SITE STATUS
Jumlah Member :
493.786 member
user online :
932 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: bolehkah makan biji nangka saat hamil

New Topic :  
22-10-2017 00:29:10 keamanan saat hamil
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
mohon bantuannya dok.. saya sedang hamil 4 bln..bolehkah memakai tisu magic saat hamil..mhon infonyo dok..mksih
   


11-04-2016 18:35:26 Buah srikaya untuk kehamilan
Jumlah Posts : 206
Jumlah di-Like : belum ada like
Mau tanya bunda2 yg lagi hamil disini, makan buah srikaya saat hamil apakah boleh?
   
Jumlah Posts : 10
Jumlah di-Like : belum ada like
asslanualaikum bunda bunda salam kenal dan selamat pagi...
gimana ya cara nya biar nafsu makan tuh nambah saat hamil muda..
aku susah banget nih kalau makan... bawaannya males sama mual mual gitu .
   


15-03-2015 09:09:14 makan sayur pare saat hamil
Jumlah Posts : 438
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda2,ada g yg pernah makan sayur pare saat hamil?cz kmren sy hbs mkn sm syr pare tp br tau klo ktnya g blh y,smg debayqu g knp2 y bunda2,doanya...
   
Jumlah Posts : 18
Jumlah di-Like : belum ada like
Bunda mau tanya, ada yg suka makan seafood ga saat hamil? spt kepiting atau kerang hijau gt.. soalnya kan ada yg blg boleh (tp sesekalu), ada jg yg blg ga boleh..
   


10-05-2014 21:59:09 akan chese burger hamil muda
Jumlah Posts : 183
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda2.. boleh ga sih makan chese burger saat hamil, kebetulan sya lg hamil 5w,, dan lg pngen bnget makan chese burger,, mhon jwbnnya ya.. thx
   
05-12-2013 14:34:39 makan pedes
Jumlah Posts : 234
Jumlah di-Like : belum ada like
sering2 makan pedes/sambel saat hamil ngaruh gk sih buat janin dlm kandungn....? soalnya doyan bgt.
   
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7
 Bagi beberapa orang, memilih makanan dan pola makan yang tepat pada saat hamil merupakan hal yang sulit. Hal tersebut muncul akibat kekhawatiran para ibu dan calon ibu terhadap kesehatan si kecil yang berada dalam kandungan. Ada ibu yang cenderung pemilih terhadap makanan yang dikonsumsi. Bahkan, ada juga yang makan berlebihan dengan alasan untuk kebutuhan si kecil.

Oleh karena itu, berikut ini kami berikan tips ringan berisi 5 langkah mudah yang dapat digunakan sebagai pedoman menentukan pola makan yang tepat saat hamil: (diadaptasi dari March of Dimes) 
1. Rajin mengkonsumsi suplemen khusus ibu hamil
 
Biasanya suplemen ini dilengkapi dengan berbagai vitamin dan mineral dengan jumlah yang telah disesuaikan dengan kebutuhan seorang ibu hamil. Berbagai vitamin dan mineral yang dimaksud antara lain terdiri dari asam folat, besi, seng, iodin, vitamin D, kalsium, dan vitamin A. 
2. Jaga berat badan Seorang wanita hamil hanya membutuhkan ekstra 300 kalori tiap harinya untuk mendukung pertumbuhan bayinya. Dimana jumlah tersebut setara dengan kandungan dari satu penyajian yoghurt atau sepotong buah. Jadi tidak perlu makan berlebihan yang hanya akan mengakibatkan pertambahan berat di luar kendali. 
3. Konsumsi variasi makanan yang bernutrisi 
Agar lebih mudah, gunakan piramida makanan sebagai panduan menentukan variasi menu harian. Pastikan menu yang dikonsumsi bisa mencukupi semua kebutuhan nutrisi yang meliputi karbohidrat, serat, protein, vitamin, mineral, dan kalsium. 
4. Batasi asupan lemak
 
Jumlah asupan lemak seharusnya tidak melebihi 30% dari total asupan harian. Jadi, sebaiknya gunakanlah selalu mempergunakan produk dengan kadar lemak rendah. 
5. Perbanyak minum 
Usahakan untuk selalu mengikuti anjuran minum, terutama air putih, sebanyak 6 hingga 8 gelas per hari. Hal tersebut bisa membantu kelancaran pembuangan residu yang tidak diperlukan tubuh, melalui kulit, ginjal, dan feses. Apalagi selama hamil, ibu melakukan pembersihan ganda, yaitu untuk diri sendiri dan si kecil. Selain itu, sebaiknya batasi konsumsi produk minuman atau makanan yang mengandung kafein. Mudah-mudahan apa yang disampaikan di atas dapat membantu mengurangi kekhawatiran ibu dan calon ibu yang sedang menanti kelahiran buah hatinya. 


Infobunda : http://www.infobunda.com/pages/articles/artikelshow.php?id=11&catid=4&catname=Kehamilan-dan-Persalinan&title=5-Pedoman-Makan-Sehat-Saat-Hamil#ixzz2U5WwzRGI
   
Jumlah Posts : 850
Jumlah di-Like : 15

Tindakan Gigi BAgi Ibu Hamil

Posted by Putri little holiday on Wednesday, November 11, 2009 Labels: / Comments: (0)

Sebagian ibu hamil mempunyai keluhan pada gigi dan mulutnya. Mulai dari keluhan gusi berdarah, sariawan sampai pada nyeri gigi. Namun ibu hamil tak kunjung pergi ke dokter gigi karena khawatir tindakan gigi oleh dokter gigi akan mempengaruhi kehamilannya.

Mengapa ibu hamil cenderung mempunyai masalah pada gigi dan mulut ?

Saat hamil, ibu mengalami perubahan secara hormonal. Akan tetapi masalah gigi dan mulut pada ibu hamil bisa pula dipicu hal-hal sebagai berikut:

- kesehatan mulut yang buruk/kotor.

