SITE STATUS
Jumlah Member :
481.947 member
user online :
2866 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: bayi makan madu

New Topic :  
Jumlah Posts : 31
Jumlah di-Like : 1
@ Bunda Wise

kata dokter, makanan yg yg kita makan itu 10%-nya masuk ke ASI. boleh makan apapun asal ga blebihan.

saya dlu pernah wkt baru mlahirkan, makan makanan yg pedas (tp tdk tlalu pedas) trus myusui anak sya, alhamdulillah dia tdk mencret.

tp wkt ikut pengajian, disuguhi Rawon yg sambelnya pedes bgt, krn tlanjur dkasih, ga mgk saya tolak, ya saya makan. stlah tu saya susuin anak saya, dia mencret. mungkin krn sambelnya tlalu pedas (emg pedes bgt sih).

saya prnah dgr, makanan yg pedas, tlalu tajam (menyengat), tu tdk blh krn nanti bpgaruh pd bayi. jd bh baik hindari makanan yg sprt itu dlu.

tp kalo susu sapi, mnurut sya, klo Bunda-nya yg minum, ya tdk apa2. asalkan bukan bayi-nya. krn saya pernah bc, makanan yg tabu untuk bayi itu :
madu
selai kacang
susu sapi
garam
makanan yg bikin tsedak
makanan yg bikin alergi

krn pencernaan bayi kan blm kuat ya Bun.

tp itu untuk bayi. jd, mnurut saya, kalo Bunda yg makan ato minum itu, ya tdk apa2, asal bkn bayi-nya.
itu yg saya tau, smoga bmanfaat Bun, aamiin...


   


24-03-2010 11:07:35 MP ASI yang paling cocok
Jumlah Posts : 1391
Jumlah di-Like : belum ada like

   Dear Bunda...

mau sharing aja, anak saya tanggal 29 maret ini baru akan 7bln dan baru hampir 1 bln ini makan dan Alhamdulillah lulus ASI eksklusif dan sampai sekrg msh ASI ( ASI Perah apabila saya bekerja ).   

untuk MPASI nya, saya sangat2xlah konsen, apalagi saya ibu yang bekerja, yang saya tahu dari sharing dengan teman dan browsing2x dan saya mendapatkan Info yang bagus yang sumber nya dari WHO, dimana MPASI atau bayi mulai mengenal makan memang dimulai pada saat usia 6bln, dengan variasi makanan yang masih terbatas juga ( krn masih belajar mengenal rasa, bentuk dllnya ).
MPASI yang disarankan untuk bayi berumur 6 - 7 bln adalah :

Buah ( Apel,Pir, pisang pepaya, alpukat )
Sayur ( Labu Pumpkin,buncis,zucchini/timun jepang,ubi jepang,kentang)
sumber karbohidrat ( tepung beras putih,beras merah,havermut ).
Kacang2an ( kacang hijau )

untuk tepung beras putih dan merah atau kacang hijau dapat dibuat sendiri dan disarankan yang organik ( sangrai ditumpuk / dihaluskan ) atau dapat membeli tepung Gasol (yang sdh jadi dan organik / tanpa pestisida ).

semua bahan diatas diberikan saru kali sehari dahulu selama 2 - 3 minggu pertama, dimana makanan divariasikan misalnya pumpkin + ASI/SUFOR/air kukusan pumpkinnya dgn bentuk yg msh encer dan kemudian berlahan - lahan diatur ke enceran nya. demikian jg dgn bahan makanan lainnya, setelah masuk ke minggu ke 4 sudah mulai 2 x sehari, atau dapat dgn susunan sbb :

6 bln (perkenalan MPASI) : ASI Sesuka bayi - Makan utama 1 – 2 kali 10:00 dan/atau 16:00, Cemilan 1 kali 13:00

7-9 bln ASI Sesuka bayi -Makan utama 2 – 3 kali 08-00 & 13:00 & 18:00 Buah atau cemilan sehat lain 2 kali 10:00 & 16:00

9-12 bln ASI Sesuka bayi -Makan utama 3 kali 08:00,13:00,18:00, Buah atau cemilan sehat lain 2 kali 10:00,16:00

 12-24 bln ASI atau Susu Sapi (Murni/UHT/pasteurisasi/bubuk fullcream/bubuk instan/cair) atau produk susu olahan, spt yogurt dan keju Sesuka bayi 2 kali 2 porsi Pagi/siang & malam sblm tidur Sbg pelengkap makanan utama (keju) atau sbg cemilan sehat (keju & yogurt), Makan utama 3 kali 08:00,13:00,18:00, Buah atau cemilan sehat lain 2 kali 10:00, 16:00

dan untuk jenis makanan nya adalah sbb :

7 bulan + Ketimun,Timun suri, Blewah, Tahu, Tempe, Dg Ayam, Ati AyamGandum, Crackers, Roti gandum, Teething biscuits, Pasta /mi / macaroni yg tdk mengandung telur, Bit, Lobak, Wortel, Sawi Hijau, Bayam, Brokoli, Kembang kol, Kol, Asparagus, Kacang kedelai, Mangga, Peach, Aprikot, Dg sapi, Kalkun, Kuning telur, Keju cheddar, Yogurt bayi, Rempah-rempah alam menyengat

10-12 bulan +

Pasta (mie,macaroni) yg tdk mengandung telur, Buncis, Kacang panjang, Kacang kapri, Jus sayuran, Nanas, Kiwi, Melon

12-24 bulan +


 

 Semua - Jagung, Tomat, Seledri, Daun slada, Bawang Bombay, Sayuran yang dimakan tanpa dimasak, Buah sitrus: jeruk, lemon, jeruk bali, jeruk limo, dll, Buah berri: strawberry, raspberry, dll, Kurma, Cherry, Anggur (dipotong empat), Buah yang dimakan tanpa dimasak, Daging babi, Ham, Ikan, Putih Telur, Telur utuh, Susu sapi segar, Susu UHT, Yogurt plain, Susu bubuk biasa (non formula), Ice cream, Cottage cheese, Madu, Selai kacang, Rempah-rempah sumber diatas saya dapat dari seorang teman yang browsing dan mendapatkan standart dari WHO ini. semoga membantu yach bunda... :)    
   

