SITE STATUS
Jumlah Member :
493.668 member
user online :
1100 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: baik kah jika di induksi

New Topic :  
17-11-2015 20:42:44 was2..krn blm ad tanda2..
Jumlah Posts : 22
Jumlah di-Like : belum ada like
Keputihan terdapat baktery berbahaya bund alangkah baik nya jika di sembuh kan karna takut nya akan menjadi parah dan berdampak kista
   


Jumlah Posts : 8
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda2 mau tanya ni,klo di induksi itu ada efek nya buat si kecil gak ya bund?
dan jika di induksi apakah itu akan berhasil normal 100%?

tolong yaa bunda2 ya masukannya...
   
19-06-2014 18:29:58 37week
Jumlah Posts : 11
Jumlah di-Like : belum ada like
bun... sakit kah waktu di induksi... trus knp di induksi kirain lahirinnya 38 minggu
   


Jumlah Posts : 73
Jumlah di-Like : belum ada like
buat yg beragama islam silahkan di bca sampai sel3sai ini certa nyta dr ust nai peruqyah internasional.. Nuruddin Al Indunissy CAESAR & AL QUR’AN, SEBAGAI SOLUSINYA. KEMARIN · PUBLIK Bismillah Assholatu wa Sallamu ala Rosulillah. Segala puji hanya milik Allah, Rabb yang maha luas dan kekal kasih sayangnya. Tulisan ini saya persembahkan bagi jiwa-jiwa yang sedang mencari ketenangan dan kemenangan haqiqi dalam naungan kebahagiaan islam. Dalam tulisan ini saya akan kupas secara mendalam, langkah dan tahapan bagaimana melahirkan dengan senyuman dan menangkal angkuhnya kejahatan system dunia farmasi dan industry rumahsakit. RumahSakit merupakan industry jasa yang sangat erat kaitannya dengan para pemegang dunia farmasi (industry dan penjual obat), sehingga bukan rahasia jika ada system yang serakah, yang mengikat mereka agar saling menguntungkan sementara korbannya adalah manusia secara umum dan muslim yang sekuler (memisahkan agama dengan kehidupan) dan materialis (mementingkan object yang terlihat dan mengabaikan dunia spiritual yang justru lebih besar perannya). Caesarean Sections/Section Caesaria atau lebih dikenal dengan “Operasi Caesar”, merupakan tindakan medis untuk mengeluarkan bayi dari rahim ibundanya dengan membedah/menyayat abdomen (perut) ibu. Proses Caesar ini terjadi dalam hitungan menit saja dan tidak sakit karena ibunda dibius terlebih dahulu, namun sehari pasca Caesar mulai terjadi sakit yang luarbiasa pada bekas operasi, punggung dan kepala. Kadang sakit ini berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya saat ibunda batuk, bersin bahkan tertawa dan resiko pada kehamilan dan kelahiran berikutnya. Jika tindakan ini menimbulkan cacat permanent pada ibu, lalu kenapa banyak orang memilih untuk pasrah Caesar bahkan ada trend Caesar dikalangan ibu-ibu yang mengaku moderen? Maka berikut ini adalah alasan-alasan Caesar secara logis/normal: 1. Ukuran bayi terlalu besar, sementara panggul sang ibu kecil. 2. Bayi menderita kelainan misalnya spina bifida. 3. Posisi kepala janin tidak berada di bawah atau sungsang. 4. Sang ibu memiliki penyakit jantung atau kondisi medis lain yang berisiko memburuk akibat tekanan saat melahirkan. 5. Penurunan suplai darah ke plasenta sebelum kelahiran. Hal ini dapat menyebabkan bayi lahir dengan tubuh kecil. 6. Plasenta menghalangi leher rahim. 7. Luka terbuka yang disebabkan infeksi herpes genital yang aktif. 8. Sang ibu terinfeksi virus HIV. 9. Terdapat lebih dari satu janin dan kondisi kehamilan yang kompleks misalnya posisi janin yang kurang ideal atau kembar siam. Dan alasan lainya. Adapun trend Caesar, yang merupakan pilihan sendiri, baik karena menghindari sakitnya proses lahiran normal (semisal mulas pada bukaan 1 hingga 10, kerusakan/luka jahitan pada vagina, proses bukaan yang lama atau sakitnya saat melahirkan itu sendiri) ataupun ikut trend Caesar untuk memilik tanggal lahir yang cantik (caesar yang direncanakan) itu merupakan resiko sendiri dan bukan kesalahan dunia medis. Namun dari sebuah survey yang dikutip dari sebuah buku kehamilan oleh Nadia Mulya menunjukkan bahwa 394 responden memilih caesar karena beragam alasan. Sebanyak 83.5% di antaranya mengaku harus bersalin caesar karena keputusan dokter (komplikasi medis) atau ada indikasi medis yang mengancam keselamatan ibu dan bayi. Semoga Allah merahmati para dokter dan bidan yang jujur, memudahkan kehidupannya di dunia dan akhirat karena ini bagian dari profesi yang luhur yang menjadi solusi bagi kesulitan umat manusia di dunia modern ini. Masalah kemudian timbul, saat sebuah system memaksa mereka untuk melakukan hal yang ditolak nurani setiap manusia yang hidup hatinya. Bagaimana sikap seoran mukmin yang beriman pada taqdir menyikapi hal ini? Bukankah Allah azza wa jalla telah menentukan sunnatullah pada setiap wanita untuk mengalami kelahiran dengan normal jauh sebelum adanya Sectio Cesaria? Telah lama saya menghembuskan adanya indikasi gangguan non-medis pada proses Caesar, beberapa tahun silam saya mulai menteorikan lengkap dengan solusinya untuk mengatasi Caesar yang tidak direncanakan ini. Sebagaimana penelitian pribadi saya tentang adanya campur tangan musuh-musuh Allah (syaitan) pada banyak penyakit dalam yang kemudian mengarah pada operasi besar. Banyak sekali penyakit pada jasad yang divonis operasi (setelah melalui proses scaning yang moderen) namun kemudian tidak ditemukan penyakitnya. Alhamdulillah, dari training-training yang digelar dibawah bendera Yayasan RehabHati dan Yayasan Qur’anic Healing di Indonesia dan Malaysia banyak sekali testimony membahagiakan dari saudari-saudari kita yang tidak jadi Caesar setelah diupayakan melalui upaya spiritual dengan Teraphy Al Qur’an (ruqyah syariyyah), do’a dan sinerginya dengan Ath Tib An Nabawai atau metode pengobatan ala Nabi dengan memaksimalkan konsumsi Madu, Habbatussauda, Zaitun dan herbal Sunnah yang penuh berkah lainnya juga tidakan bekam dan upaya pengobatan tradisional lain. Alhamdulillah, bayi-bayi telah lahir dengan sempurna atas keagungan dan kekuasaan Allah melalui kedahsyatan teraphy Al Qur’an beberapa tahun kemudian setelah teori itu ditrainingkan. Bahkan salah satu trainer RehabHati yang juga praktii medis di salah satu RumahSakit Islam di Kota Wonogiri memberikan testimony yang mengejutkan bahwasannya setelah direktur rumahsakit yang juga kawan saya mengeluarkan intruksi untuk meruqyah setiap pasien yang mau Caesar 2 jam berikutnya banyak sekali –sekali lagi, banyak sekali– pasien yang tidak jadi dicaesar karena telah lahir terlebih dahulu. Anda pun, insya Allah akan melihat ramai testimony dibawah tulisan ini tentang kesaksian mereka yang telah mendapatkan berkah dari teraphy Al Qur’an ini. Setelah tahun demi tahun saya lalui dalam mensosialisasikan ruqyah syariyyah bersama team, Desember 2014 lalu saya Allah beri amanah seorang putera. Alhamdulillah lahir normal di salahsatu rumahsakit di kota Kediri. Tidak ada masalah, meski sebenarnya saya miris melihat beberapa suami dengan begitu mudahnya membubuhkan tanda-tangan Caesar untuk istrinya melalui jalur BPJS. Waktu berlalu cepat, April 2016 ini Allah memberi amanah yang kedua setelah melalui perjuangan yang panjang. Saya, ingin setiap ibu, setiap muslimah dan mukminah membaca tulisan dari jari seorang ayah ini. Seorang ayah yang mengerti bahwa melahirkan itu rasanya seperti setengah kematian, dan setelah lahiran nanti masih ada perjalanan panjang yang harus dilalui dengan tabah untuk mencapai jannah-Nya. 1 April 2016, saya sedang dalam perjalanan dari kota Sukabumi menuju kota Bogor. Istri memberitahu bahwasannya, besok, sepertinya tidak bisa menemani saya mengisi Mega Training RehabHati di kota Bogor karena mulai merasakan mulas dan sakit perut. Dan saya mengizinkannya, tentu saja meski saya tidak bisa menemani beliau mengingat MegaTraining di Bogor ini adalah salah satu event Pelatihan Ruqyah terbesar yang dikonsep beberapa bulan sebeumnya untuk menyakinkan 1000 peserta yang telah teregistrasi untuk hadir itu merasa nyaman, aman dan terkesan dalam menikmati Traning dan Teraphy Al Qur’an Gratis yang diselenggarakan Team RumahRehab Bogor. 2 April 2016, saya mengisi training dengan gelisah. Sambal sesekali melihat Handphone, seandainya saja ada kabar emergensi dari rumah karena diprediksi kisaran 12 April 2016 ini istri akan melahirkan anak keduanya. Dan malam harinya saya langsung pulang ke rumah kontrakan saya di Kota Wisata, Cibubur. 3 April 2016, Alhamdulillah kekhawatiran saya terobati. Istri sepertinya bukan mulas indikasi akan melahirkan, namun sakit perut biasa. Saya mengajak istri untuk check-up kerumahsakit, namun ia menolaknya. Saya menghormati keputusannya, dan diam-diam bertekad seandainya hingga besok dzuhur istri menolak kerumah sakit saya akan mengkondisikan agar ia bersedia dirawat. 4 April 16, 12.15 PM selepas dzuhur beliau memberi tahu bahwa lututnya mulai gemetar. Saya kaget ketika beliau mengatakan bahwa sehari semalam ini lebih dari 10 kali ke kamar mandi. Saya melihat indikasi muntaber, dan ini berbahaya, dalam kondisi mengandung bisa dehidrasi. 4 April 16, 12.45 PM taksi sudah ada didepan rumah dan membawa kami kesalah satu rumah sakit termegah di daerah ini, tentu saja bukan karena saya cukup uang namun untuk memastikan kenyamanan istri karena ini adalah hak dunia medis. Qodarullah, macet menghadang dan jam 14.00 Dokter kandungannya sudah pulang, dan baru akan buka lagi jam 17.00, akhirnya saya istri dan putra saya yang baru berusia 15 bulan belok ke salahsatu Mall untuk menunggu dokter. 4 April 16, 17.40 PM kami sudah bersama dokter pribadi istri, ia seorang muslimah muda yang ramah, berkerudung dan professional. Beliau menyimpulkan bahwa istri dehidrasi, dan air ketuban ada pada level 8 (standar sehat ada pada level 10). Dan saya menyetujui istri dirawat malam itu. Malam itu saya mulai merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang ayah, menggendong anak kesana-kemari, check-in rawat inap, tanda tangan sana-sini, dan yang lebih berat mengkondisikan bayi tidur dirumahsakit. Alhamdulillah, semua berlalu dengan baik karena kami mengambil kelas ruang rawat inap VIP. Cukup luas untuk saya dan anak saya, babysitter, dan tentunya istri yang malam itu divonis dehidrasi dan muntaber. Setelah check-up, USG, dirawat dan check lab diketahui bahwa muntaber istri disebabkan Jamur. Dan dokter, pagi itu memberitahukan dengan senyum lega bahwa untuk Jamur sudah ada obatnya. Istri boleh pulang pagi berikutnya. 5 April 16, 11.30 AM, Alhamdulillah kami pulang dengan tenang. Dan dihari yang sama bidan memberitahu kami bahwa kondisi kandungan sekarang aman dan sudah “bukaan 1”. Dalam proses persalinan ada proses yang bernama “Pembukaan”, pembukaan atau bukaan yang dimaksud adalah pembukaan atau prosesnya mulut Rahim dari 1 hingga 10. Proses bukaan ini terjadi secara bertahap dan alami, ada semacam asam atau gas yang mendorong bayi keluar. Bayi terdorong keluar karena dorongan gas dan mengkerutnya Rahim, sehingga mulut Rahim terbuka secara bertahap. Ini proses harus dilalui seorang ibu dengan tabah, sabar dan tawakkal. Jika menyerah, maka alternative lain adalah Caesar. 8 April 2016, istri masih muntaber dan semakin lemah. Seakan obat itu tidak mempan. Dan kami kembali lagi check-up, kerumahsakit yang sama. 8 April 2016, 9.30AM kami masuk melalui pintu IGD, dan langsung dibawa keruang persalinan. Di check, dan masih bukaan 1 dan kondisi makin lemah. 8 April 2016, 9.35 AM dokter dan 1 perawat disampingnya menyampaikan kepada saya bahwa kondisi semakin lemah, dan Air ketuban semakin menyusut. Prediksi beliau sudah “Level 6”, hingga disarankan untuk diberi perangsang (Induksi) atau Cesar. 8 April 2016, 9.50 AM, saya memutuskan untuk menolak dan mengupayakan sendiri terlebih dahulu dirumah. “Saya sendiri praktisi pengobat, seperti dokter. Hanya saja, kalau dokter dibidang medis saya bagian non-medis. Saya telah banyak menembukan bahwa masalah seperti ini ada indikasi non-medis, jadi saya ingin mengupayakan terlebih dahulu dirumah”. Dokter tersenyum dan mengangguk, beliau menyerahkan sepenuhnya kepada saya, dan kami pun pulang. 8 April 2016, 12.30 PM, saya kembali sampai dirumah. Otak saya mulai berputar mencari cara, teringat sahabat saya ust. Rahmat Bekam, ketua PBI Jabar sekarang yang selama ini memberikan saran-saran herbal secara ilmiah tentang penyakit melalui tinjauan medis. Dan Istri beliau, yang juga seorang Herbalis dan Bidan Thibun Nabawi memberi 4 saran kepada istri: 1. Konsumsi Habbatussauda (menambah mules). 2. Zaitun untuk melancarkan kelahiran, oles dan minum. 3. Minum air kelapa (untuk menormalkan kembali air ketuban) meskipun sebenarnya tidak ada cara untuk menambah air ketuban. 