SITE STATUS
Jumlah Member :
493.719 member
user online :
1414 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: anak trlambat bicara

New Topic :  
07-04-2017 09:56:58 anak terlambat bicara
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
dok, anak saya sekarang berusia 2 tahun tapi ngomongnya masih susah, cuma bisa ngomong " mama, papa, mbah, ba, gak " saja, tapi setiap dimintai tolong dianya tau apa yang harus dilakukan. misal " tolong nak taruh di meja obatnya " anak saya pun langsung berdiri dan memang benar obatnya di taruh di meja, cuma kalo saya bicara dianya jawab pake bahasa tubuh ( gerakin tangannya ). bermain dengan temannya juga baik ( kata orang kalo bicara telat harus lebih banyak berinteraksi sama teman sebayanya ), ketawa-ketiwi bareng, berpelukan, tapi yang saya heran dianya masih susah sekali ngomong, saya ajak bicara terus juga masih sama jawabnya pake bahasa tubuh. apakah anak saya ada kelainan ya dok?? terus bagaimana solusi buat anak saya yang terlambat bicara? apakah ada terapibuat anak terlambat bicara? terima kasih.
   


11-04-2016 09:15:08 keterlambatan bicara
Jumlah Posts : 20
Jumlah di-Like : belum ada like
Ada beberapa faktor anak terlambat bicara, yg pernah sy baca misalnya krn anak terlalu sering bermain gadget, nonton TV, ada masalah pendengaran, atau dia mendengar atau diajarkan kosakata bhs asing
   
Jumlah Posts : 16
Jumlah di-Like : belum ada like

Hallo Moms,

gimana ya kalo anak kita bicara kasar ke temennya?

padahal anak kita tidak mengerti arti dari kata2 itu, gimana ya cara mengatasinya?

please share y moms =D

   


Jumlah Posts : 2
Jumlah di-Like : belum ada like
dokter, bagaimana cara stimulasi agar anak mau bicara.
anakku 16 bulan belum bisa mengucapkan 1 kata pun.
tapi kalau di ajak berkomunikasi dia paham.
terimakasih
   
07-04-2014 14:28:07 usia 27 bln blm lancar bicara
Jumlah Posts : 3
Jumlah di-Like : belum ada like
di latih aja truz bunda... org rmh nya juga hrs aktif berkomunikasi ngajarin kosakata plus ajak bergaul dgn teman2 d rmh n sering2 ntn acara yg bisa memacu anak utk bicara. anak saya 2thn4bln udah bisa dgn sndirinya nyanyi lgu geisha krn sering liat d tv.
   


04-03-2014 21:20:19 perkenalan
Jumlah Posts : 3
Jumlah di-Like : belum ada like
salam kenal bun bun, aku vanny di balii. bisa tanya" mengenai anak terlambat bicara dan gangguan pendengaran..
   
13-02-2014 12:34:04 fakta atau mitos
Jumlah Posts : 75
Jumlah di-Like : 1

aneh mitosnya yah, cium bayi aja sih gak ada hubungannya bunda dengan menghambat anak bisa bicara. dari segi medis sih gak masuk akal yah. kalau anak bunda belum bisa bicara mungkin belum waktunya. emang anaknya umur berapa?

   
13-02-2014 12:21:50 fakta atau mitos
Jumlah Posts : 5
Jumlah di-Like : belum ada like

katanya kalau anak belum bisa bicara tidak boleh mencium bayi karena bisa menghambat anak untuk bicara,benar tidak ya?

   
03-01-2014 01:24:29 20bln blm bsa brjln dn bicara
Jumlah Posts : 527
Jumlah di-Like : belum ada like
Deteksi Terlambat Bicara Pada Anak, Normal atau Berbahaya ?

Posted on Februari 26, 2012 by GrowUp Clinic 




Deteksi dini dan mengenali keterlambatan bicara pada anak sejak dini sangat penting. karena, kemampuan bicara dan bahasa adalah infestasi terbesar anak di masa depan untuk mencapai berbagai prestasi. Keterlambatan bicara sering dialami anak dengan berbagai penyebab. Orangtua harus mewaspadai gangguan bicara bila disebabkan karena gangguan yang berat. Namun sebaliknya jangan meremehkan gangguan keterlambatan bicara yang ringan. Pada gangguan keterlambatan bicara yang ringanpun akan membuat kualitas kemampuan anak dalam berkomunkiasi di masa depan tidak optimal. Deteksi dini keterlambatan bicara pada anak sangat penting untuk bisa segera dilakukan intervensi dan stimulasi lebih dini. 



