SITE STATUS
Jumlah Member :
481.926 member
user online :
2557 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: biaya spesialis kulit dan kelamin di rs

New Topic :  
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Bunda bisa berkonsultasi kepada dokter umum, bila perlu dirujuk maka beliau akan merujuk pada dokter spesialis kulit dan kelamin namun ada kemungkinan juga di rujuk pada dokter bedah umum ataupun bedah plastik bila ada tindakan pembedahan.

   


Jumlah Posts : 112
Jumlah di-Like : 9

Kok jd (79) tuch gmn ya .............
@bunda Selvy: Smg membantu y bund ...
Keluhan gatal pada puting payudara dapat disebabkan oleh beberapa keadaan, mulai dari sekedar iritasi (akibat pakaian dalam, gesekan), alergi, hingga infeksi, dsb. Akan tetapi mengingat keluhan ini Anda rasakan ketika tidak menggunakan bra dan tergesek pakaian, kami menduga gatal tersebut timbul akibat iritasi dari pakaian dalam yang Anda kenakan maupun gesekan dari kain pakaian Anda.

Yang terpenting adalah menjaga kebersihan dan kekeringan pakaian Anda (termasuk pakaian dalam). Hindari tindakan menggaruk yang hanya dapat menambah iritasi puting payudara Anda, serta usahakan untuk tidak mengenakan pakaian yang terlalu longgar dan berbahan kasar karena akan semakin mengiritasi puting payudara Anda bila bergesekan. Selain itu, cobalah menggunakan krim pelembab di sekitar puting Anda. Apabil dengan tips-tips tersebut keluhan tidak mengalami perbaikan, kami sarankan Anda untuk segera berkonsultasi dengan dokter umum atau dokter spesialis kulit dan kelamin untuk tatalaksana yang lebih optimal.


   
Jumlah Posts : 1391
Jumlah di-Like : belum ada like

@bunda Selvy: Smg membantu y bund ...
Keluhan gatal pada puting payudara dapat disebabkan oleh beberapa keadaan, mulai dari sekedar iritasi (akibat pakaian dalam, gesekan), alergi, hingga infeksi, dsb. Akan tetapi mengingat keluhan ini Anda rasakan ketika tidak menggunakan bra dan tergesek pakaian, kami menduga gatal tersebut timbul akibat iritasi dari pakaian dalam yang Anda kenakan maupun gesekan dari kain pakaian Anda.

Yang terpenting adalah menjaga kebersihan dan kekeringan pakaian Anda (termasuk pakaian dalam). Hindari tindakan menggaruk yang hanya dapat menambah iritasi puting payudara Anda, serta usahakan untuk tidak mengenakan pakaian yang terlalu longgar dan berbahan kasar karena akan semakin mengiritasi puting payudara Anda bila bergesekan. Selain itu, cobalah menggunakan krim pelembab di sekitar puting Anda. Apabil dengan tips-tips tersebut keluhan tidak mengalami perbaikan, kami sarankan Anda untuk segera berkonsultasi dengan dokter umum atau dokter spesialis kulit dan kelamin untuk tatalaksana yang lebih optimal.


   


24-03-2017 22:02:18 keputihan
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
sy lgi keputihan dok..
sy bru sj konsul ke dokter spesialis kulit dan kelamin krn kbetulan sy jg lgi gatal2 krn alergi.
dsana sy konsul tntang keputihan sy dan sy dikasih obat FLADYSTIN.
yg sy mau tnyakan apakah obat FLADYSTIN itu aman untuk ibu hamil?
kbetulan sy hamil 3bulan dok..
   
25-04-2015 21:38:11 ML dengan kondisi keputihan
Jumlah Posts : 543
Jumlah di-Like : belum ada like
d coba pk progina bund,sy jg stelah lahiran d ksih resep itu sm dokter.stelah sdh nyaman,hentikan pemakaian...Setau sy kl keputihan sdh tak wajar itu bs indikasi infeksi rahim..tp hrs d cek lngsung sma dokter spesialis kulit dan kelamin atau dokter kandungan.
   


