SITE STATUS
Jumlah Member :
493.868 member
user online :
1357 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: bayi batuk ibu yang minun obat

New Topic :  
Jumlah Posts : 326
Jumlah di-Like : belum ada like

ASI Lancar, Puasa Tak Lewat

(Sumber dari: AIMI *dengan perubahan seperlunya*)

Bulan Ramadhan hampir tiba. Bulan penuh ibadah bagi umat muslim di dunia. Salah satu ibadah yang wajib dilakukan setiap muslim yang telah baligh (cukup umur) adalah berpuasa. Nah, bagaimana dengan ibu hamil dan menyusui?

Puasa Ramadhan hukumnya tetap wajib bagi ibu hamil dan menyusui. Alhamdulillah, Islam memberikan kelonggaran bagi ibu hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa dengan berpuasa di lain waktu atau membayar fidyah.

Yang pertama, dikembalikan kepada motivasi atau niat. Jika ibu hamil dan menyusui tidak melakukan ibadah puasa karena mengkhawatirkan kesehatan dirinya, maka dia menganggap dirinya seperti orang sakit. Sehingga cara mengganti puasa sama dengan mengganti puasa dikala orang sakit, yaitu dengan berpuasa di hari lain. Namun, jika mengkhawatirkan bayinya, dianggap seperti orang tua yang tak punya kemampuan sehingga cara menggantinya selain membayar puasa-seperti cara orang tua-yaitu dengan membayar fidyah.

Yang kedua, ibu hamil atau menyusui cukup membayar fidyah saja tanpa harus berpuasa. Karena keduanya tidak berpuasa bukan karena sakit, melainkan karena keadaan yang membuatnya tidak mampu puasa. Kasusnya lebih dekat dengan orang tua yang tidak mampu berpuasa.

Apa dan bagaimana cara membayar Fidyah? Fidyah adalah memberi makan orang fakir miskin. Satu hari puasa diganti dengan satu kali fidyah. Ukuran memberi makan adalah sebesar porsi kita makan 3 kali sehari, yakni sekitar 1 mud atau 600 gram. Jika dirupakan uang, sebesar biaya kita makan 3 kali sehari.

Ketika memberikan fidyah, ada tata caranya juga. Salah satu yang harus diingat adalah jangan lupa mengucapkan berita serah terima/ijab kabul. Misalnya “Saya membayar fidyah kepada saudara, mohon diterima dengan baik”. Jika meminta orang lain yang menyerahkan maka, “Ibu A membayar fidyah kepada saudara, mohon diterima dengan baik”. Untuk detailnya, silakan konsultasi dengan pemuka agama di lingkungan Anda. 

Nah, bagi ibu menyusui yang ingin berpuasa bagaimana? Selama kondisi ibu dan bayi sehat, maka diperbolehkan berpuasa. Namun, jika dikuatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan, misalnya kekurangan gizi, produksi ASI berkurang, sakit, dan lain sebagainya, maka Islam menyarankan untuk tidak berpuasa.

Manajemen Laktasi Ibu Menyusui Yang Sedang Berpuasa

Dengan perubahan jadwal makan, bukan berarti asupan makanan yang dikonsumsipun ikut berubah. Yang penting, ibu menyusui tetap makan 3 kali sehari dan secara disiplin mengkonsumsi makanan dengan gizi berimbang, yaitu dengan komposisi 50% karbohidrat, 30% protein dan 10-20% lemak.

Kemudian, hal-hal berikut dapat dilakukan untuk memastikan bahwa produksi ASI selama ibu berpuasa tetap lancar dan berkualitas:

Asupan menu dengan gizi seimbang

Ibu yang sedang menyusui memang membutuhkan tambahan sekitar 700 kalori perhari, 500 kalori diambil dari makanan ibu dan 200 kalori diambil dari cadangan lemak dalam tubuh ibu. Oleh karena itu, penting bagi ibu menyusui yang sedang berpuasa untuk tetap mempertahankan pola makan 3x sehari dengan menu gizi seimbang. Pada saat sahur, ketika berbuka puasa dan menjelang tidur sesudah shalat tarawih. Makan sahur akan menghasilkan energi yang berguna untuk aktivitas kita hari itu. Komposisi makanan dengan gizi berimbang akan menghasilkan sari makanan yang bagus untuk anak. Jangan terlambat berbuka dan jangan makan secara asal yang penting makan ya :)

Ada beberapa tips mengenai asupan ibu menyusui selama berpuasa:

Pertama,boleh mencoba konsumsi sumber karbohidrat kompleks agar bisa membantu membuat ibu menyusui tidak lemas di tengah hari. Karbo kompleks seperti beras merah lebih lama diproses tubuh sehingga pelepasan gula menjadi energi berlangsung bertahap. Kondisi ini dapat lebih menjamin kebutuhan energi ibu sampai berbuka. 

Kedua, konsumsi sayur dan buah lebih banyak saat berbuka atau malam hari dan konsumsi protein lebih banyak saat makan sahur. Protein menjadi sumber energi, yang diolah terakhir setelah karbohidrat dan lemak. Asupan protein ini sesuai bagi busui yang membutuhkan banyak cadangan energi. Sementara serat pada buah dan sayur membantu menjaga asupan vitamin dan menjaga kesehatan pencernaan ibu selama menyusui. Usahakan stop makanan instant selama puasa ini ya, karena makanan seperti mie instant biasanya hanya mengandung kalori yg membuat kenyang tetapi minim nilai gizinya. 

Ketiga, silakan konsumsi suplemen vitamin dan mineral jika diperlukan. Tanyakan kepada dokter suplemen apa yang baik untuk ibu menyusui saat berpuasa karena saat ibu menyusui berpuasa, yang terpengaruh biasanya adalah kadar micro nutrients (elemen-elemen nutrisi yang diperlukan dalam jumlah yang kecil seperti zinc, magnesium, dan potassium), namun itu bukanlah masalah.  

Perbanyak konsumsi cairan, mulaidari berbuka hingga sahur

Jika bisa minum air putih sebanyak dua liter (sekitar 10-12 gelas sehari), ditambah dengan jenis cairan lainnya seperti juice buah, teh manis hangat dan susu. Berbuka puasa dengan minum minuman hangat, akan merangsang kelancaran ASI bagi ibu menyusui. Jika bisa, hindari teh dan kopi saat sahur karena bersifat diuretik, yang menyebabkan ibu sering buang air kecil. Akibatnya ibu berisiko kekurangan cairan akibat seringnya cairan dibuang. 

Istirahat yang cukup

Merasa lemas saat berpuasa itu hal yang lumrah, apalagi jika si ibu baru saja menyusui. Cobalah untuk beristirahatlah sejenak, apakah dengan cara tidur atau sekadar relaks menenangkan pikiran. Perlu ibu menyusui ketahui, bahwa semakin

sering payudara dihisap oleh bayi, maka produksi ASI akan semakin banyak. Jadi, bila selama puasa ibu tetap rajin menyusui, ASI akan tetap lancar.

Ibu Bekerja

Ibu bekerja yang memerah ASI di tempat kerjanya disarankan untuk tetap melakukan kegiatan memerah ASI seperti biasa dengan tetap memperhatikan tips-tips seperti yang sudah disebutkan diatas ini. Kembali berpegang pada prinsip demand and supply, semakin banyak ASI dikeluarkan maka semakin banyak ASI yang akan diproduksi. Apabila ibu menyusui yang biasa memerah menghentikan kegiatan memerahnya selama bulan puasa, maka ASI yang diproduksi dapat berkurang, yang bukan disebabkan oleh kegiatan berpuasa tetapi karena mengurangi kegiatan memerah tadi.

Bagaimanapun, mendapatkan ASI adalah hak bayi. Jadi, dahulukan kepentingan bayi. Untuk ibu yang memiliki bayi di bawah 6 bulan, memang dianjurkan untuk tidak berpuasa karena bayi sedang dalam tahap ASI Eksklusif dan belum memperoleh makanan tambahan apapun kecuali ASI. Ada dua alasan kenapa ibu dalam fase ASIX tidak dianjurkan berpuasa dulu: pertama, pada masa ASIX, terutama di dua bulan pertama adalah fase pemantapan menyusui. Jika proses menyusui ibu sudah mantap dan ingin mencoba puasa silakan. Tetapi jika ibu masih berjuang untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan produksi, sebaiknya tunda dulu puasanya. Kedua, bayi di bawah 6 bulan sering mengalami fase percapatan pertumbuhan (growth spurts) yang membuatnya tiiba-tiba jadi sangat sering menyusu. Jika Anda mulai kewalahan di saat fase GS ini, pertimbangkan untuk stop puasa dulu.

Kondisi yang Harus Diperhatikan

Jika si kecil masih dalam fase ASIX (atau bahkan setelahnya) dan ibu ingin berpuasa, ada hal penting yang tidak boleh diabaikan: perhatikan sinyal sinyal yang dikirimkan tubuh Anda dan tubuh bayi. 

Apa yang harus diperhatikan dari kondisi ibu?

-Merasa sangat haus (terutama pasca menyusui/memerah).

- Urine/ air seni berwarna pekat (kuning tua/cokelat) serta bau yangtajam.

- Merasa sangat pusing dan berkunang-kunang, apalagi jika pusing tidak hilang setelah ibu beristirahat

Adalah wajar jika ibu merasa lemas.  Oleh karena itu usahakanlah untuk beristirahat paling tidak satu kali di siang hari. Atau bila tidak memungkinkan untuk tidur siang, upayakan untuk sekadar duduk,

berbaring dengan rileks. Istirahat akan sangat membantu agar hormon Oksitosin yang berfungsi untuk mengeluarkan ASI bekerja secara optimal. Jika Anda mulai pusing atau air seni Anda mulai pekat, sebaiknya hentikan dulu puasanya. Apa yang harus diperhatikan dari kondisi bayi?- Frekuensi BAK bayi sudah kurang dari 6 kali per 24 jam, warna urine bayi juga mulai pekat- Ada gejala2 dehidrasi lain pada bayi, seperti mulut yag kering, bayi terlihat sangat lemas, kulit tidak lentur, dsb.- Bayi kelihatan gelisah seharian, rewel atau berperilaku di luar kebiasaan normalnya. - Bayi mengalami diare atau demam yang mana membutuhkan extra asupan ASI agar tidak dehidrasi, terutama di masa ASIX.

Selamat menunaikan ibadah puasa dan salam ASI :) 

   


Jumlah Posts : 108
Jumlah di-Like : belum ada like

Sekarang kami sudah mempunyai website baru untuk memudahkan bunda berbelanja. Mampir ya bun.. http://blanjahepi.com/ atau untuk yang paling update follow Instagram: etha_blanjahepi

Permisi ayah dan bunda semuanya.. Mau numpang jualan untuk kebutuhan perlengkapan bayi dan ibu yang baru melahirkan. Dilihat-lihat, trus jangan lupa dibeli ya :)
Bisa untuk kado juga kalau ada kerabat atau teman yang melahirkan.

Jangan lupa tekan CTRL-D, karena akan ada update lagi, dan siapa tahu suatu saat perlu jadi gak perlu cari2 lagi :)

INFO: Sangat disarankan untuk add friend Facebook ETHA'S CORNER (aka Etha Tupperware) ya bunda untuk update barang terbaru
FACEBOOK : http://www.facebook.com/etha.tupperware


UPDATE BARANG:
Booster Sterilizer (Steril Botol)
Botol ASIP BKA
Carter Pants
Cooler Bag Gabag
Cooler Bag Paket Baby Pax
Cooler Box Puku
Crown Sterilizer
Fisher Price Soft Squeeze Feeder
Handuk Jepang Kawamoto
Hanger Gift Set
Jumper Carter Lengan Panjang
Jumpsuit Next 3 in 1 Baby Girl
Kantung Asi Natur
Kaos Kaki Carter
Mag-mag Pigeon All in 1 Training Set
Mama Soya Susu Kedelai
Mastela Fold Up Infant Seat
Moby Wrap
Munchkin Bath Tup Duck
Munchkin Fresh Fedding Set
Perlak Karet Pupu
Sarung Tangan dan Kaki Libby
Tepung Gasol Beras Merah
Tommee Tippee Explora 1st Slips Cup
Warmer Crown 4 in 1
Washlap Libby

Pembayaran via BCA / Mandiri.
Pengiriman untuk sementara hanya via JNE. Dalam waktu dekat mungkin bisa via WAHANA. maaf  tdk menerima COD karena ane kerja kantoran jg yak. Kalau masih kurang percaya bisa cek testimoni saya selama jualan di kaskus ya bunda..monggo diklik...
atau bisa add facebook saya :)

http://m.kaskus.co.id/thread/10528125/

CONTACT PERSON

SMS only /WA : 0838 9870 8553
EMAIL: mmeyliana@gmail.com
FACEBOOK : http://www.facebook.com/etha.tupperware (Add friend dulu ya bunda)
Pin bb : 748D55D3

   
05-05-2010 16:23:49 kenapa normal????
Jumlah Posts : 187
Jumlah di-Like : 4
Mom, Saat ini saya sedang hamil si kembar, usia 27 minggu. Dan saya juga meniatkan untuk lahiran normal kok... Semoga saja posisi saya tetap bagus seperti hasil USG terakhir, sehingga memungkinkan bagi saya untuk melahirkan normal.  Ini anak pertama saya, jadi saya belum tahu seperti apa rasanya melahirkan normal. Tapi 1 hal yang saya yakini, itu tidak sesakit yang dibicarakan orang... heuheu... ^_^v
Alhamdulillah ibu saya tidak pernah bilang kalo melahirkan itu sakit. Malah dari dulu sering bilangnya, ibu itu melahirkan kayak kucing, anaknya 4, dan waktu melahirkan gak ada yang tahu. Lahiran di rumah, belum sempat dibawa ke bidan, tahu-tahu sudah ada bayi dan ibu yang sedang berusaha mengeluarkan plasentanya... hehehe... so, Insyaallah saya percaya kalo melahirkan itu gak sesakit yang dibicarakan orang...
Tetap optimis dan positive thinking aja mbak... Setiap ibu itu akan memiliki insting untuk melahirkan anaknya dengan selamat kok... ^^
   


02-03-2008 20:47:16 Bahaya kah Susu Formula???
Jumlah Posts : 368
Jumlah di-Like : 1
Dikutip dari Harian Kompas tgl.29 Februari 2008







Masyarakat tidak perlu panik terkait dari hasil penelitian yang menunjukkan adanya Enterobacter Sakazakii dalam susu formula dan makanan bayi. Penelitian itu merupakan satu Upaya identifikasi resiko, tapi dari riset epidemiologi diketahui tidak semua bayi rentan terkena gangguan kesehatan akibat bakteri tersebut.



Sri Estuningsih Pengajar Fakultas Kedokteran Hewan IPB yg juga salah satu peneliti Sufor dan makanan bayi itu Kamis (28/2) menyatakan fakta adanya E sakazakii dalam sufor dan makanan bayi perlu mendapat perhatian dari semua pihak baik pemerintah, kalangan kedokteran maupun masyarakat. Jika ada bayi yang demam tinggi, kejang dan dan diare perlu dilihat kaitannya dengan E sakazakii serta korelasinya dengan sufor shg penyakitnya dapat diatasi.



Hasil ini sudah dipresentasikan kepada BPOM tahun 2006.



Menurut situs WHO, kelompok yang rentan terhadap bakteri tersebut adalah bayi prematur ( kelahiran < 37 minggu ), BBLR (BB< 2.000 gr) atau bayi dari ibu yang terindikasi terkena HIV/AIDS.



Hal senada juga diungkapkan oleh Ketum PB IDI, Fachmi Idris. "Masyarakat tidak perlu cemas. Ini penelitian lab yang menggunakan hewan percobaan. Untuk menggeneralisasikan dari hewan per cobaan ke manusia itu tidak mudah".



Men Kes, Siti Fadillah Supari, Kamis, menyatakan, tahapan penelitian itu masih panjang dan belum bisa ditarik kesimpulan untuk disiarkan ke publik. Saat ini pemerintah sedang menguji contoh sufor aneka merk untuk mengetahui adanya pencemaran E Sakazakii dan jenis bakteri lain.



Sementara itu ketua badan POM menyatakan tahun 2005 World Health Assembly menginformasikan kemungkinan tercemarnya bakteri E sakazakii di sufor.



Pemeriksaan pencemaran mikroba merupakan bagian pemeriksaan rutin Badan POM, dan ditindaklanjuti dengan pemanggilan produsen untuk menarik produk dari peredaran. Dan produk baru dapat beredar setelah diperiksa dan hasilnya memenuhi syarat.



Kepala Bidang penelitian YLKI menyatakan seharusnya pemerintah segera menindaklanjuti dengan menarik merek sufor yang terkontaminasi bakteri.



Kepala Seksi Sertifikasi BPOM menyatakan pihaknya belum mengeluarkan peringatan kepada publik mengenai ancaman E Sakazakii di susu formula.

   
Jumlah Posts : 1391
Jumlah di-Like : belum ada like
Hai para bunda2 ada berita baru nih...



Dikutip dari Harian Kompas tgl.29 Februari 2008



Masyarakat tidak perlu panik terkait dari hasil penelitian yang menunjukkan adanya Enterobacter Sakazakii dalam susu formula dan makanan bayi. Penelitian itu merupakan satu Upaya identifikasi resiko, tapi dari riset epidemiologi diketahui tidak semua bayi rentan terkena gangguan kesehatan akibat bakteri tersebut.

Sri Estuningsih Pengajar Fakultas Kedokteran Hewan IPB yg juga salah satu peneliti Sufor dan makanan bayi itu Kamis (28/2) menyatakan fakta adanya E sakazakii dalam sufor dan makanan bayi perlu mendapat perhatian dari semua pihak baik pemerintah, kalangan kedokteran maupun masyarakat. Jika ada bayi yang demam tinggi, kejang dan dan diare perlu dilihat kaitannya dengan E sakazakii serta korelasinya dengan sufor shg penyakitnya dapat diatasi.

Hasil ini sudah dipresentasikan kepada BPOM tahun 2006.

Menurut situs WHO, kelompok yang rentan terhadap bakteri tersebut adalah bayi prematur ( kelahiran < 37 minggu ), BBLR (BB< 2.000 gr) atau bayi dari ibu yang terindikasi terkena HIV/AIDS.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketum PB IDI, Fachmi Idris. "Masyarakat tidak perlu cemas. Ini penelitian lab yang menggunakan hewan percobaan. Untuk menggeneralisasikan dari hewan per cobaan ke manusia itu tidak mudah".

Men Kes, Siti Fadillah Supari, Kamis, menyatakan, tahapan penelitian itu masih panjang dan belum bisa ditarik kesimpulan untuk disiarkan ke publik. Saat ini pemerintah sedang menguji contoh sufor aneka merk untuk mengetahui adanya pencemaran E Sakazakii dan jenis bakteri lain.

Sementara itu ketua badan POM menyatakan tahun 2005 World Health Assembly menginformasikan kemungkinan tercemarnya bakteri E sakazakii di sufor.

Pemeriksaan pencemaran mikroba merupakan bagian pemeriksaan rutin Badan POM, dan ditindaklanjuti dengan pemanggilan produsen untuk menarik produk dari peredaran. Dan produk baru dapat beredar setelah diperiksa dan hasilnya memenuhi syarat.

Kepala Bidang penelitian YLKI menyatakan seharusnya pemerintah segera menindaklanjuti dengan menarik merek sufor yang terkontaminasi bakteri.

