakit.

· Virus.

Virus jauh lebih kecil daripada bakteri. Virus tidak dapat dibunuh oleh obat, antibiotik sama sekali tidak bekerja terhadap virus. Virus hanya bisa dibasmi oleh sistem imun atau daya tahan tubuh kita.



SLIDE 5. RADANG / INFLAMMATION - ITIS

Kita sering menyalahartikan istilah radang sebagai suatu keadaan akibat infeksi kuman.

Radang atau inflamasi artinya MERAH, BENGKAK, dan SAKIT. Radang tenggorokan, artinya tenggorokannya merah, sakit, dan mungkin agak membengkak (amandelnya).

v Radang karena INFEKSI.

Radang akibat infeksi dapat dibagi2, yaitu :

1. Radang karena kuman

2. Radang karena virus.

85% radang tenggorokan pada bayi/anak disebabkan oleh infeksi VIRUS - sehingga tidak perlu antibiotik.

v Radang BUKAN INFEKSI.

Biasanya disebabkan oleh kondisi seperti ALERGI, TRAUMA, AUTOIMMUN, TEETHING, dll. Kesemuanya, sekali lagi, tidak dapat diobati dengan antibiotik. Upaya terbaik mengatasi alergi adalah avoidance- mengurangi kemungkinan exposure hal2 yang bisa menimbulkan alergi (debu, karpet, binatang berbulu, mainan berbulu, AC, makanan tertentu dengan pewarna, pengawet, perasa sintetik, permen, sea food, dll).

v Demikian halnya dengan DEMAM.



Demam dapat disebabkan oleh infeksi dan juga bukan karena infeksi.



Sekali lagi, penyebab demam terbanyak pada anak adalah infeksi virus. Demam itu sendiri merupakan salah senjata tubuh untuk melawan infeksi. Dengan perkataan lain, kalau ada infeksi, tubuh kita memproduksi panas sebagai bagian dari sistem imun untuk melawan infeksinya. Tetapi demam juga bisa dikarenakan hal lain yg tidak ada hubungannya dg infeksi.



SLIDE 6. FEVER

Demam adalah alasan terbanyak orangtua membawa anaknya ke dokter. Apalagi jika orangtua tidak memiliki ilmu yang cukup mengenai demam, penyebab demam & tatacara merawat anak demam.



Bahayakah demam itu ? Burukkah demam itu ?



Tidak ada sesuatu yang 100% buruk atau 100% baik. Demikian juga dengan demam. Tuhan pasti memiliki maksud dibalik fenomena demam.



There is something for many reasons.



Tubuh kita diciptakan oleh Tuhan dengan dilengkapi mekanisme pengaturan yang canggih, termasuk mekanisme pengaturan suhu.



Di otak kita terdapat termostat bernama hipotalamus yang mengatur mekanisme ini. Tepatnya terdapat pusat pengaturan suhu disebut juga SET POINT. Pengatur suhu tubuh ini akan memastikan tubuh kita senantiasa pada suhu konstan (sekitar 37C) .



Demam adalah kondisi dimana otak (melalui Set Point) memasag suhu diatas setting normal yaitu > 38C. Namun demikian demam yang sesungguhnya adalah bila suhu >38.5C. Akibat kenaikan setting suhu tubuh tsb, maka tubuh akan memproduksi panas melalui tahapan : menggigil hingga mencapai suhu puncak à suhu demam stabil à suhu mulai turun.



Bagaimana dan mengapa timbul demam ?

Peningkatan suhu tubuh ini disebabkan oleh beredarnya molekul kecil dalam tubuh, yaitu PIROGEN – suatu zat pencetus panas.



Apa yang menyebabkan terjadinya peningkatan pirogen ?

Penyebabnya antara lain : infeksi, radang, keganasan, alergi. Teething, dll. Pada saat terserang infeksi, sistem imun tubuh kita akan membasmi infeksi tsb dengan serangan leukosit (sel darah putih).



Agar tugas leukosit tsb efektif dan tepat sasaran, dibutuhkan dukungan banyak pihak termasuk pirogen, yang ebrtugas :

1. Mengerahkan sel darah putih (leukosit)

2. Menimbulkan demam yang akan membunuh virus. Karena virus tidak dapat hidup di suhu tinggi. Sementara itu virus akan tumbuh subut di suhu rendah.