- perasaan akan muntah/mual jika menggosok gigi atau menggunakan pasta gigi.

- sering makan makanan manis saat hamil

- timbul kemalasan untuk menggosok gigi saat hamil

Apa saja bentuk masalah yang biasa dijumpai saat hamil dalam rongga mulut?

  • Gingivitis
    Gusi akan tampak bengkak, sensitif dan nyeri , dan mungkin mudah berdarah dan atau tanpa sebab.
    • Tingginya hormon progresteron dan esterogen akan meningkatkan insidensi inflamasi pada gusi.
    • Masalah gusi ini biasanya dimulai trimester 1 (bulan kedua). Keadaan paling buruk sering dijumpai saat trimester ke 3 (usia hamil 8 bulan) .
    • Saat hormon mulai turun di usia kehamilan 9 bulan, masalah gusi akan mulai berkurang.
    • Karena perubahan hormon ini, Gigi juga akan cenderung bermasalah.
    • Plak akan mudah terbentuk sehingga mudah terjadi radang gusi dan karies.

    Click to enlarge
    Pregnancy Gingivitis
    (Severe)

  • Heartburn and vomiting ( morning sickness). Morning sickness yang parah dapat meningkatkan keasaman dalam mulut sehingga menyebabkan erosi email gigi.
  • Pregnancy Epulis
    Benjolan ini bisa saja terjadi pada gusi. Tidak berbahaya dan mudah dihilangkan oleh dokter gigi. Warnana bervariasi mulai dari merah jambu sampai merah., tergantung pada tingkat pertumbuhannya. Bisa muncul di awal kehamilan.
Click to enlarge
Pregnancy epulis
  • Granuloma atau tumor
    Terjadi pada gusi, Berbentuk nodular, bengkak dan dapat membesar, teraba, dan biasanya tidak menimbulkan nyeri/sakit.Penyebabnya adalah iritasi kronis atau injury.

Click to enlarge

Bagaimana dengan tindakan gigi selama kehamilan?

Tindakan gigi seperti menambal gigi (dental filling and crowns) idealnya dilakukan pada trimester kedua. Pada kasus emergency seperti eleminasi infeksi, pencabutan gigi dan perawatan saluran akar bisa saja dimungkinkan untuk dilakukan.

Untuk tindakan gigi yang bersifat pilihan seperti dental kosmetik (pemutihan gigi) sebaiknya ditunda/dilakukan sampai pasca persalinan.

Bagaimana dengan tindakan foto gigi pada masa kehamilan?

Foto gigi kadang diperlukan untuk tindakan giig rutin atau tindakan gigi emergency. Foto gigi dengan tujuan pemeriksaan rutin sebaiknya ditunda sampai ibu melahirkan. Namun tidak menutup kemungkinan foto gigi ( X-rays) dilakukan jika keadaan emergency. Menurut American College of Radiology,single diagnostic X-rays dengan dosis radiasi tidak berpengaruh secara signifikan pada perkembangan embrio atau fetus. Radiasi dari X-rays gigi adalah sangat rendah. ZAkan tetapi sebaiknya tindakan pencegahan untuk meminimalkan paparan radiasi tetap harus dilakukan, misalnya penggunaan “thyroid collar” atau “apron” saat foto X-rays.

Sebaiknya ibu hamil menghindari semua tindakan yang beresiko pada janin pada trimester pertama karena perkembangan organ fetus terjadi pada trimester pertama kehamilan. Jika tidak bersifat emergency, tindakan gigi dapat dilakukan pada trimester ketiga atau ditunda sampai ibu melahirkan jika memungkinkan. Hal tersebut untuk menghindari persalinan prematur.

Bagaimana dengan Obat yang digunakan untuk Ibu hamil selama dilakukan prosedur tindakan gigi?

Sebaiknya penggunaan obat-obatan secara umum selama masa kehamilan dihindari, terutama saat masa kehamilan 3-11 minggu. Namun demikian belum ada bukti dan laporan bahwa anestesi lokal berbahaya di awal pertama masa kehamilan. Dosis besar pada anestesi lokal dapat berpengaruh secara lanjut pada kehamilan , terutama mendekati saat persalinan. Ibu hamil dengan kasus emergency dapat menerima obat anestesi lokal dengan dosis rendah.

Lidokain adalah obat pilihan yang biasanya digunakan untuk tindakan gigi. Jika memungkinkan, sebaiknya ibu hamil menghindari obat anestesi lokal yang mengandung epinefrin. Adapun obat antibiotik dengan kategori B (misal penicillin, amoxicillin, and clindamycin) aman untuk ibu hamil.

Saran

1. Ibu hamil hendaknya mengkonsumsi diet yang baik, sehat dan seinmbang, rajin menggosok lidah dan gigi dengan pasta gigi dengan teratur. Penggunaan dental floss/flossing juga dianjurkan.

2. Melakukan kunjungan rutin ke dokter gigi untuk pencegahan dan pemeliharaan/perawatan selama hamil.

3. Informasikan kepada dokter gigi Anda bahwa Anda sedang hamil.

4. Jika memungkinkan, lakukan tindakan gigi saat trimester kedua atau ditunda sampai ibu melahirkan jika memngkinkan/tidak emergency.

5. Tindakan gigi pilihan (misal dental kosmetik) harus dilakukan setelah ibu melahirkan.

6. Jaga sirkulasi darah dan kenyamanan ibu hamil saat duduk di kursi gigi

7. Gunakan bantal bila mana perlu agar bayi dan ibu hamil nyaman.

8. Gunakan obat kumur bilamana diperlukan. Konsultasikan dengan dokter gigi, obat kumur yang sesuai.

Bagaimana jika ibu hamil mempunyai keluhan selalu ingin muntah bila menggosok gigi?