4. Bekam di pinggang. Dan pergelangan kaki kanan dibawah mata kaki yang merupakan titik untuk melancarkan proses pembukaan. Beliau juga, seperti saya kutif dari istri, menyarankan untuk ruqyah. “Jangan lupa ruqyah”, katanya. Saya teringat, beberapa tahun lalu pernah menemukan kasus dan menteorikan bahwa salah satu titik persembunyian syaitan yang menyebabkan keguguran adalah pada pergelangan atas kaki kanan dibawah mata kaki. 8 April 2016, 18.20 PM, selepas maghrib saya mulai mengawali proses ruqyah pada istri. PROSES RUQYAH 1 Ruqyah Syariyyah merupakan proses pembacaan Ayat Suci Al Qur’an kepada seorang mukmin yang sedang kesulitan, terutama ketika terikat/terbelenggu sebuah kondisi yang tidak dimengerti secara logis dengan harapan mendapatkan syfa atau kesembuha dan rahmat dari Allah azza wa jalla yang menciptakan dan menjaga setiap mahluk-Nya. Diawali dengan wudhu, menunaikan shalat maghrib, dan mempersiapkan 1 liter air kelapa muda dan air putih disampingnya untuk diruqyah bersamaan dengan istri. Dan istri menggunakan hijab sempurna agar khusyuk dan merupakan bagian dari adab do’a. Setelah mengucap Taawudz, Ayat Kursi, Al Falaq dan An Nas sebagai do’a perlindungan sebelum memulai ruqyah saya mengucapkan istighfar, sholawat dan berdo’a kepada Allah agar dilancarkan proses persalinan istri. Ini adalah muqodimah awal dalam setiap ruqyah syar’ie. Selanjutnya saya sentuhkan tangan kanan saya persis diperut istri, mendekatkan bibir kepadanya dan mulai membaca do’a-do’a Nabi sholallahu alaiyhi wa sallam untuk mengawali ruqyah. Kemudian membaca al Fatihah, Al Baqarah 1-4, 102, 163-164, 255-257, 284-286, Al Imran 18-19 dan bayi didalam mulai bergerak-gerak seakan musafir kehausan mendapat air segar. Saya mengulang-ngulang ayat itu dan bayi mulai motah berputar-putar hingga istri saya gelid an memegangi perutnya. Ruqyah dilanjutkan dengan membaca surah-surah berikutnya hingga selesai. Ada kesimpulan besar disini, selama ini saya yakin bahwa bayi sungsang dan terikat ari-ari bisa lahir dengan normal hanya mendengar testimony kawan-kawan alumni pelatihan ruqyah yang saya bina dan juga video-video keajaiban Al Qur’an saat dibacakan pada janin dalam kandungan dan kemudian bayi sujud –saat itu– saya merasakan sendiri bahwa bayi tidak hanya bergerak namun berputar. Masyaa Allah.. Selanjutnya saya meruqyah Air kelapa dan air putih untuk minumannya. Saya dekatkan bibir saya kepada dua wadah air dan membacakan surah al Fatihah 7x, Al Kafiruun 1x, Al Falaq dan An Nass masing-masing 3x. Nabi sholallahu alaiyhi wa sallam membacakan surah Al Kafirun kepada air yang dicampur garam saat mengobat luka sengatan. 9 April 2016, 18.20 PM Hari itu istri mencoba check kandungan di Klinik Bersalin Ranti di daerah ciangsana cibubur dan hasilnya menakjubkan, bidan disana mengatakan dengan penuh percaya diri bahwa air ketuban normal dan sudah mulai bukaan 2. Disana mulai ada cahaya yang merekah! Bahkan sang bidan disana menyimpulkan, masih ada satu minggu waktu untuk menunggu. Dan istri mengatakan, bahkan, bu bidan lela (istri rahmat bekam) sebelumnya prediksi bahwa masih ada dua minggu waktu. Hal ini membuat saya termenung, kenapa bisa-bisanya seorang dokter specialist menyarankan induksi dengan kondisi ketuban yang menakutkan? Apakah alat-alat itu terlalu modern? Kepenasaranan ini mulai menggelitik saya untuk menggali lebih dalam tentang apa itu Air ketuban. Saya menggalinya di internet dan juga menggali beberapa informasi dari istri tentang apa yang dokter lakukan saat USG dan kemudian menyimpulkan tentang air ketuban. Dan disini ada hal yang menarik lagi. Saat USG dokter memperlihatkan melalui layar kombinasi warna gelap, biasanya, selama usia kehamilan 1-9 bulan dilayar itu terlihat kondisi bayi dan bentuknya; tangan, jemari, kepala, kaki termasuk jenis kelaminnya. Saat alat detector ditempel di perut istri, tampilan pada layar itu hanya gelap, dengan kondisi demikian artinya air ketuban sudah hamper habis (dinding rahim melekat pada bayi, karena tidak ada air atau sedikit). Saya sontak teringat banyak kasus yang dilalui dalam teraphy ruqyah, pasien mengakui dan menyebutkan jenis penyakitnya terlihat di Xray, namun saat operasi tidak ada. Jika syaitan bisa mempengaruhi electron listrik, mempengaruhi dan merusak koneksi internet, laptop bahkan beberapa kehancuran pada bentuk-bentuk jasad, maka sangat mungkin juga mempengaruhi tampilan alat dokter kandungan. Masih segar diingatan saya ketika menteraphy seorang umaht di Kenya, afrika timur. Beliau mengaku 6 kali dioperasi dan 2 kalinya adalah operasi cesar, dari 4 operasi tersebut dokter mendeteksi benda hitam pada perutnya dan ketika dibedah benda itu tidak ada. Kasus ini banyak terjadi (sekali lagi, banyak terjadi) di rumahsakit dan kemudian mereka lari ke pengobatan alternative. Baiklah, saya melanjutkan upaya secara maksimum. Mendekatkan diri kepada Allah, menolong sebanyak-banyaknya muslimin-muslimah yang bisa ditolonga dan dimudahkan dengan teraphy Al Qur’an minggu itu. Termasuk upaya sedekah sesuai yang Allah mampukan dan takdirkan kepada kami, juga ibadah-ibadah lainnya. Berharap Allah subhanahu wa ta’ala mengampuni kami, karena tidak ada kesulitan kecuali disebabkan dosa dan kesalahan kita sendiri. Dihari yang sama saya mengisi private teraphy di rumah rehab bogor, 1 jam dari rumah. Hari itu saya sudah agak lega, tinggal menunggu hari lahir. Namun jujur, minggu itu kami lalui dengan sangat lama. “Hikmah itu selalu ada, dalam situasi tersulit sekalipun. Saat kita terbentur pada sebuah kondisi "tidak ada pilihan", sementara kaki lelah dan harus terus melangkah --maka-- disana Allah sedang mengajari kita untuk tabah. Menundukan kepala dalam-dalam, menyadari bahwa kita ini lemah tidak berdaya dihadapan ketetapan Allah yang maha gagah perkasa. Merasakan sebuah kekuatan sedang mengatur kita dengan kemahaanNya” 17 April 16, 11.35 PM. Istri saya mulai merasakan mulas hebat. Bapa Mertua dari Kediri sudah berjaga-jaga, dan Rafiq kecil tertidur pulas. Sambil memangkunya, saya berfikir keras. Seandainya dibawa kerumah sakit, apa yang akan terjadi dengan dia? Akhirnya kami menyimpulkan untuk kerumahsakit besok pagi. 18 April 16, 05.40 AM. Kami sudah ada diruang IGD, dan Istri dibawa ke ruang persalinan. Check-up dan lain-lain. Alhamdulillah sudah bukaan 3. Dan saya ke lantai 1 untuk Check-in. Istri dibawa kekamarnya. Kami tidak mengambil ruang VIP namun mengambil Ruang Kelas 1, dibawahnya. Pertimbangan mengambil ruang VIP sebelumnya adalah untuk menjaga hijab istri. Dan pertimbangan mengambil ruang kelas 1 adalah setelah kami tahu bahwa meski di ruang kelas 1, yang mana ada dua pasien tetap ada hijab. Dan yang lebih penting, ternyata semua kelas persalinannya diruang tertutup yang baik. Ini terjadi karena kami tidak pernah kerumahsakit sebelumnya. Hal yang mengesankan disana adalah ketika istri saya curhat tentang sikap salah satu bidan kepadanya, ia mengatakan ada bidan yang tidak ramah dan kasar saat cek sendiri diruang persalinan. Istri saya berkata, bidan itu berkata: “Ck..ck. Bagaimana bu upaya teraphynya. Diteraphy apa sih. Hipno-hipno gitu itu ya?” Katanya tanpa beban, bahwa seharusnya kamilah yang berkata dengan bangga karena tidak menerima atau menolak induksi minggu kemarin. Bayangkan kalau minggu kemarin melakukan induksi, pasti gagal karena belum saatnya. Dan kalau induksi gagal maka tindakan selanjutnya adalah Caesar. Istri saya menjawab: “Bukan, suami saya hanya membacakan al Qur’an kepada saya. Namanya terapy Ruqyah”. “Hh.. Yang paling penting kan mulesnya, untuk bukaan itu ya harus mules bukan diruqyah”. Kata bidan itu, menyakiti hati saya saat mendengarnya dari istri. Saya hanya berkata; “Sabar. Ini belum seberapa. Mereka hanya tidak tahu”. Jam demi jam, menit demi menit, detik demi detik selanjutnya saya mengawasi setiap gerak dan tindakan. Disamping istri, mengatur strategi, mengatur waktu, memotivasi, menemani dan yang terpenting memastikan si kaka Rafiq tidak bosan. Bukaan 4, 5, 6 dan 7 berlalu menggembirakan meski lebih lama dari normal. Prediksi lahiran adalah selepas dzuhur, selambatnya ashar. Sebelum ganti shift bidan menyimpulkan, selambat-lambatnya maghrib insyaAllah lahir. Murotal Al Qur’an terus mengalir mewarnai keluh kesah hati kami. 18 April 16, 02.40 PM. Bidan shift sore datang, berwajah tegas-professional dan berkata; “Bu. Check lagi”. Ia memegang perut istri, memasang alat denyut jantung dan mencetaknya. Dan menawarkan oksigen, serta menaruh disampingnya. Dan ia menyimpulkan masih bukaan 7, dan menyarankan dibawa keruang persalinan. Alasannya sangat logis, agar nanti tidak buru-buru saat kontraksi. Dan saya menerimanya tanpa alasan. 18 April 16, 02.55 PM. Istri sudah diruang persalinan, dipasang infus dan selang oksigen. Hal ini membuat ayah mertua panic dan menelpon ibu mertua untuk segera kejakarta. Saya memperhatikan dengan seksama, drama ini. 18 April 16, 03.03 PM. Suster tadi kembali dan membawa selembar kertas dan papan yang ia dekap didadanya. “Bapa, ini sudah jam 3, dan saatnya lahiran. Namun kondisi mulas malah makin berkurang. Saya izin untuk memasang akselerator” kata bidan itu sangat elegan membuat saya hati-hati untuk bicara. “Akselerator, apa bedanya dengan induksi?” Jawab saya. “Beda. Kalau induksi itu membuat mulas sebelum mulas. Kalau akselerator itu menambah mulas setelah mulas. Agar lancer dan cepat lahir.” Katanya sambil senyum. Saya diam. Dan lalu menimpali. “Sama saja. Apa tidak bisa tunggu sebentar?” Kata saya kemudian. “Sudah saatnya pa, ini saran dokter” katanya. Padahal entah dimanakah bu dokter itu. “Kalau tunggu dulu bagaimana, saya kan bilang tidak mau di induksi?” Jawab saya. “Kalau bapa nolak, bapa harus menandatangani bahwa bapa menolak tindakan medis” Katanya sambil menggerak-gerakan kertas ditangannya dan tidak lupa senyum. “Tunggu satu jam!” Tukas saya. “Iya, kalau bapa nolak harus tanda tangan. Lagian, bapa ini sudah dua kali nolak induksi. Kita harus cek, ada apa ini?” Katanya membuat urat leher saya menegang. “Baik, apa susahnya tanda tangan? Tapi tujuan anda minta izin kan sebagai persetujuan. Dan ingat, praduga dokter itu juga bisa salah. Saya menunggu dari 2 minggu lalu detik-demi-detiknya. Dan, bayangkan kalau saya setuju induksi minggu lalu. Sudah rusak istri saya. Jangan samakan saya dengan pasien-pasien BPJS anda!” jawab saya meninggi. Suster itu diam, dan berkata singkat; “Baik” lalu pergi. 6 Jam dari saat itu adalah waktu sulit kami. Tidak ada poses bukaan, mulas sudah berkurang. Suster tidak lagi diruangan hanya sesekali mengecek. Diruangan sebelah terdengar jeritan tangisan bayi berulang-ulang menandai telah lahir jiwa baru. Namun kami masih menunggu, dan disaat itu pula Allah tunjukan keagungan-Nya. 18 April 16, 07.40PM. Maghrib dan Isya sudah berlalu, do’a sudah dihantar kelangit. Al Qur’an mengalun, ruangan sepi. Diblok lain Rafiq bersama bibinya sudah tertidur pulas setelah main sendiri seharian tanpa ayah dan ibunya. Dan ini adalah hal pertama baginya. Mertua saya pergi ke Airport menjemput ibu Mertua. Tinggal saya dan Istri. Wajah istri mulai pucat sudah lebih dari 20 jam proses bukaan 3 sampai 7 dan terkunci disini. Bidan mengabarkan; “Pa. jika bapa tetap tidak mau induksi. Sebaiknya dibawa lagi ke kamar inap”. Saya hanya mengangguk lemas, namun didada saya masih membara sebuah keyakinan bahwa Allah menciptakan sesuatu dengan perencanaan dan jalan-jalan. Jangankan janin manusia, anai-anai dan semut kecil saja sudah Allah atur hidup dan matinya. Milyaran bakteri Allah atur hidup matinya dalam hitungan jam, apalagi manusia. Suster sibuk diruang sebelah, dan saya melepaskan genggaman tangan istri dan meletakannya di perut. Mulai melakukan upaya terakhir, sebelum istri dibawa kembali ke ruang rawat inap. PROSES RUQYAH 2. Pertama saya memberitahu dan mengajak istri untuk menghentikan proses dzikir. Karena selama proses menunggu bukaan berikutnya, saya sarankan istri untuk beberapa kalimah yang agung, diantaranya; berdzikir “Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntum minadzolimiin”, karena itu yang diucapkan Nabi yunus saat ada dalam puncak kesulitan diperut ikan. Juga dzikir “Ya Hayyu Ya Qayyum” karena itu hal yang diucapkan Nabi sholallahu alaiyhi wa sallam saat ia ada dalam kondisi genting. Selanjutnya, karena masih punya wudhu, saya langsung memulainya dengan Ta’awudz, Basmallah dan surah al Fatihah dengan suara lirih dan kemudian semakin menguat. Posisi bibir sangat dekat dengan Rahim istri. Seperti ruqyah biasa saya mulai dengan Al Fatihah, Al Baqarah (1-4, 163-164, 255-257, 284-286) dan saya mengulang-ngulang secara menyeluruh tiap ayatnya sebanyak 3 sampai 7 kali, dan mengulangnya lebih banyak pada surah al Baqarah ayat 257. Kemudian dilanjut surah Al Imrah ayat 18-19 dan pada ulangan yang ke3 atau 4 saya mendengar istri berbisik lirih. “Bi. Ada sesuatu yang mengalir keluar”, katanya. Dan saya mengecek ternyata ada cairan, lendir dan bercampur darah mengalir. Saya memberitahu suster yang ada diluar da nada dua suster yang masuk mengecek dan positive ketuban pecah. Allahuakbar! Kedua suster itu pun segera membenahi ruangan dan peralatan yang disiapkan. Saya mengabari ayah ibu mertua dan juga ayah ibu kandung, memohon do’a mereka agar dimudahkan. 18 April 16, 08.50 PM Ketuban pecah dan Bukaan 8. 18 April 16, 09.40 PM Bukaan 9. 18 April 16, 10.10 PM, Dokter datang dan kepala bayi sudah meraksuk keluar. Dokter sigap menangani proses lahiran dan jam 10.15 malam itu Salman Al Farisi, putra kedua kami terlahir dengan sempurna. Berat 3.04 kg dan panjang 50cm. Saya memuji Allah subhanahu wa ta’ala dan membacakan ucapan selamat datang kepada putra kedua dengan lantunan Syahadatain ditelinganya dan kemudian mentahniknya. Sesaat setelah lahiran, dan bayi mulai di observasi. Seorang suster yang baik hati, yang mengurusi proses terakhir lahiran itu berkata kepada Istri; “Bu. Disamping sedang operasi Caesar, padahal ia masuk bareng ibu dan saat itu ia juga disaranin induksi namun gagal”. Banyak sekali proses Induksi dan Caesar yang tidak wajar terjadi, tidak semua kesalahan terjadi pada praktisi medis karena mereka hanyalah instrument dari dunia farmasi dan industri rumahsakit. Kesalahan terbesar adalah pada sistem yang jahat dan kelemahan iman yang membuat ketawakalan seseorang berkurang, terlindas dunia dan orang-orang materialist. 19 April 16, 05PM, Dokter mengizinkan pulang. Seharian dikamar inap, saya dan istri mendengar rintihan pasien sebelah yang tidak henti-hentinya. Beliau di Caesar 2 hari kemarin dan hari pertama memang tidak ada tanda-tanda penderitaan, namun hari kedua saya menyaksikan derita wanita-wanita yang dioperasi. Rasa panas bekas sayatan dan jahitan, juga sakit yang menjalar dipunggung dan kepala. Selama masih ada tawakal yang tersisa, maka jangan sekali-kali serahkan istri anda untuk di Caesar. Tindakan ini hanya boleh diambil saat tidak ada pilihan, atau dalam kondisi khusus. Jangan cepat menelan mentah-mentah apa yang diprediksi dokter pengobatan dokter adalah dugaan manusia sementara Al Qur’an adalah wahyu yang pasti. Wallahu ta’ala alam.
   
