SITE STATUS
Jumlah Member :
492.766 member
user online :
1176 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: bayi 25 bulan batuk lebih dari seminggu

New Topic :  
Jumlah Posts : 178
Jumlah di-Like : belum ada like

Bun, baru lahiran? Atau sedang persiapan kelahiran bayi? Aku tadi baru baca sedikitnya ada 11 penyakit yang biasanya menyerang bayi saat baru lahir, ini beberapa di antaranya :

Sesak napas

Bayi yang sesak napas akan mengalami kesulitan saat menarik napas. Terkadang napasnya berbunyi bahkan disertai batuk. Bunda perlu waspada jika wajah bayi jadi kebiruan akibat kekurangan oksigen.

Apnea

Penyakit di mana seseorang gak bisa napas selama beberapa detik secara spontan saat tidur. Gak hanya orang dewasa, bayi yang baru lahir, khususnya bayi prematur bisa mengalami apnea.

Muntah

Bisa terjadi karena kekenyangan, terlalu banyak udara di lambung, dsb. Bunda waspada jika bayi terus-terusan muntah tanpa berhenti.

Diare

Virus penyebab diare namanya rotavirus, dan bunda perlu waspada kalau diarenya disertai darah.

Eksim susu

Ini salah satu masalah kulit paling umum ditemukan pada bayi. Banyak yang bilang ini karena ASI yang mengenai kulit di sekitar mulut bayi, jadi si bayi kena bercak merah yg disebut eksim susu itu.

Ruam popok

Penyakit yang membuat kulit bayi iritasi, biasanya ini karena jenis popoknya yang gak lembut atau pemakaian yang gak benar. Pilih popok bayi yang mengandung bahan yang lembut untuk kulit bayi misalnya merries, dan selalu ganti jika sudah penuh.

Infeksi telinga tengah

Infeksi ini menyerang salah satu bagian telinga, yaitu telinga bagian tengah atau daerah sekitar gendang telinga.

Sembelit

Sembelit bisa terjadi karena bayi kekurangan cairan atau akibat perubahan makanan dan dimulainya pemberian makanan pertama. Jadi, bunda perlu waspada jika sembelit masih terjadi sampai lebih dari satu bulan.

Penyakit kuning

Penyakit yang membuat kulit dan mata bayi berwarna kuning. Bunda perlu waspada jika penyakit kuning gak kunjung hilang. Karena biasanya hilang yah sekitar 2 minggu paling lama.

Batuk pilek

Biasanya karena virus apalagi sekarang musim nya lagi gak bagus bun. Jadi jaga kesehatan bayi yah bun. Kalau sudah terserang segera bawa ke dokter apalagi kalau si batuk pilek ini membuat kemampuan minum bayi berkurang, dan gak sembuh-sembuh lebih dari seminggu.

Infeksi saluran napas

Infeksi yang menyerang saluran napas atas pada bayi atau ISPA, gak jarang juga saluran pernapasan bawah. Infeksi ini bisa terjadi pada bayi newborn (baru lahir)

sumber : ayahbunda

   


Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like

saya sudah telat 4 hari, jdwal mens saya biasa hanya tlt paling lama 3 hari bulan kemarin emang telat 5hari tapi bln kemarin saya masih mens, saya pengantin baru , baru bulan 10 menikah tapi sudah mengharapkan punya bayi, apa saya masih mungkin test pack lagi kalau telat lebih dari seminggu, yang saya rasakan saat ini, pala suka pusing, kadang mual, badan hangat kaya panas tapi tdk panas, pd nyut2an dan sakit kalau di sentuh, apa saya hamil ya bu?

   
30-11-2013 08:38:09 USG
Jumlah Posts : 395
Jumlah di-Like : 4

Dear Bunda Leo,

Selamat atas kehamilannya !

Pada usia kehamilan ini, bunda dapat memeriksa USG dan dengan keberuntungan mungkin dapat mengetahui jenis kelamin baby. Pada akhir bulan ini, bayi bunda akan bertumbuh lebih dari 7 cm dan hampir 25 gram. Pada bulan ini bunda dapat mendengar detak jantungnya dan melihatnya di USG.

Terima kasih.

   


18-03-2011 12:42:43 Obat batuk & pilek untuk bayi
Jumlah Posts : 3
Jumlah di-Like : belum ada like

ikutan nimbrung bunda...

beberapa waktu lalu aku sempat cari-cari info. emang batuk pilek pada anak adalah hal yang biasa aja dan gak butuh antibiotic. yang perlu diwaspadai adalah adanya komplikasi dalam batuk itu. berikut ini ada sedikit info yang aku potong dari situs kesehatan moga bisa nambah referensi kita.

Batuk adalah salah satu keluhan yang sering diungkapkan pasien kepada dokter. Batuk sebenarnya adalah suatu cara yang penting bagi tubuh kita untuk membersihkan tenggorokan dan saluran pernafasan kita. Tetapi batuk yang berlebihan dapat berarti bahwa kita mempunyai suatu gangguan atau penyakit.

Batuk ada yang kering, ada pula yang produktif. Batuk produktif adalah batuk yang berdahak. Dahak disebut juga sputum atau reak.

Batuk dapat akut atau kronik.
Ø Batuk akut biasanya timbul mendadak. Seringkali disebabkan oleh masuk angin, influenza, atau infeksi sinus (sinusitis). Batuk akut biasanya hilang setelah 2 sampai 3 minggu.
Ø Batuk kronik biasanya berlangsung lebih dari 2 sampai 3 minggu.

Penyebab Umum
Disamping infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) seperti influenza, penyebab batuk yang paling sering adalah:
Ø Alergi dan asthma
Ø Infeksi paru-paru seperti pneumonia atau bronkitis akut.
Ø Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) atau bronkitis kronik, ephysema
Ø Sinusitis yang menyebabkan postnasal drip.
Ø Penyakit paru seperti bronkiektasis, tumor paru.
Ø Gastroesophageal reflux disease (GERD) ini artinya cairan lambung balik ke tenggorokan, orangnya suka bertahak asam atau pahit.
Ø Merokok
Ø Terpapar asap rokok (perokok pasif)
Ø Terpapar polutan udara
Ø Obat darah tinggi golongan ACE Inhibi



Perawatan Rumah
Beberapa tips untuk mengurangi batuk:
Ø Permen obat batuk atau permen pedas dapat menolong pada batuk yang kering dan menggelitik. Tidak boleh diberikan pada anak-anak berusia dibawah 3 tahun karena dapat tersedak menyumbat jalan nafas.
Ø Menghirup uap hangat dapat menolong batuk kering dengan cara meningkatkan kelembaban di udara.
Ø Minum lebih banyak cairan dapat mengencerkan dahak di tenggorokan sehingga mudah dibatukkan keluar.


