SITE STATUS
Jumlah Member :
493.601 member
user online :
693 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: beta hcg meningkat pada hamil usia berapa

New Topic :  
17-01-2017 08:46:20 perkenalan
Jumlah Posts : 11
Jumlah di-Like : belum ada like
lagi pada hamil usia berapa ni bunda2 :)
   


29-09-2015 20:51:28 tidur miring ke kanan
Jumlah Posts : 108
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda hamil usia berapa bulan bun?
   
Jumlah Posts : 92
Jumlah di-Like : belum ada like
assalamualaikum bunda,ada yg tau gak bun asi itu uda mulai keluar saat hamil usia berapa yaa???? trus yg uda usg diusia 5 bln untuk JK baby apakah msih bs brubah. klo dokter blg jelas kliatan klamin laki2. apa mgki bs brubah ya.
   


Jumlah Posts : 11
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda aku mau nanya dong kita boleg naik pesawat atau kapal laut hamil usia berapa bulan ya???
   
Jumlah Posts : 17
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda hamil usia berapa?? bukannya kedutan itu tanda baby-nya lagi gerak Bund :) setau ku sih gitu..
   


12-11-2012 14:57:52 Q U I Z
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like


Efek dari kehamilan yang dialami oleh Bumil, adalah:

1.  Mual dan Muntah
Mual dan Muntah adalah keluhan yang sering terjadi pada ibu hamil muda, atau yang sering disebut juga morning sickness. Biasanya timbul pada minggu ke-6 hingga minggu ke-12 kehamilan, dan yang paling berat pada minggu 9-10 dan biasanya hilang pada minggu ke-16.  Keluhan ini disebabkan peningkatan hormon beta hCG pada awal kehamilan, sehingga memicu peningkatan asam lambung dan menyebabkan ibu hamil merasa kembung dan nyeri ulu hati.

2.  KembungKembung adalah gejala yang terdapat pada ibu hamil trimester I dan trimester III.  Pada awal kehamilan biasanya akibat kerja hormon kehamilan yang punya efek memperlambat kerja usus.  Sedangkan pada Trimester III, pembesaran uterus sehingga menekan pergerakan saluran pencernaan juga merupakan penyebab terjadinya gejala tersebut.

3. KeputihanVagina secara normal memang mengeluarkan cairan yang jernih, tidak berbau dan tidak gatal yang berasal dari sekresi kelenjar dinding vagina, leher rahim, dan flora normal vagina.  Namun pada saat hamil, cairan tersebut menjadi lebih banyak. Hal ini wajar terjadi akibat adanya perubahan hormonal dan peningkatan sirkulasi pada alat kemalin wanita hamil.  Apabila terjadi lain misalnya berbau tidak sedap, putih seperti susu,kuning, atau kehijauan, nyeri atau bahkan gatal, maka bisa disimpulkan telah terjadi infeksi yang bisa disebabkan jamur atau baketri.  Menjaga kebersihan diri merupakan pencegahan paling utama terhadap penyakit ini.

4.  Sembelit ( Susah Buang Air Besar )
Sembelit biasanya terjadi pada trimester I dan III, oleh karena adanya perubahan hormonal dan penekanan usus bagian bawah akibat pembesaran uterus.  Hal ini akibat efek pencernaan makanan yang cukup lama.  Adanya pemberian Zat besi pada ibu juga dapat mengakibatkan sembelit.  Namun hal ini tidak berbahaya, apabila tidak ada penyakit lain.

5.  Rasa Kencang di Perut ( Kontraksi )
Rasa kencang atau kontraksi yang dirasakan oleh ibu hamil namun tidak mengarah pada persalinan.  Biasanya timbul mulai minggu ke-20 hingga ke-22.  Kontraksi makin sering dengan meningkatnya usia persalinan.  Hal ini wajar terjadi namun apabila terjadi lebih dari enam kali dalam satu jam, tidak berhenti walaupun sudah istirahat dan minum air, maka dianjurkan agar konsul ke dokter.

6.  Nyeri Kepala
Nyeri Kepala saat hamil disebabkan oleh berbagai hal yaitu perubahan hormonal, tegang, lelah, kadar gula rendah, atau kombinasi beberapa faktor lain yang biasa terdapat pada ibu hamil.

7.  Nyeri Ulu Hati
Nyeri seperti ditusuk-tusuk yang biasanya terjadi pada trimester II dan III.  Hal ini akibat melemahnya katup pada lambung akibat proses hormonal yang menyebabkan makanan dapat masuk kembali ke kerongkongan.  Selain itu, pda Trimester III janin mulai membesar sehingga menekan lambung yang dapat juga menyebabkan nyeri tersebut.

8.  Nyeri Punggung / Pinggang Bawah
Nyeri yang biasa terjadi pada ibu hamil akibat perubahan postur ibu, pengingkatan ukuran dan berat rahim, pembesaran janin, regangan otot, dan sendi panggul.  Kesemuanya itu memang dipersiapkan untuk kehamilan dan persalinan dari janin tersebut.  Namun efeknya ibu tersebut menjadi mudah terserang nyeri punggung bawah.

9.  Varises
Peningkatan tekanan dalam panggul atau diafragma dapat meningkatkan tahanan terhadap pembuluh darah balik ( vena ).   Hal ini dapat menyebabkan terjadinya varises ( pelebaran pembuluh darah vena ) yang dapat terjadi di tungkai bawah dan bibir kemaluan yang biasanya terdapat nyeri.

10.  Kaki Kram
Kaki Kram adalah gejala yang biasa dialami ibu pada trimester ke II dan III.  Tekanan janin pada panggul mengakibatkan penurunan aliran darah ke kaki sehingga menimbulkan kram.  Biasanya terjadi di paha, kaki, dan tungkai.  Penyebab lain yaitu kurangnya asupan kalium, magnesium, dan kaslium dalam tubuh.

