SITE STATUS
Jumlah Member :
494.744 member
user online :
4167 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: apa akibat balita terminum parfum

New Topic :  
22-04-2008 10:27:34 Manfaat Madu
Jumlah Posts : 1000
Jumlah di-Like : 11
ass wr wb,



semoga artikel ini bermanfaat untuk semuanya.aminnnn.......



sukron,



Bunda Zahwa



MADU, SUMBER GIZI BALITA

Balita Anda susah makan? Sebelum menderita kurang gizi, beri dia madu setiap

hari. Dari penelitian terbukti, madu bisa menambah nafsu makan, menurunkan

tingkat morbiditas terhadap panas dan pilek, di samping itu lengkap

kandungan gizinya.



Memberi makan anak-anak usia di bawah lima tahun (balita) memang

gampang-gampang susah. Kalau si anak punya nafsu makan tinggi, orang tua

tidak bakal repot. Diberi makan apa saja balita itu akan menyantapnya dengan

lahap. Sebaliknya, anak balita yang bernafsu makan rendah atau susah makan,

membuat orang tua sering kewalahan, bahkan hampir kehilangan akal untuk

membujuknya makan.



Berbagai jenis makanan dicobakan. Reaksi si anak cuma membuang kembali

makanan di mulutnya bila tidak sesuai kesukaannya. Celakanya, makanan

kesukaannya justru kurang bergizi. Padahal, variasi makanan sangat perlu.

Kalau keadaan ini berlanjut bisa-bisa si anak menderita kurang makan dan

kurang gizi, sehingga mudah sakit. Akibat semua itu proses tumbuh kembangnya

menjadi tidak normal. Yang paling merisaukan, bila ia menjadi bagian dari

generasi tanpa masa depan (lost generation).



Meningkatkan nafsu makan



Untunglah ada hasil penelitian Y. Widodo. Peneliti pada Pusat Penelitian dan

Pengembangan Gizi di Bogor ini, tahun lalu membawa kabar gembira bagi para

orang tua yang memiliki anak kurang energi protein (KEP). Ia melaporkan

bahwa pemberian madu secara teratur setiap hari dapat menurunkan tingkat

morbiditas (panas dan pilek) dan memperbaiki nafsu makan anak balita.



Penelitian dilakukan terhadap balita pasien Klinik Gizi, Puslitbang Gizi,

yang menderita kurang energi protein (KEP) akibat krismon. Ada 51 balita

usia 13 - 36 bulan yang terlibat dalam penelitian. Mereka dibagi menjadi dua

kelompok, pertama Kelompok Madu (25 orang) sebagai sampel, dan kedua

Kelompok Sirop (26 orang) sebagai kontrol. Kedua kelompok sama-sama diberi

tambahan vitamin B-kompleks dan vitamin C (50 mg).



Indikator yang diamati antara lain data antropometri (umur, bobot badan,

tinggi/panjang badan), sosial-ekonomi, recall konsumsi, riwayat kesehatan

anak pada saat sebelum, selama, dan sesudah perlakuan sekitar dua bulan.



Hasil penelitian menunjukkan, tingkat morbiditas terhadap panas dan pilek

kelompok madu atau sampel menurun, nafsu makan meningkat, porsi dan

frekuensi makan bertambah, sehingga konsumsi energi dan protein mereka juga

meningkat dibandingkan dengan kelompok kontrol yang mendapat sirop. Sebagian

data hasil penelitian dapat dilihat pada tabel 1..



Manfaat kesehatan pemberian madu yang tampak dalam penelitian tersebut

antara lain disebabkan oleh dua hal. Pertama, madu merupakan makanan yang

mengandung aneka zat gizi sedangkan gula hanya mengandung energi atau

kalori. Kedua, madu ternyata juga mengandung senyawa yang bersifat

antibiotik.



Mengandung faktor pertumbuhan



Kandungan gizi utama madu adalah aneka senyawa karbohidrat seperti gula

fruktosa (41,0%), glukosa (35%), sukrosa (1,9%), dan dekstrin (1,5%).

Karbohidrat madu ikut menambah pasokan sebagian energi yang diperlukan balita.



Kadar protein dalam madu relatif kecil, sekitar 2,6%. Namun kandungan asam

aminonya cukup beragam, baik asam amino esensial maupun non-esensial. Asam

amino tersebut turut pula memasok sebagian keperluan protein tubuh balita.



Vitamin yang terdapat dalam madu antara lain vitamin B1, vitamin B2, B3, B6,

dan vitamin C. Sementara mineral yang terkandung dalam madu antara lain

kalium, natrium, kalsium, magnesium, besi, tembaga, fosfor, dan sulfur.

Meskipun jumlahnya relatif sedikit, mineral madu merupakan sumber ideal bagi

tubuh manusia karena imbangan dan jumlah mineral madu mendekati yang

terdapat dalam darah manusia.



Penelitian menunjukkan, madu juga mengandung faktor pertumbuhan. Dilaporkan,

stek batang pohon yang dicelupkan dalam madu akan lebih cepat berakar dan

tumbuh lebih baik dibandingkan dengan stek yang ditanam tanpa perlakuan

madu.



Perbandingan kadar zat gizi madu secara umum terhadap gula pasir dapat

dilihat pada tabel 2.



Madu juga mengandung zat antibiotik. Kandungan ini merupakan salah satu

keunikan madu. Penelitian Peter C. Molan (1992), peneliti dari Departement

of Biological Sciences, University of Waikoto, di Hamilton, Selandia Baru

membuktikan, madu mengandung zat antibiotik yang aktif melawan serangan

berbagai patogen penyebab penyakit.



Beberapa penyakit infeksi berbagai patogen yang dapat "disembuhkan" dan

dihambat dengan (minum) madu secara teratur antara lain penyakit lambung dan

saluran pencernaan; penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA),

batuk dan demam; penyakit jantung, hati, dan paru; penyakit-penyakit yang

dapat mengganggu mata, telinga, dan syaraf.



Berdasarkan hasil penelitian Kamaruddin (1997), peneliti dari Departement of

Biochemistry, Faculty of Medicine, Universiti of Malaya, di Kualalumpur,

paling tidak ada empat faktor yang bertanggung jawab terhadap aktivitas

antibakteri pada madu. Pertama, kadar gula madu yang tinggi akan menghambat

pertumbuhan bakteri sehingga bakteri tersebut tidak dapat hidup dan

berkembang.



Kedua, tingkat keasaman madu yang tinggi (pH 3.65) akan mengurangi

pertumbuhan dan daya hidupnya sehingga bakteri tersebut merana atau mati.

Ketiga, adanya senyawa radikal hidrogen peroksida yang bersifat dapat

membunuh mikroorganisme patogen. Dan faktor keempat, adanya senyawa organik

yang bersifat antibakteri. Senyawa organik tersebut tipenya bermacam-macam.

Yang telah teridentifikasi antara lain seperti polyphenol, flavonoid, dan glikosida.



Takaran minum madu



Untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari madu, cairan manis yang menjadi

cadangan makanan koloni lebah ini harus dikonsumsi secara teratur. Dalam

penelitian Widodo tersebut balita sampel diberi madu sebanyak 20 gram setiap

hari. Madu tersebut tidak dianjurkan untuk bayi usia 0 - 4 bulan, karena

makanan pertama dan yang utama untuk mereka adalah air susu ibunya (ASI).

Setelah usia 4 bulan baru boleh diberi madu seiring dengan pemberian makanan

tambahan sesuai anjuran.



Menurut Muhilal, 2-3 sendok makan madu 2 X sehari sudah cukup memadai untuk

menjaga stamina dan kesehatan tubuh. Namun untuk penyembuhan atau

pengobatan, madu lebih baik dikonsumsi dalam bentuk larutan dalam air karena

akan memudahkan penyerapannya di dalam tubuh. Madu tersebut sebaiknya

dikonsumsi dua jam sebelum makan atau tiga jam sesudah makan.

Selain menambahkan madu pada menu makanan balita secara teratur, tentu saja

berbagai upaya kesehatan lainnya seperti pengobatan medis, pemberian makanan

tambahan, dan imunisasi umum, harus pula dilakukan. Upaya tersebut akan

lebih mempercepat upaya pemulihan kesehatan dan perbaikan gizi balita,

terutama yang susah makan, sehingga mereka terhidar kemungkinan menjadi

generasi tanpa masa depan (Mohamad Harli, Sarjana Gizi Masyarakat dan

Sumberdaya Keluarga, IPB)

Sumber : http://www.indomedi a.com/intisari/ 2001/Mei/ madu.htm

   


04-08-2016 14:53:45 Lahiran Normal setelah Caesar
Jumlah Posts : 6
Jumlah di-Like : belum ada like
udah 1tahun lebih bun..apa akibat KB kale ya.ngaruh gak sih bun kalo kb suntik
   
06-03-2015 15:43:39 keguguran
Jumlah Posts : 123
Jumlah di-Like : belum ada like
apa akibat nya kalau keguguran tidak di kuret ya
   


Jumlah Posts : 122
Jumlah di-Like : belum ada like
bun biasanya klo bayi warna lidahnya putih gtu normal ga ya ? baby ku usia sebulan lidahnya putih2 gtu .. apa akibat putih karena ASI ya?
   
Jumlah Posts : 99
Jumlah di-Like : belum ada like
Dok, aku mau tanya apa akibat dari BB Bumil yg tidak bertambah pada TS3
Mempengaruhi janin tidak ya??
Terakhir USG saat 32w janinku beratnya menjadi 1996 dari berat 1779
Setiap hari aku makan nasi, sayur, tahu/tempe, ayam, susu bumil, buah dan vitamin dok tp bbku tak kunjung bertambah
Apa yg harus saya lakukan ya dok??
   


22-10-2013 23:02:06 panas dalam
Jumlah Posts : 32
Jumlah di-Like : belum ada like
bunda pernah alami panas dalam saat hamil g?. aq hamil 36w sering alami panas dlm, apa akibat hormon / msk angin krn gerah n sering pasang kipas angin. tlg share minuman/ mknn apa yg bs menghilangkan panas dalam?
   
Jumlah Posts : 49
Jumlah di-Like : belum ada like
Bunda kemarin perut saya sakit sebelah kiri....apa akibat goncangan waktu naik motor ya....
   
Jumlah Posts : 720
Jumlah di-Like : belum ada like
LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum
LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum merupakan sebuah terobosan terbaru di bidang kecantikan untuk anti – penuaan dengan menggunakan teknologi Adult Stem Cell yang merangsang kemampuan alami tubuh untuk melengkapi, memperkuat, dan menyembuhkan kulit. Serum anti – penuaan yang sangat kuat ini akan bekerja sapanjang waktu untuk memberikan kembali kehidupan sehat pada kulit dan membuat standar industri / teknologi baru.

 
1.Diformulasikan secara khusus dengan teknologi paten untuk mengembalikan kembali kekencangan kulit, kilau kulit, dan kehalusan kulit
   
2.Meminimalkan munculnya garis – garis halus dan kerutan pada wajah
   
3.Menghindari prosedur komestik yang beresiko dengan menggunakan alternatif non – invasif, tidak terlalu agresif
   
4.Menunda munculnya proses penuaan
   
5.Menembus mendalam untuk mengembalikan kadar protein alami kulit
   
6.Semuanya alami dan bebas hypoallergenic – paraben
   
7.Berisi pengisi kerut alami yang melindungi elastisitas dan kekencangan kulit
 
8.Mengisi ulang persediaan alami kulit oleh growth factors dan protein yang bisa habis karena usia bertambah

LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum mengandung 248 Key Human Growth Factor (kunci faktor pertumbuhan manusia) yang mampu merubah tekstur kulit menjadi lembut dan berinteraksi dengan proses-proses alami tubuh untuk menopang peningkatan produksi protein – protein penting seperti Kolagen dan Elastin.

LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum bekerja seperti sihir, mampu mengembalikan kembali penampilan muda orang karena membuat orang terlihat muda, sehat, dan bercahaya.

248 Key Human Growth Factor tadi tidak mengandung seperti DNA dan jaringan hidup manusia melainkan sitokin dan interleukin yang dengan mudah berinteraksi dengan proses alami tubuh manusia yang bekerja pada tingkatan sel – sel kulit.

