SITE STATUS
Jumlah Member :
481.893 member
user online :
2771 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: apa hubungan mitokondria dengan kekencan

New Topic :  
11-06-2015 20:01:24 mungkinkah saya hamil ??
Jumlah Posts : 430
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda@ bulan ini gabisa nya, aku udah lewat masbur keluar cairan putih bening licin, biasa nya klo udah lewat masbur vagina kering tanpa ada cairan.. kenapa ya apa ada hubungan nya dengan tanda kehamilan jadi was2 soalnya bulan ini aku sering naik motor..
   


18-02-2015 19:46:17 Hubungan Pasutri Tidak Mesra
Jumlah Posts : 13
Jumlah di-Like : belum ada like

Hallo bunda..

Mohon maaf sebelumnya kalo topik ini tidak menyenangkan. Sebenarnya saya juga malu untuk cerita, tapi saya udah gak kuat nih bun..

Saya udah menikah hampir 10tahun. Tapi 2 thn terakhir ini hubungan pasutri dengan suami kurang mantap. Kadang hubungan intim yg kami lakukan cuma 1-2 kali dalam 2 bulan. bahkan dalam 1 bulan tidak sama sekali. apakah itu normal? trus kalo lagi berhubungan gitu.. sering kali saya males melakukannya krn lbh sering saya tidak merasakan nikmatnya :(

saya sering jd galau dan uring2an. udah gitu ditambah dgn ada laki-laki lain yang mulai tebar pesona didekat saya.. kadang terbersit untuk selingkuh. opss.. mgkin krn selama ini hubungan intim saya dgn suami tdk terlampiaskan.

untung aja belum kejadian.. tp entah knp, jika ketemu laki2 yg pedekate itu, tubuh saya bergetar lho bun.. rasanya pengen menerkam dia hahaha..

gmn ya bun.. apa yg harus saya lakukan ya?

lama2 kalo begini takutnya berdampak terhadap keutuhan rumah tangga saya.

makasih ya bunda atas masukan dan kritiknya.. semua saya terima

   
20-01-2015 19:04:47 Kelahiran Pada Bulan Mei 2015
Jumlah Posts : 7
Jumlah di-Like : belum ada like
usia kandungan saya 23 minggu, tapi saya sering merasa tertekan dengan sikap n hubungan saya dengan suami besserta keluarganya, sehingga saya mudah menangis dan emosi labil, apa yg harus saya lakukan
   


Jumlah Posts : 181
Jumlah di-Like : belum ada like

Apa bayi bunda sering mengalami tidurnya kurang nyenyak? Kalau begitu coba lakukan 3 langkah istimewa ini yang akan membuat bayi bunda jadi rileks dan tidur lebih nyenyak

  • Mandi

Mandi atau seka bayinya dengan air hangat (30 derajat celcius-35 derajat celcius). Gunakan sabun lembut untuk membuat bayi rileks dan siap tidur. Jadikan aktivitas ini jadi kesempatan buat memperreta hubungan kamu dengan bayi bunda.

  • Pijat

Habis mandi lakukan pijatan lembut yang dapat menenangkan bayi. Usapkan baby oil, minyak telon misalnya konicare atau baby lotion secara merata ke telapak tangan bunda, lalu pijat perutnya perlahan-lahan. Selanjutnya dengan gerakan lembut, usapkan mulai dari bahu, turun ke pinggang, dari paha turun ke kaki dan naik lagi ke paha.  Lalu, pijatlah bagian bahu ke tangan dan kembali lagi ke bahu

  • Suasana tenang

Ciptakan suasana yang tenang dengan meninabobokan. Baca dongeng atau putarkan musik lembut. Taburkan bedak lembut ke tubuhnya untuk membuat bayi jadi lebih tenang dan rileks.

sumber : ayahbunda

   
Jumlah Posts : 62
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda" .. aQ mau tanya dong .. ada yg tau gak kenapa ??? jdi gini cerita nya ,, usia kandungan Qu saat ini 32w atau 8 buLan lewat 4 hari .. daLam seminggu ini aQ meLakukan hubungan intim dengan suami aQ 2 kaLi seLama seminggu ini dan hanya daLam sekaLi permainan (kLimaks) .. yg jdi permasaLahan nya, seteLah kLimaks berhubungan intim tsb aQ mengeLuarkan bercak darah .. menurut bunda", itu darah apa yaa .. dan berbahaya gak yaaa untuk aQ dan janin Qu ??? mohon yg tau toLong info nya yaaa bund ..
   


Jumlah Posts : 720
Jumlah di-Like : belum ada like
LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum
LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum merupakan sebuah terobosan terbaru di bidang kecantikan untuk anti – penuaan dengan menggunakan teknologi Adult Stem Cell yang merangsang kemampuan alami tubuh untuk melengkapi, memperkuat, dan menyembuhkan kulit. Serum anti – penuaan yang sangat kuat ini akan bekerja sapanjang waktu untuk memberikan kembali kehidupan sehat pada kulit dan membuat standar industri / teknologi baru.

 
1.Diformulasikan secara khusus dengan teknologi paten untuk mengembalikan kembali kekencangan kulit, kilau kulit, dan kehalusan kulit
   
2.Meminimalkan munculnya garis – garis halus dan kerutan pada wajah
   
3.Menghindari prosedur komestik yang beresiko dengan menggunakan alternatif non – invasif, tidak terlalu agresif
   
4.Menunda munculnya proses penuaan
   
5.Menembus mendalam untuk mengembalikan kadar protein alami kulit
   
6.Semuanya alami dan bebas hypoallergenic – paraben
   
7.Berisi pengisi kerut alami yang melindungi elastisitas dan kekencangan kulit
 
8.Mengisi ulang persediaan alami kulit oleh growth factors dan protein yang bisa habis karena usia bertambah

LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum mengandung 248 Key Human Growth Factor (kunci faktor pertumbuhan manusia) yang mampu merubah tekstur kulit menjadi lembut dan berinteraksi dengan proses-proses alami tubuh untuk menopang peningkatan produksi protein – protein penting seperti Kolagen dan Elastin.

LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum bekerja seperti sihir, mampu mengembalikan kembali penampilan muda orang karena membuat orang terlihat muda, sehat, dan bercahaya.

248 Key Human Growth Factor tadi tidak mengandung seperti DNA dan jaringan hidup manusia melainkan sitokin dan interleukin yang dengan mudah berinteraksi dengan proses alami tubuh manusia yang bekerja pada tingkatan sel – sel kulit.

Teknologi adult stem cell yang diterapkan akan menghantar 248 Key Human Growth Factor meresap ke dalam sembilan lapisan kulit sehingga ketika krim ini yang hanya dioleskan pada permukaan kulit dapat bekerja sepanjang hari untuk meregenerasi sel – sel kulit agar menghasilkan Kolagen dan Elastin yang dapat mempercantik kulit bahkan dapat membantu menyembuhkan kulit akibat luka.

Penerapan hariannya akan menghasilkan perbaikan pada sel kulit yang rusak dan meregenerasi jaringan kulit baru sekaligus membuat kulit bercahaya, halus dan kencang.

LUMINESCE™ bukan perawatan tetapi dapat meregenerasi sel


Dengan menggunakan alat Dermascope, Anda akan melihat perbedaan yang signifikan dalam jumlah kolagen dalam kulit dengan penggunaan LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum. Penggunaannya akan memproduksi jumlah kolagen 3x lebih banyak dalam kulit wajah.

LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum dapat digunakan mulai dari anak berusia 14 tahun. Juga dapat digunakan setelah facial, pengelupasan kulit, stretch mark, keloid, peradangan yang berhubungan dengan jerawat, memulihkan jaringan kulit yang rusak dan juga dapat menyembuhkan luka.


PENUAAN MERUPAKAN HAL YANG TIDAK BISA DIHINDARI NAMUN BISA DITUNDA



Manfaat LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum :

 
~ Memperbaiki sel – sel yang rusak dan mati serta mampu meregenerasi jaringan kulit yang baru.
   
~ Mengencangkan dan mengurangi timbulnya garis – garis halus, kerutan dan kantong mata sehingga kulit wajah tampak lebih segar, cerah dan muda.

Hasil studi setelah penggunaan LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum membuktikan:

88% – peningkatan keseluruhan penampilan kulit.
75% – peningkatan dalam tekstur kulit dan halus.
70% – peningkatan kekencangan dan elastisitas kulit.
70% – penurunan dalam penampilan garis – garis halus dan kerutan.



Bahan – bahan  LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum:

Adiposa  Berasal Media Adult Stem Cell AC, Purified Water, Gliserin,  Saccharomyces Lysate Extract, Hydroxyethylcellulose,  Gluconolactone (dan) Benzoat Natrium,  Natrium Hyaluronate,  Gum xanthan, DL – Panthenol, Sodium PCA, Allantoin,  Superoxide Dismutase, Sodium Hidroksida


Tanya Jawab

Apa keuntungan teknologi adult stem cell pada LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum?