Jumlah Posts : 73
Jumlah di-Like : belum ada like
buat yg beragama islam silahkan di bca sampai sel3sai ini certa nyta dr ust nai peruqyah internasional.. Nuruddin Al Indunissy CAESAR & AL QUR’AN, SEBAGAI SOLUSINYA. KEMARIN · PUBLIK Bismillah Assholatu wa Sallamu ala Rosulillah. Segala puji hanya milik Allah, Rabb yang maha luas dan kekal kasih sayangnya. Tulisan ini saya persembahkan bagi jiwa-jiwa yang sedang mencari ketenangan dan kemenangan haqiqi dalam naungan kebahagiaan islam. Dalam tulisan ini saya akan kupas secara mendalam, langkah dan tahapan bagaimana melahirkan dengan senyuman dan menangkal angkuhnya kejahatan system dunia farmasi dan industry rumahsakit. RumahSakit merupakan industry jasa yang sangat erat kaitannya dengan para pemegang dunia farmasi (industry dan penjual obat), sehingga bukan rahasia jika ada system yang serakah, yang mengikat mereka agar saling menguntungkan sementara korbannya adalah manusia secara umum dan muslim yang sekuler (memisahkan agama dengan kehidupan) dan materialis (mementingkan object yang terlihat dan mengabaikan dunia spiritual yang justru lebih besar perannya). Caesarean Sections/Section Caesaria atau lebih dikenal dengan “Operasi Caesar”, merupakan tindakan medis untuk mengeluarkan bayi dari rahim ibundanya dengan membedah/menyayat abdomen (perut) ibu. Proses Caesar ini terjadi dalam hitungan menit saja dan tidak sakit karena ibunda dibius terlebih dahulu, namun sehari pasca Caesar mulai terjadi sakit yang luarbiasa pada bekas operasi, punggung dan kepala. Kadang sakit ini berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya saat ibunda batuk, bersin bahkan tertawa dan resiko pada kehamilan dan kelahiran berikutnya. Jika tindakan ini menimbulkan cacat permanent pada ibu, lalu kenapa banyak orang memilih untuk pasrah Caesar bahkan ada trend Caesar dikalangan ibu-ibu yang mengaku moderen? Maka berikut ini adalah alasan-alasan Caesar secara logis/normal: 1. Ukuran bayi terlalu besar, sementara panggul sang ibu kecil. 2. Bayi menderita kelainan misalnya spina bifida. 3. Posisi kepala janin tidak berada di bawah atau sungsang. 4. Sang ibu memiliki penyakit jantung atau kondisi medis lain yang berisiko memburuk akibat tekanan saat melahirkan. 5. Penurunan suplai darah ke plasenta sebelum kelahiran. Hal ini dapat menyebabkan bayi lahir dengan tubuh kecil. 6. Plasenta menghalangi leher rahim. 7. Luka terbuka yang disebabkan infeksi herpes genital yang aktif. 8. Sang ibu terinfeksi virus HIV. 9. Terdapat lebih dari satu janin dan kondisi kehamilan yang kompleks misalnya posisi janin yang kurang ideal atau kembar siam. Dan alasan lainya. Adapun trend Caesar, yang merupakan pilihan sendiri, baik karena menghindari sakitnya proses lahiran normal (semisal mulas pada bukaan 1 hingga 10, kerusakan/luka jahitan pada vagina, proses bukaan yang lama atau sakitnya saat melahirkan itu sendiri) ataupun ikut trend Caesar untuk memilik tanggal lahir yang cantik (caesar yang direncanakan) itu merupakan resiko sendiri dan bukan kesalahan dunia medis. Namun dari sebuah survey yang dikutip dari sebuah buku kehamilan oleh Nadia Mulya menunjukkan bahwa 394 responden memilih caesar karena beragam alasan. Sebanyak 83.5% di antaranya mengaku harus bersalin caesar karena keputusan dokter (komplikasi medis) atau ada indikasi medis yang mengancam keselamatan ibu dan bayi. Semoga Allah merahmati para dokter dan bidan yang jujur, memudahkan kehidupannya di dunia dan akhirat karena ini bagian dari profesi yang luhur yang menjadi solusi bagi kesulitan umat manusia di dunia modern ini. Masalah kemudian timbul, saat sebuah system memaksa mereka untuk melakukan hal yang ditolak nurani setiap manusia yang hidup hatinya. Bagaimana sikap seoran mukmin yang beriman pada taqdir menyikapi hal ini? Bukankah Allah azza wa jalla telah menentukan sunnatullah pada setiap wanita untuk mengalami kelahiran dengan normal jauh sebelum adanya Sectio Cesaria? Telah lama saya menghembuskan adanya indikasi gangguan non-medis pada proses Caesar, beberapa tahun silam saya mulai menteorikan lengkap dengan solusinya untuk mengatasi Caesar yang tidak direncanakan ini. Sebagaimana penelitian pribadi saya tentang adanya campur tangan musuh-musuh Allah (syaitan) pada banyak penyakit dalam yang kemudian mengarah pada operasi besar. Banyak sekali penyakit pada jasad yang divonis operasi (setelah melalui proses scaning yang moderen) namun kemudian tidak ditemukan penyakitnya. Alhamdulillah, dari training-training yang digelar dibawah bendera Yayasan RehabHati dan Yayasan Qur’anic Healing di Indonesia dan Malaysia banyak sekali testimony membahagiakan dari saudari-saudari kita yang tidak jadi Caesar setelah diupayakan melalui upaya spiritual dengan Teraphy Al Qur’an (ruqyah syariyyah), do’a dan sinerginya dengan Ath Tib An Nabawai atau metode pengobatan ala Nabi dengan memaksimalkan konsumsi Madu, Habbatussauda, Zaitun dan herbal Sunnah yang penuh berkah lainnya juga tidakan bekam dan upaya pengobatan tradisional lain. Alhamdulillah, bayi-bayi telah lahir dengan sempurna atas keagungan dan kekuasaan Allah melalui kedahsyatan teraphy Al Qur’an beberapa tahun kemudian setelah teori itu ditrainingkan. Bahkan salah satu trainer RehabHati yang juga praktii medis di salah satu RumahSakit Islam di Kota Wonogiri memberikan testimony yang mengejutkan bahwasannya setelah direktur rumahsakit yang juga kawan saya mengeluarkan intruksi untuk meruqyah setiap pasien yang mau Caesar 2 jam berikutnya banyak sekali –sekali lagi, banyak sekali– pasien yang tidak jadi dicaesar karena telah lahir terlebih dahulu. Anda pun, insya Allah akan melihat ramai testimony dibawah tulisan ini tentang kesaksian mereka yang telah mendapatkan berkah dari teraphy Al Qur’an ini. Setelah tahun demi tahun saya lalui dalam mensosialisasikan ruqyah syariyyah bersama team, Desember 2014 lalu saya Allah beri amanah seorang putera. Alhamdulillah lahir normal di salahsatu rumahsakit di kota Kediri. Tidak ada masalah, meski sebenarnya saya miris melihat beberapa suami dengan begitu mudahnya membubuhkan tanda-tangan Caesar untuk istrinya melalui jalur BPJS. Waktu berlalu cepat, April 2016 ini Allah memberi amanah yang kedua setelah melalui perjuangan yang panjang. Saya, ingin setiap ibu, setiap muslimah dan mukminah membaca tulisan dari jari seorang ayah ini. Seorang ayah yang mengerti bahwa melahirkan itu rasanya seperti setengah kematian, dan setelah lahiran nanti masih ada perjalanan panjang yang harus dilalui dengan tabah untuk mencapai jannah-Nya. 1 April 2016, saya sedang dalam perjalanan dari kota Sukabumi menuju kota Bogor. Istri memberitahu bahwasannya, besok, sepertinya tidak bisa menemani saya mengisi Mega Training RehabHati di kota Bogor karena mulai merasakan mulas dan sakit perut. Dan saya mengizinkannya, tentu saja meski saya tidak bisa menemani beliau mengingat MegaTraining di Bogor ini adalah salah satu event Pelatihan Ruqyah terbesar yang dikonsep beberapa bulan sebeumnya untuk menyakinkan 1000 peserta yang telah teregistrasi untuk hadir itu merasa nyaman, aman dan terkesan dalam menikmati Traning dan Teraphy Al Qur’an Gratis yang diselenggarakan Team RumahRehab Bogor. 2 April 2016, saya mengisi training dengan gelisah. Sambal sesekali melihat Handphone, seandainya saja ada kabar emergensi dari rumah karena diprediksi kisaran 12 April 2016 ini istri akan melahirkan anak keduanya. Dan malam harinya saya langsung pulang ke rumah kontrakan saya di Kota Wisata, Cibubur. 3 April 2016, Alhamdulillah kekhawatiran saya terobati. Istri sepertinya bukan mulas indikasi akan melahirkan, namun sakit perut biasa. Saya mengajak istri untuk check-up kerumahsakit, namun ia menolaknya. Saya menghormati keputusannya, dan diam-diam bertekad seandainya hingga besok dzuhur istri menolak kerumah sakit saya akan mengkondisikan agar ia bersedia dirawat. 4 April 16, 12.15 PM selepas dzuhur beliau memberi tahu bahwa lututnya mulai gemetar. Saya kaget ketika beliau mengatakan bahwa sehari semalam ini lebih dari 10 kali ke kamar mandi. Saya melihat indikasi muntaber, dan ini berbahaya, dalam kondisi mengandung bisa dehidrasi. 4 April 16, 12.45 PM taksi sudah ada didepan rumah dan membawa kami kesalah satu rumah sakit termegah di daerah ini, tentu saja bukan karena saya cukup uang namun untuk memastikan kenyamanan istri karena ini adalah hak dunia medis. Qodarullah, macet menghadang dan jam 14.00 Dokter kandungannya sudah pulang, dan baru akan buka lagi jam 17.00, akhirnya saya istri dan putra saya yang baru berusia 15 bulan belok ke salahsatu Mall untuk menunggu dokter. 4 April 16, 17.40 PM kami sudah bersama dokter pribadi istri, ia seorang muslimah muda yang ramah, berkerudung dan professional. Beliau menyimpulkan bahwa istri dehidrasi, dan air ketuban ada pada level 8 (standar sehat ada pada level 10). Dan saya menyetujui istri dirawat malam itu. Malam itu saya mulai merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang ayah, menggendong anak kesana-kemari, check-in rawat inap, tanda tangan sana-sini, dan yang lebih berat mengkondisikan bayi tidur dirumahsakit. Alhamdulillah, semua berlalu dengan baik karena kami mengambil kelas ruang rawat inap VIP. Cukup luas untuk saya dan anak saya, babysitter, dan tentunya istri yang malam itu divonis dehidrasi dan muntaber. Setelah check-up, USG, dirawat dan check lab diketahui bahwa muntaber istri disebabkan Jamur. Dan dokter, pagi itu memberitahukan dengan senyum lega bahwa untuk Jamur sudah ada obatnya. Istri boleh pulang pagi berikutnya. 5 April 16, 11.30 AM, Alhamdulillah kami pulang dengan tenang. Dan dihari yang sama bidan memberitahu kami bahwa kondisi kandungan sekarang aman dan sudah “bukaan 1”. Dalam proses persalinan ada proses yang bernama “Pembukaan”, pembukaan atau bukaan yang dimaksud adalah pembukaan atau prosesnya mulut Rahim dari 1 hingga 10. Proses bukaan ini terjadi secara bertahap dan alami, ada semacam asam atau gas yang mendorong bayi keluar. Bayi terdorong keluar karena dorongan gas dan mengkerutnya Rahim, sehingga mulut Rahim terbuka secara bertahap. Ini proses harus dilalui seorang ibu dengan tabah, sabar dan tawakkal. Jika menyerah, maka alternative lain adalah Caesar. 8 April 2016, istri masih muntaber dan semakin lemah. Seakan obat itu tidak mempan. Dan kami kembali lagi check-up, kerumahsakit yang sama. 8 April 2016, 9.30AM kami masuk melalui pintu IGD, dan langsung dibawa keruang persalinan. Di check, dan masih bukaan 1 dan kondisi makin lemah. 8 April 2016, 9.35 AM dokter dan 1 perawat disampingnya menyampaikan kepada saya bahwa kondisi semakin lemah, dan Air ketuban semakin menyusut. Prediksi beliau sudah “Level 6”, hingga disarankan untuk diberi perangsang (Induksi) atau Cesar. 8 April 2016, 9.50 AM, saya memutuskan untuk menolak dan mengupayakan sendiri terlebih dahulu dirumah. “Saya sendiri praktisi pengobat, seperti dokter. Hanya saja, kalau dokter dibidang medis saya bagian non-medis. Saya telah banyak menembukan bahwa masalah seperti ini ada indikasi non-medis, jadi saya ingin mengupayakan terlebih dahulu dirumah”. Dokter tersenyum dan mengangguk, beliau menyerahkan sepenuhnya kepada saya, dan kami pun pulang. 8 April 2016, 12.30 PM, saya kembali sampai dirumah. Otak saya mulai berputar mencari cara, teringat sahabat saya ust. Rahmat Bekam, ketua PBI Jabar sekarang yang selama ini memberikan saran-saran herbal secara ilmiah tentang penyakit melalui tinjauan medis. Dan Istri beliau, yang juga seorang Herbalis dan Bidan Thibun Nabawi memberi 4 saran kepada istri: 1. Konsumsi Habbatussauda (menambah mules). 2. Zaitun untuk melancarkan kelahiran, oles dan minum. 3. Minum air kelapa (untuk menormalkan kembali air ketuban) meskipun sebenarnya tidak ada cara untuk menambah air ketuban. 4. Bekam di pinggang. Dan pergelangan kaki kanan dibawah mata kaki yang merupakan titik untuk melancarkan proses pembukaan. Beliau juga, seperti saya kutif dari istri, menyarankan untuk ruqyah. “Jangan lupa ruqyah”, katanya. Saya teringat, beberapa tahun lalu pernah menemukan kasus dan menteorikan bahwa salah satu titik persembunyian syaitan yang menyebabkan keguguran adalah pada pergelangan atas kaki kanan dibawah mata kaki. 8 April 2016, 18.20 PM, selepas maghrib saya mulai mengawali proses ruqyah pada istri. PROSES RUQYAH 1 Ruqyah Syariyyah merupakan proses pembacaan Ayat Suci Al Qur’an kepada seorang mukmin yang sedang kesulitan, terutama ketika terikat/terbelenggu sebuah kondisi yang tidak dimengerti secara logis dengan harapan mendapatkan syfa atau kesembuha dan rahmat dari Allah azza wa jalla yang menciptakan dan menjaga setiap mahluk-Nya. Diawali dengan wudhu, menunaikan shalat maghrib, dan mempersiapkan 1 liter air kelapa muda dan air putih disampingnya untuk diruqyah bersamaan dengan istri. Dan istri menggunakan hijab sempurna agar khusyuk dan merupakan bagian dari adab do’a. Setelah mengucap Taawudz, Ayat Kursi, Al Falaq dan An Nas sebagai do’a perlindungan sebelum memulai ruqyah saya mengucapkan istighfar, sholawat dan berdo’a kepada Allah agar dilancarkan proses persalinan istri. Ini adalah muqodimah awal dalam setiap ruqyah syar’ie. Selanjutnya saya sentuhkan tangan kanan saya persis diperut istri, mendekatkan bibir kepadanya dan mulai membaca do’a-do’a Nabi sholallahu alaiyhi wa sallam untuk mengawali ruqyah. Kemudian membaca al Fatihah, Al Baqarah 1-4, 102, 163-164, 255-257, 284-286, Al Imran 18-19 dan bayi didalam mulai bergerak-gerak seakan musafir kehausan mendapat air segar. Saya mengulang-ngulang ayat itu dan bayi mulai motah berputar-putar hingga istri saya gelid an memegangi perutnya. Ruqyah dilanjutkan dengan membaca surah-surah berikutnya hingga selesai. Ada kesimpulan besar disini, selama ini saya yakin bahwa bayi sungsang dan terikat ari-ari bisa lahir dengan normal hanya mendengar testimony kawan-kawan alumni pelatihan ruqyah yang saya bina dan juga video-video keajaiban Al Qur’an saat dibacakan pada janin dalam kandungan dan kemudian bayi sujud –saat itu– saya merasakan sendiri bahwa bayi tidak hanya bergerak namun berputar. Masyaa Allah.. Selanjutnya saya meruqyah Air kelapa dan air putih untuk minumannya. Saya dekatkan bibir saya kepada dua wadah air dan membacakan surah al Fatihah 7x, Al Kafiruun 1x, Al Falaq dan An Nass masing-masing 3x. Nabi sholallahu alaiyhi wa sallam membacakan surah Al Kafirun kepada air yang dicampur garam saat mengobat luka sengatan. 