Teknologi adult stem cell yang diterapkan akan menghantar 248 Key Human Growth Factor meresap ke dalam sembilan lapisan kulit sehingga ketika krim ini yang hanya dioleskan pada permukaan kulit dapat bekerja sepanjang hari untuk meregenerasi sel – sel kulit agar menghasilkan Kolagen dan Elastin yang dapat mempercantik kulit bahkan dapat membantu menyembuhkan kulit akibat luka.

Penerapan hariannya akan menghasilkan perbaikan pada sel kulit yang rusak dan meregenerasi jaringan kulit baru sekaligus membuat kulit bercahaya, halus dan kencang.

LUMINESCE™ bukan perawatan tetapi dapat meregenerasi sel


Dengan menggunakan alat Dermascope, Anda akan melihat perbedaan yang signifikan dalam jumlah kolagen dalam kulit dengan penggunaan LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum. Penggunaannya akan memproduksi jumlah kolagen 3x lebih banyak dalam kulit wajah.

LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum dapat digunakan mulai dari anak berusia 14 tahun. Juga dapat digunakan setelah facial, pengelupasan kulit, stretch mark, keloid, peradangan yang berhubungan dengan jerawat, memulihkan jaringan kulit yang rusak dan juga dapat menyembuhkan luka.


PENUAAN MERUPAKAN HAL YANG TIDAK BISA DIHINDARI NAMUN BISA DITUNDA



Manfaat LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum :

 
~ Memperbaiki sel – sel yang rusak dan mati serta mampu meregenerasi jaringan kulit yang baru.
   
~ Mengencangkan dan mengurangi timbulnya garis – garis halus, kerutan dan kantong mata sehingga kulit wajah tampak lebih segar, cerah dan muda.

Hasil studi setelah penggunaan LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum membuktikan:

88% – peningkatan keseluruhan penampilan kulit.
75% – peningkatan dalam tekstur kulit dan halus.
70% – peningkatan kekencangan dan elastisitas kulit.
70% – penurunan dalam penampilan garis – garis halus dan kerutan.



Bahan – bahan  LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum:

Adiposa  Berasal Media Adult Stem Cell AC, Purified Water, Gliserin,  Saccharomyces Lysate Extract, Hydroxyethylcellulose,  Gluconolactone (dan) Benzoat Natrium,  Natrium Hyaluronate,  Gum xanthan, DL – Panthenol, Sodium PCA, Allantoin,  Superoxide Dismutase, Sodium Hidroksida


Tanya Jawab

Apa keuntungan teknologi adult stem cell pada LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum?

Stem cell yang terdapat LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum berisi sitokin identik manusia yang memiliki atribut yang sama dengan sitokin dalam tubuh manusia. Hal ini memungkinkan interaksi yang sempurna antara LUMINESCE™ dengan proses tubuh alami.

Bagaimana cara yang spesifik LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum memberikan hasil?

Faktor – faktor pertumbuhan dan sitokin yang disediakan oleh teknologi stem cell menembus pori – pori kulit dan bekerja dengan proses tubuh secara alami untuk meeangsang produksi protein matriks seperti kolagen dan elastin. Cara inilah yang membantu mengurangi garis halus dan kerutan

Apa hubungan antara faktor – faktor pertumbuhan dan teknologi stem cell?

Teknologi yang sudah dipatenkan di LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum menyediakan untuk pengiriman hal – hal penting dari faktor pertumbuhan yang ditemukan di kulit yang alami. Seiring bertambahnya usia, produksi faktor – faktor pertumbuhan dalam kulit berkurang dan menyebabkan munculnya kerutan – kerutan dan penipisan kulit. Dengan memperkenalkan kembali fakto – faltor itu tadi melalui penggunaan secara rutin LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum, sel kulit yang rusak dapat diperbaiki dan jaringan – jaringan baru kulit akan dihasilkan.

Apa saja manfaat yang paling berarti atau terlihat dari penggunaan  LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum?

Hasil nyata dari penggunaan  LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum secara rutin diantaranya memungkinkan mengurangi munculnya garis halus dan kerutan, meningkatkan kecerahan kulit, dan mengembalikan kulit yang halus dan muda.

Berapa lama yang diperlukan untuk melihat hasil nyata penggunaan  LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum?

Hasil penggunaan LUMINESCE™ yang bekerja bersamaan dengan proses pembaharuan kulit yang alami akan bervariasi antara orang yang satu dengan yang lainnya karena kondisi tekstur kulit yang berbeda – beda. Jika memang digunakan secara rutin pembaharuan kulit rata – rata terjadi dalam waktu empat minggu tetapi perbaikan yang optimal pada kulit biasanya tidak mencapai lebih dari tiga bulan.

Apa akibat jika berhenti menggunakan LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum?

Tidak ada efek samping negatif atau jelek jika berhenti menggunakan LUMINESCE™ ini. Namun manfaat dari LUMINESCE™ itu tidak akan berlanjut jika tidak lagi menggunakan LUMINESCE™ ini. Tanda – tanda penuaan akan kembali muncul.

Apakah ada efek samping negatif jika menggunakan LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum secara terus menerus?

Sama sekali tidak ada! Yang ada malah Anda akan mendapatkan manfaat yang sangat berarti dan Anda akan mendapatkan manfaat itu bertahan lebih lama pada diri (kulit) Anda.

Bagaimana cara terbaik menggunakan LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum?

Desain botol berbentuk pompa mini, satu atau dua kali pompa dioleskan pada wajah dan leher, dilakukan sehari 2 kali sesuai dosis secukupnya. Sehari 2 kali (pagi hari dan malam hari setelah mandi) merupakan waktu yang ideal penggunaan LUMINESCE™. Hal ini memungkinkan antara penerapan dermal fibrolast untuk memproses faktor pertumbuhan dan sitokin agar dapat melakukan perbaikan jaringan kulit yang diperlukan.

Bagaimana sebaiknya cara menggunakanLUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum jika dikombinasikan dengan produk skin care lainnya?

Pertama cucilah muka Anda menggunakan air lalu Anda bisa menggunakan toner / pembersih. Namun jangan gunakan krim atau serum lain sebelum LUMINESCE™  karena hal ini mengakibatkan LUMINESCE™  terhambat terserap ke dalam kulit. Artinya gunakan dulu LUMINESCE™ dalam keadaan kulit muka bersih lalu beberapa menit kemudian baru mulai menggunakan produk skin care lainnya.

Apakah padaLUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum mengandung stem cell yang hidup?

Tidak ada stem cell di dalam serum ini. Sebaliknya, bentuk cairannya yang alami telah dikondisikan oleh adult stem cell yang merupakan bahan aktif dalam LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum. Media yang terkondisi ini berisi interkulin sitokin dan faktor pertumbuhan yang berinteraksi sempurna dengan proses alami tubuh untuk memperbaiki sel – sel kulit yang rusak dan menumbuhkan jaringan kulit baru.

LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum berisi lebih dari 200 faktor pertumbuhan, berapa banyak faktor pertumbuhan yang terdapat pada produk kelas atas lainnya?

Sampai saat ini tidak ada produk saingan LUMINESCE™ yang bisa memiliki faktor pertumbuhan, sitokin dan interkulin seperti yang dimiliki LUMINESCE™. Meskipun banyak produk lainnya yang mengandung faktor pertumbuhan dari tanaman dan buah – buahan seperti apel, mereka (produk lain) tidak seefektif LUMINESCE™ karena mereka (produk lain) tidak dapat berkomunikasi dengan sel – sel manusia yang diturunkan oleh yang dilakukan faktor pertumbuhan.

Jenis komunikasi yang bagaimanakah yang disebutkan di atas?

Faktor – faktor pertumbuhan pada LUMINESCE™ adalah sebuah bahasa metafora dari sel – sel dan digunakan untuk mengkomunikasikan instruksi – instruksi khusus pada sel tertentu agar melakukan kegitan – kegiatannya, seperti menurunkan peradangan, membuat pembuluh darah baru dan memproduksi kolagen. Faktor – faktor pertumbuhan, sitokin, dan interkulin membantu melaksanakan instruksi – instruksi itu tadi. Sebuah penelitian sedang terus berlangsung mengajarkan lebih dan lebih tentang proses komunikasi sel yang penting ini.

Apa pengaruh yang dimiliki oleh LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum terhadap jerawat dan stretch marks?

Serum ini bekerja untuk mengurangi peradangan yang terkait dengan kedua kondisi tersebut dan menyembuhkan jaringan – jaringan. Untuk masalah strech mark, merupakan langkah yang terbaik menggunakan serum ini ketika luka itu baru saja terjadi namun serum ini juga dapat bekerja dari waktu ke waktu untuk stretch mark yang sudah lama.

Dapatkah wanita hamil menggunakan LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum?

Tidak ada komposisi produk yang akan membahayakan wanita hamil maupun bayinya. Namun dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Berapa jarak waktu yang dianjurkan sebelum dan sesudah menggunakan hair removal??

LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum dapat dilakukan tepat setelah penggunaan hair removal. Bahkan pengunaan LUMINESCE™ akan membantu sel kulit pulih lebih cepat. Perlu diketahui bahwa LUMINESCE™ Serum ini pada awalnya dikembangkan sebagai produk penyembuhan luka. LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum dapat diterapkan setelah facial, pengelupasan kulit akibat bahan kimia, lecet dan waxing.

Apakah ada bahaya replikasi atau peningkatan pertumbuhan sel – sel kanker bila menggunakan LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum?

Faktor-faktor  pertumbuhan, sitokin, dan interleukin yang digunakan dalam menghancurkan sel – sel buruk dan menggantikannya dengan sel – sel sehat, sehingga tidak ada resiko mereplikasi peningkatan pertumbuhan sel kanker. Namun, produk ini bukan digunakan untuk sebagai pengobatan kanker.

Apakah ada efek LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum terhadap kulit yang rentan bekas luka keloid?

Hasil pengujian menunjukan bahwa LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum digunakan segala macam luka yang baru saja terjadi, termasuk bekas luka keloid, dan memberikan hasil penyembuhan yang bagus.

Setelah penggunaan LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum, apakah diserap ke dalam lapisan – lapisan kulit?

Tentu saja. Keistimewaan formula dari LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum menegaskan bahwa serum ini mampu melakukan penetrasi hingga tingkat sel kulit yang dalam. Hal ini merupakan salah satu alasan bahwa serum ini sangat efektif.

Apakah LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum cocok dengan proses alami tubuh?

Serum ini 100% cocok. LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum merangsang sel – sek tubuh untuk memperbaikinya dan meperbaharui dirinya sendiri denagn berkomunikasi pada sel untuk menciptakan kembali struktur mereka pada tingkat molekuler.

Apakah ada akibat buruk jika menggunakan LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum bersama dengan produk perawatan kulit lainnya?

Tidak ada.

Dapatkah mengunakan LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum secara berlebihan?

Tidak ada konsekuensi buruk jika menggunakan LUMINESCE™ lebih dari dosis yang dianjurkan.
Cara Pemakaian:

   
1.Cucilah wajah Anda dengan menggunakan pembersih maupun air hingga bersih.
   
2.Gunakan dulu serum LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum dalam keadaan kulit wajah yang bersih dan beberapa menit kemudian baru Anda oleskan LUMINESCE™ daily moisturizing complex spf 30. (pagi hari)
   
3.Gunakan dulu serum LUMINESCE™ Cellular Rejuvenation Serum dalam keadaan kulit wajah yang bersih dan beberapa menit kemudian baru Anda oleskan LUMINESCE™ Advanced Night Repair. (malam hari)
   
4.Jangan menggunakan krim / serum lain sebelum LUMINESCE™ karena hal ini akan menghambat LUMINESCE™ diserap ke dalam kulit

Info lengkap hub:

www.tokobahagia.com

Linda
08161400946
021-92997989
pin BB 20EB3B29




   
Jumlah Posts : 98
Jumlah di-Like : 8
bunda...

bunda2 apa ya penyebab air ketuban berlebih?trus bahaya apa?akibat dari air ketuban yg berlebih?please help me lagi bingung ne...
   
Jumlah Posts : 90
Jumlah di-Like : 2
mau tanya... apa akibat yang akan di timbulkan pada janin/bayi.. apablia selama hamil ibu nya merokok... walau pun tidak sering, hanya sesekali saat mual saja...