Stem cell yang terdapat LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum berisi sitokin identik manusia yang memiliki atribut yang sama dengan sitokin dalam tubuh manusia. Hal ini memungkinkan interaksi yang sempurna antara LUMINESCE™ dengan proses tubuh alami.

Bagaimana cara yang spesifik LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum memberikan hasil?

Faktor – faktor pertumbuhan dan sitokin yang disediakan oleh teknologi stem cell menembus pori – pori kulit dan bekerja dengan proses tubuh secara alami untuk meeangsang produksi protein matriks seperti kolagen dan elastin. Cara inilah yang membantu mengurangi garis halus dan kerutan

Apa hubungan antara faktor – faktor pertumbuhan dan teknologi stem cell?

Teknologi yang sudah dipatenkan di LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum menyediakan untuk pengiriman hal – hal penting dari faktor pertumbuhan yang ditemukan di kulit yang alami. Seiring bertambahnya usia, produksi faktor – faktor pertumbuhan dalam kulit berkurang dan menyebabkan munculnya kerutan – kerutan dan penipisan kulit. Dengan memperkenalkan kembali fakto – faltor itu tadi melalui penggunaan secara rutin LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum, sel kulit yang rusak dapat diperbaiki dan jaringan – jaringan baru kulit akan dihasilkan.

Apa saja manfaat yang paling berarti atau terlihat dari penggunaan  LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum?

Hasil nyata dari penggunaan  LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum secara rutin diantaranya memungkinkan mengurangi munculnya garis halus dan kerutan, meningkatkan kecerahan kulit, dan mengembalikan kulit yang halus dan muda.

Berapa lama yang diperlukan untuk melihat hasil nyata penggunaan  LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum?

Hasil penggunaan LUMINESCE™ yang bekerja bersamaan dengan proses pembaharuan kulit yang alami akan bervariasi antara orang yang satu dengan yang lainnya karena kondisi tekstur kulit yang berbeda – beda. Jika memang digunakan secara rutin pembaharuan kulit rata – rata terjadi dalam waktu empat minggu tetapi perbaikan yang optimal pada kulit biasanya tidak mencapai lebih dari tiga bulan.

Apa akibat jika berhenti menggunakan LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum?

Tidak ada efek samping negatif atau jelek jika berhenti menggunakan LUMINESCE™ ini. Namun manfaat dari LUMINESCE™ itu tidak akan berlanjut jika tidak lagi menggunakan LUMINESCE™ ini. Tanda – tanda penuaan akan kembali muncul.

Apakah ada efek samping negatif jika menggunakan LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum secara terus menerus?

Sama sekali tidak ada! Yang ada malah Anda akan mendapatkan manfaat yang sangat berarti dan Anda akan mendapatkan manfaat itu bertahan lebih lama pada diri (kulit) Anda.

Bagaimana cara terbaik menggunakan LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum?

Desain botol berbentuk pompa mini, satu atau dua kali pompa dioleskan pada wajah dan leher, dilakukan sehari 2 kali sesuai dosis secukupnya. Sehari 2 kali (pagi hari dan malam hari setelah mandi) merupakan waktu yang ideal penggunaan LUMINESCE™. Hal ini memungkinkan antara penerapan dermal fibrolast untuk memproses faktor pertumbuhan dan sitokin agar dapat melakukan perbaikan jaringan kulit yang diperlukan.

Bagaimana sebaiknya cara menggunakanLUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum jika dikombinasikan dengan produk skin care lainnya?

Pertama cucilah muka Anda menggunakan air lalu Anda bisa menggunakan toner / pembersih. Namun jangan gunakan krim atau serum lain sebelum LUMINESCE™  karena hal ini mengakibatkan LUMINESCE™  terhambat terserap ke dalam kulit. Artinya gunakan dulu LUMINESCE™ dalam keadaan kulit muka bersih lalu beberapa menit kemudian baru mulai menggunakan produk skin care lainnya.

Apakah padaLUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum mengandung stem cell yang hidup?

Tidak ada stem cell di dalam serum ini. Sebaliknya, bentuk cairannya yang alami telah dikondisikan oleh adult stem cell yang merupakan bahan aktif dalam LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum. Media yang terkondisi ini berisi interkulin sitokin dan faktor pertumbuhan yang berinteraksi sempurna dengan proses alami tubuh untuk memperbaiki sel – sel kulit yang rusak dan menumbuhkan jaringan kulit baru.

LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum berisi lebih dari 200 faktor pertumbuhan, berapa banyak faktor pertumbuhan yang terdapat pada produk kelas atas lainnya?

Sampai saat ini tidak ada produk saingan LUMINESCE™ yang bisa memiliki faktor pertumbuhan, sitokin dan interkulin seperti yang dimiliki LUMINESCE™. Meskipun banyak produk lainnya yang mengandung faktor pertumbuhan dari tanaman dan buah – buahan seperti apel, mereka (produk lain) tidak seefektif LUMINESCE™ karena mereka (produk lain) tidak dapat berkomunikasi dengan sel – sel manusia yang diturunkan oleh yang dilakukan faktor pertumbuhan.

Jenis komunikasi yang bagaimanakah yang disebutkan di atas?

Faktor – faktor pertumbuhan pada LUMINESCE™ adalah sebuah bahasa metafora dari sel – sel dan digunakan untuk mengkomunikasikan instruksi – instruksi khusus pada sel tertentu agar melakukan kegitan – kegiatannya, seperti menurunkan peradangan, membuat pembuluh darah baru dan memproduksi kolagen. Faktor – faktor pertumbuhan, sitokin, dan interkulin membantu melaksanakan instruksi – instruksi itu tadi. Sebuah penelitian sedang terus berlangsung mengajarkan lebih dan lebih tentang proses komunikasi sel yang penting ini.

Apa pengaruh yang dimiliki oleh LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum terhadap jerawat dan stretch marks?

Serum ini bekerja untuk mengurangi peradangan yang terkait dengan kedua kondisi tersebut dan menyembuhkan jaringan – jaringan. Untuk masalah strech mark, merupakan langkah yang terbaik menggunakan serum ini ketika luka itu baru saja terjadi namun serum ini juga dapat bekerja dari waktu ke waktu untuk stretch mark yang sudah lama.

Dapatkah wanita hamil menggunakan LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum?

Tidak ada komposisi produk yang akan membahayakan wanita hamil maupun bayinya. Namun dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Berapa jarak waktu yang dianjurkan sebelum dan sesudah menggunakan hair removal??

LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum dapat dilakukan tepat setelah penggunaan hair removal. Bahkan pengunaan LUMINESCE™ akan membantu sel kulit pulih lebih cepat. Perlu diketahui bahwa LUMINESCE™ Serum ini pada awalnya dikembangkan sebagai produk penyembuhan luka. LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum dapat diterapkan setelah facial, pengelupasan kulit akibat bahan kimia, lecet dan waxing.

Apakah ada bahaya replikasi atau peningkatan pertumbuhan sel – sel kanker bila menggunakan LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum?

Faktor-faktor  pertumbuhan, sitokin, dan interleukin yang digunakan dalam menghancurkan sel – sel buruk dan menggantikannya dengan sel – sel sehat, sehingga tidak ada resiko mereplikasi peningkatan pertumbuhan sel kanker. Namun, produk ini bukan digunakan untuk sebagai pengobatan kanker.

Apakah ada efek LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum terhadap kulit yang rentan bekas luka keloid?

Hasil pengujian menunjukan bahwa LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum digunakan segala macam luka yang baru saja terjadi, termasuk bekas luka keloid, dan memberikan hasil penyembuhan yang bagus.

Setelah penggunaan LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum, apakah diserap ke dalam lapisan – lapisan kulit?

Tentu saja. Keistimewaan formula dari LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum menegaskan bahwa serum ini mampu melakukan penetrasi hingga tingkat sel kulit yang dalam. Hal ini merupakan salah satu alasan bahwa serum ini sangat efektif.

Apakah LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum cocok dengan proses alami tubuh?

Serum ini 100% cocok. LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum merangsang sel – sek tubuh untuk memperbaikinya dan meperbaharui dirinya sendiri denagn berkomunikasi pada sel untuk menciptakan kembali struktur mereka pada tingkat molekuler.

Apakah ada akibat buruk jika menggunakan LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum bersama dengan produk perawatan kulit lainnya?

Tidak ada.

Dapatkah mengunakan LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum secara berlebihan?

Tidak ada konsekuensi buruk jika menggunakan LUMINESCE™ lebih dari dosis yang dianjurkan.
Cara Pemakaian:

   
1.Cucilah wajah Anda dengan menggunakan pembersih maupun air hingga bersih.
   