Beberapa obat batuk yang dapat dibeli tanpa resep dokter antara lain yang mengandung:
Ø Guaifenesin (Cohistan Expectorant, Probat, Bisolvon Extra, Actifed Expectorant, dll). Yang harus diingat adalah jika minum obat-obatan yang mengandung Guaifenesin adalah harus minum banyak air.
Ø Dekongestan seperti pseudoephedrine (Actifed, Actifed Expectorant, Disudrin, Clarinase, Rhinos SR, Triaminic, dll). Obat-obatan yang mengandung pseudoephedrine ini dapat digunakan untuk menghentikan pilek encer (meler) dan postnasal drip. Tidak boleh digunakan jika ada penyakit darah tinggi atau untuk anak-anak di bawah usia 6 tahun kecuali atas resep dokter anda.

Meskipun batuk dapat menjadi gejala yang mengganggu, tetapi batuk adalah cara tubuh kita untuk menyembuhkan dirinya. Beberapa pakar akhir-akhir ini menganjurkan tidak menggunakan penahan batuk pada beberapa situasi. Sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter anda sebelum mencoba penahan batuk yang dijual bebas yang mengandung dextromethorphan (Vicks 44, dll).

Jangan mengharapkan atau meminta dokter untuk meresepkan antibiotika untuk infeksi virus seperti influenza atau masuk angin. Antibiotik tidak bekerja terhadap virus. Antibiotik juga tidak mempercepat penyembuhan batuk yang disebabkan alergi.

Hubungi Dokter Anda Jika
Segera ke gawat darurat jika:
Ø Nafas pendek atau sulit bernafas
Ø Pembengkakan di muka dan kerongkongan disertai kesulitan menelan

Segera ke dokter anda jika:
Ø Batuk sangat hebat yang timbul mendadak.
Ø Batuk disertai bunyi nada tinggi pada saat menarik nafas.
Ø Batuk berdarah.
Ø Demam (yang dapat dapat mengindikasikan adanya suatu infeksi bakteri yang memerlukan antibiotika).
Ø Dahak yang kental, berbau busuk, bewarna kuning kehijauan (mengindikasikan adanya suatu infeksi bakteri).
Ø Terpapar dengan seorang penderita TBC.
Ø Penurunan berat badan yang tidak diharapkan atau keringat malam (mengindikasikan terkena TBC).
Ø Batuk lebih dari 10 – 14 hari.
Ø Batuk pada bayi berusia kurang dari 3 bulan.

Apa yang akan dilakukan dokter anda?
Pada keadaan darurat pasien akan diobati pertama-tama untuk menstabilkan kondisinya. Setelah kondisi stabil, maka dokter anda akan menanyakan hal-hal mengenai batuk anda. Pertanyaan-pertanyaan yang mungkin diajukan oleh dokter anda:
Ø Apakah batuk berdarah (berapa banyak, berapa sering, sudah berapa lama).
Ø Apakah batuk berdahak? Bagaimana dahaknya, apakah kental dan sulit dibatukkan?
Ø Apakah batuknya parah? Apakah batuknya kering?
Ø Apakah suara batuknya seperti gonggongan?
Ø Bagaimana pola batuk? Apakah timbulnya tiba-tiba? Apakah makin tambah parah akhir-akhir ini? Apakah batuk memburuk di malam hari? Apakah batuk mulai pada saat bangun pagi?
Ø Sudah berapa lama batuk?
Ø Apakah batuk memburuk jika berbaring pada satu sisi?
Ø Apakah batuk periodik disertai muntah?
Ø Gejala-gejala lain apa yang menyertai batuk? Adakah sesak nafas, demam?

Kemudian dokter anda akan melakukan pemeriksaan fisik termasuk memeriksa telinga, hidung, tenggorokan dan dada anda.

Mungkin dokter anda akan meminta pemeriksaan tambahan seperti:
Ø Foto rontgen dada.
Ø Analisa dahak (jika batuk berdahak).
Ø Test fungsi paru
Ø Scan paru
Ø Bronkoskopi.

Pencegahan
Ø Jangan merokok dan jangan berada dekat-dekat perokok.
Ø Jika anda memiliki alergi musiman usahakan tetap di dalam ruangan selama alergen udara sedang banyak-banyaknya. Jika memungkinkan, tutuplah jendela dan gunakan AC. Hindari kipas angin yang menarik udara dari luar ruangan. Mandilah dan gantilah baju sesudah berada di luar ruangan.
Ø Jika anda memiliki alergi sepanjang tahun, jangan gunakan bantal dan kasur kapuk, gunakan pembersih udara (air purifier) dan jangan piara hewan peliharaan, dan hindari pencetus lainnya.
   
11-01-2011 01:59:04 BAB warna hijau
Jumlah Posts : 625
Jumlah di-Like : 16
@bunda,

Feses bayi < 6 bulan yang normal warnanya: kuning keemasan, ada seperti biji cabe dan baunya masih enak.

Waspada kalau fesesnya berwarna hitam (berarti ada pendarahan dalam, terutama di saluran pencernaan, darah sudah membeku karena itu berwarna hitam), ada buih seperti busa (hati-hati dengan livernya), merah (darah di anus).

Warna hijau tidak masalah kalau sekali-kali, karena usus bayi yang sangat halus ini terkadang melewati serat dan menyerap unsur-unsur ASI lainnya. Tapi kalau berlebihan patut waspada juga, karena berarti ada masalah entah kurang steril botol susunya, atau entah alergi dengan obat atau makanannya. Warna hijau berarti terlalu banyak laktosa, yang kalau simpton ini terjadi terus menerus patut diwaspadai juga, coba konsul ke dsa jika sudah berlangsung lebih dari seminggu berturut-turut.