8-9 bulan +

   
16-10-2008 20:04:02 Obat Tradisional Untuk Bayi
Jumlah Posts : 74
Jumlah di-Like : belum ada like
Dapet info dari Mbak Julia di Tanjung Redeb Kaltim (multiply ID Rogiviab) Thanks yah Mbak   * Penurun panas, batuk, dan pilek Parut bawang merah, tambahkan minyak telon, lalu balurkan pada punggung sampai bagian pantat sambil sedikit diurut. Juga pusar dan ubun-ubun. Untuk ramuan minum: air kelapa satu cangkir ditambah 1 sendok teh madu, aduk, lalu kukus. Setelah dingin, berikan pada anak sebanyak 3 sendok teh setiap 2 jam sekali. Ramuan ini diberikan untuk bayi 8 bulan ke atas. Bila usia anak di bawah 8 bulan, cukup dengan pemberian ASI atau ibunya yang minum ramuan tersebut. Pada anak yang agak besar, gunakan ramuan minum berupa air kunyit dan madu. Setengah sampai satu ruas jari kunyit yang sudah bersih dibakar, dikerik kulitnya, diparut, lalu diberi air matang 1/2 cangkir, peras, kemudian diendapkan. Campur bagian air kunyit yang tanpa endapan dengan kocokan 1 butir kuning telur dan 1 sendok makan madu, kemudian disuapkan pada anak. Ramuan ini bisa untuk penurun panas seperti pada sakit cacar air, flu, atau apa saja.   * Perut kembung Parut bawang merah dan tambahkan minyak telon. Kemudian tapelkan bawang yang sudah diparut tersebut di bagian pusar. Bisa juga, gunakan daun jarak pagar yang dihangatkan. Olesi dengan minyak kelapa, pilin-pilin, lalu tempelkan pada pusar si kecil.   * Diare Sediakan 1/2 jari kunyit yang sudah bersih dibakar, dipotong-potong, 7 pucuk daun jambu biji, air 2 gelas, dan garam 1/4 sendok teh, rebus dengan api kecil. Minum airnya, 1 sendok teh satu jam sekali. Untuk mengusir gas, maka pusarnya ditapeli dengan parutan bawang merah yang sudah diberi minyak telon. Untuk anak yang sudah agak besar, boleh juga dengan mengunyah halus pucuk daun jambu klutuk yang sudah bersih ditambah garam lalu ditelan.   * Muntah-muntah Muntah bisa disebabkan perut mual atau kembung. Sediakan 1/2 sendok teh ketumbar, 3 butir kapulaga, 5 butir adas hitam, dan air setengah gelas. Kemudian direbus. Setelah dingin, berikan ke anak sedikit-sedikit, sesering mungkin atau 2 jam sekali. Boleh juga dibuatkan air beras kencur. Caranya, cuci 1 sendok makan beras dan direndam sebentar. Sangrai beras tersebut sampai berwarna kecokelatan, lalu ditumbuk halus bersama dengan 1 ruas jari kencur, 1 ruas jari kunyit, dan 1/4 sendok teh adas manis. Setelah itu diseduh dengan air panas, tambahkan gula merah, sedikit garam, dan asam jawa. Saring, lalu diminumkan pada anak agar tubuhnya hangat.   * Batuk Sediakan air jeruk nipis 1 sendok makan ditambah madu 2 sendok makan dan air matang 2 sendok makan. Masukkan dalam cangkir dan kukus. Setelah agak dingin, minumkan pada anak sebanyak 1-2 sendok teh. Berikan sehari 5 kali.   * Batuk seratus hari Sediakan umbi bidara upas sebesar 1/2 jempol yang sudah bersih, parut dan seduh dengan air panas, lalu aduk-aduk dan dinginkan. Saring dan tambahkan sedikit madu. Minum sampai habis. Buatlah ramuan ini 3 kali sehari. Bisa juga gunakan ramuan lidah buaya. Lidah buaya dikupas kulitnya dan ambil bagian dagingnya sebanyak dua jari, kemudian dicacah. Tambahkan air hangat dan madu, lalu diminumkan pada anak 1-2 kali sehari.   * Batuk karena angin atau dahak susah keluar Sediakan 1 butir bawang merah diparut, 1 ruas jari jahe diparut dan diperas airnya, 7 butir adas manis, 1 ruas jari kunyit diparut dan diperas airnya, 1 sendok makan air jeruk nipis, dan 1/2 gelas air. Masukkan semua bahan di cangkir, kemudian kukus dan setelah itu saring. Minum 3 kali sehari masing-masing 2 sendok teh.   * Batuk berlendir Campurkan air jahe 1 sendok makan, air kunyit 1 sendok makan, bawang putih 1 siung diparut, air jeruk nipis 1 sendok makan, madu 1 sendok makan, dan 3 sendok makan air matang, kemudian dikukus. Diminumkan 3-4 kali sehari 2 sendok teh.   * Pilek Siapkan bawang merah yang diparut, lalu tapelkan pada tulang leher ketujuh (bagian tengkuk) dan ubun-ubun anak setelah sebelumnya diolesi minyak kayu putih. Beri juga minuman yang hangat-hangat, seperti minuman beras kencur. Selain itu, jemur anak di bawah sinar matahari pagi sekitar jam 7 atau di bawah jam 9 pagi. Panaskan bagian dada seperempat jam dan kemudian punggung seperempat jam. Ini bisa dilakukan sambil jalan-jalan pagi.   * Mata bintitan Ambil getah dari batang tanaman patikan kebo atau getah dari batang pohon meniran. Tempelkan sedikit pada kapas, lalu oleskan pada bagian bintitnya, sedikit saja, jangan sampai terkena mata.   * Mata merah Taruh 3 lembar daun sirih yang sudah dicuci bersih pada wadah mangkok. Seduh dengan air panas. Setelah airnya dingin, minta anak untuk mengedip-ngedipkan matanya dalam air tersebut.   * Sariawan Ambil sebuah tomat matang, seduh dengan air panas dan kupas kulitnya. Haluskan tomat tersebut dengan menggunakan sendok, saring dan tambahkan sedikit gula. Beri anak minumam sari tomat tersebut.   * Tak nafsu makan Menurut Endah, hilangnya nafu makan dapat disebabkan cacingan atau hal lain seperti masuk angin. Cara mengatasinya, bersihkan 1 lembar daun jarak pagar, setelah itu hangatkan sebentar di atas tutup panci. Beri olesan minyak kelapa pada daun tersebut dan dipilin, kemudian tempelkan daun tersebut di atas pusar anak, yang sebelumnya sudah diolesi dengan minyak telon. Bila usia anak sudah lebih dari setahun, coba berikan ramuan 1 telapak tangan daun pepaya, 1 ruas jari temu hitam/temu ireng, seruas jari tempe bosok (tempe kemarin), dan sedikit garam. Semua bahan ditumbuk halus, lalu peras pakai kain dan masukkan ke mulut anak. "Khasiat temu hitam untuk mengeluarkan cacing, sedangkan daun pepaya untuk menambah nafsu makannya, dan tempe bosok untuk stamina atau kekuatan tubuhnya. Untuk menambah nafsu makan anak bisa juga dengan ramuan: 1 ruas jari temulawak, gula merah, air secukupnya, dan sedikit garam, kemudian rebus dan saring. Minumkan pada anak 1-2 sendok makan sehari   * Mimisan Selembar daun sirih yang sudah dicuci bersih dipilin dan disumpalkan ke hidung anak. Untuk pengobatan dari dalam tubuh lakukan dengan ramuan: 1/2 jempol umbi bidara upas yang sudah bersih diparut dan diseduh dengan 1 cangkir air panas, kemudian disaring, dan setelah dingin diminumkan ke anak ditambah sedikit madu.   * Benjol karena benturan Rendam 1 sendok makan beras. Tumbuk bersama kencur dan beri sedikit garam. Setelah halus, tempelkan ke bagian yang benjol. Bisa juga diberi ramuan: bawang putih diparut dan diberi ramuan: bawang putih diparut dan diberi madu, setelah itu dioleskan ke bagian yang benjol.   * Keringat buntet Sesering mungkin dibedaki tepung kanji.   * Congekan Cuci bersih 3 lembar daun miana atau 7 lembar daun samiloto segar atau lengkuas merah muda, lalu tumbuk halus. Peras pakai kain bersih dan teteskan air perasannya ke telinga. Lakukan dua kali sehari, masing-masing 3 tetes.   * Panu Dua jari langkuas merah diparut dan diberi sedikit cuka, oles-oleskan pagi dan sore atau malam hari pada bagian tubuh yang berpanu tersebut.   * Koreng atau borok kepala Batang brotowali dipotong-potong sebanyak 5 jari. Rebus dengan sedikit air, oleskan pada bagian kepala. Bisa juga diberi ramuan: daun brotowali, parutan kunyit dan sedikit garam ditumbuk halus. Oleskan ke kepala. Boleh juga hanya dengan kunyit saja.   * Sakit gigi Bawang putih diparut, ditambah sedikit garam, kemudian sumpal ke gigi yang sakit karena berlubang.   * Digigit nyamuk Hilangkan bekas gigitannya dengan tanaman sambiloto yang diremas-remas dan dioleskan ke bagian bekas gigitan tersebut. Kalau tak ada sambiloto bisa digunakan minyak sereh.   * Asma Sepuluh siung bawang putih diparut, ditambah madu 1 gelas, kemudian dikukus. Berikan pada anak sebanyak 1 sendok teh, dua kali sehari. Bisa juga, 10 siung bawang putih diparut, 1 ons gula batu, direbus bersama 1 gelas air.   * Luka-luka berdarah Cuci bersih daun jambu biji atau daun bandotan, kemudian remas-remas. Tapelkan pada luka tersebut. Darah akan berhenti segera.   * Keracunan Minum air kelapa hijau muda 3 kali sehari 1/4 gelas.   * Biduran atau kaligata Balurkan tubuh dengan minyak telon, minyak kayu putih atau minyak tawon. Untuk ramuan minum: 1 jari temulawak dipotong-potong, beri sedikit gula merah, dan garam direbus dengan 1 gelas air. Saring dan bila sudah dingin diminumkan 3 kali sehari 1/4 gelas.   semoga bermanfaat ...  
   


