SITE STATUS
Jumlah Member :
493.681 member
user online :
1648 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: bab bayi seperti ampas tahu dan berlendi

New Topic :  
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7
 Pada bayi yang menyusu ASI, terkadang akan jarang BAB, misalnya 2 hari baru BAB, atau BAB nya 2-3 kali sehari dan hanya sedikit jumlah poopnya, di karenakan ASI yang dapat terserap maksimal jadi hanya menyisakan sedikit ampas untuk dikeluarkan.
Pada bayi yang menyusu susu formula, meskipun tidak semua, ada yang mengalami konstipasi, BAB jarang dan keras, jadi sang bayi akan mengedan bahkan menangis bila terasa nyeri saat BAB.
Bayi akan tampak kesakitan dan mengedan bila mengalami konstipasi, namun tidak semua bayi yang jumlah poopnya sedikit berarti mengalami konstipasi. Bila poop bayi tidak banyak, tetapi bayi tidak tampak kesakitan saat BAB, para Bunda tidak perlu merasa khawatir
.


   


Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7
 Pada bayi yang menyusu ASI, terkadang akan jarang BAB, misalnya 2 hari baru BAB, atau BAB nya 2-3 kali sehari dan hanya sedikit jumlah poopnya, di karenakan ASI yang dapat terserap maksimal jadi hanya menyisakan sedikit ampas untuk dikeluarkan.
Pada bayi yang menyusu susu formula, meskipun tidak semua, ada yang mengalami konstipasi, BAB jarang dan keras, jadi sang bayi akan mengedan bahkan menangis bila terasa nyeri saat BAB.
Bayi akan tampak kesakitan dan mengedan bila mengalami konstipasi, namun tidak semua bayi yang jumlah poopnya sedikit berarti mengalami konstipasi. Bila poop bayi tidak banyak, tetapi bayi tidak tampak kesakitan saat BAB, para Bunda tidak perlu merasa khawatir.
   
25-01-2015 02:12:05 BAB bayi berbusa
Jumlah Posts : 2
Jumlah di-Like : belum ada like
bab bayi seperti ada serat hitam kayak benang
   


23-03-2014 08:49:55 bab bayi berwarna abu-abu
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
mw tanya dok ; bayi ku umur 5 bln lebih krna asi kurang sya beri sufor bmt tapi beberapa bln ini bab nya berwarna abu-abu tapi kondisix baik2 sja. Apa penyebab bab bayi berwarna abu-abu dan tindakan apa yg harus sya lakukan???
   
22-05-2008 15:44:33 Bayi Tidurnya Kagetan
Jumlah Posts : 1000
Jumlah di-Like : 11
hallo soulwhite moms, zahwa sewaktu bayi dibawah usia 5 bulan juga sering begitu klo ada kedengaran bunyi2an yg aga keras, langsung deh kaget. mungkin respon normalnya bayi seperti itu yaa. dan alhamdulillah sekarang usia zahwa udah 13 bulan sudah tidak pernah kaget lagi klo sedang tidur. salam manis, bunda Nenni & Zahwa
   


07-07-2015 11:32:02 bayi diare
Jumlah Posts : 689
Jumlah di-Like : belum ada like

Pernahkan Mama mengalami kejadian seperti ini saat sedang menyusui?

  • 1. Tiba-tiba dalam waktu beberapa hari bayi terlihat sering ingin menyusu sepanjang hari.
    2. Bayi tampak selalu haus dan tidak kenyang.
    3. Bayi sering ingin bangun dan menyusu di malam hari dan rewel.

Kemudian setelah mengalami hal tersebut di atas selama beberapa hari (sekitar 2-3 hari), bayi tampak tenang dan lebih sering tidur dalam waktu 1-2 hari setelahnya. Jika Mama pernah merasakan bayi menunjukkan perilaku seperti ini, bisa saja bayi Anda sedang mengalami suatu periode pertumbuhan yang dinamakan growth spurt.

Bayi akan mengalami growth spurt atau disebut juga percepatan pertumbuhan biasanya dalam 12 bulan pertama kehidupannya. Percepatan pertumbuhan di sini artinya bayi “didorong” untuk tumbuh lebih cepat dari biasanya sehingga dia membutuhkan asupan ASI lebih banyak dan tubuh Mama akan mendapatkan “natural alert” untuk memproduksi dan menyuplai ASI lebih banyak lagi sesuai kebutuhan bayi. Jadi Mama tidak perlu khawatir ASI kurang. Ingat lagi prinsip pembentukan ASI berdasarkan demand and supply process, semakin bayi menyusu lebih sering dan banyak maka semakin banyak pula ASI yang dihasilkan.

Bagaimana kita tahu bayi kita sedang mengalami growth spurt? Berikut ini adalah tanda-tandanya:

  • 1. Bayi menyusu lebih sering dari biasanya, kadang bisa setiap jam atau setiap 30 menit sekali atau hampir nonstop.
    2. Bayi lebih rewel dari biasanya, begitu rewel dan disodorkan payudara, bayi langsung mau menyusu. Mudahnya bayi lebih memilih “nempel” langsung pada Mamanya.
    3. Bayi sering bangun tengah malam untuk menyusu. Bayi seakan mengerti bahwa produksi hormon prolaktin paling tinggi pada malam hari.
    4. Gejala ini bisa berlangsung selama 2-3 hari, beberapa kasus ada bayi yang mengalami growth spurt sampai 1 minggu. Setelah periode growth spurt, bayi akan tidur lebih tenang dan lebih lama selama 1-2 hari, seakan-akan dia letih habis bekerja keras. Lucu ya, Ma. :)

Begitu bayi menunjukkan tanda-tanda seperti ini, suplai ASI Mama juga akan meningkat selama beberapa hari disesuaikan dengan peningkatan kebutuhan bayi. Waktu-waktu tertentu dimana bayi mungkin mengalami growth spurt yaitu selama beberapa hari pertama pasca lahir (ketika bayi sudah pulang ke rumah, pulang dari rumah bersalin), usia 7-10 hari, usia 2-3 minggu, usia 4-6 minggu, usia 3 bulan, usia 4 bulan, usia 6 bulan, usia 9 bulan atau lebih. Waktu-waktu ini tidak jadi patokan karena masing-masing bayi menunjukkan pola yang berbeda.