   


18-12-2007 11:08:41 Fakta & Mitos IMUNISASI
Jumlah Posts : 918
Jumlah di-Like : 4
Fakta dan Mitos Mengenai Imunisasi

Sejak pemberian vaksinasi secara luas di Amerika Serikat, jumlah kasus penyakit pada anak seperti campak dan pertusis (batuk rejan/batuk seratus hari) turun hingga 95% lebih. Imunisasi telah melindungi anak-anak dari penyakit mematikan dan telah menyelamatkan ribuan nyawa. Saat ini beberapa penyakit sangat jarang timbul sehingga para orang tua kadang mempertanyakan apakah vaksinasi masih diperlukan.

Anggapan yang keliru ini hanya salah satu dari kesalahpahaman mengenai imunisasi. Kebenarannya adalah bahwa sebagian besar vaksin mampu mencegah penyakit yang masih ada di dunia, walaupun angka kejadian penyakit tersebut jarang. Vaksinasi masih sangat berperan penting dalam menjaga kesehatan anak. Bacalah lebih lanjut tentang imunisasi secara lebih jelas dalam uraian berikut!

Apa yang terjadi pada tubuh dengan imunisasi

Vaksin bekerja dengan mempersiapkan tubuh anak anda untuk memerangi penyakit. Setiap suntikan imunisasi yang diberikan mengandung kuman mati atau yang dilemahkan, atau bagian darinya, yang menyebabkan penyakit tertentu. Tubuh anak anda akan dilatih untuk memerangi penyakit dengan membuat antibodi yang mengenali bagian-bagian kuman secara spesifik. Kemudian akan timbul respon tubuh yang menetap atau dalam jangka panjang. Jadi, ketika anak terpapar pada penyakit yang sebenarnya, antibodi telah siap pada tempatnya dan tubuh tahu cara memeranginya sehingga anak tidak jatuh sakit. Inilah yang disebut sebagai imunitas (ketahanan tubuh terhadap penyakit tertentu).

Fakta dan mitos

Yang patut disayangkan, beberapa orang tua yang salah mendapatkan informasi mengenai vaksin memutuskan untuk tidak memberikan imunisasi pada anak mereka, akibatnya risiko anak tersebut untuk jatuh sakit lebih besar.

Untuk lebih memahami keuntungan dan risiko dari vaksinasi, berikut ini beberapa mitos umum yang ada di masyarakat dan faktanya.

Imunisasi akan menimbulkan penyakit yang seharusnya ingin dicegah dengan vaksinasi pada anak saya

Anggapan ini timbul pada beberapa orang tua yang memiliki kekhawatiran besar terhadap vaksin. Adalah suatu hal yang mustahil untuk menderita penyakit dari vaksin yang terbuat dari bakteri atau virus yang telah mati atau bagian dari tubuh bakteri atau virus tersebut. Hanya imunisasi yang mengandung virus hidup yang dilemahkan, seperti vaksin cacar air (varicella) atau vaksin campak, gondong, dan rubela (MMR), yang mungkin dapat memberikan bentuk ringan dari penyakit tersebut pada anak. Namun hal tersebut hampir selalu tidak lebih parah dari sakit yang dialami jika seseorang terinfeksi oleh virus hidup yang sebenarnya. Risiko timbulnya penyakit dari vaksinasi amatlah kecil.
Vaksin dari virus hidup yang tidak lagi digunakan di Amerika Serikat adalah vaksin polio oral (diberikan melalui tetes ke dalam mulut anak). Keberhasilan program vaksinasi memungkinkan untuk mengganti vaksin virus dari virus hidup ke virus yang telah dimatikan yang dikenal sebagai vaksin polio yang diinaktifkan. Perubahan ini secara menyeluruh telah menghapuskan penyakit polio yang ditimbulkan oleh imunisasi di Amerika Serikat.

Jika semua anak lain yang berada di sekolah diimunisasi, tidak ada bahaya jika saya tidak mengimunisasi anak saya

Adalah benar bahwa kemungkinan seorang anak untuk menderita penyakit akan rendah jika yang lainnya diimunisasi. Jika satu orang berpikir demikian, kemungkinan orang lain pun akan berpikir hal yang sama. Dan tiap anak yang tidak diimunisasi memberikan satu kesempatan lagi bagi penyakit menular tersebut untuk menyebar. Hal ini pernah terjadi antara tahun 1989 dan 1991 ketika terjadi wabah campak di Amerika Serikat. Perubahan laju imunisasi pada anak pra sekolah mengakibatkan lonjakan tinggi pada jumlah kasus campak, angka kematian, serta jumlah anak dengan kerusakan menetap akibatnya. Hal serupa pernah terjadi di Jepang dan Inggris pada tahun 1970 yaitu wabah pertusis (batuk rejan/batuk seratus hari) yang terjadi saat laju imunisasi menurun.
Walaupun angka laju vaksinasi cukup tinggi di Amerika Serikat, tidak dapat dijamin bahwa anak anda hanya akan kontak dengan orang-orang yang telah divaksinasi, apalagi sekarang banyak orang bepergian dari dan ke luar negeri. Sepeti wabah ensefalitis pada tahun 1999 dari virus West Nile di New York, suatu penyakit dapat menyebar ke belahan bumi lain dengan cepatnya akibat perjalanan internasional. Cara terbaik untuk melindungi anak anda adalah dengan imunisasi.

Imunisasi akan memberikan reaksi buruk pada anak saya

Reaksi umum yang paling sering terjadi akibat vaksinasi adalah keadaan yang tidak berbahaya, seperti kemerahan dan pembengkakan pada tempat suntikan, demam, dan ruam pada kulit. Walaupun pada kasus yang jarang imunisasi dapat mencetuskan kejang dan reaksi alergi yang berat, risiko untuk terjadinya hal tersebut sangat kecil dibandingkan risiko menderita penyakit jika seorang anak tidak diimunisasi. Setiap tahunnya jutaan anak telah divaksinasi secara aman, dan hampir semua dari mereka tidak mengalami efek samping yang bermakna.
Sementara itu, penelitian secara terus menerus dilakukan untuk meningkatkan keamanan imunisasi. The American Academy of Pediatrics (AAP) sekarang menganjurkan dokter untuk menggunakan vaksin difteri, tetanus, dan pertusis yang mengandung hanya satu bagian spesifik sel kuman pertusis dibandingkan dengan yang mengandung seluruh bagian sel kuman yang telah mati. Vaksin pertusis yang aselular (DtaP) dikaitkan dengan lebih kecilnya efek samping seperti demam dan kejang.