11.  Kaki Bengkak
BIasanya pada trimester akhir terjadi pembengkakan pada kaki yang diakibatkan oleh adanya pembesaran janin dan uterus yang menekan pembuluh darah, volume darah yang tambah meningkat, ditambah dengan aktivitas dari ibu hamil tersebut.  Biasanya kondisi ini membaik dengan istirahat di malam hari.

12.  Perubahan pada KulitBanyak sekali hal yang terjadi pada ibu hamil yaitu banyak timbul jerawat, timbul bercak hitam di pipi, kulit jadi agak kering dan kasar, timbul parut kehamilan, dan gatal-gatal.  Semuanya itu biasanya akibat adanya perubahan hormonal yang ada pada ibu hamil, serta adanya perubahan pada kondisi perut ibu.

13.  Sering Kencing
Gejala ini biasanya terjadi pada Trimester I dan Trimester III.  Pada awal kehamilan terjadi akibat perubahan hormonal yang menyebabkan otot uterus relaks mengerut dan menekan saluran kemih, sedangkan pada usia kehamilan lanjut akibat penekanan terhadap kandung kemih yang menyebabkan perasaan ingin kencing pada ibu hamil. Karena hal ini wajar terjadi maka tidak perlu terapi tambahan.  Namun apabila disertai dengan rasa nyeri pada saat kencing, maka segera konsultasikan ke dokter.
 
   
20-06-2010 21:49:22 kasih masukan dong bun..
Jumlah Posts : 850
Jumlah di-Like : 15
USG trans V tahun kemarin 215rb belum biaya dokter.
tdk semua tempat ada.

Blighted ovum adalah keadaan dimana seorang wanita merasa hamil tetapi tidak ada bayi di dalam kandungan. Seorang wanita yang mengalaminya juga merasakan gejala-gejala kehamilan seperti terlambat menstruasi, mual dan muntah pada awal kehamilan (morning sickness), payudara mengeras, serta terjadi pembesaran perut, bahkan saat dilakukan tes kehamilan baik test pack maupun laboratorium hasilnya pun positif.
Seorang wanita baru dapat diindikasikan mengalami blighted ovum bila telah melakukan pemeriksaan USG transvaginal. Namun tindakan tersebut baru bisa dilakukan saat kehamilan memasuki usia 6-7 minggu. Sebab saat itu diameter kantung kehamilan sudah lebih besar dari 16 milimeter sehingga bisa terlihat lebih jelas. Dari situ juga akan tampak, adanya kantung kehamilan yang kosong dan tidak berisi janin.

Karena gejalanya yang tidak spesifik, maka biasanya blighted ovum baru ditemukan setelah akan tejadi keguguran spontan dimana muncul keluhan perdarahan. Selain blighted ovum, perut yang membesar seperti hamil, dapat disebabkan hamil anggur (mola hidatidosa), tumor rahim atau penyakit usus.

Sekitar 60% blighted ovum disebabkan kelainan kromosom dalam proses pembuahan sel telur dan sperma. Infeksi TORCH, rubella dan streptokokus, penyakit kencing manis (diabetes mellitus) yang tidak terkontrol, rendahnya kadar beta HCG serta faktor imunologis seperti adanya antibodi terhadap janin juga dapat menyebabkan blighted ovum. Risiko juga meningkat bila usia suami atau istri semakin tua karena kualitas sperma atau ovum menjadi turun.

Jika telah didiagnosis blighted ovum, maka tindakan selanjutnya adalah mengeluarkan hasil konsepsi dari rahim (kuretase). Hasil kuretase akan dianalisa untuk memastikan apa penyebab blighted ovum lalu mengatasi penyebabnya. Jika karena infeksi maka dapat diobati sehingga kejadian ini tidak berulang. Jika penyebabnya antibodi maka dapat dilakukan program imunoterapi sehingga kelak dapat hamil sungguhan.

Untuk mencegah terjadinya blighted ovum, maka dapat dilakukan beberapa tindakan pencegahan seperti pemeriksaan TORCH, imunisasi rubella pada wanita yang hendak hamil, bila menderita penyakit disembuhkan dulu, dikontrol gula darahnya, melakukan pemeriksaan kromosom terutama bila usia di atas 35 tahun, menghentikan kebiasaan merokok agar kualitas sperma/ovum baik, memeriksakan kehamilan yang rutin dan membiasakan pola hidup sehat.

semoga lebih jelas.
apapun hasilnya serahkan kembali kepada Tuhan.
Tuhan tau apa yang terbaik buat kita, walaupun menurut kita itu tdk /kurang baik

salam

putri a.k.a zach mom's
 
   
20-01-2017 16:56:48 hpl septmber merapat bun
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
Mual muntah disebabkan karena peningkatan hormon HCG.Hormon HCG akan meningkat pada usia 8mgg smp usia 12mgg..Inti'y jangan smp perut qt dlm kead kosong,kl kosong/makan telat pasti perut terasa eneg,mual n pgen muntah.Yg penting makan sedikit tp sering bunda..Q jg mc hamil muda kdg merasa spt it...
   
Jumlah Posts : 18
Jumlah di-Like : belum ada like
tes beta hcg...sama halnya dgn tes kehamilan..namun lebih bagus...dilihat dr kadar hcg nya...kadar hcg nanti menentukan bunda hamil ato tidak...trus usia kehamilannya berapa minggu
   
Jumlah Posts : 3025
Jumlah di-Like : 1

bunda theresia.. dokter menyarankan dtg lg utk memastikan ada perkembangan janin atau tidak. yg dtakutkan itu bunda Blighted Ovum (BO).