Jika bayi menunjukkan gejala growth spurt seperti yang sudah disebutkan di atas, bagaimana cara menanganinya? Saya akan bagi bebebrapa tips yang bisa dicoba Mama:

  • 1. Ikuti kemauan bayi. Jika dia ingin menyusu setiap 30 menit sampai 1 jam sekali, ikuti saja karena bayi yang paling tahu seberapa banyak asupan ASI yang dia butuhkan untuk mempercepat pertumbuhannya. Ketika bayi sering menyusu, sinyal yang dicetuskan ke badan Mama untuk menghasilkan ASI juga semakin banyak. Artinya tubuh akan terus memproduksi ASI lebih banyak lagi.
    2. Bayi sehat 0-6 bulan yang mengalami growth spurt tidak membutuhkan asupan lain selain ASI. Pemberian susu formula dan makanan padat hanya akan mengganggu “natural alert” atau sinyal ke tubuh Mama untuk memproduksi ASI lebih banyak lagi. Selalu tanamkan di mind-set Mama bahwa ASI akan semakin banyak karena bayi yang terus menyusu.
    3. Hilangkan pikiran negatif dan kekhawatiran bahwa bayi yang terus menyusu berarti belum kenyang karena ASI-nya kurang atau ASI tidak cukup. Pikiran Mama sangat mempengaruhi proses pengeluarkan oksitosin yang tugasnya menyuplai ASI. Pikiran negatif dapat mengganggu kerja oksitosin.
    4. Hindari memberlakukan jadwal menyusu pada bayi. Ini dapat membuat bayi stress dan semakin rewel. Mama juga ikut stress dan pembentukan ASI bisa terhambat.
    5. Mama biasanya lebih letih ketika bayi sedang growth spurt, jangan lupa tetap makan makanan dengan gizi seimbang, banyak minum air putih, tidurlah bersama bayi ketika ia tidur.
    6. Tetap perhatikan tanda bayi mendapat cukup ASI yaitu dari kenaikan berat badan bayi pada grafik pertumbuhan, frekuensi BAK minimal 6x sehari, frekuensi BAB yang sering pada awal-awal kehidupannya dan bisa menjadi jarang mulai usia 40 hari.
    7. Tetap tenang dan percaya diri.

Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat membantu Mama menghadapi situasi saat bayi sedang mengalami growth spurt.

Selamat menyusui. :)

   
28-06-2015 12:28:24 baby gak mw bobo di kasur
Jumlah Posts : 689
Jumlah di-Like : belum ada like

Tanpa kita sadari, ketika melihat disekeliling kita ada perbedaan tingkat kecerdasan dan kemandirian pada anak-anak. Perbedaan tersebut bukan karena orang tua bayi kaya atau miskin, akan tetapi hal tersebut terjadi karena salah merawat dan memperlakukan anak ketika masih bayi. Jadi janganlah heran bila masa bayi yang diperlakukan mulia akan menjadi anak-anak yang tumbuh sesuai dengan harapan orang tua.

Inti dari pembentukan kecerdasan bayi dimula pada perlakuaan orang tua terhadap bayi berusia 0 – 6 bulan. Bayi pada usia tersebut selain membutuhkan pertumbuhan tubuh yang sehat, sel dan selaput otak bayi harus dapat perlakuan khusus.

Bahaya Ayunan

Indonesia memiliki tradisi mengayunkan bayi sebagai salah satu bentuk kasih sayang. Jika bayi menangis, biasanya bayi akan digendong kemudian diayun-ayunkan agar ia berhenti menangis. Tetapi tindakan ini ternyata bisa berbahaya bagi bayi itu sendiri.

Shake baby syndrom adalah salah satu bentuk kejadian yang cukup sering terjadi pada bayi tanpa kita sadari. Selain diakibatkan karena trauma, ternyata shake baby syndrom juga bisa dipicu karena mengayun-ayunkan bayi.

”Shake artinya menggoyang atau mengguncang. Shake baby syndrom merupakan kumpulan gejala yang timbul akibat melakukan gerakan menggoyang bayi terlalu keras,” ujar dr. I Gusti Ngurah Suwarba, Sp.A. dari Sub Bagian Saraf Otak Bagian SMF IKA RS Sanglah.

Lanjutnya, mengayun-ayunkan bayi dalam batas tertentu mungkin tidak apa-apa, tetapi jika sering tidur diayunan membuat bayi mengalami guncangan pada kepalanya dan akan sangat berbahaya. Efek ayunan pada bayi menurut Suwarba bisa terjadi dalam jangka pendek atau jangka panjang.

Untuk jangka pendek atau akibat yang segera terlihat adalah bayi mengalami perdarahan di mata dan otak. Tanda-tanda jika anak mengalami perdarahan pada otaknya adalah ia sering menangis dengan suara melengking dan lama.

”Ciri-ciri bayi yang mengalami pendarahan pada selaput otak dan mata, ia sering menangis dengan suara yang melengking, karena bayi mengalami sakit di kepalanya yang luar biasa, akibat dari guncangan yang didapatkan dari efek ayunan,” jelas Suwarba, sembari menambahkan kualitas ayunan yang sempit (Bahan kain) juga salah satu penyebab berkurangnya pasokan oksigen ke otak bayi, yang dapat melemahkan pertumbuhan IQ.