2.Gunakan dulu serum LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum dalam keadaan kulit wajah yang bersih dan beberapa menit kemudian baru Anda oleskan LUMINESCE™ daily moisturizing complex spf 30. (pagi hari)
   
3.Gunakan dulu serum LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum dalam keadaan kulit wajah yang bersih dan beberapa menit kemudian baru Anda oleskan LUMINESCE™ Advanced Night Repair. (malam hari)
   
4.Jangan menggunakan krim / serum lain sebelum LUMINESCE™ karena hal ini akan menghambat LUMINESCE™ diserap ke dalam kulit

Info lengkap hub:

www.tokobahagia.com

Linda
08161400946
021-92997989
pin BB 20EB3B29




   
Jumlah Posts : 53
Jumlah di-Like : belum ada like
 @ bunda nitluh : alhamdulilah, selama hamil CO ma suami jalan trus. krn dsog bilang ndak apa, asalkan gak terlalu heboh ato yg aneh2 dan dilakukan dgn hati hati. mungkin klo bunda ngerasa perih, bisa jadi krn bunda ga menikmati hub itu, jdnya pelumas yg dihasilkan kurang. yg akibatkan waktu penetrasi jd sedikit sakit... krn jalannya ndak licin ( hihihiiii )
sekarng kehamilanku masuk usia 30 minggu, kadang sebelum hub ma suami, ayahnya si dede bilang ma dedenya... " dede, ayah mo manja2an ma bunda ya" kadang si dede ngrespon dgn tndangn2 gitu. lucu deh....
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Apakah hubungan seksual boleh tetap dilakukan selama kehamilan? 

Ya, anda tetap boleh melakukan hubungan seksual dengan pasangan anda selama kehamilan anda NORMAL. 

Berbahayakah melakukan hubungan seksual selama kehamilan? 

Adanya pemikiran yang salah bahwa seks selama kehamilan dapat menimbulkan infeksi atau takut melukai bayi dalam kandungan sewaktu berhubungan seks. 

Hubungan Seks ataupun orgasme tidak berbahaya untuk bayi karena adanya lendir dari cervik (mulut rahim) dari ibu yang membantu melawan terhadap kuman / infeksi yang akan masuk ke dalam pintu rahim, dan secara alamiah Tuhan menciptakan suatu perlindungan yang aman pada bayi dalam kandungan, sehingga bayi terlindung. Bayi dalam kandungan berada dalam kantung rahim dan cairan ketuban serta otot rahim dan perut yang kuat yang melindungi bayi selama dalam proses kehamilan. 

Tetapi,jika kehamilan anda termasuk kehamilan dengan RESIKO TINGGI , atau dokter mengantisipasi nya kemungkinan komplikasi, atau anda menemukan sesuatu gejala yang tidak biasa setelah atau selama melakukan hubungan seksual seperti rasa nyeri, kontraksi atau keluar darah, sebaiknya hubungi dokter anda sebelum anda melakukan hubungan seksual lagi. 


Kebanyakan dokter akan menyarankan anda untuk tidak melakukan hubungan seksual pada kasus-kasus kehamilan tertentu misalnya: 

• Ancaman keguguran atau riwayat keguguran. 
• Placenta letak rendah (plasenta previa). 
• Riwayat kelahiran premature . 
• Perdarahan vagina atau keluar cairan yang tak diketahui penyebabnya serta kram. 
• Dilatasi /pelebaran servik. 
• STD atau penyakit seksual yang menular. Untuk kasus STD anda disarankan unutk tidak melakukan hubungan seksual sampai anda atau pasangan sudah diobati dan bebas dari penyakit itu. 

Jika anda masih ragu-ragu untuk melakukan hubungan seksual selama kehamilan ini, jangan pernaj ragu untuk mengkonsultasikan hal ini dengan dokter anda. 

© Dr.Suririnah-www.InfoIbu.com 

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bila anda hamil bukan berarti anda tidak dapat melakukan hubungan seks lagi. Tetapi saat kehamilan semakin membesar anda perlu memilih beberapa posisi hubungan seks yang aman selama kehamilan....
 
Bila anda hamil bukan berarti anda tidak dapat melakukan hubungan seks lagi. Anda tetap dapat melakukan hubungan suami isteri selama anda hamil sembilan bulan kecuali tentu saja jika ada alasan secara medis dan atas saran dari dokter anda untuk tidak melakukan hubungan seks. 

Tetapi pada saat kehamilan sudh semakin membesar makaa perut andapun akan semakin besar dan saat itu anda perlu melakukan dan mencari posisi seks yang nyaman buat anda saat melakukan hubungan seks ini. 

BEBERAPA POSISI HUBUNGAN SEKS TERBAIK SELAMA KEHAMILAN: 

• Posisi wanita diatas. Posisi ini yang paling nyaman untuk banyak ibu hamil terutama karena wanita hamil dapat mengontrol kedalaman penetrasi. 

• Posisi duduk. Posisi ini biasanya pada kehamilan pertengahan atau lanjut dimana tidak memerlukan banyak gerakan. Pria duduk dan wanita duduk diatasnya saling berhadapan atau membelakangi yang pria bila perut sudah sangat besar. Posisi ini juga memungkinkan wanita untuk mengontrol kedalaman penetrasi. 

• Posisi laki-laki diatas tetapi berbaring hanya separuh tubuh. 

• Posisi berlutut atau berdiri. 

Yang paling penting dari semua posisi seks selama kehamilan ini adalah jangan meletakkan berat badan anda ke perut ibu hamil selama hubungan seksual atau batasilah tekanan diperut ibu hamil. 

Yang tetap harus anda ingat, bahwa hubungan seksual dapat menjdi salah satu bagian penting dalam pernyataan perasaan kasih saying, rasa aman dan tenang, kebersamaan, kedekatan perasaan dalam hubungan suami isteri. Tetapi jangan menjadikan hubungan seks memegang peranan paling berkuasa dalam keselarasan hubungan suami isteri. Anda tetap dapat menyatakan perasaan kasih sayang dengan saling bertukar pikiran (komunikasi), berpelukan, ciuman, ataupun pijatan tanpa harus melakukan hubungan seksual. Yang terpenting mencoba untuk saling mengerti keinginan pasangan. 

© Dr.Suririnah-www.InfoIbu.com 
   
Jumlah Posts : 1722
Jumlah di-Like : 25
Dok,,saya baru menikah 1 bulan dan berniat untuk tidak langsung punya anak..
Saya ingin menundanya sekitar 1 tahun ke depan.

Yang ingin saya tanyakan:
1. KB apa yang aman untuk saya, selain sistem kalender&kondom?
2. Benarkah KB seperti suntik/pil tidak dianjurkan bagi orang yang belum punya anak seperti saya, karena dikhawatirkan akan membuat "kering"(tidak subur)?

Tolong sarannya ya Dok..
Trims..

Dari : FebaDinova Dex Rahman

Jawaban:

Dear Bunda,

Sistem KB kalender, penggunaan Kondom, dan coitus interuptus (hubungan intim dengan metode terputus) adalah KB yang tidak menggunakan hormone sehingga tubuh Anda tidak mengalami perubahan hormone.

Apabila Anda ingin menggunakan metode KB hormonal, saya sarankan penggunaan KB pil hormonal, karena Anda akan mengalami perdarahan withdrawal setiap bulannya dan ketika Anda menghentikan penggunaan KB tersebut diharapkan tidak banyak hormone yang menumpuk atau tersisa di dalam tubuh Anda sehingga efek kontrasepsinya akan segera hilang. Pada suntik KB 3 bulan, biasanya efek kontrasepsi akan berlangsung lebih lama bahkan setelah penyuntikan tidak dilakukan.
   
Jumlah Posts : 1722
Jumlah di-Like : 25
hallo dok....
sy mu tnya gini dok setiap sy berhubungan bdn dgn suami baru jg beberapa detik (maaaf) sperma suami sy qo cpt keluar apakah itu yg disebut dgn ejakulasi dini? trus gmn cr mengatasinya? ditunggu jwbannya y, makasih!

Dari : wati sulastri

Jawaban:

Dear Bunda wati sulastri,

Apabila suami Anda mengalami ejakulasi dini, biasanya di sebabkan oleh faktor psikologi, kegelisahan dan terlalu bersemangat. Cobalah untuk bernapas lebih dalam, menarik nafas dalam dapat membuat tubuh pria lebih rileks dan nyaman. Cobalah posisi hubungan intim dengan wanita di atas sang pria, Komunikasikan dengan pasangan hal apa yang membuat masing-masing dari Anda merasa nyaman dan dapat menikmati hal tersebut. Bersikaplah terbuka dan tidak takut untuk mendesah karena hal tersebut dapat membuat Anda dan pasangan lebih rileks dan nyaman. Kunci dari semua ini adalah kesabaran dan mengetahui saat di mana sang pria dapat “berhenti” dan menahan diri untuk tidak berejakulasi.