Baru-baru ini telah disetujui untuk mengganti zat pengawet timerosal dari semua vaksinasi, seperti yang direkomendasikan oleh The Advisory Commitee on Immunization Practice (ACIP), American Academy of Pediatrics, dan United States Public Health Service (USPHS).

Timerosal adalah produk dari etil merkuri dan telah digunakan sebagai pengawet vaksin sejak 1930. Jumlah timerosal yang terkandung dalam vaksin sangat rendah, pada kadar yang tidak berhubungan dengan keracunan merkuri. Namun USPHS sekarang merekomendasikan untuk meminimalkan semua paparan terhadap merkuri, tidak peduli berapapun sedikit kadarnya, hal ini termasuk pula penggunaan termometer kaca yang mengandung merkuri.

Pada tahun 1999, The Centre for Disease Cintrol (CDC) Amerika Serikat menunda penggunaan vaksin baru rotavirus setelah beberapa orang anak menderita sumbatan di usus yang mungkin dicetuskan oleh vaksin tersebut. Walaupun hanya beberapa kasus yang dilaporkan, CDC menghentikan pemberian vaksinasi karena adanya kekhawatiran mengenai keamanannya. Setelah dilakukan penelitian, vaksin rotavirus tidak diberikan lagi.

Ada rumor yang dikuatkan, banyak diantaranya yang diedarkan melalui internet, menghubungkan beberapa vaksin dengan multipel sklerosis, sindrom kematian mendadak pada bayi (SIDS), autisme, dan masalah kesehatan lainnya. Namun beberapa penelitian gagal dalam menunjukkan hubungan antara imunisasi dengan keadaan tersebut. Angka kejadian sindrom kematian mendadak pada bayi (SIDS) telah menurun lebih dari 50% beberapa tahun ini, padahal jumlah vaksin yang diberikan tiap tahun semakin meningkat.

Anak saya tidak perlu diiimunisasi karena penyakit tersebut telah dimusnahkan

Penyakit yang jarang atau tidak terjadi lagi di Amerika Serikat, seperti polio dan campak, tetap berkembang di belahan bumi lain. Dokter melanjutkan pemberian vaksin untuk penyakit tersebut karena penyakit tersebut sangat mudah ditularkan melalui kontak dengan penderita melalui perjalanan. Hal tersebut termasuk orang-orang yang mungkin belum diimunisasi masuk ke Amerika Serikat, seperti halnya orang Amerika yang bepergian ke luar negeri.
Jika laju imunisasi menurun, penyakit yang dibawa oleh seseorang yang datang dari negara lain dapat menimbulkan keadaan sakit yang berat pada populasi yang tidak terlindungi dengan imunisasi. Pada tahun 1994 polio telah terbawa dari India ke Kanada, namun tidak menyebar karena banyak masyarakat yang telah diimunisasi. Hanya penyakit yang telah diberantas tuntas dari muka bumi, seperti cacar (smallpox), yang aman untuk dihentikan pemberian vaksinasinya.

Anak saya tidak perlu diimunisasi jika ia sehat, aktif, dan makan dengan baik

Vaksinasi dimaksudkan untuk menjaga anak tetap sehat. Karena vaksin bekerja dengan memberi perlindungan tubuh sebelum penyakit menyerang. Jika anda menunda samapi anak anda sakit akan terlambat bagi vaksin untuk bekerja. Waktu yang tepat untuk memberikan imunisasi pada anak anda adalah saat ia dalam keadaan sehat.

Imunitas hanya bertahan sebentar

Beberapa vaksin, seperti campak dan pemberian beberapa serial vaksin hepatitis B, dapat menimbulkan kekebalan seumur hidup anda. Vaksin lainnya, seperti tetanus, bertahan sampai beberapa tahun, membutuhkan suntikan ulang dalam periode waktu tertentu (booster) agar dapat terus memberi perlindungan untuk melawan penyakit. Dan beberapa vaksin, seperti pertusis, akan semakin berkurang namun tidak memerlukan suntikan ulang (booster) karena tidak berbahaya pada remaja dan dewasa. Penting untuk menyimpan catatan pemberian suntikan imunisasi anak anda sehingga anda tahu kapan ia membutuhkan suntikan ulang (booster).

Fakta bahwa penelitian tentang vaksin masih terus berlanjut dan diperbaiki menunjukkan bahwa pemberiannya belum aman

Pusat pengawas obat dan makanan merupakan badan milik pemerintah yang bertanggung jawab untuk mengatur tentang vaksin di Amerika Serikat. Bekerja sama dengan CDC dan The National Institutes of Health (NIH) mereka meneruskan penelitian dan memonitor keamanan dan keefektifan pemberian vaksin.
Surat ijin bagi vaksin baru dikeluarkan setelah dilakukan penelitian laboratorium dan percobaan klinis, dan pengawasan keamanan tetap berlanjut walaupun vaksin telah disetujui. Telah dilakukan dan akan terus dilakukan perbaikan (misalnya seperti yang berlaku pada DtaP dan vaksin polio) yang akan meminimalkan efek samping yang mungkin terjadi dan untuk menjamin standar keamanan yang terbaik.

Timerosal mengakibatkan Autisme

Beberapa ilmuwan telah melemparkan wacana bahwa kandungan merkuri dalam vaksin merupakan penyebab autisme dan anak yang menderita autisme dianjurkan untuk menjalani terapi kelasi (chelation therapy, pemberian zat khusus sebagai upaya “mengikat” merkuri agar tidak dapat bereaksi dengan komponen sel tubuh) untuk detoksifikasi. Beberapa kasus telah dijadikan perkara hukum yang disidangkan dan beberapa pengacara menyebarkan informasi di internet untuk mendapatkan klien. Situasi ini semakin berkembang karena sampai sekarang beberapa vaksin masih mengandung timerosal, zat pengawet yang mengandung merkuri yang tidak digunakan lagi. Ada beberapa alasan mengapa kecemasan mengenai timerosal dalam vaksin sebenarnya merupakan informasi yang menyesatkan:

* Jumlah merkuri yang terkandung sangat kecil
* Tidak ada hubungan merkuri dan autisme yang terbukti
* Tidak ada alasan yang masuk akal untuk mempercayai bahwa autisme terjadi karena sebab keracunan

