SITE STATUS
Jumlah Member :
492.686 member
user online :
1051 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: bayi 3 bulan di kasih makan bubur sumsum

New Topic :  
Jumlah Posts : 15
Jumlah di-Like : belum ada like
boleh kah bayi berusia 4 bulan di kasih makan seperti promina atau nesle
   


Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
Dok, bund mau tanya.. klo baby yang sudah berumur 4 bulan d kasih makan bubur boleh g contoh ny nesle
   
05-02-2014 22:36:11 blw
Jumlah Posts : 4
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda2.. ak mau nanya dunk ttg blw.. knp hrus ada metode blw? manfaatnya apa ya? bkannya trkesan kejam gitu kalo bayi msh mungil di kasih makan yg bulat2 teksturnya gitu.. ga dijadikan pure.. trus kalo kesedak gmn? pencernaan bayi dah kuat blm ya nrima makanan dgn potongan yg besar2 utk uk bayi..
   


03-02-2012 12:27:22 bayi ku diare
Jumlah Posts : 42
Jumlah di-Like : belum ada like
makasih ya bund....bayi aku udah di kasih makan,,kalo menurut bunda jika bayi diare obat yg alami apa??? saya juga tidak ingi anak saya selalu minum obat

   
07-07-2011 14:10:28 Susu Hypoallergenic
Jumlah Posts : 11
Jumlah di-Like : belum ada like

Hi Bunda,

Masalah kita sama yah...ASI aku jg udh habis wkt baby umur 2 bulan..itu pun ga maksimal...krn baby suka kesel pas nyusu ASI'nya sedikiiittt bgt....ASI baru keluar hari ke-4....Jadi dari awal dia aku kasih NAN HA1, krn kata dokter ada riwayat alergi...perkembangan beratnya lambaaaaattttt bgt...

Umur 0-2 bulan, warna pup'nya bagus...trs dr 2 smp 3 bulan kok tau2 berubah warna jadi hijau dan bau'nya ga enak....dpt saran dr kakak ipar coba aja nekat pake susu sapi Bebelac 1...trs akhirnya dr umur 3-4 bulan aku ganti ke Bebelac 1, pup'nya normal lagi...aku seneng sejak ganti Bebelac berat badannya bagus naiknya....tapi pas diperhatiin bbrp bagian dikulitnya agak merah2....tp aku mikir mungkin gara2 nyamuk ato keringetan....umur 4 bulan bbrp hari mertua nyuruh aku utk kasih makan bubur bayi yg rasa original aja (maksudnya kaya bayi2 jaman dulu dr umur 1 bulan udh dikasih mkn pisang gt)...krn kata mertuaQu, kasian bayi umur sgitu biasanya udh laper, ga cukup minum susu...aku pun kasih cerelac 0-6 bulan yg rasa original & ditambah lg 1 hari sekali susuu'nya dipakein air tajin juga sm mertua...Dokter jg surprised sm perkembangan BB bayi yg udh bagus....heheee...tapi aku ga blg kalo ganti susu & di kasih cerelac....

4 Bulan 2 minggu, aku ganti susu soya stelah baca artikel soal susu buat anak alergi....krn merah2 dikulitnya hilang & muncul trs, aku ganti lah pake Nutrilon Soya...Tapi kok pup'nya keras, kering & lengket yaa??? Tapi aku bingung, itu krn susu nutrilon, cerelac ato tajinnya?? Bbrp hari stelah mkn cerelac pup'nya tuh ada hitam2 kaya rambut pnjng kurang dr 1 cm & bnyk...aneh deh..ada ga yg pup baby'nya kaya gt???

Skr bingung harus gmn lagi, mau ganti sufor apa lagi yg bagus kira2?

   


05-07-2011 13:48:13 kapan pemberian mpasi?
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
malam dok...tiap2 bayi memang berbeda perkembangannya,tapi jadi satu dilema untuk saya..anak saya dengan anak tetangga kelahirannya hanya berbeda hari,tetapi anak tetangga tersebut saat berusia 3 bulan sudah diberi makan pisang,bubur saring..sedang anak saya hanya ASI saja..sekarang usia anak sdh 5 bulan..anak tetangga saya memang terlihat lebih kuat.anak saya tengkurapnya tidak sesering anak tetangga,seperti lebih lemas.nah..tetangga saya menyarankan agar mengikuti cara dia dengan memberi makan pisang/bubur saring supaya punya tenaga lebih ktnya..anjuran pemerintah ASI Ekslusif 6 bulan ataukah anjuran tetangga yang terlihat lebih nyata.baiknya mana yang saya harus ikuti??terima kasih atas jawabannya Dok..