Jumlah Posts : 62
Jumlah di-Like : belum ada like
minta info nya dong ..
ada yg tau gak berapa biaya lahiran normal dan cesar di RS.Cengkareng ..
mohon info nya yaaa ..
   
Jumlah Posts : 39
Jumlah di-Like : belum ada like
Bunda semuanya saya mau tanya, brp ya biaya untuk ikut program hamil di Rs di jakarta dan apa langkah2nya?
   
Jumlah Posts : 3
Jumlah di-Like : belum ada like
sebelum hamil kemarin juga saya keputihan bun...periksa ke dokter kandungan cm dikasih obat cebok tp ga sembuh. krn masih keputihan diajakin suami ke dokter kulit dan kelamin trs cek sekret vagina di lab suami juga d cek di lab. ternyata ada bakterinya bun..dan kata dokter sy keputihan krn bakteri ato virus yg sdh parah sangat berbahaya. Kalau hamil sebelum keputihannya sembuh janinnya bisa lahir prematur dan bisa mengakibatkan penyumbatan pd daerah apa ya sy lupa yg jelas menghambat pertemuan sperma dan sel telur. Menurut pengalaman sy sih klo keputihan mending lgsg cek lab dan segera di obati. Alhamdulillah setelah itu sembuh ga pernah keputihan lagi dan lgsg hamil bun...dan periksanya suami istri yah bun jgn salah satu..krn nanti bisa ping pong..
   
Jumlah Posts : 4
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda..
mohon info nya donk.. dokter perempuan yg pro normal dan asi di rs. harapan bunda jakarta??
dan sekarang biaya persalinan disana brp ya??
kebetulan suami tugas di lampung, dan rencana mau lahiran di jakarta aja karena ortu dan mertua ada di jakarta..
sebelum nya makasih ya..
semoga ada yg berkenan utk menjawab.. ^^
   
