SITE STATUS
Jumlah Member :
492.686 member
user online :
1095 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: bibir terasa kering saat trimester kedua

New Topic :  
01-07-2016 14:18:01 hamil 4bln ko ga ada gtaran
Jumlah Posts : 103
Jumlah di-Like : belum ada like

iya bun, mungkin memang saat trimester kedua belum terasa pergerakannya. kalo memang bunda masih khawatir segera periksakan aja 

   


01-06-2015 07:59:33 berpergian
Jumlah Posts : 20
Jumlah di-Like : belum ada like
saat trimester kedua waktu yg aman untuk bepergian..saat usia kandungan sudah 16minggu keatas
   
Jumlah Posts : 850
Jumlah di-Like : 15

Tindakan Gigi BAgi Ibu Hamil

Posted by Putri little holiday on Wednesday, November 11, 2009 Labels: / Comments: (0)

Sebagian ibu hamil mempunyai keluhan pada gigi dan mulutnya. Mulai dari keluhan gusi berdarah, sariawan sampai pada nyeri gigi. Namun ibu hamil tak kunjung pergi ke dokter gigi karena khawatir tindakan gigi oleh dokter gigi akan mempengaruhi kehamilannya.

Mengapa ibu hamil cenderung mempunyai masalah pada gigi dan mulut ?

Saat hamil, ibu mengalami perubahan secara hormonal. Akan tetapi masalah gigi dan mulut pada ibu hamil bisa pula dipicu hal-hal sebagai berikut:

- kesehatan mulut yang buruk/kotor.

- perasaan akan muntah/mual jika menggosok gigi atau menggunakan pasta gigi.

- sering makan makanan manis saat hamil

- timbul kemalasan untuk menggosok gigi saat hamil

Apa saja bentuk masalah yang biasa dijumpai saat hamil dalam rongga mulut?

  • Gingivitis
    Gusi akan tampak bengkak, sensitif dan nyeri , dan mungkin mudah berdarah dan atau tanpa sebab.
    • Tingginya hormon progresteron dan esterogen akan meningkatkan insidensi inflamasi pada gusi.
    • Masalah gusi ini biasanya dimulai trimester 1 (bulan kedua). Keadaan paling buruk sering dijumpai saat trimester ke 3 (usia hamil 8 bulan) .
    • Saat hormon mulai turun di usia kehamilan 9 bulan, masalah gusi akan mulai berkurang.
    • Karena perubahan hormon ini, Gigi juga akan cenderung bermasalah.
    • Plak akan mudah terbentuk sehingga mudah terjadi radang gusi dan karies.

    Click to enlarge
    Pregnancy Gingivitis
    (Severe)

  • Heartburn and vomiting ( morning sickness). Morning sickness yang parah dapat meningkatkan keasaman dalam mulut sehingga menyebabkan erosi email gigi.
  • Pregnancy Epulis
    Benjolan ini bisa saja terjadi pada gusi. Tidak berbahaya dan mudah dihilangkan oleh dokter gigi. Warnana bervariasi mulai dari merah jambu sampai merah., tergantung pada tingkat pertumbuhannya. Bisa muncul di awal kehamilan.
Click to enlarge
Pregnancy epulis
  • Granuloma atau tumor
    Terjadi pada gusi, Berbentuk nodular, bengkak dan dapat membesar, teraba, dan biasanya tidak menimbulkan nyeri/sakit.Penyebabnya adalah iritasi kronis atau injury.

Click to enlarge

Bagaimana dengan tindakan gigi selama kehamilan?

Tindakan gigi seperti menambal gigi (dental filling and crowns) idealnya dilakukan pada trimester kedua. Pada kasus emergency seperti eleminasi infeksi, pencabutan gigi dan perawatan saluran akar bisa saja dimungkinkan untuk dilakukan.

Untuk tindakan gigi yang bersifat pilihan seperti dental kosmetik (pemutihan gigi) sebaiknya ditunda/dilakukan sampai pasca persalinan.

Bagaimana dengan tindakan foto gigi pada masa kehamilan?

Foto gigi kadang diperlukan untuk tindakan giig rutin atau tindakan gigi emergency. Foto gigi dengan tujuan pemeriksaan rutin sebaiknya ditunda sampai ibu melahirkan. Namun tidak menutup kemungkinan foto gigi ( X-rays) dilakukan jika keadaan emergency. Menurut American College of Radiology,single diagnostic X-rays dengan dosis radiasi tidak berpengaruh secara signifikan pada perkembangan embrio atau fetus. Radiasi dari X-rays gigi adalah sangat rendah. ZAkan tetapi sebaiknya tindakan pencegahan untuk meminimalkan paparan radiasi tetap harus dilakukan, misalnya penggunaan “thyroid collar” atau “apron” saat foto X-rays.

Sebaiknya ibu hamil menghindari semua tindakan yang beresiko pada janin pada trimester pertama karena perkembangan organ fetus terjadi pada trimester pertama kehamilan. Jika tidak bersifat emergency, tindakan gigi dapat dilakukan pada trimester ketiga atau ditunda sampai ibu melahirkan jika memungkinkan. Hal tersebut untuk menghindari persalinan prematur.

Bagaimana dengan Obat yang digunakan untuk Ibu hamil selama dilakukan prosedur tindakan gigi?

Sebaiknya penggunaan obat-obatan secara umum selama masa kehamilan dihindari, terutama saat masa kehamilan 3-11 minggu. Namun demikian belum ada bukti dan laporan bahwa anestesi lokal berbahaya di awal pertama masa kehamilan. Dosis besar pada anestesi lokal dapat berpengaruh secara lanjut pada kehamilan , terutama mendekati saat persalinan. Ibu hamil dengan kasus emergency dapat menerima obat anestesi lokal dengan dosis rendah.

Lidokain adalah obat pilihan yang biasanya digunakan untuk tindakan gigi. Jika memungkinkan, sebaiknya ibu hamil menghindari obat anestesi lokal yang mengandung epinefrin. Adapun obat antibiotik dengan kategori B (misal penicillin, amoxicillin, and clindamycin) aman untuk ibu hamil.

Saran

1. Ibu hamil hendaknya mengkonsumsi diet yang baik, sehat dan seinmbang, rajin menggosok lidah dan gigi dengan pasta gigi dengan teratur. Penggunaan dental floss/flossing juga dianjurkan.

2. Melakukan kunjungan rutin ke dokter gigi untuk pencegahan dan pemeliharaan/perawatan selama hamil.

3. Informasikan kepada dokter gigi Anda bahwa Anda sedang hamil.

4. Jika memungkinkan, lakukan tindakan gigi saat trimester kedua atau ditunda sampai ibu melahirkan jika memngkinkan/tidak emergency.

5. Tindakan gigi pilihan (misal dental kosmetik) harus dilakukan setelah ibu melahirkan.

6. Jaga sirkulasi darah dan kenyamanan ibu hamil saat duduk di kursi gigi

7. Gunakan bantal bila mana perlu agar bayi dan ibu hamil nyaman.

8. Gunakan obat kumur bilamana diperlukan. Konsultasikan dengan dokter gigi, obat kumur yang sesuai.

Bagaimana jika ibu hamil mempunyai keluhan selalu ingin muntah bila menggosok gigi?

  • Gunakan sikat gigi dengan kepala sikat yang kecil. seperti sikat gigi untuk anak.
  • Lakukan sikat gigi dengan pelan (jangan tergesa-gesa), hati2 dan bertahap.
  • Atur pernafasan .
  • Jika gosok gigi sama sekali tidak bisa dilakukan, gunakan kapas/kain kassa untuk membersihkan gigi anda. Lakukan juga flossing.
  • jangan khawatir, reflek muntah tidak akan terjadi terus menerus selama hamil. Reflek muntah bisanya akan hilang. Jangan putus asa untuk terus mencoba. Ingat menyikat gigi tidak sama /tidak bisa digantikan dengan flossing.
  • Pilih pasta gigi yang “beraroma” sesuai dengan Anda. karena terkadang reflek muntah bisa hilang dengan pasta gigi yang beraroma segar saat menggososk gigi.

Penting

Sebaiknya untuk menghindari keluhan gigi dan mulut selama hamil, sebagai tindakan pencegahan, kunjungi dokter gigi Anda jika Anda merencanakan kehamilan. Jangan lupa selalu menginformasikan pada dokter gigi Anda jika Anda hamil. Sebaiknya Anda juga berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda (Obsgyn).


semoga membantu

salam

putri a.k.a zach mom's

   


Jumlah Posts : 850
Jumlah di-Like : 15

Tindakan Gigi BAgi Ibu Hamil

Posted by Putri little holiday on Wednesday, November 11, 2009 Labels: / Comments: (0)

Sebagian ibu hamil mempunyai keluhan pada gigi dan mulutnya. Mulai dari keluhan gusi berdarah, sariawan sampai pada nyeri gigi. Namun ibu hamil tak kunjung pergi ke dokter gigi karena khawatir tindakan gigi oleh dokter gigi akan mempengaruhi kehamilannya.

Mengapa ibu hamil cenderung mempunyai masalah pada gigi dan mulut ?

Saat hamil, ibu mengalami perubahan secara hormonal. Akan tetapi masalah gigi dan mulut pada ibu hamil bisa pula dipicu hal-hal sebagai berikut:

- kesehatan mulut yang buruk/kotor.

- perasaan akan muntah/mual jika menggosok gigi atau menggunakan pasta gigi.

- sering makan makanan manis saat hamil

- timbul kemalasan untuk menggosok gigi saat hamil

Apa saja bentuk masalah yang biasa dijumpai saat hamil dalam rongga mulut?

  • Gingivitis
    Gusi akan tampak bengkak, sensitif dan nyeri , dan mungkin mudah berdarah dan atau tanpa sebab.
    • Tingginya hormon progresteron dan esterogen akan meningkatkan insidensi inflamasi pada gusi.
    • Masalah gusi ini biasanya dimulai trimester 1 (bulan kedua). Keadaan paling buruk sering dijumpai saat trimester ke 3 (usia hamil 8 bulan) .
    • Saat hormon mulai turun di usia kehamilan 9 bulan, masalah gusi akan mulai berkurang.
    • Karena perubahan hormon ini, Gigi juga akan cenderung bermasalah.
    • Plak akan mudah terbentuk sehingga mudah terjadi radang gusi dan karies.

    Click to
    enlarge
    Pregnancy Gingivitis
    (Severe)

  • Heartburn and vomiting ( morning sickness). Morning sickness yang parah dapat meningkatkan keasaman dalam mulut sehingga menyebabkan erosi email gigi.
  • Pregnancy Epulis
    Benjolan ini bisa saja terjadi pada gusi. Tidak berbahaya dan mudah dihilangkan oleh dokter gigi. Warnana bervariasi mulai dari merah jambu sampai merah., tergantung pada tingkat pertumbuhannya. Bisa muncul di awal kehamilan.
Click to
            enlarge
Pregnancy epulis
  • Granuloma atau tumor
    Terjadi pada gusi, Berbentuk nodular, bengkak dan dapat membesar, teraba, dan biasanya tidak menimbulkan nyeri/sakit.Penyebabnya adalah iritasi kronis atau injury.