Kepala Seksi Sertifikasi BPOM menyatakan pihaknya belum mengeluarkan peringatan kepada publik mengenai ancaman E Sakazakii di susu formula.



Semoga berguna yahhh Array Array
   


18-01-2017 11:59:56 batuk saat hamil
Jumlah Posts : 3
Jumlah di-Like : belum ada like
selamat siang dokter..
saya mau nanya ni dokter..saat ni saya lagi hamil 24 minggu..saya sedang batuk sudah 1 minggu..obat batuk apa yang aman tuk ibu hamil? apakah pengaruh batuk saya ni thdp bayi yang saya kandung? mohon jawabannya ya dokter..terima kasih
   
Jumlah Posts : 73
Jumlah di-Like : belum ada like
buat yg beragama islam silahkan di bca sampai sel3sai ini certa nyta dr ust nai peruqyah internasional.. Nuruddin Al Indunissy CAESAR & AL QUR’AN, SEBAGAI SOLUSINYA. KEMARIN · PUBLIK Bismillah Assholatu wa Sallamu ala Rosulillah. Segala puji hanya milik Allah, Rabb yang maha luas dan kekal kasih sayangnya. Tulisan ini saya persembahkan bagi jiwa-jiwa yang sedang mencari ketenangan dan kemenangan haqiqi dalam naungan kebahagiaan islam. Dalam tulisan ini saya akan kupas secara mendalam, langkah dan tahapan bagaimana melahirkan dengan senyuman dan menangkal angkuhnya kejahatan system dunia farmasi dan industry rumahsakit. RumahSakit merupakan industry jasa yang sangat erat kaitannya dengan para pemegang dunia farmasi (industry dan penjual obat), sehingga bukan rahasia jika ada system yang serakah, yang mengikat mereka agar saling menguntungkan sementara korbannya adalah manusia secara umum dan muslim yang sekuler (memisahkan agama dengan kehidupan) dan materialis (mementingkan object yang terlihat dan mengabaikan dunia spiritual yang justru lebih besar perannya). Caesarean Sections/Section Caesaria atau lebih dikenal dengan “Operasi Caesar”, merupakan tindakan medis untuk mengeluarkan bayi dari rahim ibundanya dengan membedah/menyayat abdomen (perut) ibu. Proses Caesar ini terjadi dalam hitungan menit saja dan tidak sakit karena ibunda dibius terlebih dahulu, namun sehari pasca Caesar mulai terjadi sakit yang luarbiasa pada bekas operasi, punggung dan kepala. Kadang sakit ini berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya saat ibunda batuk, bersin bahkan tertawa dan resiko pada kehamilan dan kelahiran berikutnya. Jika tindakan ini menimbulkan cacat permanent pada ibu, lalu kenapa banyak orang memilih untuk pasrah Caesar bahkan ada trend Caesar dikalangan ibu-ibu yang mengaku moderen? Maka berikut ini adalah alasan-alasan Caesar secara logis/normal: 1. Ukuran bayi terlalu besar, sementara panggul sang ibu kecil. 2. Bayi menderita kelainan misalnya spina bifida. 3. Posisi kepala janin tidak berada di bawah atau sungsang. 4. Sang ibu memiliki penyakit jantung atau kondisi medis lain yang berisiko memburuk akibat tekanan saat melahirkan. 5. Penurunan suplai darah ke plasenta sebelum kelahiran. Hal ini dapat menyebabkan bayi lahir dengan tubuh kecil. 6. Plasenta menghalangi leher rahim. 7. Luka terbuka yang disebabkan infeksi herpes genital yang aktif. 8. Sang ibu terinfeksi virus HIV. 9. Terdapat lebih dari satu janin dan kondisi kehamilan yang kompleks misalnya posisi janin yang kurang ideal atau kembar siam. Dan alasan lainya. Adapun trend Caesar, yang merupakan pilihan sendiri, baik karena menghindari sakitnya proses lahiran normal (semisal mulas pada bukaan 1 hingga 10, kerusakan/luka jahitan pada vagina, proses bukaan yang lama atau sakitnya saat melahirkan itu sendiri) ataupun ikut trend Caesar untuk memilik tanggal lahir yang cantik (caesar yang direncanakan) itu merupakan resiko sendiri dan bukan kesalahan dunia medis. Namun dari sebuah survey yang dikutip dari sebuah buku kehamilan oleh Nadia Mulya menunjukkan bahwa 394 responden memilih caesar karena beragam alasan. Sebanyak 83.5% di antaranya mengaku harus bersalin caesar karena keputusan dokter (komplikasi medis) atau ada indikasi medis yang mengancam keselamatan ibu dan bayi. Semoga Allah merahmati para dokter dan bidan yang jujur, memudahkan kehidupannya di dunia dan akhirat karena ini bagian dari profesi yang luhur yang menjadi solusi bagi kesulitan umat manusia di dunia modern ini. Masalah kemudian timbul, saat sebuah system memaksa mereka untuk melakukan hal yang ditolak nurani setiap manusia yang hidup hatinya. Bagaimana sikap seoran mukmin yang beriman pada taqdir menyikapi hal ini? Bukankah Allah azza wa jalla telah menentukan sunnatullah pada setiap wanita untuk mengalami kelahiran dengan normal jauh sebelum adanya Sectio Cesaria? Telah lama saya menghembuskan adanya indikasi gangguan non-medis pada proses Caesar, beberapa tahun silam saya mulai menteorikan lengkap dengan solusinya untuk mengatasi Caesar yang tidak direncanakan ini. Sebagaimana penelitian pribadi saya tentang adanya campur tangan musuh-musuh Allah (syaitan) pada banyak penyakit dalam yang kemudian mengarah pada operasi besar. Banyak sekali penyakit pada jasad yang divonis operasi (setelah melalui proses scaning yang moderen) namun kemudian tidak ditemukan penyakitnya. Alhamdulillah, dari training-training yang digelar dibawah bendera Yayasan RehabHati dan Yayasan Qur’anic Healing di Indonesia dan Malaysia banyak sekali testimony membahagiakan dari saudari-saudari kita yang tidak jadi Caesar setelah diupayakan melalui upaya spiritual dengan Teraphy Al Qur’an (ruqyah syariyyah), do’a dan sinerginya dengan Ath Tib An Nabawai atau metode pengobatan ala Nabi dengan memaksimalkan konsumsi Madu, Habbatussauda, Zaitun dan herbal Sunnah yang penuh berkah lainnya juga tidakan bekam dan upaya pengobatan tradisional lain. Alhamdulillah, bayi-bayi telah lahir dengan sempurna atas keagungan dan kekuasaan Allah melalui kedahsyatan teraphy Al Qur’an beberapa tahun kemudian setelah teori itu ditrainingkan. Bahkan salah satu trainer RehabHati yang juga praktii medis di salah satu RumahSakit Islam di Kota Wonogiri memberikan testimony yang mengejutkan bahwasannya setelah direktur rumahsakit yang juga kawan saya mengeluarkan intruksi untuk meruqyah setiap pasien yang mau Caesar 2 jam berikutnya banyak sekali –sekali lagi, banyak sekali– pasien yang tidak jadi dicaesar karena telah lahir terlebih dahulu. Anda pun, insya Allah akan melihat ramai testimony dibawah tulisan ini tentang kesaksian mereka yang telah mendapatkan berkah dari teraphy Al Qur’an ini. Setelah tahun demi tahun saya lalui dalam mensosialisasikan ruqyah syariyyah bersama team, Desember 2014 lalu saya Allah beri amanah seorang putera. Alhamdulillah lahir normal di salahsatu rumahsakit di kota Kediri. Tidak ada masalah, meski sebenarnya saya miris melihat beberapa suami dengan begitu mudahnya membubuhkan tanda-tangan Caesar untuk istrinya melalui jalur BPJS. Waktu berlalu cepat, April 2016 ini Allah memberi amanah yang kedua setelah melalui perjuangan yang panjang. Saya, ingin setiap ibu, setiap muslimah dan mukminah membaca tulisan dari jari seorang ayah ini. Seorang ayah yang mengerti bahwa melahirkan itu rasanya seperti setengah kematian, dan setelah lahiran nanti masih ada perjalanan panjang yang harus dilalui dengan tabah untuk mencapai jannah-Nya. 1 April 2016, saya sedang dalam perjalanan dari kota Sukabumi menuju kota Bogor. Istri memberitahu bahwasannya, besok, sepertinya tidak bisa menemani saya mengisi Mega Training RehabHati di kota Bogor karena mulai merasakan mulas dan sakit perut. Dan saya mengizinkannya, tentu saja meski saya tidak bisa menemani beliau mengingat MegaTraining di Bogor ini adalah salah satu event Pelatihan Ruqyah terbesar yang dikonsep beberapa bulan sebeumnya untuk menyakinkan 1000 peserta yang telah teregistrasi untuk hadir itu merasa nyaman, aman dan terkesan dalam menikmati Traning dan Teraphy Al Qur’an Gratis yang diselenggarakan Team RumahRehab Bogor. 2 April 2016, saya mengisi training dengan gelisah. Sambal sesekali melihat Handphone, seandainya saja ada kabar emergensi dari rumah karena diprediksi kisaran 12 April 2016 ini istri akan melahirkan anak keduanya. Dan malam harinya saya langsung pulang ke rumah kontrakan saya di Kota Wisata, Cibubur. 3 April 2016, Alhamdulillah kekhawatiran saya terobati. Istri sepertinya bukan mulas indikasi akan melahirkan, namun sakit perut biasa. Saya mengajak istri untuk check-up kerumahsakit, namun ia menolaknya. Saya menghormati keputusannya, dan diam-diam bertekad seandainya hingga besok dzuhur istri menolak kerumah sakit saya akan mengkondisikan agar ia bersedia dirawat. 4 April 16, 12.15 PM selepas dzuhur beliau memberi tahu bahwa lututnya mulai gemetar. Saya kaget ketika beliau mengatakan bahwa sehari semalam ini lebih dari 10 kali ke kamar mandi. Saya melihat indikasi muntaber, dan ini berbahaya, dalam kondisi mengandung bisa dehidrasi. 4 April 16, 12.45 PM taksi sudah ada didepan rumah dan membawa kami kesalah satu rumah sakit termegah di daerah ini, tentu saja bukan karena saya cukup uang namun untuk memastikan kenyamanan istri karena ini adalah hak dunia medis. Qodarullah, macet menghadang dan jam 14.00 Dokter kandungannya sudah pulang, dan baru akan buka lagi jam 17.00, akhirnya saya istri dan putra saya yang baru berusia 15 bulan belok ke salahsatu Mall untuk menunggu dokter. 4 April 16, 17.40 PM kami sudah bersama dokter pribadi istri, ia seorang muslimah muda yang ramah, berkerudung dan professional. Beliau menyimpulkan bahwa istri dehidrasi, dan air ketuban ada pada level 8 (standar sehat ada pada level 10). Dan saya menyetujui istri dirawat malam itu. Malam itu saya mulai merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang ayah, menggendong anak kesana-kemari, check-in rawat inap, tanda tangan sana-sini, dan yang lebih berat mengkondisikan bayi tidur dirumahsakit. Alhamdulillah, semua berlalu dengan baik karena kami mengambil kelas ruang rawat inap VIP. Cukup luas untuk saya dan anak saya, babysitter, dan tentunya istri yang malam itu divonis dehidrasi dan muntaber. Setelah check-up, USG, dirawat dan check lab diketahui bahwa muntaber istri disebabkan Jamur. Dan dokter, pagi itu memberitahukan dengan senyum lega bahwa untuk Jamur sudah ada obatnya. Istri boleh pulang pagi berikutnya. 5 April 16, 11.30 AM, Alhamdulillah kami pulang dengan tenang. Dan dihari yang sama bidan memberitahu kami bahwa kondisi kandungan sekarang aman dan sudah “bukaan 1”. Dalam proses persalinan ada proses yang bernama “Pembukaan”, pembukaan atau bukaan yang dimaksud adalah pembukaan atau prosesnya mulut Rahim dari 1 hingga 10. Proses bukaan ini terjadi secara bertahap dan alami, ada semacam asam atau gas yang mendorong bayi keluar. Bayi terdorong keluar karena dorongan gas dan mengkerutnya Rahim, sehingga mulut Rahim terbuka secara bertahap. Ini proses harus dilalui seorang ibu dengan tabah, sabar dan tawakkal. Jika menyerah, maka alternative lain adalah Caesar. 8 April 2016, istri masih muntaber dan semakin lemah. Seakan obat itu tidak mempan. Dan kami kembali lagi check-up, kerumahsakit yang sama. 8 April 2016, 9.30AM kami masuk melalui pintu IGD, dan langsung dibawa keruang persalinan. Di check, dan masih bukaan 1 dan kondisi makin lemah. 8 April 2016, 9.35 AM dokter dan 1 perawat disampingnya menyampaikan kepada saya bahwa kondisi semakin lemah, dan Air ketuban semakin menyusut. Prediksi beliau sudah “Level 6”, hingga disarankan untuk diberi perangsang (Induksi) atau Cesar. 8 April 2016, 9.50 AM, saya memutuskan untuk menolak dan mengupayakan sendiri terlebih dahulu dirumah. “Saya sendiri praktisi pengobat, seperti dokter. Hanya saja, kalau dokter dibidang medis saya bagian non-medis. Saya telah banyak menembukan bahwa masalah seperti ini ada indikasi non-medis, jadi saya ingin mengupayakan terlebih dahulu dirumah”. Dokter tersenyum dan mengangguk, beliau menyerahkan sepenuhnya kepada saya, dan kami pun pulang. 8 April 2016, 12.30 PM, saya kembali sampai dirumah. Otak saya mulai berputar mencari cara, teringat sahabat saya ust. Rahmat Bekam, ketua PBI Jabar sekarang yang selama ini memberikan saran-saran herbal secara ilmiah tentang penyakit melalui tinjauan medis. Dan Istri beliau, yang juga seorang Herbalis dan Bidan Thibun Nabawi memberi 4 saran kepada istri: 1. Konsumsi Habbatussauda (menambah mules). 2. Zaitun untuk melancarkan kelahiran, oles dan minum. 3. Minum air kelapa (untuk menormalkan kembali air ketuban) meskipun sebenarnya tidak ada cara untuk menambah air ketuban. 4. Bekam di pinggang. Dan pergelangan kaki kanan dibawah mata kaki yang merupakan titik untuk melancarkan proses pembukaan. Beliau juga, seperti saya kutif dari istri, menyarankan untuk ruqyah. “Jangan lupa ruqyah”, katanya. Saya teringat, beberapa tahun lalu pernah menemukan kasus dan menteorikan bahwa salah satu titik persembunyian syaitan yang menyebabkan keguguran adalah pada pergelangan atas kaki kanan dibawah mata kaki. 8 April 2016, 18.20 PM, selepas maghrib saya mulai mengawali proses ruqyah pada istri. PROSES RUQYAH 1 Ruqyah Syariyyah merupakan proses pembacaan Ayat Suci Al Qur’an kepada seorang mukmin yang sedang kesulitan, terutama ketika terikat/terbelenggu sebuah kondisi yang tidak dimengerti secara logis dengan harapan mendapatkan syfa atau kesembuha dan rahmat dari Allah azza wa jalla yang menciptakan dan menjaga setiap mahluk-Nya. Diawali dengan wudhu, menunaikan shalat maghrib, dan mempersiapkan 1 liter air kelapa muda dan air putih disampingnya untuk diruqyah bersamaan dengan istri. Dan istri menggunakan hijab sempurna agar khusyuk dan merupakan bagian dari adab do’a. Setelah mengucap Taawudz, Ayat Kursi, Al Falaq dan An Nas sebagai do’a perlindungan sebelum memulai ruqyah saya mengucapkan istighfar, sholawat dan berdo’a kepada Allah agar dilancarkan proses persalinan istri. Ini adalah muqodimah awal dalam setiap ruqyah syar’ie. Selanjutnya saya sentuhkan tangan kanan saya persis diperut istri, mendekatkan bibir kepadanya dan mulai membaca do’a-do’a Nabi sholallahu alaiyhi wa sallam untuk mengawali ruqyah. Kemudian membaca al Fatihah, Al Baqarah 1-4, 102, 163-164, 255-257, 284-286, Al Imran 18-19 dan bayi didalam mulai bergerak-gerak seakan musafir kehausan mendapat air segar. Saya mengulang-ngulang ayat itu dan bayi mulai motah berputar-putar hingga istri saya gelid an memegangi perutnya. Ruqyah dilanjutkan dengan membaca surah-surah berikutnya hingga selesai. Ada kesimpulan besar disini, selama ini saya yakin bahwa bayi sungsang dan terikat ari-ari bisa lahir dengan normal hanya mendengar testimony kawan-kawan alumni pelatihan ruqyah yang saya bina dan juga video-video keajaiban Al Qur’an saat dibacakan pada janin dalam kandungan dan kemudian bayi sujud –saat itu– saya merasakan sendiri bahwa bayi tidak hanya bergerak namun berputar. Masyaa Allah.. Selanjutnya saya meruqyah Air kelapa dan air putih untuk minumannya. Saya dekatkan bibir saya kepada dua wadah air dan membacakan surah al Fatihah 7x, Al Kafiruun 1x, Al Falaq dan An Nass masing-masing 3x. Nabi sholallahu alaiyhi wa sallam membacakan surah Al Kafirun kepada air yang dicampur garam saat mengobat luka sengatan. 