Perdarahan yang disebabkan oleh ayunan tidak nampak atau meninggalkan bekas dan bukti. Beda jika perdarahan karena trauma atau jatuh.

Bagaimana pun, Struktur tubuh bayi yang masih sangat lemah bila mendapatkan guncangan/ayunan yang kuat dapat menyebabkan terjadinya tarikan/rentangan antara otak dengan selaput otak yang melekat pada tulang kepala. Rentangan ini menyebabkan terjadinya robekan pembuluh darah yang menghubungkan antara otak dengan selaput otak. Gejala yang paling ringan pada bayi yang terkena sindrom tersebut adalah pendarahan di retina (selaput jala) mata dan jangka panjang dapat menyebabkan kebutaan. Pendarahan di retina tidak dapat dilihat secara klinis tetapi harus menggunakan alat oleh ahli saraf mata.

Gejala lainnya yang bersifat umum dapat dilihat antara lain muntah-muntah, penurunan kesadaraan, serta perubahan pada pupil mata. Selain itu ayunan yang kuat, dapat membuat tulang kaki, tungkai, serta lengan patah. Ini dapat terjadi karena saat mengayun bayi, yang dipegang bukan badannya melainkan kaki, lengan/ketiaknya.

Bayi tetap akan dapat tidur dengan nyenyak tanpa harus diayun dengan kuat. Karena itu adalah sifat alamiah manusia. Bila bayi telah kenyang dan tubuhnya sehat, ia pasti akan mudah untuk tidur.

Berdasarkan data kejadian di USA per tahun terjadi 1.200-1.400 kasus shake baby syndrom dengan 7-30 persen meninggal dunia, 30-50% mengalami gangguan saraf dan kecerdasan, sementara sisanya tidak memperlihatkan efek yang nyata. Untuk di Indonesia sendiri menurut Suwarba kasusnya berfluktuasi.

Pernahkan Mama mengalami kejadian seperti ini saat sedang menyusui?

1. Tiba-tiba dalam waktu beberapa hari bayi terlihat sering ingin menyusu sepanjang hari.
2. Bayi tampak selalu haus dan tidak kenyang.
3. Bayi sering ingin bangun dan menyusu di malam hari dan rewel.

Kemudian setelah mengalami hal tersebut di atas selama beberapa hari (sekitar 2-3 hari), bayi tampak tenang dan lebih sering tidur dalam waktu 1-2 hari setelahnya. Jika Mama pernah merasakan bayi menunjukkan perilaku seperti ini, bisa saja bayi Anda sedang mengalami suatu periode pertumbuhan yang dinamakan growth spurt.

Bayi akan mengalami growth spurt atau disebut juga percepatan pertumbuhan biasanya dalam 12 bulan pertama kehidupannya. Percepatan pertumbuhan di sini artinya bayi “didorong” untuk tumbuh lebih cepat dari biasanya sehingga dia membutuhkan asupan ASI lebih banyak dan tubuh Mama akan mendapatkan “natural alert” untuk memproduksi dan menyuplai ASI lebih banyak lagi sesuai kebutuhan bayi. Jadi Mama tidak perlu khawatir ASI kurang. Ingat lagi prinsip pembentukan ASI berdasarkan demand and supply process, semakin bayi menyusu lebih sering dan banyak maka semakin banyak pula ASI yang dihasilkan.

Bagaimana kita tahu bayi kita sedang mengalami growth spurt? Berikut ini adalah tanda-tandanya:

1. Bayi menyusu lebih sering dari biasanya, kadang bisa setiap jam atau setiap 30 menit sekali atau hampir nonstop.
2. Bayi lebih rewel dari biasanya, begitu rewel dan disodorkan payudara, bayi langsung mau menyusu. Mudahnya bayi lebih memilih “nempel” langsung pada Mamanya.
3. Bayi sering bangun tengah malam untuk menyusu. Bayi seakan mengerti bahwa produksi hormon prolaktin paling tinggi pada malam hari.
4. Gejala ini bisa berlangsung selama 2-3 hari, beberapa kasus ada bayi yang mengalami growth spurt sampai 1 minggu. Setelah periode growth spurt, bayi akan tidur lebih tenang dan lebih lama selama 1-2 hari, seakan-akan dia letih habis bekerja keras. Lucu ya, Ma. :)

Begitu bayi menunjukkan tanda-tanda seperti ini, suplai ASI Mama juga akan meningkat selama beberapa hari disesuaikan dengan peningkatan kebutuhan bayi. Waktu-waktu tertentu dimana bayi mungkin mengalami growth spurt yaitu selama beberapa hari pertama pasca lahir (ketika bayi sudah pulang ke rumah, pulang dari rumah bersalin), usia 7-10 hari, usia 2-3 minggu, usia 4-6 minggu, usia 3 bulan, usia 4 bulan, usia 6 bulan, usia 9 bulan atau lebih. Waktu-waktu ini tidak jadi patokan karena masing-masing bayi menunjukkan pola yang berbeda.