Waktu ejakulasi pada pria bervariasi, mulai dari 8 menit sampai 20 menit. Namun lamanya waktu untuk menahan ejakulasi tidak menentukan kepuasan dalam hubungan intim, maka itu, lakukan komunikasi yang baik dengan pasangan Anda.
   
15-06-2010 11:02:55 Herpes simplex saat hamil..
Jumlah Posts : 850
Jumlah di-Like : 15
sebaiknya segera dikonsultasikan ke dokter.
alasannya dapat anda baca di bawah ini.
tolong di baca perlahan supaya jelas.

SERANGAN HERPES SELAGI HAMIL
Ribut dan saling menyalahkan pasangan, tak akan menyelesaikan masalah. Yang penting, tangani segera karena berdampak buruk pada janin.
Menurut dr. Irsyad Bustamam, SpOG, siapa pun yang didiagnosa terinfeksi penyakit ini umumnya akan membunyikan genderang perang dengan pasangannya. Apalagi bila yang bersangkutan merasa hidupnya selama ini "bersih". Pasalnya, lanjut dokter kebidanan dan kandungan yang berpraktek di RSIA Hermina, Jatinegara ini, herpes termasuk penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual.

"Kendati di kepustakaan disebut ada beberapa cara penularan lain semisal lewat handuk, alat cukur, sisir, atau benda-benda lain yang dipakai bersama, angka kejadiannya kecil sekali. Sebab, virus penyebabnya hanya bisa hidup di tubuh manusia. Di luar tubuh, virus itu cepat mati."

Herpes genitalis, disebut juga herpes simpleks, sebetulnya merupakan penyakit kulit yang terdapat di perbatasan antara kulit dan selaput lendir. Penyebabnya adalah virus herpes simpleks (VHS) yang bisa dibedakan menjadi 2 tipe. Pertama yang umumnya mengenai segala usia dan memilih bersarang di pinggang ke atas, kedua yang terutama mengenai kalangan dewasa dan memilih pinggang ke bawah sebagai tempat sasaran infeksinya. Namun akibat pola hubungan seksual yang begitu bervariasi, bisa saja lokasi terjadinya infeksi VHS terbolak-balik. Semisal tipe 1 ditemukan di daerah genital dan anus, sedangkan tipe 2 di sekitar bibir atau di langit-langit.

FAKTOR PEMICU

Begitu masuk ke dalam tubuh untuk pertama kalinya, VHS akan membentuk masa inkubasi atau infeksi primer yang biasanya berlangsung sekitar 2-5 hari setelah kontak seksual dengan penderita atau pengidap VHS. Di saat ini, karena tubuh belum membentuk antibodi, yang muncul adalah gejala mirip flu seperti demam, badan terasa lemah, pening dan nyeri persendian/pegal-pegal di sekujur tubuh, serta mata terasa perih. Hingga tanpa pemeriksaan laboratorium, infeksi VHS seringkali sulit dibedakan dengan flu.
Yang membedakan adalah timbulnya gejala lokal di daerah yang terinfeksi berupa bintil-bintil kecil yang gampang pecah.Bintil-bintil berisi cairan bening ini bila dibiarkan akan berkembang menjadi bisul-bisul bernanah.
Ciri lain, bintil-bintil tersebut biasanya berkelompok, warna dasarnya merah sembab dan terasa nyeri sekali. Bahkan kalau sampai terkena saraf, yang bersangkutan tak bisa BAK lantaran luar biasa sakitnya. Jika tidak disertai infeksi tambahan, kulit tempat tumbuh bintil-bintil tadi akan tampak seperti sediakala jika tak digaruk. Sedangkan bila digaruk bisa meninggalkan jaringan parut.

Berlalunya infeksi primer tersebut akan diikuti dengan fase/masa laten. Yakni saat virus bersembunyi di simpul-simpul saraf. Masa laten ini berlangsung lama, meski tak bisa dipastikan seberapa lamanya. "Tergantung kondisi individu yang bersangkutan." Artinya, ada faktor-faktor tertentu yang menjadi pemicu. Seperti kurang tidur, dibebani pikiran berlebih atau stres, sedang menstruasi atau tengah hamil, sehabis melakukan hubungan seksual, kelelahan fisik, alergi obat-obatan/makanan tertentu, maupun sebab-sebab lain yang sampai sekarang tak diketahui pasti.

Kondisi-kondisi pemicu itulah yang kemudian membuat VHS bisa aktif lagi dan disebut fase kambuh atau recurrent. Kekambuhan ini bisa terjadi kapan pun dan sewaktu kambuh gejala yang diperlihatkan bisa ringan sekali atau malah kerap tak memperlihatkan gejala klinis sama sekali karena dalam tubuh sudah terbentuk antibodi. Alhasil, yang bersangkutan kerap terkecoh dan menganggap dirinya sudah sembuh. Padahal, sekali terkena, VHS akan selamanya bercokol di tubuh kita. Celaka, kan?

Hanya saja, imbuh Irsyad, faktor pemicunya sangat kasuistik. Artinya, ada yang karena alergi, ada pula karena sebab lain. Begitu juga kapan faktor pemicu tadi memunculkan fase kekambuhan tak bisa dipastikan. Cuma, aku Irsyad, angka kekambuhan pada orang hamil akan meningkat karena kondisi kehamilan sendiri membuka peluang untuk memunculkan kekambuhan. Sebab, selain terjadi perubahan hormonal yang drastis, selama kehamilan tubuh mengadakan perubahan sistem kekebalan. Terlebih bagi ibu hamil yang mengalami stres. Dengan kata lain, ibu hamil memang rentan terkena infeksi VHS.

BISA SEBABKAN KECACATAN

Sebetulnya, tegas Irsyad, VHS tak membedakan wanita dan pria dari belahan dunia mana pun serta tak memandang status ekonomi kaya ataupun miskin.
Hanya saja, dari penelitian yang pernah dilakukan di Skotlandia, misalnya, infeksi VHS hampir tak pernah ditemukan pada orang yang belum pernah melakukan hubungan seksual. Sedangkan angka kejadian pada wanita nakal atau pria yang gemar "jajan", meningkat 10 kali lipat. Itu sebabnya, wanita yang merasa dirinya "bersih" bisa saja tertular dari pasangannya yang bertipe petualang,
misal. Kalaupun si pria begitu yakin dirinya negatif, padahal bisa saja negatif itu lantaran hasil pemeriksaannya kurang akurat atau sebetulnya ia pengidap, namun VHS dalam tubuhnya sedang berada dalam masa laten.

Hingga bisa jadi sistem kekebalan tubuhnya tak memperlihatkan tanda tertentu yang bisa tertangkap oleh pemeriksaan laboratorium.
Nah, ketimbang ribut dan saling menyalahkan, lanjut Irsyad,
suami-istri amat disarankan untuk saling setia pada pasangannya. Selain jangan pernah coba-coba melakukan hubungan seksual dengan wanita/pria di luaran yang bukan tidak mungkin pernah pula berhubungan intim dengan orang lain yang terinfeksi VHS. Runyam, bukan?

Padahal seperti disebutkan di atas, ibu hamil karena kondisi kehamilannya termasuk kelompok yang rentan terinfeksi VHS, baik infeksi primer maupun recurrent. Sementara virus tersebut bisa masuk dalam sirkulasi darah janin melalui plasenta yang menghubungkan ibu dengan janinnya. Bisa juga melalui selaput ketuban, hingga bisa dibayangkan apa jadinya bila ada kebocoran atau malah ketuban pecah. Kemungkinan terjadinya infeksi VHS kian besar.
Celakanya, infeksi VHS pada janin bisa terjadi pada setiap tahapan kehamilan. Mulai dari trimester awal sampai trimester akhir. Di trimester awal, misalnya, secara teoritis di kehamilan usia 0-12 minggu, organ-organ penting sedang terbentuk, hingga kerusakan di masa ini, meski sekecil apa pun, efeknya jauh lebih besar ketimbang kerusakan sama yang terjadi di usia kehamilan selanjutnya. Namun secara umum, infeksi yang terjadi di trimester awal bisa menyebabkan janin mati yang berakhir dengan keguguran.
Sedangkan infeksi yang menyerang di trimester kedua dan ketiga memberi peluang pada janin untuk lahir prematur, kendati biasanya dibarengi dengan berbagai bentuk komplikasi kecacatan maupun kematian begitu dilahirkan. Dari catatan yang ada, lanjut Irsyad, mortalitas atau angka kematian pada bayi yang terinfeksi VHS terbilang tinggi, yakni sekitar 60 persen. Kendati begitu, tidak berarti semua janin yang dikandung oleh ibu yang terinfeksi VHS tak memiliki harapan untuk hidup, lo. Karena sekitar 40 persen sisanya berpeluang besar untuk hidup. Hanya saja 50 persen dari angka sisa janin yang hidup tadi akan mengalami kecacatan.