Perhatikan hal berikut :

1. Selama infeksi masih berlangsung, memang harus ada demam.

2. Demam merupakan bagian dari sistem pertahanan tubuh untuk membasmi infeksi.

3. Prinsip utama adalah cari penyebab timbulnya demam. Dengan mengetahui sumber masalahnya, maka kita dapat bertindak secara rasional. Pada anak penyebab utamanya adalah infeksi virus.

4. Beri minum lebih banyak dari biasanya. Waspadai kemungkinan terjadinya komplikasi dehidrasi.



American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasi tatacara penanganan demam. Berikut kondisi kapan orang tua harus menghubungi dokter :

v Bila bayi berusia < 3 bulan dengan suhu tubuh > 38C

v Bila bayi berusia 3 – 6 bulan dengan suhu tubuh > 38.3C

v Bayi dan anak berusia > 6 bulan, dengan suhu tubuh > 40C



Konsultasikan juga dengan dokter jika terdapat kondisi berikut :

v Sama sekali tidak mau minum atau sudah dehidrasi; Gelisah, muntah, diare

v Iritabel atau menangis terus menerus, tidak dapat ditenangkan

v Tidur terus menerus, lemas dan sulit dibangunkan (lethargic)

v Kejang; Kaku kuduk leher; Sakit kepala hebat

v Sesak napas

v Gelisah, muntah, daire



SLIDE 7. TREATING FEVER



Point-point utama yang harus diperhatikan selama merawat anak demam adalah :



1. Mencari penyebab demam dan memperhatikan pola perilaku anak.

Amati tingkah laku anak. Jika perilaku anak hampir sama seperti biasanya, maka kita tidak perlu khawatir. Karena pada dasarnya demam itu bukan hal yang membahayakan.



2. Cegah dehidrasi.

Demam akan meningkatkan penguapan cairan tubuh. Karenanya bayi dan anak beresiko mengalami dehidrasi. Berikan cairan lebih banyak. Berikan air, air sup, jus buah segar yang dicampur air, es batu, es krim.

Bila muntah atau diare, berikan minuman elektrolit : pedialyte, oralit.



3. Ruangan dijaga agar tidak panas, pasang kipas angin. Anak memakai baju yang tipis.



4. Kompres air hangat atau berendam di ari hangat.



5. Biarkan anak memakan apa yang diinginkan. Jangan dipaksa. Hindarkan makanan berlemak, karena sulit dicerna oleh tubuh.



6. Meskipun anak dianjurkan untuk tidak masuk sekolah, bukan berarti ia harus berada di tempat tidur seharian.



7. Pemberian obat penurun panas mengikuti aturan berikut :

104 (>40C) : Beri obat penurun panas, kompres hangat, hubungi dokter.



Ingat: DO NOT TREAT LOW GRADE FEVER (< 38.3C)



SLIDE 8. COLDS AND FLU

Penyebabnya infeksi virus. Umumnya berlangsung selama 5 hari (3 – 14 hari rentangnya) tergantung daya tahan tubuh dan tergantung ada tidaknya penderita flu di rumah atau di sekolah. Jika bai dan anak memiliki saudara kandung yang lebih besar dan sudah bersekolah, maka ia sangat potensial sering mengalami colds & flu.



Tidak ada obat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh anak terhadap infeksi virus flu akan meningkat sejalan dengan waktu



Tatalaksana:

v Yang paling dibutuhkan adalah cairan, sering minum meski sedikit2.

v Supaya ”ingus” tidak kental dan menyumbat jalan nafas, berikan air garam steril sebagai tetes hidung. Air garam steril ini tidak akan menimbulkan efek samping. Menghirup uap air panas juga banyak membantu saat mengalami colds & flu.

v Apabila pada malam hari tiak dapat tidur karena hidung tersumbat, beri tetes hidung untuk menghilangkan pembengkakan di dalam hidung (Breathy).

v Humid environment, jangan kering seperti dalam ruangan berAC. Kalau perlu, taruh satu ember berisi air mendidih setelah anak tidur.

v Paracetamol – bila bayi/anak uncomfortable atau high fever (>38.5)

v Di lain pihak, kita sering mengacaukan alergi dengan flu. Pada alergi yg mengenai hidung, anak juga akan ”meler” tetapi anak tidak demam, tetap aktif bermain. Bukan berarti juga anak menderita infeksi virus flu.



Pencegahan:

v Sering cuci tangan

v Hindari kontak erat dengan penderita flu

v Jaga kebersihan rumah seperti di kamar mandi, dapur, dsb.



Kapan menghubungi dokter?

v Persistent cough, fever > 72 hours

v Sesak nafas, kuku dan bibir tampak biru

v Luar biasa rewel, atau luar biasa mengantuk (sangat sulit dibangunkan)



Ingat: Tidak ada obat pilek yang efektif untuk bayi dan anak.