  • Gunakan sikat gigi dengan kepala sikat yang kecil. seperti sikat gigi untuk anak.
  • Lakukan sikat gigi dengan pelan (jangan tergesa-gesa), hati2 dan bertahap.
  • Atur pernafasan .
  • Jika gosok gigi sama sekali tidak bisa dilakukan, gunakan kapas/kain kassa untuk membersihkan gigi anda. Lakukan juga flossing.
  • jangan khawatir, reflek muntah tidak akan terjadi terus menerus selama hamil. Reflek muntah bisanya akan hilang. Jangan putus asa untuk terus mencoba. Ingat menyikat gigi tidak sama /tidak bisa digantikan dengan flossing.
  • Pilih pasta gigi yang “beraroma” sesuai dengan Anda. karena terkadang reflek muntah bisa hilang dengan pasta gigi yang beraroma segar saat menggososk gigi.

Penting

Sebaiknya untuk menghindari keluhan gigi dan mulut selama hamil, sebagai tindakan pencegahan, kunjungi dokter gigi Anda jika Anda merencanakan kehamilan. Jangan lupa selalu menginformasikan pada dokter gigi Anda jika Anda hamil. Sebaiknya Anda juga berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda (Obsgyn).


semoga membantu

salam

putri a.k.a zach mom's

   
12-08-2010 12:47:50 Muntah
Jumlah Posts : 117
Jumlah di-Like : 3
Ae Bunda Vio, salam kenal yaa..

saya sepakat dengan Apa yg bunda Aryan bilang.
Puasa bagi wanita hamil ga wajib kok bun, byr fidyah aja apalagi punya riwayat penyakit maag, saya dah 2 kali ramdhan bgthu jg krn punya maag, dokter jg nganjurin githu, kasian babynya ntar...

Bun, prnh ga liat di TV akibat terlalu byk makan Mie instan saat hamil, bukan saya pengen nakutin bun tapi emang ngeri pengaruhnya lho bun.
so mendingan dihindari, dan kalo dah kepengen banget sebungkus aja trus ditambahin telur dan sayuran biar ada kandungan gizinya (klo yg rebus, air rebusannya dibuang diganti air panas termos/dispenser)

githu aja ya bun, moga membantu :)


Alihkan budget blanja Pulsa Bulanan Bunda
Join di http://www.pulsagram.com/?id=CN051314
Dapat Pulsa jd mudah dan murah, bisa untung pula! :)
   
Jumlah Posts : 850
Jumlah di-Like : 15

Tindakan Gigi BAgi Ibu Hamil

Posted by Putri little holiday on Wednesday, November 11, 2009 Labels: / Comments: (0)

Sebagian ibu hamil mempunyai keluhan pada gigi dan mulutnya. Mulai dari keluhan gusi berdarah, sariawan sampai pada nyeri gigi. Namun ibu hamil tak kunjung pergi ke dokter gigi karena khawatir tindakan gigi oleh dokter gigi akan mempengaruhi kehamilannya.

Mengapa ibu hamil cenderung mempunyai masalah pada gigi dan mulut ?

Saat hamil, ibu mengalami perubahan secara hormonal. Akan tetapi masalah gigi dan mulut pada ibu hamil bisa pula dipicu hal-hal sebagai berikut:

- kesehatan mulut yang buruk/kotor.

- perasaan akan muntah/mual jika menggosok gigi atau menggunakan pasta gigi.

- sering makan makanan manis saat hamil

- timbul kemalasan untuk menggosok gigi saat hamil

Apa saja bentuk masalah yang biasa dijumpai saat hamil dalam rongga mulut?

  • Gingivitis
    Gusi akan tampak bengkak, sensitif dan nyeri , dan mungkin mudah berdarah dan atau tanpa sebab.
    • Tingginya hormon progresteron dan esterogen akan meningkatkan insidensi inflamasi pada gusi.
    • Masalah gusi ini biasanya dimulai trimester 1 (bulan kedua). Keadaan paling buruk sering dijumpai saat trimester ke 3 (usia hamil 8 bulan) .
    • Saat hormon mulai turun di usia kehamilan 9 bulan, masalah gusi akan mulai berkurang.
    • Karena perubahan hormon ini, Gigi juga akan cenderung bermasalah.
    • Plak akan mudah terbentuk sehingga mudah terjadi radang gusi dan karies.

    Click to
    enlarge
    Pregnancy Gingivitis
    (Severe)

  • Heartburn and vomiting ( morning sickness). Morning sickness yang parah dapat meningkatkan keasaman dalam mulut sehingga menyebabkan erosi email gigi.
  • Pregnancy Epulis
    Benjolan ini bisa saja terjadi pada gusi. Tidak berbahaya dan mudah dihilangkan oleh dokter gigi. Warnana bervariasi mulai dari merah jambu sampai merah., tergantung pada tingkat pertumbuhannya. Bisa muncul di awal kehamilan.
Click to
            enlarge
Pregnancy epulis
  • Granuloma atau tumor
    Terjadi pada gusi, Berbentuk nodular, bengkak dan dapat membesar, teraba, dan biasanya tidak menimbulkan nyeri/sakit.Penyebabnya adalah iritasi kronis atau injury.

Click to
enlarge

Bagaimana dengan tindakan gigi selama kehamilan?

Tindakan gigi seperti menambal gigi (dental filling and crowns) idealnya dilakukan pada trimester kedua. Pada kasus emergency seperti eleminasi infeksi, pencabutan gigi dan perawatan saluran akar bisa saja dimungkinkan untuk dilakukan.

Untuk tindakan gigi yang bersifat pilihan seperti dental kosmetik (pemutihan gigi) sebaiknya ditunda/dilakukan sampai pasca persalinan.

Bagaimana dengan tindakan foto gigi pada masa kehamilan?