Bentuk kecacatannya itu sendiri bisa macam-macam. Apalagi infeksi VHS ini memiliki keunikan, yakni memilih daerah sasaran khusus yaitu susunan saraf pusat, organ-organ dalam tubuh, terutama hati dan mata yang bisa menyebabkan kebutaan. Namun, imbuh Irsyad, tak diketahui pasti mengapa VHS hanya memilih tempat-tempat tersebut.

TAK BISA TUNTAS

Deteksi dini VHS pada ibu hamil bisa diketahui dari tanya-jawab apakah ada riwayat kontak seksual dengan penderita/pengidap VHS. Karena bila kontak dilakukan saat penyakit pasangan sedang aktif, yang bersangkutan dipastikan bakal tertular. Sedangkan bila virusnya sedang dalam fase laten, belum tentu yang bersangkutan terinfeksi. Padahal memastikan kapan seseorang berada dalam fase laten atau kambuh, agak sulit mengingat secara klinis keduanya bisa saja tanpa gejala.

Yang bisa dijadikan pegangan sebetulnya adalah pemeriksaan laboratorium, semisal pap smear. Meski sebetulnya pap smear wajib dilakukan setahun sekali oleh wanita yang pernah melakukan hubungan seksual, tak peduli apakah dia terkena herpes atau tidak. Toh, bilang Irsyad, lewat pemeriksaan ini bisa sekaligus terdeteksi karsinoma serviks yang angka kematiannya paling tinggi di kalangan wanita.

Selain itu, lanjut Irsyad, deteksi VHS bisa dilakukan pula dengan biakan jaringan tubuh yang terinfeksi, menggunakan mikroskop elektron atau dengan pemeriksaan imunologis, yakni diperiksa kadar IgG dan IgM-nya. Dari pemeriksaan-pemeriksaan itulah dokter akan memutuskan terapi apa yang akan diberikan untuk ibu hamil yang terinfeksi. "Sayangnya", lanjut Irsyad, "sampai saat ini belum ada obat anti virus yang dapat menyembuhkan infeksi VHS secara tuntas tanpa kambuh-kambuh lagi."
Obat yang kini digunakan biasanya hanya sebatas agar virus yang berada di luar aliran darah, masa hidupnya lebih pendek alias cepat mati. Sementara virus yang sudah telanjur masuk ke dalam aliran darah seolah tak pernah bisa "tersentuh". Dengan begitu kejadian recurrent akan selalu ada.

Itulah mengapa penanganan pada janin (bila sudah terinfeksi) sampai sekarang belum memuaskan karena hanya pengobatan simptomatis alias menghilangkan gejalanya saja. Jenis dan dosis obat, cara, dan lama pemberiannya pun hanya ditentukan oleh dokter dengan memperhitungkan segi efektivitas dan keamanan bagi janin maupun ibunya. Sementara pengobatan lokal yang biasa dilakukan adalah pemberian salep, larutan garam khusus atau kompres rivanol untuk membersihkan bisul yang bernanah.
Tentu saja dalam memberikan terapi pengobatan, dokter akan selalu berpatokan bahwa setiap obat pasti berpengaruh pada janin. Artinya, bila memang memberi manfaat yang lebih besar dibanding efek sampingnya, obat tersebut akan tetap digunakan. Begitu juga sebaliknya.

Yang jadi masalah, hingga saat ini penggunaan obat-obatan untuk menanggulangi herpes, belum diketahui secara jelas efek negatifnya. Artinya, apakah akan merusak/memperparah kondisi janin yang sudah terinfeksi atau tidak. Sementara efek VHS pada janin sudah jelas, yakni 60 persen menimbulkan mortalitas dan 20 persen menyebabkan kecacatan.

Dengan memperhitungkan risiko itulah biasanya obat-obatan diberikan begitu seorang ibu hamil diketahui terinfeksi VHS, tanpa harus menunggu usia kehamilan tertentu. Ini jauh lebih baik dibandingkan bila infeksi tersebut dibiarkan semakin parah. "Jadi, begitu si ibu ketahuan terinfeksi, harus segera ditangani karena dokter pun harus berpacu melawan waktu. Kalau terlambat memberi obat, janin bisa keburu meninggal."
TAK PERLU DITUTUP-TUTUPI

Sayangnya, peluang terjadinya kecacatan itu sendiri tidak bisa "diutak-atik" dengan pemberian obat-obatan tertentu karena sampai saat ini memang tidak ada yang bisa memprediksi, bagian tubuh mana pada janin yang diserang VHS dan seberapa parah serangan virus tersebut.
Memang, kecacatan biasanya akan terdeteksi dengan pemeriksaan USG karena kecacatan akibat infeksi umumnya menyebabkan pertumbuhan janin terhambat. Semisal hamil 35 minggu, namun hanya "terbaca" 30 minggu dari pantauan USG.
Manifestasi kecacatannya sendiri bisa macam-macam. Mulai dari kelainan kulit yang luas, kelainan organ tubuh terutama hati dan sistem saraf pusat yang bisa terlihat lewat kejang-kejang tanpa sebab, rendahnya kemampuan berpikir dan keterlambatan fungsi motorik halus dan kasar. Kendati begitu, tegas Irsyad, kehamilan yang disertai kecacatan dalam tingkat separah apa pun, sebaiknya tetap dipertahankan. Bukankah sebagai manusia, si kecil juga punya hak untuk hidup?

Sementara cacat berat yang mempertipis kemungkinan hidup, tetap juga harus didasari banyak pertimbangan bila kehamilan ingin diakhiri. "Enggak segampang membalikkan telapak tangan, karena harus melibatkan banyak ahli yang duduk dalam Komisi Etik Kedokteran. Bahkan dokternya langsung atau si ibu sendiri secara pribadi tak berhak memutuskan untuk menggugurkan kandungannya."

Pada kehamilan yang terinfeksi VHS dan sudah cukup bulan biasanya akan ditempuh tindakan seksio. Sebab, melahirkan spontan lewat vagina/jalan lahir yang terinfeksi justru akan lebih membahayakan janin karena terjadi kontak langsung dengan daerah terinfeksi.
Tentu saja, kata Irsyad, situasi dan kondisi apa pun pada ibu maupun janinnya harus diinformasikan pada pasien. Termasuk kemungkinan kecacatan apa saja yang bakal terjadi. Kalaupun ketahuan janin belum terinfeksi atau terancam bahaya sejauh itu, keluarga pasien tetap harus diberi tahu kemungkinan penularan apa saja yang bakal mengenai bayinya.

Pendek kata, apa pun yang ditemukan lewat berbagai pemeriksaan, tak boleh ditutup-tutupi sama sekali. Hanya saja mengingat hal ini merupakan sesuatu yang sensitif, dokter harus pandai-pandai memilih teknik penyampaiannya. Semisal disampaikan lebih dulu pada suami agar tak kelewat mengejutkan atau membuat si ibu syok berat.

"Pengobatan" Penunjang

Sampai saat ini, terang Irsyad, belum ditemukan makanan dan minuman apa saja yang bisa menangkal serangan VHS. Hanya saja pada mereka yang terinfeksi amat disarankan untuk mengkonsumsi makanan bergizi baik untuk meningkatkan kekebalan tubuhnya. Dalam kondisi prima semacam itu diharapkan ibu hamil tak berpeluang mendapat kemungkinan terburuk yang bakal menimpanya. Karena infeksi ini disebabkan oleh virus yang belum ada obatnya, satu-satunya jalan disarankan menjaga kondisi agar tidak terserang VHS.

Sementara kalau sudah ketahuan terinfeksi, sebaiknya berobat bersama suami/istri dan membatasi aktivitas seksual untuk memperkecil peluang penularannya karena bisa menimbulkan fenomena bola pingpong. Kalaupun tetap ingin menikmati aktivitas seksual amat disarankan untuk menggunakan kondom.
Sedangkan "pengobatan" umum yang disarankan adalah dengan menjaga kesehatan dan higienis tubuh serta istirahat cukup. Jika sudah terinfeksi, jaga daerah infeksi agar tak lembab dan tetap bersih karena kondisi kotor bisa menimbulkan infeksi sekunder. Selain jangan pernah menggaruknya yang hanya akan memperbesar peluang penularan ke tempat lain, bahkan ke orang lain.

semoga membantu

salam

putri a.k.a zach mom's
   
15-06-2010 10:56:47 Herpes simplex saat hamil..
Jumlah Posts : 850
Jumlah di-Like : 15
sebaiknya segera dikonsultasikan ke dokter.
alasannya dapat anda baca di bawah ini.
tolong di baca perlahan supaya jelas.