05-08-2008 08:48:29 batuk pilek
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10

* Penurun panas, batuk, dan pilek
Parut bawang merah, tambahkan minyak telon, lalu balurkan pada punggung sampai bagian pantat sambil sedikit diurut. Juga pusar dan ubun-ubun. Untuk ramuan minum: air kelapa satu cangkir ditambah 1 sendok teh madu, aduk, lalu kukus. Setelah dingin, berikan pada anak sebanyak 3 sendok teh setiap 2 jam sekali. Ramuan ini diberikan untuk bayi 8 bulan ke atas. Bila usia anak di bawah 8 bulan, cukup dengan pemberian ASI atau ibunya yang minum ramuan tersebut.

* Batuk
Sediakan air jeruk nipis 1 sendok makan ditambah madu 2 sendok makan dan air matang 2 sendok makan. Masukkan dalam cangkir dan kukus. Setelah agak dingin, minumkan pada anak sebanyak 1-2 sendok teh. Berikan sehari 5 kali.

* Batuk seratus hari
Sediakan umbi bidara upas sebesar 1/2 jempol yang sudah bersih, parut dan seduh dengan air panas, lalu aduk-aduk dan dinginkan. Saring dan tambahkan sedikit madu. Minum sampai habis. Buatlah ramuan ini 3 kali sehari. Bisa juga gunakan ramuan lidah buaya. Lidah buaya dikupas kulitnya dan ambil bagian dagingnya sebanyak dua jari, kemudian dicacah. Tambahkan air hangat dan madu, lalu diminumkan pada anak 1-2 kali sehari.