Click to
enlarge

Bagaimana dengan tindakan gigi selama kehamilan?

Tindakan gigi seperti menambal gigi (dental filling and crowns) idealnya dilakukan pada trimester kedua. Pada kasus emergency seperti eleminasi infeksi, pencabutan gigi dan perawatan saluran akar bisa saja dimungkinkan untuk dilakukan.

Untuk tindakan gigi yang bersifat pilihan seperti dental kosmetik (pemutihan gigi) sebaiknya ditunda/dilakukan sampai pasca persalinan.

Bagaimana dengan tindakan foto gigi pada masa kehamilan?

Foto gigi kadang diperlukan untuk tindakan giig rutin atau tindakan gigi emergency. Foto gigi dengan tujuan pemeriksaan rutin sebaiknya ditunda sampai ibu melahirkan. Namun tidak menutup kemungkinan foto gigi ( X-rays) dilakukan jika keadaan emergency. Menurut American College of Radiology,single diagnostic X-rays dengan dosis radiasi tidak berpengaruh secara signifikan pada perkembangan embrio atau fetus. Radiasi dari X-rays gigi adalah sangat rendah. ZAkan tetapi sebaiknya tindakan pencegahan untuk meminimalkan paparan radiasi tetap harus dilakukan, misalnya penggunaan “thyroid collar” atau “apron” saat foto X-rays.

Sebaiknya ibu hamil menghindari semua tindakan yang beresiko pada janin pada trimester pertama karena perkembangan organ fetus terjadi pada trimester pertama kehamilan. Jika tidak bersifat emergency, tindakan gigi dapat dilakukan pada trimester ketiga atau ditunda sampai ibu melahirkan jika memungkinkan. Hal tersebut untuk menghindari persalinan prematur.

Bagaimana dengan Obat yang digunakan untuk Ibu hamil selama dilakukan prosedur tindakan gigi?

Sebaiknya penggunaan obat-obatan secara umum selama masa kehamilan dihindari, terutama saat masa kehamilan 3-11 minggu. Namun demikian belum ada bukti dan laporan bahwa anestesi lokal berbahaya di awal pertama masa kehamilan. Dosis besar pada anestesi lokal dapat berpengaruh secara lanjut pada kehamilan , terutama mendekati saat persalinan. Ibu hamil dengan kasus emergency dapat menerima obat anestesi lokal dengan dosis rendah.

Lidokain adalah obat pilihan yang biasanya digunakan untuk tindakan gigi. Jika memungkinkan, sebaiknya ibu hamil menghindari obat anestesi lokal yang mengandung epinefrin. Adapun obat antibiotik dengan kategori B (misal penicillin, amoxicillin, and clindamycin) aman untuk ibu hamil.

Saran

1. Ibu hamil hendaknya mengkonsumsi diet yang baik, sehat dan seinmbang, rajin menggosok lidah dan gigi dengan pasta gigi dengan teratur. Penggunaan dental floss/flossing juga dianjurkan.

2. Melakukan kunjungan rutin ke dokter gigi untuk pencegahan dan pemeliharaan/perawatan selama hamil.

3. Informasikan kepada dokter gigi Anda bahwa Anda sedang hamil.

4. Jika memungkinkan, lakukan tindakan gigi saat trimester kedua atau ditunda sampai ibu melahirkan jika memngkinkan/tidak emergency.

5. Tindakan gigi pilihan (misal dental kosmetik) harus dilakukan setelah ibu melahirkan.

6. Jaga sirkulasi darah dan kenyamanan ibu hamil saat duduk di kursi gigi

7. Gunakan bantal bila mana perlu agar bayi dan ibu hamil nyaman.

8. Gunakan obat kumur bilamana diperlukan. Konsultasikan dengan dokter gigi, obat kumur yang sesuai.

Bagaimana jika ibu hamil mempunyai keluhan selalu ingin muntah bila menggosok gigi?

  • Gunakan sikat gigi dengan kepala sikat yang kecil. seperti sikat gigi untuk anak.
  • Lakukan sikat gigi dengan pelan (jangan tergesa-gesa), hati2 dan bertahap.
  • Atur pernafasan .
  • Jika gosok gigi sama sekali tidak bisa dilakukan, gunakan kapas/kain kassa untuk membersihkan gigi anda. Lakukan juga flossing.
  • jangan khawatir, reflek muntah tidak akan terjadi terus menerus selama hamil. Reflek muntah bisanya akan hilang. Jangan putus asa untuk terus mencoba. Ingat menyikat gigi tidak sama /tidak bisa digantikan dengan flossing.
  • Pilih pasta gigi yang “beraroma” sesuai dengan Anda. karena terkadang reflek muntah bisa hilang dengan pasta gigi yang beraroma segar saat menggososk gigi.

Penting

Sebaiknya untuk menghindari keluhan gigi dan mulut selama hamil, sebagai tindakan pencegahan, kunjungi dokter gigi Anda jika Anda merencanakan kehamilan. Jangan lupa selalu menginformasikan pada dokter gigi Anda jika Anda hamil. Sebaiknya Anda juga berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda (Obsgyn).

salam

putri a.k.a zach mom's

   
Jumlah Posts : 27
Jumlah di-Like : belum ada like
 Halo Bunda Chaee.....

Ya syukurlah bunda uda bisa mulai tidur, srk giliranku krn perut yg uda semakin membesar dan gerakan bayi tambah aktif mum skr sering terbangun tengah malam. Sering masuk toilet dan posisi tidur yg semakin ga nyaman terutama mo membalikkan tubuh terasa berat.

Saat trimester ke3 ini keluhan mum semakin bertambah : perut yg semakin membesar, ga tahan jalan ato berdiri terlalu lama, kaki sudah mulai bengkak, kadang2 mlm hr perut terasa nyeri.

Tapi semua ini tidak berarti bagi mum yg penting bayi mum sehat dan mengingat hari kelahiran sudah semakin dekat bisa ketemu dengan dedek....horeeeee
   


15-06-2010 11:02:55 Herpes simplex saat hamil..
Jumlah Posts : 850
Jumlah di-Like : 15
sebaiknya segera dikonsultasikan ke dokter.
alasannya dapat anda baca di bawah ini.
tolong di baca perlahan supaya jelas.

SERANGAN HERPES SELAGI HAMIL
Ribut dan saling menyalahkan pasangan, tak akan menyelesaikan masalah. Yang penting, tangani segera karena berdampak buruk pada janin.
Menurut dr. Irsyad Bustamam, SpOG, siapa pun yang didiagnosa terinfeksi penyakit ini umumnya akan membunyikan genderang perang dengan pasangannya. Apalagi bila yang bersangkutan merasa hidupnya selama ini "bersih". Pasalnya, lanjut dokter kebidanan dan kandungan yang berpraktek di RSIA Hermina, Jatinegara ini, herpes termasuk penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual.

"Kendati di kepustakaan disebut ada beberapa cara penularan lain semisal lewat handuk, alat cukur, sisir, atau benda-benda lain yang dipakai bersama, angka kejadiannya kecil sekali. Sebab, virus penyebabnya hanya bisa hidup di tubuh manusia. Di luar tubuh, virus itu cepat mati."

Herpes genitalis, disebut juga herpes simpleks, sebetulnya merupakan penyakit kulit yang terdapat di perbatasan antara kulit dan selaput lendir. Penyebabnya adalah virus herpes simpleks (VHS) yang bisa dibedakan menjadi 2 tipe. Pertama yang umumnya mengenai segala usia dan memilih bersarang di pinggang ke atas, kedua yang terutama mengenai kalangan dewasa dan memilih pinggang ke bawah sebagai tempat sasaran infeksinya. Namun akibat pola hubungan seksual yang begitu bervariasi, bisa saja lokasi terjadinya infeksi VHS terbolak-balik. Semisal tipe 1 ditemukan di daerah genital dan anus, sedangkan tipe 2 di sekitar bibir atau di langit-langit.

FAKTOR PEMICU

Begitu masuk ke dalam tubuh untuk pertama kalinya, VHS akan membentuk masa inkubasi atau infeksi primer yang biasanya berlangsung sekitar 2-5 hari setelah kontak seksual dengan penderita atau pengidap VHS. Di saat ini, karena tubuh belum membentuk antibodi, yang muncul adalah gejala mirip flu seperti demam, badan terasa lemah, pening dan nyeri persendian/pegal-pegal di sekujur tubuh, serta mata terasa perih. Hingga tanpa pemeriksaan laboratorium, infeksi VHS seringkali sulit dibedakan dengan flu.
Yang membedakan adalah timbulnya gejala lokal di daerah yang terinfeksi berupa bintil-bintil kecil yang gampang pecah.Bintil-bintil berisi cairan bening ini bila dibiarkan akan berkembang menjadi bisul-bisul bernanah.
Ciri lain, bintil-bintil tersebut biasanya berkelompok, warna dasarnya merah sembab dan terasa nyeri sekali. Bahkan kalau sampai terkena saraf, yang bersangkutan tak bisa BAK lantaran luar biasa sakitnya. Jika tidak disertai infeksi tambahan, kulit tempat tumbuh bintil-bintil tadi akan tampak seperti sediakala jika tak digaruk. Sedangkan bila digaruk bisa meninggalkan jaringan parut.

Berlalunya infeksi primer tersebut akan diikuti dengan fase/masa laten. Yakni saat virus bersembunyi di simpul-simpul saraf. Masa laten ini berlangsung lama, meski tak bisa dipastikan seberapa lamanya. "Tergantung kondisi individu yang bersangkutan." Artinya, ada faktor-faktor tertentu yang menjadi pemicu. Seperti kurang tidur, dibebani pikiran berlebih atau stres, sedang menstruasi atau tengah hamil, sehabis melakukan hubungan seksual, kelelahan fisik, alergi obat-obatan/makanan tertentu, maupun sebab-sebab lain yang sampai sekarang tak diketahui pasti.

Kondisi-kondisi pemicu itulah yang kemudian membuat VHS bisa aktif lagi dan disebut fase kambuh atau recurrent. Kekambuhan ini bisa terjadi kapan pun dan sewaktu kambuh gejala yang diperlihatkan bisa ringan sekali atau malah kerap tak memperlihatkan gejala klinis sama sekali karena dalam tubuh sudah terbentuk antibodi. Alhasil, yang bersangkutan kerap terkecoh dan menganggap dirinya sudah sembuh. Padahal, sekali terkena, VHS akan selamanya bercokol di tubuh kita. Celaka, kan?