   
09-01-2014 06:26:07 Harus gak ya suntik IPD
Jumlah Posts : 527
Jumlah di-Like : belum ada like
Imunisasi IPD/PCV Perlukah?





Mau berbagi share ya bunda semua mengenai imuniasi PCV / IPD dan HIB setalah sebelumnya saya ketemu 2 dokter di RSIA.Brawijaya dan  dua dokter itu bilang wajib ya dianjurkan dengan memberikan beberapa poin penting mengenai si imunisasi PCV ini telah dan sebenernya L dijadwalkan kemaren buat imunisasi tanggal 9 juni kemaren dan kebetulan ada masalah jadi ditunda buat imunisasi dan sebenernya aku juga agak-agak emh dalem hati mikir (perlu gak sih perlu gak sih dan searching di Mbah google dan disitu ada yg say yes ada juga yg say no) makin kritis buat mikir ah L imunisasi gak yaaa ?. ? Dan kemaren suami ngajak buat konsultasi lagi ke Markas sehat mampang dan ketemu salah satu dokter yg ngejelasin detil tentang imunisasi ini. Sebelumnya aku jelasin dulu ya ?   Kebetulan aku dikasih buku tentang imunisasi ini yang dia punyaOke share juga di beberapa milis dan mereka juga bahas seberapa penting imunisasi dan aku sempet chat sama salah satu seorang ibu yg anaknya pernah terjangkit virusPNEUMOKOKUS dan dia bilang sangat menyesal menyepelekan hal ini awalnya dia merasa tidak penting karna memang tidak wajib balik lagi ?siapa sih yg mau anaknya terjangkit virus ini kita kan gak tau akan atau tidaknya terjangkit virus ini dan dia pesen (mom baiknya di imunisasikan memang imunisasi ini harganya lumayan mahal tapi ketimbang telat dan malah mengobati mom lebih baik dicegah) ini adalah poin pertama yang saya dapat dari imunisasi tersebut. Oke aku kasih tau ya apa sih vaksin PCV itu Mengapa anak perlu terlindung dari penyakit yang disebabkan oleh PNEUMOKOKUS ? (IPD dan OTitus Media AKut) 1.  Mengapa PNEUMOKOKUS pada anak perlu diwaspadai ?Data badan kesehatan dunia, WHO (2007) mencatat sekitar satu juta balita meninggal setiap tahun akibat penyakit yang disebutINVASIVE PNEUMOCCOCCAL DIASEASE (IPD). Sekitar tiga perempat kasusu tersebut tersebar di 15 negara berkembang dan Indonesia berada di peringkat ke-6 dengan 6 juta kasus, artinya tiga balita perjamnya di Indonesia meninggal karna penyakit ini.Penyakit ini cukup berbahaya karna tidak jarang menyebabkan kematian pada anak balita. Orangtua hendaknya waspada terhadap bahaya serangan penyakit IPD karna dapat mengancam nyawa, terutama pada anak usia dibawah 2tahun. 2. Apa itu penyakit PNEUMOKOKUS ?Penyakit PNEUMOKOKUS terdiri atas meninghitis (radang selaput otak), septikema (keracunan darah), bakteria pneumonia (infeksi darah), dan otitis media (infeksi telinga), yang disebabkan oleh bakteri Streptocuccus Pneumoniae. Beberapa diantaranya penyakit ini bisa menjadi serius, terutama jika terjadi pada anak-anak. PNEUMOKOKUS meninghitis ini bisa berakibat fatal dan setengah dari mereka yang dapat bertahan hidup akan mengalami cacat permanen seperti tuli, kerusajab otak atau kelumpuhan PNEUMOKOKUS PNEUMONIAPneumonia pneumokokus ini lebih serius dari pada jenis pneumonia yang lain, dan sering menyebabkan anak harus masuk rumah sakit. Gejala yang harus diwaspadai adalah demam, batuk, bernapas cepat. Gejala lain diantaranya sakit dada, mual, muntah, sakit kepala, kelelahan, menggigil dan nyeri otot. PNEUMOKOKUS 0TITIS MEDIAMerupakan jenis infeksi telinga yang sangat umum terjadi pada anak-anak. Hal ini tentu sangat menyusahkan bagi mereka maupun keluarga.Gejala yang ditimbulkan antaranya rasa sakit, hidung beringus, batuk, iritabilitas, gelisah, nafau makan yang buruk, terus menerus menangis, diare dan muntah-muntah. 3.bagaimana jika anak saya tertular penyakit PNEUMOKOKUS ?Bakteri yang menyebabkan peneumokokus tinggal ditenggorokan dan rongga hidung setiap anak yang sehat. Bakteri ini dapat ditularkan dari anak-anak lain yang memderita infeksi PNEUMOKOKUS, dikelompok bermain atau penitipan bayi. 4. Bagaimana mencegah penyakit PNEUMOKOKUS ?Jika di identifikasi lebih awal, dan jika pasien diberikan perawatan yang tepat, sebenarnya infeksi PNEUMOKOKUS bisa diobati. Secara khusus, PNEUMOKOKUS otitis media umumnya bisa diobati dengan antibiotik. Namun, saat ini terjadi peningkatan resistensi bakteri terhadap antibiotik, sehingga para dokter lebih mengutamakan pencegahan terhadap penyakit dari pada pengobatan. 5. Bagaimana saya bisa melindungi anak saya dari penyakit PNEUMOKOKUS ?Vaksinasi terhadap infeksi PNEUMOKOKUSsekarang telah tersedia hampir 90 negara di dunia, dan telah menjadi bagian dari awal imunisasi di lebih dari 20 negara diantaranya (termasuk Amerika serikat dan kebanyakan negara Eropa Barat)Vaksin sangat berhasil dalam mengurangi jumlah kasus penyakit PNEUMOKOKUS. Vaksinasi memang tidak dapat melindungi anak dari semua infeksi PNEUMOKOKUS, namun setidaknya akam melindungi anak dari timbulnya gejala yang lebih serius.Telah tersedia juga di Indonesia vaksin konjugat PNEUMOKOKUS, dan telah direkomendasikan oleh IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA (IDAI) untuk diberikan kepada bayi usia 2, 4, dan 6 bulanKeuntungan, vaksin PNEUMOKOKUS dapat diberikan secara bersamaan dengan vaksin anak lainnya. 6. Siapa yang paling beresiko tertular penyakit PNEUMOKOKUS ?Anak-anak kecil (kurang dari dua tahun) dan orang tua adalah yang paling rentan tertular penyakit PNEUMOKOKUS, sehingga dalam kondisi tertentu mereka sangat membutuhkan perlindungan. Nah ini definisi Imunisasi HIB (hemofilus influenza tipe B).HIB bukanlah virus influenza melainkan bakteri yang menyebabkan pneumonia dan radang selaput otak (meninghitis). Balita, anak yang dititipkan di daycare, anak yang tinggal dihunian padat penduduk, dan bayi yang tidak mendapatkan ASI adalah kelompok yang paling rentan terkena virus Hib. Penularan terjadi melalui udara dan kontak langsung dengan penderita. Di Indonesia, HIb merupakan 38 persen penyebab meninghitis pada bayi dan balita. Sekitar 5-10 persen korban infeksi Hib akan meninggal dunia.Jika infeksi akut Hib menyerang bayi berusia dibawah 6 bulan, tingkat kematian mencapai 40%. Hib juga menjadi 5-18 persen kejadian pneumonia. Kantung udara di paru-paru dipenuhi cairan sehingga fungsi paru-paru terganggu. Akibat penumpukan cairan tersebut, oksigen sulit mencapai aliran darah. Jika oksigen didalam darah sedikit, sel-sel rubuh tidak dapat bekerja dengan baik sehingga bisa berujung pada kematian. Penyakit oleh bakteri Hib adalah epiglotitis yaitu penyakit radang tulang rawan tenggorokan. Penyakit ini paling sering terjadi pada anak-anak usia 2-4tahun. Penyakit ini diawali dengan sakit tenggorokan dan demam. Kemudian tulang rawan ditengah tenggorokan akan membengkak dan mengganggu jalan nafas sehingga penderitaannya sulit bernafas. Penderita bisa meninggal dalam hitungan jam karena kekurangan nafasPEMBERIAN VAKSINSebelum vaksin Hib ditemukan pada 1980-an, Hib merupakan penyebab utama meninghitis bakteri pada balita. Dua per tiga dari kasus meninghitis Hib ditemukan pada anak berusia dibawah 18 bulan, kini vaksinasi dilakukan sebanyak tiga kali. Pertama saat anak berusia 2,4 dan 6 bulan. Lalu vaksin Hib diulang pada usia 12-15 bulan.Mengingat Hib lebih sering menyerang bayi kecil (laporan CDC menunjukan bahwa 26 persen infeksi Hib terjadi pada bayi berusia 2-6 bulan dan 25 persen pada bayi usia 7-11 bulan), maka vaksin hib sebaiknya telah diberikan sejak bayi menginjak 2 bulan. Namun vaksin Hib tidak  dianjurkan untuk diberikan terhadap bayi dibawah usia 2 bulan karena bayi yang masih sangat kecil belum dapat membentuk antibodi. Di negara maju, imunisasi menurunkan kejadian infeksi Hib hingga lebih dari 95 persen. Ini yang saya dapat dari konsultasi kemaren sebenernya saya udah dapet tentang seberapa pentingnya si PCV  atau IPD ini dari 2 dokter tapi saya masih kurang puas akhirnya saya datang lagi ke MARKAS SEHAT ketemu dengan salah satu dokter yang menerangkan lebih jelas tentang imunisasi ini. Oh ya alhamdulillah anak saya sudah mendapatkan imunisasi Hib lengkap jadi tinggal PCV atau IPD saja, sebenernya kan imunisasi PCV  ini diberikan pada usia bayi mulai dari 2 bulan ya namun karna L sudah lebih dari 2 bulan yakni 7 bulan maka L hanya mendapatkan 3x suntik saja rencana akhir bulan ini saya kembali ke brawijaya untuk segera vaksin.
   