* Batuk karena angin atau dahak susah keluar
Sediakan 1 butir bawang merah diparut, 1 ruas jari jahe diparut dan diperas airnya, 7 butir adas manis, 1 ruas jari kunyit diparut dan diperas airnya, 1 sendok makan air jeruk nipis, dan 1/2 gelas air. Masukkan semua bahan di cangkir, kemudian kukus dan setelah itu saring. Minum 3 kali sehari masing-masing 2 sendok teh.

* Batuk berlendir
Campurkan air jahe 1 sendok makan, air kunyit 1 sendok makan, bawang putih 1 siung diparut, air jeruk nipis 1 sendok makan, madu 1 sendok makan, dan 3 sendok makan air matang, kemudian dikukus. Diminumkan 3-4 kali sehari 2 sendok teh.

* Pilek
Siapkan bawang merah yang diparut, lalu tapelkan pada tulang leher ketujuh (bagian tengkuk) dan ubun-ubun anak setelah sebelumnya diolesi minyak kayu putih. Beri juga minuman yang hangat-hangat, seperti minuman beras kencur. Selain itu, jemur anak di bawah sinar matahari pagi sekitar jam 7 atau di bawah jam 9 pagi. Panaskan bagian dada seperempat jam dan kemudian punggung seperempat jam. Ini bisa dilakukan sambil jalan-jalan pagi.

   
22-04-2008 10:27:34 Manfaat Madu
Jumlah Posts : 1000
Jumlah di-Like : 11
ass wr wb,



semoga artikel ini bermanfaat untuk semuanya.aminnnn.......



sukron,



Bunda Zahwa



MADU, SUMBER GIZI BALITA

Balita Anda susah makan? Sebelum menderita kurang gizi, beri dia madu setiap

hari. Dari penelitian terbukti, madu bisa menambah nafsu makan, menurunkan

tingkat morbiditas terhadap panas dan pilek, di samping itu lengkap

kandungan gizinya.



Memberi makan anak-anak usia di bawah lima tahun (balita) memang

gampang-gampang susah. Kalau si anak punya nafsu makan tinggi, orang tua

tidak bakal repot. Diberi makan apa saja balita itu akan menyantapnya dengan

lahap. Sebaliknya, anak balita yang bernafsu makan rendah atau susah makan,

membuat orang tua sering kewalahan, bahkan hampir kehilangan akal untuk

membujuknya makan.



Berbagai jenis makanan dicobakan. Reaksi si anak cuma membuang kembali

makanan di mulutnya bila tidak sesuai kesukaannya. Celakanya, makanan

kesukaannya justru kurang bergizi. Padahal, variasi makanan sangat perlu.

Kalau keadaan ini berlanjut bisa-bisa si anak menderita kurang makan dan

kurang gizi, sehingga mudah sakit. Akibat semua itu proses tumbuh kembangnya

menjadi tidak normal. Yang paling merisaukan, bila ia menjadi bagian dari

generasi tanpa masa depan (lost generation).



Meningkatkan nafsu makan



Untunglah ada hasil penelitian Y. Widodo. Peneliti pada Pusat Penelitian dan

Pengembangan Gizi di Bogor ini, tahun lalu membawa kabar gembira bagi para

orang tua yang memiliki anak kurang energi protein (KEP). Ia melaporkan

bahwa pemberian madu secara teratur setiap hari dapat menurunkan tingkat

morbiditas (panas dan pilek) dan memperbaiki nafsu makan anak balita.



Penelitian dilakukan terhadap balita pasien Klinik Gizi, Puslitbang Gizi,

yang menderita kurang energi protein (KEP) akibat krismon. Ada 51 balita

usia 13 - 36 bulan yang terlibat dalam penelitian. Mereka dibagi menjadi dua

kelompok, pertama Kelompok Madu (25 orang) sebagai sampel, dan kedua

Kelompok Sirop (26 orang) sebagai kontrol. Kedua kelompok sama-sama diberi

tambahan vitamin B-kompleks dan vitamin C (50 mg).



Indikator yang diamati antara lain data antropometri (umur, bobot badan,

tinggi/panjang badan), sosial-ekonomi, recall konsumsi, riwayat kesehatan

anak pada saat sebelum, selama, dan sesudah perlakuan sekitar dua bulan.



Hasil penelitian menunjukkan, tingkat morbiditas terhadap panas dan pilek

kelompok madu atau sampel menurun, nafsu makan meningkat, porsi dan

frekuensi makan bertambah, sehingga konsumsi energi dan protein mereka juga

meningkat dibandingkan dengan kelompok kontrol yang mendapat sirop. Sebagian

data hasil penelitian dapat dilihat pada tabel 1..



Manfaat kesehatan pemberian madu yang tampak dalam penelitian tersebut

antara lain disebabkan oleh dua hal. Pertama, madu merupakan makanan yang

mengandung aneka zat gizi sedangkan gula hanya mengandung energi atau

kalori. Kedua, madu ternyata juga mengandung senyawa yang bersifat

antibiotik.



Mengandung faktor pertumbuhan



Kandungan gizi utama madu adalah aneka senyawa karbohidrat seperti gula

fruktosa (41,0%), glukosa (35%), sukrosa (1,9%), dan dekstrin (1,5%).

Karbohidrat madu ikut menambah pasokan sebagian energi yang diperlukan balita.



Kadar protein dalam madu relatif kecil, sekitar 2,6%. Namun kandungan asam

aminonya cukup beragam, baik asam amino esensial maupun non-esensial. Asam

amino tersebut turut pula memasok sebagian keperluan protein tubuh balita.



Vitamin yang terdapat dalam madu antara lain vitamin B1, vitamin B2, B3, B6,

dan vitamin C. Sementara mineral yang terkandung dalam madu antara lain

kalium, natrium, kalsium, magnesium, besi, tembaga, fosfor, dan sulfur.