Hanya saja, imbuh Irsyad, faktor pemicunya sangat kasuistik. Artinya, ada yang karena alergi, ada pula karena sebab lain. Begitu juga kapan faktor pemicu tadi memunculkan fase kekambuhan tak bisa dipastikan. Cuma, aku Irsyad, angka kekambuhan pada orang hamil akan meningkat karena kondisi kehamilan sendiri membuka peluang untuk memunculkan kekambuhan. Sebab, selain terjadi perubahan hormonal yang drastis, selama kehamilan tubuh mengadakan perubahan sistem kekebalan. Terlebih bagi ibu hamil yang mengalami stres. Dengan kata lain, ibu hamil memang rentan terkena infeksi VHS.

BISA SEBABKAN KECACATAN

Sebetulnya, tegas Irsyad, VHS tak membedakan wanita dan pria dari belahan dunia mana pun serta tak memandang status ekonomi kaya ataupun miskin.
Hanya saja, dari penelitian yang pernah dilakukan di Skotlandia, misalnya, infeksi VHS hampir tak pernah ditemukan pada orang yang belum pernah melakukan hubungan seksual. Sedangkan angka kejadian pada wanita nakal atau pria yang gemar "jajan", meningkat 10 kali lipat. Itu sebabnya, wanita yang merasa dirinya "bersih" bisa saja tertular dari pasangannya yang bertipe petualang,
misal. Kalaupun si pria begitu yakin dirinya negatif, padahal bisa saja negatif itu lantaran hasil pemeriksaannya kurang akurat atau sebetulnya ia pengidap, namun VHS dalam tubuhnya sedang berada dalam masa laten.

Hingga bisa jadi sistem kekebalan tubuhnya tak memperlihatkan tanda tertentu yang bisa tertangkap oleh pemeriksaan laboratorium.
Nah, ketimbang ribut dan saling menyalahkan, lanjut Irsyad,
suami-istri amat disarankan untuk saling setia pada pasangannya. Selain jangan pernah coba-coba melakukan hubungan seksual dengan wanita/pria di luaran yang bukan tidak mungkin pernah pula berhubungan intim dengan orang lain yang terinfeksi VHS. Runyam, bukan?

Padahal seperti disebutkan di atas, ibu hamil karena kondisi kehamilannya termasuk kelompok yang rentan terinfeksi VHS, baik infeksi primer maupun recurrent. Sementara virus tersebut bisa masuk dalam sirkulasi darah janin melalui plasenta yang menghubungkan ibu dengan janinnya. Bisa juga melalui selaput ketuban, hingga bisa dibayangkan apa jadinya bila ada kebocoran atau malah ketuban pecah. Kemungkinan terjadinya infeksi VHS kian besar.
Celakanya, infeksi VHS pada janin bisa terjadi pada setiap tahapan kehamilan. Mulai dari trimester awal sampai trimester akhir. Di trimester awal, misalnya, secara teoritis di kehamilan usia 0-12 minggu, organ-organ penting sedang terbentuk, hingga kerusakan di masa ini, meski sekecil apa pun, efeknya jauh lebih besar ketimbang kerusakan sama yang terjadi di usia kehamilan selanjutnya. Namun secara umum, infeksi yang terjadi di trimester awal bisa menyebabkan janin mati yang berakhir dengan keguguran.
Sedangkan infeksi yang menyerang di trimester kedua dan ketiga memberi peluang pada janin untuk lahir prematur, kendati biasanya dibarengi dengan berbagai bentuk komplikasi kecacatan maupun kematian begitu dilahirkan. Dari catatan yang ada, lanjut Irsyad, mortalitas atau angka kematian pada bayi yang terinfeksi VHS terbilang tinggi, yakni sekitar 60 persen. Kendati begitu, tidak berarti semua janin yang dikandung oleh ibu yang terinfeksi VHS tak memiliki harapan untuk hidup, lo. Karena sekitar 40 persen sisanya berpeluang besar untuk hidup. Hanya saja 50 persen dari angka sisa janin yang hidup tadi akan mengalami kecacatan.


Bentuk kecacatannya itu sendiri bisa macam-macam. Apalagi infeksi VHS ini memiliki keunikan, yakni memilih daerah sasaran khusus yaitu susunan saraf pusat, organ-organ dalam tubuh, terutama hati dan mata yang bisa menyebabkan kebutaan. Namun, imbuh Irsyad, tak diketahui pasti mengapa VHS hanya memilih tempat-tempat tersebut.

TAK BISA TUNTAS

Deteksi dini VHS pada ibu hamil bisa diketahui dari tanya-jawab apakah ada riwayat kontak seksual dengan penderita/pengidap VHS. Karena bila kontak dilakukan saat penyakit pasangan sedang aktif, yang bersangkutan dipastikan bakal tertular. Sedangkan bila virusnya sedang dalam fase laten, belum tentu yang bersangkutan terinfeksi. Padahal memastikan kapan seseorang berada dalam fase laten atau kambuh, agak sulit mengingat secara klinis keduanya bisa saja tanpa gejala.

Yang bisa dijadikan pegangan sebetulnya adalah pemeriksaan laboratorium, semisal pap smear. Meski sebetulnya pap smear wajib dilakukan setahun sekali oleh wanita yang pernah melakukan hubungan seksual, tak peduli apakah dia terkena herpes atau tidak. Toh, bilang Irsyad, lewat pemeriksaan ini bisa sekaligus terdeteksi karsinoma serviks yang angka kematiannya paling tinggi di kalangan wanita.

Selain itu, lanjut Irsyad, deteksi VHS bisa dilakukan pula dengan biakan jaringan tubuh yang terinfeksi, menggunakan mikroskop elektron atau dengan pemeriksaan imunologis, yakni diperiksa kadar IgG dan IgM-nya. Dari pemeriksaan-pemeriksaan itulah dokter akan memutuskan terapi apa yang akan diberikan untuk ibu hamil yang terinfeksi. "Sayangnya", lanjut Irsyad, "sampai saat ini belum ada obat anti virus yang dapat menyembuhkan infeksi VHS secara tuntas tanpa kambuh-kambuh lagi."
Obat yang kini digunakan biasanya hanya sebatas agar virus yang berada di luar aliran darah, masa hidupnya lebih pendek alias cepat mati. Sementara virus yang sudah telanjur masuk ke dalam aliran darah seolah tak pernah bisa "tersentuh". Dengan begitu kejadian recurrent akan selalu ada.

Itulah mengapa penanganan pada janin (bila sudah terinfeksi) sampai sekarang belum memuaskan karena hanya pengobatan simptomatis alias menghilangkan gejalanya saja. Jenis dan dosis obat, cara, dan lama pemberiannya pun hanya ditentukan oleh dokter dengan memperhitungkan segi efektivitas dan keamanan bagi janin maupun ibunya. Sementara pengobatan lokal yang biasa dilakukan adalah pemberian salep, larutan garam khusus atau kompres rivanol untuk membersihkan bisul yang bernanah.
Tentu saja dalam memberikan terapi pengobatan, dokter akan selalu berpatokan bahwa setiap obat pasti berpengaruh pada janin. Artinya, bila memang memberi manfaat yang lebih besar dibanding efek sampingnya, obat tersebut akan tetap digunakan. Begitu juga sebaliknya.

Yang jadi masalah, hingga saat ini penggunaan obat-obatan untuk menanggulangi herpes, belum diketahui secara jelas efek negatifnya. Artinya, apakah akan merusak/memperparah kondisi janin yang sudah terinfeksi atau tidak. Sementara efek VHS pada janin sudah jelas, yakni 60 persen menimbulkan mortalitas dan 20 persen menyebabkan kecacatan.

Dengan memperhitungkan risiko itulah biasanya obat-obatan diberikan begitu seorang ibu hamil diketahui terinfeksi VHS, tanpa harus menunggu usia kehamilan tertentu. Ini jauh lebih baik dibandingkan bila infeksi tersebut dibiarkan semakin parah. "Jadi, begitu si ibu ketahuan terinfeksi, harus segera ditangani karena dokter pun harus berpacu melawan waktu. Kalau terlambat memberi obat, janin bisa keburu meninggal."
TAK PERLU DITUTUP-TUTUPI

Sayangnya, peluang terjadinya kecacatan itu sendiri tidak bisa "diutak-atik" dengan pemberian obat-obatan tertentu karena sampai saat ini memang tidak ada yang bisa memprediksi, bagian tubuh mana pada janin yang diserang VHS dan seberapa parah serangan virus tersebut.
Memang, kecacatan biasanya akan terdeteksi dengan pemeriksaan USG karena kecacatan akibat infeksi umumnya menyebabkan pertumbuhan janin terhambat. Semisal hamil 35 minggu, namun hanya "terbaca" 30 minggu dari pantauan USG.
Manifestasi kecacatannya sendiri bisa macam-macam. Mulai dari kelainan kulit yang luas, kelainan organ tubuh terutama hati dan sistem saraf pusat yang bisa terlihat lewat kejang-kejang tanpa sebab, rendahnya kemampuan berpikir dan keterlambatan fungsi motorik halus dan kasar. Kendati begitu, tegas Irsyad, kehamilan yang disertai kecacatan dalam tingkat separah apa pun, sebaiknya tetap dipertahankan. Bukankah sebagai manusia, si kecil juga punya hak untuk hidup?

Sementara cacat berat yang mempertipis kemungkinan hidup, tetap juga harus didasari banyak pertimbangan bila kehamilan ingin diakhiri. "Enggak segampang membalikkan telapak tangan, karena harus melibatkan banyak ahli yang duduk dalam Komisi Etik Kedokteran. Bahkan dokternya langsung atau si ibu sendiri secara pribadi tak berhak memutuskan untuk menggugurkan kandungannya."

Pada kehamilan yang terinfeksi VHS dan sudah cukup bulan biasanya akan ditempuh tindakan seksio. Sebab, melahirkan spontan lewat vagina/jalan lahir yang terinfeksi justru akan lebih membahayakan janin karena terjadi kontak langsung dengan daerah terinfeksi.
Tentu saja, kata Irsyad, situasi dan kondisi apa pun pada ibu maupun janinnya harus diinformasikan pada pasien. Termasuk kemungkinan kecacatan apa saja yang bakal terjadi. Kalaupun ketahuan janin belum terinfeksi atau terancam bahaya sejauh itu, keluarga pasien tetap harus diberi tahu kemungkinan penularan apa saja yang bakal mengenai bayinya.

Pendek kata, apa pun yang ditemukan lewat berbagai pemeriksaan, tak boleh ditutup-tutupi sama sekali. Hanya saja mengingat hal ini merupakan sesuatu yang sensitif, dokter harus pandai-pandai memilih teknik penyampaiannya. Semisal disampaikan lebih dulu pada suami agar tak kelewat mengejutkan atau membuat si ibu syok berat.