Jumlah Posts : 527
Jumlah di-Like : belum ada like
So long long articcle ya,bund?Poin pentingnya disini :) 20 Mitos Kampanye Hitam Anti ImunisasiDr. Widodo Judarwanto Sp.A Imunisasi adalah investasi terbesar bagi anak di masa depan. Imunisasi adalah hak anak yang tidak bisa ditunda dan diabaikan sedikitpun. Imunisasi sudah terbukti manfaat dan efektivitasnya dan teruji keamanannya secara ilmiah dengan berdasarkan kejadian berbasis bukti. Tetapi masih banyak saja orangtua dan kelompok orang yang menyangsikannya. Setiap tahun ada sekitar 2,4 juta anak usia kurang dari 5 tahun di dunia yang meninggal karena penyakit-penyakit yang dapat dicegah oleh vaksinasi. Di Indonesia, sekitar 7 persen anak belum mendapatkan vaksinasi. Salah satu masalah utama yang menghambat keberhasilan program imunisasi adalah penyebaran informasi yang tidak benar dan menyesatkan tentang imunisasi. Hal itu adalah wajar terjadi karena demikian banyak informasi yang beredar yang tidak berdasarkan pemikiran dan dasar ilmiah meski dilakukan oleh seorang dokter. Hambatan lain adalah munculnya kelompok-kelompok antivaksinasi yang menyebabkan kampanye hitam dengan membawa faktor agama dan budaya. Biasanya, kelompok tertentu yang menyebarkan kampanye hitam imunisasi demi kepentingan pribadi khususnya dalam kepentingan bisnis terselubung yang mereka lakukan. Sebagian kelompok ini adalah yang berdiri dibelakang oknum pelaku naturopathy, food combining, homeopathy atau bisnis terapi herbal. Inilah 20 Mitos Tidak benar Yang Disebarkan Kampanye Hitam Anti Imunisasi : 1. Imunisasi tidak aman.Tidak Benar. Saat ini 194 negara terus melakukan vaksinasi untuk bayi dan balita. Badan resmi yang meneliti dan mengawasi vaksin di negara tersebut umumnya terdiri atas para dokter ahli penyakit infeksi, imunologi, mikrobiologi, farmakologi, epidemiologi, dan biostatistika. Sampai saat ini tidak ada negara yang melarang vaksinasi, justru semua negara berusaha meningkatkan cakupan imunisasi lebih dari 90% . 2. Terdapat "ilmuwan" menyatakan bahwa imunisasi berbahaya.Tidak benar imunisasi berbahaya. "Ilmuwan" yang sering dikutip di buku, tabloid, milis ternyata bukan ahli vaksin, melainkan ahli statistik, psikolog, homeopati, bakteriologi, sarjana hukum, wartawan. sehingga mereka tidak mengerti betul tentang vaksin. Sebagian besar mereka bekerja pada era tahun 1950- 1960, sehingga sumber datanya juga sangat kuno. 3. "Ilmuwan kuno" yang sering dikutip informasi di media masa atau media elektronik lainnya adalah ahli vaksin.Tidak benar. Mereka semua bukan ahli vaksin. Contoh : Dr Bernard Greenberg (biostatistika tahun 1950), DR. Bernard Rimland (Psikolog), Dr. William Hay (kolumnis), Dr. Richard Moskowitz (homeopatik), dr. Harris Coulter, PhD (penulis buku homeopatik, kanker), Neil Z. Miller, (psikolog, jurnalis), WB Clark (awal tahun 1950), Bernice Eddy (Bakteriologis tahun 1954), Robert F. Kenedy Jr (sarjana hukum) Dr. WB Clarke (ahli kanker, 1950an), Dr. Bernard Greenberg (1957-1959), Dr. William Hay, penulis buku "Immunisation: The Reality behind the Myth"(penggagas food combioning). Neil Z. Miller sering disebut sebagai peneliti vaksin internasional ternyata adalah medical research journalist dan natural health advocate. 4. Dokter Wakefield adalah "ahli vaksin", membuktikan MMR menyebabkan autisme.Tidak benar. Wakefield juga bukan ahli vaksin, dia dokter spesialis bedah. Penelitian Wakefield tahun 1998 hanya dengan sample 18. Banyak penelitian lain oleh ahli vaksin di beberapa negara menyimpulkan MMR tidak terbukti mengakibatkan autis. Setelah diaudit oleh tim ahli penelitian, terbukti bahwa Wakefield memalsukan data, sehingga kesimpulannya salah. Hal ini telah diumumkan di majalah resmi kedokteran Inggris British Medical Journal Februari 2011. 5. Imunisasi sebabkan autisme.Tidak benar. Beberapa institusi atau badan dunia di bidang kesehatan yang independen dan sudah diakui kredibilitasnya juga melakukan kajian ilmiah dan penelitian tentang tidak adanya hubungan imunisasi dan autisme. Dari hasil kajian tersebut, dikeluarkan rekomendasi untuk tenaga profesional untuk tetap menggunakan imunisasi MMR dan thimerosal karena tidak terbukti mengakibatkan Autisme. The All Party Parliamentary Group on Primary Care and Public Health pada bulan Agustus 2000, menegaskan bahwa MMR aman. Dengan memperhatikan hubungan yang tidak terbukti antara beberapa kondisi seperti inflammatory bowel disease (gangguan pencernaan) dan autisme adalah tidak berdasar. WHO (World Health Organisation), pada bulan Januari 2001 menyatakan mendukung sepenuhnya penggunaan imunisasi MMR dengan didasarkan kajian tentang keamanan dan efikasinya. Beberapa institusi dan organisasi kesehatan bergengsi di Inggris pada Januari 2001 setelah mengadakan pertemuan dengan pemerintahan Inggris mengeluarkan pernyataan bersama yaitu MMR adalah vaksin yang sangat efektif dengan laporan keamanan yang sangat baik. The American Academy of Pediatrics (AAP), organisasi profesi dokter anak di Amerika Serikat pada tanggal 12 - 13 Juni 2000 mengadakan konferensi dengan topik "New Challenges in Childhood Immunizations" di Oak Brook, Illinois Amerika Serikat yang dihadiri para orang tua penderita autisme, pakar imunisasi kesehatan anak dan para peneliti. Pertemuan tersebut merekomendasikan bahwa tidak terdapat hubungan antara MMR dan autisme. Menyatakan bahwa pemberian imunisasi secara terpisah tidak lebih baik dibandingkan MMR, malahan terjadi keterlambatan imunisasi MMR. Selanjutnya akan dilakukan penelitian lebih jauh tentang penyebab autisme. 6. Thimerosal dalam kandungan autism sebagai penyebab autisme. Tidak benar. Penelitian yang mengungkapkan bahwa thimerosal tidak mengakibatkan Autis dilakukan oleh berbagai penelitian di antaranya dilakukan oleh Kreesten M. Madsen dkk dari berbagai intitusi di Denmark. Mereka mengadakan penelitian bersama terhadap anak usia 2 hingga 10 tahun sejak tahun 1970 hingga tahun 2000. Mengamati 956 anak sejak tahun 1971 hingga 2.000 anak dengan autis. Sejak thimerosal digunakan hingga tahun 1990 tidak didapatkan kenaikkan penderita auitis secara bermakna. Kemudian sejak tahun 1991 hingga tahun 2000 bersamaan dengan tidak digunakannya thimerosal pada vaksin ternyata jumlah penderita autis malah meningkat drastis. Kesimpulan penelitian tersebut adalah tidak ada hubungan antara pemberian thimerosal dengan autis. Demikian juga Stehr-Green P dkk, Department of Epidemiology, School of Public Health and Community Medicine, University of Washington, Seattle, WA, bulan Agustus 2003 melaporkan antara tahun 1980 hingga 1990 membandingkan prevalensi dan insiden penderita autisme di California, Swedia, dan Denmark yang mendapatkan ekposur dengan imunisasi thimerosal. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa insiden pemberian thimerosal pada autisme tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Geier DA dalam Jurnal Americans Physicians Surgery tahun 2003, menungkapkan bahwa thimerosal tidak terbukti mengakibatkan gangguan neurodevelopment (gangguan perkembangan karena persarafan) dan penyakit jantung. Melalui forum National Academic Press tahun 2001, Stratton K dkk melaporkan tentang keamanan thimerosal pada vaksin dan tidak berpengaruh terhadap gangguan gangguan neurodevelopment (gangguan perkembangan karena persarafan). Sedangkan Hviid A dkk dalam laporan di majalah JAMA 2004 mengungkapkan penelitian terhadap 2.986.654 anak per tahun didapatkan 440 kasus autis. Dilakukan pengamatan pada kelompok anak yang menerima thimerosal dan tidak menerima thimerosal. Ternyata tidak didapatkan perbedaan bermakna. Disimpulkan bahwa pemberian thimerosal tidak berhubungan dengan terjadinya autis. Menurut penelitian Eto, menunjukkan manifestasi klinis autis sangat berbeda dengan keracunan merkuri. Sedangkan Aschner, dalam penelitiannya menyimpulkan tidak terdapat peningkatan kadar merkuri dalam rambut, urin dan darah anak Autis. Pichichero melakukan penelitian terhadap 40 bayi usia 2-6 bulan yang diberi vaksin yang mengandung thimerosal dan dibandingkan pada kelompok kontrol tanpa diberi thimerosal. Setelah itu dilakukan evaluasi kadar thimerosal dalam tinja dan darah bayi tersebut. Ternyata thimerosal tidak meningkatkan kadar merkuri dalam darah, karena etilmerkuri akan cepat dieliminasi dari darah melalui tinja. Selain itu masih banyak lagi peneliti melaporkan hasil yang sama, yaitu thimerosal tidak mengakibatkan autisme. 7. Semua vaksin terdapat zat-zat berbahaya yang dapat merusak otak ?Tidak benar. Isu itu karena "ilmuwan" tersebut di atas tidak mengerti isi vaksin, manfaat, dan batas keamanan zat-zat di dalam vaksin. Contoh: jumlah total etil merkuri yang masuk ke tubuh bayi melalui vaksin sekitar 2 mcg/kgbb/minggu, sedangkan batas aman menurut WHO adalah jauh lebih banyak (159 mcg/kgbb/minggu). Oleh karena itu vaksin mengandung merkuri dengan dosis yang sangat rendah dan dinyatakan aman oleh WHO dan badan-badan pengawasan lainnya. 8. Vaksin terbuat dari nanah, dibiakkan di janin anjing, babi, manusia yang sengaja digugurkan?Tidak benar. Isu itu bersumber dari "ilmuwan" 50 tahun lalu (tahun 1961-1962). Pengetahuan imunologi, biomolekuilar vaksin dan tknologi pembuatan vaksin berkembang sangat pesat. Sekarang tidak ada vaksin yang terbuat dari nanah atau dibiakkan embrio anjing, babi, atau manusia. Metode baru dan teknologi paling modern dari manipulasi biomolekuler telah diyakini teknologi vaksin baru sekarang memasuki "zaman keemasan." Perbaikan vaksin sangat mungkin dilakukan di masa depan untuk mendapatkan keamanan dan efektifitas vaksin lebih hebat lagi 9. Imunisasi tak masuk akal bermanfaat.Tidak benar. Pendapat yang menyesatkan yang tidak berdasarkan kajian ilmiah dan penelitian ilmiah dikeluarkan oleh Dr. William Hay seorang dokter yang bergerak di bidang food combining, dalam buku "Immunisation: The Reality behind the Myth""Tak masuk akal memikirkan bahwa Anda bisa menyuntikkan nanah ke dalam tubuh anak kecil dan dengan proses tertentu akan meningkatkan kesehatan. Tubuh punya cara pertahanan tersendiri yang tergantung pada vitalitas saat itu. Jika dalam kondisi fit, tubuh akan mampu melawan semua infeksi, dan jika kondisinya sedang menurun, tidak akan mampu. Dan Anda tidak dapat mengubah kebugaran tubuh menjadi lebih baik dengan memasukkan racun apapun juga ke dalamnya." Padahal sampai saat ini 194 negara di seluruh dunia yakin bahwa imunisasi aman dan bermanfaat mencegah wabah, sakit berat, cacat, dan kematian pada bayi dan balita. Terbukti 194 negara tersebut terus menerus melaksanakan program imunisasi, termasuk negara dengan sosial ekonomi tinggi dan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, dengan cakupan umumnya lebih dari 85 %. Ribuan penelitian tentang efikasi dan manfaat vaksi secara biomolekular dan secara statistik bermanfaat secara bermakna. 10. Vaksin mengandung lemak babi ?Tidak benar. Hanya sebagian kecil dari vaksin yang pernah bersinggungan dengan tripsin pada proses pengembangan maupun pembuatannya seperti vaksin polio injeksi (IPV) dan meningitis. Pada vaksin meningitis, pada proses penyemaian induk bibit vaksin tertentu 15 ? 