Jika bayi menunjukkan gejala growth spurt seperti yang sudah disebutkan di atas, bagaimana cara menanganinya? Saya akan bagi bebebrapa tips yang bisa dicoba Mama:

1. Ikuti kemauan bayi. Jika dia ingin menyusu setiap 30 menit sampai 1 jam sekali, ikuti saja karena bayi yang paling tahu seberapa banyak asupan ASI yang dia butuhkan untuk mempercepat pertumbuhannya. Ketika bayi sering menyusu, sinyal yang dicetuskan ke badan Mama untuk menghasilkan ASI juga semakin banyak. Artinya tubuh akan terus memproduksi ASI lebih banyak lagi.
2. Bayi sehat 0-6 bulan yang mengalami growth spurt tidak membutuhkan asupan lain selain ASI. Pemberian susu formula dan makanan padat hanya akan mengganggu “natural alert” atau sinyal ke tubuh Mama untuk memproduksi ASI lebih banyak lagi. Selalu tanamkan di mind-set Mama bahwa ASI akan semakin banyak karena bayi yang terus menyusu.
3. Hilangkan pikiran negatif dan kekhawatiran bahwa bayi yang terus menyusu berarti belum kenyang karena ASI-nya kurang atau ASI tidak cukup. Pikiran Mama sangat mempengaruhi proses pengeluarkan oksitosin yang tugasnya menyuplai ASI. Pikiran negatif dapat mengganggu kerja oksitosin.
4. Hindari memberlakukan jadwal menyusu pada bayi. Ini dapat membuat bayi stress dan semakin rewel. Mama juga ikut stress dan pembentukan ASI bisa terhambat.
5. Mama biasanya lebih letih ketika bayi sedang growth spurt, jangan lupa tetap makan makanan dengan gizi seimbang, banyak minum air putih, tidurlah bersama bayi ketika ia tidur.
6. Tetap perhatikan tanda bayi mendapat cukup ASI yaitu dari kenaikan berat badan bayi pada grafik pertumbuhan, frekuensi BAK minimal 6x sehari, frekuensi BAB yang sering pada awal-awal kehidupannya dan bisa menjadi jarang mulai usia 40 hari.
7. Tetap tenang dan percaya diri.

Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat membantu Mama menghadapi situasi saat bayi sedang mengalami growth spurt.

Selamat menyusui. :)

   
01-01-2015 09:40:29 Bayi jarang BAB
Jumlah Posts : 1269
Jumlah di-Like : 8

Dear bunda Ausy Ay,

Bila saat ini bayi hanya mengkonsumsi ASI, maka bunda tidak perlu khawatir, keadaan ini masih dianggap normal. Pada Usia diatas 6 minggu biasanya pola BAB bayi akan berubah menjadi lebih jarang, hal ini disebabkan ASI diserap sempurna oleh tubuh bayi. Karena diserap sempurna, maka tidak akan ada ampas yang dibuang dalam bentuk tinja. Selama perilaku bayi baik-baik saja, pola pertumbuhannya baik, tidak kesakitan atau rewel luar biasa saat mengejan (lethargic), maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Perhatikan juga saat bayi BAB dan bentuk tinjanya. Jika tinja berbentuk seperti biasa dan bayi tidak ada kesulitan saat mengeluarkannya maka tidak ada masalah, tetapi apabila ternyata bayi mengalami sembelit, tinja keras dan padat, agak kering, sebaiknya segera periksakan keadaan bayi langsung pada dokter spesialist anak untuk penanganan yang tepat.

   
10-09-2014 23:10:10 blm BAB seminggu
Jumlah Posts : 146
Jumlah di-Like : belum ada like
klo bayi minum asi+sufor coba cek tekstur bab nya bunda.. klo lembek atau seperti pasta.. dan wrna bab yg normal itu kuning keemasan or kuning kehijauan.. or kuning kecoklatan tua.. klo bentuk bab nya butiran kecil dn cendrung padat seperti kotoran kambing.. bisa jadi sufornya tidak cocok.. wrna bab yg berbehaya coklat kehitaman dan putih keabuan..
bayi asi tidak akan pernah sembelit.. krna asi paling mudah dicerna oleh tubuh bayi.. jika anak bunda dlm sehari sering bab.. perhatikan bentuk bab nya klo brbentuk pasta.. itu normal.. atau cair tapi ada ampas nya atau berbentuk seperti biji cabe itu jg normal..
   
Jumlah Posts : 178
Jumlah di-Like : belum ada like

Saat bayi menangis jangan salah diasumsikan sudah pasti karena lapar. Karena masih banyak sebab lain bayi menangis bun. Yuk kita cari tahu apa saja sih yang membuat bayi menangis

  • Bila lapar

Tangisan bayi saat lapar biasanya terjadi dalam rentan waktu antara 2 sampai 3 jam setelah waktu makan terakhir. Bayi usia 0 sampai 3 bulan biasanya mengeluarkan bunyi “neh” ketika menangis akibat lapar. Bunda juga bisa memperhatikan mulutnya, karena bayi yang menangis karena lapar saat menangis akan membuka-buka mulutnya mencari puting susu ibunya atau mencari apa saja yang bisa dihisap.

  • Bila mengompol atau BAB

Tangisan bayi saat mengompol atau BAB umumnya bernada teratur lalu semakin lama semakin keras, kadang bayi akan menendang-nendang. Bayi usia 3 bulan biasanya menangis dengan mengeluarkan suara “heh” saat tidak nyaman karena popoknya basah. Jika hal ini terjadi, bunda segera mengganti popok bayi untuk mencegah ruam pada kulitnya. Ingatlah selalu gunakan popok bayi yang memiliki sirkulasi udara agar si kecil selalu nyaman saat mengenakan popok bayi.

  • Merasa sendirian

Bayi yang baru lahir selalu membutuhkan rasa aman dengan berada dekat orang tuanya. Nah, inilah yang menyebabkan saat bayi bangun dari tidurnya dan merasa sendirian, ia akan menangis seolah memanggil ayah dan bundanya.

  • Tidak nyaman

Saat bayi berada dalam rasa yang tidak nyaman dia akan menunjukkan rasa tidak nyaman dengan menangis. Misalnya saat mengenakan popok bayi yang tidak nyaman atau berada di keramaian yang sesak dan panas.