"Pengobatan" Penunjang

Sampai saat ini, terang Irsyad, belum ditemukan makanan dan minuman apa saja yang bisa menangkal serangan VHS. Hanya saja pada mereka yang terinfeksi amat disarankan untuk mengkonsumsi makanan bergizi baik untuk meningkatkan kekebalan tubuhnya. Dalam kondisi prima semacam itu diharapkan ibu hamil tak berpeluang mendapat kemungkinan terburuk yang bakal menimpanya. Karena infeksi ini disebabkan oleh virus yang belum ada obatnya, satu-satunya jalan disarankan menjaga kondisi agar tidak terserang VHS.

Sementara kalau sudah ketahuan terinfeksi, sebaiknya berobat bersama suami/istri dan membatasi aktivitas seksual untuk memperkecil peluang penularannya karena bisa menimbulkan fenomena bola pingpong. Kalaupun tetap ingin menikmati aktivitas seksual amat disarankan untuk menggunakan kondom.
Sedangkan "pengobatan" umum yang disarankan adalah dengan menjaga kesehatan dan higienis tubuh serta istirahat cukup. Jika sudah terinfeksi, jaga daerah infeksi agar tak lembab dan tetap bersih karena kondisi kotor bisa menimbulkan infeksi sekunder. Selain jangan pernah menggaruknya yang hanya akan memperbesar peluang penularan ke tempat lain, bahkan ke orang lain.

semoga membantu

salam

putri a.k.a zach mom's
   
15-06-2010 10:56:47 Herpes simplex saat hamil..
Jumlah Posts : 850
Jumlah di-Like : 15
sebaiknya segera dikonsultasikan ke dokter.
alasannya dapat anda baca di bawah ini.
tolong di baca perlahan supaya jelas.

SERANGAN HERPES SELAGI HAMIL
Ribut dan saling menyalahkan pasangan, tak akan menyelesaikan masalah. Yang penting, tangani segera karena berdampak buruk pada janin.
Menurut dr. Irsyad Bustamam, SpOG, siapa pun yang didiagnosa terinfeksi penyakit ini umumnya akan membunyikan genderang perang dengan pasangannya. Apalagi bila yang bersangkutan merasa hidupnya selama ini "bersih". Pasalnya, lanjut dokter kebidanan dan kandungan yang berpraktek di RSIA Hermina, Jatinegara ini, herpes termasuk penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual.

"Kendati di kepustakaan disebut ada beberapa cara penularan lain semisal lewat handuk, alat cukur, sisir, atau benda-benda lain yang dipakai bersama, angka kejadiannya kecil sekali. Sebab, virus penyebabnya hanya bisa hidup di tubuh manusia. Di luar tubuh, virus itu cepat mati."

Herpes genitalis, disebut juga herpes simpleks, sebetulnya merupakan penyakit kulit yang terdapat di perbatasan antara kulit dan selaput lendir. Penyebabnya adalah virus herpes simpleks (VHS) yang bisa dibedakan menjadi 2 tipe. Pertama yang umumnya mengenai segala usia dan memilih bersarang di pinggang ke atas, kedua yang terutama mengenai kalangan dewasa dan memilih pinggang ke bawah sebagai tempat sasaran infeksinya. Namun akibat pola hubungan seksual yang begitu bervariasi, bisa saja lokasi terjadinya infeksi VHS terbolak-balik. Semisal tipe 1 ditemukan di daerah genital dan anus, sedangkan tipe 2 di sekitar bibir atau di langit-langit.

FAKTOR PEMICU

Begitu masuk ke dalam tubuh untuk pertama kalinya, VHS akan membentuk masa inkubasi atau infeksi primer yang biasanya berlangsung sekitar 2-5 hari setelah kontak seksual dengan penderita atau pengidap VHS. Di saat ini, karena tubuh belum membentuk antibodi, yang muncul adalah gejala mirip flu seperti demam, badan terasa lemah, pening dan nyeri persendian/pegal-pegal di sekujur tubuh, serta mata terasa perih. Hingga tanpa pemeriksaan laboratorium, infeksi VHS seringkali sulit dibedakan dengan flu.
Yang membedakan adalah timbulnya gejala lokal di daerah yang terinfeksi berupa bintil-bintil kecil yang gampang pecah.Bintil-bintil berisi cairan bening ini bila dibiarkan akan berkembang menjadi bisul-bisul bernanah.
Ciri lain, bintil-bintil tersebut biasanya berkelompok, warna dasarnya merah sembab dan terasa nyeri sekali. Bahkan kalau sampai terkena saraf, yang bersangkutan tak bisa BAK lantaran luar biasa sakitnya. Jika tidak disertai infeksi tambahan, kulit tempat tumbuh bintil-bintil tadi akan tampak seperti sediakala jika tak digaruk. Sedangkan bila digaruk bisa meninggalkan jaringan parut.

Berlalunya infeksi primer tersebut akan diikuti dengan fase/masa laten. Yakni saat virus bersembunyi di simpul-simpul saraf. Masa laten ini berlangsung lama, meski tak bisa dipastikan seberapa lamanya. "Tergantung kondisi individu yang bersangkutan." Artinya, ada faktor-faktor tertentu yang menjadi pemicu. Seperti kurang tidur, dibebani pikiran berlebih atau stres, sedang menstruasi atau tengah hamil, sehabis melakukan hubungan seksual, kelelahan fisik, alergi obat-obatan/makanan tertentu, maupun sebab-sebab lain yang sampai sekarang tak diketahui pasti.

Kondisi-kondisi pemicu itulah yang kemudian membuat VHS bisa aktif lagi dan disebut fase kambuh atau recurrent. Kekambuhan ini bisa terjadi kapan pun dan sewaktu kambuh gejala yang diperlihatkan bisa ringan sekali atau malah kerap tak memperlihatkan gejala klinis sama sekali karena dalam tubuh sudah terbentuk antibodi. Alhasil, yang bersangkutan kerap terkecoh dan menganggap dirinya sudah sembuh. Padahal, sekali terkena, VHS akan selamanya bercokol di tubuh kita. Celaka, kan?

Hanya saja, imbuh Irsyad, faktor pemicunya sangat kasuistik. Artinya, ada yang karena alergi, ada pula karena sebab lain. Begitu juga kapan faktor pemicu tadi memunculkan fase kekambuhan tak bisa dipastikan. Cuma, aku Irsyad, angka kekambuhan pada orang hamil akan meningkat karena kondisi kehamilan sendiri membuka peluang untuk memunculkan kekambuhan. Sebab, selain terjadi perubahan hormonal yang drastis, selama kehamilan tubuh mengadakan perubahan sistem kekebalan. Terlebih bagi ibu hamil yang mengalami stres. Dengan kata lain, ibu hamil memang rentan terkena infeksi VHS.

BISA SEBABKAN KECACATAN

Sebetulnya, tegas Irsyad, VHS tak membedakan wanita dan pria dari belahan dunia mana pun serta tak memandang status ekonomi kaya ataupun miskin.
Hanya saja, dari penelitian yang pernah dilakukan di Skotlandia, misalnya, infeksi VHS hampir tak pernah ditemukan pada orang yang belum pernah melakukan hubungan seksual. Sedangkan angka kejadian pada wanita nakal atau pria yang gemar "jajan", meningkat 10 kali lipat. Itu sebabnya, wanita yang merasa dirinya "bersih" bisa saja tertular dari pasangannya yang bertipe petualang,
misal. Kalaupun si pria begitu yakin dirinya negatif, padahal bisa saja negatif itu lantaran hasil pemeriksaannya kurang akurat atau sebetulnya ia pengidap, namun VHS dalam tubuhnya sedang berada dalam masa laten.

Hingga bisa jadi sistem kekebalan tubuhnya tak memperlihatkan tanda tertentu yang bisa tertangkap oleh pemeriksaan laboratorium.
Nah, ketimbang ribut dan saling menyalahkan, lanjut Irsyad,
suami-istri amat disarankan untuk saling setia pada pasangannya. Selain jangan pernah coba-coba melakukan hubungan seksual dengan wanita/pria di luaran yang bukan tidak mungkin pernah pula berhubungan intim dengan orang lain yang terinfeksi VHS. Runyam, bukan?

Padahal seperti disebutkan di atas, ibu hamil karena kondisi kehamilannya termasuk kelompok yang rentan terinfeksi VHS, baik infeksi primer maupun recurrent. Sementara virus tersebut bisa masuk dalam sirkulasi darah janin melalui plasenta yang menghubungkan ibu dengan janinnya. Bisa juga melalui selaput ketuban, hingga bisa dibayangkan apa jadinya bila ada kebocoran atau malah ketuban pecah. Kemungkinan terjadinya infeksi VHS kian besar.
Celakanya, infeksi VHS pada janin bisa terjadi pada setiap tahapan kehamilan. Mulai dari trimester awal sampai trimester akhir. Di trimester awal, misalnya, secara teoritis di kehamilan usia 0-12 minggu, organ-organ penting sedang terbentuk, hingga kerusakan di masa ini, meski sekecil apa pun, efeknya jauh lebih besar ketimbang kerusakan sama yang terjadi di usia kehamilan selanjutnya. Namun secara umum, infeksi yang terjadi di trimester awal bisa menyebabkan janin mati yang berakhir dengan keguguran.
Sedangkan infeksi yang menyerang di trimester kedua dan ketiga memberi peluang pada janin untuk lahir prematur, kendati biasanya dibarengi dengan berbagai bentuk komplikasi kecacatan maupun kematian begitu dilahirkan. Dari catatan yang ada, lanjut Irsyad, mortalitas atau angka kematian pada bayi yang terinfeksi VHS terbilang tinggi, yakni sekitar 60 persen. Kendati begitu, tidak berarti semua janin yang dikandung oleh ibu yang terinfeksi VHS tak memiliki harapan untuk hidup, lo. Karena sekitar 40 persen sisanya berpeluang besar untuk hidup. Hanya saja 50 persen dari angka sisa janin yang hidup tadi akan mengalami kecacatan.


Bentuk kecacatannya itu sendiri bisa macam-macam. Apalagi infeksi VHS ini memiliki keunikan, yakni memilih daerah sasaran khusus yaitu susunan saraf pusat, organ-organ dalam tubuh, terutama hati dan mata yang bisa menyebabkan kebutaan. Namun, imbuh Irsyad, tak diketahui pasti mengapa VHS hanya memilih tempat-tempat tersebut.