Jumlah Posts : 3025
Jumlah di-Like : 1
kl ga bau ma ga gatel sih gpp bun.. nah kl mslh sperma dkeluarin di dlm ini aq ada artikel'y bun... Salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan ibu hamil adalah, bolehkah berhubungan seks ketika hamil? Menurut dr Tri Yuniarti, SpOG, spesialis kebidanan dan kandungan dari RS Yadika, hubungan seks sebenarnya aman dilakukan saat hamil, asalkan tahu batas-batas keamanan yang boleh dilakukan. "Sebenarnya yang berbahaya bukan hubungan seksnya, namun sperma yang masuk ke dalam rahim saat hamil," katanya, saat talkshow "Rahasia Hamil Sehat agar Janin Sehat dan Cerdas" yang diadakan oleh Tabloid Nakita di RS Yadika, Kebayoran Lama, Jakarta, Sabtu (4/2/2012) lalu. Sperma mengandung suatu zat tertentu yang bisa menyebabkan reaksi sensitif pada mulut rahim, dan hal ini akan sangat berbahaya untuk janin. Maka ketika berhubungan seks saat hamil, sebaiknya sperma dikeluarkan di luar vagina atau dengan menggunakan kondom. Meski mengandung protein, sperma sebenarnya tidak memiliki manfaat bagi perkembangan janin. Sperma justru akan berbahaya bagi janin. Zat dalam sperma ini akan memicu reaksi kontraksi dini, sehingga bisa menyebabkan kelahiran prematur, atau ancaman keguguran jika usia kehamilan masih muda. "Ketika melakukan hubungan seks dalam usia kehamilan yang masih muda, sebaiknya berhati-hati karena gerakan atau guncangan yang terlalu kuat bisa berbahaya bagi janin. Selain itu, si ibu juga jangan sampai terlalu lelah," tukasnya. Hubungan seks aman dilakukan selama kehamilan trimester pertama sampai usia kandungan tujuh bulan. Pengurangan frekuensi seks harus dilakukan ketika usia kandungan sudah mencapai tujuh sampai sembilan bulan. "Pada usia kehamilan ini, perut sudah lebih membesar sehingga lebih sulit untuk berhubungan seks, dan akan lebih menekan perut sehingga berbahaya bagi janin. Selain itu, sperma yang ada di dalam juga akan memicu kelahiran prematur," jelasnya. Meskipun seks ini pada dasarnya aman dilakukan saat hamil, ada beberapa kondisi kehamilan yang tidak memungkinkan si ibu untuk melakukan hubungan seksual sama sekali, ataupun sedikit mengurangi frekuensinya: 1. Ancaman keguguran Ada ibu hamil dengan kondisi kehamilan yang lemah, atau kehamilan yang berbahaya. Ketika kehamilan ini memiliki resiko yang tinggi terhadap ancaman keguguran, sebaiknya hindari hubungan seks sama sekali. "Konsultasikan tentang kekuatan si janin pada dokter. Karena kehamilan yang lemah bisa saja berubah setelah usia kehamilan beberapa minggu, dan janin menjadi kuat," tambahnya. Pada beberapa kehamilan yang beresiko, hubungan seks -sekalipun tanpa memasukkan sperma ke dalam vagina atau sudah menggunakan kondom- akan tetap menimbulkan resiko, seperti flek atau rasa mulas. "Flek ini bisa berbahaya untuk kehamilan. Karena adanya flek menandakan bahwa ada masalah dengan janin Anda. Sedangkan rasa mulas bisa menandakan adanya kontraksi rahim dini sehingga bisa menyebabkan terjadinya keguguran atau lahir prematur," bebernya. 2. Plasenta previa Placenta previa merupakan salah satu kelainan kehamilan, dimana ari-ari menutupi jalan lahir bayi. Plasenta ini menghalangi serviks, menyebabkan terjadinya pelebaran serviks prematur, dan beresiko mengalami persalinan prematur. Placenta previa sendiri dibagi menjadi beberapa kondisi, yaitu placenta previa lateralis (bila hanya sebagian pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta), placenta previa marginalis (kondisi pinggir plasenta berada tepat pada pinggir pembukaan jalan lahir), dan placenta previa letak rendah (plasenta berada 3-4 cm di atas bagian pinggir pembukaan jalan lahir).
   
12-12-2011 15:39:32 ada putih2 di muka bayiku
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
Bayiku berumur 6 bulan sekarang.dia tumbuh sehat dan berat badan normal meningkat setiap bulan nya.tapi ada yang kurasakan aneh di muka tepatnya di dekat matanya kok ada putih'' (semacam kaya' panu gitu..).ada kekhawatiran di hatiku takutnya kalau'' ada penyakit semacam vitiligo.akhirnya aku bawa bayiku ke spesialis kulit dan dokter mengatakan itu hanya jamur kulit karena anakku banyak berkeringat......dan pertanyaan ku masa sekecil itu bisa kena panu yha?..padahal di keluarga kami tidak ada yang mempunyai riwayat penyakit panu...apakah yang terjadi pada bayiku ini wajar?ataukah dari sekian ribu bayi hanya bayiku yang mengalami seperti ini?...kadang jadi berkecil hati..hikz...maklum bayiku bayi pertama bagi kelurga kecil kami,jadi masih lagi seneng2 nya apalagi sekarang dia lagi lucu2nya...
Mohon solusi ataupun masukan dari ibu2 yang lain yang mungkin sudah berpengalaman.Maklum saya termasuk ibu baru jadi pengetahuan saya tentang bayi masih sangat nol sekali.terima kasih.
   
Jumlah Posts : 15
Jumlah di-Like : belum ada like
Maaf mungkin ini peringatan buat kita, semoga bermanfaat ........

---------- Forwarded message ----------
From: Melfin - MPC Mauritius <melfin.mpc@...>
Date: Aug 22, 2008 11:17 AM
Subject: [sehat] Fw: Penipuan OMNI International Hospital Alam Sutera Tangerang
To: sehat@yahoogroups.com
Dear SP

Just info, semoga bermanfaat..
Saya tidak samarkan nama-namanya, mohon maaf kalau tidak berkenan.