Foto gigi kadang diperlukan untuk tindakan giig rutin atau tindakan gigi emergency. Foto gigi dengan tujuan pemeriksaan rutin sebaiknya ditunda sampai ibu melahirkan. Namun tidak menutup kemungkinan foto gigi ( X-rays) dilakukan jika keadaan emergency. Menurut American College of Radiology,single diagnostic X-rays dengan dosis radiasi tidak berpengaruh secara signifikan pada perkembangan embrio atau fetus. Radiasi dari X-rays gigi adalah sangat rendah. ZAkan tetapi sebaiknya tindakan pencegahan untuk meminimalkan paparan radiasi tetap harus dilakukan, misalnya penggunaan “thyroid collar” atau “apron” saat foto X-rays.

Sebaiknya ibu hamil menghindari semua tindakan yang beresiko pada janin pada trimester pertama karena perkembangan organ fetus terjadi pada trimester pertama kehamilan. Jika tidak bersifat emergency, tindakan gigi dapat dilakukan pada trimester ketiga atau ditunda sampai ibu melahirkan jika memungkinkan. Hal tersebut untuk menghindari persalinan prematur.

Bagaimana dengan Obat yang digunakan untuk Ibu hamil selama dilakukan prosedur tindakan gigi?

Sebaiknya penggunaan obat-obatan secara umum selama masa kehamilan dihindari, terutama saat masa kehamilan 3-11 minggu. Namun demikian belum ada bukti dan laporan bahwa anestesi lokal berbahaya di awal pertama masa kehamilan. Dosis besar pada anestesi lokal dapat berpengaruh secara lanjut pada kehamilan , terutama mendekati saat persalinan. Ibu hamil dengan kasus emergency dapat menerima obat anestesi lokal dengan dosis rendah.

Lidokain adalah obat pilihan yang biasanya digunakan untuk tindakan gigi. Jika memungkinkan, sebaiknya ibu hamil menghindari obat anestesi lokal yang mengandung epinefrin. Adapun obat antibiotik dengan kategori B (misal penicillin, amoxicillin, and clindamycin) aman untuk ibu hamil.

Saran

1. Ibu hamil hendaknya mengkonsumsi diet yang baik, sehat dan seinmbang, rajin menggosok lidah dan gigi dengan pasta gigi dengan teratur. Penggunaan dental floss/flossing juga dianjurkan.

2. Melakukan kunjungan rutin ke dokter gigi untuk pencegahan dan pemeliharaan/perawatan selama hamil.

3. Informasikan kepada dokter gigi Anda bahwa Anda sedang hamil.

4. Jika memungkinkan, lakukan tindakan gigi saat trimester kedua atau ditunda sampai ibu melahirkan jika memngkinkan/tidak emergency.

5. Tindakan gigi pilihan (misal dental kosmetik) harus dilakukan setelah ibu melahirkan.

6. Jaga sirkulasi darah dan kenyamanan ibu hamil saat duduk di kursi gigi

7. Gunakan bantal bila mana perlu agar bayi dan ibu hamil nyaman.

8. Gunakan obat kumur bilamana diperlukan. Konsultasikan dengan dokter gigi, obat kumur yang sesuai.

Bagaimana jika ibu hamil mempunyai keluhan selalu ingin muntah bila menggosok gigi?

  • Gunakan sikat gigi dengan kepala sikat yang kecil. seperti sikat gigi untuk anak.
  • Lakukan sikat gigi dengan pelan (jangan tergesa-gesa), hati2 dan bertahap.
  • Atur pernafasan .
  • Jika gosok gigi sama sekali tidak bisa dilakukan, gunakan kapas/kain kassa untuk membersihkan gigi anda. Lakukan juga flossing.
  • jangan khawatir, reflek muntah tidak akan terjadi terus menerus selama hamil. Reflek muntah bisanya akan hilang. Jangan putus asa untuk terus mencoba. Ingat menyikat gigi tidak sama /tidak bisa digantikan dengan flossing.
  • Pilih pasta gigi yang “beraroma” sesuai dengan Anda. karena terkadang reflek muntah bisa hilang dengan pasta gigi yang beraroma segar saat menggososk gigi.

Penting

Sebaiknya untuk menghindari keluhan gigi dan mulut selama hamil, sebagai tindakan pencegahan, kunjungi dokter gigi Anda jika Anda merencanakan kehamilan. Jangan lupa selalu menginformasikan pada dokter gigi Anda jika Anda hamil. Sebaiknya Anda juga berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda (Obsgyn).

salam

putri a.k.a zach mom's

   
Jumlah Posts : 72
Jumlah di-Like : 1
klo ga bisa buka ini aku kutip dari link tsb:



- Makanan pedas akan menyebabkan bayi lahir dengan bercak kulit kemerahan atau berkulit lebih gelap.



Mitos: Makan makanan pedas saat hamil akan menyebabkan bayi lahir dengan bercak kulit kemerahan atau bayi akan berkulit lebih gelap/hitam.



Fakta: Sekali lagi warna kulit seseorang tidak ditentukan oleh makanan pedas, tapi factor genetic dari orang tuanya. Dan faktanya bahwa makan makanan pedas saat hamil, membuat rasa tak enak diperut apalagi bila anda sedang mual, jadi bukan karena menyebabkan bercak kemerahan pada kulit.

   
16-01-2009 13:17:42 biar ASI lancar
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10

IBU MENYUSUI PERLU TAMBAHAN ZAT GIZI

Zat gizi ibu di masa menyusui sangat berpengaruh untuk kualitas dan kuantitas ASI.

"Seringkali para ibu lebih mementingkan gizi makanan ketika sedang hamil, tapi tidak demikian saat menyusui. Padahal, tak hanya di waktu hamil, saat menyusui pun kebutuhan akan zat gizi jadi bertambah," ungkap DR. dr. Saptawati Bardosono, M.Sc., dari SEAMEO-TROPMED RCCN, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Mengapa? Karena ibu dituntut memproduksi ASI yang kuantitas maupun kualitasnya harus memadai selama 6 bulan. Oleh karena itu, kebutuhan gizi masa menyusui ini juga sangat penting. Jika ibu tidak memperhatikan hal ini tentu akan berpengaruh pada kualitas dan kuantitas ASI-nya.