Blighted ovum juga dikenal sebagai kehamilan tanpa embrio. Pada saat terjadi pembuahan, sel-sel tetap membentuk kantung ketuban, plasenta, namun telur yang telah dibuahi (konsepsi) tidak berkembang menjadi sebuah embrio. Pada kondisi blighted ovum kantung kehamilan akan terus berkembang, layaknya kehamilan biasa, namun sel telur yang telah dibuahi gagal untuk berkembang secara sempurna. Maka pada ibu hamil yang mengalami blighted ovum, akan merasakan bahwa kehamilan yang dijalaninya biasa-biasa saja, seperti tidak terjadi sesuatu, karena memang kantung kehamilan berkembang seperti biasa. Pada saat awal kehamilan, produksi hormon HCG tetap meningkat, ibu hamil ketika di tes positif, juga mengalami gejala seperti kehamilan normal lainnya, mual muntah, pusing-pusing, sembelit dan tanda-tanda awal kehamilan lainnya. Namun ketika menginjak usia kehamilan 6-8 minggu, ketika ibu hamil penderita blighted ovum  memeriksakan kehamilan ke dokter dan melakukan pemeriksaan USG, maka akan terdeteksi bahwa terdapat kondisi kantung kehamilan berisi embrio yang tidak berkembang. Jadi, gejala blighted ovum dapat terdeteksi melalui pemeriksaan USG atau hingga adanya perdarahan layaknya mengalami gejala keguguran mengancam (abortus iminens) karena tubuh berusaha mengeluarkan konsepsi yang tidak normal (artikel dr bidanku.com)


 

   
19-03-2013 09:49:04 berat badann turun drastis
Jumlah Posts : 1269
Jumlah di-Like : 8
Dear bunda Nielam Huang Pitcen,
Kalau saya boleh tau, brp berat badan bunda sebelum hamil dan berapa penurunan berat badan bunda yg drastis itu.
Pada awal kehamilan sampai dengan usia kandungan 12 mgg ( 3 bln ) bunda memang masih merasakan pusing dan mual, hal itu disebabkan oleh perubahan hormon, terutama hormon HCG yg masih tinggi.
Saran saya bila bunda masih merasa mual bunda dapat mengkonsumsi makan dengan cara sedikit tapi sering, makan makanan yg mudah di cerna seperti nasi, jagung, kentang, ubi. perbanyak air putih/jus buah di luar jadwal makan, menghindari makanan yg mengandung kadar lemak tinggi, serta makanan dengan bau yg menyengat.
Demikianlah jawaban dari saya, semoga dapat membantu.
   
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10

JARAK KEHAMILAN YANG AMAN

Jarak kehamilan terlalu dekat maupun jauh bisa membahayakan ibu dan janin. Idealnya, tak kurang dari 9 bulan hingga 24 bulan. Namun jarak ideal ini tak berlaku buat mereka yang sebelumnya menjalani persalinan sesar.

Idealnya, terang dr. Agus Supriyadi, SpOG dari RSIA Hermina, Jatinegara, jarak kehamilan tak kurang dari 9 bulan hingga 24 bulan sejak kelahiran pertama. Namun untuk jarak 9 bulan masih diembeli-embeli prasyarat, yaitu asalkan nutrisi si ibu baik. "Bila gizi si ibu tak bagus, berarti tubuhnya belum cukup prima untuk kehamilan berikutnya."

Perhitungan tak kurang dari 9 bulan ini atas dasar pertimbangan kembalinya organ-organ reproduksi ke keadaan semula. Makanya ada istilah masa nifas, yaitu masa organ-organ reproduksi kembali ke masa sebelum hamil. Namun masa nifas berlangsung hanya 40 hari, sementara organ-organ reproduksi baru kembali ke keadaan semula minimal 3 bulan.

"Bayangkan saja, rahim atau uterus sewaktu tak hamil beratnya hanya 30 g. Setelah hamil, beratnya hampir 1 kg atau 1000 g. Kenaikannya hampir 30 kali lipat, kan? Setelah persalinan, beratnya berkurang mencapai 60 g. Nah, untuk mencapai 30 g kembali butuh waktu kira-kira 3 bulan."

Begitu juga dengan sistem aliran darah. Selama hamil, ada sistem aliran darah dari ibu ke janin. Setelah lahir, tentunya aliran darah ini terputus. Untuk kembali ke kondisi aliran darah yang normal, si ibu butuh waktu sekitar 15 hari setelah melahirkan.

Sementara untuk memulihkan energinya, si ibu harus meningkatkan gizinya. "Nah, untuk ibu-ibu yang gizinya bagus, energinya baru benar-benar prima seperti keadaan sebelum melahirkan setelah 9 bulan. Kalau belum 9 bulan, belum begitu prima energinya walaupun kelihatan tubuhnya sehat-sehat saja."

Jadi, setelah istirahat selama 9 hingga 24 bulan, diharapkan semua organ reproduksi dan bagian genital interna maupun eksterna si ibu akan kembali seperti sebelum hamil.

JARAK TERLALU PENDEK                                  

Dengan demikian, bila jarak kehamilan terlalu pendek atau kurang dari 9 bulan akan sangat berbahaya, karena organ-organ reproduksi belum kembali ke kondisi semula. Selain, kondisi energi si ibu juga belum memungkinkan untuk menerima kehamilan berikutnya. "Keadaan gizi ibu yang belum prima ini membuat gizi janinnya juga sedikit, hingga pertumbuhan janinnya tak memadai yang dikenal dengan istilah PJT atau pertumbuhan janin terhambat."