Dari : Eni

Jawaban:

Dear Bunda,

Menyusui ASI sampai usia 6 bulan telah dianjurkan dan diakui oleh para dokter di penjuru dunia. ASI mengandung antibiotic alami dan berbagai enzim yang membantu pencernaan bayi anda. Bayi dibawah usia 6 bulan belum memiliki enzim pencernaan yang lengkap untuk mencerna makanan. Selain itu, pemberian ASI dapat meningkatkan kekebalan tubuh, memperkuat hubungan ibu dan anak, memenuhi bayi anda dengan berbagai gizi dan zat-zat yang diperlukan bayi anda telah terkandung di dalam ASI selama 6 bulan sangat membantu anak anda sebagai bekalnya di kehidupan awal dan hari-hari mendatang. Pemberian ASI dapat membantu mengurangi kejadian kematian mendadak pada bayi (sudden infant death syndrome/SIDS ) serta mengurangi kemungkinan terjadinya allergy makanan pada pemberian makanan sebelum usia 6 bulan. Sebaiknya bunda menunggu sampai usia bayi anda 6 bulan sebelum memberikan makanan pendamping ASI.
   
Jumlah Posts : 19
Jumlah di-Like : belum ada like
anaku dri 4,5 bulan ud d kasih makan bubur bayi dan biskuit bayi yg d encerin..dokter anakku juga menyarankan klo ud usia 4 bulan boleh d kasih makan bubur bayi yg d kemasan itu..supaya dede nya mulai d kenalin makanan padat..jadi ga kaget atau susah pas ud waktunya nnti makan makanan berat di usia 6 bulan.emang pertama2 agak susah bund kasihny.tapi sabar aja, pelan2 dy akan mau dan terbiasa koq..??semangaatt bundaa??????
   