Meskipun jumlahnya relatif sedikit, mineral madu merupakan sumber ideal bagi

tubuh manusia karena imbangan dan jumlah mineral madu mendekati yang

terdapat dalam darah manusia.



Penelitian menunjukkan, madu juga mengandung faktor pertumbuhan. Dilaporkan,

stek batang pohon yang dicelupkan dalam madu akan lebih cepat berakar dan

tumbuh lebih baik dibandingkan dengan stek yang ditanam tanpa perlakuan

madu.



Perbandingan kadar zat gizi madu secara umum terhadap gula pasir dapat

dilihat pada tabel 2.



Madu juga mengandung zat antibiotik. Kandungan ini merupakan salah satu

keunikan madu. Penelitian Peter C. Molan (1992), peneliti dari Departement

of Biological Sciences, University of Waikoto, di Hamilton, Selandia Baru

membuktikan, madu mengandung zat antibiotik yang aktif melawan serangan

berbagai patogen penyebab penyakit.



Beberapa penyakit infeksi berbagai patogen yang dapat "disembuhkan" dan

dihambat dengan (minum) madu secara teratur antara lain penyakit lambung dan

saluran pencernaan; penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA),

batuk dan demam; penyakit jantung, hati, dan paru; penyakit-penyakit yang

dapat mengganggu mata, telinga, dan syaraf.



Berdasarkan hasil penelitian Kamaruddin (1997), peneliti dari Departement of

Biochemistry, Faculty of Medicine, Universiti of Malaya, di Kualalumpur,

paling tidak ada empat faktor yang bertanggung jawab terhadap aktivitas

antibakteri pada madu. Pertama, kadar gula madu yang tinggi akan menghambat

pertumbuhan bakteri sehingga bakteri tersebut tidak dapat hidup dan

berkembang.



Kedua, tingkat keasaman madu yang tinggi (pH 3.65) akan mengurangi

pertumbuhan dan daya hidupnya sehingga bakteri tersebut merana atau mati.

Ketiga, adanya senyawa radikal hidrogen peroksida yang bersifat dapat

membunuh mikroorganisme patogen. Dan faktor keempat, adanya senyawa organik

yang bersifat antibakteri. Senyawa organik tersebut tipenya bermacam-macam.

Yang telah teridentifikasi antara lain seperti polyphenol, flavonoid, dan glikosida.



Takaran minum madu



Untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari madu, cairan manis yang menjadi

cadangan makanan koloni lebah ini harus dikonsumsi secara teratur. Dalam

penelitian Widodo tersebut balita sampel diberi madu sebanyak 20 gram setiap

hari. Madu tersebut tidak dianjurkan untuk bayi usia 0 - 4 bulan, karena

makanan pertama dan yang utama untuk mereka adalah air susu ibunya (ASI).

Setelah usia 4 bulan baru boleh diberi madu seiring dengan pemberian makanan

tambahan sesuai anjuran.



Menurut Muhilal, 2-3 sendok makan madu 2 X sehari sudah cukup memadai untuk

menjaga stamina dan kesehatan tubuh. Namun untuk penyembuhan atau

pengobatan, madu lebih baik dikonsumsi dalam bentuk larutan dalam air karena

akan memudahkan penyerapannya di dalam tubuh. Madu tersebut sebaiknya

dikonsumsi dua jam sebelum makan atau tiga jam sesudah makan.

Selain menambahkan madu pada menu makanan balita secara teratur, tentu saja

berbagai upaya kesehatan lainnya seperti pengobatan medis, pemberian makanan

tambahan, dan imunisasi umum, harus pula dilakukan. Upaya tersebut akan

lebih mempercepat upaya pemulihan kesehatan dan perbaikan gizi balita,

terutama yang susah makan, sehingga mereka terhidar kemungkinan menjadi

generasi tanpa masa depan (Mohamad Harli, Sarjana Gizi Masyarakat dan

Sumberdaya Keluarga, IPB)

Sumber : http://www.indomedi a.com/intisari/ 2001/Mei/ madu.htm

   


Jumlah Posts : 91
Jumlah di-Like : belum ada like
kalo dokter sy tdk menyarankan diet saat hamil .kata beliau, bayi makan tdk krn nafsu, melainkan krn kebutuhan .klo nutrisi bayi kurang krn ibu diet malah berbahaya ..pengaruhnya ke pertumbuhan dan perkembanhan janin ..jd biarkan sj meski berat badan janin besar .yg penting bayi sehat ..
persoalan cara melahirkan, mau normal atau sesar itu nomor kesekian, yg pntg bayi sehat ibu sehat ..
   
Jumlah Posts : 143
Jumlah di-Like : belum ada like
iya bun katanya biar stamina nya kuat .. aqu jga gx ikutin .. iyahin aja :D .. pling aqu makan madu aja bun
   
Jumlah Posts : 5
Jumlah di-Like : belum ada like
makan madu ibu hamil,sari kurma, alpukat, ice cream,susu 2x sehari bun..waktu 33w bbjku 1.5, kmren pas cek 35w udh 2.8 bun alhamdulillah naek bgt..malah di suruh berhenti takut kegedean
   
28-08-2015 07:45:12 melahirkan
Jumlah Posts : 543
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda ayu :: Pemanis alami yang didapat dari lebah ini diduga memiliki kandungan spora Clostridium botulinum yang diperoleh ketika lebah mengambil makanan dari tanah atau tumbuhan. Spora Clostridium botulinum yang terdapat pada madu akan dapat bertahan hidp pada usus dan mengeluarkan racun botulinum.

Pada dasarnya, senyawa botulinum tidak berbahaya untuk orang dewasa. hal ini dikarena sistem pencernaan orang dewasa memiliki tingkat keasamaan yang cukup tinggi untuk menghilangkan efek racun dari senyawa botulinum. Hanya saja, lain halnya yang terjadi pada bayi dengan usia kurang dari satu tahun, organ pencernaan bayi diusia ini masih belum matang, termasuk kadar asam dalam usus yang masih begitu lemah sehingga belum cukup kuat dalam menangkal efek dari racun botulinum yang ada pada madu.