Itulah mengapa, saran Agus, ibu-ibu setelah bersalin agar menggunakan alat kontrasepsi yang tepat untuk menghindari kegagalan KB alias kebobolan. Jangan sampai, haid pertama setelah melahirkan belum muncul, ibu sudah hamil lagi. Jikapun sudah kadung hamil, "si ibu harus menjaga kondisi kehamilannya dengan lebih intensif." Artinya, kehamilan tersebut harus terus dipantau lebih ketat. Pertumbuhan janin akan dipantau dengan pemeriksaan USG serial, semisal pada usia sekian apakah beratnya sesuai dengan usianya. "Jika tak sesuai, kita harus intervensi dengan obat-obatan, vitamin, dan makanan berkalori tinggi agar beratnya kembali ke keadaan normal."

Yang pasti, tegas Agus, ibu harus memeriksakan kehamilannya secara medis, entah ke dokter kandungan dan kebidanan ataupun bidan secara teratur. "Anjuran WHO, selama kehamilan sekurang-kurangnya memeriksakan diri sebanyak 4 kali. Sekali pada trimester I, yaitu untuk memastikan kehamilannya, apakah di dalam atau di luar rahim; sekali di trimester II untuk memantau kehamilannya; dan 2 kali di trimester III untuk memantau dan meramalkan persalinannya, apakah persalinannya akan normal atau sesar."

Namun untuk kasus yang riskan seperti kebobolan ini, pemeriksaan sebaiknya dilakukan lebih sering. Pada trimester I hingga II dilakukan sebulan sekali; menginjak usia kehamilan 28 minggu 3 minggu sekali; di usia kehamilan 32 minggu dilakukan pemeriksaan 2 minggu sekali; dan setelah usia kehamilan 38 minggu seminggu sekali. "Jangan lupa, makan makanan berglukosa tinggi untuk meningkatkan berat badan."

KEGUGURAN DAN PREMATUR

Selain BB janin rendah, kemungkinan kelahiran prematur juga bisa terjadi pada kehamilan jarak dekat, terutama bila kondisi ibu juga belum begitu bagus. Padahal, kelahiran prematur erat kaitannya dengan kematian, khususnya jika paru-paru si bayi belum terbentuk sempurna.

Bisa juga terjadi perdarahan selama kehamilan yang diakibatkan plasenta previa atau plasenta yang letaknya tak sempurna. "Plasenta previa sangat erat kaitannya dengan gizi yang rendah, karena plasenta punya kecenderungan mencari tempat yang banyak nutrisinya. Kalau yang banyak nutrisinya itu terletak di bagian bawah uterus atau rahim, maka di situlah ia akan menempel. Akibatnya bisa menutup jalan lahir yang memungkinkan untuk terjadi perdarahan."

Nah, pada kehamilan jarak dekat, kemungkinan kekurangan gizi ini amat besar. Bukankah si ibu juga harus menyusui bayinya? Dengan demikian, nutrisi si ibu jadi berkurang, hingga janinnya juga bisa semakin kekurangan gizi. Makanya, saran Agus, bila ketahuan hamil, pemberian ASI sebaiknya segera dihentikan. Masalahnya bukan cuma ibu jadi kekurangan gizi, tapi juga bisa mengakibatkan keguguran. "Selama menyusui, ada pengaruh oksitosin pada isapan mulut bayi. Oksitosin ini membuat perut si ibu jadi tegang atau kontraksi. Pada kehamilan muda, bisa terjadi perdarahan atau ancaman keguguran."

Penting diketahui, syarat kehamilan yang sehat ialah cukup gizi dan penambahan BB minimal 10-12 kg, hingga BB bayi yang dilahirkan bisa mencapai di atas 2,5 kg.

Jikapun si ibu bisa mempertahankan kehamilannya hingga waktu persalinan tiba, tak berarti aman-aman saja. Soalnya, bukan tak mungkin kendala justru menghadang saat persalinan. Bahayanya, ibu mengalami kelelahan saat proses persalinan. Untuk mengejan dan hisnya juga susah. Hingga, bisa menimbulkan partus atau persalinan lebih lama.

JANGAN TERLALU JAUH

Akan halnya kehamilan dengan jarak di atas 24 bulan, menurut Agus, sangat baik buat ibu karena kondisinya sudah normal kembali. Jadi, organ-organ reproduksinya sudah siap menerima kehamilan kembali.

Bukan berarti kita bisa hamil kapan saja asal jaraknya lebih dari 24 bulan, lo. Dianjurkan, kehamilan berikutnya jangan lebih dari 59 bulan. Ingat, kita juga harus memikirkan usia saat kehamilan berikutnya! "Bila lebih dari 35 tahun usia si ibu saat kehamilan berikutnya, berarti si ibu masuk dalam kategori risiko tinggi," terang Agus. Sementara usia reproduksi yang bagus adalah 20-30 tahun.

Yang paling dikhawatirkan jika usia ibu di atas 35 tahun ialah kualitas sel telur yang dihasilkan juga tak baik. Hingga, bisa menimbulkan kelainan-kelainan bawaan seperti sindrom down. Soalnya, ibu hamil usia ini punya risiko 4 kali lipat dibanding sebelum usia 35 tahun.

Tak hanya itu, saat persalinan pun berisiko terjadi perdarahan post partum atau pasca persalinan. Hal ini disebabkan otot-otot rahim tak selentur dulu, hingga saat harus mengkerut kembali bisa terjadi gangguan yang berisiko terjadi hemorrhagic post partum (HPP) atau perdarahan pasca persalinan.

Risiko terjadi preeklampsia dan eklampsia juga sangat besar, lantaran terjadi kerusakan sel-sel endotel. "Pada kasus preeklampsia berat, kita punya kebijaksanaan untuk melahirkan setelah 35 minggu dengan cara diinduksi." Adapun tanda-tanda preeklampsia: BB ibu naik terlalu cepat, terjadi pembengkakan/odem di seluruh tubuh, serta tekanan darah terlalu tinggi.