29-04-2014 06:47:31 makanan tambahan
Jumlah Posts : 86
Jumlah di-Like : belum ada like
UNTUK mencapai pertumbuhan optimal, seorang bayi
memerlukan semua zat gizi makro dan zat gizi mikro
yang sesuai antara jumlah dengan kebutuhannya.
Tak dapat dipungkiri, kebutuhan nutrisi terbaik untuk
bayi berusia 0 ? 6 bulan adalah ASI.
Tapi begitu menginjak usia 6 bulan ke atas, asupan
bayi harus ditambah dengan Makanan Pendamping
ASI (MPASI). Nah, berikut panduan soal MPASI yang
perlu Anda ketahui!
Terlalu Cepat vs Terlambat
Jangan memberikan MPASI terlalu cepat (sebelum
usia 6 bulan). Di samping pencernaannya belum
sempurna, tindakan itu hanya akan memperbesar
potensi bayi terkena alergi makanan.
Juga, pemberian MPASI terlalu cepat akan
menyebabkan insting bayi untuk mengisap akan
menurun sehingga jumlah ASI yang dikonsumsi juga
menurun. Kekurangan gizi banyak terjadi karena
pemberian MPASI yang terlalu dini.
Jangan pula berikan MPASI terlambat (hanya ASI saja
setelah 6 bulan ke atas). Tak baik bagi
pertumbuhannya. Bayi bisa menderita kekurangan
gizi, berat dan panjangnya tidak sesuai dengan yang
seharusnya dicapai. Karena ASI sesudah usia 6 bulan
tidak bisa mencukupi kebutuhan bayi lagi.
Mulai Usia 6 Bulan
Berikan MPASI saat bayi berusia 6 bulan ke atas.
Mengapa? Biasanya saat itu, bayi sudah bisa
menopang kepalanya sendiri secara tegak dan
menegakkan dadanya. Dengan demikian bisa
dikatakan proses menelannya sudah lebih baik.
Sedangkan jika kepalanya masih goyang-goyang,
ditakutkan proses menelannya belum sempurna,
maka dikhawatirkan akan tersedak. Juga, fungsi
pencernaan bayi pada usia tersebut sudah lebih baik.
Tanda Bayi Siap MPASI
Berikut tanda bayi yang siap MPASI:
- Mampu duduk tegak walau masih harus dibantu
- Mampu menegakkan kepala dengan baik
- Tampak tertarik melihat makanan, sendok dan
garpu
- Tidak lagi memiliki ?refleks menolak dengan lidah?
setiap kali makanan padat disuapkan ke mulutnya
- Mampu menerima makanan yang disuapkan dengan
sendok, yang mungkin terjadi bila bayi telah mampu
menggerak-gerakkan lidahnya maju-mundur dan ke
kiri-kanan
Tunjang Berat Badan Bayi
MPASI diharapkan dapat menunjang berat badan bayi
agar sesuai dengan Kartu Menuju Sehat (KMS),
yakni: pada triwulan pertama, penambahan berat
badan bayi sebanyak 750-1000 gr/bln, triwulan
kedua sebanyak 600 gr/bln, triwulan ketiga sebanyak
400 gr/bln, dan triwulan keempat sebanyak 200-300
gr/bln.
Bubur Susu
Perkenalkan jenis MPASI kepada bayi secara
bertahap. Itulah yang dianjurkan oleh semua Dokter
Spesialis Anak (DSA).
Sebagai tahap awal, bayi yang sudah berusia 6 bulan
dapat diberikan makanan bertekstur lunak dan cair
seperti bubur susu, yaitu tepung beras plus susu.
Pemberian bubur susu ini dimulai dari 1x sehari, dan
bertahap sampai 2x dalam sehari.
Berikan pada bayi satu jenis makanan baru selama
3-4 hari berturut-turut untuk mengetahui apakah
bayi cocok dengan makanan tersebut atau tidak.
Selain bubur susu, pure buah juga dapat diberikan.
Cairan pure yang dapat digunakan adalah ASI, susu
formula atau air matang . Caranya, berikan 1-2
sendok makan pure kepada bayi. Jika tidak ada
masalah, tingkatkan secara bertahap.
Jenis buah yang dapat diberikan berupa pisang
(pisang raja atau pisang ambon), alpukat, labu dan
pepaya. Setiap jenis buah diberikan 3-4 hari
berturut-turut agar bayi dapat mengenal rasa.
Setelah itu, baru mencoba buah yang lain.
Nasi Tim Saring