SLIDE 9. SORE THROAT / PHARYNGITIS (Radang tenggorokan & infeksi amandel)

v Umumnya disebabkan oleh infeksi virus. ARTINYA: akan sembuh sendiri – self limiting; dan samasekali tidak memerlukan antibiotik.

v Hanya sekitar 15% saja yg infeksinya disebabkan oleh kuman Streptococcus dan umumnya menyerang anak usia 4 – 7 tahun. Dengan catatan, diagnosisnya harus berdasarkan biakan usap tenggorokan.



Tatalaksana



Banyak minum; minuman yg hangat akan memberikan rasa nyaman di tenggorokan.



Untuk anak yg lebih besar, bisa diajarkan untuk kumur2 atau mengisap lozenges.



Kalau panas atau kesakitan, berikan paracetamol (seperti panadol atau tempra).



Kalau hidung tersumbat, dapat diberikan tetes hidung NaCl dan menghirup uap panas. Kalau anak sangat terganggu, dapat diberikan Nasal decongestant.



SLIDE 10. COUGHS



Jika kita membaca literaratur kedokteran, sering diungkapkan bahwa batuk merupakan suatu mekanisme tubuh untuk mengeluarkan sesuatu yang mengganggu saluran nafas kita, seperti dahak, riak, benda asing (kacang, dsb). Batuk sebagai anugerah terindah dari Tuhan sering disikapi dengan tidak bijak oleh mereka yang tidak memahaminya.



Andaikan kita perhatikan sejenak para pada penderita stroke misalnya. Karena adanya gangguan dalam otak, refleks batuknya terganggu. Akibatnya dahak menumpuk di paru2 dan ybs umumnya mengalami pneumonia. Hingga berefek fatal kematian pada penderita tsb.



Batuk bukanlah momok. Melalui batuk, kita tetap dapat bernafas, karena lendir yang mengganggu saluran nafas akan dikeluarkan saat batuk. Dengan batuk, kita terhindari dari bahaya tersedak benda asing yang masuk ke saluran nafas kita.



Yang terpenting yang harus kita lakukan adalah mencari tahu apa penyebab batuk. Infeksi kah atau bukan infeksi.



Pada anak, batuk umumnya disebabkan oleh infeksi virus atau oleh alergi.



Batuk akibat infeksi virus flu misalnya bisa berlangsung sd 2 minggu. Bahkan lebih lama lagi bila anak kita sensitif atau alergi, atau bila di rumah ada anak lain yang lebih besar yang juga sedang sakit. Batuk karena alergi juga bisa berlangsung lama atau hilang timbul selama pencetus alerginya tidak diatasi. Alergi yang dimaksud bisa dalam bentuk alergi hidung (Allergic rhinitis), asma, alergi suatu zat dari lingkungan. Penyebab lainnya adalah sinusitis, reflux, pneumonia.



Tatalaksana :

M Cari PENYEBAB batuk.



Jika batuk disebabkan oleh produksi dahak yang berlebihan, maka upaya yang perlu dilakukan adalah mengurangi produksi lendir. Melalui cara :

v Minum banyak yang hangat misalnya lemon

v Jangan ada asap rokok

v Rangan jangan kering (Moist air - kamar mandi - buka keran air panas biarkan beberapa lama sehingga ruangan, atau taruh satu ember air panas mendidih, atau pasang humidifier)

v Agar anak lebih nyaman, tidurkan dengan bantal agak tinggi

v NO – ANTIBIOTICS. Ingat ! Kebanyakan batuk tidak memerlukan antibiotik

v NO cough suppressant. Jangan mengkonsumsi obat penekan refleks batuk (seperti DMP). Anehnya, anak kita sering mendapatkan obat racikan / puyer yang salah satu kandungannya codein (sejenis narkotika) yang tidak diketahui manfaatnya.



Pada dasarnya, TIDAK ADA yang namanya obat batuk itu.

Juga tidak ada obat pencair dahak. Cari pencetusnya !



SLIDE 11. BRONCHITIS (INFEKSI SALURAN NAFAS)



Penyebab banyak, tetapi yang tersering adalah alergi (Allergic rhinitis, asthma, environmental exposures). Bisa juga karena sinusitis, refluks, reaksi obat, kelainan bawaan saluran napas, tersedak “benda asing”, pneumonia (virus, jamur). Mohon diingat – pneumonia belum tentu karena infeksi bakteri. Jadi - belum tentu perlu antibiotik. Biasanya ditandai dengan batuk lama.