Pada kasus ini, pemeriksaan kehamilan harus lebih intensif agar bisa dipantau dan diberi obat-obatan untuk menormalkan tekanan darahnya, mengingat pertumbuhan janin akan mengalami gangguan. Bukankah suplai makanan ke janin lewat plasenta dan aliran darah ibu? Nah, pada kasus preeklampsia, sirkulasi darah ibu ke janin dan plasenta terganggu, hingga suplai makanan dari ibu ke janin jadi terganggu pula.

Itulah mengapa, janin harus terus dipantau memakai USG serial. "Bila tetap terhambat, lebih bagus ia hidup di luar rahim, minimal setelah kehamilan 35 minggu. Kecuali bila ada kelainan yang mengancam si ibu semisal ada ancaman pembekuan darah, berapa pun usia janin harus segera dikeluarkan demi menyelamatkan si ibu. Pun bila janinnya belum matang."

Bahaya lain, masalah psikis. "Bisa saja, kan, si ibu sudah lupa dengan cara-cara menghadapi kehamilan dan persalinan. Bagaimana cara mengejan, misal. Hingga menimbulkan stres baru lagi," tutur Agus.

TIDAK UNTUK YANG SESAR

Jadi, perhatikan betul-betul jarak kelahiran yang aman ini, ya, Bu-Pak. Namun tentu saja, jarak ideal ini hanya berlaku bila persalinan sebelumnya dilakukan dengan cara pervaginam atau normal. "Bila sebelumnya dilakukan sesar, sebaiknya kehamilan berikut setelah 24 bulan," anjur Agus.

Soalnya, mereka yang melahirkan lewat bedah sesar butuh waktu lebih lama lagi karena ada cacat di uterus atau rahimnya bekas tindakan operasi. "Jika sebelum 2 tahun sudah hamil lagi, dikhawatirkan jahitan-jahitan saat operasi bisa lepas. Robeknya rahim juga bisa tak terduga atau tak beraturan dan tak bisa diramalkan kapan robekan itu akan terjadi karena tak dapat didiagnosa secara dini. Kejadiannya akan sangat tiba-tiba setelah kehamilan itu menginjak usia 9 bulan."

Hal lain yang harus diperhatikan, jarak ideal ini berlaku bukan cuma untuk kehamilan kedua, tapi juga kehamilan-kehamilan berikutnya. Namun bukan berarti tingkat risikonya tetap sama, lo. Bukankah makin banyak anak berarti usia si ibu juga makin meningkat? "Nah, bila umurnya sudah tua, tentu sangat riskan untuk hamil dan melahirkan. Selain itu, recovery tubuhnya untuk kembali ke keadaan semula juga makan waktu lebih lama lagi," tutur Agus.

   
15-12-2008 11:26:46 HAMIL ANGGUR?
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10

MENGENAL HAMIL ANGGUR

Anda hamil, tapi bukan janin yang dikandung melainkan gelembung-gelembung seperti anggur. Wah, apa ini?

Kaget dan bingung tergambar jelas di raut muka Ny. Nadia ketika dokter menyatakan ia mengalami hamil anggur. Lo, kok, hamil anggur? Tapi sungguh, ini bukan guyonan.

Kehamilan memang tidak selamanya berjalan mulus sehingga memungkinkan terbentuknya bukan janin di dalam rahim seorang ibu, melainkan jaringan berbentuk gelembung-gelembung putih, tembus pandang, berisi cairan jernih, mirip buah anggur. Dunia kedokteran menyebutnya dengan mola hidatidosa (MH).

"MH adalah suatu kehamilan yang berkembang tidak wajar di mana tidak ditemukan janin dan hampir seluruh villi korialis mengalami perubahan hidropik (mengandung banyak cairan)," jelas dr. Judi Januadi Endjun, Sp.OG, staf pengajar Sub.Bag. Fetomaternal bagian Obstetri dan Ginekologi FK UPN Veteran/RSPAD Gatot Subroto.

PERKEMBANGAN TERHENTI

Mengapa hamil anggur bisa terjadi? Kita ketahui, kehamilan terjadi karena ada pembuahan di mana sel sperma membuahi sel telur. Normalnya, setelah pembuahan, sel telur yang telah dibuahi tersebut akan berkembang menjadi sekelompok sel (berjumlah ratusan) seperti bola.

Sel-sel yang berada di dalam akan berkembang menjadi janin sementara sel-sel yang terletak di bagian luar akan membentuk trofoblas. Sel-sel yang membentuk trofoblas inilah yang kelak akan menjadi plasenta.

Pada hamil anggur, sel telur yang harusnya berkembang menjadi janin justru terhenti perkembangannya. Yang terus berkembang malah sel-sel trofoblas tadi. Padahal, sel-sel yang terbentuk dari trofoblas ini mengalami kelainan, seperti tidak mengandung pembuluh-pembuluh darah di dalamnya.

Nah, kelompok sel inilah yang kemudian membengkak membentuk gelembung-gelembung berisi cairan, mirip anggur. Ukuran gelembung ini pun bervariasi. Ada yang berdiameter 1 milimeter sampai 1-2 sentimeter. Jika dilihat melalui mikroskop, ditemukan edema stroma villi, tidak ada pembuluh darah pada villi, dan proliferasi sel-sel trofoblas (jumlah selnya bertambah).