9 April 2016, 18.20 PM Hari itu istri mencoba check kandungan di Klinik Bersalin Ranti di daerah ciangsana cibubur dan hasilnya menakjubkan, bidan disana mengatakan dengan penuh percaya diri bahwa air ketuban normal dan sudah mulai bukaan 2. Disana mulai ada cahaya yang merekah! Bahkan sang bidan disana menyimpulkan, masih ada satu minggu waktu untuk menunggu. Dan istri mengatakan, bahkan, bu bidan lela (istri rahmat bekam) sebelumnya prediksi bahwa masih ada dua minggu waktu. Hal ini membuat saya termenung, kenapa bisa-bisanya seorang dokter specialist menyarankan induksi dengan kondisi ketuban yang menakutkan? Apakah alat-alat itu terlalu modern? Kepenasaranan ini mulai menggelitik saya untuk menggali lebih dalam tentang apa itu Air ketuban. Saya menggalinya di internet dan juga menggali beberapa informasi dari istri tentang apa yang dokter lakukan saat USG dan kemudian menyimpulkan tentang air ketuban. Dan disini ada hal yang menarik lagi. Saat USG dokter memperlihatkan melalui layar kombinasi warna gelap, biasanya, selama usia kehamilan 1-9 bulan dilayar itu terlihat kondisi bayi dan bentuknya; tangan, jemari, kepala, kaki termasuk jenis kelaminnya. Saat alat detector ditempel di perut istri, tampilan pada layar itu hanya gelap, dengan kondisi demikian artinya air ketuban sudah hamper habis (dinding rahim melekat pada bayi, karena tidak ada air atau sedikit). Saya sontak teringat banyak kasus yang dilalui dalam teraphy ruqyah, pasien mengakui dan menyebutkan jenis penyakitnya terlihat di Xray, namun saat operasi tidak ada. Jika syaitan bisa mempengaruhi electron listrik, mempengaruhi dan merusak koneksi internet, laptop bahkan beberapa kehancuran pada bentuk-bentuk jasad, maka sangat mungkin juga mempengaruhi tampilan alat dokter kandungan. Masih segar diingatan saya ketika menteraphy seorang umaht di Kenya, afrika timur. Beliau mengaku 6 kali dioperasi dan 2 kalinya adalah operasi cesar, dari 4 operasi tersebut dokter mendeteksi benda hitam pada perutnya dan ketika dibedah benda itu tidak ada. Kasus ini banyak terjadi (sekali lagi, banyak terjadi) di rumahsakit dan kemudian mereka lari ke pengobatan alternative. Baiklah, saya melanjutkan upaya secara maksimum. Mendekatkan diri kepada Allah, menolong sebanyak-banyaknya muslimin-muslimah yang bisa ditolonga dan dimudahkan dengan teraphy Al Qur’an minggu itu. Termasuk upaya sedekah sesuai yang Allah mampukan dan takdirkan kepada kami, juga ibadah-ibadah lainnya. Berharap Allah subhanahu wa ta’ala mengampuni kami, karena tidak ada kesulitan kecuali disebabkan dosa dan kesalahan kita sendiri. Dihari yang sama saya mengisi private teraphy di rumah rehab bogor, 1 jam dari rumah. Hari itu saya sudah agak lega, tinggal menunggu hari lahir. Namun jujur, minggu itu kami lalui dengan sangat lama. “Hikmah itu selalu ada, dalam situasi tersulit sekalipun. Saat kita terbentur pada sebuah kondisi "tidak ada pilihan", sementara kaki lelah dan harus terus melangkah --maka-- disana Allah sedang mengajari kita untuk tabah. Menundukan kepala dalam-dalam, menyadari bahwa kita ini lemah tidak berdaya dihadapan ketetapan Allah yang maha gagah perkasa. Merasakan sebuah kekuatan sedang mengatur kita dengan kemahaanNya” 17 April 16, 11.35 PM. Istri saya mulai merasakan mulas hebat. Bapa Mertua dari Kediri sudah berjaga-jaga, dan Rafiq kecil tertidur pulas. Sambil memangkunya, saya berfikir keras. Seandainya dibawa kerumah sakit, apa yang akan terjadi dengan dia? Akhirnya kami menyimpulkan untuk kerumahsakit besok pagi. 18 April 16, 05.40 AM. Kami sudah ada diruang IGD, dan Istri dibawa ke ruang persalinan. Check-up dan lain-lain. Alhamdulillah sudah bukaan 3. Dan saya ke lantai 1 untuk Check-in. Istri dibawa kekamarnya. Kami tidak mengambil ruang VIP namun mengambil Ruang Kelas 1, dibawahnya. Pertimbangan mengambil ruang VIP sebelumnya adalah untuk menjaga hijab istri. Dan pertimbangan mengambil ruang kelas 1 adalah setelah kami tahu bahwa meski di ruang kelas 1, yang mana ada dua pasien tetap ada hijab. Dan yang lebih penting, ternyata semua kelas persalinannya diruang tertutup yang baik. Ini terjadi karena kami tidak pernah kerumahsakit sebelumnya. Hal yang mengesankan disana adalah ketika istri saya curhat tentang sikap salah satu bidan kepadanya, ia mengatakan ada bidan yang tidak ramah dan kasar saat cek sendiri diruang persalinan. Istri saya berkata, bidan itu berkata: “Ck..ck. Bagaimana bu upaya teraphynya. Diteraphy apa sih. Hipno-hipno gitu itu ya?” Katanya tanpa beban, bahwa seharusnya kamilah yang berkata dengan bangga karena tidak menerima atau menolak induksi minggu kemarin. Bayangkan kalau minggu kemarin melakukan induksi, pasti gagal karena belum saatnya. Dan kalau induksi gagal maka tindakan selanjutnya adalah Caesar. Istri saya menjawab: “Bukan, suami saya hanya membacakan al Qur’an kepada saya. Namanya terapy Ruqyah”. “Hh.. Yang paling penting kan mulesnya, untuk bukaan itu ya harus mules bukan diruqyah”. Kata bidan itu, menyakiti hati saya saat mendengarnya dari istri. Saya hanya berkata; “Sabar. Ini belum seberapa. Mereka hanya tidak tahu”. Jam demi jam, menit demi menit, detik demi detik selanjutnya saya mengawasi setiap gerak dan tindakan. Disamping istri, mengatur strategi, mengatur waktu, memotivasi, menemani dan yang terpenting memastikan si kaka Rafiq tidak bosan. Bukaan 4, 5, 6 dan 7 berlalu menggembirakan meski lebih lama dari normal. Prediksi lahiran adalah selepas dzuhur, selambatnya ashar. Sebelum ganti shift bidan menyimpulkan, selambat-lambatnya maghrib insyaAllah lahir. Murotal Al Qur’an terus mengalir mewarnai keluh kesah hati kami. 18 April 16, 02.40 PM. Bidan shift sore datang, berwajah tegas-professional dan berkata; “Bu. Check lagi”. Ia memegang perut istri, memasang alat denyut jantung dan mencetaknya. Dan menawarkan oksigen, serta menaruh disampingnya. Dan ia menyimpulkan masih bukaan 7, dan menyarankan dibawa keruang persalinan. Alasannya sangat logis, agar nanti tidak buru-buru saat kontraksi. Dan saya menerimanya tanpa alasan. 18 April 16, 02.55 PM. Istri sudah diruang persalinan, dipasang infus dan selang oksigen. Hal ini membuat ayah mertua panic dan menelpon ibu mertua untuk segera kejakarta. Saya memperhatikan dengan seksama, drama ini. 18 April 16, 03.03 PM. Suster tadi kembali dan membawa selembar kertas dan papan yang ia dekap didadanya. “Bapa, ini sudah jam 3, dan saatnya lahiran. Namun kondisi mulas malah makin berkurang. Saya izin untuk memasang akselerator” kata bidan itu sangat elegan membuat saya hati-hati untuk bicara. “Akselerator, apa bedanya dengan induksi?” Jawab saya. “Beda. Kalau induksi itu membuat mulas sebelum mulas. Kalau akselerator itu menambah mulas setelah mulas. Agar lancer dan cepat lahir.” Katanya sambil senyum. Saya diam. Dan lalu menimpali. “Sama saja. Apa tidak bisa tunggu sebentar?” Kata saya kemudian. “Sudah saatnya pa, ini saran dokter” katanya. Padahal entah dimanakah bu dokter itu. “Kalau tunggu dulu bagaimana, saya kan bilang tidak mau di induksi?” Jawab saya. “Kalau bapa nolak, bapa harus menandatangani bahwa bapa menolak tindakan medis” Katanya sambil menggerak-gerakan kertas ditangannya dan tidak lupa senyum. “Tunggu satu jam!” Tukas saya. “Iya, kalau bapa nolak harus tanda tangan. Lagian, bapa ini sudah dua kali nolak induksi. Kita harus cek, ada apa ini?” Katanya membuat urat leher saya menegang. “Baik, apa susahnya tanda tangan? Tapi tujuan anda minta izin kan sebagai persetujuan. Dan ingat, praduga dokter itu juga bisa salah. Saya menunggu dari 2 minggu lalu detik-demi-detiknya. Dan, bayangkan kalau saya setuju induksi minggu lalu. Sudah rusak istri saya. Jangan samakan saya dengan pasien-pasien BPJS anda!” jawab saya meninggi. Suster itu diam, dan berkata singkat; “Baik” lalu pergi. 6 Jam dari saat itu adalah waktu sulit kami. Tidak ada poses bukaan, mulas sudah berkurang. Suster tidak lagi diruangan hanya sesekali mengecek. Diruangan sebelah terdengar jeritan tangisan bayi berulang-ulang menandai telah lahir jiwa baru. Namun kami masih menunggu, dan disaat itu pula Allah tunjukan keagungan-Nya. 18 April 16, 07.40PM. Maghrib dan Isya sudah berlalu, do’a sudah dihantar kelangit. Al Qur’an mengalun, ruangan sepi. Diblok lain Rafiq bersama bibinya sudah tertidur pulas setelah main sendiri seharian tanpa ayah dan ibunya. Dan ini adalah hal pertama baginya. Mertua saya pergi ke Airport menjemput ibu Mertua. Tinggal saya dan Istri. Wajah istri mulai pucat sudah lebih dari 20 jam proses bukaan 3 sampai 7 dan terkunci disini. Bidan mengabarkan; “Pa. jika bapa tetap tidak mau induksi. Sebaiknya dibawa lagi ke kamar inap”. Saya hanya mengangguk lemas, namun didada saya masih membara sebuah keyakinan bahwa Allah menciptakan sesuatu dengan perencanaan dan jalan-jalan. Jangankan janin manusia, anai-anai dan semut kecil saja sudah Allah atur hidup dan matinya. Milyaran bakteri Allah atur hidup matinya dalam hitungan jam, apalagi manusia. Suster sibuk diruang sebelah, dan saya melepaskan genggaman tangan istri dan meletakannya di perut. Mulai melakukan upaya terakhir, sebelum istri dibawa kembali ke ruang rawat inap. PROSES RUQYAH 2. Pertama saya memberitahu dan mengajak istri untuk menghentikan proses dzikir. Karena selama proses menunggu bukaan berikutnya, saya sarankan istri untuk beberapa kalimah yang agung, diantaranya; berdzikir “Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntum minadzolimiin”, karena itu yang diucapkan Nabi yunus saat ada dalam puncak kesulitan diperut ikan. Juga dzikir “Ya Hayyu Ya Qayyum” karena itu hal yang diucapkan Nabi sholallahu alaiyhi wa sallam saat ia ada dalam kondisi genting. Selanjutnya, karena masih punya wudhu, saya langsung memulainya dengan Ta’awudz, Basmallah dan surah al Fatihah dengan suara lirih dan kemudian semakin menguat. Posisi bibir sangat dekat dengan Rahim istri. Seperti ruqyah biasa saya mulai dengan Al Fatihah, Al Baqarah (1-4, 163-164, 255-257, 284-286) dan saya mengulang-ngulang secara menyeluruh tiap ayatnya sebanyak 3 sampai 7 kali, dan mengulangnya lebih banyak pada surah al Baqarah ayat 257. Kemudian dilanjut surah Al Imrah ayat 18-19 dan pada ulangan yang ke3 atau 4 saya mendengar istri berbisik lirih. “Bi. Ada sesuatu yang mengalir keluar”, katanya. Dan saya mengecek ternyata ada cairan, lendir dan bercampur darah mengalir. Saya memberitahu suster yang ada diluar da nada dua suster yang masuk mengecek dan positive ketuban pecah. Allahuakbar! Kedua suster itu pun segera membenahi ruangan dan peralatan yang disiapkan. Saya mengabari ayah ibu mertua dan juga ayah ibu kandung, memohon do’a mereka agar dimudahkan. 18 April 16, 08.50 PM Ketuban pecah dan Bukaan 8. 18 April 16, 09.40 PM Bukaan 9. 18 April 16, 10.10 PM, Dokter datang dan kepala bayi sudah meraksuk keluar. Dokter sigap menangani proses lahiran dan jam 10.15 malam itu Salman Al Farisi, putra kedua kami terlahir dengan sempurna. Berat 3.04 kg dan panjang 50cm. Saya memuji Allah subhanahu wa ta’ala dan membacakan ucapan selamat datang kepada putra kedua dengan lantunan Syahadatain ditelinganya dan kemudian mentahniknya. Sesaat setelah lahiran, dan bayi mulai di observasi. Seorang suster yang baik hati, yang mengurusi proses terakhir lahiran itu berkata kepada Istri; “Bu. Disamping sedang operasi Caesar, padahal ia masuk bareng ibu dan saat itu ia juga disaranin induksi namun gagal”. Banyak sekali proses Induksi dan Caesar yang tidak wajar terjadi, tidak semua kesalahan terjadi pada praktisi medis karena mereka hanyalah instrument dari dunia farmasi dan industri rumahsakit. Kesalahan terbesar adalah pada sistem yang jahat dan kelemahan iman yang membuat ketawakalan seseorang berkurang, terlindas dunia dan orang-orang materialist. 19 April 16, 05PM, Dokter mengizinkan pulang. Seharian dikamar inap, saya dan istri mendengar rintihan pasien sebelah yang tidak henti-hentinya. Beliau di Caesar 2 hari kemarin dan hari pertama memang tidak ada tanda-tanda penderitaan, namun hari kedua saya menyaksikan derita wanita-wanita yang dioperasi. Rasa panas bekas sayatan dan jahitan, juga sakit yang menjalar dipunggung dan kepala. Selama masih ada tawakal yang tersisa, maka jangan sekali-kali serahkan istri anda untuk di Caesar. Tindakan ini hanya boleh diambil saat tidak ada pilihan, atau dalam kondisi khusus. Jangan cepat menelan mentah-mentah apa yang diprediksi dokter pengobatan dokter adalah dugaan manusia sementara Al Qur’an adalah wahyu yang pasti. Wallahu ta’ala alam.
   