SERANGAN HERPES SELAGI HAMIL
Ribut dan saling menyalahkan pasangan, tak akan menyelesaikan masalah. Yang penting, tangani segera karena berdampak buruk pada janin.
Menurut dr. Irsyad Bustamam, SpOG, siapa pun yang didiagnosa terinfeksi penyakit ini umumnya akan membunyikan genderang perang dengan pasangannya. Apalagi bila yang bersangkutan merasa hidupnya selama ini "bersih". Pasalnya, lanjut dokter kebidanan dan kandungan yang berpraktek di RSIA Hermina, Jatinegara ini, herpes termasuk penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual.

"Kendati di kepustakaan disebut ada beberapa cara penularan lain semisal lewat handuk, alat cukur, sisir, atau benda-benda lain yang dipakai bersama, angka kejadiannya kecil sekali. Sebab, virus penyebabnya hanya bisa hidup di tubuh manusia. Di luar tubuh, virus itu cepat mati."

Herpes genitalis, disebut juga herpes simpleks, sebetulnya merupakan penyakit kulit yang terdapat di perbatasan antara kulit dan selaput lendir. Penyebabnya adalah virus herpes simpleks (VHS) yang bisa dibedakan menjadi 2 tipe. Pertama yang umumnya mengenai segala usia dan memilih bersarang di pinggang ke atas, kedua yang terutama mengenai kalangan dewasa dan memilih pinggang ke bawah sebagai tempat sasaran infeksinya. Namun akibat pola hubungan seksual yang begitu bervariasi, bisa saja lokasi terjadinya infeksi VHS terbolak-balik. Semisal tipe 1 ditemukan di daerah genital dan anus, sedangkan tipe 2 di sekitar bibir atau di langit-langit.

FAKTOR PEMICU

Begitu masuk ke dalam tubuh untuk pertama kalinya, VHS akan membentuk masa inkubasi atau infeksi primer yang biasanya berlangsung sekitar 2-5 hari setelah kontak seksual dengan penderita atau pengidap VHS. Di saat ini, karena tubuh belum membentuk antibodi, yang muncul adalah gejala mirip flu seperti demam, badan terasa lemah, pening dan nyeri persendian/pegal-pegal di sekujur tubuh, serta mata terasa perih. Hingga tanpa pemeriksaan laboratorium, infeksi VHS seringkali sulit dibedakan dengan flu.
Yang membedakan adalah timbulnya gejala lokal di daerah yang terinfeksi berupa bintil-bintil kecil yang gampang pecah.Bintil-bintil berisi cairan bening ini bila dibiarkan akan berkembang menjadi bisul-bisul bernanah.
Ciri lain, bintil-bintil tersebut biasanya berkelompok, warna dasarnya merah sembab dan terasa nyeri sekali. Bahkan kalau sampai terkena saraf, yang bersangkutan tak bisa BAK lantaran luar biasa sakitnya. Jika tidak disertai infeksi tambahan, kulit tempat tumbuh bintil-bintil tadi akan tampak seperti sediakala jika tak digaruk. Sedangkan bila digaruk bisa meninggalkan jaringan parut.

Berlalunya infeksi primer tersebut akan diikuti dengan fase/masa laten. Yakni saat virus bersembunyi di simpul-simpul saraf. Masa laten ini berlangsung lama, meski tak bisa dipastikan seberapa lamanya. "Tergantung kondisi individu yang bersangkutan." Artinya, ada faktor-faktor tertentu yang menjadi pemicu. Seperti kurang tidur, dibebani pikiran berlebih atau stres, sedang menstruasi atau tengah hamil, sehabis melakukan hubungan seksual, kelelahan fisik, alergi obat-obatan/makanan tertentu, maupun sebab-sebab lain yang sampai sekarang tak diketahui pasti.

Kondisi-kondisi pemicu itulah yang kemudian membuat VHS bisa aktif lagi dan disebut fase kambuh atau recurrent. Kekambuhan ini bisa terjadi kapan pun dan sewaktu kambuh gejala yang diperlihatkan bisa ringan sekali atau malah kerap tak memperlihatkan gejala klinis sama sekali karena dalam tubuh sudah terbentuk antibodi. Alhasil, yang bersangkutan kerap terkecoh dan menganggap dirinya sudah sembuh. Padahal, sekali terkena, VHS akan selamanya bercokol di tubuh kita. Celaka, kan?

Hanya saja, imbuh Irsyad, faktor pemicunya sangat kasuistik. Artinya, ada yang karena alergi, ada pula karena sebab lain. Begitu juga kapan faktor pemicu tadi memunculkan fase kekambuhan tak bisa dipastikan. Cuma, aku Irsyad, angka kekambuhan pada orang hamil akan meningkat karena kondisi kehamilan sendiri membuka peluang untuk memunculkan kekambuhan. Sebab, selain terjadi perubahan hormonal yang drastis, selama kehamilan tubuh mengadakan perubahan sistem kekebalan. Terlebih bagi ibu hamil yang mengalami stres. Dengan kata lain, ibu hamil memang rentan terkena infeksi VHS.

BISA SEBABKAN KECACATAN

Sebetulnya, tegas Irsyad, VHS tak membedakan wanita dan pria dari belahan dunia mana pun serta tak memandang status ekonomi kaya ataupun miskin.
Hanya saja, dari penelitian yang pernah dilakukan di Skotlandia, misalnya, infeksi VHS hampir tak pernah ditemukan pada orang yang belum pernah melakukan hubungan seksual. Sedangkan angka kejadian pada wanita nakal atau pria yang gemar "jajan", meningkat 10 kali lipat. Itu sebabnya, wanita yang merasa dirinya "bersih" bisa saja tertular dari pasangannya yang bertipe petualang,
misal. Kalaupun si pria begitu yakin dirinya negatif, padahal bisa saja negatif itu lantaran hasil pemeriksaannya kurang akurat atau sebetulnya ia pengidap, namun VHS dalam tubuhnya sedang berada dalam masa laten.

Hingga bisa jadi sistem kekebalan tubuhnya tak memperlihatkan tanda tertentu yang bisa tertangkap oleh pemeriksaan laboratorium.
Nah, ketimbang ribut dan saling menyalahkan, lanjut Irsyad,
suami-istri amat disarankan untuk saling setia pada pasangannya. Selain jangan pernah coba-coba melakukan hubungan seksual dengan wanita/pria di luaran yang bukan tidak mungkin pernah pula berhubungan intim dengan orang lain yang terinfeksi VHS. Runyam, bukan?

Padahal seperti disebutkan di atas, ibu hamil karena kondisi kehamilannya termasuk kelompok yang rentan terinfeksi VHS, baik infeksi primer maupun recurrent. Sementara virus tersebut bisa masuk dalam sirkulasi darah janin melalui plasenta yang menghubungkan ibu dengan janinnya. Bisa juga melalui selaput ketuban, hingga bisa dibayangkan apa jadinya bila ada kebocoran atau malah ketuban pecah. Kemungkinan terjadinya infeksi VHS kian besar.
Celakanya, infeksi VHS pada janin bisa terjadi pada setiap tahapan kehamilan. Mulai dari trimester awal sampai trimester akhir. Di trimester awal, misalnya, secara teoritis di kehamilan usia 0-12 minggu, organ-organ penting sedang terbentuk, hingga kerusakan di masa ini, meski sekecil apa pun, efeknya jauh lebih besar ketimbang kerusakan sama yang terjadi di usia kehamilan selanjutnya. Namun secara umum, infeksi yang terjadi di trimester awal bisa menyebabkan janin mati yang berakhir dengan keguguran.
Sedangkan infeksi yang menyerang di trimester kedua dan ketiga memberi peluang pada janin untuk lahir prematur, kendati biasanya dibarengi dengan berbagai bentuk komplikasi kecacatan maupun kematian begitu dilahirkan. Dari catatan yang ada, lanjut Irsyad, mortalitas atau angka kematian pada bayi yang terinfeksi VHS terbilang tinggi, yakni sekitar 60 persen. Kendati begitu, tidak berarti semua janin yang dikandung oleh ibu yang terinfeksi VHS tak memiliki harapan untuk hidup, lo. Karena sekitar 40 persen sisanya berpeluang besar untuk hidup. Hanya saja 50 persen dari angka sisa janin yang hidup tadi akan mengalami kecacatan.


Bentuk kecacatannya itu sendiri bisa macam-macam. Apalagi infeksi VHS ini memiliki keunikan, yakni memilih daerah sasaran khusus yaitu susunan saraf pusat, organ-organ dalam tubuh, terutama hati dan mata yang bisa menyebabkan kebutaan. Namun, imbuh Irsyad, tak diketahui pasti mengapa VHS hanya memilih tempat-tempat tersebut.