Dengan bertambahnya usia bayi, maka makanan yang
diasup bayi juga akan meningkat. Setelah bubur
susu, sebaiknya bayi mulai dikenalkan dengan
makanan yang berbentuk bubur atau nasi tim saring.
Makanan ini terdiri dari beras, lauk pauk (hewani
atau nabati), dan sayur.
Pemberiannya pun bergantian antara bubur susu dan
tim saring. ?Pada frekuensi awal, bubur susu
diberikan 1-2 kali sehari. Namun ketika usia bayi 7
bulan, mengalami peningkatan, dimana bubur
susunya 2x, sedangkan tim saringnya diberikan satu
kali sehari. Ketika usia 8 bulan, bubur susu diberikan
hanya sekali, tim saringnya menjadi dua kali dengan
isi yang lebih beragam. Begitu usia bayi 9-10 bulan,
baru diberikan tim saring sebanyak 3 kali sehari,?
papar dr Tinuk Agung Meilany SpA.
Nasi Lembek
Sesudah semua tahapan tersebut, baru anak
diberikan nasi putih biasa. Disarankan nasinya masih
berupa nasi yang lembek. Namun, ada juga anak
yang tidak bermasalah diberikan nasi biasa. Jadi,
bergantung kemampuan masing-masing anak, sebab
usia lebih dari 8 bulan, anak sudah tumbuh gigi,
otomatis lebih pandai mengunyah.
Satu Macam Sayur Dulu
Pemberian sayur untuk anak pun sangat disarankan.
Sayur yang baik adalah mengandung vitamin dan
mineral, biasanya terdapat pada sayuran berwarna
hijau atau orange (bayam, kacang, buncis, wortel).
Tapi, bukan berarti sayuran berwarna lain tidak
bergizi, hanya saja kandungannya lebih rendah.
Tahapannya mulai dari 1 macam sayur, jangan
langsung 3 macam. Sebab anak bisa diare. Bayi
harus harus beradaptasi dulu dengan makanan
barunya.
Bakat Alergi: Tunda Telur
Begitu anak makan bubur boleh mulai diberikan
telur. Tapi harus diperhatikan untuk anak-anak yang
punya bakat alergi, disarankan untuk memperlambat
pemberian telur, yaitu pada usia lebih dari setahun
atau lebih bagus saat usia 2 tahun.
Selain itu, pemberian telur sebaiknya dimulai dari
kuning telur terlebih dahulu, karena alergen biasanya
berasal dari protein yakni putih telurnya, sementara
kuning telur banyak mengandung lemak dan vitamin.
Ikan: Menjelang Satu Tahun
Pada dasarnya, makanan yang diberikan untuk bayi
adalah makanan yang sehat, yang terdiri atas beras,
lauk-pauk (hewani dan nabati), buah-buahan dan
tambahan susu. Sama halnya dengan memberikan
makanan padat, lauk-pauk pun harus diberikan
secara bertahap. Mulai dari daging ayam yang
dihaluskan, lalu diselingi dengan daging sapi,
sampai ketika usianya mendekati satu tahun, si kecil
sudah boleh diberi ikan.
Tahapan MPASI
Ditegaskan dr Endang Peddyawati MS SpGK MARS,
pemberian MPASI dimulai dari bentuk makanan encer
menuju ke bentuk kental secara bertahap. Semuanya
itu disesuaikan dengan usia bayi dan kemampuan
bayi menerima makanan serta kebutuhan bayi akan
kecukupan zat gizinya. Perinciannya sebagai berikut:
- Umur 6 ? 8 bulan dapat diberikan ASI, buah dan
bubur susu/ biskuit.
- Usia 8 ? 10 bulan, dapat diberikan ASI, buah,
biskuit, bubur susu, bubur saring. Bila perlu, berikan
makanan selingan seperti finger foods (makanan
yang mudah dipegang). Misalnya, wortel yang masih
mentah atau direbus setengah matang, potongan
buah apel atau pir, kentang goreng dan lainnya.
Pada usia ini, makanan bayi sudah boleh dibubuhi
kuning telur atau ayam masak.
- Usia 10 ? 12 bulan dapat diberikan ASI, buah,
biskuit, bubur susu, nasi tim lembek.
- Pada usia 1 tahun ke atas di samping masih
mengonsumsi ASI juga sudah bisa diberikan nasi
dengan lauk pauk dan buah.
Sumber: Mom & Kiddie
   