Adapun pemberian madu diperkenankan jika usia bayi telah lebih dari satu tahun, sebab diusia ini sistem pencernaan bayi akan cukup matang dalam mencerna madu dan menangkal racun dari senyawa botulinum yang ada pada madu, sehingga senyawa ini tidak akan dapat bertahan hidup serta berkembang biak pada usus bayi.

Keracunan konsumsi makanan yang berat sebagai akibat dari botulinum yang dibawa oleh spora Clostidium botulinum disebut dengan botulisme. Efek samping dari keracunan senyawa ini dapat berujung hingga kematian. Gejala awal yang mungkin dinampakan oleh bayi yang menderita botulisme yakni diantaranya berupa sembelit, menurunnya tingkat kesadaran bayi, pusing, kesulitan menelan serta sering menangis . Efek yang akan ditimbulnya biasanya akan bereaksi 8 hingga 36 jam setelah bayi mengkonsumsi madu.



Sumber : Ini Alasan Mengapa Madu Tidak Boleh Diberikan Pada Anak Kurang Dari 1 Tahun - Bidanku.com http://bidanku.com/ini-alasan-mengapa-madu-tidak-boleh-diberikan-pada-anak-kurang-dari-1-tahun#ixzz3k49UWA3L



kalo bibir bayi kering itu wajar aja bund,pokoknya asi itu lah yg nguatin dan ngenyangin bayi..
   
Jumlah Posts : 49
Jumlah di-Like : belum ada like
Buah-buahan adalah salah satu jenis makanan ringan/camilan yang biasa diberikan ke anak-anak. Selain rasanya yang segar dan nikmat, buah-buahan juga menyehatkan karena kaya vitamin, mineral, serat, dan nutrisi penting lainnya. Namun, tidak semua anak menyukai buah-buahan. Cukup disayangkan memang, karena banyak sekali nutrisi dalam buah yang bermanfaat untuk anak. Bila sudah begini, tentu saja Bunda akan kebingungan bagaimana cara mengakali agar anak mau makan buah. Tak perlu bingung, Bunda. Bunda bisa mencoba untuk menyajikan buah dalam tampilan yang lebih kreatif atau mengolahnya menjadi bentuk makanan lain agar anak tertarik untuk memakannya.

Berikut beberapa cara dan ide menyajikan buah-buahan untuk buah hati:

1. Smoothie Stroberi Susu Yogurt

Cara pertama untuk menyajikan buah-buahan ke anak adalah dengan cara diolah menjadi smoothie yang segar. Misalnya, Smoothie Stroberi Susu Yogurt berikut ini.

Cara membuatnya:
Siapkan 8 buah stroberi. Cuci bersih stroberi, potong-potong dan masukkan ke dalam blender. Kemudian, tambahkan susu cair 120 ml dan sedikit plain yogurt. Proses hingga halus, lalu tuang ke dalam gelas. Bila suka, dapat menggunakan sedikit es batu.


2. Kebab buah saus madu yogurt

Cara kedua untuk menyajikan buah-buahan ke anak adalah dengan membuat kebab buah dan disajikan dengan saus madu. Misalnya, Kebab buah saus madu yogurt berikut ini.

Cara membuatnya:
Buat saus madu yogurt dengan cara mencampur 3 sendok makan madu dengan 240 ml plain yogurt dalam mangkuk, aduk rata dan simpan di dalam lemari es. Siapkan buah-buahan seperti pisang, apel, semangka, pir, stroberi, kiwi, melon, atau buah-buahan lainnya sesuai selera. Cuci bersih buah, potong kecil-kecil bentuk kotak, bintang, setengah lingkaran, atau bentuk lainnya yang menarik. Tusuk dengan tusuk sate, dengan urutan selang-seling. Tata di atas piring dan sajikan bersama saus madu-yogurt.


3. Puding Mangga

Cara ketiga untuk menyajikan buah ke anak adalah dengan mengolah buah menjadi puding buah. Misalnya, Puding Mangga berikut ini.

Bahan Puding:
1 liter susu cair
200 gram mangga (blender halus)
1 bungkus agar-agar bubuk
1/2 sendok makan jeli bubuk
150 gram gula pasir

Cara membuat puding mangga:
Campur susu, jus mangga, agar-agar, jeli bubuk, dan gula pasir dalam panci. Masak sambil diaduk hingga mendidih. Setelah mendidih, tuang ke dalam loyang, dan bekukan dalam lemari es. Setelah beku, puding siap disajikan.


4.Salad buah dengan saus madu atau jeruk

Cara keempat untuk menyajikan buah-buahan ke anak adalah dengan membuat salad buah yang dicampur dengan sedikit perasa seperti madu atau jeruk. Misalnya, salad buah berikut ini.

Cara membuatnya:
Siapkan aneka buah seperti pepaya, apel, stroberi, mangga, semangka, melon, atau buah-buahan lainnya sesuai selera. Cuci bersih, kupas, dan potong kecil. Tempatkan dalam mangkuk. Tambahkan sedikit madu di atasnya atau sedikit air perasan jeruk.


5. Kue Pisang

Cara kelima untuk menyajikan buah-buahan ke anak adalah dengan membuat cake atau kue. Misalnya Kue pisang berikut ini.

Bahan:
280 gram tepung terigu
1 sdt baking soda
1/2 sdt garam
110 gram mentega
225 gram gula
2 butir telur
4 buah pisang yang sudah matang (haluskan)
85 ml susu cair
1 sdt ekstrak vanila

Cara membuatnya:
– Panaskan oven 180 derajat Celsius
– Mangkuk 1: Ayak tepung, baking soda, dan garam, masukkan dalam mangkuk.
– Mangkuk 2: Dalam mangkuk terpisah, kocok mentega dan gula bersama-sama sampai ringan dan halus. Tambahkan telur, pisang, susu, vanili, aduk rata.
– Selanjutnya campurkan adonan mangkuk 1 dengan mangkuk 2, aduk rata.
– Siapkan loyang ukuran 20 x 12.5 cm. Olesi loyang dengan mentega, lalu tuang adonan ke dalam loyang dan panggang dalam oven selama kurang lebih 1 jam.
– Setelah matang, keluarkan kue dari loyang, biarkan agak dingin dulu. Selanjutnya bisa dipotong-potong dan sajikan ke buah hati.