TAK BISA TUNTAS

Deteksi dini VHS pada ibu hamil bisa diketahui dari tanya-jawab apakah ada riwayat kontak seksual dengan penderita/pengidap VHS. Karena bila kontak dilakukan saat penyakit pasangan sedang aktif, yang bersangkutan dipastikan bakal tertular. Sedangkan bila virusnya sedang dalam fase laten, belum tentu yang bersangkutan terinfeksi. Padahal memastikan kapan seseorang berada dalam fase laten atau kambuh, agak sulit mengingat secara klinis keduanya bisa saja tanpa gejala.

Yang bisa dijadikan pegangan sebetulnya adalah pemeriksaan laboratorium, semisal pap smear. Meski sebetulnya pap smear wajib dilakukan setahun sekali oleh wanita yang pernah melakukan hubungan seksual, tak peduli apakah dia terkena herpes atau tidak. Toh, bilang Irsyad, lewat pemeriksaan ini bisa sekaligus terdeteksi karsinoma serviks yang angka kematiannya paling tinggi di kalangan wanita.

Selain itu, lanjut Irsyad, deteksi VHS bisa dilakukan pula dengan biakan jaringan tubuh yang terinfeksi, menggunakan mikroskop elektron atau dengan pemeriksaan imunologis, yakni diperiksa kadar IgG dan IgM-nya. Dari pemeriksaan-pemeriksaan itulah dokter akan memutuskan terapi apa yang akan diberikan untuk ibu hamil yang terinfeksi. "Sayangnya", lanjut Irsyad, "sampai saat ini belum ada obat anti virus yang dapat menyembuhkan infeksi VHS secara tuntas tanpa kambuh-kambuh lagi."
Obat yang kini digunakan biasanya hanya sebatas agar virus yang berada di luar aliran darah, masa hidupnya lebih pendek alias cepat mati. Sementara virus yang sudah telanjur masuk ke dalam aliran darah seolah tak pernah bisa "tersentuh". Dengan begitu kejadian recurrent akan selalu ada.

Itulah mengapa penanganan pada janin (bila sudah terinfeksi) sampai sekarang belum memuaskan karena hanya pengobatan simptomatis alias menghilangkan gejalanya saja. Jenis dan dosis obat, cara, dan lama pemberiannya pun hanya ditentukan oleh dokter dengan memperhitungkan segi efektivitas dan keamanan bagi janin maupun ibunya. Sementara pengobatan lokal yang biasa dilakukan adalah pemberian salep, larutan garam khusus atau kompres rivanol untuk membersihkan bisul yang bernanah.
Tentu saja dalam memberikan terapi pengobatan, dokter akan selalu berpatokan bahwa setiap obat pasti berpengaruh pada janin. Artinya, bila memang memberi manfaat yang lebih besar dibanding efek sampingnya, obat tersebut akan tetap digunakan. Begitu juga sebaliknya.

Yang jadi masalah, hingga saat ini penggunaan obat-obatan untuk menanggulangi herpes, belum diketahui secara jelas efek negatifnya. Artinya, apakah akan merusak/memperparah kondisi janin yang sudah terinfeksi atau tidak. Sementara efek VHS pada janin sudah jelas, yakni 60 persen menimbulkan mortalitas dan 20 persen menyebabkan kecacatan.

Dengan memperhitungkan risiko itulah biasanya obat-obatan diberikan begitu seorang ibu hamil diketahui terinfeksi VHS, tanpa harus menunggu usia kehamilan tertentu. Ini jauh lebih baik dibandingkan bila infeksi tersebut dibiarkan semakin parah. "Jadi, begitu si ibu ketahuan terinfeksi, harus segera ditangani karena dokter pun harus berpacu melawan waktu. Kalau terlambat memberi obat, janin bisa keburu meninggal."
TAK PERLU DITUTUP-TUTUPI

Sayangnya, peluang terjadinya kecacatan itu sendiri tidak bisa "diutak-atik" dengan pemberian obat-obatan tertentu karena sampai saat ini memang tidak ada yang bisa memprediksi, bagian tubuh mana pada janin yang diserang VHS dan seberapa parah serangan virus tersebut.
Memang, kecacatan biasanya akan terdeteksi dengan pemeriksaan USG karena kecacatan akibat infeksi umumnya menyebabkan pertumbuhan janin terhambat. Semisal hamil 35 minggu, namun hanya "terbaca" 30 minggu dari pantauan USG.
Manifestasi kecacatannya sendiri bisa macam-macam. Mulai dari kelainan kulit yang luas, kelainan organ tubuh terutama hati dan sistem saraf pusat yang bisa terlihat lewat kejang-kejang tanpa sebab, rendahnya kemampuan berpikir dan keterlambatan fungsi motorik halus dan kasar. Kendati begitu, tegas Irsyad, kehamilan yang disertai kecacatan dalam tingkat separah apa pun, sebaiknya tetap dipertahankan. Bukankah sebagai manusia, si kecil juga punya hak untuk hidup?

Sementara cacat berat yang mempertipis kemungkinan hidup, tetap juga harus didasari banyak pertimbangan bila kehamilan ingin diakhiri. "Enggak segampang membalikkan telapak tangan, karena harus melibatkan banyak ahli yang duduk dalam Komisi Etik Kedokteran. Bahkan dokternya langsung atau si ibu sendiri secara pribadi tak berhak memutuskan untuk menggugurkan kandungannya."

Pada kehamilan yang terinfeksi VHS dan sudah cukup bulan biasanya akan ditempuh tindakan seksio. Sebab, melahirkan spontan lewat vagina/jalan lahir yang terinfeksi justru akan lebih membahayakan janin karena terjadi kontak langsung dengan daerah terinfeksi.
Tentu saja, kata Irsyad, situasi dan kondisi apa pun pada ibu maupun janinnya harus diinformasikan pada pasien. Termasuk kemungkinan kecacatan apa saja yang bakal terjadi. Kalaupun ketahuan janin belum terinfeksi atau terancam bahaya sejauh itu, keluarga pasien tetap harus diberi tahu kemungkinan penularan apa saja yang bakal mengenai bayinya.

Pendek kata, apa pun yang ditemukan lewat berbagai pemeriksaan, tak boleh ditutup-tutupi sama sekali. Hanya saja mengingat hal ini merupakan sesuatu yang sensitif, dokter harus pandai-pandai memilih teknik penyampaiannya. Semisal disampaikan lebih dulu pada suami agar tak kelewat mengejutkan atau membuat si ibu syok berat.

"Pengobatan" Penunjang

Sampai saat ini, terang Irsyad, belum ditemukan makanan dan minuman apa saja yang bisa menangkal serangan VHS. Hanya saja pada mereka yang terinfeksi amat disarankan untuk mengkonsumsi makanan bergizi baik untuk meningkatkan kekebalan tubuhnya. Dalam kondisi prima semacam itu diharapkan ibu hamil tak berpeluang mendapat kemungkinan terburuk yang bakal menimpanya. Karena infeksi ini disebabkan oleh virus yang belum ada obatnya, satu-satunya jalan disarankan menjaga kondisi agar tidak terserang VHS.

Sementara kalau sudah ketahuan terinfeksi, sebaiknya berobat bersama suami/istri dan membatasi aktivitas seksual untuk memperkecil peluang penularannya karena bisa menimbulkan fenomena bola pingpong. Kalaupun tetap ingin menikmati aktivitas seksual amat disarankan untuk menggunakan kondom.
Sedangkan "pengobatan" umum yang disarankan adalah dengan menjaga kesehatan dan higienis tubuh serta istirahat cukup. Jika sudah terinfeksi, jaga daerah infeksi agar tak lembab dan tetap bersih karena kondisi kotor bisa menimbulkan infeksi sekunder. Selain jangan pernah menggaruknya yang hanya akan memperbesar peluang penularan ke tempat lain, bahkan ke orang lain.

semoga membantu

salam

putri a.k.a zach mom's
   
31-03-2009 01:35:03 Manfaat Tempe Bagi Payudara
Jumlah Posts : 10
Jumlah di-Like : belum ada like
Apa benar salah satu manfaat tempe/ kedelai itu dapat merawat payudara?

BUKTI ilmiah bahwa kedelai bermanfaat bagi pencegahan penyakit kanker tampaknya terus berkembang. Kacang yang kaya akan kandungan protein ini diyakini memilik potensi besar melawan pertumbuhan kanker payudara, terutama jika dikonsumsinya sejak masa pubertas.

Para peneliti dari Georgetown Medical Center dalam laporan riset yang dimuat British Journal of Cancer menekankan bahwa para wanita ABG sebaiknya rajin mengonsumsi makanan terbuat dari kedelai jika ingin terhindar dari risiko kanker payudara. Dalam kedelai, menurut peneliti terkandung sejenis zat kimia penting bernama genistein yang diklaim efektif melawan kanker.

Walau begitu, tantangan besar masih dihadapi para peneliti dalam pemanfaatan zat genistein dalam kedelai ini. Mereka harus memastikan bagaimana kedelai ini dapat digunakan dengan tepat untuk menyediakan perlindungan bagi para wanita remaja dari penyakit yang ganas ini.