Jumlah Posts : 73
Jumlah di-Like : belum ada like
buat yg beragama islam silahkan di bca sampai sel3sai ini certa nyta dr ust nai peruqyah internasional.. Nuruddin Al Indunissy CAESAR & AL QUR’AN, SEBAGAI SOLUSINYA. KEMARIN · PUBLIK Bismillah Assholatu wa Sallamu ala Rosulillah. Segala puji hanya milik Allah, Rabb yang maha luas dan kekal kasih sayangnya. Tulisan ini saya persembahkan bagi jiwa-jiwa yang sedang mencari ketenangan dan kemenangan haqiqi dalam naungan kebahagiaan islam. Dalam tulisan ini saya akan kupas secara mendalam, langkah dan tahapan bagaimana melahirkan dengan senyuman dan menangkal angkuhnya kejahatan system dunia farmasi dan industry rumahsakit. RumahSakit merupakan industry jasa yang sangat erat kaitannya dengan para pemegang dunia farmasi (industry dan penjual obat), sehingga bukan rahasia jika ada system yang serakah, yang mengikat mereka agar saling menguntungkan sementara korbannya adalah manusia secara umum dan muslim yang sekuler (memisahkan agama dengan kehidupan) dan materialis (mementingkan object yang terlihat dan mengabaikan dunia spiritual yang justru lebih besar perannya). Caesarean Sections/Section Caesaria atau lebih dikenal dengan “Operasi Caesar”, merupakan tindakan medis untuk mengeluarkan bayi dari rahim ibundanya dengan membedah/menyayat abdomen (perut) ibu. Proses Caesar ini terjadi dalam hitungan menit saja dan tidak sakit karena ibunda dibius terlebih dahulu, namun sehari pasca Caesar mulai terjadi sakit yang luarbiasa pada bekas operasi, punggung dan kepala. Kadang sakit ini berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya saat ibunda batuk, bersin bahkan tertawa dan resiko pada kehamilan dan kelahiran berikutnya. Jika tindakan ini menimbulkan cacat permanent pada ibu, lalu kenapa banyak orang memilih untuk pasrah Caesar bahkan ada trend Caesar dikalangan ibu-ibu yang mengaku moderen? Maka berikut ini adalah alasan-alasan Caesar secara logis/normal: 1. Ukuran bayi terlalu besar, sementara panggul sang ibu kecil. 2. Bayi menderita kelainan misalnya spina bifida. 3. Posisi kepala janin tidak berada di bawah atau sungsang. 4. Sang ibu memiliki penyakit jantung atau kondisi medis lain yang berisiko memburuk akibat tekanan saat melahirkan. 5. Penurunan suplai darah ke plasenta sebelum kelahiran. Hal ini dapat menyebabkan bayi lahir dengan tubuh kecil. 6. Plasenta menghalangi leher rahim. 7. Luka terbuka yang disebabkan infeksi herpes genital yang aktif. 8. Sang ibu terinfeksi virus HIV. 9. Terdapat lebih dari satu janin dan kondisi kehamilan yang kompleks misalnya posisi janin yang kurang ideal atau kembar siam. Dan alasan lainya. Adapun trend Caesar, yang merupakan pilihan sendiri, baik karena menghindari sakitnya proses lahiran normal (semisal mulas pada bukaan 1 hingga 10, kerusakan/luka jahitan pada vagina, proses bukaan yang lama atau sakitnya saat melahirkan itu sendiri) ataupun ikut trend Caesar untuk memilik tanggal lahir yang cantik (caesar yang direncanakan) itu merupakan resiko sendiri dan bukan kesalahan dunia medis. Namun dari sebuah survey yang dikutip dari sebuah buku kehamilan oleh Nadia Mulya menunjukkan bahwa 394 responden memilih caesar karena beragam alasan. Sebanyak 83.5% di antaranya mengaku harus bersalin caesar karena keputusan dokter (komplikasi medis) atau ada indikasi medis yang mengancam keselamatan ibu dan bayi. Semoga Allah merahmati para dokter dan bidan yang jujur, memudahkan kehidupannya di dunia dan akhirat karena ini bagian dari profesi yang luhur yang menjadi solusi bagi kesulitan umat manusia di dunia modern ini. Masalah kemudian timbul, saat sebuah system memaksa mereka untuk melakukan hal yang ditolak nurani setiap manusia yang hidup hatinya. Bagaimana sikap seoran mukmin yang beriman pada taqdir menyikapi hal ini? Bukankah Allah azza wa jalla telah menentukan sunnatullah pada setiap wanita untuk mengalami kelahiran dengan normal jauh sebelum adanya Sectio Cesaria? Telah lama saya menghembuskan adanya indikasi gangguan non-medis pada proses Caesar, beberapa tahun silam saya mulai menteorikan lengkap dengan solusinya untuk mengatasi Caesar yang tidak direncanakan ini. Sebagaimana penelitian pribadi saya tentang adanya campur tangan musuh-musuh Allah (syaitan) pada banyak penyakit dalam yang kemudian mengarah pada operasi besar. Banyak sekali penyakit pada jasad yang divonis operasi (setelah melalui proses scaning yang moderen) namun kemudian tidak ditemukan penyakitnya. Alhamdulillah, dari training-training yang digelar dibawah bendera Yayasan RehabHati dan Yayasan Qur’anic Healing di Indonesia dan Malaysia banyak sekali testimony membahagiakan dari saudari-saudari kita yang tidak jadi Caesar setelah diupayakan melalui upaya spiritual dengan Teraphy Al Qur’an (ruqyah syariyyah), do’a dan sinerginya dengan Ath Tib An Nabawai atau metode pengobatan ala Nabi dengan memaksimalkan konsumsi Madu, Habbatussauda, Zaitun dan herbal Sunnah yang penuh berkah lainnya juga tidakan bekam dan upaya pengobatan tradisional lain. Alhamdulillah, bayi-bayi telah lahir dengan sempurna atas keagungan dan kekuasaan Allah melalui kedahsyatan teraphy Al Qur’an beberapa tahun kemudian setelah teori itu ditrainingkan. Bahkan salah satu trainer RehabHati yang juga praktii medis di salah satu RumahSakit Islam di Kota Wonogiri memberikan testimony yang mengejutkan bahwasannya setelah direktur rumahsakit yang juga kawan saya mengeluarkan intruksi untuk meruqyah setiap pasien yang mau Caesar 2 jam berikutnya banyak sekali –sekali lagi, banyak sekali– pasien yang tidak jadi dicaesar karena telah lahir terlebih dahulu. Anda pun, insya Allah akan melihat ramai testimony dibawah tulisan ini tentang kesaksian mereka yang telah mendapatkan berkah dari teraphy Al Qur’an ini. Setelah tahun demi tahun saya lalui dalam mensosialisasikan ruqyah syariyyah bersama team, Desember 2014 lalu saya Allah beri amanah seorang putera. Alhamdulillah lahir normal di salahsatu rumahsakit di kota Kediri. Tidak ada masalah, meski sebenarnya saya miris melihat beberapa suami dengan begitu mudahnya membubuhkan tanda-tangan Caesar untuk istrinya melalui jalur BPJS. Waktu berlalu cepat, April 2016 ini Allah memberi amanah yang kedua setelah melalui perjuangan yang panjang. Saya, ingin setiap ibu, setiap muslimah dan mukminah membaca tulisan dari jari seorang ayah ini. Seorang ayah yang mengerti bahwa melahirkan itu rasanya seperti setengah kematian, dan setelah lahiran nanti masih ada perjalanan panjang yang harus dilalui dengan tabah untuk mencapai jannah-Nya. 1 April 2016, saya sedang dalam perjalanan dari kota Sukabumi menuju kota Bogor. Istri memberitahu bahwasannya, besok, sepertinya tidak bisa menemani saya mengisi Mega Training RehabHati di kota Bogor karena mulai merasakan mulas dan sakit perut. Dan saya mengizinkannya, tentu saja meski saya tidak bisa menemani beliau mengingat MegaTraining di Bogor ini adalah salah satu event Pelatihan Ruqyah terbesar yang dikonsep beberapa bulan sebeumnya untuk menyakinkan 1000 peserta yang telah teregistrasi untuk hadir itu merasa nyaman, aman dan terkesan dalam menikmati Traning dan Teraphy Al Qur’an Gratis yang diselenggarakan Team RumahRehab Bogor. 2 April 2016, saya mengisi training dengan gelisah. Sambal sesekali melihat Handphone, seandainya saja ada kabar emergensi dari rumah karena diprediksi kisaran 12 April 2016 ini istri akan melahirkan anak keduanya. Dan malam harinya saya langsung pulang ke rumah kontrakan saya di Kota Wisata, Cibubur. 3 April 2016, Alhamdulillah kekhawatiran saya terobati. Istri sepertinya bukan mulas indikasi akan melahirkan, namun sakit perut biasa. Saya mengajak istri untuk check-up kerumahsakit, namun ia menolaknya. Saya menghormati keputusannya, dan diam-diam bertekad seandainya hingga besok dzuhur istri menolak kerumah sakit saya akan mengkondisikan agar ia bersedia dirawat. 4 April 16, 12.15 PM selepas dzuhur beliau memberi tahu bahwa lututnya mulai gemetar. Saya kaget ketika beliau mengatakan bahwa sehari semalam ini lebih dari 10 kali ke kamar mandi. Saya melihat indikasi muntaber, dan ini berbahaya, dalam kondisi mengandung bisa dehidrasi. 4 April 16, 12.45 PM taksi sudah ada didepan rumah dan membawa kami kesalah satu rumah sakit termegah di daerah ini, tentu saja bukan karena saya cukup uang namun untuk memastikan kenyamanan istri karena ini adalah hak dunia medis. Qodarullah, macet menghadang dan jam 14.00 Dokter kandungannya sudah pulang, dan baru akan buka lagi jam 17.00, akhirnya saya istri dan putra saya yang baru berusia 15 bulan belok ke salahsatu Mall untuk menunggu dokter. 4 April 16, 17.40 PM kami sudah bersama dokter pribadi istri, ia seorang muslimah muda yang ramah, berkerudung dan professional. Beliau menyimpulkan bahwa istri dehidrasi, dan air ketuban ada pada level 8 (standar sehat ada pada level 10). Dan saya menyetujui istri dirawat malam itu. Malam itu saya mulai merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang ayah, menggendong anak kesana-kemari, check-in rawat inap, tanda tangan sana-sini, dan yang lebih berat mengkondisikan bayi tidur dirumahsakit. Alhamdulillah, semua berlalu dengan baik karena kami mengambil kelas ruang rawat inap VIP. Cukup luas untuk saya dan anak saya, babysitter, dan tentunya istri yang malam itu divonis dehidrasi dan muntaber. Setelah check-up, USG, dirawat dan check lab diketahui bahwa muntaber istri disebabkan Jamur. Dan dokter, pagi itu memberitahukan dengan senyum lega bahwa untuk Jamur sudah ada obatnya. Istri boleh pulang pagi berikutnya. 5 April 16, 11.30 AM, Alhamdulillah kami pulang dengan tenang. Dan dihari yang sama bidan memberitahu kami bahwa kondisi kandungan sekarang aman dan sudah “bukaan 1”. Dalam proses persalinan ada proses yang bernama “Pembukaan”, pembukaan atau bukaan yang dimaksud adalah pembukaan atau prosesnya mulut Rahim dari 1 hingga 10. Proses bukaan ini terjadi secara bertahap dan alami, ada semacam asam atau gas yang mendorong bayi keluar. Bayi terdorong keluar karena dorongan gas dan mengkerutnya Rahim, sehingga mulut Rahim terbuka secara bertahap. Ini proses harus dilalui seorang ibu dengan tabah, sabar dan tawakkal. Jika menyerah, maka alternative lain adalah Caesar. 8 April 2016, istri masih muntaber dan semakin lemah. Seakan obat itu tidak mempan. Dan kami kembali lagi check-up, kerumahsakit yang sama. 8 April 2016, 9.30AM kami masuk melalui pintu IGD, dan langsung dibawa keruang persalinan. Di check, dan masih bukaan 1 dan kondisi makin lemah. 8 April 2016, 9.35 AM dokter dan 1 perawat disampingnya menyampaikan kepada saya bahwa kondisi semakin lemah, dan Air ketuban semakin menyusut. Prediksi beliau sudah “Level 6”, hingga disarankan untuk diberi perangsang (Induksi) atau Cesar. 8 April 2016, 9.50 AM, saya memutuskan untuk menolak dan mengupayakan sendiri terlebih dahulu dirumah. “Saya sendiri praktisi pengobat, seperti dokter. Hanya saja, kalau dokter dibidang medis saya bagian non-medis. Saya telah banyak menembukan bahwa masalah seperti ini ada indikasi non-medis, jadi saya ingin mengupayakan terlebih dahulu dirumah”. Dokter tersenyum dan mengangguk, beliau menyerahkan sepenuhnya kepada saya, dan kami pun pulang. 8 April 2016, 12.30 PM, saya kembali sampai dirumah. Otak saya mulai berputar mencari cara, teringat sahabat saya ust. Rahmat Bekam, ketua PBI Jabar sekarang yang selama ini memberikan saran-saran herbal secara ilmiah tentang penyakit melalui tinjauan medis. Dan Istri beliau, yang juga seorang Herbalis dan Bidan Thibun Nabawi memberi 4 saran kepada istri: 1. Konsumsi Habbatussauda (menambah mules). 2. Zaitun untuk melancarkan kelahiran, oles dan minum. 3. Minum air kelapa (untuk menormalkan kembali air ketuban) meskipun sebenarnya tidak ada cara untuk menambah air ketuban. 4. Bekam di pinggang. Dan pergelangan kaki kanan dibawah mata kaki yang merupakan titik untuk melancarkan proses pembukaan. Beliau juga, seperti saya kutif dari istri, menyarankan untuk ruqyah. “Jangan lupa ruqyah”, katanya. Saya teringat, beberapa tahun lalu pernah menemukan kasus dan menteorikan bahwa salah satu titik persembunyian syaitan yang menyebabkan keguguran adalah pada pergelangan atas kaki kanan dibawah mata kaki. 8 April 2016, 18.20 PM, selepas maghrib saya mulai mengawali proses ruqyah pada istri. PROSES RUQYAH 1 Ruqyah Syariyyah merupakan proses pembacaan Ayat Suci Al Qur’an kepada seorang mukmin yang sedang kesulitan, terutama ketika terikat/terbelenggu sebuah kondisi yang tidak dimengerti secara logis dengan harapan mendapatkan syfa atau kesembuha dan rahmat dari Allah azza wa jalla yang menciptakan dan menjaga setiap mahluk-Nya. Diawali dengan wudhu, menunaikan shalat maghrib, dan mempersiapkan 1 liter air kelapa muda dan air putih disampingnya untuk diruqyah bersamaan dengan istri. Dan istri menggunakan hijab sempurna agar khusyuk dan merupakan bagian dari adab do’a. Setelah mengucap Taawudz, Ayat Kursi, Al Falaq dan An Nas sebagai do’a perlindungan sebelum memulai ruqyah saya mengucapkan istighfar, sholawat dan berdo’a kepada Allah agar dilancarkan proses persalinan istri. Ini adalah muqodimah awal dalam setiap ruqyah syar’ie. Selanjutnya saya sentuhkan tangan kanan saya persis diperut istri, mendekatkan bibir kepadanya dan mulai membaca do’a-do’a Nabi sholallahu alaiyhi wa sallam untuk mengawali ruqyah. Kemudian membaca al Fatihah, Al Baqarah 1-4, 102, 163-164, 255-257, 284-286, Al Imran 18-19 dan bayi didalam mulai bergerak-gerak seakan musafir kehausan mendapat air segar. Saya mengulang-ngulang ayat itu dan bayi mulai motah berputar-putar hingga istri saya gelid an memegangi perutnya. Ruqyah dilanjutkan dengan membaca surah-surah berikutnya hingga selesai. Ada kesimpulan besar disini, selama ini saya yakin bahwa bayi sungsang dan terikat ari-ari bisa lahir dengan normal hanya mendengar testimony kawan-kawan alumni pelatihan ruqyah yang saya bina dan juga video-video keajaiban Al Qur’an saat dibacakan pada janin dalam kandungan dan kemudian bayi sujud –saat itu– saya merasakan sendiri bahwa bayi tidak hanya bergerak namun berputar. Masyaa Allah.. Selanjutnya saya meruqyah Air kelapa dan air putih untuk minumannya. Saya dekatkan bibir saya kepada dua wadah air dan membacakan surah al Fatihah 7x, Al Kafiruun 1x, Al Falaq dan An Nass masing-masing 3x. Nabi sholallahu alaiyhi wa sallam membacakan surah Al Kafirun kepada air yang dicampur garam saat mengobat luka sengatan. 9 April 2016, 18.20 PM Hari itu istri mencoba check kandungan di Klinik Bersalin Ranti di daerah ciangsana cibubur dan hasilnya menakjubkan, bidan disana mengatakan dengan penuh percaya diri bahwa air ketuban normal dan sudah mulai bukaan 2. Disana mulai ada cahaya yang merekah! Bahkan sang bidan disana menyimpulkan, masih ada satu minggu waktu untuk menunggu. Dan istri mengatakan, bahkan, bu bidan lela (istri rahmat bekam) sebelumnya prediksi bahwa masih ada dua minggu waktu. Hal ini membuat saya termenung, kenapa bisa-bisanya seorang dokter specialist menyarankan induksi dengan kondisi ketuban yang menakutkan? Apakah alat-alat itu terlalu modern? Kepenasaranan ini mulai menggelitik saya untuk menggali lebih dalam tentang apa itu Air ketuban. Saya menggalinya di internet dan juga menggali beberapa informasi dari istri tentang apa yang dokter lakukan saat USG dan kemudian menyimpulkan tentang air ketuban. Dan disini ada hal yang menarik lagi. Saat USG dokter memperlihatkan melalui layar kombinasi warna gelap, biasanya, selama usia kehamilan 1-9 bulan dilayar itu terlihat kondisi bayi dan bentuknya; tangan, jemari, kepala, kaki termasuk jenis kelaminnya. Saat alat detector ditempel di perut istri, tampilan pada layar itu hanya gelap, dengan kondisi demikian artinya air ketuban sudah hamper habis (dinding rahim melekat pada bayi, karena tidak ada air atau sedikit). Saya sontak teringat banyak kasus yang dilalui dalam teraphy ruqyah, pasien mengakui dan menyebutkan jenis penyakitnya terlihat di Xray, namun saat operasi tidak ada. Jika syaitan bisa mempengaruhi electron listrik, mempengaruhi dan merusak koneksi internet, laptop bahkan beberapa kehancuran pada bentuk-bentuk jasad, maka sangat mungkin juga mempengaruhi tampilan alat dokter kandungan. Masih segar diingatan saya ketika menteraphy seorang umaht di Kenya, afrika timur. Beliau mengaku 6 kali dioperasi dan 2 kalinya adalah operasi cesar, dari 4 operasi tersebut dokter mendeteksi benda hitam pada perutnya dan ketika dibedah benda itu tidak ada. Kasus ini banyak terjadi (sekali lagi, banyak terjadi) di rumahsakit dan kemudian mereka lari ke pengobatan alternative. Baiklah, saya melanjutkan upaya secara maksimum. Mendekatkan diri kepada Allah, menolong sebanyak-banyaknya muslimin-muslimah yang bisa ditolonga dan dimudahkan dengan teraphy Al Qur’an minggu itu. Termasuk upaya sedekah sesuai yang Allah mampukan dan takdirkan kepada kami, juga ibadah-ibadah lainnya. Berharap Allah subhanahu wa ta’ala mengampuni kami, karena tidak ada kesulitan kecuali disebabkan dosa dan kesalahan kita sendiri. Dihari yang sama saya mengisi private teraphy di rumah rehab bogor, 1 jam dari rumah. Hari itu saya sudah agak lega, tinggal menunggu hari lahir. Namun jujur, minggu itu kami lalui dengan sangat lama. “Hikmah itu selalu ada, dalam situasi tersulit sekalipun. Saat kita terbentur pada sebuah kondisi "tidak ada pilihan", sementara kaki lelah dan harus terus melangkah --maka-- disana Allah sedang mengajari kita untuk tabah. Menundukan kepala dalam-dalam, menyadari bahwa kita ini lemah tidak berdaya dihadapan ketetapan Allah yang maha gagah perkasa. Merasakan sebuah kekuatan sedang mengatur kita dengan kemahaanNya” 17 April 16, 11.35 PM. Istri saya mulai merasakan mulas hebat. Bapa Mertua dari Kediri sudah berjaga-jaga, dan Rafiq kecil tertidur pulas. Sambil memangkunya, saya berfikir keras. Seandainya dibawa kerumah sakit, apa yang akan terjadi dengan dia? Akhirnya kami menyimpulkan untuk kerumahsakit besok pagi. 18 April 16, 05.40 AM. Kami sudah ada diruang IGD, dan Istri dibawa ke ruang persalinan. Check-up dan lain-lain. Alhamdulillah sudah bukaan 3. Dan saya ke lantai 1 untuk Check-in. Istri dibawa kekamarnya. Kami tidak mengambil ruang VIP namun mengambil Ruang Kelas 1, dibawahnya. Pertimbangan mengambil ruang VIP sebelumnya adalah untuk menjaga hijab istri. Dan pertimbangan mengambil ruang kelas 1 adalah setelah kami tahu bahwa meski di ruang kelas 1, yang mana ada dua pasien tetap ada hijab. Dan yang lebih penting, ternyata semua kelas persalinannya diruang tertutup yang baik. Ini terjadi karena kami tidak pernah kerumahsakit sebelumnya. Hal yang mengesankan disana adalah ketika istri saya curhat tentang sikap salah satu bidan kepadanya, ia mengatakan ada bidan yang tidak ramah dan kasar saat cek sendiri diruang persalinan. Istri saya berkata, bidan itu berkata: “Ck..ck. Bagaimana bu upaya teraphynya. Diteraphy apa sih. Hipno-hipno gitu itu ya?” Katanya tanpa beban, bahwa seharusnya kamilah yang berkata dengan bangga karena tidak menerima atau menolak induksi minggu kemarin. Bayangkan kalau minggu kemarin melakukan induksi, pasti gagal karena belum saatnya. Dan kalau induksi gagal maka tindakan selanjutnya adalah Caesar. Istri saya menjawab: “Bukan, suami saya hanya membacakan al Qur’an kepada saya. Namanya terapy Ruqyah”. “Hh.. Yang paling penting kan mulesnya, untuk bukaan itu ya harus mules bukan diruqyah”. Kata bidan itu, menyakiti hati saya saat mendengarnya dari istri. Saya hanya berkata; “Sabar. Ini belum seberapa. Mereka hanya tidak tahu”. Jam demi jam, menit demi menit, detik demi detik selanjutnya saya mengawasi setiap gerak dan tindakan. Disamping istri, mengatur strategi, mengatur waktu, memotivasi, menemani dan yang terpenting memastikan si kaka Rafiq tidak bosan. Bukaan 4, 5, 6 dan 7 berlalu menggembirakan meski lebih lama dari normal. Prediksi lahiran adalah selepas dzuhur, selambatnya ashar. Sebelum ganti shift bidan menyimpulkan, selambat-lambatnya maghrib insyaAllah lahir. Murotal Al Qur’an terus mengalir mewarnai keluh kesah hati kami. 18 April 16, 02.40 PM. Bidan shift sore datang, berwajah tegas-professional dan berkata; “Bu. Check lagi”. Ia memegang perut istri, memasang alat denyut jantung dan mencetaknya. Dan menawarkan oksigen, serta menaruh disampingnya. Dan ia menyimpulkan masih bukaan 7, dan menyarankan dibawa keruang persalinan. Alasannya sangat logis, agar nanti tidak buru-buru saat kontraksi. Dan saya menerimanya tanpa alasan. 18 April 16, 02.55 PM. Istri sudah diruang persalinan, dipasang infus dan selang oksigen. Hal ini membuat ayah mertua panic dan menelpon ibu mertua untuk segera kejakarta. Saya memperhatikan dengan seksama, drama ini. 18 April 16, 03.03 PM. Suster tadi kembali dan membawa selembar kertas dan papan yang ia dekap didadanya. “Bapa, ini sudah jam 3, dan saatnya lahiran. Namun kondisi mulas malah makin berkurang. Saya izin untuk memasang akselerator” kata bidan itu sangat elegan membuat saya hati-hati untuk bicara. “Akselerator, apa bedanya dengan induksi?” Jawab saya. “Beda. Kalau induksi itu membuat mulas sebelum mulas. Kalau akselerator itu menambah mulas setelah mulas. Agar lancer dan cepat lahir.” Katanya sambil senyum. Saya diam. Dan lalu menimpali. “Sama saja. Apa tidak bisa tunggu sebentar?” Kata saya kemudian. “Sudah saatnya pa, ini saran dokter” katanya. Padahal entah dimanakah bu dokter itu. “Kalau tunggu dulu bagaimana, saya kan bilang tidak mau di induksi?” Jawab saya. “Kalau bapa nolak, bapa harus menandatangani bahwa bapa menolak tindakan medis” Katanya sambil menggerak-gerakan kertas ditangannya dan tidak lupa senyum. “Tunggu satu jam!” Tukas saya. “Iya, kalau bapa nolak harus tanda tangan. Lagian, bapa ini sudah dua kali nolak induksi. Kita harus cek, ada apa ini?” Katanya membuat urat leher saya menegang. “Baik, apa susahnya tanda tangan? Tapi tujuan anda minta izin kan sebagai persetujuan. Dan ingat, praduga dokter itu juga bisa salah. Saya menunggu dari 2 minggu lalu detik-demi-detiknya. Dan, bayangkan kalau saya setuju induksi minggu lalu. Sudah rusak istri saya. Jangan samakan saya dengan pasien-pasien BPJS anda!” jawab saya meninggi. Suster itu diam, dan berkata singkat; “Baik” lalu pergi. 6 Jam dari saat itu adalah waktu sulit kami. Tidak ada poses bukaan, mulas sudah berkurang. Suster tidak lagi diruangan hanya sesekali mengecek. Diruangan sebelah terdengar jeritan tangisan bayi berulang-ulang menandai telah lahir jiwa baru. Namun kami masih menunggu, dan disaat itu pula Allah tunjukan keagungan-Nya. 18 April 16, 07.40PM. Maghrib dan Isya sudah berlalu, do’a sudah dihantar kelangit. Al Qur’an mengalun, ruangan sepi. Diblok lain Rafiq bersama bibinya sudah tertidur pulas setelah main sendiri seharian tanpa ayah dan ibunya. Dan ini adalah hal pertama baginya. Mertua saya pergi ke Airport menjemput ibu Mertua. Tinggal saya dan Istri. Wajah istri mulai pucat sudah lebih dari 20 jam proses bukaan 3 sampai 7 dan terkunci disini. Bidan mengabarkan; “Pa. jika bapa tetap tidak mau induksi. Sebaiknya dibawa lagi ke kamar inap”. Saya hanya mengangguk lemas, namun didada saya masih membara sebuah keyakinan bahwa Allah menciptakan sesuatu dengan perencanaan dan jalan-jalan. Jangankan janin manusia, anai-anai dan semut kecil saja sudah Allah atur hidup dan matinya. Milyaran bakteri Allah atur hidup matinya dalam hitungan jam, apalagi manusia. Suster sibuk diruang sebelah, dan saya melepaskan genggaman tangan istri dan meletakannya di perut. Mulai melakukan upaya terakhir, sebelum istri dibawa kembali ke ruang rawat inap. PROSES RUQYAH 2. Pertama saya memberitahu dan mengajak istri untuk menghentikan proses dzikir. Karena selama proses menunggu bukaan berikutnya, saya sarankan istri untuk beberapa kalimah yang agung, diantaranya; berdzikir “Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntum minadzolimiin”, karena itu yang diucapkan Nabi yunus saat ada dalam puncak kesulitan diperut ikan. Juga dzikir “Ya Hayyu Ya Qayyum” karena itu hal yang diucapkan Nabi sholallahu alaiyhi wa sallam saat ia ada dalam kondisi genting. Selanjutnya, karena masih punya wudhu, saya langsung memulainya dengan Ta’awudz, Basmallah dan surah al Fatihah dengan suara lirih dan kemudian semakin menguat. Posisi bibir sangat dekat dengan Rahim istri. Seperti ruqyah biasa saya mulai dengan Al Fatihah, Al Baqarah (1-4, 163-164, 255-257, 284-286) dan saya mengulang-ngulang secara menyeluruh tiap ayatnya sebanyak 3 sampai 7 kali, dan mengulangnya lebih banyak pada surah al Baqarah ayat 257. Kemudian dilanjut surah Al Imrah ayat 18-19 dan pada ulangan yang ke3 atau 4 saya mendengar istri berbisik lirih. “Bi. Ada sesuatu yang mengalir keluar”, katanya. Dan saya mengecek ternyata ada cairan, lendir dan bercampur darah mengalir. Saya memberitahu suster yang ada diluar da nada dua suster yang masuk mengecek dan positive ketuban pecah. Allahuakbar! Kedua suster itu pun segera membenahi ruangan dan peralatan yang disiapkan. Saya mengabari ayah ibu mertua dan juga ayah ibu kandung, memohon do’a mereka agar dimudahkan. 18 April 16, 08.50 PM Ketuban pecah dan Bukaan 8. 18 April 16, 09.40 PM Bukaan 9. 18 April 16, 10.10 PM, Dokter datang dan kepala bayi sudah meraksuk keluar. Dokter sigap menangani proses lahiran dan jam 10.15 malam itu Salman Al Farisi, putra kedua kami terlahir dengan sempurna. Berat 3.04 kg dan panjang 50cm. Saya memuji Allah subhanahu wa ta’ala dan membacakan ucapan selamat datang kepada putra kedua dengan lantunan Syahadatain ditelinganya dan kemudian mentahniknya. Sesaat setelah lahiran, dan bayi mulai di observasi. Seorang suster yang baik hati, yang mengurusi proses terakhir lahiran itu berkata kepada Istri; “Bu. Disamping sedang operasi Caesar, padahal ia masuk bareng ibu dan saat itu ia juga disaranin induksi namun gagal”. Banyak sekali proses Induksi dan Caesar yang tidak wajar terjadi, tidak semua kesalahan terjadi pada praktisi medis karena mereka hanyalah instrument dari dunia farmasi dan industri rumahsakit. Kesalahan terbesar adalah pada sistem yang jahat dan kelemahan iman yang membuat ketawakalan seseorang berkurang, terlindas dunia dan orang-orang materialist. 19 April 16, 05PM, Dokter mengizinkan pulang. Seharian dikamar inap, saya dan istri mendengar rintihan pasien sebelah yang tidak henti-hentinya. Beliau di Caesar 2 hari kemarin dan hari pertama memang tidak ada tanda-tanda penderitaan, namun hari kedua saya menyaksikan derita wanita-wanita yang dioperasi. Rasa panas bekas sayatan dan jahitan, juga sakit yang menjalar dipunggung dan kepala. Selama masih ada tawakal yang tersisa, maka jangan sekali-kali serahkan istri anda untuk di Caesar. Tindakan ini hanya boleh diambil saat tidak ada pilihan, atau dalam kondisi khusus. Jangan cepat menelan mentah-mentah apa yang diprediksi dokter pengobatan dokter adalah dugaan manusia sementara Al Qur’an adalah wahyu yang pasti. Wallahu ta’ala alam.
   