  • Saat bosan

Bila bayi bosan karena melakukan aktivitas atau bermain yang itu-itu saja bisa membuat bayi bosan. Saat bosan, bayi akan menangis dengan suara agak datar namun terus menerus. Bunda bisa segera memindahkannya ke ruangan lain atau mengajaknya bermain hal lain agar ia terlihat senang dan perlahan berhenti menangis.

  • Saat bayi merasa lelah atau mengantuk

Jika bayi tiba-tiba mengeluarkan suara “owh” diantara tangisan yang datar dan sesekali berhenti karena menguap maka si kecil merasa mengantuk atau lelah. Sebaiknya bunda jangan menidurkan bayi lewat dari jam tidurnya yah karena hal itu dapat membuatnya rewel dan sulit tidur.

  • Saat bayi sakit

Bila bayi menangis dengan suara melengking keras dan lama, kemudian berhenti sebentar lalu mulai menangis lagi, biasanya ini menjadi tanda bayi sedang sakit. Bunda bisa segera mengatasinya dan mencari penyebab penyakit si kecil.

  • Nyeri atau gatal
    Saat si kecil merasakan nyeri dan gatal maka bayi akan cenderung merintih. Bunda bisa mencari sumber gatal di lipatan tubuh bayi seperti ketiak dan selangkangan yang bisa saja terjadi iritasi.

Semoga info ini bermanfaat yah terutama untuk bunda yang baru melahirkan atau bunda yang sedang menanti kehadiran sang buah hati. 