24-11-2013 15:03:15 ga mw di kasih susu
Jumlah Posts : 4
Jumlah di-Like : belum ada like
halo bun, baby sya udah 7bulan, dri umur 3 bulan sudah berhenti ASI yg kemudian di ganti susu formula, di umur 6 bulan dy sudah mulai sya beri bubur saring dan pisang, tapi sekarang tiap di kasih makan sllu menangis dan lebih parahnya, skrg dy menolak untuk minum susu, kata suami syg, Caerin udah mulai kurusan... dy malah lebih ingin diberikan empeng dri pada dot susu... gmn solusinya ya?
   
Jumlah Posts : 17
Jumlah di-Like : belum ada like
Dear Bunda semua...

Rasya bulan ini umur 4 bulan n udah mulai dikenalin sama Bubur susu dan alhmadulilah dia mau n ga ada masalaha pada saat ee...cuma kok setelah di kasih makan Rasya jadi males minum susu ya...kalo dulu sekali minum bisa 90ml langsung abis n sehari bisa beberapa kali...tapi kalo sekarang ga selalu aja sisa n ini udah hampir 3 harian begini, bunda semua ada yang tau ga kenapa bisa begini, mohon infonya yah Bun...

Makasih
   
23-12-2016 12:18:15 bayi 5 bulan
Jumlah Posts : 140
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda ikha purwanto sama baby q tgl 18 kmaren 5 bulan bun alhamdulilah baby gk rewel jgn di kasih makan dlu bun sbntr lgi tunggu tgl 18 ya hihi tetangga jga pada ngomong smua suruh ksih mkn di suruh pegang biskuit jga tapi q gk mau hehe anak tetangga 3 bln di pegangin biskuit gtu kasihan bun q pncrnaan nya kn blm bisa terima itu q di bilang trlalu ngikutin dokter kta nya q diem aja hehe
   
12-07-2015 16:54:44 bayi sufor 3 hari blom BAB
Jumlah Posts : 70
Jumlah di-Like : belum ada like
untuk takaran susu bisa di kurangi bun takaran air yg di tambahin skala 1 : 2
karna si dede sudah berusia 6 bulan bisa di kasih makan buah pepaya atau pisang untuk cemilan....bikin bubur bayam jgn terlalu kental bun.
semua keluhan hampir sama bun untuk dede sufor
   
07-02-2015 15:18:04 MPASI bayi 8 Bulan
Jumlah Posts : 4
Jumlah di-Like : belum ada like
bayi usia 8 bulan harusnya sudah mpasi bun,wktu anak saya 8bln malah udah saya kasih makan bubur tim karna udah udah numbuh gigi, udah bukan asi ex lagi. klo 8bln masih asi ex kayanya kasian deh tuh dede nya
   
Jumlah Posts : 86
Jumlah di-Like : belum ada like
Lupakan puree - BLW mengembalikan kebahagiaan di waktu makan anak Anda Membiarkan bayi makan makanan yang tidak dihaluskan bisa mencegah kegemukan. Hal ini juga membantu bayi belajar makan dengan cara mereka sendiri Gill Rapley www.guardian.co.uk, Rabu 8 Februari 2012 08.00 WIB Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang orangtuanya menggunakan metode Baby-Led Weaning (BLW) cenderung makan lebih sehat di kemudian hari. Menurut sebuah studi terbaru yang diadakan oleh tim dari Universitas Nottingham, bayi disuapi dengan makanan yang dihaluskan cenderung berakhir lebih gemuk daripada bayi yang belajar makan pertama kali dengan finger food. Hal ini mendukung meningkatnya jumlah keluarga yang memilih BLW- di mana bayi belajar makan finger food sendiri. Dalam hal ini, bayi tidak perlu disuapi dan bayi dapat dipercaya untuk tahu apa dan seberapa banyak mereka perlu makan. Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang orangtuanya mengikuti pendekatan BLW cenderung makan lebih sehat dan memiliki BMI lebih sehat di kemudian hari. Anak- anak yang disuapi puree sebagai bayi lebih cenderung menjadi gemuk dan lebih mungkin lebih suka rasa manis. Dengan kecemasan mengenai peningkatan kasus kegemukan pada anak-anak, hasil penelitian tersebut tepat waktu. Jika mengamati bagaimana makanan padat diperkenalkan adalah isu yang masih relatif baru - telah ada penelitian sebelumnya mengenai saat yang tepat untuk memulai makanan padat dan apa yang bayi harus makan, tetapi sedikit tentang cara yang tepat untuk melakukan aktivitas tersebut. Banyak orang tua yang akhirnya menyerah untuk menyuapi anak-anaknya telah menggunakan praktek yang sudah usang, yaitu menyuapi bayi terlalu dini. Sebagai soerang health visitor, saya (Gill Rapley) melihat banyak keluarga telah berjuang memberi makan anaknya sebelum saya datang pada mereka untuk membantu, bahwa begitu banyak masalah yang tampaknya tak terelakkan dapat diselesaikan dengan membiarkan bayi enam bulan atau lebih makan sendiri. Rahasianya tampaknya bukan pada apa yang ditawarkan pada bayi, tetapi bagaimana hal itu ditawarkan - dan dalam suasana emosional pada waktu makan. Dengan BLW, orang tua didorong untuk percaya bayi mereka dan tidak mengganggu aktivitas makan mereka. Bayi bergabung dengan anggota keluarga dan makan makanan (sehat) yang sama. Hal ini memungkinkan mereka untuk tetap terkontrol: mereka memilih apa yang dimakan, berapa banyak dan seberapa cepat. Mereka diperbolehkan untuk berhenti makan (atau tidak makan sama sekali) ketika kenyang. Selama yang disajikan di hadapan mereka adalah berbagai makanan sehat, mereka dapat dipercaya untuk membuat pilihan yang tepat. Karena tidak ada tekanan, tidak ada potensi perseteruan. Dan karena waktu makan adalah saatnya berbagi dengan orang lain, tidak ada kesan terburu-buru untuk "bagaimana pun caranya supaya bayi berhasil makan". Menyuapi bayi, di sisi lain, menempatkan orang tua sebagai pihak yang bertanggung jawab. Bahkan dengan maksud terbaik di dunia pada prakteknya bisa jadi tetap sulit. jika Anda memiliki semangkuk bubur halus dan bayi untuk disuapi, menahan godaan untuk membujuk mereka untuk makan sebanyak yang Anda pikir mereka butuhkan - waktu makan dapat mudah menjadi medan pertempuran. Games dan trik dilakukan untuk membuat bayi makan atau membuat mereka makan lebih banyak (seperti "ini ada pesawat dataangg!"). Hal ini mendorong bayi untuk terus makan bahkan ketika tubuh mereka sebetulnya sudah memberitahu mereka bahwa perutnya sudah kenyang. Anda juga bisa tergoda untuk menggunakan makanan manis sebagai suap untuk membujuk anak kecil untuk makan lebih banyak makanan sehat (yang mungkin rasanya kurang lezat), yang akan mengajari mereka bahwa makanan manis itu menyenangkan dan makanan sehat itu membosankan. Semua hal ini bisa menjadi penyebab pilihan makanan yang tidak sehat dan makan berlebihan di masa depan. Bayi belajar dengan melakukan. Mereka digerakkan oleh rasa ingin tahu. Mereka secara alami ingin mengatasi dan mengeksplorasi hal-hal baru - termasuk makanan. BLW memungkinkan para bayi untuk belajar tentang tekstur dan rasa, untuk menggabungkan makanan atau memakannya secara terpisah, dan untuk menemukan sukacita makan dengan cara yang tidak mungkin diperoleh jika dia makan dengan cara disuapi semangkuk bubur. Kemungkinan bahwa gaya menyuapi makan akan, pada waktunya, memiliki implikasi yang lebih positif bagi kesehatan anak-anak, serta untuk suasana menyenangkan pada waktu makan keluarga dan hubungan lebih positif dalam keluarga umumnya. Hal ini juga mungkin memiliki makna yang lebih luas untuk pengembangan, kemandirian keterampilan anak-anak dan kepercayaan diri. Penelitian lebih lanjut diperlukan, tetapi ada lebih banyak pengalaman menarik yang menunggu untuk ditemukan. (artikel ini merupakan terjemahan dari artikel Gill Rapley
   