TAK BISA TUNTAS

Deteksi dini VHS pada ibu hamil bisa diketahui dari tanya-jawab apakah ada riwayat kontak seksual dengan penderita/pengidap VHS. Karena bila kontak dilakukan saat penyakit pasangan sedang aktif, yang bersangkutan dipastikan bakal tertular. Sedangkan bila virusnya sedang dalam fase laten, belum tentu yang bersangkutan terinfeksi. Padahal memastikan kapan seseorang berada dalam fase laten atau kambuh, agak sulit mengingat secara klinis keduanya bisa saja tanpa gejala.

Yang bisa dijadikan pegangan sebetulnya adalah pemeriksaan laboratorium, semisal pap smear. Meski sebetulnya pap smear wajib dilakukan setahun sekali oleh wanita yang pernah melakukan hubungan seksual, tak peduli apakah dia terkena herpes atau tidak. Toh, bilang Irsyad, lewat pemeriksaan ini bisa sekaligus terdeteksi karsinoma serviks yang angka kematiannya paling tinggi di kalangan wanita.

Selain itu, lanjut Irsyad, deteksi VHS bisa dilakukan pula dengan biakan jaringan tubuh yang terinfeksi, menggunakan mikroskop elektron atau dengan pemeriksaan imunologis, yakni diperiksa kadar IgG dan IgM-nya. Dari pemeriksaan-pemeriksaan itulah dokter akan memutuskan terapi apa yang akan diberikan untuk ibu hamil yang terinfeksi. "Sayangnya", lanjut Irsyad, "sampai saat ini belum ada obat anti virus yang dapat menyembuhkan infeksi VHS secara tuntas tanpa kambuh-kambuh lagi."
Obat yang kini digunakan biasanya hanya sebatas agar virus yang berada di luar aliran darah, masa hidupnya lebih pendek alias cepat mati. Sementara virus yang sudah telanjur masuk ke dalam aliran darah seolah tak pernah bisa "tersentuh". Dengan begitu kejadian recurrent akan selalu ada.

Itulah mengapa penanganan pada janin (bila sudah terinfeksi) sampai sekarang belum memuaskan karena hanya pengobatan simptomatis alias menghilangkan gejalanya saja. Jenis dan dosis obat, cara, dan lama pemberiannya pun hanya ditentukan oleh dokter dengan memperhitungkan segi efektivitas dan keamanan bagi janin maupun ibunya. Sementara pengobatan lokal yang biasa dilakukan adalah pemberian salep, larutan garam khusus atau kompres rivanol untuk membersihkan bisul yang bernanah.
Tentu saja dalam memberikan terapi pengobatan, dokter akan selalu berpatokan bahwa setiap obat pasti berpengaruh pada janin. Artinya, bila memang memberi manfaat yang lebih besar dibanding efek sampingnya, obat tersebut akan tetap digunakan. Begitu juga sebaliknya.

Yang jadi masalah, hingga saat ini penggunaan obat-obatan untuk menanggulangi herpes, belum diketahui secara jelas efek negatifnya. Artinya, apakah akan merusak/memperparah kondisi janin yang sudah terinfeksi atau tidak. Sementara efek VHS pada janin sudah jelas, yakni 60 persen menimbulkan mortalitas dan 20 persen menyebabkan kecacatan.

Dengan memperhitungkan risiko itulah biasanya obat-obatan diberikan begitu seorang ibu hamil diketahui terinfeksi VHS, tanpa harus menunggu usia kehamilan tertentu. Ini jauh lebih baik dibandingkan bila infeksi tersebut dibiarkan semakin parah. "Jadi, begitu si ibu ketahuan terinfeksi, harus segera ditangani karena dokter pun harus berpacu melawan waktu. Kalau terlambat memberi obat, janin bisa keburu meninggal."
TAK PERLU DITUTUP-TUTUPI

Sayangnya, peluang terjadinya kecacatan itu sendiri tidak bisa "diutak-atik" dengan pemberian obat-obatan tertentu karena sampai saat ini memang tidak ada yang bisa memprediksi, bagian tubuh mana pada janin yang diserang VHS dan seberapa parah serangan virus tersebut.
Memang, kecacatan biasanya akan terdeteksi dengan pemeriksaan USG karena kecacatan akibat infeksi umumnya menyebabkan pertumbuhan janin terhambat. Semisal hamil 35 minggu, namun hanya "terbaca" 30 minggu dari pantauan USG.
Manifestasi kecacatannya sendiri bisa macam-macam. Mulai dari kelainan kulit yang luas, kelainan organ tubuh terutama hati dan sistem saraf pusat yang bisa terlihat lewat kejang-kejang tanpa sebab, rendahnya kemampuan berpikir dan keterlambatan fungsi motorik halus dan kasar. Kendati begitu, tegas Irsyad, kehamilan yang disertai kecacatan dalam tingkat separah apa pun, sebaiknya tetap dipertahankan. Bukankah sebagai manusia, si kecil juga punya hak untuk hidup?

Sementara cacat berat yang mempertipis kemungkinan hidup, tetap juga harus didasari banyak pertimbangan bila kehamilan ingin diakhiri. "Enggak segampang membalikkan telapak tangan, karena harus melibatkan banyak ahli yang duduk dalam Komisi Etik Kedokteran. Bahkan dokternya langsung atau si ibu sendiri secara pribadi tak berhak memutuskan untuk menggugurkan kandungannya."

Pada kehamilan yang terinfeksi VHS dan sudah cukup bulan biasanya akan ditempuh tindakan seksio. Sebab, melahirkan spontan lewat vagina/jalan lahir yang terinfeksi justru akan lebih membahayakan janin karena terjadi kontak langsung dengan daerah terinfeksi.
Tentu saja, kata Irsyad, situasi dan kondisi apa pun pada ibu maupun janinnya harus diinformasikan pada pasien. Termasuk kemungkinan kecacatan apa saja yang bakal terjadi. Kalaupun ketahuan janin belum terinfeksi atau terancam bahaya sejauh itu, keluarga pasien tetap harus diberi tahu kemungkinan penularan apa saja yang bakal mengenai bayinya.

Pendek kata, apa pun yang ditemukan lewat berbagai pemeriksaan, tak boleh ditutup-tutupi sama sekali. Hanya saja mengingat hal ini merupakan sesuatu yang sensitif, dokter harus pandai-pandai memilih teknik penyampaiannya. Semisal disampaikan lebih dulu pada suami agar tak kelewat mengejutkan atau membuat si ibu syok berat.

"Pengobatan" Penunjang

Sampai saat ini, terang Irsyad, belum ditemukan makanan dan minuman apa saja yang bisa menangkal serangan VHS. Hanya saja pada mereka yang terinfeksi amat disarankan untuk mengkonsumsi makanan bergizi baik untuk meningkatkan kekebalan tubuhnya. Dalam kondisi prima semacam itu diharapkan ibu hamil tak berpeluang mendapat kemungkinan terburuk yang bakal menimpanya. Karena infeksi ini disebabkan oleh virus yang belum ada obatnya, satu-satunya jalan disarankan menjaga kondisi agar tidak terserang VHS.

Sementara kalau sudah ketahuan terinfeksi, sebaiknya berobat bersama suami/istri dan membatasi aktivitas seksual untuk memperkecil peluang penularannya karena bisa menimbulkan fenomena bola pingpong. Kalaupun tetap ingin menikmati aktivitas seksual amat disarankan untuk menggunakan kondom.
Sedangkan "pengobatan" umum yang disarankan adalah dengan menjaga kesehatan dan higienis tubuh serta istirahat cukup. Jika sudah terinfeksi, jaga daerah infeksi agar tak lembab dan tetap bersih karena kondisi kotor bisa menimbulkan infeksi sekunder. Selain jangan pernah menggaruknya yang hanya akan memperbesar peluang penularan ke tempat lain, bahkan ke orang lain.

semoga membantu

salam

putri a.k.a zach mom's
   
12-05-2010 08:52:06 perut di garuk boleh ga sich?
Jumlah Posts : 2
Jumlah di-Like : belum ada like

Kehamilan ibarat sebuah keajaiban. Di dalam perut seorang ibu tumbuh janin. Hampir dipastikan kehamilan ini kerap dibarengi kerewelan karena muncul berbagai gangguan. Apa saja?

Saat Anda berbadan dua memang bukan cuma membawa perubahan suasana hati, tapi juga mengakibatkan munculnya beberapa “penyakit”. Kendati begitu, calon ibu tak perlu mengkhawatirkannya. Karena biasanya tidak berbahaya. Kecuali pada beberapa kasus patut dicurigai jika “penyakit” ini berlanjut makin parah.

Nah, apa saja gangguan tersebut? Ikuti pemaparan di bawah ini:

* Perubahan Pembuluh Darah.

Akan tampak garis biru yang samar-samar di bawah kulit, pada payudara, dan perut. Itu adalah kondisi normal saat hamil. Jaringan pembuluh darah mengembang untuk membawa darah lebih banyak bagi kehamilan.

Tak perlu dikhawatirkan karena umumnya akan menghilang dengan sendirinya setelah melahirkan.

* Varises.

Pembuluh darah balik (vena) yang normal dan sehat membawa darah kembali ke jantung dari anggota tubuh. Karena harus bekerja melawan gaya berat, maka pembuluh vena dirancang untuk memiliki serangkaian katup yang mencegah membaliknya aliran darah. Bila katup ini hilang, darah cenderung berkumpul pada vena di mana tarikan gaya beratnya besar (seperti kaki, anus/vulva).

Masalah ini lebih sering terjadi pada wanita yang kegemukan daripada pria, dan sering muncul pertama kali saat hamil. Lantaran bertambahnya tekanan pada vena kaki, volume darah yang bertambah, terjadinya relaksasi otot-otot pada pembuluh darah yang disebabkan oleh hormon kehamilan.

Varises pada kehamilan dapat dicegah, antara lain dengan menghindari: kenaikan berat badan berlebih, duduk terlalu lama, mengangkat barang berat, mengejan terlalu kuat saat buang air besar, menggunakan pakaian ketat, merokok, dan sebagainya.

Penghilangan varises lewat pembedahan tak dianjurkan saat hamil. Toh, kebanyakan varises ini akan menghilang sendirinya setelah melahirkan. Biasanya saat berat badan kembali normal.

“Yang dikhawatirkan jika varises terdapat pada jalan lahir. Karena akan mengganggu proses persalinan. Mungkin bisa terjadi perdarahan,” ujar dr. Nanang.

* Guratan pada Perut.

Gurat-gurat di atas perut diakibatkan oleh meregangnya kulit. Biasanya karena pertambahan berat badan yang terlalu banyak/cepat.

Gurat-gurat ini memang sulit untuk dihilangkan, tapi tak perlu berkecil hati. Anggap saja itu sebagai hadiah dan bagian dari kesempurnaan Anda sebagai wanita yang telah melahirkan.