sumber : ibuhandal & FB Merries

   
30-04-2014 12:09:24 4 hari tidak pup
Jumlah Posts : 86
Jumlah di-Like : belum ada like
KENALI WARNA DAN BENTUK FESES BAYI Frekuensi yang sering bukan berarti pencernaannya terganggu. Waspadai bila warnanya putih atau disertai darah. Kegiatan buang air besar pada bayi kadang membuat khawatir orang tua. Warna, bentuk dan polanya yang berbeda dengan orang dewasa inilah yang kerap menimbulkan kecemasan. Sebelum kita menjadi cemas, berikut penjelasan dr. Waldi Nurhamzah, Sp.A, tentang feses bayi. WARNA Umumnya, warna-warna tinja pada bayi dapat dibedakan menjadi kuning atau cokelat, hijau, merah, dan putih atau keabu-abuan. Normal atau tidaknya sistem pencernaan bayi, dapat dideteksi dari warna-warna tinja tersebut. Kuning Warna kuning diindikasikan sebagai feses yang normal. Kata Waldi, warna feses bayi sangat dipengaruhi oleh susu yang dikomsumsinya. "Bila bayi minum ASI secara eksklusif, tinjanya berwarna lebih cerah dan cemerlang atau didominasi warna kuning, karenanya disebut golden feces. Berarti ia mendapat ASI penuh, dari foremilk (ASI depan) hingga hindmilk (ASI belakang)." Warna kuning timbul dari proses pencernaan lemak yang dibantu oleh cairan empedu. Cairan empedu dibuat di dalam hati dan disimpan beberapa waktu di dalam kandung empedu sampai saatnya dikeluarkan. Bila di dalam usus terdapat lemak yang berasal dari makanan, kandung empedu akan berkontraksi (mengecilkan ukurannya) untuk memeras cairannya keluar. Cairan empedu ini akan memecah lemak menjadi zat yang dapat diserap usus. Sedangkan bila yang diminum susu formula, atau ASI dicampur susu formula, warna feses akan menjadi lebih gelap, seperti kuning tua, agak cokelat, cokelat tua, kuning kecoklatan atau cokelat kehijauan. Hijau Feses berwarna hijau juga termasuk kategori normal. Meskipun begitu, warna ini tidak boleh terus-menerus muncul. "Ini berarti cara ibu memberikan ASI-nya belum benar. Yang terisap oleh bayi hanya foremilk saja, sedangkan hindmilk-nya tidak." Kasus demikian umumnya terjadi kalau produksi ASI sangat melimpah. Di dalam payudaranya, ibu memiliki ASI depan (foremilik) dan ASI belakang (hindmilk). Pada saat bayi menyusu, ia akan selalu mengisap ASI depan lebih dulu. Bagian ini mempunyai lebih banyak kandungan gula dan laktosa tapi rendah lemak. Sifatnya yang mudah dan cepat diserap membuat bayi sering lapar kembali. Sedangkan, ASI belakang (hindmilk) akan terisap kalau foremilk yang keluar lebih dulu sudah habis. Hindmilk mengandung banyak lemak. "Lemak ini yang membuat tinja menjadi kuning." Nah, kalau bayi hanya mendapat foremilk yang mengandung sedikit lemak dan banyak gula, kadang- kadang terjadi perubahan pada proses pencernaan yang akhirnya membuat feses bayi berwarna hijau. Bahkan sering juga dari situ terbentuk gas yang terlalu banyak (kentut melulu), sehingga bayi merasa tak nyaman (kolik). Mestinya yang bagus itu tidak hijau terus, tapi hijau kuning, hijau dan kuning, bergantian. "Ini berarti bayi mendapat ASI yang komplet, dari foremilk sampai hindmilk supaya kandungan gizinya komplet. Nah, ibu harus mengusahakan agar bayinya mendapat foremilk dan hindmilk sekaligus." Sayangnya, disamping ASI, ibu juga kerap memberikan tambahan susu formula. Sebelum proses menyusunya mencapai hindmilk, anak sudah telanjur diberi susu formula hingga kenyang. Akibatnya, ia hanya mendapat ASI foremilk saja. Waldi menyarankan, "Berikan ASI secara eksklusif. Perbaiki penatalaksanaan pemberiannya agar bayi bisa mendapat foremilk dan hindmilk." Kiatnya mudah; susui bayi dengan salah satu payudara sampai ASI di situ habis, baru pindah ke payudara berikutnya. Merah Warna merah pada kotoran bayi bisa disebabkan adanya tetesan darah yang menyertai. Namun dokter tetap akan melihat, apakah merah itu disebabkan darah dari tubuhnya sendiri atau dari ibunya. Jika bayi sempat mengisap darah ibunya pada proses persalinan, maka pada fesesnya akan ditemukan bercak hitam yang merupakan darah. Umumnya bercak itu muncul selama satu sampai tiga hari. "Jadi, tinggal dites saja, asalnya dari mana? Dari darah ibu atau darah bayi." Bila darah itu tetap muncul pada fesesnya (bisa cair ataupun bergumpal), dan ternyata bukan berasal dari darah ibu, maka perlu diperiksa lebih lanjut. Kemungkinannya hanya dua, yaitu alergi susu formula bila bayi sudah mendapatkannya, dan penyumbatan pada usus yang disebut invaginasi. Dua-duanya butuh penanganan. Kalau ternyata invaginasi, bayi harus segera dioperasi. "Darah ini sangat jarang berasal dari disentri amuba atau basiler, karena makanan bayi, kan, belum banyak ragamnya dan belum makan makanan yang kotor." Kalau penyakitnya serius, biasanya bayi juga punya keluhan lain, seperti perutnya membuncit atau menegang, muntah, demam, rewel dan kesakitan. Putih/Keabua-abuan Waspadai segera jika feses bayi yang baru lahir berwarna kuning pucat atau putih keabu-abuan. Baik yang encer ataupun padat. Warna putih menunjukkan gangguan yang paling riskan. Bisa disebabkan gangguan pada hati atau penyumbatan saluran empedu. "Ini berarti cairan empedunya tidak bisa mewarnai tinja, dan ini tidak boleh terjadi karena sudah 'lampu merah'." Waldi menegaskan, bila bayi sampai mengeluarkan tinja berwarna putih, saat itu juga ia harus dibawa ke dokter. Jangan menundanya sampai berminggu-minggu karena pasti ada masalah serius yang harus diselesaikan sebelum bayi berumur tiga bulan. Sebagai langkah pertama, umumnya dokter akan segera melakukan USG pada hati dan saluran empedunya. "Yang sering terjadi, ibu terlambat membawa bayinya. Dipikirnya tinja ini nantinya akan berubah. Padahal kalau dibiarkan, dan bayinya baru dibawa ke dokter sesudah berumur di atas tiga bulan, saat itu si bayi sudah tidak bisa diapa-apakan lagi karena umumnya sudah mengalami kerusakan hati. Pilihannya tinggal transplantasi hati yang masih merupakan tindakan pengobatan yang sangat mahal di Indonesia." BENTUK Feses bayi di dua hari pertama setelah persalinan biasanya berbentuk seperti ter atau aspal lembek. Zat buangan ini berasal dari pencernaan bayi yang dibawa dari kandungan. Setelah itu, feses bayi bisa bergumpal- gumpal seperti jeli, padat, berbiji/seeded dan bisa juga berupa cairan. Feses bayi yang diberi ASI eksklusif biasanya tidak berbentuk, bisa seperti pasta/krem, berbiji (seeded), dan bisa juga seperti mencret/cair. Sedangkan feses bayi yang diberi susu formula berbentuk padat, bergumpal- gumpal atau agak liat dan merongkol/bulat. Makanya bayi yang mengonsumsi susu formula, kadang suka bebelan (susah buang air besar, Red), sedangkan yang mendapat ASI tidak. Bila bayi yang sudah minum susu formula mengeluarkan feses berbentuk cair, hal itu perlu dicurigai. "Bisa jadi si bayi alergi terhadap susu formula yang dikonsumsinya atau susu itu tercemar bakteri yang mengganggu usus." Kesulitan mendeteksi normal tidaknya feses akan terjadi bila ibu memberikan ASI yang diselang-seling susu formula. Misalnya, akan sulit menentukan apakah feses yang cair/mencret itu berasal dari ASI atau susu formula. "Kalau mencretnya karena minum ASI, ini normal-normal saja karena sistem pencernaannya memang belum sempurna. Tetap susui bayi agar ia tidak mengalami dehidrasi. Tapi bila mencretnya disertai keluhan demam, muntah, atau keluhan lain, dan jumlahnya sangat banyak serta mancur, berarti memang ada masalah dengan bayi. Ia harus segera dibawa ke dokter. FREKUENSI Masalah frekuensi sering mencemaskan ibu, karena frekuensi BAB bayi tidak sama dengan orang dewasa. Kalau ibu mungkin sehari cuma sekali, jadi kalau anaknya sampai lima kali sehari, ini sudah membuat cemas." Padahal frekuensi BAB setiap bayi berbeda-beda. Bahkan, bayi yang sama pun, frekuensi BAB-nya akan berbeda di minggu ini dan minggu depannya. "Itu karena bayi belum menemukan pola yang pas. Umumnya di empat atau lima minggu pertama, dalam sehari bisa lebih dari lima kali atau enam kali. Enggak masalah, selama pertumbuhannya bagus." Bayi yang minum ASI eksklusif, sebaliknya bisa saja tidak BAB selama dua sampai empat hari. Bahkan bisa tujuh hari sekali. Bukan berarti ia mengalami gangguan sembelit, tapi bisa saja karena memang tidak ada ampas makanan yang harus dikeluarkan. Semuanya dapat diserap dengan baik. Feses yang keluar setelah itu juga harus tetap normal seperti pasta. Tidak cair yang disertai banyak lendir, atau berbau busuk dan disertai demam dan penurunan berat badan bayi. "Jadi yang penting lihat pertumbuhannya, apakah anak tidak rewel dan minumnya bagus. Kalau tiga hari belum BAB, dan bayinya anteng-anteng saja, mungkin memang belum waktunya BAB."
   