* Bahasa adalah bentuk aturan atau sistem lambang yang digunakan anak dalam berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungannya yang dilakukan untuk bertukar gagasan, pikiran dan emosi. Bahasa bisa diekspresikan melalui bicara mengacu pada simbol verbal. Selain itu bahasa dapat juga diekspresikan melalui tulisan, tanda gestural dan musik. Bahasa juga dapat mencakup aspek komunikasi nonverbal seperti gestikulasi, gestural atau pantomim.


Gestikulasi adalah ekspresi gerakan tangan dan lengan untuk menekankan makna wicara. Pantomim adalah sebuah cara komunikasi yang mengubah komunikasi verbal dengan aksi yang mencakup beberapa gestural (ekspresi gerakan yang menggunakan setiap bagian tubuh) dengan makna yang berbeda beda.


* Gangguan bicara dan bahasa adalah salah satu penyebab gangguan perkembangan yang paling sering ditemukan pada anak. Keterlambatan bicara adalah keluhan utama yang sering dicemaskan dan dikeluhkan orang tua kepada dokter. Gangguan ini semakin hari tampak semakin meningkat pesat. Beberapa laporan menyebutkan angka kejadian gangguan bicara dan bahasa berkisar 5 ? 10% pada anak sekolah.


* Penyebab keterlambatan bicara sangat luas dan banyak, Gangguan tersebut ada yang ringan sampai yang berat, mulai dari yang bisa membaik hingga yang sulit untuk membaik.


* Keterlambatan bicara fungsional merupakan penyebab yang sering dialami oleh sebagian anak. Keterlambatan bicara golongan ini biasanya ringan dan hanya merupakan ketidakmatangan fungsi bicara pada anak. Pada usia tertentu terutama setelah usia 2 tahun akan membaik. Bila keterlambatan bicara tersebut bukan karena proses fungsional maka gangguan tersebut haruis lebih diwaspadai karena bukan sesuatu yang ringan.


* Semakin dini mendeteksi keterlambatan bicara, maka semakin baik kemungkinan pemulihan gangguan tersebut Bila keterlambatan bicara tersebut nonfungsional maka harus cepat dilakukan stimulasi dan intervensi dapat dilakukan pada anak tersebut. Deteksi dini keterlambatan bicara harus dilakukan oleh semua individu yang terlibat dalam penanganan anak ini. Kegiatan deteksi dini ini melibatkan orang tua, keluarga, dokter kandungan yang merawat sejak kehamilan dan dokter anak yang merawat anak tersebut. Sehingga dalam deteksi dini tersebut harus bisa mengenali apakah keterlambatan bicara anak kita merupakan sesuatu yang fungsional atau yang nonfungsional.


 Faktor Resiko : Bayi dengan beberapa faktor resiko harus lebih diwaspadai dan dilakukan deteksi dini lebih cermat. Faktor resiko yang harus diwaspadai adalah 

* Bayi prematur terutama dengan kompolikasi sepsis, poerdarahan otak dan komplikasi lainnya

* Bayi berat badan lahir rendah

* Bayi dengan riwayat sering muntah (GER, diserta riwayat alergi dan hipersensitifitas makanan. Baca : Adakah hubungan keterlambatan bicara, GER (kebiasaan muntah) dan Alergi makanan )

* Bayi saat paska kelahiran dirawat di NICU dengan kuning sangat tinggi, terapi tranfusi tukar, gangguan kejang, peradarahan otak, lahir tidak menangis (asfiksia), harus lebih diwaspadai beresiko mengalami gangguan keterlambatan bicara

* Saudara mengalami gangguan pendengaran

* Infeksi kehamilan TORCH pada ibu hamil 




Deteksi Dini Gejala Keterlambatan Bicara Pada Anak : Beberapa tanda dan gejala yang harus diwaspadai bila anak mengalami keterlambatan bicara. Berbagai gejala tersebut dapat dilakukan sesuai tahapan umur anak. 