Jumlah Posts : 73
Jumlah di-Like : belum ada like
buat yg beragama islam silahkan di bca sampai sel3sai ini certa nyta dr ust nai peruqyah internasional.. Nuruddin Al Indunissy CAESAR & AL QUR’AN, SEBAGAI SOLUSINYA. KEMARIN · PUBLIK Bismillah Assholatu wa Sallamu ala Rosulillah. Segala puji hanya milik Allah, Rabb yang maha luas dan kekal kasih sayangnya. Tulisan ini saya persembahkan bagi jiwa-jiwa yang sedang mencari ketenangan dan kemenangan haqiqi dalam naungan kebahagiaan islam. Dalam tulisan ini saya akan kupas secara mendalam, langkah dan tahapan bagaimana melahirkan dengan senyuman dan menangkal angkuhnya kejahatan system dunia farmasi dan industry rumahsakit. RumahSakit merupakan industry jasa yang sangat erat kaitannya dengan para pemegang dunia farmasi (industry dan penjual obat), sehingga bukan rahasia jika ada system yang serakah, yang mengikat mereka agar saling menguntungkan sementara korbannya adalah manusia secara umum dan muslim yang sekuler (memisahkan agama dengan kehidupan) dan materialis (mementingkan object yang terlihat dan mengabaikan dunia spiritual yang justru lebih besar perannya). Caesarean Sections/Section Caesaria atau lebih dikenal dengan “Operasi Caesar”, merupakan tindakan medis untuk mengeluarkan bayi dari rahim ibundanya dengan membedah/menyayat abdomen (perut) ibu. Proses Caesar ini terjadi dalam hitungan menit saja dan tidak sakit karena ibunda dibius terlebih dahulu, namun sehari pasca Caesar mulai terjadi sakit yang luarbiasa pada bekas operasi, punggung dan kepala. Kadang sakit ini berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya saat ibunda batuk, bersin bahkan tertawa dan resiko pada kehamilan dan kelahiran berikutnya. Jika tindakan ini menimbulkan cacat permanent pada ibu, lalu kenapa banyak orang memilih untuk pasrah Caesar bahkan ada trend Caesar dikalangan ibu-ibu yang mengaku moderen? Maka berikut ini adalah alasan-alasan Caesar secara logis/normal: 1. Ukuran bayi terlalu besar, sementara panggul sang ibu kecil. 2. Bayi menderita kelainan misalnya spina bifida. 3. Posisi kepala janin tidak berada di bawah atau sungsang. 4. Sang ibu memiliki penyakit jantung atau kondisi medis lain yang berisiko memburuk akibat tekanan saat melahirkan. 5. Penurunan suplai darah ke plasenta sebelum kelahiran. Hal ini dapat menyebabkan bayi lahir dengan tubuh kecil. 6. Plasenta menghalangi leher rahim. 7. Luka terbuka yang disebabkan infeksi herpes genital yang aktif. 8. Sang ibu terinfeksi virus HIV. 9. Terdapat lebih dari satu janin dan kondisi kehamilan yang kompleks misalnya posisi janin yang kurang ideal atau kembar siam. Dan alasan lainya. Adapun trend Caesar, yang merupakan pilihan sendiri, baik karena menghindari sakitnya proses lahiran normal (semisal mulas pada bukaan 1 hingga 10, kerusakan/luka jahitan pada vagina, proses bukaan yang lama atau sakitnya saat melahirkan itu sendiri) ataupun ikut trend Caesar untuk memilik tanggal lahir yang cantik (caesar yang direncanakan) itu merupakan resiko sendiri dan bukan kesalahan dunia medis. Namun dari sebuah survey yang dikutip dari sebuah buku kehamilan oleh Nadia Mulya menunjukkan bahwa 394 responden memilih caesar karena beragam alasan. Sebanyak 83.5% di antaranya mengaku harus bersalin caesar karena keputusan dokter (komplikasi medis) atau ada indikasi medis yang mengancam keselamatan ibu dan bayi. Semoga Allah merahmati para dokter dan bidan yang jujur, memudahkan kehidupannya di dunia dan akhirat karena ini bagian dari profesi yang luhur yang menjadi solusi bagi kesulitan umat manusia di dunia modern ini. Masalah kemudian timbul, saat sebuah system memaksa mereka untuk melakukan hal yang ditolak nurani setiap manusia yang hidup hatinya. Bagaimana sikap seoran mukmin yang beriman pada taqdir menyikapi hal ini? Bukankah Allah azza wa jalla telah menentukan sunnatullah pada setiap wanita untuk mengalami kelahiran dengan normal jauh sebelum adanya Sectio Cesaria? Telah lama saya menghembuskan adanya indikasi gangguan non-medis pada proses Caesar, beberapa tahun silam saya mulai menteorikan lengkap dengan solusinya untuk mengatasi Caesar yang tidak direncanakan ini. Sebagaimana penelitian pribadi saya tentang adanya campur tangan musuh-musuh Allah (syaitan) pada banyak penyakit dalam yang kemudian mengarah pada operasi besar. Banyak sekali penyakit pada jasad yang divonis operasi (setelah melalui proses scaning yang moderen) namun kemudian tidak ditemukan penyakitnya. Alhamdulillah, dari training-training yang digelar dibawah bendera Yayasan RehabHati dan Yayasan Qur’anic Healing di Indonesia dan Malaysia banyak sekali testimony membahagiakan dari saudari-saudari kita yang tidak jadi Caesar setelah diupayakan melalui upaya spiritual dengan Teraphy Al Qur’an (ruqyah syariyyah), do’a dan sinerginya dengan Ath Tib An Nabawai atau metode pengobatan ala Nabi dengan memaksimalkan konsumsi Madu, Habbatussauda, Zaitun dan herbal Sunnah yang penuh berkah lainnya juga tidakan bekam dan upaya pengobatan tradisional lain. Alhamdulillah, bayi-bayi telah lahir dengan sempurna atas keagungan dan kekuasaan Allah melalui kedahsyatan teraphy Al Qur’an beberapa tahun kemudian setelah teori itu ditrainingkan. Bahkan salah satu trainer RehabHati yang juga praktii medis di salah satu RumahSakit Islam di Kota Wonogiri memberikan testimony yang mengejutkan bahwasannya setelah direktur rumahsakit yang juga kawan saya mengeluarkan intruksi untuk meruqyah setiap pasien yang mau Caesar 2 jam berikutnya banyak sekali –sekali lagi, banyak sekali– pasien yang tidak jadi dicaesar karena telah lahir terlebih dahulu. Anda pun, insya Allah akan melihat ramai testimony dibawah tulisan ini tentang kesaksian mereka yang telah mendapatkan berkah dari teraphy Al Qur’an ini. Setelah tahun demi tahun saya lalui dalam mensosialisasikan ruqyah syariyyah bersama team, Desember 2014 lalu saya Allah beri amanah seorang putera. Alhamdulillah lahir normal di salahsatu rumahsakit di kota Kediri. Tidak ada masalah, meski sebenarnya saya miris melihat beberapa suami dengan begitu mudahnya membubuhkan tanda-tangan Caesar untuk istrinya melalui jalur BPJS. Waktu berlalu cepat, April 2016 ini Allah memberi amanah yang kedua setelah melalui perjuangan yang panjang. Saya, ingin setiap ibu, setiap muslimah dan mukminah membaca tulisan dari jari seorang ayah ini. Seorang ayah yang mengerti bahwa melahirkan itu rasanya seperti setengah kematian, dan setelah lahiran nanti masih ada perjalanan panjang yang harus dilalui dengan tabah untuk mencapai jannah-Nya. 1 April 2016, saya sedang dalam perjalanan dari kota Sukabumi menuju kota Bogor. Istri memberitahu bahwasannya, besok, sepertinya tidak bisa menemani saya mengisi Mega Training RehabHati di kota Bogor karena mulai merasakan mulas dan sakit perut. Dan saya mengizinkannya, tentu saja meski saya tidak bisa menemani beliau mengingat MegaTraining di Bogor ini adalah salah satu event Pelatihan Ruqyah terbesar yang dikonsep beberapa bulan sebeumnya untuk menyakinkan 1000 peserta yang telah teregistrasi untuk hadir itu merasa nyaman, aman dan terkesan dalam menikmati Traning dan Teraphy Al Qur’an Gratis yang diselenggarakan Team RumahRehab Bogor. 2 April 2016, saya mengisi training dengan gelisah. Sambal sesekali melihat Handphone, seandainya saja ada kabar emergensi dari rumah karena diprediksi kisaran 12 April 2016 ini istri akan melahirkan anak keduanya. Dan malam harinya saya langsung pulang ke rumah kontrakan saya di Kota Wisata, Cibubur. 3 April 2016, Alhamdulillah kekhawatiran saya terobati. Istri sepertinya bukan mulas indikasi akan melahirkan, namun sakit perut biasa. Saya mengajak istri untuk check-up kerumahsakit, namun ia menolaknya. Saya menghormati keputusannya, dan diam-diam bertekad seandainya hingga besok dzuhur istri menolak kerumah sakit saya akan mengkondisikan agar ia bersedia dirawat. 4 April 16, 12.15 PM selepas dzuhur beliau memberi tahu bahwa lututnya mulai gemetar. Saya kaget ketika beliau mengatakan bahwa sehari semalam ini lebih dari 10 kali ke kamar mandi. Saya melihat indikasi muntaber, dan ini berbahaya, dalam kondisi mengandung bisa dehidrasi. 4 April 16, 12.45 PM taksi sudah ada didepan rumah dan membawa kami kesalah satu rumah sakit termegah di daerah ini, tentu saja bukan karena saya cukup uang namun untuk memastikan kenyamanan istri karena ini adalah hak dunia medis. Qodarullah, macet menghadang dan jam 14.00 Dokter kandungannya sudah pulang, dan baru akan buka lagi jam 17.00, akhirnya saya istri dan putra saya yang baru berusia 15 bulan belok ke salahsatu Mall untuk menunggu dokter. 4 April 16, 17.40 PM kami sudah bersama dokter pribadi istri, ia seorang muslimah muda yang ramah, berkerudung dan professional. Beliau menyimpulkan bahwa istri dehidrasi, dan air ketuban ada pada level 8 (standar sehat ada pada level 10). Dan saya menyetujui istri dirawat malam itu. Malam itu saya mulai merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang ayah, menggendong anak kesana-kemari, check-in rawat inap, tanda tangan sana-sini, dan yang lebih berat mengkondisikan bayi tidur dirumahsakit. Alhamdulillah, semua berlalu dengan baik karena kami mengambil kelas ruang rawat inap VIP. Cukup luas untuk saya dan anak saya, babysitter, dan tentunya istri yang malam itu divonis dehidrasi dan muntaber. Setelah check-up, USG, dirawat dan check lab diketahui bahwa muntaber istri disebabkan Jamur. Dan dokter, pagi itu memberitahukan dengan senyum lega bahwa untuk Jamur sudah ada obatnya. Istri boleh pulang pagi berikutnya. 5 April 16, 11.30 AM, Alhamdulillah kami pulang dengan tenang. Dan dihari yang sama bidan memberitahu kami bahwa kondisi kandungan sekarang aman dan sudah “bukaan 1”. Dalam proses persalinan ada proses yang bernama “Pembukaan”, pembukaan atau bukaan yang dimaksud adalah pembukaan atau prosesnya mulut Rahim dari 1 hingga 10. Proses bukaan ini terjadi secara bertahap dan alami, ada semacam asam atau gas yang mendorong bayi keluar. Bayi terdorong keluar karena dorongan gas dan mengkerutnya Rahim, sehingga mulut Rahim terbuka secara bertahap. Ini proses harus dilalui seorang ibu dengan tabah, sabar dan tawakkal. Jika menyerah, maka alternative lain adalah Caesar. 8 April 2016, istri masih muntaber dan semakin lemah. Seakan obat itu tidak mempan. Dan kami kembali lagi check-up, kerumahsakit yang sama. 8 April 2016, 9.30AM kami masuk melalui pintu IGD, dan langsung dibawa keruang persalinan. Di check, dan masih bukaan 1 dan kondisi makin lemah. 8 April 2016, 9.35 AM dokter dan 1 perawat disampingnya menyampaikan kepada saya bahwa kondisi semakin lemah, dan Air ketuban semakin menyusut. Prediksi beliau sudah “Level 6”, hingga disarankan untuk diberi perangsang (Induksi) atau Cesar. 8 April 2016, 9.50 AM, saya memutuskan untuk menolak dan mengupayakan sendiri terlebih dahulu dirumah. “Saya sendiri praktisi pengobat, seperti dokter. Hanya saja, kalau dokter dibidang medis saya bagian non-medis. Saya telah banyak menembukan bahwa masalah seperti ini ada indikasi non-medis, jadi saya ingin mengupayakan terlebih dahulu dirumah”. Dokter tersenyum dan mengangguk, beliau menyerahkan sepenuhnya kepada saya, dan kami pun pulang. 8 April 2016, 12.30 PM, saya kembali sampai dirumah. Otak saya mulai berputar mencari cara, teringat sahabat saya ust. Rahmat Bekam, ketua PBI Jabar sekarang yang selama ini memberikan saran-saran herbal secara ilmiah tentang penyakit melalui tinjauan medis. Dan Istri beliau, yang juga seorang Herbalis dan Bidan Thibun Nabawi memberi 4 saran kepada istri: 1. Konsumsi Habbatussauda (menambah mules). 2. Zaitun untuk melancarkan kelahiran, oles dan minum. 3. Minum air kelapa (untuk menormalkan kembali air ketuban) meskipun sebenarnya tidak ada cara untuk menambah air ketuban. 4. Bekam di pinggang. Dan pergelangan kaki kanan dibawah mata kaki yang merupakan titik untuk melancarkan proses pembukaan. Beliau juga, seperti saya kutif dari istri, menyarankan untuk ruqyah. “Jangan lupa ruqyah”, katanya. Saya teringat, beberapa tahun lalu pernah menemukan kasus dan menteorikan bahwa salah satu titik persembunyian syaitan yang menyebabkan keguguran adalah pada pergelangan atas kaki kanan dibawah mata kaki. 8 April 2016, 18.20 PM, selepas maghrib saya mulai mengawali proses ruqyah pada istri. PROSES RUQYAH 1 Ruqyah Syariyyah merupakan proses pembacaan Ayat Suci Al Qur’an kepada seorang mukmin yang sedang kesulitan, terutama ketika terikat/terbelenggu sebuah kondisi yang tidak dimengerti secara logis dengan harapan mendapatkan syfa atau kesembuha dan rahmat dari Allah azza wa jalla yang menciptakan dan menjaga setiap mahluk-Nya. Diawali dengan wudhu, menunaikan shalat maghrib, dan mempersiapkan 1 liter air kelapa muda dan air putih disampingnya untuk diruqyah bersamaan dengan istri. Dan istri menggunakan hijab sempurna agar khusyuk dan merupakan bagian dari adab do’a. Setelah mengucap Taawudz, Ayat Kursi, Al Falaq dan An Nas sebagai do’a perlindungan sebelum memulai ruqyah saya mengucapkan istighfar, sholawat dan berdo’a kepada Allah agar dilancarkan proses persalinan istri. Ini adalah muqodimah awal dalam setiap ruqyah syar’ie. Selanjutnya saya sentuhkan tangan kanan saya persis diperut istri, mendekatkan bibir kepadanya dan mulai membaca do’a-do’a Nabi sholallahu alaiyhi wa sallam untuk mengawali ruqyah. Kemudian membaca al Fatihah, Al Baqarah 1-4, 102, 163-164, 255-257, 284-286, Al Imran 18-19 dan bayi didalam mulai bergerak-gerak seakan musafir kehausan mendapat air segar. Saya mengulang-ngulang ayat itu dan bayi mulai motah berputar-putar hingga istri saya gelid an memegangi perutnya. Ruqyah dilanjutkan dengan membaca surah-surah berikutnya hingga selesai. Ada kesimpulan besar disini, selama ini saya yakin bahwa bayi sungsang dan terikat ari-ari bisa lahir dengan normal hanya mendengar testimony kawan-kawan alumni pelatihan ruqyah yang saya bina dan juga video-video keajaiban Al Qur’an saat dibacakan pada janin dalam kandungan dan kemudian bayi sujud –saat itu– saya merasakan sendiri bahwa bayi tidak hanya bergerak namun berputar. Masyaa Allah.. Selanjutnya saya meruqyah Air kelapa dan air putih untuk minumannya. Saya dekatkan bibir saya kepada dua wadah air dan membacakan surah al Fatihah 7x, Al Kafiruun 1x, Al Falaq dan An Nass masing-masing 3x. Nabi sholallahu alaiyhi wa sallam membacakan surah Al Kafirun kepada air yang dicampur garam saat mengobat luka sengatan. 9 April 2016, 18.20 PM Hari itu istri mencoba check kandungan di Klinik Bersalin Ranti di daerah ciangsana cibubur dan hasilnya menakjubkan, bidan disana mengatakan dengan penuh percaya diri bahwa air ketuban normal dan sudah mulai bukaan 2. Disana mulai ada cahaya yang merekah! Bahkan sang bidan disana menyimpulkan, masih ada satu minggu waktu untuk menunggu. Dan istri mengatakan, bahkan, bu bidan lela (istri rahmat bekam) sebelumnya prediksi bahwa masih ada dua minggu waktu. Hal ini membuat saya termenung, kenapa bisa-bisanya seorang dokter specialist menyarankan induksi dengan kondisi ketuban yang menakutkan? Apakah alat-alat itu terlalu modern? Kepenasaranan ini mulai menggelitik saya untuk menggali lebih dalam tentang apa itu Air ketuban. Saya menggalinya di internet dan juga menggali beberapa informasi dari istri tentang apa yang dokter lakukan saat USG dan kemudian menyimpulkan tentang air ketuban. Dan disini ada hal yang menarik lagi. Saat USG dokter memperlihatkan melalui layar kombinasi warna gelap, biasanya, selama usia kehamilan 1-9 bulan dilayar itu terlihat kondisi bayi dan bentuknya; tangan, jemari, kepala, kaki termasuk jenis kelaminnya. Saat alat detector ditempel di perut istri, tampilan pada layar itu hanya gelap, dengan kondisi demikian artinya air ketuban sudah hamper habis (dinding rahim melekat pada bayi, karena tidak ada air atau sedikit). Saya sontak teringat banyak kasus yang dilalui dalam teraphy ruqyah, pasien mengakui dan menyebutkan jenis penyakitnya terlihat di Xray, namun saat operasi tidak ada. Jika syaitan bisa mempengaruhi electron listrik, mempengaruhi dan merusak koneksi internet, laptop bahkan beberapa kehancuran pada bentuk-bentuk jasad, maka sangat mungkin juga mempengaruhi tampilan alat dokter kandungan. Masih segar diingatan saya ketika menteraphy seorang umaht di Kenya, afrika timur. Beliau mengaku 6 kali dioperasi dan 2 kalinya adalah operasi cesar, dari 4 operasi tersebut dokter mendeteksi benda hitam pada perutnya dan ketika dibedah benda itu tidak ada. Kasus ini banyak terjadi (sekali lagi, banyak terjadi) di rumahsakit dan kemudian mereka lari ke pengobatan alternative. Baiklah, saya melanjutkan upaya secara maksimum. Mendekatkan diri kepada Allah, menolong sebanyak-banyaknya muslimin-muslimah yang bisa ditolonga dan dimudahkan dengan teraphy Al Qur’an minggu itu. Termasuk upaya sedekah sesuai yang Allah mampukan dan takdirkan kepada kami, juga ibadah-ibadah lainnya. Berharap Allah subhanahu wa ta’ala mengampuni kami, karena tidak ada kesulitan kecuali disebabkan dosa dan kesalahan kita sendiri. Dihari yang sama saya mengisi private teraphy di rumah rehab bogor, 1 jam dari rumah. Hari itu saya sudah agak lega, tinggal menunggu hari lahir. Namun jujur, minggu itu kami lalui dengan sangat lama. “Hikmah itu selalu ada, dalam situasi tersulit sekalipun. Saat kita terbentur pada sebuah kondisi "tidak ada pilihan", sementara kaki lelah dan harus terus melangkah --maka-- disana Allah sedang mengajari kita untuk tabah. Menundukan kepala dalam-dalam, menyadari bahwa kita ini lemah tidak berdaya dihadapan ketetapan Allah yang maha gagah perkasa. Merasakan sebuah kekuatan sedang mengatur kita dengan kemahaanNya” 17 April 16, 11.35 PM. Istri saya mulai merasakan mulas hebat. Bapa Mertua dari Kediri sudah berjaga-jaga, dan Rafiq kecil tertidur pulas. Sambil memangkunya, saya berfikir keras. Seandainya dibawa kerumah sakit, apa yang akan terjadi dengan dia? Akhirnya kami menyimpulkan untuk kerumahsakit besok pagi. 18 April 16, 05.40 AM. Kami sudah ada diruang IGD, dan Istri dibawa ke ruang persalinan. Check-up dan lain-lain. Alhamdulillah sudah bukaan 3. Dan saya ke lantai 1 untuk Check-in. Istri dibawa kekamarnya. Kami tidak mengambil ruang VIP namun mengambil Ruang Kelas 1, dibawahnya. Pertimbangan mengambil ruang VIP sebelumnya adalah untuk menjaga hijab istri. Dan pertimbangan mengambil ruang kelas 1 adalah setelah kami tahu bahwa meski di ruang kelas 1, yang mana ada dua pasien tetap ada hijab. Dan yang lebih penting, ternyata semua kelas persalinannya diruang tertutup yang baik. Ini terjadi karena kami tidak pernah kerumahsakit sebelumnya. Hal yang mengesankan disana adalah ketika istri saya curhat tentang sikap salah satu bidan kepadanya, ia mengatakan ada bidan yang tidak ramah dan kasar saat cek sendiri diruang persalinan. Istri saya berkata, bidan itu berkata: “Ck..ck. Bagaimana bu upaya teraphynya. Diteraphy apa sih. Hipno-hipno gitu itu ya?” Katanya tanpa beban, bahwa seharusnya kamilah yang berkata dengan bangga karena tidak menerima atau menolak induksi minggu kemarin. Bayangkan kalau minggu kemarin melakukan induksi, pasti gagal karena belum saatnya. Dan kalau induksi gagal maka tindakan selanjutnya adalah Caesar. Istri saya menjawab: “Bukan, suami saya hanya membacakan al Qur’an kepada saya. Namanya terapy Ruqyah”. “Hh.. Yang paling penting kan mulesnya, untuk bukaan itu ya harus mules bukan diruqyah”. Kata bidan itu, menyakiti hati saya saat mendengarnya dari istri. Saya hanya berkata; “Sabar. Ini belum seberapa. Mereka hanya tidak tahu”. Jam demi jam, menit demi menit, detik demi detik selanjutnya saya mengawasi setiap gerak dan tindakan. Disamping istri, mengatur strategi, mengatur waktu, memotivasi, menemani dan yang terpenting memastikan si kaka Rafiq tidak bosan. Bukaan 4, 5, 6 dan 7 berlalu menggembirakan meski lebih lama dari normal. Prediksi lahiran adalah selepas dzuhur, selambatnya ashar. Sebelum ganti shift bidan menyimpulkan, selambat-lambatnya maghrib insyaAllah lahir. Murotal Al Qur’an terus mengalir mewarnai keluh kesah hati kami. 18 April 16, 02.40 PM. Bidan shift sore datang, berwajah tegas-professional dan berkata; “Bu. Check lagi”. Ia memegang perut istri, memasang alat denyut jantung dan mencetaknya. Dan menawarkan oksigen, serta menaruh disampingnya. Dan ia menyimpulkan masih bukaan 7, dan menyarankan dibawa keruang persalinan. Alasannya sangat logis, agar nanti tidak buru-buru saat kontraksi. Dan saya menerimanya tanpa alasan. 18 April 16, 02.55 PM. Istri sudah diruang persalinan, dipasang infus dan selang oksigen. Hal ini membuat ayah mertua panic dan menelpon ibu mertua untuk segera kejakarta. Saya memperhatikan dengan seksama, drama ini. 18 April 16, 03.03 PM. Suster tadi kembali dan membawa selembar kertas dan papan yang ia dekap didadanya. “Bapa, ini sudah jam 3, dan saatnya lahiran. Namun kondisi mulas malah makin berkurang. Saya izin untuk memasang akselerator” kata bidan itu sangat elegan membuat saya hati-hati untuk bicara. “Akselerator, apa bedanya dengan induksi?” Jawab saya. “Beda. Kalau induksi itu membuat mulas sebelum mulas. Kalau akselerator itu menambah mulas setelah mulas. Agar lancer dan cepat lahir.” Katanya sambil senyum. Saya diam. Dan lalu menimpali. “Sama saja. Apa tidak bisa tunggu sebentar?” Kata saya kemudian. “Sudah saatnya pa, ini saran dokter” katanya. Padahal entah dimanakah bu dokter itu. “Kalau tunggu dulu bagaimana, saya kan bilang tidak mau di induksi?” Jawab saya. “Kalau bapa nolak, bapa harus menandatangani bahwa bapa menolak tindakan medis” Katanya sambil menggerak-gerakan kertas ditangannya dan tidak lupa senyum. “Tunggu satu jam!” Tukas saya. “Iya, kalau bapa nolak harus tanda tangan. Lagian, bapa ini sudah dua kali nolak induksi. Kita harus cek, ada apa ini?” Katanya membuat urat leher saya menegang. “Baik, apa susahnya tanda tangan? Tapi tujuan anda minta izin kan sebagai persetujuan. Dan ingat, praduga dokter itu juga bisa salah. Saya menunggu dari 2 minggu lalu detik-demi-detiknya. Dan, bayangkan kalau saya setuju induksi minggu lalu. Sudah rusak istri saya. Jangan samakan saya dengan pasien-pasien BPJS anda!” jawab saya meninggi. Suster itu diam, dan berkata singkat; “Baik” lalu pergi. 6 Jam dari saat itu adalah waktu sulit kami. Tidak ada poses bukaan, mulas sudah berkurang. Suster tidak lagi diruangan hanya sesekali mengecek. Diruangan sebelah terdengar jeritan tangisan bayi berulang-ulang menandai telah lahir jiwa baru. Namun kami masih menunggu, dan disaat itu pula Allah tunjukan keagungan-Nya. 18 April 16, 07.40PM. Maghrib dan Isya sudah berlalu, do’a sudah dihantar kelangit. Al Qur’an mengalun, ruangan sepi. Diblok lain Rafiq bersama bibinya sudah tertidur pulas setelah main sendiri seharian tanpa ayah dan ibunya. Dan ini adalah hal pertama baginya. Mertua saya pergi ke Airport menjemput ibu Mertua. Tinggal saya dan Istri. Wajah istri mulai pucat sudah lebih dari 20 jam proses bukaan 3 sampai 7 dan terkunci disini. Bidan mengabarkan; “Pa. jika bapa tetap tidak mau induksi. Sebaiknya dibawa lagi ke kamar inap”. Saya hanya mengangguk lemas, namun didada saya masih membara sebuah keyakinan bahwa Allah menciptakan sesuatu dengan perencanaan dan jalan-jalan. Jangankan janin manusia, anai-anai dan semut kecil saja sudah Allah atur hidup dan matinya. Milyaran bakteri Allah atur hidup matinya dalam hitungan jam, apalagi manusia. Suster sibuk diruang sebelah, dan saya melepaskan genggaman tangan istri dan meletakannya di perut. Mulai melakukan upaya terakhir, sebelum istri dibawa kembali ke ruang rawat inap. PROSES RUQYAH 2. Pertama saya memberitahu dan mengajak istri untuk menghentikan proses dzikir. Karena selama proses menunggu bukaan berikutnya, saya sarankan istri untuk beberapa kalimah yang agung, diantaranya; berdzikir “Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntum minadzolimiin”, karena itu yang diucapkan Nabi yunus saat ada dalam puncak kesulitan diperut ikan. Juga dzikir “Ya Hayyu Ya Qayyum” karena itu hal yang diucapkan Nabi sholallahu alaiyhi wa sallam saat ia ada dalam kondisi genting. Selanjutnya, karena masih punya wudhu, saya langsung memulainya dengan Ta’awudz, Basmallah dan surah al Fatihah dengan suara lirih dan kemudian semakin menguat. Posisi bibir sangat dekat dengan Rahim istri. Seperti ruqyah biasa saya mulai dengan Al Fatihah, Al Baqarah (1-4, 163-164, 255-257, 284-286) dan saya mengulang-ngulang secara menyeluruh tiap ayatnya sebanyak 3 sampai 7 kali, dan mengulangnya lebih banyak pada surah al Baqarah ayat 257. Kemudian dilanjut surah Al Imrah ayat 18-19 dan pada ulangan yang ke3 atau 4 saya mendengar istri berbisik lirih. “Bi. Ada sesuatu yang mengalir keluar”, katanya. Dan saya mengecek ternyata ada cairan, lendir dan bercampur darah mengalir. Saya memberitahu suster yang ada diluar da nada dua suster yang masuk mengecek dan positive ketuban pecah. Allahuakbar! Kedua suster itu pun segera membenahi ruangan dan peralatan yang disiapkan. Saya mengabari ayah ibu mertua dan juga ayah ibu kandung, memohon do’a mereka agar dimudahkan. 18 April 16, 08.50 PM Ketuban pecah dan Bukaan 8. 18 April 16, 09.40 PM Bukaan 9. 18 April 16, 10.10 PM, Dokter datang dan kepala bayi sudah meraksuk keluar. Dokter sigap menangani proses lahiran dan jam 10.15 malam itu Salman Al Farisi, putra kedua kami terlahir dengan sempurna. Berat 3.04 kg dan panjang 50cm. Saya memuji Allah subhanahu wa ta’ala dan membacakan ucapan selamat datang kepada putra kedua dengan lantunan Syahadatain ditelinganya dan kemudian mentahniknya. Sesaat setelah lahiran, dan bayi mulai di observasi. Seorang suster yang baik hati, yang mengurusi proses terakhir lahiran itu berkata kepada Istri; “Bu. Disamping sedang operasi Caesar, padahal ia masuk bareng ibu dan saat itu ia juga disaranin induksi namun gagal”. Banyak sekali proses Induksi dan Caesar yang tidak wajar terjadi, tidak semua kesalahan terjadi pada praktisi medis karena mereka hanyalah instrument dari dunia farmasi dan industri rumahsakit. Kesalahan terbesar adalah pada sistem yang jahat dan kelemahan iman yang membuat ketawakalan seseorang berkurang, terlindas dunia dan orang-orang materialist. 19 April 16, 05PM, Dokter mengizinkan pulang. Seharian dikamar inap, saya dan istri mendengar rintihan pasien sebelah yang tidak henti-hentinya. Beliau di Caesar 2 hari kemarin dan hari pertama memang tidak ada tanda-tanda penderitaan, namun hari kedua saya menyaksikan derita wanita-wanita yang dioperasi. Rasa panas bekas sayatan dan jahitan, juga sakit yang menjalar dipunggung dan kepala. Selama masih ada tawakal yang tersisa, maka jangan sekali-kali serahkan istri anda untuk di Caesar. Tindakan ini hanya boleh diambil saat tidak ada pilihan, atau dalam kondisi khusus. Jangan cepat menelan mentah-mentah apa yang diprediksi dokter pengobatan dokter adalah dugaan manusia sementara Al Qur’an adalah wahyu yang pasti. Wallahu ta’ala alam.
   