¨Penentuan waktu tampaknya penting dalam penggunaan makanan bioaktif ini dan jika kita bisa mengungkapkan mengapa zat ini dapat melindungi, maka kita bisa menyediakan pencegahan kanker payudaa dalam cakupan yang lebih luas,´ ungkap peneliti Leena Hilaviki-Clarke PhD, profesor onkologi dari Lombardi Comprehensive Cancer Center di Georgetown.

Walaupun ada berbagai teori sementara yang menjelaskan hubungan kedelai dengan pencegahan kenker. ¨Namun saat ini belum ada penjelasan yang meyakinkan tentang mengapa efek penurunan risiko kanker ini lebih kuat selama masa kanak-kanak dan awal pubertas,¨ tambahnya.

Sejauh ini, baru ada tiga riset yang meneliti manfaat kedelai pada masa pubertas serta pengaruhnya pada perkembangan kanker payudara tahap lanjut. Dua di antara penelitian ini difokuskan pada wanita Asia yang mengonsumsi kedelai dalam menu kesehariannya.

Riset-riset ini mengindikasikan bahwa kedelai menawarkan efek perlindungan yang sangat kuat - yakni sekitar 50 persen penurunan risiko kanker payudara - ketika dikonsumsi selama masa kanak-kanak dan awal remaja.

Menurut Hilakivi-clarke, bukti terkuat justru terungkap lewat berbagai riset pada tikus. Dari riset binatang ini, data mengenai paparan genistein pada masa pra pubertas sangat konsisten dalam menunjukkan penurunan risko kanker. Paparan genistein dalam perkembangan janin atau pun pada masa dewasa justru tidak menunjukkan dampak proteksi yang sama.

Pengujian lebih jauh pada tikus menunjukkan bahwa penggunaan genistein pada masa pubertas dapat menekan kadar TEB (terminal end buds) atau struktur yang menyebabkan pertumbuhan jaringan epitel mamari, dimana sel-selnya melapisi saluran susu, dan di dalam sel-sel epitelial inilah kanker payudara berkembang.

OK, anda sudah mulai paham kan makan tempe jauh lebih bermanfaat bagi anda! murah & sehat!
Yuk makan tempe! :)

Sumber :

http://keluarga-bugar.blogspot.com/
   
Jumlah Posts : 918
Jumlah di-Like : 4
Dalam periode 24 tahun (Tahun 1971 sampai dengan 1995) Dr. James MacDonnald bekerja
di Ohio State University, mendalami masalah Keterlambatan Bicara pada Anak. Sebagai seorang ahli Patologi Bahasa dan Wicara, ia melatih para terapis wicara dan orangtua untuk menjadi 'rekan' bicara dari anak-anak. Intinya, ia ingin mengajarkan orang dewasa untuk tidak mendominasi pembicaraan dan menjadikan anak sebagai 'obyek' dalam suatu pembicaraan. Sejak pensiun di tahun 1995, Jim mendedikasikan waktu dan tenaganya untuk memimpin "Communicating Partners Center". Ia telah membuat banyak tulisan mengenai Keterlambatan Bicara, sekaligus juga membuka forum diskusi "Communicating" di internet.
Di bawah ini adalah salah satu tulisannya yang merupakan analisa / hasil penelitian atas ribuan anak yang mengalami keterlambatan dalam perkembangan verbal /bicara-nya. Yang penting untuk diingat dalam membaca tulisan-tulisan Jim adalah bahwa komunikasi berarti kemampuan bicara DAN mendengar yang berlangsung DUA ARAH.
Mengapa Anak Mengalami Kesulitan dalam Belajar Berbicara

Ini hanyalah sedikit dari sekian banyak masalah yang kami temui:

KETERBATASAN dalam PENDENGARAN
Seringkali ditemui kondisi medis sementara maupun kerusakan permanen dalam pendengaran anak

PERKEMBANGAN OTOT yang LAMBAT
Beberapa anak mengalami kesulitan melakukan gerakan mulut/rahang cepat untuk mengkombinasikan dan mengkoordinasikan apa yang ingin mereka katakan dengan suara & bahasa yang harus mulut mereka hasilkan

KELAMBANAN dalam MENGERTI BAHASA ORANG DEWASA
Tidak mudah bagi anak untuk memproses panjang (dan cepat)-nya informasi yang di-'ekspos' oleh orang dewasa melalui bahasa 'rumit' yang mereka pakai

SEDIKITNYA LATIHAN DALAM BERINTERAKSI dengan ORANG LAIN
Anak kurang mendapat kesempatan untuk berinteraksi dengan orang lain guna melatih kemampuan komunikasi mereka

PERAN yang TERLALU PASIF dalam KEHIDUPAN SOSIAL
Kebanyakan anak lebih sering ditempatkan dalam posisi "menerima" dan tidak "memberi" dalam hubungannya dengan orang lain.Hal ini mengakibatkan tidak terbiasanya mereka berpartisipasi secara aktif; hal yang dibutuhkan dalam perkembangan bicara mereka

CARA KOMUNIKASI "KUNO" SUDAH TERLALU NYAMAN DIPAKAI
Beberapa anak, khususnya dalam hubungan di dalam keluarganya, terbiasa dengan nyaman berkomunikasi menggunakan gerakan,bahasa tubuh maupun bunyi-bunyian saja. Hal ini boleh jadi merupakan cara komunikasi yang efektif di dalam rumah, namun tidak dalam lingkup masyaarakat, di mana anak butuh menggunakan bahasa secara verbal sampai ke tingkat kata-kata yang rumit

ORANG DEWASA TIDAK MENGANGGAP ANAK MAMPU
Banyak orang dewasa tidak melibatkan anak dalam berkomunikasi, karena memiliki pemikiran bahwa anak tersebut belum mampu berpartisipasi aktif ataupun mengerti pembicaraan yang berlangsung.

ORANG DEWASA BICARA ATAS NAMA MEREKA
Seringkali orang dewasa bicara atas nama anak, sehingga mereka kelihatan tidak berbicara

TIDAK CUKUP WAKTU untuk BERBICARA
Sering terjadi bahwa dalam suatu proses komunikasi, orang dewasa tidak menunggu cukup lama guna memberi kesempatan pada anak untuk merespon. Kebanyakan anak bersikap pasif dalam berkomunikasi, sepertinya mereka mengerti bahwa mereka tidak akan diberi kesempatan untuk bicara.

TERLALU BANYAK RANGSANGAN
Sekalipun untuk niat dan tujuan yang baik, seringkali anak di'jejali' dengan terlalu banyak bahasa, sehingga mereka kewalahan. Rasanya seperti anak yang sedang belajar menangkap bola, lalu dilempari beberapa bola sekaligus.

TERLALU BANYAK BAHASA "SEKOLAH"; KURANG BAHASA yang "KOMUNIKATIF"
Kebanyakan anak pada awal usianya diajarkan bahasa yang mencakup 'warna', 'angka', yang sebetulnya tidak terlalu bermanfaat dalam komunikasi sehari-hari. Anak membutuhkan rangsangan bahasa yang sifatnya praktis; mencakup kosa kata yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, karena mereka akan melatih kemampuan berbahasanya melalui kehidupan sehari-hari.

TERLALU BANYAK BAHASA "PERTUJUKAN"; KURANG "OBROLAN" SOSIAL
Kebanyakan anak menggunakan bahasa untuk menunjukkan kemampuannya meniru sesuatu kepada orang dewasa; apakah itu sajak pendek, syair lagu, mengulang cerita yang didongengkan kepada mereka, dll. Hanya sedikit yang mendapatkan kesempatan untuk 'ngobrol' dan bertanya jawab secara santai, sehingga terbangun hubungan 'pertemanan' dengan orang yang berkomunikasi dengan mereka.

TERLALU BANYAK BERMAIN SENDIRIAN
Tentunya anak belajar banyak melalui permainannya dengan boneka, robot atau mainan lainnya. Namun untuk melatih kemampuan nya berkomunikasi, ia akan membutuhkan juga manusia yang melakukan pembicaraan timbal balik sesuai dengan kemampuan si anak.
   
27-10-2016 12:50:01 hpl bln februari 2017
Jumlah Posts : 28
Jumlah di-Like : belum ada like
q jga 22 wek sist...tpi rasanya badan sllu pegel'' perut juga serasa pegel banget..apa sama yaa dengan sista'' yg umur kadungannya 22 wek
   
20-10-2016 07:50:48 Pasca kuret
Jumlah Posts : 9
Jumlah di-Like : belum ada like
Belum bun.. saya terakhir kontrol di sukabumi.. Skrang saya tinggal di Bogor.. Apa boleh periksa dengan dokter yg beda?

mudah2n sudah tidak ada lagi ya kista nya.. minta doa nya ya bunda..