Melfin

----------------------------------------------------------

From: prita mulyasari [mailto:prita.mulyasari@...]
Sent: Friday, August 15, 2008 3:51 PM
Subject: Penipuan OMNI Iternational Hospital Alam Sutera Tangerang

Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya, terutama
anak-anak, lansia dan bayi.

Bila anda berobat, berhati-hatilah dengan kemewahan RS dan title International
karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba
pasien, penjualan obat dan suntikan.

Saya tidak mengatakan semua RS International seperti ini tapi saya mengalami
kejadian ini di RS Omni International.

Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB, saya dengan kondisi panas tinggi
dan pusing kepala, datang ke RS. OMNI Intl dengan percaya bahwa RS tersebut
berstandard International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan
manajemen yang bagus.

Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39 derajat.
Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah thrombosit saya
27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000, saya diinformasikan dan
ditangani oleh dr. Indah (umum) dan dinyatakan saya wajib rawat inap. Dr. Indah
melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama dan hasilnya
dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000. Dr. Indah menanyakan dokter
specialist mana yang akan saya gunakan tapi saya meminta referensi darinya
karena saya sama sekali buta dengan RS ini. Lalu referensi dr. Indah adalah dr.
Henky. Dr. Henky memeriksa kondisi saya dan saya menanyakan saya sakit apa dan
dijelaskan bahwa ini sudah positif demam berdarah.

Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau ijin
pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa. Keesokan pagi, dr.Henky
visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam bukan 27.000
tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?), saya kaget tapi dr. Henky terus
memberikan instruksi ke suster perawat supaya diberikan berbagai macam suntikan
yang saya tidak tahu dan tanpa ijin pasien atau keluarga pasien. Saya tanya
kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap masih sama dengan jawaban
semalam bahwa saya kena demam berdarah. Saya sangat kuatir karena dirumah saya
memiliki 2 anak yang masih batita jadi saya lebih memilih berpikir positif
tentang RS dan dokter ini supaya saya cepat sembuh dan saya percaya saya
ditangani oleh dokter profesional standard Internatonal.

Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang setiap suntik
tidak ada keterangan apapun dari suster perawat, dan setiap saya meminta
keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, lebih terkesan suster hanya
menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya. Satu box lemari pasien
penuh dengan infus dan suntikan disertai banyak ampul.

Tangan kiri saya mulai membengkak, saya minta dihentikan infus dan suntikan dan
minta ketemu dengan dr. Henky namun dokter tidak datang sampai saya dipindahkan
ke ruangan. Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan
datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa, setelah dicek
dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr. Henky saja.

Esoknya dr. Henky datang sore hari dengan hanya menjelaskan ke suster untuk
memberikan obat berupa suntikan lagi, saya tanyakan ke dokter tersebut saya
sakit apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan berarti
bukan kena demam berdarah tapi dr. Henky tetap menjelaskan bahwa demam berdarah
tetap virus udara. Saya dipasangkan kembali infus sebelah kanan dan kembali
diberikan suntikan yang sakit sekali.

Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya terserang sesak
napas selama 15 menit dan diberikan oxygen. Dokter jaga datang namun hanya
berkata menunggu dr. Henky saja. Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus
padahal tangan kanan saya pun mengalami pembengkakan seperti tangan kiri saya.

Saya minta dengan paksa untuk diberhentikan infusnya dan menolak dilakukan
suntikan dan obat-obatan.

Esoknya saya dan keluarga menuntut dr. Henky untuk ketemu dengan kami namun
janji selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari. Suami dan kakak-kakak saya
menuntut penjelasan dr. Henky mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab awal yang
27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam riwayat hidup
saya belum pernah terjadi.

Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri saya.