LAHIR CACAT

Hamil anggur sendiri dibedakan dalam dua jenis. Disebut complete mole atau mola klasik jika kehamilan palsu seluruhnya. Artinya, dalam kehamilan, janin sama sekali tak terbentuk. Sedangkan bila ditemukan janin atau bagian dari janin disebut partial mole. Pada kasus partial mole, janin yang terbentuk umumnya tidak normal. Misalnya, bagian tubuh terbentuk tapi tidak tidak proporsional. "Umumnya, janin mati pada bulan pertama meski ada juga yang bisa bertahan hidup sampai cukup besar. Bahkan, cukup bulan (aterm)," terang dr. Judi, pengasuh rubrik Konsultasi Ginekologi nakita.

Kendati bisa bertahan hidup, tentu saja bayi tadi akan lahir cacat karena memang bagian tubuhnya tidak terbentuk sempurna. Bahkan, ada yang hanya berbentuk gumpalan saja, tetapi hidup. "Jika dilihat, ada kulit, tulang, dan sebagainya," terangnya.

ANEKA GEJALA

Meski penyakit ini sudah dikenal sejak abad keenam, sampai saat ini dunia kedokteran tetap belum bisa mengungkap misteri penyebabnya. Kerusakan sel telur di sini mungkin terjadi karena infeksi, kekurangan zat makanan terutama protein tinggi, dan teori kebangsaan. Teori yang paling cocok dengan keadaan adalah teori Acosta Sison, yaitu kekurangan protein. Karena kenyataan membuktikan penyakit ini lebih banyak ditemukan pada wanita dari golongan sosioekonomi rendah.

"Penemuan mutakhir menemukan bahwa MH terjadi akibat sel sperma membuahi sel telur yang tidak ada intinya atau intinya rusak/tidak aktif," jelas dr. Judi.

Ibu hamil dengan kasus mola hidatidosa menunjukkan gejala yang sama dengan kehamilan pada umumnya. Selanjutnya perkembangan hamil anggur lebih cepat dari normal, sehingga besar rahim lebih besar dari usia kehamilan. Bisa juga terjadi mual muntah yang hebat (hiperemesis gravidarum) dan sakit kepala.

Perdarahan dari vagina merupakan gejala utama hamil anggur. Perdarahan bisa sangat banyak, bisa juga hanya sedikit. Biasanya terjadi pada minggu ke-12 sampai ke -14. Jika perdarahan terjadi sangat banyak, bisa mengakibatkan anemia (kekurangan darah) pada ibu. Soalnya, tak jarang terjadi, perdarahan berlangsung lama, hingga berminggu-minggu.

Gejala lain, kadang-kadang menunjukkan tekanan darah tinggi yang merupakan gejala awal preeklampsia (keracunan kehamilan), tetapi terjadinya lebih awal (di bawah 20 minggu) bila dibanding kehamilan biasa. Begitu pula pada saat pemeriksaan, ditemukan masalah tidak adanya bunyi jantung janin.

Penderita hamil anggur juga akan mengalami peningkatan kadar hormon tiroid dalam darah. Di dalam air seninya pun biasanya ditemukan kadar protein yang tinggi.

CARA MENDETEKSI

Sebenarnya kelainan pada kehamilan mola hidatidosa sudah bisa diketahui lebih awal. Saat konsultasi, dokter akan melakukan pemeriksaan perut dengan teliti, dan melakukan periksa dalam sehingga bisa menemukan kelainan pembesaran uterus (rahim) yang lebih cepat dari normal.

Pemeriksaan USG bisa dilakukan untuk mencurigai adanya hamil anggur. Pemeriksaan ini relatif murah dengan hasil yang cukup akurat. Dengan USG melalui vaginal, sudah dapat dideteksi adanya hamil anggur pada kehamilan 8-10 minggu, yaitu berupa gambaran badai salju (snow strom atau snow flake pattern). Apalagi jika digunakan color doppler atau power doppler, yaitu pemeriksaan USG berwarna untuk menilai perubahan arus darah.

Sementara itu, pemeriksaan hasil urine akan tetap menunjukkan hasil positif kendati yang terjadi adalah kehamilan palsu. Dan memang si calon ibu sendiri akan merasakan gejala-gejala kehamilan seperti pada umumnya. Ini disebabkan ibu tetap memproduksi hormon-hormon kehamilan dalam kadar tinggi.

Hamil anggur bisa juga diketahui dengan cara mengukur kandungan hormon HCG (Hormon Chorionic Gonadotrophin) di dalam air seni atau darah. HCG adalah hormon yang dikeluarkan oleh zigot, hasil peleburan sel telur dan sel sperma.

HAMIL LAGI

Hamil anggur tidak selalu mengakibatkan keguguran spontan. Cara penanganannya dilakukan dengan D & C (dilatasi dan kuretase). Yaitu, memasukkan alat melalui vagina untuk menyedot gelembung-gelembung tadi sampai bersih.

Usai penguretan, pasien harus tetap mendapat pengawasan. Terutama untuk memonitor adanya penyulit seperti kadar hormon HCG secara berkala atau penyebaran sel trofoblas.

Secara berkala dilakukan pemeriksaan darah setiap minggu dan foto rontgen setiap 4-6 minggu. Kemudian untuk kadar HCG 2 minggu dalam tiga bulan pertama. Kemudian sebulan sekali pada tiga bulan berikutnya. Lalu 2 bulan sekali untuk 6 bulan berikutnya. Tiga tahun berikutnya, pemeriksaan ini dilakukan setiap 6 bulan sekali.

Perlu diperhatikan, hamil anggur ini bisa berkembang menjadi ganas. Penyebaran yang tidak terkendali dari sel-sel trofoblas tadi bisa merusak fungsi sel-sel lain di sekitarnya. Seperti halnya kanker, sel-sel trofoblas yang ganas bisa menyebar ke organ tubuh lain, seperti paru-paru, vagina, sumsum tulang belakang, serta hati.