02-04-2014 20:12:32 jarang buang air besar
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like

Ini saya dapat info dari rumah sakit melinda 

Pada bayi yang jarang BAB biasanya mengalami konstipasi atau kesulitan buang air besar. Hal ini dimungkinkan faktor organik sebagai penyebab keluhan tersebut, ataupun kemungkinan lainnya bayi alergi terhadap protein susu sapi.

      Hal lain bisa dimungkinkan karena susu formula yang diberikan tidak cocok baik bagi bayi maupun ibu. Bila pola BAB-nya sudah kembali menjadi normal, berikan kembali susu formula seperti biasa dan perhatikan reaksinya. Jika terjadi konstipasi lagi, segera hentikan susu formulanya. Setelah dihentikan susu formula dan pola BAB menjadi normal kembali, maka bisa dipastikan bahwa bayi Anda menderita alergi protein terhadap susu sapi. Untuk itu, cobalah kembali memberikan ASI agar lebih optimal.

      Jangan sekali-kali melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan pada bayi yaitu dengan merangsang bayi dengan memberikan obat untuk melancarkan pencernaan atau pun merangsang anus dengan sabun dan sebagainya. Selain berbahaya bagi bayi Anda, hal ini juga dapat menyebabkan bayi ketergantungan terhadap rangsangan. Namun hal tersebut di atas tidak akan terjadi bila ibu memberikan ASI eksklusif dan selama masa yang diharuskan dalam masa ASI eksklusif.

      Dengan seiring bertambahnya usia, pola BAB pada bayi baru lahir biasanya bervariasi. Bayi pada umumnya akan BAB kurang lebih 2-5 kali sehari hingga ia berusia 6-8 minggu. Terkadang warnanya pun bervariasi seperti kuning atau kuning kehijauan. Bahkan pada bayi yang diberikan ASI sekalipun selalu mengalami BAB setiap kali setelah menyusu. Maka hal ini pula yang ditakutkan para ibu jika memberikan ASI eksklusif pada bayinya karena ragu sang bayi terkena "diare". Lalu apakah benar bahwa bayi yang diberikan ASI eksklusif akan mengalami diare ?

      Kondisi di atas merupakan hal yang normal terjadi pada bayi, dan bukan karena pertanda bayi mengalami diare. ASI yang diberikan ibu memiliki ribuan manfaat bagi sang bayi, yaitu memiliki fungsi sebagai laksatif. Bayi baru lahir hingga usianya 6-7 minggu jika diberikan ASI, maka akan berfungsi untuk membersihkan sistem pencernaannya saat ia masih di dalam rahim ibu. Tak hanya itu, ASI juga akan melapisi sel-sel usus halus yang masih terbuka dengan antibodi dari ASI, sehingga terlindung dari resiko alergi dan gangguan pencernaan. Selain itu, saat bayi BAB, maka bilirubin yang tidak terpakai dalam tubuh akan dibuang melalui kotoran. Hal ini berarti fungsi hati yang masih belum sempurna akan terbantu dengan baik dan resiko kuning pada bayi akan terminimalisir. Dan inilah mengapa bayi yang diberikan ASI eksklusif sering mengalami BAB.

      Namun banyak para ibu menanyakan mengapa bayinya menjadi susah BAB? Hal ini karena saat bayi memasuki usia sekitar lebih dari 6 minggu, maka pola BAB akan berubah dengan sendirinya. Jika sebelumnya bayi yang diberikan ASI sering BAB, nantinya ia akan mengalami jarang BAB. Hal ini karena frekuensi BAB setiap bayi ASI bervariatif, bisa 2 atau 3 hari sekali. Bahkan ada yang sampai 12 hari atau lebih tidak BAB. Hal inilah yang menyebabkan orangtua menjadi khawatir karena ditakutkan anaknya mengalami konstipasi atau sembelit.

      Pada usia sekitar 6 minggu lebih, bayi yang diberikan ASI akan mengalami jarang BAB. Hal ini disebabkan ASI diserap sempurna oleh tubuh bayi. Karena penyerapannya yang sempurna, maka tidak akan ada ampas yang dibuang dalam bentuk kotoran. Anda tidak perlu khawatir jika sang bayi masih dalam keadaan baik-baik saja, pertumbuhannya baik, dan tidak merasa kesakitan atau rewel yang berlebihan saat mengejan (lethargic).

      Perhatikan saat bayi BAB dan juga kotorannya. Jika kotorannya berbentuk seperti biasa atau lunak, dan tidak mengalami kesulitan saat mengeluarkan kotorannya maka jelas bayi tidak mengalami konstipasi atau sembelit. Berbeda lagi jika bayi mengalami sembelit, maka kotorannya pun akan keras padat, agak kering dan sulit dikeluarkan. Konsultasikan hal tersebut dengan dokter anak secepatnya jika hal ini terjadi pada bayi Anda.

      Bayi yang diberikan ASI jarang BAB akan terus berlangsung hingga ia berusia 6 bulan atau masa ASI eksklusif terlewati. Jika bayi ASI berusia 6 bulan ke atas telah mendapatkan MPASI atau Makanan Pendamping ASI, maka konsistensi dari kotoran bayi dan pola BAB-nya akan bervariasi dan juga ditentukan dari asupan makanan yang masuk.