Jumlah Posts : 23
Jumlah di-Like : belum ada like

berikut informasi yang saya kutip dari artikel Infobunda "Amankah Menyusui di kala Bunda Sakit?"

Bayi yang menyusu dari wanita yang tengah sakit bisa tertular penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri, parasit dan jamur. Proses penularan bisa melalui udara, kontak kulit, dan juga melalui cairan tubuh termasuk ASI. Tetapi jangan lupa, ASI mengandung antibodi yang dibutuhkan bayi sehingga menghindarinya tertular penyakit turunan seperti diabetes, hipertensi, dll.
Jika Bunda menderita sakit yang disebabkan virus, bakteri dan jamur, seperti flu, hepatitis, cacar air, TBC Bunda masih bisa menyusui. Tetapi Bunda harus menggunakan masker mulut dan hidung untuk menghindarinya tertular. Urungkan niat untuk menciumnya. Bila menderita cacar air sebaiknya berikan saja ASI perah, apalagi kalau terdapat cacar di sekitar payudara dan areola.

dan kutipan dari Tanya Apoteker yang berjudul "meminum obat saat menyusui"
Oleh : Catur.Arizky
bolehkah ibu menyusui meminum obat2an untuk menghilangkan sakit kepala, batuk, pilek & yang lain ?
jika ibu menyusui minum obat tersebut bolehkah menyusui bayi nya atau harus ada jangka waktu untuk menyusui ?
adakah efek samping buat si bayi jika ibu menyusui meminum obat2an tersebut ?
terima kasih
      
Rachel, S.Farm, Apt menjawab
Dear Bunda, Terima kasih atas pertanyaannya.

Jika sakit, bunda dapat mengkonsumsi obat-obatan yang aman untuk ibu menyusui. Obat-obatan ini tidak akan diekskresi ke ASI sehingga tidak berbahaya untuk anak.

Obat penghilang nyeri yang mengandung parasetamol tergolong aman untuk ibu hamil dan menyusui. Obat batuk seperti obat batuk hitam atau obat herbal (misal dengan madu) aman untuk dikonsumsi saat menyusui.