Timerosal telah digunakan sebagai pengawet pada makhluk hidup dan vaksin sejak tahun 1930 karena dapat mencegah kontaminasi bakteri dan jamur, terutama pada tabung yang digunakan untuk beberapa kali pemakaian. Pada tahun 1999, FDA (Food and Drug Administration) memeriksa catatan bahwa dengan bertambahnya jumlah vaksin yang dianjurkan pada bayi, jumlah total merkuri pada vaksin yang mengandung timerosal dapat melebihi batas yang dianjurkan oleh badan pengawas lain (1). Jumlah merkuri yang ditentukan oleh FDA memiliki batas aman yang lebar, dan belum ada informasi mengenai bayi yang sakit akibatnya. Meski demikian untuk berhati-hati, US Public Health Service dan the American Academy of Pediatrics meminta dokter untuk meminimalkan paparan terhadap vaksin yang mengandung timerosal dan kepada perusahaan pembuat vaksin untuk menghilangkan timerosal dari vaksin sesegera mungkin (2). Pada pertengahan 2000 vaksin hepatitis B dan meningitis bakterial yang bebas timerosal tersedia luas.kombinasi vaksin difteri,pertusis, dan tetanus sekarang juga tersedia tanpa timerosal. Vaksin MMR, cacar air, polio inaktif, dan konjugasi pneumokok tidak pernah mengandung timerosal.

Sebelum adanya pembatasan, paparan maksimal kumulatif merkuri pada anak dalam 6 bulan pertama kehidupan dapat mencapai 187,5 mikrogram (rata-rata 1 mikrogram/hari). Pada formula vaksin yang baru paparan maksimal kumulatif selama 6 bulan pertama kehidupan adalah tidak lebih dari 3 mikrogram (3). Tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa batasan maksimal keduanya memiliki efek toksik (keracunan).

Pusat pengawasan dan pencegahan penyakit (CDC) telah membandingkan angka kejadian autisme dengan jumlah timerosal yang ada dalam vaksin. Hasil menunjukkan bahwa tidak ada perubahan relatif angka kejadian antara autisme dengan jumlah timerosal yang diterima anak dalam 6 bulan pertama kehidupan (dari 0-160 mikrogram). Hubungan yang lemah ditemukan antara asupan timerosal dan beberapa kelainan pertumbuhan saraf (seperti gangguan pemusatan perhatian) pada satu penelitian saja, namun tidak terbukti pada penelitian selanjutnya (4). Penelitian lain yang direncanakan sepertinya juga tidak akan menunjukkan hubungan bermakna.

Komite Intitute of Medicine (IOM) yang telah menyebarkan luaskan laporannya pada bulan Oktober 2001 menemukan tidak ada bukti hubungan antara vaksin yang mengandung timerosal dan autisme, ggangguan pemusatan perhatian, keterlambatan bicara dan bahasa, atau kelainan perkembangan saraf lainnya.
Penggunaan terapi kelasi untuk penanganan anak yang menderita autisme sama sekali tidak berhubungan.
   
Jumlah Posts : 86
Jumlah di-Like : belum ada like
Lupakan puree - BLW mengembalikan kebahagiaan di waktu makan anak Anda Membiarkan bayi makan makanan yang tidak dihaluskan bisa mencegah kegemukan. Hal ini juga membantu bayi belajar makan dengan cara mereka sendiri Gill Rapley www.guardian.co.uk, Rabu 8 Februari 2012 08.00 WIB Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang orangtuanya menggunakan metode Baby-Led Weaning (BLW) cenderung makan lebih sehat di kemudian hari. Menurut sebuah studi terbaru yang diadakan oleh tim dari Universitas Nottingham, bayi disuapi dengan makanan yang dihaluskan cenderung berakhir lebih gemuk daripada bayi yang belajar makan pertama kali dengan finger food. Hal ini mendukung meningkatnya jumlah keluarga yang memilih BLW- di mana bayi belajar makan finger food sendiri. Dalam hal ini, bayi tidak perlu disuapi dan bayi dapat dipercaya untuk tahu apa dan seberapa banyak mereka perlu makan. Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang orangtuanya mengikuti pendekatan BLW cenderung makan lebih sehat dan memiliki BMI lebih sehat di kemudian hari. Anak- anak yang disuapi puree sebagai bayi lebih cenderung menjadi gemuk dan lebih mungkin lebih suka rasa manis. Dengan kecemasan mengenai peningkatan kasus kegemukan pada anak-anak, hasil penelitian tersebut tepat waktu. Jika mengamati bagaimana makanan padat diperkenalkan adalah isu yang masih relatif baru - telah ada penelitian sebelumnya mengenai saat yang tepat untuk memulai makanan padat dan apa yang bayi harus makan, tetapi sedikit tentang cara yang tepat untuk melakukan aktivitas tersebut. Banyak orang tua yang akhirnya menyerah untuk menyuapi anak-anaknya telah menggunakan praktek yang sudah usang, yaitu menyuapi bayi terlalu dini. Sebagai soerang health visitor, saya (Gill Rapley) melihat banyak keluarga telah berjuang memberi makan anaknya sebelum saya datang pada mereka untuk membantu, bahwa begitu banyak masalah yang tampaknya tak terelakkan dapat diselesaikan dengan membiarkan bayi enam bulan atau lebih makan sendiri. Rahasianya tampaknya bukan pada apa yang ditawarkan pada bayi, tetapi bagaimana hal itu ditawarkan - dan dalam suasana emosional pada waktu makan. Dengan BLW, orang tua didorong untuk percaya bayi mereka dan tidak mengganggu aktivitas makan mereka. Bayi bergabung dengan anggota keluarga dan makan makanan (sehat) yang sama. Hal ini memungkinkan mereka untuk tetap terkontrol: mereka memilih apa yang dimakan, berapa banyak dan seberapa cepat. Mereka diperbolehkan untuk berhenti makan (atau tidak makan sama sekali) ketika kenyang. Selama yang disajikan di hadapan mereka adalah berbagai makanan sehat, mereka dapat dipercaya untuk membuat pilihan yang tepat. Karena tidak ada tekanan, tidak ada potensi perseteruan. Dan karena waktu makan adalah saatnya berbagi dengan orang lain, tidak ada kesan terburu-buru untuk "bagaimana pun caranya supaya bayi berhasil makan". Menyuapi bayi, di sisi lain, menempatkan orang tua sebagai pihak yang bertanggung jawab. Bahkan dengan maksud terbaik di dunia pada prakteknya bisa jadi tetap sulit. jika Anda memiliki semangkuk bubur halus dan bayi untuk disuapi, menahan godaan untuk membujuk mereka untuk makan sebanyak yang Anda pikir mereka butuhkan - waktu makan dapat mudah menjadi medan pertempuran. Games dan trik dilakukan untuk membuat bayi makan atau membuat mereka makan lebih banyak (seperti "ini ada pesawat dataangg!"). Hal ini mendorong bayi untuk terus makan bahkan ketika tubuh mereka sebetulnya sudah memberitahu mereka bahwa perutnya sudah kenyang. Anda juga bisa tergoda untuk menggunakan makanan manis sebagai suap untuk membujuk anak kecil untuk makan lebih banyak makanan sehat (yang mungkin rasanya kurang lezat), yang akan mengajari mereka bahwa makanan manis itu menyenangkan dan makanan sehat itu membosankan. Semua hal ini bisa menjadi penyebab pilihan makanan yang tidak sehat dan makan berlebihan di masa depan. Bayi belajar dengan melakukan. Mereka digerakkan oleh rasa ingin tahu. Mereka secara alami ingin mengatasi dan mengeksplorasi hal-hal baru - termasuk makanan. BLW memungkinkan para bayi untuk belajar tentang tekstur dan rasa, untuk menggabungkan makanan atau memakannya secara terpisah, dan untuk menemukan sukacita makan dengan cara yang tidak mungkin diperoleh jika dia makan dengan cara disuapi semangkuk bubur. Kemungkinan bahwa gaya menyuapi makan akan, pada waktunya, memiliki implikasi yang lebih positif bagi kesehatan anak-anak, serta untuk suasana menyenangkan pada waktu makan keluarga dan hubungan lebih positif dalam keluarga umumnya. Hal ini juga mungkin memiliki makna yang lebih luas untuk pengembangan, kemandirian keterampilan anak-anak dan kepercayaan diri. Penelitian lebih lanjut diperlukan, tetapi ada lebih banyak pengalaman menarik yang menunggu untuk ditemukan. (artikel ini merupakan terjemahan dari artikel Gill Rapley
   