20 tahun lalu, ketika panen bibit vaksin tersebut bersinggungan dengan tripsin pankreas babi untuk melepaskan induk vaksin dari persemaiannya. Tetapi kemudian induk bibit vaksin tersebut dicuci dan dibersihkan total, sehingga pada vaksin yang disuntikkan tidak mengandung tripsin babi. Atas dasar itu maka Majelis Ulama Indonesia berpendapat vaksin itu boleh dipakai, selama belum ada penggantinya. Contohnya vaksin meningokokus (meningitis) haji diwajibkan oleh Saudi Arabia bagi semua jemaah haji untuk mencegah radang otak karena meningokokus. 11. Vaksin yang dipakai di Indonesia buatan Amerika ?Tidak benar. Vaksin yang digunakan oleh program imunisasi di Indonesia adalah buatan PT Bio Farma Bandung, yang merupakan BUMN, dengan 98,6% karyawannya adalah Muslim. Proses penelitian dan pembuatannya mendapat pengawasan ketat dari ahli-ahli vaksin di BPOM dan WHO. Vaksin-vaksin tersebut juga diekspor ke 120 negara, termasuk 36 negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam, seperti Iran dan Mesir. Vaksin yang digunakan oleh program imunisasi di Indonesia adalah buatan PT Biofarma Bandung. Vaksin-vaksin tersebut dibeli dan dipakai oleh 120 negara, termasuk 36 negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam 12. Program imunisasi hanya di negara Muslim dan miskin agar menjadi bangsa yang lemah?Tidak benar. Imunisasi saat ini dilakukan di 194 negara, termasuk negara-negara maju dengan status sosial ekonomi tinggi, dan negara-negara non-Muslim. Kalau imunisasi bisa melemahkan bangsa, maka mereka juga akan lemah, karena mereka juga melakukan program imunisasi, bahkan lebih dulu dengan jenis vaksin lebih banyak. Kenyataanya : bangsa dengan cakupan imunisasi lebih tinggi justru lebih kuat. Jadi terbukti bahwa imunisasi justru memperkuat kekebalan terhadap penyakit infeksi, bukan melemahkan. 13. Di Amerika banyak kematian bayi akibat vaksin ?Tidak benar. Isu itu karena penulis tidak faham data Vaccine Adverse Event Reporting System (VAERS) FDA Amerika tahun 1991-1994, yang mencatat 38.787 laporan kejadian ikutan pasca imunisasi, oleh penulis angka tersebut ditafsirkan sebagai angka kematian bayi 1 - 3 bulan. Kalau memang benar angka kematian begitu tinggi tentu FDA AS akan heboh dan menghentikan vaksinasi. Faktanya Amerika tidak pernah meghentikan vaksinasi bahkan mempertahankan cakupan semua imunisasi di atas 90 %. Angka tersebut adalah semua keluhan nyeri, gatal, merah, bengkak di bekas suntikan, demam, pusing, muntah yang memang rutin harus dicatat kalau ada laporan masuk. Kalau ada 38.787 laporan dari 4,5 juta bayi berarti KIPI hanya 0,9 %. 14. Banyak bayi balita meninggal pada imunisasi masal campak di Indonesia ?Tidak benar. Setiap laporan kecurigaan adanya kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) selalu dikaji oleh Komnas/Komda KIPI yang terdiri dari pakar-pakar penyakit infeksi, imunisasi, imunologi. Setelah dianalisis dari keterangan keluarga, dokter yang merawat di rumah sakit, hasil pemeriksaan fisik, dan laboratorium, ternyata balita tersebut meninggal karena radang otak, bukan karena vaksin campak. Pada bulan itu ada beberapa balita yang tidak imunisasi campak juga menderita radang otak. Berarti kematian balita tersebut bukan karena imunisasi campak, tetapi karena radang otak. 15. Demam, bengkak, merah setelah imunisasi adalah bukti vaksin berbahaya?Tidak benar. Demam, merah, bengkak, gatal di bekas suntikan adalah reaksi wajar setelah vaksin masuk ke dalam tubuh. Seperti rasa pedas dan berkeringat setelah makan sambal adalah reaksi normal tubuh kita. Umumnya keluhan tersebut akan hilang dalam beberapa hari. Boleh diberi obat penurun panas, dikompres. Bila perlu bisa konsul ke petugas kesehatan terdekat. 16. Program imunisasi gagal?Tidak benar. Isu-isu tersebut bersumber dari data yang sangat kuno (50-150 tahun lalu) hanya dari 1 - 2 negara saja, sehingga hasilnya sangat berbeda dengan hasil penelitian terbaru, karena vaksinnya sangat berbeda. Isu vaksin cacar variola gagal, berdasarkan data yang sangat kuno, di Inggris tahun 1867 - 1880 dan Jepang tahun 1872-1892. Fakta terbaru sangat berbeda, bahwa dengan imunisasi cacar di seluruh dunia sejak tahun 1980 dunia bebas cacar variola. Isu vaksin difteri gagal, berdasarkan data di Jerman tahun 1939. Fakta sekarang: vaksin difteri dipakai di seluruh dunia dan mampu menurunkan kasus difteri hingga 95 %. Isu pertusis gagal hanya dari data di Kansas dan Nova Scottia tahun 1986. Isu vaksin campak berbahaya hanya berdasar penelitian 1989-1991 pada anak miskin berkulit hitam di Meksiko, Haiti dan Afrika. 17. Program imunisasi gagal, karena setelah diimunisasi bayi balita masih bisa tertular penyakit tersebut ?Tidak benar. Program imunisasi di seluruh dunia tidak pernah gagal. Perlindungan vaksin memang tidak 100%. Bayi dan balita yang telah diimunisasi masih bisa tertular penyakit, tetapi jauh lebih ringan dan tidak berbahaya. Banyak penelitian imunologi dan epidemiologi di berbagai membuktikan bahwa bayi balita yang tidak diimunisasi lengkap tidak mempunyai kekebalan spesifik terhadap penyakit-penyakit berbahaya. Mereka mudah tertular penyakit tersebut, akan menderita sakit berat, menularkan ke anak-anak lain, menyebar luas, terjadi wabah, menyebabkan banyak kematian dan cacat. 18. Vaksin berbahaya, tidak effektif, tidak dilakukan di negara maju ?Tidak benar. Karena di Indonesia ada orang-orang yang tidak mengerti tentang vaksin dan imunisasi, hanya mengutip dari "ilmuwan" tahun 1950 -1960 yang ternyata bukan ahli vaksin, atau berdasar data-data 30 - 40 tahun lalu (1970 - 1980an) atau hanya dari 1 sumber yang tidak kuat. Atau dia mengutip Wakefield spesialis bedah, bukan ahli vaksin, yang penelitiannya dibantah oleh banyak tim peneliti lain, dan oleh majalah resmi kedokteran Inggris British Medical Journal Februari 2011 penelitian Wakefield dinyatakan salah atau bohong. Ia hanya berdasar kepada 1 - 2 laporan kasus yang tidak diteliti lebih lanjut secara ilmiah, hanya berdasar logika biasa. Badan penelitian di berbagai negara membuktikan bahwa dengan meningkatkan cakupan imunisasi, maka penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi berkurang secara bermakna. Oleh karena itu, saat ini program imunisasi dilakukan terus menerus di 194 negara, termasuk negara dengan sosial ekonomi tinggi dan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. 19. ASI, gizi, dan suplemen herbal sudah cukup menggantikan imunisasi .Tidak ada satupun badan penelitian di dunia yang menyatakan bisa, karena kekebalan yang dibentuk sangatlah berbeda. ASI, gizi, suplemen herbal, kebersihan, hanya memperkuat pertahanan tubuh secara umum, karena tidak membentuk kekebalan spesifik terhadap kuman tertentu. Kalau jumlah kuman banyak dan ganas, perlindungan umum tidak mampu melindungi bayi, sehingga masih bisa sakit berat, cacat atau bahkan mati. Imunisasi merangsang pembentukan antibodi dan kekebalan seluler yang spesifik terhadap kuman-kuman atau racun kuman tertentu, sehingga bekerja lebih cepat, efektif, dan efisien untuk mencegah penularan penyakit yang berbahaya. Selain diberi imunisasi, bayi harus diberi ASI eksklusif, makanan pendamping ASI dengan gizi lengkap dan seimbang, kebersihan badan, makanan, minuman, pakaian, mainan, dan lingkungan. Suplemen diberikan sesuai kebutuhan individual yang bervariasi. Selain itu bayi harus diberikan kasih sayang dan stimulasi bermain untuk mengembangkan kecerdasan, kreatifitas dan perilaku yang baik. 20. Imunisasi dan Konspirasi Zionisme di dalamnya.Tidak benar. Jika dirunut sejarah vaksin modern yang dilakukan oleh Flexner Brothers, dapat ditemukan bahwa kegiatan mereka dalam penelitian tentang vaksinasi pada manusia didanai oleh Keluarga Rockefeller. Di dunia internasional banyak yayasan sosial yang mendanai penelitian ilmiah tentang vaksin dan masalah kesehatan masyarakat lainnya. Memang Rockefeller sendiri adalah salah satu keluarga Yahudi yang paling berpengaruh di dunia tetapi sebenarnya mereka adalah pendiri WHO dan lembaga strategis lainnya (The UN's WHO was established by the Rockefeller family's foundation in 1948 - the year after the same Rockefeller cohort established the CIA. Two years later the Rockefeller Foundation established the U.S. Government's National Science Foundation, the National Institute of Health (NIH), and earlier, the nation's Public Health Service (PHS). Yayasan Rockefeller yang berdiri sejak tahun 1913 dan kredibilitasnya telah diakui dunia kesehatan Internasional yang berupaya meningkatkan kesehatan global dengan bekerja untuk mengubah sistem kesehatan sehingga lebih mudah diakses dan terjangkau masyarakat tidak mampu. Yayasan kesehatan dunia ini juga menghubungkan jaringan surveilans penyakit global untuk membantu mereka yang berjuang meminimalkan penyebaran penyakit menular yang dapat menyebabkan pandemi. Yayasan ini juga meningkatkan monitoring, deteksi dan respon terhadap penyakit menular seperti Ebola, SARS, dan flu burung untuk mencegah pandemi. Memperluas penggunaan teknologi untuk meningkatkan perawatan kesehatan. Melibatkan sektor swasta untuk bekerja dengan sektor publik dalam mengembangkan praktik dan kebijakan untuk menyediakan dan mendanai pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin. Sikap orang tua dalam menghadapi kampanye hitam * Bila mendengar dan mengetahui kontroversi tersebut, maka pasti akan membingungkan masyarakat awam. Hal ini terjadi karena yang memberikan informasi yang tidak benar tersebut adalah para ahli kedokteran tetapi yang tidak berkompeten sesuai keahliannya. Untuk menyikapinya kita harus cermat dan teliti dan berpikiran lebih jernih. Kalau mengamati beberapa penelitian yang mendukung adanya berbagai kejadian berhubungan dengan imunisasi, mungkin benar sebagai pemicu atau sebagai co-accident atau kebetulan. * Penelitian yang menunjukkan hubungan keterkaitan imunisasi dan berbagai hal yang tidak benar hanya dilihat dalam satu kelompok kecil (populasi). Secara statistik hal ini hanya menunjukkan hubungan, tidak menunjukkan sebab akibat. Kita juga tidak boleh langsung terpengaruh pada laporan satu atau beberapa kasus, misalnya bila orang tua anak autism berpendapat bahwa anaknya timbul gejala autism setelah imunisasi. Kesimpulan tersebut tidak bisa digeneralisasikan terhadap anak sehat secara umum (populasi lebih luas). Kalau itu terjadi bisa saja kita juga terpengaruh oleh beberapa makanan yang harus dihindari oleh penderita autism juga juga akan dihindari oleh anak sehat lainnya. Jadi logika tersebut harus dicermati dan dimengerti. * Menanggapi tantangan tersebut, Prof Sri Rezeki Hadinegoro, Ketua Pelaksana Konferensi Vaksin Se-Asia 3 mengatakan, pemerintah bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melakukan pendekatan kepada ulama dan masyarakat untuk memberikan pemahaman yang benar. "Kami tidak melawan pemahaman kelompok antivaksin, tetapi jangan memutarbalikkan fakta pada masyarakat," kata Sri dalam acara jumpa pers pelaksanaan Konferensi Vaksinasi Asia Ke-3 di Jakarta, Kamis (28/7/2011). * Ketua Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama menambahkan, masyarakat seharusnya tidak perlu mengkhawatirkan keamanan dan kehalalan vaksin yang beredar. "Pemerintah menjamin semua vaksin yang beredar sesuai kaidah-kaidah yang berlaku. Pada kasus kontroversi vaksin meningitis untuk jemaah haji, kami mengikuti saran MUI," katanya. * Persoalan black campaign dari vaksin ternyata juga ditemui di negara-negara lain, misalnya di Filipina. Menurut Enrique Tayag, President of Philliphine Foundation for Vaccination, kelompok antivaksin juga menjadi tantangan. "Bagaimanapun masyarakat harus diingatkan manfaat vaksin untuk kesehatan anak jauh lebih besar daripada efek samping yang ditakutkan," katanya dalam kesempatan yang sama. Hambatan lain adalah munculnya kelompok-kelompok antivaksinasi yang menyebabkan kampanye hitam dengan membawa faktor agama dan budaya. Biasanya kelompok tertentu yang menyebarkan kampanye hitam imunisasi demi kepentingan pribadi khususnya dalam kepentingan bisnis terselubung yang mereka lakukan. Sebagian kelompok ini adalah yang dilakukan oleh oknum pelaku naturopathy, homeopathy, food combining, atau bisnis terapi herbal. Sebagian dari kelompok ini juga dilakukan oleh dokter bahkan beberapa profesor. Tetapi semuanya bukan berasal dari ahli medis, dokter atau profesior yang berkompeten di bidangnya seperti ahli kesehatan anak, ahli vaksin, ahli imunologi. Sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak juga dokter atau profesor yang bergerak di bidang bisnis terapi alternatif atau non medis. Meski sebenarnya ilmu dan aliran terapi alternatif tersebut pada umumnya sangat baik, tetapi sayangnya sebagian kecil di antara mereka demi keberhasilan bisnis mereka mengorbankan kepentingan anak di dunia dengan menyebarkan informasi tidak benar dan menyesatkan.   