Perlu para ibu ketahui, perut hamil memang perut yang gatal dan akan bertambah gatal seiring bertambahnya usia kehamilan. Ini disebabkan perut ibu membesar sehingga kulit perut meregang. Akibatnya kulit menjadi kering.

Kendati terasa gatal, hindari untuk menggaruk. Cukup olesi dengan cairan pelembab kulit. Memang tak akan menghilangkan sama sekali rasa gatal. Paling tidak, bisa mengurangi keadaan tersebut.

* Perut Terasa Panas.

Pada awal kehamilan, tubuh akan memproduksi sejumlah progesteron dan estrogen yang cenderung melemaskan semua jaringan otot halus di seluruh tubuh, termasuk saluran pencernaan. Akibatnya kadang-kadang makanan berjalan lambat di dalam sistem pencernaan, sehingga perut terasa kembung dan panas.

Rasa panas di perut akibat melemasnya cincin otot yang memisahkan kerongkongan dengan lambung. Akibatnya, makanan dan cairan yang keras serta asam dapat masuk ke kerongkongan dari lambung. Asam lambung ini merangsang dinding kerongkongan yang peka sehingga menyebabkan rasa panas. Untuk menghindarinya usahakan makan sedikit-sedikit tapi sering. Hindari posisi membungkuk dengan melekukkan pinggang.

* Mual di Pagi Hari.

Morning sickness atau mual dui pagi hari lumrah terjadi pada kehamilan. Hampir semua ibu hamil mengalaminya. Biasanya terjadi pada tiga bulan pertama kehamilan. Tetapi kadang ada yang sangat berlebihan, mual sepanjang 9 bulan (hiperemesis gravidarum). Penyebab mual ini adalah akibat peningkatan kadar hormon estrogen dan HCG (human chorionic gonadotrophine) dalam serum darah ibu.

Tak ada obat yang paling ampuh untuk menghilangkan rasa mual. “Bisa dicegah dengan menghindari makanan atau sumber penyebab mual tersebut,” kata dr. Nanang.

* Tak Suka Susu.

Banyak ibu yang khawatir dengan kondisi janin karena ia tak suka susu. Sebetulnya yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil adalah janin tak perlu susu, melainkan kalsium. Tentunya banyak bahan pengganti susu yang tak kalah kandungan kalsiumnya.

* Sembelit.

Salah satu penyebabnya adalah meningkatnya relaksasi otot-otot saluran pencernaan akibat meningkatnya hormon-hormon kehamilan sehingga sistem pembuangan menjadi lamban. Penyebab lain, tekanan dari rahim yang terus tumbuh kepada usus menghambat kegiatan normal usus.

Anda dapat menghindarinya dengan mengkonsumsi cukup makanan berserat, seperti sayuran dan buah-buahan. Juga jaga agar tubuh tak kekurangan air.

Anda pun harus tetap bergerak aktif. Jangan lantaran hamil, lantas Anda tidur sepanjang hari. Selama dokter tak melarang, Anda bisa tetap beraktivitas. Tambahkan sedikit olahraga seperti jalan pagi.

* Sulit Bernapas.

Kesulitan bernapas biasanya mulai terjadi saat kehamilan memasuki trimester kedua. Rahim yang membesar mendorong diafragma ke atas sehingga paru-paru terdesak dan sulit baginya untuk berkembang penuh.

Peredaran biasanya terjadi setelah janin bergerak ke posisi bagian bawah rongga panggul, menjelang persalinan. Mungkin Anda akan lebih mudah bernapas bila duduk tegak daripada duduk bersandar atau membungkuk.

Jika kesulitan bernapas berlanjut parah, disertai pernapasan yang cepat, ujung jari membiru, terdapat nyeri pada dada dan denyut nadi lebih cepat, mungkin ada masalah. Segera hubungi dokter.

* Anemia.

Karena volume darah meningkat selama kehamilan, maka jumlah zat besi yang dibutuhkan untuk memproduksi sel darah merah akan meningkat pula secara bertahap.

Untuk mencegah anemia kekurangan zat besi, ibu hamil dianjurkan makan makanan yang kaya zat besi. Biasanya dokter akan memberi resep tambahan zat besi.

Bila kekurangan zat besinya ringan, mungkin tak terdapat gejala-gejala. Tapi ketika sel darah merah pembawa oksigen makin bertambah kurang, ibu akan menunjukkan gejala pucat, letih, lemah, berdebar, sesak napas, dan pingsan.

* Mimisan.

Tersumbatnya yang disertai mimisan mungkin terjadi karena kadar estrogen dan progesteron yang tinggi beredar pada tubuh, sehingga menyebabkan banyaknya aliran darah pada membran mukosa dari hidung. Akibatnya menjadi lunak dan membengkak, mirip seperti leher rahim yang akan menyiapkan kelahiran.

Untuk menghentikan mimisan, lebih baik duduk atau berdiri sedikit miring ke depan daripada berbaring atau bersandar ke belakang. Tekan kedua lubang hidung bersamaan dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk. Tahan selama 5-10 menit. Ulangi beberapa kali sampai pendarahan berhenti.

* Pengeluaran Cairan dari Vagina.

Tak berbeda seperti saat Anda akan mengalami menstruasi, vagina akan sedikit mengeluarkan cairan. Normalnya berwarna putih susu, encer, dan berbau sedikit. Umumnya jumlahnya akan bertambah seiring bertambahnya usia kehamilan.

Anda bisa menggunakan pembalut untuk memberi rasa nyaman. Tapi jangan menggunakan tampon. Atau seringlah mengganti celana dalam Anda dengan menggunakan bahan katun.

* Mengompol.

Pada trimester terakhir, beberapa ibu hamil mengompol. Biasanya ketika batuk, tertawa terlalu keras, atau bersin. Mengompol ini terjadi karena tekanan dari rahim yang terus membesar terhadap kantung kemih.

Biasanya akan pulih dengan sendirinya setelah melahirkan. Beberapa latihan yang bertujuan untuk menguatkan otot-otot panggul, juga bisa mengatasi kondisi ini.

* Keletihan.

Jangan merasa diri sebagai wanita super, karena keletihan lumrah terjadi selama kehamilan. Apalagi pada trimester ketiga. Beban kandungan yang makin berat, ditambah mungkin ibu hamil kurang tidur. Rasa khawatir akan persalinan pun membuat calon ibu merasa sangat letih. Karena itu perbanyak istirahat dan makan cukup.

Calon ibu perlu mewaspadai keletihan ini jika terjadi sangat berlebihan. Misalnya, Anda sudah merasa cukup rileks, tak bekerja terlalu berat, tapi keletihan tetap terjadi. Konsultasikan dengan dokter. “Saat konsultasi, calon ibu diharapkan bisa menceritakan semua keluhan yang ada. Sehingga dokter bisa segera memberi penanganan jika diperlukan,” nasehat dr. Nanang.

* Kesemutan.

Ada ibu hamil yang merasa kesemutan di daerah telapak tangan dan kakinya. Kesemutan yang menyerang ibi hamil mungkin disebabkan: kekurangan vitamin B, gangguan metabolisme tubuh penekanan ujung-ujung saraf tepi oleh penumpukan cairan di daerah ujung-ujung jari. Bisa juga diakibatkan penekanan rahim yang membesar terhadap kumpulan jaringan saraf di daearh rongga panggul.

Mengubah-ubah posisi biasanya akan mengurangi gejala ini. Kecuali itu perbanyaklah mengkonsumsi sayuran dan vitamin-vitamin khusus untuk sistem saraf. Kondisi ini tak perlu terlalu dikhawatirkan karena tak membahayakan ibu maupun janin. Bila berlanjut terus, sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter kandungan Anda.

* Kejang kaki.

Kejang kaki biasanya disebabkan kelebihan fosfor dan kelebihan kalsium dalam darah. Biasanya dokter menyarankan untuk meminum tablet kalsium tanpa fosfor.

Bila ibu hamil mengalami kejang pada betis, luruskan kaki dan lekukkan mata kaki serta jari-jari kaki ke atas ke arah hidung Anda. Lakukan beberapa kali menjelang tidur. Atau bisa juga berdiri di atas permukaan yang dingin.

* Kulit Kehitaman

Ada beberapa ibu hamil yang mengalami perubahan kulit menjadi kehitaman di tubuhnya, misalnya di bagian leher, ketiak, atau perut. Perubahan tersebut disebabkan oleh peningkatan hormon MSH (melanophore stimulating hormone). Perubahan kulit tersebut sulit dihilangkan selama kehamilan. Tetapi akan berangsur-angsur hilang setelah melahirkan.

Ibu tak perlu mengkhawatirkan keadaan ini. Apalagi jika melihat ibu hamil lain tidak mengalaminya. Memang tidak semua mengalami hal yang sama. Bahkan, pada kehamilan pertama dan kedua pun kerap terjadi perbedaan.

* Masalah Gigi

Gangguan keseimbangan hormon saat hamil bisa mengakibatkan pembengkakan pada gusi. Bila kondisi ini terus berlanjut dan parah, tentu akan sangat mengganggu fungsi pengunyahan (gigi berlubang atau goyang). Gangguan ini tidak terjadi sendirinya, tetapi disebabkan ibu hamil malas merawat gigi dan kebersihan mulutnya.

Tentu saja ibu tidak boleh membiarkan keadaan ini sampai berlanjut. Jagalah kebersihan dan kesehatan mulut dan gigi secara benar. Yang perlu diingat penggunaan obat-obatan pereda sakit gigi yang tidak terkontrol dan terus menerus dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kesehatan janin. Karena itu setiap obat yang akan ibu konsumsi, harus sepengetahuan dokter

semoga informasi ini dapat membantu menambah pengetahuan para bunda semua


   
Jumlah Posts : 103
Jumlah di-Like : belum ada like

Kapan Saja Memakaikan Bedak Bayi pada si Kecil?

Kosmetik menjadi hal yang penting bagi kesehatan si Kecil lho Bun, apalagi pada bagian kulitnya. Mulai dari baby oil, baby cream hingga bedak bayi, semuanya dapat menjaga kulit si Kecil agar terbebas dari masalah kulit seperti ruam, gatal-gatal, atau masalah lain.

Banyak Bunda baru yang belum mengetahui kapan saja memakaikan kosmetik-kosmetik bayi ini, utamanya untuk bedak bayi. Mereka hanya menaburkan bedak ini setelah mandi untuk menjaga kehangatan kulitnya, padahal sebenarnya tidak hanya itu lho Bun. Ada 4 waktu nih kapan saja Bunda dapat memakaikan bedak bayi ini pada si Kecil. Tentu, setiap waktu ada manfaatnya yang luar biasa bagi si Kecil. Berikut ulasannya.

  1. Setelah Mandi si Kecil

Ya, pasti Bunda sudah melakukannya pada si Kecil bukan? Sebelum memakaikan pakaian atau popok, Bunda akan menaburkan bedak bayi ini pada tubuh si Kecil seperti perut, tangan hingga muka. Dengan menaburkannya setelah mandi ini Bun, ada beberapa manfaat yang akan si Kecil dapatkan.