Berikut ini adalah zat-zat gizi yang harus menjadi asupan ibu setiap hari.

* Kalori

Kebutuhan kalori ibu per hari harus terdiri atas 60-70 persen karbohidrat, 10-20 persen protein, dan 20-30 persen lemak. Kalori ini didapat dari makanan yang dikonsumsi ibu dalam sehari. Di masa menyusui, kebutuhan ini bertambah sebanyak 500 kalori dari keadaan normal. Jadi, bila ibu biasa makan sehari 3 kali, maka sekarang harus jadi 4 kali. Boleh juga tetap sehari 3 kali, tapi dengan porsi yang lebih banyak.

Tambahan kalori ini harus ada karena dalam 6 bulan pertama ibu harus menghasilkan 750 cc ASI per hari. Untuk 6 bulan kedua lebih sedikit lagi, sekitar 600 cc ASI per hari. Jumlahnya jadi lebih sedikit karena di usia itu bayi sudah mendapat tambahan makanan lain, sehingga kebutuhan mengisap ASI-nya sudah tidak terlalu banyak lagi. Sementara itu, jumlah ASI yang diproduksi juga tergantung pada seberapa sering payudara menerima rangsangan isapan bayi.

* Protein

Kebutuhan protein ibu dalam keadaan normal biasanya sekitar 40 gram per hari. Selama menyusui, untuk 6 bulan pertama kebutuhannya harus ditingkatkan sebesar 15 gram dan 6 bulan kedua sebanyak 12 gram. Dengan adanya tambahan protein ini diharapkan ASI yang dihasilkan mengandung protein berkualitas.

Bila ibu menyusui tak menambah asupan protein, maka selama produksi ASI berlangsung kebutuhan tambahan protein itu akan diambil dari protein ibu yang ada di ototnya. Akibatnya, ibu menjadi kurus. Secara alamiah, ibu memang akan merasa lapar sekali setelah menyusui bayinya. Ini karena protein dari tubuhnya ada yang diambil.

Zat protein yang dibutuhkan ibu menyusui bisa diperoleh dari makanan yang banyak mengandung protein, baik hewani, seperti daging, sapi, ayam, ikan, seafood, telur, atau susu dan juga nabati, seperti tahu, tempe, dan kacang-kacangan.

Tentunya dalam mengonsumsi protein ini, ibu tak perlu repot dengan menimbang besarnya tambahan protein tersebut, tapi cukup dikira-kira saja. Kalau biasanya dalam sekali makan ibu mengambil satu potong lauk, maka sekarang ditambah jadi dua potong.

* Lemak

Mungkin ada ibu yang takut gemuk bila zat lemaknya harus ditambah. Bagaimanapun, secara kuantitas, papar Tati, kebutuhan lemak tetap harus memenuhi proporsi kebutuhan kalori seharinya, yaitu sekitar 20-30 persen. "Kalau kebutuhan kalori ibu bertambah, otomatis kebutuhan gram lemaknya pun bertambah sesuai proporsi tadi."

Untuk bisa menghasilkan ASI berkualitas dibutuhkan zat-zat lemak tak jenuh ganda. Lemak ini dibutuhkan bayi untuk perkembangan otak dan retina matanya. Asam lemak tak jenuh ganda dalam ASI akan terbentuk bila ibu mengonsumsi bahan makanan seperti minyak jagung atau minyak biji kapas dan ikan dari peraiaran laut dalam, seperti haring atau salmon yang mengandung asam lemak tak jenuh.

* Mineral

Mineral dan vitamin termasuk mikronutrien, yaitu zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Pertambahannya pun bagi ibu menyusui tak begitu menonjol, karena yang dibutuhkan sedikit sekali, hanya dalam hitungan ukuran miligram atau bahkan mikrogram. Ini karena bagaimanapun, kandungan mineral dalam ASI biasanya konstan.

Namun bukan berarti kebutuhan mineral boleh diabaikan. Beberapa mineral yang pemenuhannya harus mendapat perhatian adalah zat besi. Zat besi yang berasal dari ASI mudah diserap bayi dibandingkan dengan zat besi yang terdapat pada susu sapi. Dari ASI, bayi bisa menyerap zat besi sebanyak 50 persen, sedangkan dari susu sapi sekitar 10 persen atau kurang. Oleh karena itu, ibu menyusui diharapkan banyak mengonsumsi makanan yang merupakan sumber zat besi, seperti hati, sumsum tulang, telur, dan sayuran berwarna hijau tua.

Selain itu, mineral lainnya yang sangat dibutuhkan adalah yodium. Ibu menyusui sebenarnya mudah memperolehnya dari garam yang beryodium. Ada lagi mineral lain yang dibutuhkan, walau sedikit, yaitu seng, magnesium dan selenium, yang bisa didapat dari makanan hewani.

* Vitamin

Ada dua macam vitamin, yaitu vitamin larut dalam lemak dan larut dalam air. Keduanya dibutuhkan untuk memenuhi standar kualitas ASI. Yang larut dalam lemak adalah vitamin A, D, E, dan K. Untuk vitamin K, bayi sebetulnya diharapkan dapat membentuknya sendiri di usus. Hanya saja, karena usus bayi baru lahir masih steril, maka biasanya asupan vitamin K didapat dari suplemen yang disuntikkan.

Vitamin A didapat bayi dari ASI. Untuk memenuhi kebutuhannya, ibu perlu mengomsumsi makanan hewani, seperti hati, maupun makanan nabati berwarna hijau tua atau kuning seperti wortel, jeruk, dan tomat.

Vitamin D didapat dari sinar matahari. Makanya ibu harus rajin berjemur bersama bayinya di pagi hari. Vitamin D yang dibentuk di tubuh ibu akan disalurkan pula kepada bayinya lewat ASI. Sedangkan vitamin E juga bisa didapat dari biji-bijian, kacang-kacangan, dan serealia.