* Mendeteksi gangguan perkembangan bicara sesuai tahapan, tetapi secara umum dapat dilihat dari saat pertambahan usia kemampuan bicaranya menurun

(1) bila sebelumnya sering mengoceh kemudian mengocehnya menghilang atau

(2)Sebelumnya bisa mengucapkan kata mama dan papa kemudian menghilang harus dicermati ada masalah dalam perkembangan bicara.


* Deteksi dini lain adalah keterlambatan sesuai dengan tahapan usia sebagai berikut : 

4 ? 6 BULAN * Tidak menirukan suara yang dikeluarkan orang tuanya;* Pada usia 6 bulan belum tertawa atau berceloteh 

8 ? 10 BULAN * Usia 8 bulan tidak mengeluarkan suara yang menarik perhatian;* Usia 10 bulan, belum bereaksi ketika dipanggil namanya;* 9-10 bln, tidak memperlihatkan emosi seperti tertawa atau menangis 

12 ? 15 BULAN * 12 bulan, belum menunjukkan mimik;* 12 bulan, belum mampu mengeluarkan suara;* 12 bulan, tidak menunjukkan usaha berkomunikasi bila membutuhkan sesuatu;* 15 bulan, belum mampu memahami arti ?tidak boleh? atau ?daag?;* 15 bulan, tidak memperlihatkan 6 mimik yang berbeda;* 15 bulan, belum dapat mengucapkan 1-3 kata;

 18 ? 24 BULAN * 18 bulan, belum dapat menucapkan 6-10 kata; tidak menunjukkan ke sesuatu yang menarik perhatian;* 18-20 bulan, tidak dapat menatap mata orang lain dengan baik* 21 bulan, belum dapat mengikuti perintah sederhana;* 24 bulan, belum mampu merangkai 2 kata menjadi kalimat;* 24 bulan, tidak memahami fungsi alat rumah tangga seperti sikat gigi dan telepon;* 24 bulan, belum dapat meniru tingkah laku atau kata-kata orang lain;* 24 bulan, tidak mampu meunjukkan anggota tubuhnya bila ditanya 

30 ? 36 BULAN * 30 bulan, tidak dapat dipahami oleh anggota keluarga;* 36 bulan, tidak menggunakan kalimat sederhana, pertanyaan dan tidak dapat dipahami oleh orang lain selain anggota keluarga; 

3 ? 4 TAHUN * 3 tahun, tidak mengucapkan kalimat, tidak mengerti perintah verbal dan tidak memiliki minat bermain dengan sesamanya;* 3,5 tahun, tidak dapat menyelesaikan kata seperti ?ayah? diucapkan ?aya?;* 4 tahun, masih gagap dan tidak dapat dimengerti secara lengkap 


Bila terdapat beberapa tanda dan gejala tersebut sebaiknya orangtua harus waspada bahwa memang anak mengalami keterlambatan bicara. Langkah berikutnya adalah menentukan apakah jenis dan penyebab gangguan bicara tersebut. Dalam menentukan tahapan berikut ini memanglah tidak mudah. Secara umum jenis dan penyebab keterlambatan bicara pada anak dibedakan

 1. Keterlambatan bicara ringan dan tidak berbahaya sering disebut keterlambatan bicara fungsional).

 * Keterlambatan bicara ini biasanya disebabkan karena keterlambatan gangguan koordinasi oral motor atau gerakan mulut atau ketidakmatangan fungsi organ otak tetapi tanpa disebabkan karena kelainan di otak.

* Untuk memastikan status keterlambatan fungsional harus dengan cermat menyingkirkan gejala keterlambatan nonfungsional.

* Gejala umum keterlambatan bicara nonfungsional adalah adanya gangguan bahasa reseptif, gangguan kemampuan pemecahan masalah visuo-motor dan keterlambatan perkembangan, 


1. Keterlambatan bicara organik atau nonfungsional yang harus diwaspadai.Keterlambatan bicara jenis yang harus diwaspadai ini adalah keterlambatan bicara yang disebabkan karena gangguan organ tubuh terutama adanya kelainan di otak. Dicurigai keterlambatan bicara nonfungsional bila disertai 

* Kelainan neurologis bawaan atau didapat seperti wajah dismorfik, perawakan pendek, mikrosefali, makrosefali, tumor otak, kelumpuhan umum, infeksi otak, gangguan anatomis telinga, gangguan mata, cerebral palsi dan gangguan neurologis lainnya.