Semua itu disebabkan karena mola hidatidosa bisa menyebar melalui aliran darah. "Jenis mola hidatidosa yang melakukan penyebaran ke organ lain adalah koriokarsinoma villosum (invasive mole) dan koriokarsinoma non villosum (koriokarsinoma).

Pengobatan hamil anggur dengan tipe mola ganas dilakukan dengan cara pemberian obat sitostatik, yaitu obat penghenti pertumbuhan sel. Umumnya obat-obatan ini memberi efek samping, misalnya merontokkan rambut dan muntah-muntah.

Seorang wanita yang pernah mengalami hamil anggur kemungkinan mendapat kembali hamil jenis ini pada kehamilan berikutnya meningkat menjadi 4-5 kali. Dan kasus hamil anggur ini banyak terjadi pada ibu hamil di bawah 20 tahun di atas 34 tahun, serta mempunyai banyak anak (lebih dari tiga orang).

Sebaiknya jika Anda pernah mengalami hamil anggur, agar menunda kehamilan berikutnya dengan menggunakan alat kontrasepsi karet KB, sampai keadaan Anda benar-benar pulih. Tentu saja jangan lupa, setelah hamil kembali untuk selalu memeriksakan diri dengan rutin. Demi kebaikan Anda dan si janin.

   
13-08-2008 06:36:49 Hamil anggur
Jumlah Posts : 151
Jumlah di-Like : 1

Hai Errene. Salam kenal ya. Slamat bergabung di IB.

Nih ada artikel dr tabloid Nakita, mudah2an bisa membantu.

Kehamilan memang tidak selamanya berjalan mulus sehingga memungkinkan terbentuknya bukan janin di dalam rahim seorang ibu, melainkan jaringan berbentuk gelembung-gelembung putih, tembus pandang, berisi cairan jernih, mirip buah anggur. Dunia kedokteran menyebutnya dengan mola hidatidosa (MH).

 "MH adalah suatu kehamilan yang berkembang tidak wajar di mana tidak ditemukan janin dan hampir seluruh villi korialis mengalami perubahan hidropik (mengandung banyak cairan)," jelas dr. Judi Januadi Endjun, Sp.OG, staf pengajar Sub.Bag. Fetomaternal bagian Obstetri dan Ginekologi FK UPN Veteran/RSPAD Gatot Subroto.

 PERKEMBANGAN TERHENTI

 Mengapa hamil anggur bisa terjadi? Kita ketahui, kehamilan terjadi karena ada pembuahan di mana sel sperma membuahi sel telur. Normalnya, setelah pembuahan, sel telur yang telah dibuahi tersebut akan berkembang menjadi sekelompok sel (berjumlah ratusan) seperti bola.

 Sel-sel yang berada di dalam akan berkembang menjadi janin sementara sel-sel yang terletak di bagian luar akan membentuk trofoblas. Sel-sel yang membentuk trofoblas inilah yang kelak akan menjadi plasenta.

 Pada hamil anggur, sel telur yang harusnya berkembang menjadi janin justru terhenti perkembangannya. Yang terus berkembang malah sel-sel trofoblas tadi. Padahal, sel-sel yang terbentuk dari trofoblas ini mengalami kelainan, seperti tidak mengandung pembuluh-pembuluh darah di dalamnya.

 Nah, kelompok sel inilah yang kemudian membengkak membentuk gelembung-gelembung berisi cairan, mirip anggur. Ukuran gelembung ini pun bervariasi. Ada yang berdiameter 1 milimeter sampai 1-2 sentimeter. Jika dilihat melalui mikroskop, ditemukan edema stroma villi, tidak ada pembuluh darah pada villi, dan proliferasi sel-sel trofoblas (jumlah selnya bertambah).

 LAHIR CACAT

 Hamil anggur sendiri dibedakan dalam dua jenis. Disebut complete mole atau mola klasik jika kehamilan palsu seluruhnya. Artinya, dalam kehamilan, janin sama sekali tak terbentuk. Sedangkan bila ditemukan janin atau bagian dari janin disebut partial mole. Pada kasus partial mole, janin yang terbentuk umumnya tidak normal. Misalnya, bagian tubuh terbentuk tapi tidak tidak proporsional. "Umumnya, janin mati pada bulan pertama meski ada juga yang bisa bertahan hidup sampai cukup besar. Bahkan, cukup bulan (aterm)," terang dr. Judi, pengasuh rubrik Konsultasi Ginekologi nakita.

 Kendati bisa bertahan hidup, tentu saja bayi tadi akan lahir cacat karena memang bagian tubuhnya tidak terbentuk sempurna. Bahkan, ada yang hanya berbentuk gumpalan saja, tetapi hidup. "Jika dilihat, ada kulit, tulang, dan sebagainya," terangnya.

 ANEKA GEJALA

 Meski penyakit ini sudah dikenal sejak abad keenam, sampai saat ini dunia kedokteran tetap belum bisa mengungkap misteri penyebabnya. Kerusakan sel telur di sini mungkin terjadi karena infeksi, kekurangan zat makanan terutama protein tinggi, dan teori kebangsaan. Teori yang paling cocok dengan keadaan adalah teori Acosta Sison, yaitu kekurangan protein. Karena kenyataan membuktikan penyakit ini lebih banyak ditemukan pada wanita dari golongan sosioekonomi rendah.

 "Penemuan mutakhir menemukan bahwa MH terjadi akibat sel sperma membuahi sel telur yang tidak ada intinya atau intinya rusak/tidak aktif," jelas dr. Judi.