Apa saja? Pertama, ia akan menjadi hangat karena kandungan yang ada pada baby powder yang ia pakai, sehingga membuat aktivitasnya menjadi nyaman. Kedua, kesehatan kulitnya akan terjaga karena tidak ada kuman dan bakteri yang menempel pada bagian kulit si Kecil. Nah, jika Bunda belum melakukan hal ini, sebaiknya lakukan ya.

  1. Setelah si Kecil Berkeringat

Berkeringat memang menjadi hal yang wajar dialami oleh si Kecil, bahkan orang dewasa sekalipun seringkali melakukan keringat. Ada berbagai faktor yang dapat membuat ia berkeringat, entah itu suhu ruangan yang tidak nyaman, aktivitas yang membuatnya capek, atau faktor lain. Sebenarnya, keringat itu tidak menjadi masalah lho Bun apabila ditangani dengan serius. Namun bila salah? Ya tentu ada dampaknya.

Apabila keringat yang ia keluarkan tidak ditangani dengan tepat, misalnya keringatnya bertemu dengan kuman dan bakteri, hal ini akan menjadi biang keringat lho Bun. Akhirnya, kulitnya akan menjadi gatal dan kemerahan hingga membuatnya tidak lagi merasa nyaman.

Lalu bagaimana cara yang tepat saat si Kecil berkeringat? Pakaikan bedak bayi! Pertama, setelah ia berkeringat, keringkan terlebih dahulu dengan diangin-anginkan ataukah dilap dengan tisu kering, setelah itu barulah Bunda dapat menaburkannya bedak bayi pada daerah yang dikenai keringat. Jangan pernah menaburkan bedak bayi pada kulit yang sedang basah ya Bun.

  1. Saat Berpergian

Apabila Bunda ingin mengajaknya berpergian ke luar rumah, sebaiknya pakaikan bedak bayi ini ya Bun. Manfaatnya adalah pada kesehatan kulitnya serta membuat ia tampak lebih cantik dan putih bila bedak ditaburkan di bagian wajah. Ingat ya Bun, setiap menaburkannya pada wajah, jangan sampai partikel bedak masuk ke mata atau hidungnya ya.

  1. Saat yang Dibutuhkan

Terdapat beberapa waktu dimana ia membutuhkan Bunda untuk menaburkan bedak bayi ini. Misalnya, ketika ia tidur namun kulitnya terasa kering, maka bedak ini dapat Bunda gunakan. Juga, Bunda sebenarnya dapat memakaikan kapanpun selama Bunda mau ya.

Namun ingat, penting untuk memilih kosmetik bedak bayi yang tepat ya, tentu demi kesehatannya. Kosmetik yang aman, bahannya berkualitas, serta dipercaya oleh jutaan ibu, haruslah Bunda pilih. Jadi itulah 4 waktu terbaik Bunda dapat memakaikan baby powder, semoga artikel ini bermanfaat ya.

   
Jumlah Posts : 175
Jumlah di-Like : belum ada like

Hi Bunda Suci, salam kenal yaa...

saya hanya sekedar mau share info dari artikel mengenai kontraksi dengan judul "Jangan Tertipu si Kontraksi Palsu" (http://www.infobunda.com/pages/articles/artikelshow.php?id=469&catid=4), berikut kutipannya : 

"Ya Bunda, kontraksi palsu atau dikenal dengan Braxton Hicks memang seringkali mengecoh Bunda hamil menjelang kelahiran. Pasalnya tandanya hampir sama yakni terasa peregangan di sekitar perut. Tetapi kontraksi palsu berlangsung tidak lama (kurang lebih 20 detik) dan lama kelamaan akan hilang. Berbeda dengan kontraksi asli yang bisa berlangsung 30 hingga 75 detik.

Berikut tanda-tanda kontraksi palsu lainnya supaya Bunda tidak keliru:

  1. Mulas di bagian atas rahim lalu turun ke bawah. Berbeda dengan kontraksi asli yang terasa mulas disertai nyeri di bagian pinggang sampai ke perut bawah.
  2. Bisa muncul di trimester kedua sekitar 20 minggu usia kehamilan. sedangkan kontraksi asli hanya akan muncul bila kehamilan cukup bulan, yaitu sekitar 27-40 minggu.
  3. Terjadi satu atau dua kali dalam sehari tetapi frekuensinya tidak sering. Bila Bunda merasakan kontraksi asli, frekuensi akan semakin sering dan terasa seperti ada sesuatu yang keluar dari vagina.
  4. Kontraksi akan hilang bila Bunda mengubah posisi. Tetapi kontraksi asli tidak akan hilang meski Bunda mengubah posisi.

Bila Bunda masih ragu apakah Bunda merasakan kontraksi asli atau palsu, kenali ciri-ciri siap melahirkan.  seperti:
* Frekuensi berkemih lebih sering. Hal ini bisa terjadi beberapa minggu atau beberapa jam sebelum melahirkan.
* Keluar lendir bercampur darah.
* Ketuban pecah.
* Perut terasa kencang dalam posisi apapun; berdiri, duduk, tiduran dan juga posisi lainnya.

Tips:
* Siapkan tas berisi pakaian Bunda, pakaian si kecil, peralatan mandi, buku Rumah Sakit, kartu identitas dan uang.
* Santai saja menghadapi persalinan. Tanamkan dalam hati dan pikiran bahwa Bunda bisa melalui semua ini. Katakan berulang-ulang dalam hati sampai rasa takut berkurang. "

Happy Pregnancy ya Bunda ^_^...semoga dalam keadaan baik dan sehat juga semoga lancar saat persalinan nanti ^_^ .

   
11-11-2011 09:05:22 pengen cepet hamil..
Jumlah Posts : 10
Jumlah di-Like : belum ada like

Kenali 15 Tanda Kehamilan

Lifestyle + / Senin, 26 Juli 2010 11:17 WIB BANYAK perempuan yang merasa bingung apakah dirinya sudah hamil atau belum setelah sepekan atau dua pekan melakukan hubungan intim dengan pasangan. Apakah Anda termasuk di antaranya?

Berikut adalah 15 tanda-tanda kehamilan pada diri Anda:

1. Payudara terasa sakit atau nyeri
Menggunakan bra setelah bangun pagi akan menjadikan derita tersendiri. Payudara juga akan terasa sakit dan nyeri saat dipegang. Payudara akan membesar, hal ini disebabkan oleh meningkatnya produksi hormon esterogen dan progesteron. Dalam hal ini, disarankan wanita hamil menggunakan bra yang nyaman atau berukuran lebih besar pada saat tidur yang dimaksudkan untuk memberi kenyamanan bergerak.

2. Rasa lelah yang berlebih
Rasa lelah yang berlebih akan membuat Anda cepat tertidur. Hal ini disebabkan dari perubahan hormon dan juga akibat dari kinerja organ-organ vital untuk membantu perkembangan dan pertumbuhan janin. Biasanya rasa lelah ini hanya pada trimester pertama dan akan hilang saat memasuki trimester kedua.
3. Mual
Ini merupakan tanda-tanda yang paling dikenal oleh para wanita hamil. Pemicunya adalah adanya peningkatan hormon secara tiba-tiba pada aliran darah. Gejala mual ini biasanya terjadi selama enam minggu saat anda dinyatakan hamil. Biasanya mual akan datang pada pagi, siang dan malam hari. Rasa mual ini biasanya akan menghilang memasuki kehamilan trimester kedua. Jika, rasa mual dan muntah masih terjadi pada usia kehamilan trimester kedua, sebaiknya periksakan dan konsultasi mengenai hal ini ke dokter Anda, karena akan mengganggu kehamilan.

4. Sering buang air kecil
Jika Anda tidak bisa tidur akibat seringnya bolak balik ke kamar mandi untuk buang air kecil, mungkin ini adalah tanda anda sudah hamil. Selama kehamilan, tubuh Anda memproduksi cairan tambahan untuk janin anda. Walaupun buang air kecil ini sering, jangan sampai membatasinya atau menahannya. Selain itu hindarkan dehidrasi dengan lebih meningkatkan asupan cairan ke dalam tubuh.

5. Sakit kepala
Memang terdengar aneh, karena sakit kepala sering dialami juga oleh orang yang tidak hamil. Namun akibat dari banyaknya perubahan hormon di dalam tubuh, sehingga disertai juga dengan perubahan hormon yang ada di kepala. Jika Anda terbukti hamil dan mengalami sakit kepala, gunakan pg-safe acetaminophen dibandingkan dengan ibuprofen.

6. Sakit punggung
Sakit punggung yang dirasakan saat hamil dikarenakan beberapa ligamen di punggung Anda sudah tidak ada. Sakit ini akan terus berasa saat berat badan anda bertambah dan selama masa kehamilan.
7. Kram
Apakah ini PMS atau hamil. Memang kram akan dialami oleh wanita hamil karena rahim yang akan membesar dan merenggang untuk menyiapkan tempat bagi bayi Anda.

8. Ngidam
Sudah tidak asing lagi mendengar kata ini saat ada seseorang yang sedang hamil. Mau ini, mau itu lalu tiba-tiba Anda ingin makan buah-buahan yang rasanya asam, padahal sebelumnya sangat benci terhadap buah yang rasanya asam. Jika Anda menjadi pemerhati masalah makanan, mungkin ini adalah tanda-tanda sedang hamil.

9. Sembelit
Sembelit ini terjadi akibat peningkatan hormon progesterone. Hormon ini selain mengendurkan otot-otot rahim, juga berdampak pada mengendurnya otot dinding usus sehingga menyebabkan sembelit atau susah buang air besar. Namun keuntungan dari keadaan ini adalah memungkinkan peyerapan nutrisi yang lebih baik saat hamil.

10. Moody
Sering marah-marah pada suami, cepat mengalami perubahan pada tingkah laku. Hal ini disebabkan dari banyak munculnya hormon-hormon baru di tubuh Anda. Yakinkan pada suami Anda bahwa ini hanya terjadi selama masa kehamilan.

11. Peningkatan temperatur tubuh
Jika terjadi kehamilan atau ovulasi, maka suhu tubuh ibu akan meningkat. Kondisi ini akan bertahan selama terjadinya kehamilan. Kondisi ini tidak akan turun ke kondisi sebelum terjadinya ovulasi.

12. Bau Badan
Mungkin tanda ini jarang ditemui pada wanita hamil. Namun jika memang muncul bau badan, maka adanya peningkatan hormon yang berlebih sehingga menyebabkan kelenjar keringat meningkat.
13. Pusing atau pingsan
Mungkin Anda sering menonton adegan wanita hamil yang pingsan. Namun faktanya ini dapat terjadi karena kadar jumlah gula di tubuh yang rendah. Oleh karena itu, pastikan anda cukup makan dan tentunya banyak minum supaya tidak kekurangan cairan tubuh.