Sementara dari jenis vitamin yang larut dalam air, yang paling banyak dibutuhkan adalah vitamin C. Pasokan vitamin ini ikut mempengaruhi jumlah ASI yang dapat dikeluarkan. Oleh karena itu, ibu menyusui harus cukup mendapat vitamin C. Konsumsinya tak perlu berlebihan, sehari hanya sekitar 60 -120 mg. Jadi konsumsi vitamin C dosis tinggi sebesar 500 atau 1.000 mg sebetulnya mubazir, karena kelebihannya akan dikeluarkan lewat air seni.

Selain itu, ibu juga membutuhkan berbagai vitamin B, seperti vitamin B6 dan vitamin B12 agar ASI-nya pun mengandung cukup vitamin B. Pada bayi, vitamin ini berfungsi sebagai regulator terjadinya metabolisme dalam tubuh untuk menghasilkan energi bagi pertumbuhannya.

Dari hasil penelitian, keberadaan vitamin B6 pada ASI sangat bergantung pada jumlah vitamin B6 yang dimiliki ibu. Bila ibu kekurangan vitamin B6, sudah pasti ASI-nya juga tidak cukup mengandung vitamin ini. Vitamin B6 banyak terdapat antara lain pada sayuran berwarna hijau tua dan daging.

SUSU DAN SUPLEMEN MAKANAN 

Adakalanya ibu tak suka makan terlalu banyak lauk dan mengantikannya dengan asupan susu. Menurut Tati, hal ini tidak mengapa karena ibu bisa mendapatkan zat protein yang dibutuhkannya dari lemak susu. Namun demikian, ada baiknya asupan karbohidrat juga diperhatikan, misalnya dengan mencampurkan susu dengan sereal. Kalau tidak, ibu bisa kekurangan karbohidrat dan pola makannya jadi tidak seimbang karena asupan proteinnya jadi lebih banyak. Jika berlangsung terus-menerus, metabolisme tubuh ibu akan terganggu.

Pola makan yang tidak seimbang juga bisa diatasi dengan menyantap suplemen makanan. Namun, Tati mengingatkan, suplemen hanya bisa mencukupi kekurangan asupan vitamin dan mineral. Kalau memang ibu yakin bisa mendapatkan kebutuhan zat gizi dari makanan, tak perlulah mengonsumsi suplemen. Disamping itu, suplemen juga sudah melalui proses kimiawi yang jika terakumulasi dalam tubuh bisa saja menimbulkan efek negatif. Lain halnya dengan makanan segar yang lebih natural.

MENGHINDARI KEGEMUKAN 

Adanya tambahan kebutuhan gizi dengan porsi tambahan makan, diakui Tati, tentu berdampak pula bagi ibu. Kalori ibu akan bertambah, sementara kerja ibu hanya menyusui dan mungkin tidak banyak bergerak. Otomatis kemudian berat badan akan meningkat karena lemaknya bertambah.

Untuk menghindari terjadinya kegemukan, sebaiknya ibu melakukan latihan gerak badan atau olahraga, seperti lari, aerobik, atau body language. Olahraga ini akan membakar kalori sehingga tak terjadi penumpukan lemak dalam tubuh. Bila kondisi ibu baik, latihan cukup dilakukan 15-30 menit dalam sehari.

Tati tidak menganjurkan ibu menyusui berdiet menguruskan badan. Kecuali memang kelebihan berat badannya besar sekali. Selain melakukan latihan olahraga, bolehlah ia menurunkan asupan kalorinya, tapi tidak boleh lebih rendah dari 1.800 kalori per hari. Bagaimanapun, kebutuhan zat gizi semasa menyusui lebih besar daripada semasa hamil.

UNTUK MEMPERLANCAR ASI

Daun-daun tertentu memang sudah terbukti dapat memperlancar produksi ASI, seperti halnya daun katuk atau daun lain yang berwarna hijau pekat. "Namun sayuran lain yang banyak mengandung vitamin dan mineral juga akan merangsang dan meningkatkan produksi ASI," Kata Tati.

Diakuinya, kini pun sudah banyak obat pelancar ASI dalam bentuk kaplet, sehingga lebih praktis. Menurutnya tak masalah kaplet ini dikonsumsi, karena sudah melalui riset dan sudah diperhitungkan dosis amannya. Hanya saja, selain masalah harga, juga tak dapat dinikmati rasanya. Jadi, alangkah baiknya jika daun-daunan itu dimakan masih dalam bentuk aslinya.

MAKANAN YANG BOLEH & TAK BOLEH 

"Makanan yang dianjurkan semasa menyusui tentunya yang memenuhi kebutuhan semasa itu. Sehari makan 3 kali makanan utama dengan porsi nasi dan lauk pauk yang diperbanyak. Untuk memenuhi kebutuhan kalori yang bertambah, jangan lupa makan makanan selingan, berupa susu dan buah. Juga harus minum sebanyak-banyaknya," papar Tati. Sementara kebutuhan akan cairan bisa didapat dari makanan dan minuman. Bisa berupa sayuran, jus buah, susu, dan sebagainya.

Sebetulnya, ungkap Tati, ibu menyusui tidak pantang makanan apa saja. Yang penting harus diperhatikan adalah pola makan yang seimbang. Lalu bagaimana dengan bahan makanan berikut ini?

* Buah durian dan nangka

Selama menyusui, buah-buahan seperti nangka dan durian menurut Tati, sebetulnya tidak dilarang untuk dikonsumsi, tapi memang perlu dibatasi. Asal tahu saja, konsumsi buah-buahan yang rasanya sangat manis, seperti anggur dan rambutan juga perlu dibatasi karena mengandung kalori tinggi. Jadi, yang penting proporsional, jangan kebanyakan.