Sakit pilek sebenarnya disebabkan oleh virus dan dapat sembuh dengan meningkatkan daya tahan tubuh. Saat pilek saya sarankan untuk banyak istirahat, penuhi kebutuhan nutrisi, banyak minum air putih atau jus buah. Jika perlu, konsumsi suplemen vitamin C dan Zink.

   
Jumlah Posts : 12
Jumlah di-Like : belum ada like
Kalau kata dokter anakku sih, ibu hamil dan menyusui pakai obat apa saja gak masalah. Katanya karena di dalam obat batuk kandungannya sama. Obat batuk buat bayi juga kandungannya sama dengan obat batuk orang dewasa. Hanya mungkin dosisnya berbeda.
Selain minum obat, makan makanan yang bergizi dan minum vitamin ya. Jangan lupa juga istirahat yg cukup.
   
30-04-2013 16:52:20 obat batuk & vitamin bumil
Jumlah Posts : 395
Jumlah di-Like : 4
 Dear Bunda Nury,

Terima kasih atas pertanyaannya.

Obat batuk yang tergolong aman untuk ibu hamil yaitu Obat Batuk Hitam. Mohon perhatikan kandungan OBHnya, jangan yang mengandung chlorphenine maleat (CTM) , Efedrin atau pseudoefedrin karena sebaiknya tidak dikonsumsi sewaktu hamil.

Saran saya : 
- Makan makanan bergizi, terutama buah-buahan dengan kandungan vitamin C tinggi.
- Minum banyak cairan terutama air putih.

Jika sakit berlanjut, segera berkonsultasi dengan dokter. 

Berikut adalah vitamin yang diperlukan untuk Ibu hamil adalah :

  1. Vitamin A :

  • Membantu pertumbuhan tulang dan gigi

  • Penting untuk perkembangan organ janin

  • Dapatkan dalam hati, susu, telur, wortel, bayam, brokoli, kentang

  1. Vitamin D :

  • Membantu penggunaan kalsium dan fosfor

  • Membantu penguatan tulang dan gigi

  • Dapatkan dalam susu, lemak ikan dan sinar matahari

  1. Vitamin E

  • Membantu pembentukan dan penggunaan sel darah merah

  • Dapatkan dalam kacang-kacangan, minyak sayur, bayam

  1. Vitamin C

  • Merupakan antioxidant yang melindungi kerusakan jaringan

  • Membantu pertumbuhan tulang dan gigi

  • Dapatkan dalam strawberi, jeruk, pepaya dan mangga

  1. Vitamin B1 (Thiamin)

  • Menjaga kekuatan tubuh

  • Dapatkan dalam nasi, pasta, kacang-kacangan dan buah beri.

  1. Vitamin B2 (Riboflavin)

  • Menjaga energi dan kesehatan mata

  • Dapatkan dalam daging, ayam dan ikan

  1. Vitamin B3 (Niacin)

  • Membantu kesehatan pencernaan, kulit dan syaraf

  • Dapatkan dalam roti, daging, susu dan ikan

  1. Vitamin B6 (Piridoksin)

  • Membantu meredakan rasa mual

  • Membantu membentukan sel darah merah

  • Dapatkan dalam hati, ayam, kacang-kacangan, telur dan beras merah

  1. Asam Folat

  • Mencegah cacat lahir pada bayi pada syaraf tulang belakang dan otak

  • Mendukung kessehatan plasenta

  • Dapatkan pada jeruk, stroberi dan sayuran hijau.

  1. Kalsium

  • Membantu penguatan tulang dan gigi

  • Dapatkan dalam susu, yoghurt, keju dan roti

  1. Zat Besi

  • Mencegah anemia dan kelahiran prematur

  • Membantu membentukan hemoglobin

  • Mencegah kelahiran berat badan rendah

  • Dapatkan pada hati, oatmeal, dan bayam

  1. Zink

  • Membantu produksi insulin dan enzim

  • Dapatkan pada daging, ayam, kacang-kacangan dan susu

    Demikian jawaban dari saya, semoga dapat membantu bunda.
    Terima kasih


   
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like

ASI eksklusif adalah pemberian Air Susu Ibu (ASI) tanpa makanan tambahan lain pada bayi berumur 0-6 bulan. Ibu yang sedang menyusui sangat disarankan untuk menjaga pola makannya. Artinya, jangan sampai kurang gizi dan harus bergizi. Selain itu, makanan dengan citarasa yang kuat seperti asam atau pedas juga sebaiknya dihindarkan dulu.

Air susu ibu (ASI) adalah makanan terbaik bagi bayi sejak lahir karena paling sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan bayi yang optimal ASI perlu diberikan secara eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan sampai 2 tahun. Namun tak sedikit ibu yang memiliki permasalahan menyusui karena ASI sedikit atau bahkan tidak keluar. Kemudian dengan mudahnya menyerah pada susu formula maupun MPASI dini yang sama sekali tidak aman bagi pencernaan bayi. Padahal bayi yang baru lahir memiliki cadangan makanan 3-5 hari.
 

Mengapa ibu harus berjuang untuk memberi ASI? Bukankah susu formula lebih mudah didapat?

REKOMENDASI WHO

WHO merekomendasikan para ibu untuk menyusui secara ekslusif selama 6 bulan, melanjutkannya dengan pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dari bahan-bahan lokal yang kaya nutrisi sambil tetap memberikan ASI / menyusui sampai anak berusia 2 tahun atau lebih. (World Health Assembly Resolution 54.2, 2001)

EFEK BURUK SUSU FORMULA

Telitilah komposisi pada susu formula yang mengandung pemanis, susu sapi yang bersifat allergen, serta zat-zat kimia sintetisnya. Pemberian susu formula pada bayi maupun anak ini dapat meningkatkan resiko asma, alergi, infeksi saluran pernapasan akut, oklusi pada gigi anak, infeksi dari susu formula yang terkontaminasi, kurang gizi, kanker, penyakit kronis, diabetes, infeksi saluran pencernaan, penyakit kardiovaskular (jantung), obesitas, infeksi telinga dan otitis media, terkena efek samping dari kontaminasi lingkungan, bahkan kematian pada bayi dan anak-anak.
 

Mengingat pentingnya ASI tersebut, para ibu hendaknya tidak menolak memberikan ASI dengan alasan demi menjaga kecantikan, karena kesibukan kerja, karena ASI sedikit atau bahkan berhenti produksi sehingga bayinya hanya diberi susu formula.

Tahukah Anda, ada banyak ibu yang merasa kesusahan dalam memberikan asi, baik asi kering hingga asi yg kuantitasnya sedikit, hal itu justru membuat mereka beralasan untuk tidak menyusui. Padahal jika mereka koreksi kembali pola makan, nutrisi hingga pola hidup, maka ASI yang berlimpah dan bernutrisi tinggi bisa mereka dapatkan.

Salah satu penyebab utama dari asi kering, atau jumlah asi yg sedikit, adalah kurang nya protein dalam tubuh si Ibu. Protein sendiri tidak bisa di konsumsi 1 minggu sekali, atau 1 bulan sekali, konsumsilah itu rutin secara berimbang jumlahnya (bukan hanya 1 potong tempe tahu dan 1 ayam, itu belum cukup), konsums lengkap antara hewani dan nabati SETIAP HARInya. Jika anda bingung mengatur hal tersebut, gunakanlah SPIRULINA.

Spirulina, suplemen herbal (bukan obat, dan tanpa bahan kimia/pewarna/pengawet), bermanfaat untuk:

*) Ibu Menyusui (busui)
[-] meningkatkan produksi & kualitas asi
[-] mencegah rambut rontok

*) Program Hamil (promil)
[-] meningkatkan kualitas sel sperma/telur
[-] meningkatkan potensi hamil

*) Ibu Hamil (bumil)
[-] mengatasi mual
[-] mencegah kelainan sel (cacat dll.)
[-] mencegah kelainan otak (autisme dll.)
[-] mencegah rambut rontok
[-] mencegah tulang keropos (osteoporosis)
[-] mempercepat proses pemulihan kesehatan stlh melahirkan/operasi


*) Bayi/Anak-Anak
[-] meningkatkan nafsu makan
[-] mengatasi bapil/radang (batuk/pilek)
[-] mengatasi diare/susah bab
[-] mengatasi demam
[-] memperkuat tulang & gigi
[-] meningkatkan daya ingat otak anak
[-] meningkatkan kecerdasan anak

*) Semua Orang
[-] meningkatkan daya tahan tubuh shg tidak mudah sakit meski kondisi lingkungan tdk mendukung, kalaupun sakit jadi lebih cepat sembuh
[-] mempercepat proses pemulihan setelah sakit/opname/operasi/kemoterapi
[-] mempercepat proses pemulihan setelah gym maupun aktivitas berat lainnya (mengatasi otot capek/linu)
[-] mengatasi anemia, maag, alergi, malnutrisi, vertigo, miopi (mata minus)
[-] meningkatkan hemoglobin
[-] melancarkan haid
[-] mengatasi malnutrisi
[-] membersihkan darah
[-] membuang racun dalam tubuh (detoksifikasi)
[-] membantu masalah menopause
[-] memperlambat proses penuaan
[-] menghapus radikal bebas
[-] sbg antioksidan alami & anti kanker
[-] memperbaiki sistem pencernaan

Hati-Hati Produk Tiruan! Spirulina kami tidak dijual di apotek/toko obat lainnya, hanya dijual disini.
---------------------------------------

1btl Spirulina isi 120tab Rp 205rb
Info/Order: 0888.246.256.0

----------------------------------------

Alami, Aman, & Halal
POM TL 054 415 341


Apakah Semua Jenis Spirulina Sama?
Jawabannya, Kandungan Spirulina Kami BEDA!

Komposisi Spirulina:

*) Protein +/- 60% (Asam Amino - esensial)
[-] Isoleusice
[-] Leucine
[-] Lysine
[-] Methionine
[-] Cystine
[-] Phenylalanine
[-] Threonine
[-] Tryptophane
[-] Valine

*) Karbohidrat +/- 14%
[-] Ramnose
[-] Phosphorolated Cyclitois
[-] Asam Glucosamine Muramic
[-] Glycogen
[-] Asam Scialic

*) Lipid +/- 6%

[-] Asam Palmitic (asam lemak jenuh)
[-] Asam Linoleic (FA jenuh)
[-] Asam Gamma Linoleic (Omega 6)
[-] Asam Alpha Linolenic (Omega 3)
[-] Chlorophyll-a
[-] Beta sitosterol
[-] Beta carotene

*) Vitamin

[-] Biotin
[-] Cyanocobalmin
[-] Delta-Calcium Panthothenate
[-] Folic Acid
[-] Inositol
[-] Nicotinic Acid (PP)
[-] Pyridoxine (Vit.B6)
[-] Riboflavine (Vit.B2)
[-] Thiamin (Vit,B1)
[-] Tocopherol (Vit.E)
[-] Ascorbic Acid (Vit.C)

1 tablet Spirulina kami setara dengan:

*) Betakaroten: 25 buah wortel
*) Klorofil: 20 buah wheatgrass
*) Vit.B1: 16 ekor ikan sarden + 8 mangkok nasi
*) Vit.B2: 4 buah kentang
*) Vit.B3: 8 buah lemon
*) Vit.B6: 4 asparagus
*) Vit.B12: 4 potong hati sapi
*) Kalsium: 6 gelas susu
*) Protein: 3 potong daging sapi
*) Asam Gamma Linoleic (Omega 6): 3 tangkai bunga primrose

---------------------------------------
1btl Spirulina isi 120tab Rp 205rb
Info/Order: 0888.246.256.0


 

   
16-01-2009 13:17:42 biar ASI lancar
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10

IBU MENYUSUI PERLU TAMBAHAN ZAT GIZI

Zat gizi ibu di masa menyusui sangat berpengaruh untuk kualitas dan kuantitas ASI.

"Seringkali para ibu lebih mementingkan gizi makanan ketika sedang hamil, tapi tidak demikian saat menyusui. Padahal, tak hanya di waktu hamil, saat menyusui pun kebutuhan akan zat gizi jadi bertambah," ungkap DR. dr. Saptawati Bardosono, M.Sc., dari SEAMEO-TROPMED RCCN, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Mengapa? Karena ibu dituntut memproduksi ASI yang kuantitas maupun kualitasnya harus memadai selama 6 bulan. Oleh karena itu, kebutuhan gizi masa menyusui ini juga sangat penting. Jika ibu tidak memperhatikan hal ini tentu akan berpengaruh pada kualitas dan kuantitas ASI-nya.

Berikut ini adalah zat-zat gizi yang harus menjadi asupan ibu setiap hari.

* Kalori

Kebutuhan kalori ibu per hari harus terdiri atas 60-70 persen karbohidrat, 10-20 persen protein, dan 20-30 persen lemak. Kalori ini didapat dari makanan yang dikonsumsi ibu dalam sehari. Di masa menyusui, kebutuhan ini bertambah sebanyak 500 kalori dari keadaan normal. Jadi, bila ibu biasa makan sehari 3 kali, maka sekarang harus jadi 4 kali. Boleh juga tetap sehari 3 kali, tapi dengan porsi yang lebih banyak.

Tambahan kalori ini harus ada karena dalam 6 bulan pertama ibu harus menghasilkan 750 cc ASI per hari. Untuk 6 bulan kedua lebih sedikit lagi, sekitar 600 cc ASI per hari. Jumlahnya jadi lebih sedikit karena di usia itu bayi sudah mendapat tambahan makanan lain, sehingga kebutuhan mengisap ASI-nya sudah tidak terlalu banyak lagi. Sementara itu, jumlah ASI yang diproduksi juga tergantung pada seberapa sering payudara menerima rangsangan isapan bayi.

* Protein

Kebutuhan protein ibu dalam keadaan normal biasanya sekitar 40 gram per hari. Selama menyusui, untuk 6 bulan pertama kebutuhannya harus ditingkatkan sebesar 15 gram dan 6 bulan kedua sebanyak 12 gram. Dengan adanya tambahan protein ini diharapkan ASI yang dihasilkan mengandung protein berkualitas.

Bila ibu menyusui tak menambah asupan protein, maka selama produksi ASI berlangsung kebutuhan tambahan protein itu akan diambil dari protein ibu yang ada di ototnya. Akibatnya, ibu menjadi kurus. Secara alamiah, ibu memang akan merasa lapar sekali setelah menyusui bayinya. Ini karena protein dari tubuhnya ada yang diambil.

Zat protein yang dibutuhkan ibu menyusui bisa diperoleh dari makanan yang banyak mengandung protein, baik hewani, seperti daging, sapi, ayam, ikan, seafood, telur, atau susu dan juga nabati, seperti tahu, tempe, dan kacang-kacangan.

Tentunya dalam mengonsumsi protein ini, ibu tak perlu repot dengan menimbang besarnya tambahan protein tersebut, tapi cukup dikira-kira saja. Kalau biasanya dalam sekali makan ibu mengambil satu potong lauk, maka sekarang ditambah jadi dua potong.

* Lemak

Mungkin ada ibu yang takut gemuk bila zat lemaknya harus ditambah. Bagaimanapun, secara kuantitas, papar Tati, kebutuhan lemak tetap harus memenuhi proporsi kebutuhan kalori seharinya, yaitu sekitar 20-30 persen. "Kalau kebutuhan kalori ibu bertambah, otomatis kebutuhan gram lemaknya pun bertambah sesuai proporsi tadi."

Untuk bisa menghasilkan ASI berkualitas dibutuhkan zat-zat lemak tak jenuh ganda. Lemak ini dibutuhkan bayi untuk perkembangan otak dan retina matanya. Asam lemak tak jenuh ganda dalam ASI akan terbentuk bila ibu mengonsumsi bahan makanan seperti minyak jagung atau minyak biji kapas dan ikan dari peraiaran laut dalam, seperti haring atau salmon yang mengandung asam lemak tak jenuh.

* Mineral

Mineral dan vitamin termasuk mikronutrien, yaitu zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Pertambahannya pun bagi ibu menyusui tak begitu menonjol, karena yang dibutuhkan sedikit sekali, hanya dalam hitungan ukuran miligram atau bahkan mikrogram. Ini karena bagaimanapun, kandungan mineral dalam ASI biasanya konstan.

Namun bukan berarti kebutuhan mineral boleh diabaikan. Beberapa mineral yang pemenuhannya harus mendapat perhatian adalah zat besi. Zat besi yang berasal dari ASI mudah diserap bayi dibandingkan dengan zat besi yang terdapat pada susu sapi. Dari ASI, bayi bisa menyerap zat besi sebanyak 50 persen, sedangkan dari susu sapi sekitar 10 persen atau kurang. Oleh karena itu, ibu menyusui diharapkan banyak mengonsumsi makanan yang merupakan sumber zat besi, seperti hati, sumsum tulang, telur, dan sayuran berwarna hijau tua.

Selain itu, mineral lainnya yang sangat dibutuhkan adalah yodium. Ibu menyusui sebenarnya mudah memperolehnya dari garam yang beryodium. Ada lagi mineral lain yang dibutuhkan, walau sedikit, yaitu seng, magnesium dan selenium, yang bisa didapat dari makanan hewani.

* Vitamin

Ada dua macam vitamin, yaitu vitamin larut dalam lemak dan larut dalam air. Keduanya dibutuhkan untuk memenuhi standar kualitas ASI. Yang larut dalam lemak adalah vitamin A, D, E, dan K. Untuk vitamin K, bayi sebetulnya diharapkan dapat membentuknya sendiri di usus. Hanya saja, karena usus bayi baru lahir masih steril, maka biasanya asupan vitamin K didapat dari suplemen yang disuntikkan.

Vitamin A didapat bayi dari ASI. Untuk memenuhi kebutuhannya, ibu perlu mengomsumsi makanan hewani, seperti hati, maupun makanan nabati berwarna hijau tua atau kuning seperti wortel, jeruk, dan tomat.

Vitamin D didapat dari sinar matahari. Makanya ibu harus rajin berjemur bersama bayinya di pagi hari. Vitamin D yang dibentuk di tubuh ibu akan disalurkan pula kepada bayinya lewat ASI. Sedangkan vitamin E juga bisa didapat dari biji-bijian, kacang-kacangan, dan serealia.

Sementara dari jenis vitamin yang larut dalam air, yang paling banyak dibutuhkan adalah vitamin C. Pasokan vitamin ini ikut mempengaruhi jumlah ASI yang dapat dikeluarkan. Oleh karena itu, ibu menyusui harus cukup mendapat vitamin C. Konsumsinya tak perlu berlebihan, sehari hanya sekitar 60 -120 mg. Jadi konsumsi vitamin C dosis tinggi sebesar 500 atau 1.000 mg sebetulnya mubazir, karena kelebihannya akan dikeluarkan lewat air seni.

Selain itu, ibu juga membutuhkan berbagai vitamin B, seperti vitamin B6 dan vitamin B12 agar ASI-nya pun mengandung cukup vitamin B. Pada bayi, vitamin ini berfungsi sebagai regulator terjadinya metabolisme dalam tubuh untuk menghasilkan energi bagi pertumbuhannya.

Dari hasil penelitian, keberadaan vitamin B6 pada ASI sangat bergantung pada jumlah vitamin B6 yang dimiliki ibu. Bila ibu kekurangan vitamin B6, sudah pasti ASI-nya juga tidak cukup mengandung vitamin ini. Vitamin B6 banyak terdapat antara lain pada sayuran berwarna hijau tua dan daging.