 Ibu hamil dengan kasus mola hidatidosa menunjukkan gejala yang sama dengan kehamilan pada umumnya. Selanjutnya perkembangan hamil anggur lebih cepat dari normal, sehingga besar rahim lebih besar dari usia kehamilan. Bisa juga terjadi mual muntah yang hebat (hiperemesis gravidarum) dan sakit kepala.

 Perdarahan dari vagina merupakan gejala utama hamil anggur. Perdarahan bisa sangat banyak, bisa juga hanya sedikit. Biasanya terjadi pada minggu ke-12 sampai ke -14. Jika perdarahan terjadi sangat banyak, bisa mengakibatkan anemia (kekurangan darah) pada ibu. Soalnya, tak jarang terjadi, perdarahan berlangsung lama, hingga berminggu-minggu.

 Gejala lain, kadang-kadang menunjukkan tekanan darah tinggi yang merupakan gejala awal preeklampsia (keracunan kehamilan), tetapi terjadinya lebih awal (di bawah 20 minggu) bila dibanding kehamilan biasa. Begitu pula pada saat pemeriksaan, ditemukan masalah tidak adanya bunyi jantung janin.

 Penderita hamil anggur juga akan mengalami peningkatan kadar hormon tiroid dalam darah. Di dalam air seninya pun biasanya ditemukan kadar protein yang tinggi.

 CARA MENDETEKSI

 Sebenarnya kelainan pada kehamilan mola hidatidosa sudah bisa diketahui lebih awal. Saat konsultasi, dokter akan melakukan pemeriksaan perut dengan teliti, dan melakukan periksa dalam sehingga bisa menemukan kelainan pembesaran uterus (rahim) yang lebih cepat dari normal.

 Pemeriksaan USG bisa dilakukan untuk mencurigai adanya hamil anggur. Pemeriksaan ini relatif murah dengan hasil yang cukup akurat. Dengan USG melalui vaginal, sudah dapat dideteksi adanya hamil anggur pada kehamilan 8-10 minggu, yaitu berupa gambaran badai salju (snow strom atau snow flake pattern). Apalagi jika digunakan color doppler atau power doppler, yaitu pemeriksaan USG berwarna untuk menilai perubahan arus darah.

 Sementara itu, pemeriksaan hasil urine akan tetap menunjukkan hasil positif kendati yang terjadi adalah kehamilan palsu. Dan memang si calon ibu sendiri akan merasakan gejala-gejala kehamilan seperti pada umumnya. Ini disebabkan ibu tetap memproduksi hormon-hormon kehamilan dalam kadar tinggi.

 Hamil anggur bisa juga diketahui dengan cara mengukur kandungan hormon HCG (Hormon Chorionic Gonadotrophin) di dalam air seni atau darah. HCG adalah hormon yang dikeluarkan oleh zigot, hasil peleburan sel telur dan sel sperma.

 HAMIL LAGI

 Hamil anggur tidak selalu mengakibatkan keguguran spontan. Cara penanganannya dilakukan dengan D & C (dilatasi dan kuretase). Yaitu, memasukkan alat melalui vagina untuk menyedot gelembung-gelembung tadi sampai bersih.

 Usai penguretan, pasien harus tetap mendapat pengawasan. Terutama untuk memonitor adanya penyulit seperti kadar hormon HCG secara berkala atau penyebaran sel trofoblas.

 Secara berkala dilakukan pemeriksaan darah setiap minggu dan foto rontgen setiap 4-6 minggu. Kemudian untuk kadar HCG 2 minggu dalam tiga bulan pertama. Kemudian sebulan sekali pada tiga bulan berikutnya. Lalu 2 bulan sekali untuk 6 bulan berikutnya. Tiga tahun berikutnya, pemeriksaan ini dilakukan setiap 6 bulan sekali.

 Perlu diperhatikan, hamil anggur ini bisa berkembang menjadi ganas. Penyebaran yang tidak terkendali dari sel-sel trofoblas tadi bisa merusak fungsi sel-sel lain di sekitarnya. Seperti halnya kanker, sel-sel trofoblas yang ganas bisa menyebar ke organ tubuh lain, seperti paru-paru, vagina, sumsum tulang belakang, serta hati.

 Semua itu disebabkan karena mola hidatidosa bisa menyebar melalui aliran darah. "Jenis mola hidatidosa yang melakukan penyebaran ke organ lain adalah koriokarsinoma villosum (invasive mole) dan koriokarsinoma non villosum (koriokarsinoma).

 Pengobatan hamil anggur dengan tipe mola ganas dilakukan dengan cara pemberian obat sitostatik, yaitu obat penghenti pertumbuhan sel. Umumnya obat-obatan ini memberi efek samping, misalnya merontokkan rambut dan muntah-muntah.

 Seorang wanita yang pernah mengalami hamil anggur kemungkinan mendapat kembali hamil jenis ini pada kehamilan berikutnya meningkat menjadi 4-5 kali. Dan kasus hamil anggur ini banyak terjadi pada ibu hamil di bawah 20 tahun di atas 34 tahun, serta mempunyai banyak anak (lebih dari tiga orang).

 Sebaiknya jika Anda pernah mengalami hamil anggur, agar menunda kehamilan berikutnya dengan menggunakan alat kontrasepsi karet KB, sampai keadaan Anda benar-benar pulih. Tentu saja jangan lupa, setelah hamil kembali untuk selalu memeriksakan diri dengan rutin. Demi kebaikan Anda dan si janin.

 Riesnawiati Soelaeman. Ilustrasi : Pugoeh (nakita)

   
05-12-2015 12:49:46 bagi info donk..bunda..
Jumlah Posts : 10
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda" numpang tanya donk.. pada usia berapa minggu kehamilan kelihatan? saya hamil 14 minggu kok belum kelihatan ya bunda.. ap gara" berat badan saya yang turun ya bun..