9 April 2016, 18.20 PM Hari itu istri mencoba check kandungan di Klinik Bersalin Ranti di daerah ciangsana cibubur dan hasilnya menakjubkan, bidan disana mengatakan dengan penuh percaya diri bahwa air ketuban normal dan sudah mulai bukaan 2. Disana mulai ada cahaya yang merekah! Bahkan sang bidan disana menyimpulkan, masih ada satu minggu waktu untuk menunggu. Dan istri mengatakan, bahkan, bu bidan lela (istri rahmat bekam) sebelumnya prediksi bahwa masih ada dua minggu waktu. Hal ini membuat saya termenung, kenapa bisa-bisanya seorang dokter specialist menyarankan induksi dengan kondisi ketuban yang menakutkan? Apakah alat-alat itu terlalu modern? Kepenasaranan ini mulai menggelitik saya untuk menggali lebih dalam tentang apa itu Air ketuban. Saya menggalinya di internet dan juga menggali beberapa informasi dari istri tentang apa yang dokter lakukan saat USG dan kemudian menyimpulkan tentang air ketuban. Dan disini ada hal yang menarik lagi. Saat USG dokter memperlihatkan melalui layar kombinasi warna gelap, biasanya, selama usia kehamilan 1-9 bulan dilayar itu terlihat kondisi bayi dan bentuknya; tangan, jemari, kepala, kaki termasuk jenis kelaminnya. Saat alat detector ditempel di perut istri, tampilan pada layar itu hanya gelap, dengan kondisi demikian artinya air ketuban sudah hamper habis (dinding rahim melekat pada bayi, karena tidak ada air atau sedikit). Saya sontak teringat banyak kasus yang dilalui dalam teraphy ruqyah, pasien mengakui dan menyebutkan jenis penyakitnya terlihat di Xray, namun saat operasi tidak ada. Jika syaitan bisa mempengaruhi electron listrik, mempengaruhi dan merusak koneksi internet, laptop bahkan beberapa kehancuran pada bentuk-bentuk jasad, maka sangat mungkin juga mempengaruhi tampilan alat dokter kandungan. Masih segar diingatan saya ketika menteraphy seorang umaht di Kenya, afrika timur. Beliau mengaku 6 kali dioperasi dan 2 kalinya adalah operasi cesar, dari 4 operasi tersebut dokter mendeteksi benda hitam pada perutnya dan ketika dibedah benda itu tidak ada. Kasus ini banyak terjadi (sekali lagi, banyak terjadi) di rumahsakit dan kemudian mereka lari ke pengobatan alternative. Baiklah, saya melanjutkan upaya secara maksimum. Mendekatkan diri kepada Allah, menolong sebanyak-banyaknya muslimin-muslimah yang bisa ditolonga dan dimudahkan dengan teraphy Al Qur’an minggu itu. Termasuk upaya sedekah sesuai yang Allah mampukan dan takdirkan kepada kami, juga ibadah-ibadah lainnya. Berharap Allah subhanahu wa ta’ala mengampuni kami, karena tidak ada kesulitan kecuali disebabkan dosa dan kesalahan kita sendiri. Dihari yang sama saya mengisi private teraphy di rumah rehab bogor, 1 jam dari rumah. Hari itu saya sudah agak lega, tinggal menunggu hari lahir. Namun jujur, minggu itu kami lalui dengan sangat lama. “Hikmah itu selalu ada, dalam situasi tersulit sekalipun. Saat kita terbentur pada sebuah kondisi "tidak ada pilihan", sementara kaki lelah dan harus terus melangkah --maka-- disana Allah sedang mengajari kita untuk tabah. Menundukan kepala dalam-dalam, menyadari bahwa kita ini lemah tidak berdaya dihadapan ketetapan Allah yang maha gagah perkasa. Merasakan sebuah kekuatan sedang mengatur kita dengan kemahaanNya” 17 April 16, 11.35 PM. Istri saya mulai merasakan mulas hebat. Bapa Mertua dari Kediri sudah berjaga-jaga, dan Rafiq kecil tertidur pulas. Sambil memangkunya, saya berfikir keras. Seandainya dibawa kerumah sakit, apa yang akan terjadi dengan dia? Akhirnya kami menyimpulkan untuk kerumahsakit besok pagi. 18 April 16, 05.40 AM. Kami sudah ada diruang IGD, dan Istri dibawa ke ruang persalinan. Check-up dan lain-lain. Alhamdulillah sudah bukaan 3. Dan saya ke lantai 1 untuk Check-in. Istri dibawa kekamarnya. Kami tidak mengambil ruang VIP namun mengambil Ruang Kelas 1, dibawahnya. Pertimbangan mengambil ruang VIP sebelumnya adalah untuk menjaga hijab istri. Dan pertimbangan mengambil ruang kelas 1 adalah setelah kami tahu bahwa meski di ruang kelas 1, yang mana ada dua pasien tetap ada hijab. Dan yang lebih penting, ternyata semua kelas persalinannya diruang tertutup yang baik. Ini terjadi karena kami tidak pernah kerumahsakit sebelumnya. Hal yang mengesankan disana adalah ketika istri saya curhat tentang sikap salah satu bidan kepadanya, ia mengatakan ada bidan yang tidak ramah dan kasar saat cek sendiri diruang persalinan. Istri saya berkata, bidan itu berkata: “Ck..ck. Bagaimana bu upaya teraphynya. Diteraphy apa sih. Hipno-hipno gitu itu ya?” Katanya tanpa beban, bahwa seharusnya kamilah yang berkata dengan bangga karena tidak menerima atau menolak induksi minggu kemarin. Bayangkan kalau minggu kemarin melakukan induksi, pasti gagal karena belum saatnya. Dan kalau induksi gagal maka tindakan selanjutnya adalah Caesar. Istri saya menjawab: “Bukan, suami saya hanya membacakan al Qur’an kepada saya. Namanya terapy Ruqyah”. “Hh.. Yang paling penting kan mulesnya, untuk bukaan itu ya harus mules bukan diruqyah”. Kata bidan itu, menyakiti hati saya saat mendengarnya dari istri. Saya hanya berkata; “Sabar. Ini belum seberapa. Mereka hanya tidak tahu”. Jam demi jam, menit demi menit, detik demi detik selanjutnya saya mengawasi setiap gerak dan tindakan. Disamping istri, mengatur strategi, mengatur waktu, memotivasi, menemani dan yang terpenting memastikan si kaka Rafiq tidak bosan. Bukaan 4, 5, 6 dan 7 berlalu menggembirakan meski lebih lama dari normal. Prediksi lahiran adalah selepas dzuhur, selambatnya ashar. Sebelum ganti shift bidan menyimpulkan, selambat-lambatnya maghrib insyaAllah lahir. Murotal Al Qur’an terus mengalir mewarnai keluh kesah hati kami. 18 April 16, 02.40 PM. Bidan shift sore datang, berwajah tegas-professional dan berkata; “Bu. Check lagi”. Ia memegang perut istri, memasang alat denyut jantung dan mencetaknya. Dan menawarkan oksigen, serta menaruh disampingnya. Dan ia menyimpulkan masih bukaan 7, dan menyarankan dibawa keruang persalinan. Alasannya sangat logis, agar nanti tidak buru-buru saat kontraksi. Dan saya menerimanya tanpa alasan. 18 April 16, 02.55 PM. Istri sudah diruang persalinan, dipasang infus dan selang oksigen. Hal ini membuat ayah mertua panic dan menelpon ibu mertua untuk segera kejakarta. Saya memperhatikan dengan seksama, drama ini. 18 April 16, 03.03 PM. Suster tadi kembali dan membawa selembar kertas dan papan yang ia dekap didadanya. “Bapa, ini sudah jam 3, dan saatnya lahiran. Namun kondisi mulas malah makin berkurang. Saya izin untuk memasang akselerator” kata bidan itu sangat elegan membuat saya hati-hati untuk bicara. “Akselerator, apa bedanya dengan induksi?” Jawab saya. “Beda. Kalau induksi itu membuat mulas sebelum mulas. Kalau akselerator itu menambah mulas setelah mulas. Agar lancer dan cepat lahir.” Katanya sambil senyum. Saya diam. Dan lalu menimpali. “Sama saja. Apa tidak bisa tunggu sebentar?” Kata saya kemudian. “Sudah saatnya pa, ini saran dokter” katanya. Padahal entah dimanakah bu dokter itu. “Kalau tunggu dulu bagaimana, saya kan bilang tidak mau di induksi?” Jawab saya. “Kalau bapa nolak, bapa harus menandatangani bahwa bapa menolak tindakan medis” Katanya sambil menggerak-gerakan kertas ditangannya dan tidak lupa senyum. “Tunggu satu jam!” Tukas saya. “Iya, kalau bapa nolak harus tanda tangan. Lagian, bapa ini sudah dua kali nolak induksi. Kita harus cek, ada apa ini?” Katanya membuat urat leher saya menegang. “Baik, apa susahnya tanda tangan? Tapi tujuan anda minta izin kan sebagai persetujuan. Dan ingat, praduga dokter itu juga bisa salah. Saya menunggu dari 2 minggu lalu detik-demi-detiknya. Dan, bayangkan kalau saya setuju induksi minggu lalu. Sudah rusak istri saya. Jangan samakan saya dengan pasien-pasien BPJS anda!” jawab saya meninggi. Suster itu diam, dan berkata singkat; “Baik” lalu pergi. 6 Jam dari saat itu adalah waktu sulit kami. Tidak ada poses bukaan, mulas sudah berkurang. Suster tidak lagi diruangan hanya sesekali mengecek. Diruangan sebelah terdengar jeritan tangisan bayi berulang-ulang menandai telah lahir jiwa baru. Namun kami masih menunggu, dan disaat itu pula Allah tunjukan keagungan-Nya. 18 April 16, 07.40PM. Maghrib dan Isya sudah berlalu, do’a sudah dihantar kelangit. Al Qur’an mengalun, ruangan sepi. Diblok lain Rafiq bersama bibinya sudah tertidur pulas setelah main sendiri seharian tanpa ayah dan ibunya. Dan ini adalah hal pertama baginya. Mertua saya pergi ke Airport menjemput ibu Mertua. Tinggal saya dan Istri. Wajah istri mulai pucat sudah lebih dari 20 jam proses bukaan 3 sampai 7 dan terkunci disini. Bidan mengabarkan; “Pa. jika bapa tetap tidak mau induksi. Sebaiknya dibawa lagi ke kamar inap”. Saya hanya mengangguk lemas, namun didada saya masih membara sebuah keyakinan bahwa Allah menciptakan sesuatu dengan perencanaan dan jalan-jalan. Jangankan janin manusia, anai-anai dan semut kecil saja sudah Allah atur hidup dan matinya. Milyaran bakteri Allah atur hidup matinya dalam hitungan jam, apalagi manusia. Suster sibuk diruang sebelah, dan saya melepaskan genggaman tangan istri dan meletakannya di perut. Mulai melakukan upaya terakhir, sebelum istri dibawa kembali ke ruang rawat inap. PROSES RUQYAH 2. Pertama saya memberitahu dan mengajak istri untuk menghentikan proses dzikir. Karena selama proses menunggu bukaan berikutnya, saya sarankan istri untuk beberapa kalimah yang agung, diantaranya; berdzikir “Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntum minadzolimiin”, karena itu yang diucapkan Nabi yunus saat ada dalam puncak kesulitan diperut ikan. Juga dzikir “Ya Hayyu Ya Qayyum” karena itu hal yang diucapkan Nabi sholallahu alaiyhi wa sallam saat ia ada dalam kondisi genting. Selanjutnya, karena masih punya wudhu, saya langsung memulainya dengan Ta’awudz, Basmallah dan surah al Fatihah dengan suara lirih dan kemudian semakin menguat. Posisi bibir sangat dekat dengan Rahim istri. Seperti ruqyah biasa saya mulai dengan Al Fatihah, Al Baqarah (1-4, 163-164, 255-257, 284-286) dan saya mengulang-ngulang secara menyeluruh tiap ayatnya sebanyak 3 sampai 7 kali, dan mengulangnya lebih banyak pada surah al Baqarah ayat 257. Kemudian dilanjut surah Al Imrah ayat 18-19 dan pada ulangan yang ke3 atau 4 saya mendengar istri berbisik lirih. “Bi. Ada sesuatu yang mengalir keluar”, katanya. Dan saya mengecek ternyata ada cairan, lendir dan bercampur darah mengalir. Saya memberitahu suster yang ada diluar da nada dua suster yang masuk mengecek dan positive ketuban pecah. Allahuakbar! Kedua suster itu pun segera membenahi ruangan dan peralatan yang disiapkan. Saya mengabari ayah ibu mertua dan juga ayah ibu kandung, memohon do’a mereka agar dimudahkan. 18 April 16, 08.50 PM Ketuban pecah dan Bukaan 8. 18 April 16, 09.40 PM Bukaan 9. 18 April 16, 10.10 PM, Dokter datang dan kepala bayi sudah meraksuk keluar. Dokter sigap menangani proses lahiran dan jam 10.15 malam itu Salman Al Farisi, putra kedua kami terlahir dengan sempurna. Berat 3.04 kg dan panjang 50cm. Saya memuji Allah subhanahu wa ta’ala dan membacakan ucapan selamat datang kepada putra kedua dengan lantunan Syahadatain ditelinganya dan kemudian mentahniknya. Sesaat setelah lahiran, dan bayi mulai di observasi. Seorang suster yang baik hati, yang mengurusi proses terakhir lahiran itu berkata kepada Istri; “Bu. Disamping sedang operasi Caesar, padahal ia masuk bareng ibu dan saat itu ia juga disaranin induksi namun gagal”. Banyak sekali proses Induksi dan Caesar yang tidak wajar terjadi, tidak semua kesalahan terjadi pada praktisi medis karena mereka hanyalah instrument dari dunia farmasi dan industri rumahsakit. Kesalahan terbesar adalah pada sistem yang jahat dan kelemahan iman yang membuat ketawakalan seseorang berkurang, terlindas dunia dan orang-orang materialist. 19 April 16, 05PM, Dokter mengizinkan pulang. Seharian dikamar inap, saya dan istri mendengar rintihan pasien sebelah yang tidak henti-hentinya. Beliau di Caesar 2 hari kemarin dan hari pertama memang tidak ada tanda-tanda penderitaan, namun hari kedua saya menyaksikan derita wanita-wanita yang dioperasi. Rasa panas bekas sayatan dan jahitan, juga sakit yang menjalar dipunggung dan kepala. Selama masih ada tawakal yang tersisa, maka jangan sekali-kali serahkan istri anda untuk di Caesar. Tindakan ini hanya boleh diambil saat tidak ada pilihan, atau dalam kondisi khusus. Jangan cepat menelan mentah-mentah apa yang diprediksi dokter pengobatan dokter adalah dugaan manusia sementara Al Qur’an adalah wahyu yang pasti. Wallahu ta’ala alam.
   