Benarkah imunisasi lumpuhkan generasi?Dr Piprim B Yanuarso SpA (K)Konsultan Kardiologi Anak Bagian Anak FKUI/RSCM JakartaPengurus PP IDAI, JakartaPencinta anak-anak dan ibunya anak-anak.  Pendahuluan Akhir-akhir ini kita sering mendengar atau melihat seminar dengan judul yang membuat mata seorang dokter terbelalak. "Imunisasi lumpuhkan generasi" atau "Wahai para orangtua bekali dirimu dengan pengetahuan tentang bahaya imunisasi". Sebagai seorang dokter saya lalu merenung, bila benar apa yang mereka serukan itu, betapa besar dosa saya sebagai dokter anak yang sering mengimunisasi bayi dan anak yang datang ke tempat praktek. Betapa jahatnya saya sebagai manusia karena telah mengimunisasi begitu banyak bayi dan anak selama ini, bahkan sejak saya masih sebagai dokter umum di puskesmas dahulu. Lalu saya merenung dan mencoba meneliti kembali permasalahan ini. Siapa sebenarnya yang salah dan siapa yang benar? Dalam kontroversi yang memuat perbedaan 180 derajat ini, tidak mungkin kedua-duanya salah atau benar. Pasti salah satu benar dan yang lain salah. Dan saya khawatir bila selama ini sayalah yang bersalah itu. Saya sungguh khawatir jangan-jangan saya telah melumpuhkan begitu banyak generasi muda. Jangan-jangan saya telah melakukan dosa kemanusiaan yang sangat besar. Galau habis-habisan.Rasa galau itu membuat saya membuka-buka literatur dan data yang ada tentang permasalahan imunisasi. Saya mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi dengan seruan yang menentang keras imunisasi. Suatu pernyataan yang sangat bertolak belakang dengan yang selama ini saya pelajari bahwa imunisasi itu suatu tindakan preventif yang amat bermanfaat buat kemanusiaan. Di lain pihak kegalauan saya juga semakin menjadi bila mengingat andai seruan tersebut kemudian menyebar ke masyarakat luas lalu apa yang akan terjadi dengan bayi-bayi mungil tak berdosa itu di kemudian hari? Mungkinkah penyakit-penyakit berat yang dapat dicegah dengan imunisasi akan bangkit kembali dari kuburnya gara-gara seruan itu? Masalah ini justru menimbulkan kegalauan lebih dalam bagi saya. Apakah sebenarnya imunisasi itu? Sebelum melangkah lebih jauh mari kita bahas sekilas apakah yang dimaksud dengan imunisasi. Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang terhadap suatu penyakit, sehingga bila kelak terpajan pada penyakit tersebut ia tidak menjadi sakit. Kekebalan yang diperoleh dari imunisasi dapat berupa kekebalan pasif maupun aktif. Imunisasi yang diberikan untuk memperoleh kekebalan pasif disebut imunisasi pasif, dengan cara memberikan antibodi atau faktor kekebalan kepada seseorang yang membutuhkan. Contohnya adalah pemberian imunoglobulin spesifik untuk penyakit tertentu, misalnya imunoglobulin antitetanus untuk penyakit tetanus. Contoh lain adalah kekebalan pasif alamiah antibodi yang diperoleh janin dari ibu. Kekebalan jenis ini tidak berlangsung lama karena akan dimetabolisme oleh tubuh. Kekebalan aktif dibuat oleh tubuh sendiri akibat terpajan pada antigen secara alamiah atau melalui imunisasi. Imunisasi yang diberikan untuk memperoleh kekebalan aktif disebut imunisasi aktif dengan memberikan zat bioaktif yang disebut vaksin, dan tindakan itu disebut vaksinasi. Kekebalan yang diperoleh dari vaksinasi berlangsung lebih lama dari kekebalan pasif karena adanya memori imunologis, walaupun tidak sebaik kekebalan aktif yang terjadi karena infeksi alamiah. Untuk memperoleh kekebalan aktif dan memori imunologis yang efektif maka vaksinasi harus mengikuti cara pemakaian dan jadwal yang telah ditentukan melalui bukti uji klinis yang telah dilakukan. Tujuan imunisasi adalah untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu pada seseorang dan menghilangkan penyakit tersebut pada sekelompok masyarakat (populasi), atau bahkan menghilangkannya dari dunia seperti kita lihat pada keberhasilan imunisasi cacar variola. Keadaan terakhir ini lebih mungkin terjadi pada jenis penyakit yang hanya dapat ditularkan melalui manusia, seperti penyakit difteri dan poliomielitis. Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) merupakan penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian dan kecacatan seumur hidup dan akan menjadi beban bagi masyarakat di kemudian hari. Sampai saat ini terdapat 19 jenis vaksin untuk melindungi 23 PD3I di seluruh dunia dan masih banyak lagi vaksin yang sedang dalam penelitian. Adakah bukti bahwa imunisasi bermanfaat ? Pertanyaan selanjutnya yang perlu dijawab adalah adakah manfaat imunisasi? Ataukah imunisasi hanya bikin mudhorot (keburukan) buat kemanusiaan? Untuk menjawab pertanyaan ini saya kemudian menelaah berbagai data status kesehatan masyarakat sebelum dan sesudah ditemukannya imunisasi di berbagai negara. Namun saya ingin menampilkan data dari negara maju seperti Amerika Serikat, karena kelompok antiimunisasi selalu menuduh bahwa imunisasi adalah sebuah proyek konspirasi dari negara ini untuk melumpuhkan generasi muda di seluruh dunia.Sebelum adanya vaksin polio, terdapat 13.000 - 20.000 (16.316) kasus lumpuh layuh akut akibat polio dilaporkan setiap tahun di AS meninggalkan ribuan korban penderita cacat karena polio yang mesti menggunakan tongkat penyangga atau kursi roda. Saat ini AS dinyatakan bebas kasus polio. Angka penurunan mencapai 100%.Sebelum adanya imunisasi campak, 503.282 kasus campak terjadi setiap tahun dan 20% di antaranya dirawat dengan jumlah kematian mencapai 450 orang pertahun akibat pneumonia campak. Setelah ada imunisasi campak kasus menurun hingga 55 kasus pertahun pada tahun 2006. Angka penurunan 99.9%.Sebelum ditemukan imunisasi difteri terjadi 175.885 kasus difteri per tahun dengan angka kematian mencapai 15.520 kasus. Setelah imunisasi ditemukan tahun 2001 jumlahnya menurun menjadi 2 kasus dan tahun 2006 tidak ada lagi laporan kasus difteri. Angka penurunan mencapai 100%Sebelum tahun 1940an terdapat 150.000-260.000 kasus pertussis setiap tahun dengan angka kematian mencapai 9000 kasus setahun. Setelah imunisasi pertussis ditemukan angka kematian menurun menjadi 30 kasus setahun. Namun dengan seruan antiimunisasi yang marak di AS terjadi lagi peningkatan kasus secara signifikan di beberapa negara bagian. Pada 8 negara bagian terjadi peningkatan kasus 10-100 kali lipat pada saat cakupan imunisasi pertussis menurun drastis.Sebelum vaksin HiB ditemukan, HiB nerupakan penyebab tersering meningitis bakteri (radang selaput otak) di AS, dengan 20.000 kasus per tahun. Meningitis HiB menyebabkan kematian 600 anak pertahun dan meninggalkan kecacatan berupa tuli, kejang, dan retardasi mental pada anak yang selamat. Pada tahun 2006 kasus meningitis HIB menurun menjadi 29 kasus. Angka penurunan 99.9%.Hampir 90% bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi Rubella saat hamil trimester pertama akan mengalami sindrom Rubella kongenital, berupa penyakit jantung bawaan, katarak kongenital, dan ketulian. Pada tahun 1964 sekitar 20.000 bayi lahir dengan sindrom Rubella kongenital ini, mengakibatkan 2100 kematian neonatal dan 11.250 abortus. Setelah adanya imunisasi hanya dilaporkan 6 kasus sindrom Rubella kongenital pada tahun 2000. Kasus Rubella secara umum menurun dari 47.745 kasus menjadi hanya 11 kasus pertahun pada tahun 2006. Angka penurunan 99.9%.Hampir 2 milyar orang telah terinfeksi hepatitis B suatu saat dalam hidupnya. Sejuta di antaranya meninggal setiap tahun karena penyakit sirosis hati dan kanker hati. Sekitar 25% anak-anak yang terinfeksi hepatitis B dapat diperkirakan akan meninggal karena penyakit hati pada saat dewasa. Terjadi penurunan jumlah kasus baru dari 450.000 kasus pada tahun 1980 menjadi sekitar 80.000 kasus pada tahun 1999. Penurunan terbanyak terjadi pada anak dan remaja yang mendapat imunisasi rutin.Di seluruh dunia penyakit tetanus menyebabkan kematian pada 300.000 neonatus dan 30.000 ibu melahirkan setiap tahunnya dan mereka tidak diimunisasi adekuat. Tetanus sangat infeksius namun tidak menular, sehingga tidak seperti PD3I yang lain, imunisasi pada anggota suatu komunitas tidak dapat melindungi orang lain yang tidak diimunisasi. Karena bakteri tetanus terdapat banyak di lingkungan kita, maka tetanus hanya bisa dicegah dengan imunisasi. Bila program imunisasi tetanus distop, maka semua orang dari berbagai usia akan rentan menderita penyakit ini.Sekitar 212.000 kasus mumps (gondongan) terjadi di AS pada tahun 1964. Setelah ditemukannya vaksin mumps pada tahun 1967 insidens penyakit ini menurun menjadi hanya 266 kasus pada tahun 2001. Namun pada tahun 2006 terjadi KLB di kalangan mahasiswa, sebagian besar di antara mereka menerima 2 kali vaksinasi. Terjadi lebih dari 5500 kasus pada 15 negara bagian. Mumps merupakan penyakit yang sangat menular dan hanya butuh beberapa orang saja yang tidak diimunisasi untuk memulai transmisi penyakit sebelum menyebar luas. Sebelum vaksin pneumokokus ditemukan, pneumokokus menyebabkan 63.000 kasus invassive pneumococcal disease (IPD) dengan 6100 kematian di AS setiap tahun. Banyak anak yang menderita gejala sisa berupa ketulian dan kejang-kejang. Dari data di atas para ahli menyimpulkan bahwa imunisasi adalah salah satu di antara program kesehatan masyarakat yang paling sukses dan cost-effective . Program imunisasi telah menyebabkan eradikasi penyakit cacar (variola, smallpox), eliminasi campak dan poliomielitis di berbagai belahan dunia. dan penurunan signifikan pada morbiditas dan mortalitas akibat penyakit difteri, tetanus, dan pertussis. Badan kesehatan dunia (WHO) pada tahun 2003 memperkirakan 2 juta kematian anak dapat dicegah dengan imunisasi. Katz (1999) bahkan menyatakan bahwa imunisasi adalah sumbangan ilmu pengetahuan yang terbaik yang pernah diberikan para ilmuwan di dunia ini.  