Dr, Henky tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan, dokter tersebut malah
mulai memberikan instruksi ke suster untuk diberikan obat-obatan kembali dan
menyuruh tidak digunakan infus kembali. Kami berdebat mengenai kondisi saya dan
meminta dr. Henky bertanggung jawab mengenai ini dari hasil lab yang pertama
yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja. Dr. Henky menyalahkan bagian lab dan
tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan.

Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher kanan saya juga mulai
membengkak dan panas kembali menjadi 39 derajat namun saya tetap tidak mau
dirawat di RS ini lagi dan mau pindah ke RS lain. Tapi saya membutuhkan data
medis yang lengkap dan lagi-lagi saya dipermainkan dengan diberikan data medis
yang fiktif.

Dalam catatan medis, diberikan keterangan bahwa BAB saya lancar padahal itu
kesulitan saya semenjak dirawat di RS ini tapi tidak ada follow upnya
samasekali. Lalu hasil lab yang diberikan adalah hasil thrombosit saya yang
181.000 bukan 27.000.

Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan
bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah 181.000,
kepala lab saat itu adalah dr. Mimi dan setelah saya complaint dan marah-marah,
dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut ada di
Manajemen Omni maka saya desak untuk bertemu langsung dengan Manajemen yang
memegang hasil lab tersebut.

Saya mengajukan complaint tertulis ke Manajemen Omni dan diterima oleh Ogi
(customer service coordinator) dan saya minta tanda terima. Dalam tanda terima
tersebut hanya ditulis saran bukan complaint, saya benar-benar dipermainkan oleh
Manajemen Omni dengan staff Ogi yang tidak ada service nya sama sekali ke
customer melainkan seperti mencemooh tindakan saya meminta tanda terima
pengajuan complaint tertulis.

Dalam kondisi sakit, saya dan suami saya ketemu dengan Manajemen, atas nama Ogi
(customer service coordinator) dan dr. Grace (customer service manager) dan
diminta memberikan keterangan kembali mengenai kejadian yang terjadi dengan
saya.

Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya meminta surat pernyataan dari
lab RS ini mengenai hasil lab awal saya adalah 27.000 bukan 181.000 makanya saya
diwajibkan masuk ke RS ini padahal dengan kondisi thrombosit 181.000 saya masih
bisa rawat jalan.

Tanggapan dr. Grace yang katanya adalah penanggung jawab masalah complaint saya
ini tidak profesional samasekali. Tidak menanggapi complaint dengan baik, dia
mengelak bahwa lab telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr. Mimi
informasikan ke saya. Saya minta duduk bareng antara lab, Manajemen dan dr.
Henky namun tidak bisa dilakukan dengan alasan akan dirundingkan ke atas
(Manajemen) dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4 sore.

Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam kondisi saya dimasukkan
dalam ruangan isolasi karena virus saya ini menular, menurut analisa ini adalah
sakitnya anak-anak yaitu sakit gondongan namun sudah parah karena sudah
membengkak, kalau kena orang dewasa yang ke laki-laki bisa terjadi impoten dan
perempuan ke pankreas dan kista. Saya lemas mendengarnya dan benar-benar marah
dengan RS Omni yang telah membohongi saya dengan analisa sakit demam berdarah
dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami
sesak napas.

Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS yang baru ini dan memang saya
tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi sehingga terjadi sesak napas.

Suami saya datang kembali ke RS Omni menagiih surat hasil lab 27.000 tersebut
namun malah dihadapkan ke perundingan yang tidak jelas dan meminta diberikan
waktu besok pagi datang langsung ke rumah saya. Keesokan paginya saya tunggu
kabar orang rumah sampai jam 12 siang belum ada orang yang datang dari Omni
memberikan surat tersebut. Saya telepon dr. Grace sebagai penanggung jawab
compaint dan diberikan keterangan bahwa kurirnya baru mau jalan ke rumah saya
namun sampai jam 4 sore saya tunggu dan ternyata belum ada juga yang datang
kerumah saya. Kembali saya telepon dr. Grace dan dia mengatakan bahwa sudah
dikirim dan ada tanda terima atas nama Rukiah, ini benar-benar kebohongan RS
yang keterlaluan sekali, dirumah saya tidak ada nama Rukiah, saya minta
disebutkan alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali dan membutuhkan
waktu yang lama. Logikanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas surat
tertujunya kemana kan ? makanya saya sebut
Manajemen Omni PEMBOHONG BESAR semua. Hati-hati dengan permainan mereka yang
mempermainkan nyawa orang.