Jumlah Posts : 73
Jumlah di-Like : belum ada like
buat yg beragama islam silahkan di bca sampai sel3sai ini certa nyta dr ust nai peruqyah internasional.. Nuruddin Al Indunissy CAESAR & AL QUR’AN, SEBAGAI SOLUSINYA. KEMARIN · PUBLIK Bismillah Assholatu wa Sallamu ala Rosulillah. Segala puji hanya milik Allah, Rabb yang maha luas dan kekal kasih sayangnya. Tulisan ini saya persembahkan bagi jiwa-jiwa yang sedang mencari ketenangan dan kemenangan haqiqi dalam naungan kebahagiaan islam. Dalam tulisan ini saya akan kupas secara mendalam, langkah dan tahapan bagaimana melahirkan dengan senyuman dan menangkal angkuhnya kejahatan system dunia farmasi dan industry rumahsakit. RumahSakit merupakan industry jasa yang sangat erat kaitannya dengan para pemegang dunia farmasi (industry dan penjual obat), sehingga bukan rahasia jika ada system yang serakah, yang mengikat mereka agar saling menguntungkan sementara korbannya adalah manusia secara umum dan muslim yang sekuler (memisahkan agama dengan kehidupan) dan materialis (mementingkan object yang terlihat dan mengabaikan dunia spiritual yang justru lebih besar perannya). Caesarean Sections/Section Caesaria atau lebih dikenal dengan “Operasi Caesar”, merupakan tindakan medis untuk mengeluarkan bayi dari rahim ibundanya dengan membedah/menyayat abdomen (perut) ibu. Proses Caesar ini terjadi dalam hitungan menit saja dan tidak sakit karena ibunda dibius terlebih dahulu, namun sehari pasca Caesar mulai terjadi sakit yang luarbiasa pada bekas operasi, punggung dan kepala. Kadang sakit ini berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya saat ibunda batuk, bersin bahkan tertawa dan resiko pada kehamilan dan kelahiran berikutnya. Jika tindakan ini menimbulkan cacat permanent pada ibu, lalu kenapa banyak orang memilih untuk pasrah Caesar bahkan ada trend Caesar dikalangan ibu-ibu yang mengaku moderen? Maka berikut ini adalah alasan-alasan Caesar secara logis/normal: 1. Ukuran bayi terlalu besar, sementara panggul sang ibu kecil. 2. Bayi menderita kelainan misalnya spina bifida. 3. Posisi kepala janin tidak berada di bawah atau sungsang. 4. Sang ibu memiliki penyakit jantung atau kondisi medis lain yang berisiko memburuk akibat tekanan saat melahirkan. 5. Penurunan suplai darah ke plasenta sebelum kelahiran. Hal ini dapat menyebabkan bayi lahir dengan tubuh kecil. 6. Plasenta menghalangi leher rahim. 7. Luka terbuka yang disebabkan infeksi herpes genital yang aktif. 8. Sang ibu terinfeksi virus HIV. 9. Terdapat lebih dari satu janin dan kondisi kehamilan yang kompleks misalnya posisi janin yang kurang ideal atau kembar siam. Dan alasan lainya. Adapun trend Caesar, yang merupakan pilihan sendiri, baik karena menghindari sakitnya proses lahiran normal (semisal mulas pada bukaan 1 hingga 10, kerusakan/luka jahitan pada vagina, proses bukaan yang lama atau sakitnya saat melahirkan itu sendiri) ataupun ikut trend Caesar untuk memilik tanggal lahir yang cantik (caesar yang direncanakan) itu merupakan resiko sendiri dan bukan kesalahan dunia medis. Namun dari sebuah survey yang dikutip dari sebuah buku kehamilan oleh Nadia Mulya menunjukkan bahwa 394 responden memilih caesar karena beragam alasan. Sebanyak 83.5% di antaranya mengaku harus bersalin caesar karena keputusan dokter (komplikasi medis) atau ada indikasi medis yang mengancam keselamatan ibu dan bayi. Semoga Allah merahmati para dokter dan bidan yang jujur, memudahkan kehidupannya di dunia dan akhirat karena ini bagian dari profesi yang luhur yang menjadi solusi bagi kesulitan umat manusia di dunia modern ini. Masalah kemudian timbul, saat sebuah system memaksa mereka untuk melakukan hal yang ditolak nurani setiap manusia yang hidup hatinya. Bagaimana sikap seoran mukmin yang beriman pada taqdir menyikapi hal ini? Bukankah Allah azza wa jalla telah menentukan sunnatullah pada setiap wanita untuk mengalami kelahiran dengan normal jauh sebelum adanya Sectio Cesaria? Telah lama saya menghembuskan adanya indikasi gangguan non-medis pada proses Caesar, beberapa tahun silam saya mulai menteorikan lengkap dengan solusinya untuk mengatasi Caesar yang tidak direncanakan ini. Sebagaimana penelitian pribadi saya tentang adanya campur tangan musuh-musuh Allah (syaitan) pada banyak penyakit dalam yang kemudian mengarah pada operasi besar. Banyak sekali penyakit pada jasad yang divonis operasi (setelah melalui proses scaning yang moderen) namun kemudian tidak ditemukan penyakitnya. Alhamdulillah, dari training-training yang digelar dibawah bendera Yayasan RehabHati dan Yayasan Qur’anic Healing di Indonesia dan Malaysia banyak sekali testimony membahagiakan dari saudari-saudari kita yang tidak jadi Caesar setelah diupayakan melalui upaya spiritual dengan Teraphy Al Qur’an (ruqyah syariyyah), do’a dan sinerginya dengan Ath Tib An Nabawai atau metode pengobatan ala Nabi dengan memaksimalkan konsumsi Madu, Habbatussauda, Zaitun dan herbal Sunnah yang penuh berkah lainnya juga tidakan bekam dan upaya pengobatan tradisional lain. Alhamdulillah, bayi-bayi telah lahir dengan sempurna atas keagungan dan kekuasaan Allah melalui kedahsyatan teraphy Al Qur’an beberapa tahun kemudian setelah teori itu ditrainingkan. Bahkan salah satu trainer RehabHati yang juga praktii medis di salah satu RumahSakit Islam di Kota Wonogiri memberikan testimony yang mengejutkan bahwasannya setelah direktur rumahsakit yang juga kawan saya mengeluarkan intruksi untuk meruqyah setiap pasien yang mau Caesar 2 jam berikutnya banyak sekali –sekali lagi, banyak sekali– pasien yang tidak jadi dicaesar karena telah lahir terlebih dahulu. Anda pun, insya Allah akan melihat ramai testimony dibawah tulisan ini tentang kesaksian mereka yang telah mendapatkan berkah dari teraphy Al Qur’an ini. Setelah tahun demi tahun saya lalui dalam mensosialisasikan ruqyah syariyyah bersama team, Desember 2014 lalu saya Allah beri amanah seorang putera. Alhamdulillah lahir normal di salahsatu rumahsakit di kota Kediri. Tidak ada masalah, meski sebenarnya saya miris melihat beberapa suami dengan begitu mudahnya membubuhkan tanda-tangan Caesar untuk istrinya melalui jalur BPJS. Waktu berlalu cepat, April 2016 ini Allah memberi amanah yang kedua setelah melalui perjuangan yang panjang. Saya, ingin setiap ibu, setiap muslimah dan mukminah membaca tulisan dari jari seorang ayah ini. Seorang ayah yang mengerti bahwa melahirkan itu rasanya seperti setengah kematian, dan setelah lahiran nanti masih ada perjalanan panjang yang harus dilalui dengan tabah untuk mencapai jannah-Nya. 1 April 2016, saya sedang dalam perjalanan dari kota Sukabumi menuju kota Bogor. Istri memberitahu bahwasannya, besok, sepertinya tidak bisa menemani saya mengisi Mega Training RehabHati di kota Bogor karena mulai merasakan mulas dan sakit perut. Dan saya mengizinkannya, tentu saja meski saya tidak bisa menemani beliau mengingat MegaTraining di Bogor ini adalah salah satu event Pelatihan Ruqyah terbesar yang dikonsep beberapa bulan sebeumnya untuk menyakinkan 1000 peserta yang telah teregistrasi untuk hadir itu merasa nyaman, aman dan terkesan dalam menikmati Traning dan Teraphy Al Qur’an Gratis yang diselenggarakan Team RumahRehab Bogor. 2 April 2016, saya mengisi training dengan gelisah. Sambal sesekali melihat Handphone, seandainya saja ada kabar emergensi dari rumah karena diprediksi kisaran 12 April 2016 ini istri akan melahirkan anak keduanya. Dan malam harinya saya langsung pulang ke rumah kontrakan saya di Kota Wisata, Cibubur. 3 April 2016, Alhamdulillah kekhawatiran saya terobati. Istri sepertinya bukan mulas indikasi akan melahirkan, namun sakit perut biasa. Saya mengajak istri untuk check-up kerumahsakit, namun ia menolaknya. Saya menghormati keputusannya, dan diam-diam bertekad seandainya hingga besok dzuhur istri menolak kerumah sakit saya akan mengkondisikan agar ia bersedia dirawat. 4 April 16, 12.15 PM selepas dzuhur beliau memberi tahu bahwa lututnya mulai gemetar. Saya kaget ketika beliau mengatakan bahwa sehari semalam ini lebih dari 10 kali ke kamar mandi. Saya melihat indikasi muntaber, dan ini berbahaya, dalam kondisi mengandung bisa dehidrasi. 4 April 16, 12.45 PM taksi sudah ada didepan rumah dan membawa kami kesalah satu rumah sakit termegah di daerah ini, tentu saja bukan karena saya cukup uang namun untuk memastikan kenyamanan istri karena ini adalah hak dunia medis. Qodarullah, macet menghadang dan jam 14.00 Dokter kandungannya sudah pulang, dan baru akan buka lagi jam 17.00, akhirnya saya istri dan putra saya yang baru berusia 15 bulan belok ke salahsatu Mall untuk menunggu dokter. 4 April 16, 17.40 PM kami sudah bersama dokter pribadi istri, ia seorang muslimah muda yang ramah, berkerudung dan professional. Beliau menyimpulkan bahwa istri dehidrasi, dan air ketuban ada pada level 8 (standar sehat ada pada level 10). Dan saya menyetujui istri dirawat malam itu. Malam itu saya mulai merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang ayah, menggendong anak kesana-kemari, check-in rawat inap, tanda tangan sana-sini, dan yang lebih berat mengkondisikan bayi tidur dirumahsakit. Alhamdulillah, semua berlalu dengan baik karena kami mengambil kelas ruang rawat inap VIP. Cukup luas untuk saya dan anak saya, babysitter, dan tentunya istri yang malam itu divonis dehidrasi dan muntaber. Setelah check-up, USG, dirawat dan check lab diketahui bahwa muntaber istri disebabkan Jamur. Dan dokter, pagi itu memberitahukan dengan senyum lega bahwa untuk Jamur sudah ada obatnya. Istri boleh pulang pagi berikutnya. 5 April 16, 11.30 AM, Alhamdulillah kami pulang dengan tenang. Dan dihari yang sama bidan memberitahu kami bahwa kondisi kandungan sekarang aman dan sudah “bukaan 1”. Dalam proses persalinan ada proses yang bernama “Pembukaan”, pembukaan atau bukaan yang dimaksud adalah pembukaan atau prosesnya mulut Rahim dari 1 hingga 10. Proses bukaan ini terjadi secara bertahap dan alami, ada semacam asam atau gas yang mendorong bayi keluar. Bayi terdorong keluar karena dorongan gas dan mengkerutnya Rahim, sehingga mulut Rahim terbuka secara bertahap. Ini proses harus dilalui seorang ibu dengan tabah, sabar dan tawakkal. Jika menyerah, maka alternative lain adalah Caesar. 8 April 2016, istri masih muntaber dan semakin lemah. Seakan obat itu tidak mempan. Dan kami kembali lagi check-up, kerumahsakit yang sama. 8 April 2016, 9.30AM kami masuk melalui pintu IGD, dan langsung dibawa keruang persalinan. Di check, dan masih bukaan 1 dan kondisi makin lemah. 8 April 2016, 9.35 AM dokter dan 1 perawat disampingnya menyampaikan kepada saya bahwa kondisi semakin lemah, dan Air ketuban semakin menyusut. Prediksi beliau sudah “Level 6”, hingga disarankan untuk diberi perangsang (Induksi) atau Cesar. 8 April 2016, 9.50 AM, saya memutuskan untuk menolak dan mengupayakan sendiri terlebih dahulu dirumah. “Saya sendiri praktisi pengobat, seperti dokter. Hanya saja, kalau dokter dibidang medis saya bagian non-medis. Saya telah banyak menembukan bahwa masalah seperti ini ada indikasi non-medis, jadi saya ingin mengupayakan terlebih dahulu dirumah”. Dokter tersenyum dan mengangguk, beliau menyerahkan sepenuhnya kepada saya, dan kami pun pulang. 8 April 2016, 12.30 PM, saya kembali sampai dirumah. Otak saya mulai berputar mencari cara, teringat sahabat saya ust. Rahmat Bekam, ketua PBI Jabar sekarang yang selama ini memberikan saran-saran herbal secara ilmiah tentang penyakit melalui tinjauan medis. Dan Istri beliau, yang juga seorang Herbalis dan Bidan Thibun Nabawi memberi 4 saran kepada istri: 1. Konsumsi Habbatussauda (menambah mules). 2. Zaitun untuk melancarkan kelahiran, oles dan minum. 3. Minum air kelapa (untuk menormalkan kembali air ketuban) meskipun sebenarnya tidak ada cara untuk menambah air ketuban. 4. Bekam di pinggang. Dan pergelangan kaki kanan dibawah mata kaki yang merupakan titik untuk melancarkan proses pembukaan. Beliau juga, seperti saya kutif dari istri, menyarankan untuk ruqyah. “Jangan lupa ruqyah”, katanya. Saya teringat, beberapa tahun lalu pernah menemukan kasus dan menteorikan bahwa salah satu titik persembunyian syaitan yang menyebabkan keguguran adalah pada pergelangan atas kaki kanan dibawah mata kaki. 8 April 2016, 18.20 PM, selepas maghrib saya mulai mengawali proses ruqyah pada istri. PROSES RUQYAH 1 Ruqyah Syariyyah merupakan proses pembacaan Ayat Suci Al Qur’an kepada seorang mukmin yang sedang kesulitan, terutama ketika terikat/terbelenggu sebuah kondisi yang tidak dimengerti secara logis dengan harapan mendapatkan syfa atau kesembuha dan rahmat dari Allah azza wa jalla yang menciptakan dan menjaga setiap mahluk-Nya. Diawali dengan wudhu, menunaikan shalat maghrib, dan mempersiapkan 1 liter air kelapa muda dan air putih disampingnya untuk diruqyah bersamaan dengan istri. Dan istri menggunakan hijab sempurna agar khusyuk dan merupakan bagian dari adab do’a. Setelah mengucap Taawudz, Ayat Kursi, Al Falaq dan An Nas sebagai do’a perlindungan sebelum memulai ruqyah saya mengucapkan istighfar, sholawat dan berdo’a kepada Allah agar dilancarkan proses persalinan istri. Ini adalah muqodimah awal dalam setiap ruqyah syar’ie. Selanjutnya saya sentuhkan tangan kanan saya persis diperut istri, mendekatkan bibir kepadanya dan mulai membaca do’a-do’a Nabi sholallahu alaiyhi wa sallam untuk mengawali ruqyah. Kemudian membaca al Fatihah, Al Baqarah 1-4, 102, 163-164, 255-257, 284-286, Al Imran 18-19 dan bayi didalam mulai bergerak-gerak seakan musafir kehausan mendapat air segar. Saya mengulang-ngulang ayat itu dan bayi mulai motah berputar-putar hingga istri saya gelid an memegangi perutnya. Ruqyah dilanjutkan dengan membaca surah-surah berikutnya hingga selesai. Ada kesimpulan besar disini, selama ini saya yakin bahwa bayi sungsang dan terikat ari-ari bisa lahir dengan normal hanya mendengar testimony kawan-kawan alumni pelatihan ruqyah yang saya bina dan juga video-video keajaiban Al Qur’an saat dibacakan pada janin dalam kandungan dan kemudian bayi sujud –saat itu– saya merasakan sendiri bahwa bayi tidak hanya bergerak namun berputar. Masyaa Allah.. Selanjutnya saya meruqyah Air kelapa dan air putih untuk minumannya. Saya dekatkan bibir saya kepada dua wadah air dan membacakan surah al Fatihah 7x, Al Kafiruun 1x, Al Falaq dan An Nass masing-masing 3x. Nabi sholallahu alaiyhi wa sallam membacakan surah Al Kafirun kepada air yang dicampur garam saat mengobat luka sengatan. 