Miskonsepsi tentang imunisasi Meskipun imunisasi telah terbukti banyak manfaatnya dalam mencegah wabah dan PD3I di berbagai belahan dunia, namun masih terdapat sebagian orang yang memiliki miskonsepsi terhadap imunisasi. Secara umum berikut ini adalah beberapa miskonsepsi yang sering terjadi di masyarakt: A. Penyakit-penyakit tersebut (PD3I) sebenarnya sudah mulai menghilang sebelum vaksin ditemukan karena meningkatnya higiene dan sanitasi.Pernyataan sejenis ini dan variasinya sangat banyak dijumpai pada literatur antivaksin. Namun bila melihat insidens aktual PD3I sebelum dan sesudah ditemukannya vaksin kita tidak lagi meragukan manfaat vaksinasi. Sebagai contoh kita lihat kasus meningitis HiB di Canada. Higiene dan sanitasi sudah dalam keadaan baik sejak tahun 1990, namun kejadian meningitis HiB sebelum program imunisasi dilaksanakan mencapai 2000 kasus per tahun dan setelah imunisasi rutin dijalankan menurun menjadi 52 kasus saja dan mayoritas terjadi pada bayi dan anak yang tidak diimunisasi. Contoh lain adalah pada 3 negara maju (Inggris, Swedia, dan Jepang) yang menghentikan program imunisasi pertussis karena ketakutan terhadap efek samping vaksin pertussis. Di Inggris tahun 1974 cakupan imunisasi menurun drastis dan diikuti dengan terjadinya wabah pertussis pada tahun 1978, ada 100.000 kasus pertussis dengan 36 kematian. Di Jepang pada kurun waktu yang sama cakupan imunisasi pertussis menurun dari 70% menjadi 20-40% hal ini menyebabkan lonjakan kasus pertussis dari 393 kasus dengan 0 kematian menjadi 13.000 kasus dengan 41 kematian karena pertussis pada tahun 1979. Di Swedia pun sama, dari 700 kasus pada tahun 1981 meningkat menjadi 3200 kasus pada tahun 1985. Pengalaman tersebut jelas membuktikan bahwa tanpa imunisasi bukan saja penyakit tidak akan menghilang namun juga akan hadir kembali saat program imunisasi dihentikan. B. Mayoritas anak yang terkena penyakit justru yang sudah diimunisasi.Pernyataan ini juga sering dijumpai pada literatur antivaksin. Memang dalam suatu kejadian luar biasa (KLB) jumlah anak yang sakit dan pernah diimunisasi lebih banyak daripada anak yang sakit dan belum diimunisasi. Penjelasan masalah tersebut sebagai berikut: pertama tidak ada vaksin yang 100% efektif. Efektivitas sebagian besar vaksin pada anak adalah sebesar 85-95%, tergantung respons individu. Kedua: proporsi anak yang diimunisasi lebih banyak daripada anak yang tidak diimunisasi di negara yang menjalankan program imunisasi. Bagaimana kedua faktor tersebut berinteraksi diilustrasikan dalam contoh berikut. Suatu sekolah mempunyai 1000 murid. Semua murid pernah diimunisasi campak 2 kali kecuali 25 yang tidak pernah sama sekali. Ketika semua murid terpapar campak, 25 murid yang belum diimunisasi semuanya menderita campak. Dari kelompok yang telah diimunisasi campak 2 kali, sakit 50 orang. Jumlah seluruh yang sakit 75 orang dan yang tidak sakit 925 orang. Kelompok antiimunisasi akan mengatakan bahwa persentase murid yang sakit adalah 67 % (50/75) dari kelompok yang pernah imunisasi, dan 33% (25/75) dari kelompok yang tidak diimunisasi. Padahal bila dihitung dari efek proteksi, maka imunisasi memberikan efek proteksi sebesar (975-25)/975 = 94.8%. Yang tidak diimunisasi efek proteksi sebesar 0/25= 0%. Dengan kata lain, 100% murid yang tidak mendapat imunisasi akan sakit campak; dibanding hanya 5,2% dari kelompok yang diimunisasi yang terkena campak. Jelas bahwa imunisasi berguna untuk melindungi anak. C. Vaksin menimbulkan efek samping yang berbahaya, kesakitan, dan bahkan kematianVaksin merupakan produk yang sangat aman. Hampir semua efek simpang vaksin bersifat ringan dan sementara, seperti nyeri pada bekas suntikan atau demam ringan. Kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) secara definitif mencakup semua kejadian sakit pasca imunisasi. Prevalensi dan jenis sakit yang tercantum dalam KIPI hampir sama dengan prevalensi dan jenis sakit dalam keadaan sehari-hari tanpa adanya program imunisasi. Hanya sebagian kecil yang memang berkaitan dengan vaksin atau imunisasinya, sebagian besar bersifat koinsidens. Kematian yang disebabkan oleh vaksin sangat sedikit. Sebagai ilustrasi semua kematian yang dilaporkan di Amerika sebagai KIPI pada tahun 1990-1992, hanya 1 yang mungkin berhubungan dengan vaksin. Institut of Medicine (IOM) tahun 1994 menyatakan bahwa risiko kematian akibat vaksin adalah amat rendah (extra-ordinarily low). Besarnya risiko harus dibandingkan dengan besarnya manfaat vaksin. Bila satu efek simpang berat terjadi dalam sejuta dosis vaksin namun tidak ada manfaat vaksin, maka vaksin tersebut tidak berguna. Manfaat imunisasi akan lebih jelas bila risiko penyakit dibandingkan dengan risiko vaksin. Contoh vaksin MMR (melindungi campak, mumps (gondongan) dan rubella (campak jerman)pneumonia campak : risiko kematian 1:3000 risiko alergi berat MMR 1:1000.000Ensefalitis mumps : 1 : 300 pasien mumps, risiko ensefalitis MMR 1:1000.000Sindrom rubella kongenital : 1 : 4 bayi dari ibu hamil kena rubella Contoh vaksin DPaT (melindungi difteri, pertussis, dan tetanus)Difteri : risiko kematian 1 : 20, risiko menangis lama sementara 1 : 100Tetanus : risiko kematian 1 : 30, risiko kejang sembuh sempurna 1 : 1750Pertussis : risiko ensefalitis pertussis 1 : 20, risiko ensefalitis DPaT 1 : 1000.000  D. Penyakit penyakit tersebut (PD3I) telah tidak ada di negara kita sehingga anak tidak perlu diimunisasiAngka kejadian beberapa penyakit yang termasuk PD3I memang telah menurun drastis. Namun kejadian penyakit tersebut masih cukup tinggi di negara lain. Siapa pun termasuk wisatawan dapat membawa penyakit tersebut secara tidak sengaja dan dapat menimbulkan wabah. Hal tersebut serupa dengan KLB polio di Indonesia pada tahun 2005 lalu. Sejak tahun 1995 tidak ada kasus polio yang disebabkan oleh virus polio liar. Pada bulan April 2005, Laboratorium Bioofarma di Bandung mengkonfirmasi adanya virus polio liar tipe 1 pada anak berusia 18 bulan yang menderita lumpuh layuh akut pada bulan Maret 2005. Anak tersebut tidak pernah diimunisasi sebelumnya. Virus polio itu selanjutnya menyebabkan wabah merebak ke 10 propinsi, 48 kabupaten. Sampai bulan April 2006 tercatat 349 kasus polio, termasuk 46 kasus VDVP (vaccine derived polio virus) di Madura. Dari analisis genetik virus diketahui bahwa virus berasal dari Afrika barat. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa virus sampai ke Indonesia melalui Nigeria dan Sudan sama seperti virus yang diisolasi di Arab Saudi dan Yaman. Dari pengalaman tersebut terbukti bahwa anak tetap harus mendapat imunisasi karena dua alasan. Alasan pertama adalah anak harus dilindungi. Meskipun risiko terkena penyakit adalah kecil, bila penyakit masih ada, anak yang tidak terproteksi tetap berpeluang terinfeksi. Alasan kedua imunisasi anak penting untuk melindungi anak lain di sekitarnya. Terdapat sejumlah anak yang tak dapat diimunisasi (misalnya karena alergi berat terhadap komponen vaksin) dan sebagian kecil anak yang tidak memberi respons terhadap imunisasi. Anak-anak tersebut rentan terhadap penyakit dan perlindungan yang diharapkan adalah dari orang-orang di sekitarnya yang tidak sakit dan tidak menularkan penyakit kepadanya. E. Pemberian vaksin kombinasi (multipel) meningkatkan risiko efek simpang yang berbahaya dan dapat membebani sistem imunAnak-anak terpapar pada banyak antigen setiap hari. Makanan dapat membawa bakteri yang baru ke dalam tubuh. Sistem imun juga akan terpapar oleh sejumlah bakteri hidup di mulut dan hidung. Infeksi saluran pernapasan bagian atas akan menambah paparan 4-10 antigen, sedangkan infeksi streptokokus pada tenggorokan memberi paparan 25-50 antigen. Tahun 1994 IOM menyatakan bahwa dalam keadaan normal penambahan jumlah antigen dalam vaksin tidak mungkin akan memberikan beban tambahan pada sistem imun dan tidak bersifat imunosupresif. Data penelitian menunjukkan bahwa imunisasi simultan dengan vaksin multipel tidak membebani sistem imun anak normal. Pada tahun 1999 Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP), American Academy of Pediatrics (AAP), dan American Academy of Family Physicians (AAFP) merekomendasi pemberian vaksin kombinasi untuk imunisasi anak. Keuntungan vaksin kombinasi adalah mengurangi jumlah suntikan, mengurangi biaya penyimpanan dan pemberian vaksin, mengurangi jumlah kunjungan ke dokter, dan memfasilitasi penambahan vaksin baru ke dalam program imunisasi. F. Vaksin MMR menyebabkan autismeBeberapa orangtua anak dengan autisme percaya bahwa terdapat hubungan sebab akibat antara vaksin MMR dengan autisme. Gejala khas autisme biasanya diamati oleh orangtua saat anak mulai tampak gejala keterlambatan bicara setelah usia lewat satu tahun. Vaksin MMR diberikan pada usia 15 bulan (di luar negeri 12 bulan). Pada usia sekitar inilah biasanya gejala autisme menjadi lebih nyata. Meski pun ada juga kejadian autisme mengikuti imunisasi MMR pada beberapa kasus. Akan tetapi penjelasan yang paling logis dari kasus ini adalah koinsidens. Kejadian yang bersamaan waktu terjadinya namun tidak terdapat hubungan sebab akibat. Kejadian autisme meningkat sejak 1979 yang disebabkan karena meningkatnya kepedulian dan kemampuan kita mendiagnosis penyakit ini, namun tidak ada lonjakan secara tidak proporsional sejak dikenalkannya vaksin MMR pada tahun1988.Pada tahun 2000 AAP membuat pernyataan : "Meski kemungkinan hubungan antara vaksin MMR dengan autisme mendapat perhatian luas dari masyarakat dan secara politis, serta banyak yang meyakini adanya hubungan tersebut berdasarkan pengalaman pribadinya, namun bukti-bukti ilmiah yang ada tidak menyokong hipotesis bahwa vaksin MMR menyebabkan autisme dan kelainan yang berhubungan dengannya. Pemberian vaksin measles, mumps, dan rubella secara terpisah pada anak terbukti tidak lebih baik daripada pemberian gabungan menjadi vaksin MMR, bahkan akan menyebabkan keterlambatan atau luput tidak terimunisasi. Dokter anak mesti bekerjasama dengan para orangtua untuk memastikan bahwa anak mereka terlindungi saat usianya mencapai 2 tahun dari PD3I. Upaya ilmiah mesti terus dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti dari autisme. Lembaga lain yaitu CDC dan NIH juga membuat pernyataan yang mendukung AAP. Pada tahun 2004 IOM menganalisis semua penelitian yang melaporkan adanya hubungan antara vaksin MMR dengan autisme. Hasilnya adalah tidak satu pun penelitian itu yang tidak cacat secara metodologis. Kesimpulan IOM saat itu adalah tidak terbukti ada hubungan antara vaksin MMR dengan autisme. Penutup Setelah mengkaji berbagai literatur sebagaimana disebutkan di atas, maka secara berangsur kegalauan saya menghilang. Saya semakin yakin akan kebenaran teori ilmiah berbasis bukti yang sudah ditemukan para ahli. Bahkan beberapa waktu lalu ada sejawat saya Dr Julian Sunan, seorang dokter yang masih muda dan amat ganteng (menurut pengakuannya sendiri) telah menelaah bahwa ternyata tokoh-tokoh antivaksin yang sering dikutip kelompok antivaksin di Indonesia ternyata banyak yang fiktif. Mereka melakukan pemelintiran data dan pemutarbalikan fakta. Tak heran kalau yang sangat aman dianggap sangat berbahaya dan penyakit sangat berbahaya nan mematikan dianggap tidak apa apa dan mungkin malah diajak bersahabat karib oleh kelompok antiimunisasi. Terimakasih.  Bahan bacaan : Ranuh IGNG, Suyitno H, Hadinegoro SRS, Kartasasmita CB, Ismoedijanto, Soedjatmiko. Buku Pedoman Imunisasi di Indonesia, edisi ke-4. Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia, Jakarta 2011.Center for Disease Control http://www.cdc.gov
   