29-04-2014 06:57:44 makanan tambahan
Jumlah Posts : 86
Jumlah di-Like : belum ada like
Lupakan puree - BLW mengembalikan kebahagiaan di waktu makan anak Anda Membiarkan bayi makan makanan yang tidak dihaluskan bisa mencegah kegemukan. Hal ini juga membantu bayi belajar makan dengan cara mereka sendiri Gill Rapley www.guardian.co.uk, Rabu 8 Februari 2012 08.00 WIB Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang orangtuanya menggunakan metode Baby-Led Weaning (BLW) cenderung makan lebih sehat di kemudian hari. Menurut sebuah studi terbaru yang diadakan oleh tim dari Universitas Nottingham, bayi disuapi dengan makanan yang dihaluskan cenderung berakhir lebih gemuk daripada bayi yang belajar makan pertama kali dengan finger food. Hal ini mendukung meningkatnya jumlah keluarga yang memilih BLW- di mana bayi belajar makan finger food sendiri. Dalam hal ini, bayi tidak perlu disuapi dan bayi dapat dipercaya untuk tahu apa dan seberapa banyak mereka perlu makan. Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang orangtuanya mengikuti pendekatan BLW cenderung makan lebih sehat dan memiliki BMI lebih sehat di kemudian hari. Anak- anak yang disuapi puree sebagai bayi lebih cenderung menjadi gemuk dan lebih mungkin lebih suka rasa manis. Dengan kecemasan mengenai peningkatan kasus kegemukan pada anak-anak, hasil penelitian tersebut tepat waktu. Jika mengamati bagaimana makanan padat diperkenalkan adalah isu yang masih relatif baru - telah ada penelitian sebelumnya mengenai saat yang tepat untuk memulai makanan padat dan apa yang bayi harus makan, tetapi sedikit tentang cara yang tepat untuk melakukan aktivitas tersebut. Banyak orang tua yang akhirnya menyerah untuk menyuapi anak-anaknya telah menggunakan praktek yang sudah usang, yaitu menyuapi bayi terlalu dini. Sebagai soerang health visitor, saya (Gill Rapley) melihat banyak keluarga telah berjuang memberi makan anaknya sebelum saya datang pada mereka untuk membantu, bahwa begitu banyak masalah yang tampaknya tak terelakkan dapat diselesaikan dengan membiarkan bayi enam bulan atau lebih makan sendiri. Rahasianya tampaknya bukan pada apa yang ditawarkan pada bayi, tetapi bagaimana hal itu ditawarkan - dan dalam suasana emosional pada waktu makan. Dengan BLW, orang tua didorong untuk percaya bayi mereka dan tidak mengganggu aktivitas makan mereka. Bayi bergabung dengan anggota keluarga dan makan makanan (sehat) yang sama. Hal ini memungkinkan mereka untuk tetap terkontrol: mereka memilih apa yang dimakan, berapa banyak dan seberapa cepat. Mereka diperbolehkan untuk berhenti makan (atau tidak makan sama sekali) ketika kenyang. Selama yang disajikan di hadapan mereka adalah berbagai makanan sehat, mereka dapat dipercaya untuk membuat pilihan yang tepat. Karena tidak ada tekanan, tidak ada potensi perseteruan. Dan karena waktu makan adalah saatnya berbagi dengan orang lain, tidak ada kesan terburu-buru untuk "bagaimana pun caranya supaya bayi berhasil makan". Menyuapi bayi, di sisi lain, menempatkan orang tua sebagai pihak yang bertanggung jawab. Bahkan dengan maksud terbaik di dunia pada prakteknya bisa jadi tetap sulit. jika Anda memiliki semangkuk bubur halus dan bayi untuk disuapi, menahan godaan untuk membujuk mereka untuk makan sebanyak yang Anda pikir mereka butuhkan - waktu makan dapat mudah menjadi medan pertempuran. Games dan trik dilakukan untuk membuat bayi makan atau membuat mereka makan lebih banyak (seperti "ini ada pesawat dataangg!"). Hal ini mendorong bayi untuk terus makan bahkan ketika tubuh mereka sebetulnya sudah memberitahu mereka bahwa perutnya sudah kenyang. Anda juga bisa tergoda untuk menggunakan makanan manis sebagai suap untuk membujuk anak kecil untuk makan lebih banyak makanan sehat (yang mungkin rasanya kurang lezat), yang akan mengajari mereka bahwa makanan manis itu menyenangkan dan makanan sehat itu membosankan. Semua hal ini bisa menjadi penyebab pilihan makanan yang tidak sehat dan makan berlebihan di masa depan. Bayi belajar dengan melakukan. Mereka digerakkan oleh rasa ingin tahu. Mereka secara alami ingin mengatasi dan mengeksplorasi hal-hal baru - termasuk makanan. BLW memungkinkan para bayi untuk belajar tentang tekstur dan rasa, untuk menggabungkan makanan atau memakannya secara terpisah, dan untuk menemukan sukacita makan dengan cara yang tidak mungkin diperoleh jika dia makan dengan cara disuapi semangkuk bubur. Kemungkinan bahwa gaya menyuapi makan akan, pada waktunya, memiliki implikasi yang lebih positif bagi kesehatan anak-anak, serta untuk suasana menyenangkan pada waktu makan keluarga dan hubungan lebih positif dalam keluarga umumnya. Hal ini juga mungkin memiliki makna yang lebih luas untuk pengembangan, kemandirian keterampilan anak-anak dan kepercayaan diri. Penelitian lebih lanjut diperlukan, tetapi ada lebih banyak pengalaman menarik yang menunggu untuk ditemukan. (artikel ini merupakan terjemahan dari artikel Gill Rapley
   