9 April 2016, 18.20 PM Hari itu istri mencoba check kandungan di Klinik Bersalin Ranti di daerah ciangsana cibubur dan hasilnya menakjubkan, bidan disana mengatakan dengan penuh percaya diri bahwa air ketuban normal dan sudah mulai bukaan 2. Disana mulai ada cahaya yang merekah! Bahkan sang bidan disana menyimpulkan, masih ada satu minggu waktu untuk menunggu. Dan istri mengatakan, bahkan, bu bidan lela (istri rahmat bekam) sebelumnya prediksi bahwa masih ada dua minggu waktu. Hal ini membuat saya termenung, kenapa bisa-bisanya seorang dokter specialist menyarankan induksi dengan kondisi ketuban yang menakutkan? Apakah alat-alat itu terlalu modern? Kepenasaranan ini mulai menggelitik saya untuk menggali lebih dalam tentang apa itu Air ketuban. Saya menggalinya di internet dan juga menggali beberapa informasi dari istri tentang apa yang dokter lakukan saat USG dan kemudian menyimpulkan tentang air ketuban. Dan disini ada hal yang menarik lagi. Saat USG dokter memperlihatkan melalui layar kombinasi warna gelap, biasanya, selama usia kehamilan 1-9 bulan dilayar itu terlihat kondisi bayi dan bentuknya; tangan, jemari, kepala, kaki termasuk jenis kelaminnya. Saat alat detector ditempel di perut istri, tampilan pada layar itu hanya gelap, dengan kondisi demikian artinya air ketuban sudah hamper habis (dinding rahim melekat pada bayi, karena tidak ada air atau sedikit). Saya sontak teringat banyak kasus yang dilalui dalam teraphy ruqyah, pasien mengakui dan menyebutkan jenis penyakitnya terlihat di Xray, namun saat operasi tidak ada. Jika syaitan bisa mempengaruhi electron listrik, mempengaruhi dan merusak koneksi internet, laptop bahkan beberapa kehancuran pada bentuk-bentuk jasad, maka sangat mungkin juga mempengaruhi tampilan alat dokter kandungan. Masih segar diingatan saya ketika menteraphy seorang umaht di Kenya, afrika timur. Beliau mengaku 6 kali dioperasi dan 2 kalinya adalah operasi cesar, dari 4 operasi tersebut dokter mendeteksi benda hitam pada perutnya dan ketika dibedah benda itu tidak ada. Kasus ini banyak terjadi (sekali lagi, banyak terjadi) di rumahsakit dan kemudian mereka lari ke pengobatan alternative. Baiklah, saya melanjutkan upaya secara maksimum. Mendekatkan diri kepada Allah, menolong sebanyak-banyaknya muslimin-muslimah yang bisa ditolonga dan dimudahkan dengan teraphy Al Qur’an minggu itu. Termasuk upaya sedekah sesuai yang Allah mampukan dan takdirkan kepada kami, juga ibadah-ibadah lainnya. Berharap Allah subhanahu wa ta’ala mengampuni kami, karena tidak ada kesulitan kecuali disebabkan dosa dan kesalahan kita sendiri. Dihari yang sama saya mengisi private teraphy di rumah rehab bogor, 1 jam dari rumah. Hari itu saya sudah agak lega, tinggal menunggu hari lahir. Namun jujur, minggu itu kami lalui dengan sangat lama. “Hikmah itu selalu ada, dalam situasi tersulit sekalipun. Saat kita terbentur pada sebuah kondisi "tidak ada pilihan", sementara kaki lelah dan harus terus melangkah --maka-- disana Allah sedang mengajari kita untuk tabah. Menundukan kepala dalam-dalam, menyadari bahwa kita ini lemah tidak berdaya dihadapan ketetapan Allah yang maha gagah perkasa. Merasakan sebuah kekuatan sedang mengatur kita dengan kemahaanNya” 17 April 16, 11.35 PM. Istri saya mulai merasakan mulas hebat. Bapa Mertua dari Kediri sudah berjaga-jaga, dan Rafiq kecil tertidur pulas. Sambil memangkunya, saya berfikir keras. Seandainya dibawa kerumah sakit, apa yang akan terjadi dengan dia? Akhirnya kami menyimpulkan untuk kerumahsakit besok pagi. 18 April 16, 05.40 AM. Kami sudah ada diruang IGD, dan Istri dibawa ke ruang persalinan. Check-up dan lain-lain. Alhamdulillah sudah bukaan 3. Dan saya ke lantai 1 untuk Check-in. Istri dibawa kekamarnya. Kami tidak mengambil ruang VIP namun mengambil Ruang Kelas 1, dibawahnya. Pertimbangan mengambil ruang VIP sebelumnya adalah untuk menjaga hijab istri. Dan pertimbangan mengambil ruang kelas 1 adalah setelah kami tahu bahwa meski di ruang kelas 1, yang mana ada dua pasien tetap ada hijab. Dan yang lebih penting, ternyata semua kelas persalinannya diruang tertutup yang baik. Ini terjadi karena kami tidak pernah kerumahsakit sebelumnya. Hal yang mengesankan disana adalah ketika istri saya curhat tentang sikap salah satu bidan kepadanya, ia mengatakan ada bidan yang tidak ramah dan kasar saat cek sendiri diruang persalinan. Istri saya berkata, bidan itu berkata: “Ck..ck. Bagaimana bu upaya teraphynya. Diteraphy apa sih. Hipno-hipno gitu itu ya?” Katanya tanpa beban, bahwa seharusnya kamilah yang berkata dengan bangga karena tidak menerima atau menolak induksi minggu kemarin. Bayangkan kalau minggu kemarin melakukan induksi, pasti gagal karena belum saatnya. Dan kalau induksi gagal maka tindakan selanjutnya adalah Caesar. Istri saya menjawab: “Bukan, suami saya hanya membacakan al Qur’an kepada saya. Namanya terapy Ruqyah”. “Hh.. Yang paling penting kan mulesnya, untuk bukaan itu ya harus mules bukan diruqyah”. Kata bidan itu, menyakiti hati saya saat mendengarnya dari istri. Saya hanya berkata; “Sabar. Ini belum seberapa. Mereka hanya tidak tahu”. Jam demi jam, menit demi menit, detik demi detik selanjutnya saya mengawasi setiap gerak dan tindakan. Disamping istri, mengatur strategi, mengatur waktu, memotivasi, menemani dan yang terpenting memastikan si kaka Rafiq tidak bosan. Bukaan 4, 5, 6 dan 7 berlalu menggembirakan meski lebih lama dari normal. Prediksi lahiran adalah selepas dzuhur, selambatnya ashar. Sebelum ganti shift bidan menyimpulkan, selambat-lambatnya maghrib insyaAllah lahir. Murotal Al Qur’an terus mengalir mewarnai keluh kesah hati kami. 18 April 16, 02.40 PM. Bidan shift sore datang, berwajah tegas-professional dan berkata; “Bu. Check lagi”. Ia memegang perut istri, memasang alat denyut jantung dan mencetaknya. Dan menawarkan oksigen, serta menaruh disampingnya. Dan ia menyimpulkan masih bukaan 7, dan menyarankan dibawa keruang persalinan. Alasannya sangat logis, agar nanti tidak buru-buru saat kontraksi. Dan saya menerimanya tanpa alasan. 18 April 16, 02.55 PM. Istri sudah diruang persalinan, dipasang infus dan selang oksigen. Hal ini membuat ayah mertua panic dan menelpon ibu mertua untuk segera kejakarta. Saya memperhatikan dengan seksama, drama ini. 18 April 16, 03.03 PM. Suster tadi kembali dan membawa selembar kertas dan papan yang ia dekap didadanya. “Bapa, ini sudah jam 3, dan saatnya lahiran. Namun kondisi mulas malah makin berkurang. Saya izin untuk memasang akselerator” kata bidan itu sangat elegan membuat saya hati-hati untuk bicara. “Akselerator, apa bedanya dengan induksi?” Jawab saya. “Beda. Kalau induksi itu membuat mulas sebelum mulas. Kalau akselerator itu menambah mulas setelah mulas. Agar lancer dan cepat lahir.” Katanya sambil senyum. Saya diam. Dan lalu menimpali. “Sama saja. Apa tidak bisa tunggu sebentar?” Kata saya kemudian. “Sudah saatnya pa, ini saran dokter” katanya. Padahal entah dimanakah bu dokter itu. “Kalau tunggu dulu bagaimana, saya kan bilang tidak mau di induksi?” Jawab saya. “Kalau bapa nolak, bapa harus menandatangani bahwa bapa menolak tindakan medis” Katanya sambil menggerak-gerakan kertas ditangannya dan tidak lupa senyum. “Tunggu satu jam!” Tukas saya. “Iya, kalau bapa nolak harus tanda tangan. Lagian, bapa ini sudah dua kali nolak induksi. Kita harus cek, ada apa ini?” Katanya membuat urat leher saya menegang. “Baik, apa susahnya tanda tangan? Tapi tujuan anda minta izin kan sebagai persetujuan. Dan ingat, praduga dokter itu juga bisa salah. Saya menunggu dari 2 minggu lalu detik-demi-detiknya. Dan, bayangkan kalau saya setuju induksi minggu lalu. Sudah rusak istri saya. Jangan samakan saya dengan pasien-pasien BPJS anda!” jawab saya meninggi. Suster itu diam, dan berkata singkat; “Baik” lalu pergi. 6 Jam dari saat itu adalah waktu sulit kami. Tidak ada poses bukaan, mulas sudah berkurang. Suster tidak lagi diruangan hanya sesekali mengecek. Diruangan sebelah terdengar jeritan tangisan bayi berulang-ulang menandai telah lahir jiwa baru. Namun kami masih menunggu, dan disaat itu pula Allah tunjukan keagungan-Nya. 18 April 16, 07.40PM. Maghrib dan Isya sudah berlalu, do’a sudah dihantar kelangit. Al Qur’an mengalun, ruangan sepi. Diblok lain Rafiq bersama bibinya sudah tertidur pulas setelah main sendiri seharian tanpa ayah dan ibunya. Dan ini adalah hal pertama baginya. Mertua saya pergi ke Airport menjemput ibu Mertua. Tinggal saya dan Istri. Wajah istri mulai pucat sudah lebih dari 20 jam proses bukaan 3 sampai 7 dan terkunci disini. Bidan mengabarkan; “Pa. jika bapa tetap tidak mau induksi. Sebaiknya dibawa lagi ke kamar inap”. Saya hanya mengangguk lemas, namun didada saya masih membara sebuah keyakinan bahwa Allah menciptakan sesuatu dengan perencanaan dan jalan-jalan. Jangankan janin manusia, anai-anai dan semut kecil saja sudah Allah atur hidup dan matinya. Milyaran bakteri Allah atur hidup matinya dalam hitungan jam, apalagi manusia. Suster sibuk diruang sebelah, dan saya melepaskan genggaman tangan istri dan meletakannya di perut. Mulai melakukan upaya terakhir, sebelum istri dibawa kembali ke ruang rawat inap. PROSES RUQYAH 2. Pertama saya memberitahu dan mengajak istri untuk menghentikan proses dzikir. Karena selama proses menunggu bukaan berikutnya, saya sarankan istri untuk beberapa kalimah yang agung, diantaranya; berdzikir “Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntum minadzolimiin”, karena itu yang diucapkan Nabi yunus saat ada dalam puncak kesulitan diperut ikan. Juga dzikir “Ya Hayyu Ya Qayyum” karena itu hal yang diucapkan Nabi sholallahu alaiyhi wa sallam saat ia ada dalam kondisi genting. Selanjutnya, karena masih punya wudhu, saya langsung memulainya dengan Ta’awudz, Basmallah dan surah al Fatihah dengan suara lirih dan kemudian semakin menguat. Posisi bibir sangat dekat dengan Rahim istri. Seperti ruqyah biasa saya mulai dengan Al Fatihah, Al Baqarah (1-4, 163-164, 255-257, 284-286) dan saya mengulang-ngulang secara menyeluruh tiap ayatnya sebanyak 3 sampai 7 kali, dan mengulangnya lebih banyak pada surah al Baqarah ayat 257. Kemudian dilanjut surah Al Imrah ayat 18-19 dan pada ulangan yang ke3 atau 4 saya mendengar istri berbisik lirih. “Bi. Ada sesuatu yang mengalir keluar”, katanya. Dan saya mengecek ternyata ada cairan, lendir dan bercampur darah mengalir. Saya memberitahu suster yang ada diluar da nada dua suster yang masuk mengecek dan positive ketuban pecah. Allahuakbar! Kedua suster itu pun segera membenahi ruangan dan peralatan yang disiapkan. Saya mengabari ayah ibu mertua dan juga ayah ibu kandung, memohon do’a mereka agar dimudahkan. 18 April 16, 08.50 PM Ketuban pecah dan Bukaan 8. 18 April 16, 09.40 PM Bukaan 9. 18 April 16, 10.10 PM, Dokter datang dan kepala bayi sudah meraksuk keluar. Dokter sigap menangani proses lahiran dan jam 10.15 malam itu Salman Al Farisi, putra kedua kami terlahir dengan sempurna. Berat 3.04 kg dan panjang 50cm. Saya memuji Allah subhanahu wa ta’ala dan membacakan ucapan selamat datang kepada putra kedua dengan lantunan Syahadatain ditelinganya dan kemudian mentahniknya. Sesaat setelah lahiran, dan bayi mulai di observasi. Seorang suster yang baik hati, yang mengurusi proses terakhir lahiran itu berkata kepada Istri; “Bu. Disamping sedang operasi Caesar, padahal ia masuk bareng ibu dan saat itu ia juga disaranin induksi namun gagal”. Banyak sekali proses Induksi dan Caesar yang tidak wajar terjadi, tidak semua kesalahan terjadi pada praktisi medis karena mereka hanyalah instrument dari dunia farmasi dan industri rumahsakit. Kesalahan terbesar adalah pada sistem yang jahat dan kelemahan iman yang membuat ketawakalan seseorang berkurang, terlindas dunia dan orang-orang materialist. 19 April 16, 05PM, Dokter mengizinkan pulang. Seharian dikamar inap, saya dan istri mendengar rintihan pasien sebelah yang tidak henti-hentinya. Beliau di Caesar 2 hari kemarin dan hari pertama memang tidak ada tanda-tanda penderitaan, namun hari kedua saya menyaksikan derita wanita-wanita yang dioperasi. Rasa panas bekas sayatan dan jahitan, juga sakit yang menjalar dipunggung dan kepala. Selama masih ada tawakal yang tersisa, maka jangan sekali-kali serahkan istri anda untuk di Caesar. Tindakan ini hanya boleh diambil saat tidak ada pilihan, atau dalam kondisi khusus. Jangan cepat menelan mentah-mentah apa yang diprediksi dokter pengobatan dokter adalah dugaan manusia sementara Al Qur’an adalah wahyu yang pasti. Wallahu ta’ala alam.
   