14. Munculnya bercak darah
Bercak darah ini muncul sebelum menstruasi yang akan datang, biasanya terjadi antara 8-10 hari setelah terjadinya ovulasi. Bercak darah ini disebabkan oleh implantasi atau menempelnya embrio.

15. Hasil positif pada tes kehamilan
Anda tidak akan tahu pasti apakah anda menjadi seorang ibu sampai anda melakukan tes kehamilan. Jika Anda mendapatkan hasil negatif dan masih belum mendapatkan haid, mungkin itu hanya saja anda terlalu dini untuk melakukan tes kehamilan.

di ambil dr www.metrotvnews.com
   
Jumlah Posts : 29
Jumlah di-Like : belum ada like
Waaahhhh senangnya banyak bumil bumil baru ...
welcome to the club all...bener bgt tuh apa yg bunda conny bilang, saat trimester pertama kudu hati2 bgt karena usia segitu masih rawan bgt.
Selain itu peran suami juga besaaaaarrrrr bgt, dia harus banyak2 sabar, lebih ngertiin kondisi emosi istrinya yg lagi labil (jadi ga blh cepet esmosi hehe), selalu support walopun istrinya kadang suka empet klo dideketin sm suaminya hahahahah (pernah ngalamin juga soalnya), pokoknya jadi suami yg siaga deh. Jangan cuma kita yg rajin baca dan ikutan forum kehamilan tapi suami juga kudu tuh biar dia nggak buta arah (apalagi pas kehamilan pertama).
Bunda-bunda semua klo mulai merasakan mual dan muntah berlebihan harus tetep makan yah, yang penting ada asupan gizi buat babynya (biar ga ky aku pernah sampe masuk RS krn mual dan muntah berlebihan). Urusan nantinya bakalan dikeluarin lagi nggak apa2 koq bun.
Ada masanya juga minum air putih itu bikin mual dan terasa pahit di mulut, klo mengalami hal itu coba diganti sama jus buah, susu hamil, teh manis (tp jgn terlalu bnyk ya bun minum tehnya, krn klo kebanyakan teh juga ga baik coz mengandung kafein juga), tapi ttp minum air putihnya walopun cuma seteguk. Selalu berfikir positif  ya bun jangan stress kasian dedenya nanti.Usahakan tiap bulannya BB bunda selalu bertambah ya bun, ga usah takut gemuk justru makin besar usia kehamilannya suami bakalan menganggap kita semakin sexy hohohoho
Buat bunda yg pas trimester pertama ga mau dideketin sama suami, nanti juga pas trimester kedua dan seterusnya bawaannya ga mau ditinggal sama suami pengennya nempeeeellll mulu walopun pas dideketin kadang suka dimarah2in...yg penting keliatan sama mata  (heheheh aku bgt tuh).
Inget ya bun mual dan muntah pas awal ini nantinya akan terbayar setelah kita bisa merasakan gerakan si baby (klo aku skr antara kewalahan sama seneng....disikut mulu sih hehe)

Well...happy pregnant all
   
Jumlah Posts : 2
Jumlah di-Like : belum ada like
dear para bunda ....salam kenal ya... bunda sebenarnya ini adalah kehamilan saya yang kedua, dan saya mau tanya apakah para bunda pernah mengalami seperti saya yaitu kulit wajah dan bibir kering dan terasa gatal serta bibir juga terkadang pecah2 dan berdarah.

padahal kehamilan pada anak pertama saya tidak pernah mengalaminya, jadi bagaimana cara mengatasi hal seperti ini ya bunda karena hal ini sudah berjalan hampir 2 bulan sedang kandungan saya sekarang hampir masuk tujuh bulan, pls dong bunda sarannya bagaimana cara mengatasi kulit wajah dan bibir tidak kering dan terasa gatal karena saya sudah coba pakai pelembab tapi malah semkakin gatal dan perih....

thank's ya bunda mhn sarannya
   
06-10-2010 10:39:30 NUTRISI BAGI WANITA HAMIL
Jumlah Posts : 53
Jumlah di-Like : 4
lanjutan ....

Vitamin A

Meskipun kebutuhan vitamin A meningkat selama kehamilan, suplemen vitamin A jarang direkomendasikan untuk wanita hamil karena dapat menyebabkan cacat lahir. 

Cara terbaik untuk meningkatkan asupan vitamin A adalah melalui berbagai sumber makanan seperti susu, ikan, telur, dan margarine. Hati mengandung vitamin A yang terlalu tinggi dan hal ini berhubungan dengan cacat lahir, sehingga konsumsi hati selama kehamilan sebaiknya dihindari. 

Vitamin D

Vitamin D dibutuhkan untuk membantu penyerapan kalsium. Margarine, keju, ikan berlemak dan telur merupakan makanan yang mengandung vitamin D. 

Suplemen Vitamin

Suplemen multivitamin dan kalsium dapat direkomendasikan bagi wanita-wanita hamil yang: vegetarian, remaja yang mungkin kurang asupan makanan, memiliki kebiasaan merokok, obat-obatan, minum minuman beralkohol, dan wanita gemuk yang sedang mengontrol masukan kalori untuk mencegah kelebihan berat badan yang besar. 

Makan untuk Berdua

Anda tidak perlu makan berlebih selama hamil. Rekomendasi para ahli adalah asupan kalori pada trimester pertama, kira-kira sama dengan sebelum kehamilan. Pada trimester kedua, asupan kalori meningkat sekitar 10% dari trimester pertama, yakni sekitar 600kJ per hari. Tapi ingatlah bahwa kualitas nutrisi jauh lebih penting daripada kuantitas asupan makanan.  

Bahaya Diet

Beberapa wanita khawatir akan pertambahan berat badan selama kehamilan dan memutuskan untuk makan dengan jumlah sedikit untuk menghindari kegemukan. Membatasi makan atau berdiet dalam bentuk apapun dapat berdampak buruk pada kesehatan wanita hamil maupun pada bayi yang sedang dikandungnya. 

Kehamilan di Masa Remaja

Seseorang yang hamil di usia remaja membutuhkan lebih banyak zat gizi daripada seseorang yang hamil di usia dewasa, karena usia ini masih dalam tahap pertumbuhan. Kehamilan di usia remaja kemungkinan akan melahirkan bayi yang lebih kecil karena terjadi rebutan zat gizi antara sang ibu muda dengan janin yang dikandungnya.  

Anemia lebih sering terjadi pada remaja dibandingkan dengan wanita dewasa. Asupan kalsium juga penting diperhatikan karena massa tulang di usia remaja belum maksimal terbentuk dan kurangnya asupan kalsium dapat meningkatkan resiko osteoporosis di kemudian hari. 

Mual dan Muntah

Mual dan muntah, khususnya mual di pagi hari atau morning sickness merupakan hal yang umum terjadi selama kehamilan khususnya di trimester pertama. Untuk meringankannya, anda dapat mengkonsumsi makanan ringan yang mengandung sedikit karbohidrat (seperti sandwich atau buah-buahan) setiap dua atau tiga jam.  

Beberapa saran berikut ini mungkin dapat membantu:

§          Makan roti kering, biskuit atau cereal sebelum bangun tidur di pagi hari. Bangunlah secara perlahan-lahan, hindari gerakan yang dilakukan secara tiba-tiba.

§          Minumlah antara waktu makan, bukan diselingi saat makan, untuk menghindari perut kembung yang bisa membuat muntah.

§          Hindari makan dalam jumlah besar, makanan berminyak dan berbumbu tajam

§          Mencium sesuatu yang beraroma segar seperti jeruk

§          Bersantai,  beristirahat dan hiruplah udara segar sebanyak mungkin. Ventilasi kamar harus baik dan bebas dari bau.

§          Minum minuman bersoda ketika anda merasa mual secara perlahan-lahan

§          Cobalah makanan dan minuman yang mengandung jahe yang dapat mengurangi rasa mual. 

Heartburn (Rasa Panas Di Ulu Hati)

Hearburn umum terjadi selama kehamilan karena bayi yang sedang tumbuh menekan abdomen anda. Makan sedikit namun sering lebih baik daripada mengkonsumsi makanan dalam jumlah besar sekaligus. Cobalah untuk menghindari:

·         Makan larut malam

·         Membungkuk, mengangkat benda berat atau berbaring setelah makan

·         Mengkonsumsi teh, kopi atau alkohol secara berlebihan

·         Anda juga dapat mencoba tidur dengan bantal agak tinggi sehingga kepala sedikit terangkat.  

Alkohol

Sudah menjadi kesepakatan umum bahwa seorang wanita hamil seharusnya tidak mengkonsumsi alkohol secara berlebihan. Minum alkohol secara berlebihan dapat meningkatkan resiko keguguran, melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir rendah (BBLR), congenital deformities, dan berdampak buruk pada kecerdasan bayi. Sampai saat ini tidak diketahui batas aman untuk konsumsi alkohol bagi wanita hamil. 

The Australian Alcohol Guidelines merekomendasikan wanita hamil ataupun yang sedang merencanakan kehamilan seharusnya tidak ‘mabuk’, yang dapat diartikan tidak perlu mengkonsumsi alkohol, atau jika tetap ingin mengkonsumsinya, harus kurang dari tujuh gelas minum standar dalam satu minggu dan tidak lebih dari 2 gelas minum standar dalam seharinya.

Infeksi Listeria

Bakteri Listeria monocytogenes dapat mencemari beberapa jenis makanan. Orang yang dalam keadaan sehat mungkin tidak merasakan dampak dari infeksi ini. Namun resiko yang besar akan dihadapi oleh wanita hamil. Bahaya terbesar akan dihadapi oleh bayi yang sedang dikandung, yakni dengan meningkatnya resiko keguguran, meninggal waktu lahir ataupun kelahiran prematur. Meskipun infeksi Listeria mudah diatasi dengan antibiotik, akan tetapi mencegah tetap menjadi jalan yang lebih baik. Beberapa jenis makanan cenderung lebih mudah terkontaminasi oleh bakteri ini. Oleh karena itu, hindari jenis makanan ini jika anda sedang hamil.

Sebagai contoh adalah makanan yang belum dimasak, atau makanan beku yang tidak dihangatkan kembali, pate (pasta yang terbuat dari hati sapi), quiches (puding kering), delicatessen meats (daging olahan) seperti babi dan salami.

Makanan yang tidak dipasteurisasi

Soft serve ice cream

Keju lembut, seperti Brie dan Camembert

Organisme penyebab listeria akan musnah bila kena panas. Jadi makanan yang dimasak dengan baik tidak beresiko terpapar bakteri ini.