   
12-05-2015 09:23:19 Kelahiran Pada Bulan Mei 2015
Jumlah Posts : 27
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda yuniar,moga kk nya d ksh kelancaran dalm proses bersalij. sdh bukaan 8 insy bntr lg lahir kok. sabar u kk nya y. kl dah ga doyan makan . madu n kurma jgn lupa. ntar pas lahiran jd ada energi.
   
Jumlah Posts : 12
Jumlah di-Like : belum ada like
sampai batuk gak bun... saya hamil kedua ini juga ngerasain radang sampai batuk kering gitu bun... mau minum obat tapi takut cuma minum air putih hangat aja.. tapi gak mempan juga.. mama anjurin saya minum 1 sendok makan perasan jeruk nipis + 3 sendok makan madu asli.. dirutinin aja bun dengan air putih hangat... semoga sehat ya bun... saya sekarang dah gak da lagi... anak ma suami saya kalau batuk saya kasih jeruk madu juga alhamdulillah sembuh bun gak mesti minum obat...
   
03-02-2015 22:50:07 HPL Maret 2015
Jumlah Posts : 24
Jumlah di-Like : belum ada like
kalo menurut aq sih apa yg kita makan ngaruh k bayi.. makan kacang ijo biar bayi bersih,minum kelapa muda,minum vitamin.minum minyak kelapa.semua yg kita makan akan menjalani kegunaan nya masing masing
   
Jumlah Posts : 527
Jumlah di-Like : belum ada like
Mengetahui Saat Memulai Pemberian Makanan PadatTanda-Tanda Kesiapan PalsuSelama bertahun-tahun orang tua telah diperintahkan mengawasi bermacam-macam tanda untuk membantu mengetahui saat bayi mereka siap menerima makanan padat. Sebagian besar hanya merupakan bagian dari perkembangan normal yang berkaitan dengan usia bayi bukan kesiapan mereka untuk makanan lain.Ada beberapa 'tanda-tanda kesiapan' lain yang sama-sama tidak dapat diandalkan sebagai panduan untuk mulai memberikan makanan padat, namun masih banyak orang yang menganggap ada hal lain lagi yang menunjukkan bahwa dibutuhkan makanan tambahan selain susu, seperti :1. Bangun di malam hariBanyak orang tua yang mulai memberikan makanan padat lebih dini dengan harapan akan membuat bayinya tidur lelap sepanjang malam. Mereka menganggap bayi bangun karena dia lapar, tapi bayi bangun di malam hari karena bermacam-macam alasan dan tidak ada bukti bahwa memberi mereka makanan padat dapat memecahkan masalah ini. Jika mereka benar-benar lapar, bayi dibawah enam bulan butuh lebih banyak asi/sufor dan bukanlah makanan padat2. Kenaikan berat badan yang sedikit melambatIni adalah alasan umum bagi orang tua sehingga disarankan untuk mulai memberikan makanan padat lebih dini. Tapi, penelitian telah menunjukkan bahwa hal tersebut normal terjadi di sekitar usia empat bulan, khususnya pada bayi yang minum asi. Jadi bukan tanda bayi membutuhkan makanan padat3. Mengamati orang tua makanDari sekitar usia empat bulan bayi tertarik pada kegiatan sehari-hari keluarga, seperti berdandan, mencukur jenggot, membersihkan gigi dan makan. Namun mereka tidak mengerti arti semua itu. Mereka hanya ingin tahu4. Membuat suara mengecap-ngecapkan bibirBayi yang belajar cara menguunakan mulutnya menikmati kemampuan ini, sebanyak mungkin mereka belajar bicara dan juga soal makan. Ini adalah bagian dari persiapan dini bayi untuk makan makanan padat tapi bukan berarti mereka telah siap untuk memulainya5. Tidak langsung tidur setelah minum susuBayi sekitar usia empat bulan lebih waspada dan lebih banyak terjaga daripada bayi yang lebih kecil. Mereka memerlukan lebih sedikit waktu tidur6. Bayi kecilJika bayi kecil, bisa karena dia memang kecil atau karena dia memerlukan lebih banyak makanan. Namun jika mereka berumur dibawah enam bulan, mereka membutuhkan asi/sufor untuk membantu 'mengejar ketertinggalan', bukan makanan padat. Pengecualian untuk bayi yang lahir prematur, beberapa mungkin memerlukan nutrisi ekstra sebelum berumur enam bulan7. Bayi besarBayi yang lahir besar atau yang cepat sekali besar tidak memerlukan makanan tambahan. Mereka besar karena faktor genetik atau dalam beberapa kasus (terutama jika minum sufor) karena mereka telah minum lebih banyak susu daripada yang mereka butuhkan. Sistem kekebalan tubuh dan pencernaan mereka tidak lebih matang dari bayi lain, jadi resiko kesehatan memberikan makanan padat sama saja. Pemikiran bahwa bayi besar membutuhkan makanan lebih awal adalah sisa-sisa pemikiran tahun 1950an dan 1960an ketika keliru mempercayai bahwa saat bayi mencapai berat badan tertentu (biasanya 5,5kg) dia memerlukan makanan padat. Susu adalah kebutuhan utama bayi untuk enam bulan pertama kehidupannya, besar ataupun kecil tubuhnya. Ukuran bukan masalahMemberikan makanan padat sebelum usia enam bulan tidak baik bagi bayi karena :- Makanan padat mengandung nutrisi dan kalori yang sama padatnya dengan asi atau sufor. Bayi yang masih kecil memiliki perut yang kecil dan perlu sumber kalori dan nutrisi yang padat dan mudah dicerna untuk pertumbuhan yang sehat. Hanya asi atau sufor yang bisa menyediakannya- Sistem pencernaan bayi tidak dapat mengambil semua kandungan yang baik dari makanan padat, sehingga makanan tersebut lewat begitu saja tanpa memberikan nutrisi yang tepat bagi bayi- Jika bayi makan makanan padat terlalu dini, nafsu makan bayi terhadap susu akan menurun, sehingga dia akan kekurangan gizi- Bayi-bayi yang diberikan makanan padat lebih dini lebih mudah terkena infeksi dan lebih beresiko mengalami alergi daripada mereka yang tetap minum susu sampai usia enam bulan, karena sistem imun mereka belum matang- Pemberian makanan padat pada bayi di usia kurang dari enam bulan juga telah membuat mereka lebih rentan terhadap faktor resiko penyakit jantung dalam kehidupannya di kemudian hari, seperti tekanan darah tinggi sumber : Buku BLW
   