Pada orang-orang tertentu, kalori tinggi yang tersisa akan disimpan dalam tubuh sehingga kadar gulanya berlebihan. Selain itu, sisa kalori juga akan disimpan menjadi lemak sampai akhirnya bisa berlebihan. Akibatnya tentu akan lebih panjang lagi, bisa menganggu sistem sirkulasi darah dan jantung. Pengaruhnya ke ASI mungkin tidak ada.

Jadi, kalau memang ibu menyusui ingin menyantap kedua buah-buahan ini maka proporsinya harus diperhitungkan. Apalagi, durian dan nangka mengandung alkohol. Jika alkohol yang memabukkan dikonsumsi oleh bayi melalui ASI, maka sebagai efeknya bayi bisa rewel, hiperaktif atau sebaliknya lesu.

* Kopi

Ibu boleh saja tetap minum kopi semasa menyusui. Namun, jumlahnya perlu dibatasi, yaitu tak lebih dari dua cangkir dalam sehari. Lebih dari itu, dikhawatirkan zat kafein yang terdapat pada kopi terikut dalam ASI dan terminum oleh bayi.

Zat kafein yang bersifat stimulan sebetulnya bisa membuat orang yang mengonsumsinya menjadi segar. Pada bayi, kafein ini akan menstimulasi semua metabolismenya menjadi lebih cepat. Akibatnya, jantung bayi berdenyut lebih cepat, ginjal bekerja lebih keras, dan air kencing akan lebih banyak. Kondisi ini tentu tidak baik bagi bayi. Selain kopi, beberapa produk soft drink juga mengandung kafein. Oleh karena itu, ibu menyusui harus betul-betul menaruh perhatian.

* Teh

Minum teh bagi ibu menyusui tak jadi masalah. Memang, di dalam teh terkandung zat tanin. Efeknya menghambat penyerapan zat besi. Namun, zat ini dianggap tidak terlalu membahayakan.

* Tape

Yang dikhawatirkan dari makanan ini adalah kandungan alkohol dan kalorinya yang sangat tinggi, hampir sama seperti durian dan nangka.

* Food allergen

Makanan-makanan yang dapat menyebabkan alergi umumnya mengandung protein berkadar tinggi, seperti seafood. Nah, untuk itu, ibu menyusui perlu hati-hati dengan seafood, seperti udang atau cumi. Jika setelah mengonsumsi makanan laut, ASI yang dihasilkan membuat kulit bayi gatal atau merah-merah, berarti ia mengalami alergi. Sebaiknya ibu segera menghentikan konsumsi jenis makanan tersebut.

* Makanan pedas

Sebetulnya tak masalah jika ibu menyusui mengonsumsi makanan pedas. Toh, rasa pedas ini tidak akan keluar lagi bersama ASI. Juga, cabai merupakan jenis sayuran yang banyak mengandung vitamin C.

* Ketan

Makanan ini merupakan sumber karbohidrat, tetapi beda halnya dengan beras, ikatan molekulnya lebih kompleks sehingga lebih sulit dicerna. Akibatnya, untuk sampai menghasilkan energi dibutuhkan waktu yang lebih lama. Namun demikian, tak masalah bila ibu menyusui mengonsumsinya.

* Makanan berserat

Makanan yang kaya serat seperti sayuran dan buah, sebetulnya akan memperlancar pencernaan. Namun demikian, jumlah yang dikonsumsi harus proporsional. Jika terlalu banyak, maka bayi bisa susah buang air besar.

* Makanan kaleng

Meskipun enak, makanan dan minuman kaleng sebaiknya dihindari. Jika makanan itu berupa ikan laut, misalnya, proses pengawetan akan membuat zat protein yang dikandungnya mengalami perubahan. Padahal protein yang dikonsumsi ibu nantinya akan disalurkan kepada bayi bersama ASI. Zat protein yang sudah berubah itu sangat mungkin menyebabkan bayi alergi.

* Obat-obatan

Pada saat berobat ke dokter, pastikan bahwa ibu menjelaskan statusnya yang tengah menyusui. Dengan begitu, dokter tidak akan memberinya obat-obatan yang akan membahayakan bayi apabila terproses bersama ASI. Misalnya, obat batuk yang mengandung zat penenang. Bila sampai terkonsumsi, bayi bisa jadi lesu dan mengantuk. Selain itu, ada obat-obatan yang dapat menimbulkan ketergantungan. Obat jenis ini sangat berbahaya jika sampai terkonsumsi bayi

9 MITOS MENYUSUI DAN FAKTANYA

Katanya ASI bisa kurang kalau si bayi rakus. Bagaimana faktanya? Dr. Rudy Firmansjah B. Rivai, Sp.A dari Rumah Sakit Anak dan Bersalin (RSAB) Harapan Kita Jakarta menjelaskannya kepada kita.

1. ASI BELUM KELUAR PADA HARI PERTAMA SEHINGGA PERLU DITAMBAH CAIRAN LAIN

Salah. Memang, banyak ibu yang mengalami kesulitan menyusui di hari pertama dan mengeluhkan ASI-nya tidak bisa keluar. Namun tak perlu cemas karena di hari pertama, selain bayi belum memerlukan cairan tambahan, di dalam tubuhnya pun masih ada cadangan cairan yang cukup.

ASI sendiri terdiri atas 88% air. Jadi, kebiasaan memberi cairan seperti susu formula, air putih, teh manis kepada bayi baru lahir tentu kurang tepat. Di banyak negara tindakan ini sudah menjadi kebiasaan dengan alasan agar bayi tidak rewel atau sekadar menghilangkan hausnya. Ditambah lagi, bila cairan itu diberikan dengan dot, selain refleks mengisap bayi jadi tidak terasah, ia juga berisiko bingung puting.