02-04-2014 20:12:32 jarang buang air besar
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like

Ini saya dapat info dari rumah sakit melinda 

Pada bayi yang jarang BAB biasanya mengalami konstipasi atau kesulitan buang air besar. Hal ini dimungkinkan faktor organik sebagai penyebab keluhan tersebut, ataupun kemungkinan lainnya bayi alergi terhadap protein susu sapi.

      Hal lain bisa dimungkinkan karena susu formula yang diberikan tidak cocok baik bagi bayi maupun ibu. Bila pola BAB-nya sudah kembali menjadi normal, berikan kembali susu formula seperti biasa dan perhatikan reaksinya. Jika terjadi konstipasi lagi, segera hentikan susu formulanya. Setelah dihentikan susu formula dan pola BAB menjadi normal kembali, maka bisa dipastikan bahwa bayi Anda menderita alergi protein terhadap susu sapi. Untuk itu, cobalah kembali memberikan ASI agar lebih optimal.

      Jangan sekali-kali melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan pada bayi yaitu dengan merangsang bayi dengan memberikan obat untuk melancarkan pencernaan atau pun merangsang anus dengan sabun dan sebagainya. Selain berbahaya bagi bayi Anda, hal ini juga dapat menyebabkan bayi ketergantungan terhadap rangsangan. Namun hal tersebut di atas tidak akan terjadi bila ibu memberikan ASI eksklusif dan selama masa yang diharuskan dalam masa ASI eksklusif.

      Dengan seiring bertambahnya usia, pola BAB pada bayi baru lahir biasanya bervariasi. Bayi pada umumnya akan BAB kurang lebih 2-5 kali sehari hingga ia berusia 6-8 minggu. Terkadang warnanya pun bervariasi seperti kuning atau kuning kehijauan. Bahkan pada bayi yang diberikan ASI sekalipun selalu mengalami BAB setiap kali setelah menyusu. Maka hal ini pula yang ditakutkan para ibu jika memberikan ASI eksklusif pada bayinya karena ragu sang bayi terkena "diare". Lalu apakah benar bahwa bayi yang diberikan ASI eksklusif akan mengalami diare ?

      Kondisi di atas merupakan hal yang normal terjadi pada bayi, dan bukan karena pertanda bayi mengalami diare. ASI yang diberikan ibu memiliki ribuan manfaat bagi sang bayi, yaitu memiliki fungsi sebagai laksatif. Bayi baru lahir hingga usianya 6-7 minggu jika diberikan ASI, maka akan berfungsi untuk membersihkan sistem pencernaannya saat ia masih di dalam rahim ibu. Tak hanya itu, ASI juga akan melapisi sel-sel usus halus yang masih terbuka dengan antibodi dari ASI, sehingga terlindung dari resiko alergi dan gangguan pencernaan. Selain itu, saat bayi BAB, maka bilirubin yang tidak terpakai dalam tubuh akan dibuang melalui kotoran. Hal ini berarti fungsi hati yang masih belum sempurna akan terbantu dengan baik dan resiko kuning pada bayi akan terminimalisir. Dan inilah mengapa bayi yang diberikan ASI eksklusif sering mengalami BAB.

      Namun banyak para ibu menanyakan mengapa bayinya menjadi susah BAB? Hal ini karena saat bayi memasuki usia sekitar lebih dari 6 minggu, maka pola BAB akan berubah dengan sendirinya. Jika sebelumnya bayi yang diberikan ASI sering BAB, nantinya ia akan mengalami jarang BAB. Hal ini karena frekuensi BAB setiap bayi ASI bervariatif, bisa 2 atau 3 hari sekali. Bahkan ada yang sampai 12 hari atau lebih tidak BAB. Hal inilah yang menyebabkan orangtua menjadi khawatir karena ditakutkan anaknya mengalami konstipasi atau sembelit.

      Pada usia sekitar 6 minggu lebih, bayi yang diberikan ASI akan mengalami jarang BAB. Hal ini disebabkan ASI diserap sempurna oleh tubuh bayi. Karena penyerapannya yang sempurna, maka tidak akan ada ampas yang dibuang dalam bentuk kotoran. Anda tidak perlu khawatir jika sang bayi masih dalam keadaan baik-baik saja, pertumbuhannya baik, dan tidak merasa kesakitan atau rewel yang berlebihan saat mengejan (lethargic).

      Perhatikan saat bayi BAB dan juga kotorannya. Jika kotorannya berbentuk seperti biasa atau lunak, dan tidak mengalami kesulitan saat mengeluarkan kotorannya maka jelas bayi tidak mengalami konstipasi atau sembelit. Berbeda lagi jika bayi mengalami sembelit, maka kotorannya pun akan keras padat, agak kering dan sulit dikeluarkan. Konsultasikan hal tersebut dengan dokter anak secepatnya jika hal ini terjadi pada bayi Anda.