      Maka dengan telah memahami pola BAB bayi, kekhawatiran dan ketakutan Anda saat memberikan ASI eksklusif kini sudah dapat terhindari dan ibu bisa menjadi lebih tenang. Bila ibu semakin tenang dalam memberikan ASI eksklusif, maka semakin lancar pula hormon oksitosin yang bekerja untuk memproduksi ASI.

Selamat menyusui.

   
24-03-2014 14:54:48 bab bayi berwarna abu-abu
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Dear Bunda,
Konsistensi dan warna feses bayi bervariasi. Awal kehidupan seorangg bayi yang meminum ASI, warna kotoran bayi bervariasi dari kuning-kuning kehijauan, konsistensinya "creamy" (tidak terlalu kental ataupun cair). Warna kotoran bayi yang meminum ASI bergantung dari ASI yang Ia minum. Kotoran berwarna kehijauan atau kuning hijau bila bunda hanya memberikan ASI awal "foremilk" yang mengandung banyak kalori sedangkan "hindmilk" atau ASI akhir mengandung banyak lemak. Pastikan Bunda menyusui dari awal hingga payudara menjadi kosong agar nutrisi secara lengkap dikonsumsi oleh bayi Anda. Selain itu, bayi yang menyusu ASI dapat menghasilkan kotoran bayi yang berjumlah sedikit atau tidak ada sama sekali sampai 3-5 hari karena ASI terserap dengan baik tidak menyisakan ampas.
Bayi yang menyusu susu formula, kotorannya berwarna coklat terang-coklat-coklat kehijauan, dan berkonsistensi seperti pasta (lebih kental seperti selai kacang). Bila bayi mengalami masalah pencernaan dan mengalami diare, kembung dan kotoran cair bercampur busa atau lendir, maka sebaiknya memeriksakan bayi Bunda pada dokter.

Bila BAB bayi Anda berwarna abu-abu/pucat abu, perhatikan apakah ada masalah pada kulit seperti gatal, apakah abu berwarna ampas, apakah ada kuning pada daerah putih bola mata? warna kekuningan pada kulit? Bila tidak ada masalah lain, maka kemungkinan masih dalam batas normal sesekali mendapatkan warna tinja keabuan.

   
18-02-2014 13:49:33 bab berlendir
Jumlah Posts : 2513
Jumlah di-Like : 7

Dear Bunda, apakah bayi Anda meminum ASI atau susu formula? apakah ada gejala lain seperti demam, BAB berbusa, bayi rewel? Bila ada masalah dalam BAb, sebaiknay dilakukan pemeriksaan langsung oleh dokter.

Konsistensi dan warna feses bayi bervariasi. Awal kehidupan seorang bayi yang meminum ASI, warna kotoran bayi bervariasi dari kuning-kuning kehijauan, konsistensinya "creamy" (tidak terlalu kental ataupun cair). Warna kotoran bayi yang meminum ASI bergantung dari ASI yang Ia minum. Kotoran berwarna kehijauan atau kuning hijau bila bunda hanya memberikan ASI awal "foremilk" yang mengandung banyak kalori sedangkan "hindmilk" atau ASI akhir mengandung banyak lemak. Pastikan Bunda menyusui dari awal hingga payudara menjadi kosong agar nutrisi secara lengkap dikonsumsi oleh bayi Anda. Selain itu, bayi yang menyusu ASI dapat menghasilkan kotoran bayi yang berjumlah sedikit atau tidak ada sama sekali sampai 3-5 hari karena ASI terserap dengan baik tidak menyisakan ampas.
Bayi yang menyusu susu formula, kotorannya berwarna coklat terang-coklat-coklat kehijauan, dan berkonsistensi seperti pasta (lebih kental seperti selai kacang). Bila bayi mengalami masalah pencernaan dan mengalami diare, kembung dan kotoran cair bercampur busa atau lendir, maka sebaiknya memeriksakan bayi Bunda pada dokter.

   
05-07-2013 15:51:53 bab encer bayi
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
Met mlm, usia bayi sy 10 hr sjk SC tgl 20.06.2013 :-) Sampai hr ini, bab nya msh cair, prnh cm sekali sedikiiiiiit padat tp msh trmsk lembek. Apkh hal inintrmsk wajar? makasih utk wkt & jwbnx. LYbu.

Dari : Monica Wulandari

Jawaban:

Dear Bunda,
Konsistensi dan warna feses bayi bervariasi. Awal kehidupan seorangg bayi yang meminum ASI, warna kotoran bayi bervariasi dari kuning-kuning kehijauan, konsistensinya "creamy" (tidak terlalu kental ataupun cair). Warna kotoran bayi yang meminum ASI bergantung dari ASI yang Ia minum. Kotoran berwarna kehijauan atau kuning hijau bila bunda hanya memberikan ASI awal "foremilk" yang mengandung banyak kalori sedangkan "hindmilk" atau ASI akhir mengandung banyak lemak. Pastikan Bunda menyusui dari awal hingga payudara menjadi kosong agar nutrisi secara lengkap dikonsumsi oleh bayi Anda. Selain itu, bayi yang menyusu ASI dapat menghasilkan kotoran bayi yang berjumlah sedikit atau tidak ada sama sekali sampai 3-5 hari karena ASI terserap dengan baik tidak menyisakan ampas.
Bayi yang menyusu susu formula, kotorannya berwarna coklat terang-coklat-coklat kehijauan, dan berkonsistensi seperti pasta (lebih kental seperti selai kacang). Bila bayi mengalami masalah pencernaan dan mengalami diare, kembung dan kotoran cair bercampur busa atau lendir, maka sebaiknya memeriksakan bayi Bunda pada dokter.