SUSU DAN SUPLEMEN MAKANAN 

Adakalanya ibu tak suka makan terlalu banyak lauk dan mengantikannya dengan asupan susu. Menurut Tati, hal ini tidak mengapa karena ibu bisa mendapatkan zat protein yang dibutuhkannya dari lemak susu. Namun demikian, ada baiknya asupan karbohidrat juga diperhatikan, misalnya dengan mencampurkan susu dengan sereal. Kalau tidak, ibu bisa kekurangan karbohidrat dan pola makannya jadi tidak seimbang karena asupan proteinnya jadi lebih banyak. Jika berlangsung terus-menerus, metabolisme tubuh ibu akan terganggu.

Pola makan yang tidak seimbang juga bisa diatasi dengan menyantap suplemen makanan. Namun, Tati mengingatkan, suplemen hanya bisa mencukupi kekurangan asupan vitamin dan mineral. Kalau memang ibu yakin bisa mendapatkan kebutuhan zat gizi dari makanan, tak perlulah mengonsumsi suplemen. Disamping itu, suplemen juga sudah melalui proses kimiawi yang jika terakumulasi dalam tubuh bisa saja menimbulkan efek negatif. Lain halnya dengan makanan segar yang lebih natural.

MENGHINDARI KEGEMUKAN 

Adanya tambahan kebutuhan gizi dengan porsi tambahan makan, diakui Tati, tentu berdampak pula bagi ibu. Kalori ibu akan bertambah, sementara kerja ibu hanya menyusui dan mungkin tidak banyak bergerak. Otomatis kemudian berat badan akan meningkat karena lemaknya bertambah.

Untuk menghindari terjadinya kegemukan, sebaiknya ibu melakukan latihan gerak badan atau olahraga, seperti lari, aerobik, atau body language. Olahraga ini akan membakar kalori sehingga tak terjadi penumpukan lemak dalam tubuh. Bila kondisi ibu baik, latihan cukup dilakukan 15-30 menit dalam sehari.

Tati tidak menganjurkan ibu menyusui berdiet menguruskan badan. Kecuali memang kelebihan berat badannya besar sekali. Selain melakukan latihan olahraga, bolehlah ia menurunkan asupan kalorinya, tapi tidak boleh lebih rendah dari 1.800 kalori per hari. Bagaimanapun, kebutuhan zat gizi semasa menyusui lebih besar daripada semasa hamil.

UNTUK MEMPERLANCAR ASI

Daun-daun tertentu memang sudah terbukti dapat memperlancar produksi ASI, seperti halnya daun katuk atau daun lain yang berwarna hijau pekat. "Namun sayuran lain yang banyak mengandung vitamin dan mineral juga akan merangsang dan meningkatkan produksi ASI," Kata Tati.

Diakuinya, kini pun sudah banyak obat pelancar ASI dalam bentuk kaplet, sehingga lebih praktis. Menurutnya tak masalah kaplet ini dikonsumsi, karena sudah melalui riset dan sudah diperhitungkan dosis amannya. Hanya saja, selain masalah harga, juga tak dapat dinikmati rasanya. Jadi, alangkah baiknya jika daun-daunan itu dimakan masih dalam bentuk aslinya.

MAKANAN YANG BOLEH & TAK BOLEH 

"Makanan yang dianjurkan semasa menyusui tentunya yang memenuhi kebutuhan semasa itu. Sehari makan 3 kali makanan utama dengan porsi nasi dan lauk pauk yang diperbanyak. Untuk memenuhi kebutuhan kalori yang bertambah, jangan lupa makan makanan selingan, berupa susu dan buah. Juga harus minum sebanyak-banyaknya," papar Tati. Sementara kebutuhan akan cairan bisa didapat dari makanan dan minuman. Bisa berupa sayuran, jus buah, susu, dan sebagainya.

Sebetulnya, ungkap Tati, ibu menyusui tidak pantang makanan apa saja. Yang penting harus diperhatikan adalah pola makan yang seimbang. Lalu bagaimana dengan bahan makanan berikut ini?

* Buah durian dan nangka

Selama menyusui, buah-buahan seperti nangka dan durian menurut Tati, sebetulnya tidak dilarang untuk dikonsumsi, tapi memang perlu dibatasi. Asal tahu saja, konsumsi buah-buahan yang rasanya sangat manis, seperti anggur dan rambutan juga perlu dibatasi karena mengandung kalori tinggi. Jadi, yang penting proporsional, jangan kebanyakan.

Pada orang-orang tertentu, kalori tinggi yang tersisa akan disimpan dalam tubuh sehingga kadar gulanya berlebihan. Selain itu, sisa kalori juga akan disimpan menjadi lemak sampai akhirnya bisa berlebihan. Akibatnya tentu akan lebih panjang lagi, bisa menganggu sistem sirkulasi darah dan jantung. Pengaruhnya ke ASI mungkin tidak ada.

Jadi, kalau memang ibu menyusui ingin menyantap kedua buah-buahan ini maka proporsinya harus diperhitungkan. Apalagi, durian dan nangka mengandung alkohol. Jika alkohol yang memabukkan dikonsumsi oleh bayi melalui ASI, maka sebagai efeknya bayi bisa rewel, hiperaktif atau sebaliknya lesu.

* Kopi

Ibu boleh saja tetap minum kopi semasa menyusui. Namun, jumlahnya perlu dibatasi, yaitu tak lebih dari dua cangkir dalam sehari. Lebih dari itu, dikhawatirkan zat kafein yang terdapat pada kopi terikut dalam ASI dan terminum oleh bayi.

Zat kafein yang bersifat stimulan sebetulnya bisa membuat orang yang mengonsumsinya menjadi segar. Pada bayi, kafein ini akan menstimulasi semua metabolismenya menjadi lebih cepat. Akibatnya, jantung bayi berdenyut lebih cepat, ginjal bekerja lebih keras, dan air kencing akan lebih banyak. Kondisi ini tentu tidak baik bagi bayi. Selain kopi, beberapa produk soft drink juga mengandung kafein. Oleh karena itu, ibu menyusui harus betul-betul menaruh perhatian.

* Teh

Minum teh bagi ibu menyusui tak jadi masalah. Memang, di dalam teh terkandung zat tanin. Efeknya menghambat penyerapan zat besi. Namun, zat ini dianggap tidak terlalu membahayakan.

* Tape

Yang dikhawatirkan dari makanan ini adalah kandungan alkohol dan kalorinya yang sangat tinggi, hampir sama seperti durian dan nangka.

* Food allergen

Makanan-makanan yang dapat menyebabkan alergi umumnya mengandung protein berkadar tinggi, seperti seafood. Nah, untuk itu, ibu menyusui perlu hati-hati dengan seafood, seperti udang atau cumi. Jika setelah mengonsumsi makanan laut, ASI yang dihasilkan membuat kulit bayi gatal atau merah-merah, berarti ia mengalami alergi. Sebaiknya ibu segera menghentikan konsumsi jenis makanan tersebut.

* Makanan pedas

Sebetulnya tak masalah jika ibu menyusui mengonsumsi makanan pedas. Toh, rasa pedas ini tidak akan keluar lagi bersama ASI. Juga, cabai merupakan jenis sayuran yang banyak mengandung vitamin C.

* Ketan

Makanan ini merupakan sumber karbohidrat, tetapi beda halnya dengan beras, ikatan molekulnya lebih kompleks sehingga lebih sulit dicerna. Akibatnya, untuk sampai menghasilkan energi dibutuhkan waktu yang lebih lama. Namun demikian, tak masalah bila ibu menyusui mengonsumsinya.

* Makanan berserat

Makanan yang kaya serat seperti sayuran dan buah, sebetulnya akan memperlancar pencernaan. Namun demikian, jumlah yang dikonsumsi harus proporsional. Jika terlalu banyak, maka bayi bisa susah buang air besar.

* Makanan kaleng

Meskipun enak, makanan dan minuman kaleng sebaiknya dihindari. Jika makanan itu berupa ikan laut, misalnya, proses pengawetan akan membuat zat protein yang dikandungnya mengalami perubahan. Padahal protein yang dikonsumsi ibu nantinya akan disalurkan kepada bayi bersama ASI. Zat protein yang sudah berubah itu sangat mungkin menyebabkan bayi alergi.

* Obat-obatan

Pada saat berobat ke dokter, pastikan bahwa ibu menjelaskan statusnya yang tengah menyusui. Dengan begitu, dokter tidak akan memberinya obat-obatan yang akan membahayakan bayi apabila terproses bersama ASI. Misalnya, obat batuk yang mengandung zat penenang. Bila sampai terkonsumsi, bayi bisa jadi lesu dan mengantuk. Selain itu, ada obat-obatan yang dapat menimbulkan ketergantungan. Obat jenis ini sangat berbahaya jika sampai terkonsumsi bayi

9 MITOS MENYUSUI DAN FAKTANYA

Katanya ASI bisa kurang kalau si bayi rakus. Bagaimana faktanya? Dr. Rudy Firmansjah B. Rivai, Sp.A dari Rumah Sakit Anak dan Bersalin (RSAB) Harapan Kita Jakarta menjelaskannya kepada kita.

1. ASI BELUM KELUAR PADA HARI PERTAMA SEHINGGA PERLU DITAMBAH CAIRAN LAIN

Salah. Memang, banyak ibu yang mengalami kesulitan menyusui di hari pertama dan mengeluhkan ASI-nya tidak bisa keluar. Namun tak perlu cemas karena di hari pertama, selain bayi belum memerlukan cairan tambahan, di dalam tubuhnya pun masih ada cadangan cairan yang cukup.

ASI sendiri terdiri atas 88% air. Jadi, kebiasaan memberi cairan seperti susu formula, air putih, teh manis kepada bayi baru lahir tentu kurang tepat. Di banyak negara tindakan ini sudah menjadi kebiasaan dengan alasan agar bayi tidak rewel atau sekadar menghilangkan hausnya. Ditambah lagi, bila cairan itu diberikan dengan dot, selain refleks mengisap bayi jadi tidak terasah, ia juga berisiko bingung puting.

2.ASI TIDAK BISA MEMUASKAN BAYI "RAKUS"

Salah. ASI bisa mencukupi semua kebutuhan asupan makanan dan minuman bayi hingga bayi berusia 6 bulan. Rata-rata kebutuhan cairan bayi pada minggu pertama sekitar 80-100 ml/kg per hari, dan meningkat menjadi 140-160 ml/kg pada usia 3-6 bulan. Semua itu cukup dipenuhi hanya dengan ASI. Bahkan bagi bayi superrakus sekalipun.

Sebuah penelitian menyebutkan, 98 ribu dari 100 ribu ibu yang mengatakan produksi ASI-nya kurang, ternyata memiliki cukup ASI. ASI tidak bisa berproduksi secara optimal karena manajemen laktasi yang kurang baik. Misalnya, tidak tahu posisi menyusui yang tepat, stres, terpengaruh mitos-mitos menyusui, kurang istirahat, dan lain-lain.

ASI yang dikeluarkan, baik dari payudara kanan maupun kiri, sama-sama mengandung foremilk dan hindmilk atau dengan kata lain memiliki komposisi yang sama. Jadi, salah kalau ada yang menganggap payudara kanan mengandung makanan dan yang kiri minuman. Puaskan bayi pada satu payudara selama kira-kira 15 menit. Bila masih belum puas, barulah pindahkan lagi ke payudara pertama.

3.PAYUDARA KENDUR GARA-GARA MENYUSUI

Tidak ada hubungannya. Kendur tidaknya payudara tidak ada hubungannya dengan pemberian ASI. Biang keladi perubahan payudara adalah kehamilan itu sendiri. Saat hamil hormon-hormon membuat payudara penuh berisi ASI. Ukuran payudara pun terlihat lebih besar dari biasanya. Nah, pascamenyusui, ukuran payudara kembali normal. Akibatnya, otot-ototnya pun mengendur dan membuat payudara sedikit kendur.

Hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Lewat pijat atau senam payudara keindahan bentuk payudara bisa dipertahankan. Pilih juga bra yang tepat agar bisa membuat bentuk payudara tidak kendur. Selain itu, menyusui juga bisa memproteksi payudara dari serangan kanker payudara. Penelitian membuktikan, risiko terkena kanker mengecil jika ibu menyusui anaknya.

4. SULIT TURUNKAN BB JIKA MENYUSUI

Salah. Konon, menyusui membuat nafsu makan ibu bertambah lahap, sehingga sulit mengatur berat badan. Ini tidaklah tepat. Sebuah penelitian menyebutkan, menyusui dapat membantu ibu menurunkan berat badan lebih cepat. Kala menyusui timbunan lemak yang terjadi pada waktu hamil diubah menjadi energi. Sebaliknya, timbunan lemak ini sulit disingkirkan jika ibu tidak menyusui.

5.UKURAN PAYUDARA TENTUKAN BANYAKNYA ASI

Salah. Banyak tidaknya ASI tidak ditentukan oleh besar kecilnya payudara, tapi tergantung seberapa banyak kelenjar pembentuk air susu. Payudara berukuran besar kanan bergizi yang cukup dan seimbang.

Bahkan menyusui bisa memberi perlindungan terhadap zat kimia beracun tertentu. Pada kecelakaan kebocoran reaktor di Chernobyl, didapat fakta bahwa kadar zat radio aktif dalam ASI jauh lebih sedikit daripada dalam tubuh ibu. Para ahli pun berkesimpulan, ada mekanisme tubuh tertentu yang menyaring racun sehingga konsentrasinya dalam ASI sangat rendah.

7.BANYAK BERISTIRAHAT BISA MENAMBAH PRODUKSI ASI

Kurang tepat. Mitosnya saat istirahat produksi ASI akan berjalan lancar. Ini tidak sepenuhnya benar. Yang betul makin sering ASI diberikan, makin banyak pula ASI dihasilkan. Produksi ASI meningkat seiring dengan gerakan mengisap. Sebaliknya, jika dihentikan maka lambat laun produksi ASI pun berkurang. Itulah mengapa, berikan ASI atau pompalah secara teratur. Jangan lupa untuk merawat dan memijat payudara agar produksi ASI tetap lancar.

8.TIDUR BAYI LEBIH LELAP JIKA MINUM SUSU FORMULA

Tidak tepat. Memang, bayi-bayi yang diberikan susu formula cenderung tidur lama. Penyebabnya, susu formula umumnya tidak dapat dicerna dengan cepat, sehingga efek rasa kenyangnya lebih lama dan tidurnya pun terkesan lebih lama. Tapi kuantitas tidak menjamin kualitas. Jadi, tidak ada perbedaan kualitas tidur antara bayi peminum ASI dan susu formula.

9.MENYUSUI TANGKAL KEHAMILAN

Tidak sepenuhnya salah. Sebuah riset mengemukakan, menyusui bisa menurunkan kesuburan. Pada ibu yang tidak menyusui, kesuburan biasanya muncul kembali dalam 4-6 minggu pascapersalinan. Pada ibu menyusui, rentangnya bisa lebih lama, karena proses ovulasi terhambat.

Saat menyusui produksi hormon prolaktin meningkat. Hormon ini cukup efektif menghambat ovulasi, menstruasi pun menjadi tertunda. Itulah mengapa, kala menyusui, tubuh tak mampu menghasilkan sel telur matang. Walhasil, sperma yang masuk tidak akan menemukan "pasangan"nya. Kehamilan pun tidak akan terjadi atau disebut KB alami, yang sering diistilahkan LAM (Lactation Amenorrhoe Methode).

Meskipun efektivitasnya mencapai 98%, menyusui tidak menjamin ibu tidak hamil. Karena persyaratan menyusui sebagai KB alami sangat ketat, di antaranya ASI harus diberikan secara eksklusif. Frekuensi pemberiannya harus diatur, 10 kali dalam satu hari, disamping banyak syarat lain yang harus dipenuhi. Risiko kehamilan tetap besar jika ibu tidak bisa mematuhi syarat-syarat tersebut.

   
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10
Nah, menurut dr. Eva J. Soelaeman, SpA., normal tidaknya feses dapat dilihat dari warna, bentuk, dan bau. Berikut penjelasannya: Mendeteksi feses dari warna Normal: warnanya kuning tua. Tidak normal: - Abu-abu atau abu-abu kehitam-hitaman bisa terjadi kalau si kecil terlalu banyak mengonsumsi makanan dengan kandungan zat besi yang terlalu tinggi. Solusi: Tetap berikan ASI atau pilih susu formula dengan kandungan zat besi yang standar, tidak berlebih. - Merah. Penyebabnya: (1) terlalu banyak mengonsumsi makanan berwarna merah, (2) pengaruh obat (3) pertanda adanya darah. Penyebab ketiga inilah yang patut diwaspadai. Untuk itu bila yakin darah yang terlihat, segera bawa bayi ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut. Mendeteksi feses dari bentuk Normal: Feses bayi yang berbuih/bercampur buih sekali dua kali adalah wajar. Penyebabnya bisa makanan ibu menyusui yang terlalu banyak mengonsumsi makanan yang merangsang, seperti pedas. Tapi jika sudah lebih dari tiga kali dan berat badannya turun, itu pertanda si kecil mengalami dehidrasi dan ada infeksi di ususnya. Kondisi seperti ini perlu penanganan dokter. Tidak normal: - Seperti dempul dengan warna putih/putih kekuning-kuningan. Bisa dipastikan si kecil mengalami kelainan liver/hati. Segera bawa ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. - Hitam dan dibarengi sakit perut. Kemungkinan besar si kecil mengalami perdarahan. Segera bawa si kecil ke dokter dan bawa sampel feses untuk dicek ke laboratorium guna mencari penyebabnya. Mendeteksi feses dari bau Normal: - Beraroma khas, bukan bau busuk. Tidak normal: - Baunya sangat busuk. Dicurigai, ada pembusukan yang tidak normal oleh bakteri di usus. - Bau sangat asam. Biasanya pertanda ada gangguan penyerapan gula atau istilahnya malabsorbsi karbohidrat laktosa karena bayi tidak dapat mengonsumsi susu sapi. Coba, gantilah susu si kecil dengan susu kedelai. - Bau amis. Kemungkinan infeksi amuba atau jamur. Kondisi ini perlu penanganan dokter. Mendeteksi feses dari asupan yang didapat bayi: - Bayi yang mendapat ASI eksklusif: Fesesnya akan encer/tak berbentuk dan berwarna kuning. - Bayi yang hanya mendapat susu formula: Jika susunya cocok maka bentuk fesesnya cenderung liat dan berwarna kuning. Namun bila tidak cocok, fesesnya bisa berwana abu-abu karena kemungkinan komposisi zat besi dalam susu formula tersebut terlalu tinggi untuk si bayi. Feses bayi yang berwarna hijau atau kehijau-hijauan menandakan lemak dalam susu formula yang diminumnya terlalu tinggi. - Bayi yang mendapat asupan campur (ASI dan susu formula): * Feses berwarna kuning dan tak berbentuk merupakan tanda si kecil lebih banyak mendapat ASI ketimbang susu formula. Di luar itu pertanda si kecil terlalu banyak mendapatkan susu formula. * Di atas usia enam bulan, bila bayi sudah mendapatkan makanan lebih padat, fesesnya akan berbentuk seperti bubur dan menyerupai feses anak di atas usianya. - Bayi yang dipengaruhi obat: * Akibat pengaruh obat yang sedang dikonsumsinya , frekuensi BAB bisa berkurang dan feses bayi menjadi keras. Di antaranya pengaruh obat batuk yang mengandung zat antitusif. Pantaulah selalu fesesnya.