      Bayi yang diberikan ASI jarang BAB akan terus berlangsung hingga ia berusia 6 bulan atau masa ASI eksklusif terlewati. Jika bayi ASI berusia 6 bulan ke atas telah mendapatkan MPASI atau Makanan Pendamping ASI, maka konsistensi dari kotoran bayi dan pola BAB-nya akan bervariasi dan juga ditentukan dari asupan makanan yang masuk.

      Maka dengan telah memahami pola BAB bayi, kekhawatiran dan ketakutan Anda saat memberikan ASI eksklusif kini sudah dapat terhindari dan ibu bisa menjadi lebih tenang. Bila ibu semakin tenang dalam memberikan ASI eksklusif, maka semakin lancar pula hormon oksitosin yang bekerja untuk memproduksi ASI.

Selamat menyusui.

   
30-12-2013 20:29:27 bayi 2m flu
Jumlah Posts : 527
Jumlah di-Like : belum ada like
Sip,setuju sama komennya,bund Ticka.Kalo dikasih herbalife,jadi gugur lah predikat asix nya,bund

Normal skali kalo baby under 3m terlihat seperti flu.Lagipula flu bukan penyakit yg harus dihentikan seperti halnya demam,diare/batuk.Asal gak lebih dari seminggu masa inkubasi nya yah.Bila galau berlanjut,silahkan konsul dsa yg lebih kompeten dalam menjawab
   
30-12-2013 20:29:23 bayi 2m flu
Jumlah Posts : 527
Jumlah di-Like : belum ada like
Sip,setuju sama komennya,bund Ticka.Kalo dikasih herbalife,jadi gugur lah predikat asix nya,bund

Normal skali kalo baby under 3m terlihat seperti flu.Lagipula flu bukan penyakit yg harus dihentikan seperti halnya demam,diare/batuk.Asal gak lebih dari seminggu masa inkubasi nya yah.Bila galau berlanjut,silahkan konsul dsa yg lebih kompeten dalam menjawab
   
23-08-2013 16:02:21 pup bayi berwarna hijau
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
saya mau tanya, sudah sebulan ini pup anak saya berwarna hijau, usia bayi 4 bulan.. faktornya apa dari susu formula yang diminum atau hal lain? anak saya sudah tidak minum asi sejak usia 2 bulan

Dari : hasanah ratnapuri

Jawaban:

Dear Bunda,
Konsistensi dan warna feses bayi bervariasi. Awal kehidupan seorangg bayi yang meminum ASI, warna kotoran bayi bervariasi dari kuning-kuning kehijauan, konsistensinya "creamy" (tidak terlalu kental ataupun cair). Warna kotoran bayi yang meminum ASI bergantung dari ASI yang Ia minum. Kotoran berwarna kehijauan atau kuning hijau bila bunda hanya memberikan ASI awal "foremilk" yang mengandung banyak kalori sedangkan "hindmilk" atau ASI akhir mengandung banyak lemak. Pastikan Bunda menyusui dari awal hingga payudara menjadi kosong agar nutrisi secara lengkap dikonsumsi oleh bayi Anda. Selain itu, bayi yang menyusu ASI dapat menghasilkan kotoran bayi yang berjumlah sedikit atau tidak ada sama sekali sampai 3-5 hari karena ASI terserap dengan baik tidak menyisakan ampas.
 
Bayi yang menyusu susu formula, kotorannya berwarna coklat terang-coklat-coklat kehijauan, dan berkonsistensi seperti pasta (lebih kental seperti selai kacang). Bila bayi mengalami masalah pencernaan dan mengalami diare, kembung dan kotoran cair bercampur busa atau lendir, maka sebaiknya memeriksakan bayi Bunda pada dokter.
   
23-05-2013 17:55:07 baby belum bisa miring
Jumlah Posts : 1269
Jumlah di-Like : 8
Dear bunda Feeney Ayyuda Nz,
Perkembangan anak memang sering menjadi masalah bagi para bunda, apalagi bila ternyata tidak sesuai dengan teman sebayanya.
Bunda tidak perlu cemas, Usia bayi untuk dapat berbalik dari posisi terlentang menjadi posisi tengkurap atau sebaliknya, adalah usia 3 - 6 bulan, bila lebih dari itu, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter Spesialis Anak untuk mendapatkan tindakan yang sesuai.
Yang perlu diperhatikan bila bayi belum dapat tengkurap sendiri adalah apakah berat bayi tergolong gemuk, sehingga bayi agak sulit untuk beraktifitas.
Demikianlah penjelasan dari saya, semoga membantu.
   
28-11-2011 09:43:55 pengen cepet hamil..
Jumlah Posts : 34
Jumlah di-Like : 2

Hi Bunda Fitry...
makasih bunn... aku doakan bunda fitry & bunda yang lain secepatnya menyusul aku. aminnn.. hari sabtu kemarin aku baru cek ke dokter bun. katanya calon janin sudah usia 5 minggu. Sudah terlihat rahim & calon janin seperti titik hitam ukuran 5 mm. Subhanallah.. seneng bgt aku bunn.. waktu itu aku konsultasi ke dokter waktu usia pernikahan 4 bulan. Aku & suami awalnya hanya ingin tanya2 saja sama dokter karna saat itu aku  telat haid 2 minggu (sebelumnya ga pernah begitu) dan pas TP negatif. Lalu sama dokter dikasih obat penyubur itu, alhamdulillah di bulan ke 6 berhasil.. ga ada salahnya konsultasi ke dokter bun :)

@ bunda Aini
tespek biasa itu biasanya cukup akurat kok bun. cek aja bun daripada harap2 cemas terus. hehehe.. tapi sebaiknya tes nya waktu telat lebih dari seminggu aja bun. hasil nya lebih akurat. semoga hasil nya positif ya bun..

Aku doakan semoga bunda2 semua selalu sehat & cepet hamil ya. Happy always bun yang penting



   
30-09-2011 13:32:53 Memberi susu pada bayi
Jumlah Posts : 362
Jumlah di-Like : 8
dear bunda selvy..^^...aku numpang posting lgi nich d sni..hihi
Klo kata dokter si, bayi harus disusui 2-3 jam sekali bund....g ap2 dkit bund, yg penting bayinya masih mendapat asi...
waktu anakku baru lahir juga gitu bund, tidur pulas tp te2p aku bangunin bwt mimik..
ampe sekarang klo anakku (dah 2 bulan) tertidur lebih dari 2 jam, ak bangunin bund..^^