29-04-2014 06:57:44 makanan tambahan
Jumlah Posts : 86
Jumlah di-Like : belum ada like
Lupakan puree - BLW mengembalikan kebahagiaan di waktu makan anak Anda Membiarkan bayi makan makanan yang tidak dihaluskan bisa mencegah kegemukan. Hal ini juga membantu bayi belajar makan dengan cara mereka sendiri Gill Rapley www.guardian.co.uk, Rabu 8 Februari 2012 08.00 WIB Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang orangtuanya menggunakan metode Baby-Led Weaning (BLW) cenderung makan lebih sehat di kemudian hari. Menurut sebuah studi terbaru yang diadakan oleh tim dari Universitas Nottingham, bayi disuapi dengan makanan yang dihaluskan cenderung berakhir lebih gemuk daripada bayi yang belajar makan pertama kali dengan finger food. Hal ini mendukung meningkatnya jumlah keluarga yang memilih BLW- di mana bayi belajar makan finger food sendiri. Dalam hal ini, bayi tidak perlu disuapi dan bayi dapat dipercaya untuk tahu apa dan seberapa banyak mereka perlu makan. Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang orangtuanya mengikuti pendekatan BLW cenderung makan lebih sehat dan memiliki BMI lebih sehat di kemudian hari. Anak- anak yang disuapi puree sebagai bayi lebih cenderung menjadi gemuk dan lebih mungkin lebih suka rasa manis. Dengan kecemasan mengenai peningkatan kasus kegemukan pada anak-anak, hasil penelitian tersebut tepat waktu. Jika mengamati bagaimana makanan padat diperkenalkan adalah isu yang masih relatif baru - telah ada penelitian sebelumnya mengenai saat yang tepat untuk memulai makanan padat dan apa yang bayi harus makan, tetapi sedikit tentang cara yang tepat untuk melakukan aktivitas tersebut. Banyak orang tua yang akhirnya menyerah untuk menyuapi anak-anaknya telah menggunakan praktek yang sudah usang, yaitu menyuapi bayi terlalu dini. Sebagai soerang health visitor, saya (Gill Rapley) melihat banyak keluarga telah berjuang memberi makan anaknya sebelum saya datang pada mereka untuk membantu, bahwa begitu banyak masalah yang tampaknya tak terelakkan dapat diselesaikan dengan membiarkan bayi enam bulan atau lebih makan sendiri. Rahasianya tampaknya bukan pada apa yang ditawarkan pada bayi, tetapi bagaimana hal itu ditawarkan - dan dalam suasana emosional pada waktu makan. Dengan BLW, orang tua didorong untuk percaya bayi mereka dan tidak mengganggu aktivitas makan mereka. Bayi bergabung dengan anggota keluarga dan makan makanan (sehat) yang sama. Hal ini memungkinkan mereka untuk tetap terkontrol: mereka memilih apa yang dimakan, berapa banyak dan seberapa cepat. Mereka diperbolehkan untuk berhenti makan (atau tidak makan sama sekali) ketika kenyang. Selama yang disajikan di hadapan mereka adalah berbagai makanan sehat, mereka dapat dipercaya untuk membuat pilihan yang tepat. Karena tidak ada tekanan, tidak ada potensi perseteruan. Dan karena waktu makan adalah saatnya berbagi dengan orang lain, tidak ada kesan terburu-buru untuk "bagaimana pun caranya supaya bayi berhasil makan". Menyuapi bayi, di sisi lain, menempatkan orang tua sebagai pihak yang bertanggung jawab. Bahkan dengan maksud terbaik di dunia pada prakteknya bisa jadi tetap sulit. jika Anda memiliki semangkuk bubur halus dan bayi untuk disuapi, menahan godaan untuk membujuk mereka untuk makan sebanyak yang Anda pikir mereka butuhkan - waktu makan dapat mudah menjadi medan pertempuran. Games dan trik dilakukan untuk membuat bayi makan atau membuat mereka makan lebih banyak (seperti "ini ada pesawat dataangg!"). Hal ini mendorong bayi untuk terus makan bahkan ketika tubuh mereka sebetulnya sudah memberitahu mereka bahwa perutnya sudah kenyang. Anda juga bisa tergoda untuk menggunakan makanan manis sebagai suap untuk membujuk anak kecil untuk makan lebih banyak makanan sehat (yang mungkin rasanya kurang lezat), yang akan mengajari mereka bahwa makanan manis itu menyenangkan dan makanan sehat itu membosankan. Semua hal ini bisa menjadi penyebab pilihan makanan yang tidak sehat dan makan berlebihan di masa depan. Bayi belajar dengan melakukan. Mereka digerakkan oleh rasa ingin tahu. Mereka secara alami ingin mengatasi dan mengeksplorasi hal-hal baru - termasuk makanan. BLW memungkinkan para bayi untuk belajar tentang tekstur dan rasa, untuk menggabungkan makanan atau memakannya secara terpisah, dan untuk menemukan sukacita makan dengan cara yang tidak mungkin diperoleh jika dia makan dengan cara disuapi semangkuk bubur. Kemungkinan bahwa gaya menyuapi makan akan, pada waktunya, memiliki implikasi yang lebih positif bagi kesehatan anak-anak, serta untuk suasana menyenangkan pada waktu makan keluarga dan hubungan lebih positif dalam keluarga umumnya. Hal ini juga mungkin memiliki makna yang lebih luas untuk pengembangan, kemandirian keterampilan anak-anak dan kepercayaan diri. Penelitian lebih lanjut diperlukan, tetapi ada lebih banyak pengalaman menarik yang menunggu untuk ditemukan. (artikel ini merupakan terjemahan dari artikel Gill Rapley