Jumlah Posts : 583
Jumlah di-Like : 5
waaaaaahhh ... senang aku kalo pada bercerita ttg kehamilannya hehehee ....
Apa kabar nih bunda semuanya ?? ... aku jawabin dari mana dulu yaaa ?? ...

Bun Reen : iya sama bun, aku jg pengen nyari "selimut bayi" yg tebal tapi bisa dituliskan nama ... kira2 di mana ya ?? ...

bun lisa : setauku kelapa muda hny utk membuat bayi bersih di dlm dan harum (kl mutihkan kulit bayi, aku kurang tau ya ...)

bun Lina : hahahaaa ... kita sama bun, aku jga ga bnyk2 hunting baju bayi apalagi yg baru lahir... krn paling hny ke pake 1-2 kali aja, krn dlm hitungan minggu si pertumbuhan si bayi akan pesat sekali.... (menurut info temen2 siihh ...) trus, ipar2ku jg pada ngasih perlengkapan bayi ... masih bagus2 pulaaa ... lumayaaaann .. ga perlu beli tooohh ?? ...
aku jg sementara ini sedang ikut kelas / program dr RS ... sampai akhir bulan sept ini. makanya padat sekali jadwal ...  btw, aku pernah nanya, hasil USG bulan ke - 5 saat itu berat janinku di atas rata2 ... (kl di liat dr tabel) sktr 586gr.  trus HPLku jd cepat 1 mggu ... aku tny, jawabnya sih ga papa, krn alat usg secara otomatis akan berubah  sesuai data yg di dpt (ukuran femur, tengkorak kepala, panjang janin dll) ..tapi yg jadi patokan adalah HPL di awal kehamilan ... masalah si janin mau keluarnya kapan sih, itu terserah si janin yaaa ... hehehe ... gituuuu ... nah, kbtln tadi aku USG lagi, eh kembaliii ... jadi normal 31w + 4d (hampr 32w) ...

bun rita : salam kenal bun ... wah, kl yg aku baca sih ... usia 27w biasanya berat janin 125gr (kira2) ... kita hampir samaan ya nikahnya hehehe ...

bun Akoo : kl aku keputihan (atau cairan putih keluar) itu biasanya kl kita kecapean ... trus kmrn pas control sama bidan, disarankan pake "pembersih vagina" .. 1 hari sekali. so, sekalipun tetap keluar putihnya ... ga terlalu bnyk ...  kl sakit punggung, aku jg sekali kali ngerasain sakit punggung (kalo pas lagi kecapean banget !! ...) sering konsumsi produk susu gak ?? (susu, keju, yoghurt )... kl aku di sini di sarankan lbh baik mengkonsumsi produk susu paling tdk 4 kali sehari ... karena si janin membutuhkan kalsium. jika kita kurang mengkonsumsi susu dan sejenisnya .. otomatis si janin akan mengambil kalsium dari kita (tulang belakang, nyeri pada gusi dll) ...  gituuuuu ....


dear all bunda : Berita tentang aku ...
tadi aku baru USG lagi 31w + 4d ..(utk yg terakhir kalinya ... :(  ....tp kan dlm wkt 9w lagi kita akan bertemu ... :D)  uughh !! si kecil ga mau diam ... bergerak terus, perutku sampe bergelombang .. hehehee ...
keliatannya bakalan besar nih ... soalx berat janin kira2 ... 2171gr ... (wooowww !!!) dan posisi kepala sdh di bawah ... agak susah utk diukur semuanya .. karena perutku yg rada kecil hahahaa .... sampai saat ini aku naik 10 kg dr berat normal. ... tp masalah yg ada padaku wkt itu adalah ... angka diabet ku rada tinggi .. beda 2 gr dr normal ... (gara2 liburan ke mertua, di sana disediain es krim, wafle dan coklat2an lainnya deehh ... hehehe) ... akhirnya aku harus berurusan dng dietitienne (bkn krn kegemukan, tp harus kurangi kadar glukosa ...) so, intinya ... jgn terlalu banyk makan nasi dsbx, trus kurangi jumlah makan buah ... kurangi kacang kedele ... (krn bersifat manis jg) ... kl lapar diluar jam makan mending makan yoghurt atau keju ... eng ing ennnggg ... hehehehe !!!

So, buat para bunda yg lain, apa kah  kalian di tes Diabetes juga ga ?? .... aku harus tes diabetes lagi minggu dpn utk yg ke-3 kalinya ... tp kali ini akan lbh parah, krn aku harus puasa 12 jam sblmx, lalu disuruh minum gula (yg diberikan oleh pihak labo) kadarnya akan lbh manis lagi dari seblmx ... lalu akan di ambil darahku setiap 1 jam sampe jam ke 3 .. (jadi harus tinggal bete di lab kira2 3 jam) ...

kalo ada yg punya pengalaman sama dgn aku info2 yaaa .....
selamat menunggu kehadiran si buah hati para bundaaaaaaaaa ...
   
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10

Mitos Vs Kenyataannya

•  Mitos: Jangan minum air es sebab bayi akan gemuk nantinya

Kenyataannya: Air es tidak mengandung kalori atau karbohidrat, jadi tak menyebabkan gemuk. Jika minum air es dicampur sirup, barulah Anda berisiko kegemukan dan melahirkan bayi gemuk. Bukankah sirup mengandung gula?

•  Mitos: Minum rebusan kacang hijau agar rambut bayi lebat

Kenyataannya: Ini bukan mitos, karena kandungan protein pada kacang hijau memang cukup tinggi, dan protein diperlukan untuk pertumbuhan rambut.

•  Mitos: Persalinan bisa lancar kalau minum minyak goreng

Kenyataannya: Hingga kini belum ada penelitian yang membuktikan hal itu.

Antara Mitos & Fakta

Beberapa mitos seputar kehamilan dan persalinan ternyata bisa dinalarkan, dan ini dia, faktanya. 

“Biar proses persalinan lancar, minumlah minyak kelapa,” kata nenek kita dulu. Anda mungkin tersenyum simpul mendengarnya. Ya, saluran persalinan dengan saluran pencernaan ‘kan berbeda! Tapi asal tahu saja, jika  kebanyakan lemak, perut akan terasa mulas dan kita jadi sering buang air besar. 
Memang, banyak mitos yang tinggal mitos. Tapi, ada juga “mitos” yang ternyata bisa dinalarkan dan ada faktanya. Yuk, kita intip beberapa mitos berikut ini.
 
Mitos:
Morning sickness  adalah tanda janin yang Anda kandung sehat.

Fakta:  
Menurut Dr. Evan Saunders, spesialis Obstetri dan Ginekologi dari University of Winconsin School of Medicine, Amerika, gangguan mual tersebut disebabkan oleh perubahan kadar hormon yang terjadi pada awal kehamilan. Ini berarti tubuh Anda sedang mempersiapkan segala sesuatunya untuk janin yang sedang tumbuh di dalam rahim. 
Selain itu, dalam penelitiannya terhadap dua kelompok ibu yang mengalami mual dan tidak mengalami mual, Sunders menemukan kelompok kedua ternyata menunjukkan angka keguguran yang lebih besar dibanding kelompok pertama.

Mitos:
Bentuk perut, lebar atau mancung, dan denyut jantung janin menunjukkan jenis kelaminnya.

Fakta:  Belum ada bukti penelitian yang membenarkan hal itu. Yang jelas, lebar dan mancungnya perut ibu hamil biasanya dipengaruhi oleh posisi bayi, serta kandung kemih.
Sementara denyut jantung janin dalam rahim, biasanya antara 110–180 kali per menit dan bervariasi setiap waktu. Jadi, mungkin saja perut si ibu mancung dan denyut jantung janinnya keras, tapi bayi yang dilahirkannya perempuan, sementara pada kehamilan berikutnya dengan “tanda-tanda” yang mirip ternyata bayinya laki-laki. 

Mitos:
Penggunaan komputer, microwave, atau pemeriksaan metal detector pada waktu hamil tidak aman untuk pertumbuhan  janin.  

Fakta: Penelitian Dr. Saunders menunjukkan, penggunaan komputer dan microwave tidak berbahaya bagi janin. Demikian pula pemeriksaan dengan metal detector di hotel, pusat perbelanjaan atau airport, aman bagi janin. 

Mitos : 
Jika mengoleskan krim yang tepat, Anda tidak akan mengalami stretch marks (garis-garis di perut atau paha yang terjadi akibat kehamilan).