Tatalaksana :

v Mencari penyebab. Bila karena alergi – modifikasi lingkungan sekitar untuk mengurangi eksposur pada anak

v Humidifikasi

v Ekstra cairan, dll



Jika anak kita dinyatakan menderita bronkitis, maka kita harus segera berpikir bahwa -itis di sini artinya radang – inflamasi. Penyebabnya belum tentu infeksi bakteri - mayoritas bronkitis pada anak tidak perlu antibiotik.



SLIDE 12. EAR INFECTION



Penyebab :

v Umumnya karena infeksi virus

v Pasca infeksi hidung atau radang tenggorokan seperti cold / flu

v Tooth problem



Gejala:

v Sakit telinga (biasanya 1 sisi), demam, pilek dengan hidung buntu, rewel, telinga di-tarik2, nafsu makan menurun

v Kadang2 tampak cairan kuning keluar dari telinga, kadang2 juga anak mengalami sedikit gangguan pendengaran

v Rata-rata setiap anak mengalami infeksi minimal 1 x sebelum usia 5 tahun.



Tatalaksana :

v Penghilang rasa sakit

v Posisi tegak/upright position,

v Jangan ada yang merokok

v Jangan minum susu dari dot-botol sambil tiduran

v Air hangat di botol, bungkus kain perca, taruh di atas telinga

v Kalau perlu minum obat decongestant (mengurangi hidung buntu)



Pencegahan: berikan ASI selama mungkin



Hubungi DOKTER / penggunaan ANTIBIOTIK :

v Bila berkepanjangan, lebih dari 2 minggu atau

v Bila infeksi berat dan anak kesakitan hebat



SLIDE 13. DIARRHEA - VOMITING

Hampir serupa dengan batuk, diare & muntah adalah anugerah terindah yang Tuhan berikan pada manusia. Diare & muntah adalah mekanisme alami tubuh untuk mengeluarkan racun, virus/kuman yang masuk ke dalam tubuh. Diare & muntah itu ibarat alarm tubuh untuk memberitahukan bahwa ada sesuatu yg tidak beres dalam tubuh kita.



Yang perlu dilakukan adalah mencari PENYEBAB nya.



Tidak perlu diberikan obat anti muntah atau obat untuk “mampet”kan diarenya. Obat-obat tsb memang akan mengurangi/menghentikan diare/muntah, tetapi tidak mengobati penyakitnya.



Perbaikan tersebut bersifat “semu”. Ibarat bom waktu. Kita terkecoh seolah anak membaik, padahal penyakitnya masih terus berlangsung. Selain itu, obat2 tersebut juga bukan tanpa risiko / efek samping.





PENYEBAB:



v >80% penyebabnya pada anak, terutama bayi, adalah virus. Dikenal juga dengan ROTAVIRUS.

v Food poisoning

v Alergi makanan,

v Pemakaian antibiotik.



TATALAKSANA – CEGAH DEHIDRASI - Minum banyak

v ASI diteruskan, campur dg Oral rehydration Solution (ORS) seperti pedialit atau oralit.

v Perbanyak minum.

v Bila diare hebat, fokus pada upaya rehidrasi (menjaga agar tidak dehidrasi). Kalau perlu, untuk sementara waktu tidak perlu makan sampai dehidrasi teratasi











Kapan menghubungi dokter?

v Ada darah di tinja atau tinja berwarna hitam

v Tanda-tanda dehidrasi berat : tidak buang air kecil > 8 jam, bibir kering, air mata kering ketika menangis, skin turgor menurun (jika tangan dicubit, tidak akan kembali seperti semula), mata cekung, abdomen (sekitar perut) cekung, fontanelle (ubun-ubun) pada bayi cekung.

v Luar biasa mengantuk, sulit dibangunkan

v Luar biasa lemas, layu



PRINSIP:

v Umumnya tidak perlu diberi antibiotik, antibiotik hanya bila tinja berdarah (butuh evidence/lab). Pada banyak kasus, antibiotik justru akan memperparah diarenya. Belum lagi pemakaian antibiotik tidak pada tempatnya akan menyebabkan infeksi tambahan oleh jamur/fungus/candida

v Jangan minum obat untuk menghentikan diare seperti primperan, motilium, juga tidak perlu minum Kaopectate, smecta, ensim, dsb.

v Pada diare biasa, tidak perlu mengganti susu formula.