Jumlah Posts : 3025
Jumlah di-Like : 1
Mengapa Flek Kehamilan Terjadi?

Flek kehamilan yang mirip menstruasi terjadi akibat darah yang dilepas saat telur hasil pembuahan melekatkan diri ke dinding rahim. Gejala ini biasanya terjadi pada awal kehamilan. Meskipun flek kehamilan memang banyak terjadi, Ibu tetap harus waspada dan memperhatikan! Terutama, jika flek diiringi perdarahan. Gejala ini mungkin adalah tanda awal terjadinya keguguran atau kehamilan ektopik.

Langkah terbaik saat terjadi flek kehamilan adalah berkonsultasi ke dokter kandungan. Apalagi jika Ibu telah memasuki kehamilan trimester ke-3, bisa jadi berkaitan dengan kelahiran prematur. Walau pun dokter mengatakan kehamilan Ibu baik-baik saja, namun jangan ragu melakukan pemeriksaan untuk menghindari kemungkinan terburuk.

Pendarahan Saat Hamil

Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya perdarahan saat hamil, misalnya :
Ketika sel telur yang telah dibuahi melekatkan diri ke dinding rahim di awal kehamilan.
Saat plasenta tertanam dalam lapisan rahim.
Melunaknya serviks juga bisa menyebabkan perdarahan pada awal kehamilan.
Hormon-hormon kehamilan menutupi siklus hormon biasa. Akibatnya, beberapa ibu mengalami perdarahan di sekitar waktu menstruasi.
Infeksi vagina.
Saat Hamil, Apa Masih Bisa Keputihan?
Vagina yang terasa lebih lembab dan berlendir sering dialami oleh ibu hamil. Penyebabnya adalah meningkatnya aliran darah ke vagina Ibu saat kehamilan. Pada kondisi normal, lendir yang keluar lebih encer, berwarna putih, namun tidak menyebabkan iritasi. Namun, biasanya lendir ini akan makin kental saat hari melahirkan makin dekat. Ini sebenarnya pertanda kalau bayi Ibu sedang menuju jalan lahir.

Yang harus Ibu waspadai adalah bila lendir yang keluar kental, berwarna kekuningan dan berbau. Mungkin juga diiringi rasa gatal atau panas pada vagina. Jika ini terjadi, segera konsultasikan pada dokter kandungan ya, Bu. Karena gejala tersebut bisa jadi merupakan tanda adanya infeksi atau keputihan.

Tips Agar Ibu Tetap Nyaman

Kenyamanan sangat penting bagi Ibu saat menjalani masa kehamilan. Bila Ibu merasa nyaman, maka bayi pun akan merasakan hal yang sama. Untuk itu, cobalah atasi keluhan vagina berlendir atau keputihan dengan beberapa cara berikut ini:

Bersihkan vagina dengan air hangat, tetapi hindari sabun yang mengandung parfum karena dapat memperparah infeksi yang ada.
Gunakan celana dalam katun yang ringan
   
09-04-2012 08:05:07 Memilih Asuransi Pendidikan
Jumlah Posts : 7
Jumlah di-Like : belum ada like
aku baru baca2 ini en goggling asuransi pendidikan minggu2 lalu, sharing buat para orangtua yang ada disini nih. Gara2 baca ini deh aku masuk ke milis infobunda ini cari tau asuransi pendidikan. moga kita jadi ortu semakin semangat kerja dan prepare buat anak.

Tips Menghitung Premi Asuransi Pendidikan

JAKARTA, KOMPAS.com  Seringkali orang tua tidak memperhitungkan berapa jumlah dana yang bakal diterima dari asuransi untuk menanggung biaya pendidikan anaknya kelak.

Upayakan jumlah dana dari asuransi mencukupi biaya pendidikan anak Anda, terlebih apabila terjadi klaim. Kalau pun jumlahnya kurang, usahakan tambahannya nanti tidak besar. Hal ini tentunya bertujuan untuk mengoptimalkan manfaat asuransi yang hendak Anda ikuti.

Berikut cara penghitungan dana pendidikan untuk anak:

  1. Ketahui dulu berapa biaya pendidikan saat ini. Bila saat ini anak Anda masih balita, Anda perlu tahu berapa biaya pendidikan saat ini untuk TK, SD, SMP, SMU, dan PT.
  2. Hitung, berapa lama lagi anak Anda akan mencapai jenjang-jenjang pendidikan tersebut. Misal, anak Anda baru lahir. Jadi, Anda punya waktu sekitar 4 tahun menyiapkan biaya untuk TK; 6 tahun untuk SD; 12 tahun untuk SMP; 15 tahun untuk SMU; dan 18 tahun untuk PT.
  3. Perkirakan berapa biaya pendidikan anak Anda kelak. Dengan asumsi kenaikan biaya pendidikan 10 persen/tahun, maka uang pangkal TK yang pada saat ini, misal, Rp. 5 juta, setelah 4 tahun akan menjadi Rp. 7.320.500. Rumusnya adalah Rp. 5 juta x 1,1 x 1,1 x 1,1 x 1,1). Ulangi untuk jenjang-jenjang pendidikan yang lain.
  4. Untuk memproteksi biaya pendidikan anak Anda dari resiko kematian orang tua atau ketidakmampuan orang tua mencari nafkah akibat cacat tetap, ambil asuransi jiwa atau asuransi dana pendidikan. Besar uang pertanggungan (UP) dan beasiswa per tahapnya harus bisa mengcover biaya pendidikan anak yang telah Anda rencanakan di atas.
  • Pastikan keluarga Anda mendapat manfaat asuransi berupa:
  1. Santunan untuk Istri/Suami dan jauh lebih baik bila kedua orangtua menjadi pemegang polis bagi asuransi pendidikan anak2.
  2. Seluruh dana tabungan dan bagi hasilnya
  3. Uang masuk sekolah TK, SD, SMP, SMA, hingga Perguruan Tinggi
  4. Uang sekolah per tahun selama TK, SD (6 tahun) , SMP (3 tahun), SMA (3 tahun), serta Perguruan Tinggi (4 tahun)

5. Mintalah ilustrasi kepada agen asuransi Anda, sehingga Anda mengetahui berapa besar premi asuransi yang seharusnya Anda bayar agar anak Anda bisa meneruskan pendidikan di sekolah dengan kualitas yang Anda inginkan dan memperoleh semua manfaat di atas.

Tiga Penyebab Orangtua Tidak Menyiapkan Biaya Pendidikan Anaknya

JAKARTA, KOMPAS.com — Rusmiyati (35) tak bisa menyembunyikan kegundahannya. Seperti tahun lalu, tahun ini dan tahun depan pun ia seolah tak henti keluar banyak biaya untuk sekolah anak-anaknya. Ia menyesal tak menyiapkan biaya pendidikan tersebut sejak anak-anaknya lahir.

Tahun lalu, putri ketiga Rusmiyati masuk sekolah TK dan mengeluarkan biaya banyak. Tahun ini, giliran dia memasukkan putra keduanya di Sekolah Dasar. Sementara tahun depan, putra pertamanya juga akan masuk SMP, dan tepat berbarengan dengan putri ketiga masuk SD.

“Setiap tahun seperti tak ada habisnya keluar uang buat sekolah anak-anak, bingung karena tabungan ayahnya tak pernah cukup,” ujar Rusmi, warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (25/7).

Rusmi jujur mengakui, dia dan suaminya tidak pernah menyadari akan muncul masalah-masalah keuangan seperti ini di kemudian hari. Khususnya, setelah ketiga anaknya menginjak usia sekolah.

Kini, sebagai “manajer keuangan” di rumah, beban Rusmi sangat berat untuk mengatur dan mengelola uang. Mulai biaya hidup keseluruhan sampai biaya kecil yang muncul setiap hari, dari belanja bulanan sampai ongkos pendidikan.

“Memang, kami juga pernah membayangkan persoalan ini, tapi karena Ayahnya punya satu tabungan, jadi kami merasa santai-santai saja waktu di awal anak-anak baru lahir,” ujar Rusmi.

Orang Tua Tidak Serius?

Pendidikan dan biaya hidup adalah kata pertama yang kerap muncul di benak orang tua ketika anaknya lahir ke dunia. Suka tak suka, mau tidak mau, mereka akan membayangkan untuk menyiapkan kedua hal itu di kemudian hari. Dan bagi orang tua yang betul-betul menyadari pentingnya pendidikan, pasti akan memberikan perhatian besar pada persoalan yang satu ini.

Hanya, meskipun tahu arti pentingnya pendidikan, tak banyak orang tua betul-betul serius menyiapkan dana pendidikan anak-anaknya. Banyak orang tua selama ini hanya memikirkan kerja dan kerja setiap hari tanpa berusaha menyisihkan uang.

“Mungkin karena mereka berpikir pekerjaan mereka akan selalu awet sampai nanti anak-anaknya sekolah dan menyelesaikan pendidikannya, mereka tidak sadar bahwa segala risiko bisa saja terjadi,” ujar perencana keuangan Safir Senduk pada seminar Strategi Cerdas Menyiapkan Dana Pendidikan, Sabtu (25/7) di Jakarta.

Menurutnya, memang, ada tiga kondisi yang selama ini kerap membuat para orang tua tidak mempersiapkan dana pendidikan bagi anak-anaknya.

Tiga kondisi itu antara lain:

  1. Orang tua merasa, bahwa kondisi keuangannya saat ini masih baik dan akan terus bertahan sampai nanti ketika anak-anaknya masuk sekolah
  2. Orang tua merasa, bahwa biaya sekolah tidak akan naik
  3. Orang tua merasa, bahwa selama kondisi fisik dan jiwanya masih sehat mereka akan selalu merasa mampu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya, termasuk pendidikan

Siap atau Tidak, Harus Siap!

Untuk itulah, kata Safir Senduk, tanpa perencanaan matang dan sedini mungkin, tak salah jika orang tua seperti dibuat kalang kabut saat anak-anaknya telah memasuki usia sekolah.

Ada tiga alasan utama yang menurut Safir orang tua harus menyiapkan dana pendidikan sedini mungkin, yaitu sekarang dan bukan nanti, yaitu:

  • Camkan di dalam benak, bahwa biaya pendidikan saat ini mahal dan akan naik terus
  • Kondisi ekonomi tidak selalu bagus
  • Fisik mereka sebagai orang tua tidak selalu sehat

“Hitung dari sekarang keuangan Anda, dan jangan pernah menunda-nunda untuk menyisihkan pendidikan dari hitungan-hitungan itu, karena Anda tidak akan pernah sadar akan apa yang akan terjadi kelak di kemudian hari,” tukas Safir.


   
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
dear dktr,saya ingin menanyakan tentang empong.adakah akibat negatif dari pemberian empong kepada bayi??jika ada apa sajakah itu??kemudian soal imunisasi pada bayi prematur.bgmn pemberiannya ?kpn waktu yg tepat??bayi saya lahir prematur 33mgu. di inkubator selama 19hari,blm mendapatkan imunisasi sama sekali.
trimakasih atas tanggapannya

Dari : indie habibi

Jawaban:

Dear Bunda,

Pemberian empeng atau empong atau pacifier pada bayi akan mengakibatkan bayi bingung puting, dan biasanya enggan menyusu ASI pada payudara ibu. Pacifier biasanya di gunakan pada usia balita ketika ia sampai pada tahapan memasukkan barang-barang di sekitarnya ke dalam mulut. Pada bayi premature, pemberian imunisasi biasanya akan ditunda, Bunda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis anak yang menangani bayi Anda untuk membicarakan jadwal imunisasi bayi Anda. Demikian jawaban saya.