Terutama dr. Grace dan Ogi, tidak ada sopan santun dan etika mengenai pelayanan
customer, tidak sesuai dengan standard International yang RS ini cantum.

Saya bilang ke dr. Grace, akan datang ke Omni untuk mengambil surat tersebut dan
ketika suami saya datang ke Omni hanya dititipkan ke resepsionis saja dan pas
dibaca isi suratnya sungguh membuat sakit hati kami, pihak manajemen hanya
menyebutkan mohon maaf atas ketidaknyamanan kami dan tidak disebutkan mengenai
kesalahan lab awal yang menyebutkan 27.000 dan dilakukan revisi 181.000 dan
diberikan suntikan yang mengakibatkan kondisi kesehatan makin memburuk dari
sebelum masuk ke RS Omni.

Kenapa saya dan suami saya ngotot dengan surat tersebut? karena saya ingin tahu
bahwa sebenarnya hasil lab 27.000 itu benar ada atau fiktif saja supaya RS Omni
mendapatkan pasien rawat inap. Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan
janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000 adalah FIKTIF dan yang
sebenarnya saya tidak perlu rawat inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak
napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa langsung tertangani
dengan baik.

Saya dirugikan secara kesehatan, mungkin dikarenakan biaya RS ini dengan
asuransi makanya RS ini seenaknya mengambil limit asuransi saya semaksimal
mungkin tapi RS ini tidak memperdulikan efek dari keserakahan ini.

Ogi menyarankan saya bertemiu dengan direktur operasional RS Omni (dr. Bina)
namun saya dan suami saya terlalu lelah mengikuti permainan kebohongan mereka
dengan kondisi saya masih sakit dan dirawat di RS lain.

Syukur Alhamdulilah saya mulai membaik namun ada kondisi mata saya yang selaput
atasnya robek dan terkena virus sehingga penglihatan saya tidak jelas dan
apabila terkena sinar saya tidak tahan dan ini membutuhkan waktu yang cukup
untuk menyembuhkan.

Setiap kehidupan manusia pasti ada jalan hidup dan nasibnya masing-masing,
benar.... tapi apabila nyawa manusia dipermainkan oleh sebuah RS yang dpercaya
untuk menyembuhkan malah mempermainkan sungguh mengecewakan, semoga Allah
memberikan hati nurani ke Manajemen dan dokter RS Omni supaya diingatkan kembali
bahwa mereka juga punya keluarga, anak, orang tua yang tentunya suatu saat juga
sakit dan membutuhkan medis, mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang saya alami
di RS Omni ini.

Saya sangat mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca adalah karyawan atau
dokter atau Manajemen RS Omni, tolong sampaikan ke dr. Grace, dr. Henky, dr.
Mimi dan Ogi bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi
perusahaan Anda.

Saya informasikan juga dr. Henky praktek di RSCM juga, saya tidak mengatakan
RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini.

salam,

Prita Mulyasari

   
26-04-2017 09:03:23 biaya konsultasi
Jumlah Posts : 2
Jumlah di-Like : belum ada like
bun mau tanya dong mungkin ada yg bisa bantu,saya baru pindah ke depok kira" biaya konsultasi ke dokter kandungan di RS di depok sekitar berapa ya?trimakasih
   
Jumlah Posts : 17
Jumlah di-Like : belum ada like
klw aq sih usg dan periksanya di RS.Royal Progress dstu bagus, dijelasin smua kondisi bayinya dllnya. intinya sihh detail bgt..
   
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
Bisa pake bpjs kah bund? Kalo kontrol dan bersalin di RS PHC ?? Bagi info donk..