Jumlah Posts : 527
Jumlah di-Like : belum ada like
Anaknya usia segitu udah dikasih makan kah,bund Try Yuni? Mengetahui Saat Memulai Pemberian Makanan PadatTanda-Tanda Kesiapan PalsuSelama bertahun-tahun orang tua telah diperintahkan mengawasi bermacam-macam tanda untuk membantu mengetahui saat bayi mereka siap menerima makanan padat. Sebagian besar hanya merupakan bagian dari perkembangan normal yang berkaitan dengan usia bayi bukan kesiapan mereka untuk makanan lain.Ada beberapa 'tanda-tanda kesiapan' lain yang sama-sama tidak dapat diandalkan sebagai panduan untuk mulai memberikan makanan padat, namun masih banyak orang yang menganggap ada hal lain lagi yang menunjukkan bahwa dibutuhkan makanan tambahan selain susu, seperti :1. Bangun di malam hariBanyak orang tua yang mulai memberikan makanan padat lebih dini dengan harapan akan membuat bayinya tidur lelap sepanjang malam. Mereka menganggap bayi bangun karena dia lapar, tapi bayi bangun di malam hari karena bermacam-macam alasan dan tidak ada bukti bahwa memberi mereka makanan padat dapat memecahkan masalah ini. Jika mereka benar-benar lapar, bayi dibawah enam bulan butuh lebih banyak asi/sufor dan bukanlah makanan padat2. Kenaikan berat badan yang sedikit melambatIni adalah alasan umum bagi orang tua sehingga disarankan untuk mulai memberikan makanan padat lebih dini. Tapi, penelitian telah menunjukkan bahwa hal tersebut normal terjadi di sekitar usia empat bulan, khususnya pada bayi yang minum asi. Jadi bukan tanda bayi membutuhkan makanan padat3. Mengamati orang tua makanDari sekitar usia empat bulan bayi tertarik pada kegiatan sehari-hari keluarga, seperti berdandan, mencukur jenggot, membersihkan gigi dan makan. Namun mereka tidak mengerti arti semua itu. Mereka hanya ingin tahu4. Membuat suara mengecap-ngecapkan bibirBayi yang belajar cara menguunakan mulutnya menikmati kemampuan ini, sebanyak mungkin mereka belajar bicara dan juga soal makan. Ini adalah bagian dari persiapan dini bayi untuk makan makanan padat tapi bukan berarti mereka telah siap untuk memulainya5. Tidak langsung tidur setelah minum susuBayi sekitar usia empat bulan lebih waspada dan lebih banyak terjaga daripada bayi yang lebih kecil. Mereka memerlukan lebih sedikit waktu tidur6. Bayi kecilJika bayi kecil, bisa karena dia memang kecil atau karena dia memerlukan lebih banyak makanan. Namun jika mereka berumur dibawah enam bulan, mereka membutuhkan asi/sufor untuk membantu 'mengejar ketertinggalan', bukan makanan padat. Pengecualian untuk bayi yang lahir prematur, beberapa mungkin memerlukan nutrisi ekstra sebelum berumur enam bulan7. Bayi besarBayi yang lahir besar atau yang cepat sekali besar tidak memerlukan makanan tambahan. Mereka besar karena faktor genetik atau dalam beberapa kasus (terutama jika minum sufor) karena mereka telah minum lebih banyak susu daripada yang mereka butuhkan. Sistem kekebalan tubuh dan pencernaan mereka tidak lebih matang dari bayi lain, jadi resiko kesehatan memberikan makanan padat sama saja. Pemikiran bahwa bayi besar membutuhkan makanan lebih awal adalah sisa-sisa pemikiran tahun 1950an dan 1960an ketika keliru mempercayai bahwa saat bayi mencapai berat badan tertentu (biasanya 5,5kg) dia memerlukan makanan padat. Susu adalah kebutuhan utama bayi untuk enam bulan pertama kehidupannya, besar ataupun kecil tubuhnya. Ukuran bukan masalahMemberikan makanan padat sebelum usia enam bulan tidak baik bagi bayi karena :- Makanan padat mengandung nutrisi dan kalori yang sama padatnya dengan asi atau sufor. Bayi yang masih kecil memiliki perut yang kecil dan perlu sumber kalori dan nutrisi yang padat dan mudah dicerna untuk pertumbuhan yang sehat. Hanya asi atau sufor yang bisa menyediakannya- Sistem pencernaan bayi tidak dapat mengambil semua kandungan yang baik dari makanan padat, sehingga makanan tersebut lewat begitu saja tanpa memberikan nutrisi yang tepat bagi bayi- Jika bayi makan makanan padat terlalu dini, nafsu makan bayi terhadap susu akan menurun, sehingga dia akan kekurangan gizi- Bayi-bayi yang diberikan makanan padat lebih dini lebih mudah terkena infeksi dan lebih beresiko mengalami alergi daripada mereka yang tetap minum susu sampai usia enam bulan, karena sistem imun mereka belum matang- Pemberian makanan padat pada bayi di usia kurang dari enam bulan juga telah membuat mereka lebih rentan terhadap faktor resiko penyakit jantung dalam kehidupannya di kemudian hari, seperti tekanan darah tinggi taken from BLW Books