Fakta:  Sampai sekarang, berbagai krim itu hanya bisa mengurangi garis-garis yang muncul serta mengurangi rasa gatal yang mungkin menyertainya. Sebab, stretch marks itu lebih dipengaruhi oleh faktor gen.  Kalau kita memang sudah membawa bibit untuk mengalami stretch marks, ditambah dengan berat badan yang meningkat luar biasa selama hamil, maka krim yang kita oleskan tak berarti  banyak.
Menghilangkan stretch marks bisa dengan operasi laser (stretch marks laser surgery), yang tindakannya sangat ringan. Namun, tindakan ini belum tentu juga bisa menghilangkan stretch marks, karena tergantung seberapa parah robekan jaringan kulit tersebut.

Mitos:
Jika kehamilan sudah cukup bulan dan Anda ingin segera mengalami proses persalinan, coba saja berhubungan intim dengan suami. 

Fakta:Mitos itu ada benarnya juga. Sebab, hormon prostaglandin yang ada di  cairan semen (cairan yang dikeluarkan pria ketika ejakulasi), dapat  menimbulkan kontraksi rahim dan melembutkan leher rahim. Dengan demikian, proses persalinan mungkin saja terjadi lebih cepat.
Selain itu, orgasme juga bisa memicu timbulnya kontraksi rahim. Tapi, kalau memang belum waktunya melahirkan, berhubungan intim beberapa kali pun tak akan membuat Anda segera melahirkan. Jadi, Anda memang perlu menunggu sampai waktu melahirkan sudah dekat.

Mitos:
Mengonsumsi makanan pedas menyebabkan ibu yang hamil tua jadi cepat melahirkan. 

Fakta:  Sebenarnya, ibu hamil tidak punya pantangan makanan tertentu. Tapi, ada makanan yang sebaiknya dihindari, seperti makan yang berasal dari keju yang sangat lembik atau keju dari susu mentah. Makanan-makanan ini dikhawatirkan cepat busuk, sehingga mengandung bakteri yang disebut lysteria. Bakteri inilah yang sering dihubungkan dengan kemungkinan penyebab keguguran atau persalinan dini.

Mitos : 
Persalinan normal akan menyebabkan lemahnya fungsi kandung kemih.

Fakta: Mungkin, ada wanita yang pernah melahirkan dengan proses persalinan normal (melalui vagina) dan kebetulan mengalami kerusakan otot dan jaringan ikat rongga panggul, sehingga menyebabkannya tak bisa menahan keluarnya air kencing. Asal tahu saja, kondisi ini  sebenarnya jarang sekali ditemui. 
Jika Anda takut, lalu merencanakan untuk operasi caesar hanya karena menganggap bahwa operasi lebih aman daripada melahirkan secara normal, maka Anda harus berpikir dua kali. Sebab, operasi caesar merupakan operasi besar yang juga berisiko (termasuk kemungkinan teririsnya kandung kemih ketika dilakukan operasi).  
Sebenarnya, untuk menguatkan otot panggul yang menyangga kandung kemih, Anda  juga dapat melakukan latihan Kegel. Latihan itu dapat dilakukan ketika hamil dan seminggu setelah Anda melahirkan. Caranya, kerutkan otot seputar vagina, lakukan usaha seperti menahan kencing dan tahan sekitar 10 detik, kemudian lepaskan lagi.  Lakukan hal ini sepuluh kali setiap hari.   

Mitos: 
Begitu cairan ketuban pecah, bayi akan segera lahir. 

Fakta: Pada umumnya, setelah air ketuban pecah, masih membutuhkan waktu berjam-jam untuk kontraksi sampai bayi lahir. Namun, dengan pecahnya ketuban, proses persalinan memang harus segera dilaksanakan. Karena, dikhawatirkan bakteri di vagina akan masuk ke rahim dan menyebabkan infeksi pada janin.
Lebih baik lagi jika Anda datang ke rumah sakit atau rumah bersalin sebelum ketuban pecah. Dokter atau bidan biasanya akan membantu memecahkan kantung ketuban, agar kepala bayi bisa masuk ke rongga panggul pada saat yang tepat.    

Mitos: 
Ketika Anda mulai diinduksi (dirangsang agar terjadi kontraksi), tak lama kemudian Anda akan langsung melahirkan.

Fakta:  Setelah diinduksi, mungkin saja kontraksi baru terjadi beberapa jam kemudian. Bahkan, bisa saja tak terjadi kontraksi sama sekali. Asal tahu saja, pada akhir kehamilan, leher rahim biasanya mulai melunak untuk persiapan proses persalinan. Lalu ketika diinduksi, biasanya obat yang diberikan akan melembutkan dan memipihkan jaringan leher rahim, sehingga terjadi  kontraksi. 
 Dalam proses induksi semacam itu, dokter biasanya memberikan pitocin, yaitu hormon sintetis. Namun, karena banyak faktor yang dapat menyebabkan proses persalinan berlangsung lancar atau macet, maka induksi pun belum tentu merupakan cara yang pas untuk memacu persalinan. Buktinya, ada juga ibu hamil yang sudah “lewat waktu” persalinannya, setelah diinduksi selama 24 jam ternyata hanya mengalami pembukaan beberapa cm saja. Dalam kondisi yang langka seperti itu, proses persalinan harus berakhir di meja operasi.

Mitos:
Jika susah melahirkan, minum saja rendaman rumput fatimah.

Fakta:  Rumput fatimah yang juga dikenal dengan nama Labisia pumila ini, berdasarkan kajian atas obat-obatan tradisional di Sabah, Malaysia, tahun 1998, dikatakan mengandung hormon oksitosin, yang dapat membantu menimbulkan kontraksi. Biasanya, rumput fatimah ini direndam dalam air hingga mengembang, kemudian air rendamannya diminum. Di Malaysia, air rendaman rumput ini juga digunakan oleh para ibu setelah persalinan, untuk membantu pemulihan kontraksi rahim pasca persalinan. Namun, karena obat ini merupakan obat tradisional, maka takarannya pun belum jelas.

Sekarang, mitos mana yang masih menimbulkan tanda tanya bagi Anda?      Untuk diingat, sebelum bisa dijelaskan dengan akal sehat, jangan terlalu terpengaruh dengan berbagai mitos yang justru bisa makin membingungkan Anda. 

   
Jumlah Posts : 33
Jumlah di-Like : belum ada like
Serum Elora Untuk Jerawat dan Flek

Serum Elora Untuk Jerawat dan Flek

 SERUM ELORA - ELORA WHITENING SERUM Rp 145,000.00 SERUM ELORA - ELORA WHITENING SERUM manfaat serum elora : 1. mengatasi masalah jerawat dan kulit kusam yg sering terjadi pada mereka dengan wajah berminyak. Serum ini membuka sumbatan2 pada pori yg sering terjadi di mana perputaran /regenerasi kulit yg tidak sesuai jadwal akibat tingginya kadar minyak maupun faktor lain spt gizi, pemakaian kosmetika, maupun usia 2. Mengatasi masalah kerut2 halus yg terjadi. 3. Memudarkan bekas jerawat dan fleks hitam 4. Mencegah pembentukan komedo dan blackhead 5. Mengikis parut akibat jerawat secara perlahan 6. Memperbaiki kepadatan kolagen kulit 7. Mempercepat pembentukan kulit baru 8. Mempunyai efek antibakterial yg membantu memerangi jerawat yg membandel. 9. Mencerahkan/memutihkan, membuat kulit kenyal dan lebih glowing, hasil terbaik gunakan bersama serangkaian produk elora lainnya (cream malam/siang). 10. memberikan kesegaran pada kulit wajah akibat paparan sinar matahari dan debu akibat polusi yang terjadi pada lingkungan,bekerja 10x lebih baik dari serum biasa dengan kandungan bahan bahan yang mutahir. Cara pemakaian : gunakan serum pada pada wajah yg bersih di pagi dan malam hari . Oleskan secara tipis dan merata sebelum menggunakan cream day atau cream night Pada kulit yg sudah bagus, cukup gunakan sebagai maintenance hasil saja, satu hari satu kali. tetapi jika di gunakan 2 kali seharipun tidak masalah,hasil akan semakin bagus kulit terlihat Netto 15 ml no BPOM NA 18161900353 Ada 2 kemasan seperti gambar Maaf, tidak bisa pilih kemasan
   
Jumlah Posts : 18
Jumlah di-Like : belum ada like
Pengalamanku melahirkan tgl 4 mei kemarin,
tgl 1 keluar lendir banyak bngt, periksa ke RS katanya aman, bukan air ketuban. Tgl 2 perut mules, keluar darah plus lendir, ke RS trnyata baru bukaan 1. Bawa jalan2 ke mol, kontraksi makin terasa, jam 10 malam balik lg ke UGD, bukaan 1 longgar, akhirnya ditahan dan diobservasi. Semalaman kontraksi terus. Besoknya di cek masih bukaan 1. Bayi belum turun panggul karna kebesaran. Jd ingat kata dokter, kl bayiku 3.2 kg, susah turun ke panggul karna kebesaran, jd harus caesar. Akhirnya di cek ulang semua, USG, rekam jantung bayi, dan dokter blg mudah2an bisa normal. Jam 11 pagi di induksi (masukin obat kedalam V), rasanya SAKIT buun... kontraksi terus menerus. Jam 5 sore di cek, MASIH bukaan 1, dan mau dimasukin obat lagi. Saya nolak! mau pindah ke RS swasta aja untuk caesar. Takutnya memang ga bs lahiran normal, kasian debay nya. Suami kasih saya waktu berpikir. Ditinggal sendirian dikamar.. mgkn karna saya stress, ketuban pecah jam 6.45 sore ! rasanya kaya ada letusan kecil diperut dan banyak air keluar dari V. Akhirnya saya mau diinduksi lagi, karna kata bidannya prosesnya bisa lebih cepat lahiran kalo ketuban udah pecah. Dalam waktu 1 jam, kontraksi gila2an.. Per 3 menit kontraksi dgn durasi 1 menit. Saran saya harus tarik napas teratur.. hitung sampai 10 kali, supaya ga bgtu terasa sakitnya. Jangan nangis sia2 atau teriak2. Lebih baik saat kontraksinya belim datang dibawa makan banyak2. Jam 8 malam akhirnya kepala sudah dibawah, rasanya kaya mau BAB dahsyat! Langsung dibawa ke ruang bersalin. Sudah genap bukaan 10. Kalo dede kontraksi, diminta ngeden. Atur napas bun, relax aja, jangan teriak2 sia2 habisin energi. Suami disebelah saya ngasih minum teh kotak tiap ada kesempatan. Akhirnya 8.15 malam keluarlah debay nya. LEGA.. Lanjut keluarkan ari2, pembersihan rahim, langsung pasang KB spiral (ini bagus, tdk mempengaruhi hormon maupun ASI), trus disuntik bius sebelum di jahit.
Pasrah aja bun.. tahan sakitnya.. dede ditaro diatas dada kita.. senang rasanya...
Jam 10 malam kita sudah pindah ke kamar pasien rawat inap.. dan hari ini kami sudah sehat, sudah normal lagi, tgl adaptasi dgn khidupan baru dengan dede bayi.. Memang lebih baik lahiran normal daripada caesar. Proses pnyembuhannya lebih cepat.
Semoga menginspirasi ya..

Salam,
Nina
   
Jumlah Posts : 9
Jumlah di-Like : belum ada like
untuk ananda octarian tlg kembalikan uang kita......km mo nipu org lwt group bbm....ga berkah ky gt....kl km niat baik hub sy dino tlp sy....kontak smua di dc..no hp ga bs dihub...km orang baik kah...allah tidak tidur allah maha tau....
   
03-09-2016 10:36:17 biaya usg
Jumlah Posts : 27
Jumlah di-Like : belum ada like
klo aku pertama kali tau hamil ke bidan bun, cuma mau tnya aja apa bner hamil/gak. stlah itu 2 bulan kemudian aku ke rS untuk usg sklian biatlr tau JK janin aku. dan stlah itu aku selang seling periksanya.. sebulan ke bidan sbulan kmudian ke bidan, ,bgtu sterusnya. harga uSg tergantung dr RS nya bun,, klo untuk USg aja mungkin gak trlalu mahal, tpi klo ditambah dengan obat/resep akan lebih mahal. klo mau, jika dokter kasih resep lebih baik resepnya ditebus di apotik luar RS aja bun.
   
14-07-2016 23:40:53 hpl juli 2016
Jumlah Posts : 207
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda ananda : kmrn aku jga dibilang ketubannya tgl sedikit trus hari itu juga aku lgsg di induksi ... kira2 sampe 5 x induksi si dede baru keluar dan harus rawat inap 1 malam... dan akhirnya alhamdulillah bs lahiran normal.. saran saya lbh baik di induksi bund drpd harus cesar,,, saya pun di induksi dan bs normal walopun sdh dibilang ketuban tgl sdikit dan pengapuran plasenta...
   
Jumlah Posts : 134
Jumlah di-Like : belum ada like
Penyebab secara umum susahnya terjadi kehamilan yang dialami Wanita :

1. Tidak teraturnya menstruasi
Ketidak teraturan menstruasi adalah indikasi tidak seimbangnya HORMON, yang menyebabkan pembentukan Sel Telur tidak terjadi setiap bulan, dalam istilah medis disebut An Ovulasi.

2. Gangguan Kesehatan
Gangguan kesehatan yang menyebabkan susah terjadi pembuahan seperti:
a. Terjadi penyumbatan Tuba Falopi yang
Menyebabkan sperma susah menjangkau sel telur, ini biasanya disebabkan bakteri yang ditularkan
lewat aktivitas sexual.
b. Adanya Kista Ovarium sehingga tidak terjadi pembentukan sel telur atau ovarium memproduksi
Hormon Testosterone yang terlalu tinggi.
c. Endometriosis, menyebabkan gangguan pada saluran yang di lalui sel telur ke rahim.

3. Implantation
Sperma bisa membuahi sel telur, tetapi hilang karena menstruasi berikutnya.

4. Umur
Di usia 35 tahun keatas beresiko pada kesehatan ibu dan janin, sehingga anda harus mempunyai
pengetahuan yang baik, konsultasikan pada dokter untuk menaikkan peluang hamil.

5. Sperma
Kualitas dan kuantitas sperma sangat mempengaruhi terjadinya pembuahan. Inilah yang paling sering menyebabkan susahnya terjadi kehamilan.
(Sumber: Pregnancy Care)

alangkah baiknya, jika di konsultasikan ke dsog bunda.
jd tau permasalahnnya di mana.

(semoga bermanfaat)

   
24-05-2016 06:03:13 Kelahiran Pada Bulan Mei 2016
Jumlah Posts : 52
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda2.... semagat trs yah. sya jg uk 40 w blm ada tanda apa2... paling cm perut ja keram dan selangkangan sakit. tp tdk ada rasa mulas.
dan ada yg bilang klo kita gk mules jg smpe hpl kita lbh baik langsng di secar. kra bnyak yg di indukSi ujung2nya di secar. krna itu kan cm pancingan aja ya biar kita mules.. bayi nya klo blm ngajakin kluar kdbg susah. suka ad yg berenti di tengah jaln. ujung2nya secar. tp mudah2n aja bunda2 diberi kemudahan induksinya biar lancar yah.... aminn aminn yra