2.ASI TIDAK BISA MEMUASKAN BAYI "RAKUS"

Salah. ASI bisa mencukupi semua kebutuhan asupan makanan dan minuman bayi hingga bayi berusia 6 bulan. Rata-rata kebutuhan cairan bayi pada minggu pertama sekitar 80-100 ml/kg per hari, dan meningkat menjadi 140-160 ml/kg pada usia 3-6 bulan. Semua itu cukup dipenuhi hanya dengan ASI. Bahkan bagi bayi superrakus sekalipun.

Sebuah penelitian menyebutkan, 98 ribu dari 100 ribu ibu yang mengatakan produksi ASI-nya kurang, ternyata memiliki cukup ASI. ASI tidak bisa berproduksi secara optimal karena manajemen laktasi yang kurang baik. Misalnya, tidak tahu posisi menyusui yang tepat, stres, terpengaruh mitos-mitos menyusui, kurang istirahat, dan lain-lain.

ASI yang dikeluarkan, baik dari payudara kanan maupun kiri, sama-sama mengandung foremilk dan hindmilk atau dengan kata lain memiliki komposisi yang sama. Jadi, salah kalau ada yang menganggap payudara kanan mengandung makanan dan yang kiri minuman. Puaskan bayi pada satu payudara selama kira-kira 15 menit. Bila masih belum puas, barulah pindahkan lagi ke payudara pertama.

3.PAYUDARA KENDUR GARA-GARA MENYUSUI

Tidak ada hubungannya. Kendur tidaknya payudara tidak ada hubungannya dengan pemberian ASI. Biang keladi perubahan payudara adalah kehamilan itu sendiri. Saat hamil hormon-hormon membuat payudara penuh berisi ASI. Ukuran payudara pun terlihat lebih besar dari biasanya. Nah, pascamenyusui, ukuran payudara kembali normal. Akibatnya, otot-ototnya pun mengendur dan membuat payudara sedikit kendur.

Hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Lewat pijat atau senam payudara keindahan bentuk payudara bisa dipertahankan. Pilih juga bra yang tepat agar bisa membuat bentuk payudara tidak kendur. Selain itu, menyusui juga bisa memproteksi payudara dari serangan kanker payudara. Penelitian membuktikan, risiko terkena kanker mengecil jika ibu menyusui anaknya.

4. SULIT TURUNKAN BB JIKA MENYUSUI

Salah. Konon, menyusui membuat nafsu makan ibu bertambah lahap, sehingga sulit mengatur berat badan. Ini tidaklah tepat. Sebuah penelitian menyebutkan, menyusui dapat membantu ibu menurunkan berat badan lebih cepat. Kala menyusui timbunan lemak yang terjadi pada waktu hamil diubah menjadi energi. Sebaliknya, timbunan lemak ini sulit disingkirkan jika ibu tidak menyusui.

5.UKURAN PAYUDARA TENTUKAN BANYAKNYA ASI

Salah. Banyak tidaknya ASI tidak ditentukan oleh besar kecilnya payudara, tapi tergantung seberapa banyak kelenjar pembentuk air susu. Payudara berukuran besar kanan bergizi yang cukup dan seimbang.

Bahkan menyusui bisa memberi perlindungan terhadap zat kimia beracun tertentu. Pada kecelakaan kebocoran reaktor di Chernobyl, didapat fakta bahwa kadar zat radio aktif dalam ASI jauh lebih sedikit daripada dalam tubuh ibu. Para ahli pun berkesimpulan, ada mekanisme tubuh tertentu yang menyaring racun sehingga konsentrasinya dalam ASI sangat rendah.

7.BANYAK BERISTIRAHAT BISA MENAMBAH PRODUKSI ASI

Kurang tepat. Mitosnya saat istirahat produksi ASI akan berjalan lancar. Ini tidak sepenuhnya benar. Yang betul makin sering ASI diberikan, makin banyak pula ASI dihasilkan. Produksi ASI meningkat seiring dengan gerakan mengisap. Sebaliknya, jika dihentikan maka lambat laun produksi ASI pun berkurang. Itulah mengapa, berikan ASI atau pompalah secara teratur. Jangan lupa untuk merawat dan memijat payudara agar produksi ASI tetap lancar.

8.TIDUR BAYI LEBIH LELAP JIKA MINUM SUSU FORMULA

Tidak tepat. Memang, bayi-bayi yang diberikan susu formula cenderung tidur lama. Penyebabnya, susu formula umumnya tidak dapat dicerna dengan cepat, sehingga efek rasa kenyangnya lebih lama dan tidurnya pun terkesan lebih lama. Tapi kuantitas tidak menjamin kualitas. Jadi, tidak ada perbedaan kualitas tidur antara bayi peminum ASI dan susu formula.

9.MENYUSUI TANGKAL KEHAMILAN

Tidak sepenuhnya salah. Sebuah riset mengemukakan, menyusui bisa menurunkan kesuburan. Pada ibu yang tidak menyusui, kesuburan biasanya muncul kembali dalam 4-6 minggu pascapersalinan. Pada ibu menyusui, rentangnya bisa lebih lama, karena proses ovulasi terhambat.

Saat menyusui produksi hormon prolaktin meningkat. Hormon ini cukup efektif menghambat ovulasi, menstruasi pun menjadi tertunda. Itulah mengapa, kala menyusui, tubuh tak mampu menghasilkan sel telur matang. Walhasil, sperma yang masuk tidak akan menemukan "pasangan"nya. Kehamilan pun tidak akan terjadi atau disebut KB alami, yang sering diistilahkan LAM (Lactation Amenorrhoe Methode).

Meskipun efektivitasnya mencapai 98%, menyusui tidak menjamin ibu tidak hamil. Karena persyaratan menyusui sebagai KB alami sangat ketat, di antaranya ASI harus diberikan secara eksklusif. Frekuensi pemberiannya harus diatur, 10 kali dalam satu hari, disamping banyak syarat lain yang harus dipenuhi. Risiko kehamilan tetap besar jika ibu tidak bisa mematuhi syarat-syarat tersebut.