- INGAT - Jangan memberikan obat anti muntah!!!!



SLIDE 14. KONSTIPASI



PENYEBAB:

Penyebab utama biasanya pola perilaku, khususnya pola konsumsi makanan yang low-fiber, high-fat & high-sugar.



Pola makan kita dulu sarat dengan sayur dan buah (serat), sekarang beralih ke fast food yang bukan hanya rendah serat, tetapi juga tinggi garam dan lemak. Penyebab lainnya adalah:

v Kurang minum

v Ignoring the urge (anak mengacuhkan rasa ingin buang air besar dan justru menahannya)

v Kurang gerak/olah raga, banyak duduk

v Penyakit: Hypothyroidism (kelenjar gondok kurang berfungsi, jarang, ada gejala lain sejak bayi seperti retardasi mental), retardasi mental



GEJALA:

v Sakit perut, melilit, mules, kembung

v Nafsu makan menurun

v Rewel

v Celana dalam ada berkas tinja (Soiled underwear)

v Tinja keras, tinja ada goresan/bercak darah (Large/blood streaked stools)

v Sering buang air kecil



TATALAKSANA :

v Minum banyak

v Pola makan yang kaya serat

v Lebih memperhatikan bowel’s habit dari anak.

v Melatih anak akan kebersihan.

v Berbicara & diskusi dengan anak.

   
26-06-2016 13:06:20 hpl juli 2016
Jumlah Posts : 3
Jumlah di-Like : belum ada like
bagi pengalaman bun,saya juga galau sebelumnya seperti kalian,ngerasaan aneh" dari usia 36 week,dipikir mau lahiran tp gak ada tanda apa pun cuma mulas ringan.hpl ku 23 juni,usg 2 juli,16 juni ngerasaan sakit perut pergi cek VT dibidan pembukaan 2 tp gak flek dan gak ada air ketuban akhirnya ditunggu 2 hari(18juni) baru datang flek darah didalam miss v,darah gak sampai keluar kecelana dan malam nya cek lagi ke bidan katanya pembukaan 2 tebal tp keadaan baik bayinya,tambah galau selama 2 hari masih tetap pembukaan 2 takutnya kenapa" dan berusaha tenang akhirnya ditunggu lagi sampai 21 juni abis magrib ngerasaan sakit perut sebentar" hilang timbul tp makin sering(saya masih sempat pergi undangan pernikahan teman)disaat wktu jam 2 subuh berangkat kontrol ke bidan udah pembukaan 5 dh gak diizin pulang dan jam 5 subuh dicek lagi dh pembukaaan 6 air ketuban langsung pecah pas di cek VT,dipikir bisa ampai sore lahirnya akhirnya berharap cepat lahir karna rasain sakit yg makin sakit dan biar cepat pembukaan juga aku ambil nafas dalam" dibuang pelan" tidur menghadap ke kiri...akhirnya tggl 22 juni jam 6an pagi sakit makin sakit ubah posisi tidur ke kanan disitu aku ngerasaan kayak mau buang air besar,pas dicek bidan kepala bayi sudah didepan pintu miss V... akhirnya 1 hari sebelum usia kandungan ku 10 bulan putra ku terlahir kedunia ini...perjuangan dan rasa sakit yg aku rasaain semua terbayar saat lihat muka mungilnya... (cerita nya panjang ya bun?hehehe....) semoga persalinan bunda semua juga lancar dan ibu bayi sehat...amin...
   
07-05-2016 08:07:06 susah BAB
Jumlah Posts : 68
Jumlah di-Like : belum ada like

susah buang air besar nih hamil nginjak 7 bulan, ada yang ngalamin gak ?

   
27-10-2015 21:45:03 tanya..
Jumlah Posts : 29
Jumlah di-Like : belum ada like
tidak perlu merasa khawatir karena setiap harinya bayi buang air besar sebanyak 4-10 kali. Ketika bayi menginjak usia 1 bulan maka buang air besar bayi berkurang menjadi 4 kali dalam sehari. Jika bayi berusia 1 bulan maka fekuensi buang air besarnya menjadi kurang, iya dipengaruhi pola makan dan makanan apa yang dikonsumsi. Jika bayi masih meminum ASI ekslusif konsistensinya lebih lembek, berwarna kuning ketua-tuaan dan seperti berbiji-biji. Sedangkan bayi yang mengkonsumsi susu formula konsistensi feses nya padat dan kecoklat-coklatan. gpp bunda tetap positif thinking aja klo asi memang yg paling terbaik, jgn kasih sufor..