* Gangguan pendengaran (bila anak dapat mengikuti perintah, dapat bergoyang saat mendengarkan lagu, dan dapat bersenandung lagu biasanya bukan gangguan pendengaran tidak perlu harus tes BERA (tes gangguan pendengaran). tetapi bila tidak terdapat gangguan tersebut maka perlu diilakukan tes BERA.

* Gangguan kecerdasan : (bila dapat mengikuti perintah ringan, dapat melakukan gerakan dada, jabat tangan dan respon non verbal bnaik biasanaya bukan gangguan kecerdasan)

* Autis (bila kontak mata atau pandangan mata bisa melihat lawan bicara lama dan baik baik biasanya bukan gangguan autis. (baca : Deteksi dan Kenali Autis Sejak Dini : Autiskah Anak Anda ?)


* Ciri lain keterlambatan bicara nonfungsional biasanya termasuk keterlambatan yang berat. Ciri ketelambatan Bicara Berat 

* bayi tidak mau tersenyum sosial sampai 10 minggu

* tidak mengeluarkan suara sebagai jawaban pada usia 3 bulan.

* Tanda lainnya tidak ada perhatian terhadap sekitar sampai usia 8 bulan,

* tidak bicara sampai usia 15 bulan

* tidak mengucapkan 3-4 kata sampai usia 20 bulan 


Karakteristik berbagai keterlambatan BicaraDiagnosis Bahasa reseptif Bahasa ekspresif Kemampuan pemecahan masalah visuo-motor Pola perkembanganKeterlambatan fungsional normal Kurang normal Normal Hanya ekspresif yang terganggu Gangguan pendengaran Kurang normal Kurang normal normal DisosiasiRedartasi mental Kurang normal Kurang normal Kurang normal Keterlambatan global Gangguan komunikasi sentral Kurang normal Kurang normal normal Disosiasi, deviansi Kesulitan belajar normal,kurang normal Normal normal,kurang normal DisosiasiAutis Kurang normal normal,kurang normal Tampaknya normal, normal, selalu lebih baik dari bahasa Deviansi, disosiasi Mutisme elektif normal Normal normal,kurang normal 


Penanganan :

 * Bila tidak terdapat gangguan Autis, gangguan kecerdasan, gangguan pendengaran dan gangguan susunan saraf pusat lainnya maka biasanya masuk golongan keterlambatan bicara fungsional. Biasanya gangguan kelompok ini ringan dan dengan pertambahan usia atau setelah usia 2 tahun membaik dengan cepat. Biasanya gangguan ini bukan masalah karena kurang stimulasi, terlalu banyak melihat televisi karena yang terjadi adalah gangguan ekspresi atau gangguan koordinasi gerakan mulut. Hal ini terbukti bahwa dalam saudara yang sama faktor stimulasi dan melihat televisi sama tetapi anak yang satu terlambat bicara dan anak lain tidak terlambat bicara. Mungkin saja faktor tersebut hanya memperberat bukan penyebab utama. Gangguan kelompok ini sering terjadi pada penderita yang mengalami alergi dan hipersenitifitas makanan. (baca : Permasalahan Alergi Makanan atau baca : Adakah hubungan keterlambatan bicara, GER (kebiasaan muntah) dan Alergi makanan )

* Pada kelainan non fungsional atau gangguan organik di organ Susunan saraf pusat tampaknya harus segera dilakukan intervensi sejak dini lebih agresif Perlukah terapi bicara ?

 * Meski stimulasi dan intervensi sejak dini paling baik tetapi pada anak dengan gangguan keterlambatan bicara fungsional biasanya terapi bicara secara khusus belum diperlukan. Intervensi dan stimulasi untuk gerakan oral motor dapat dilakukan di rumah dengan penanganan dalam segi neuromotorik dapat melalui pencapaian tingkat kesadaran yang optimal dengan stimulasi sistem multisensoris, stimulasi kontrol gerak oral dan refleks menelan, teknik khusus untuk posisi yang baik. Penggunaan sikat gigi listrik kadang membantu msnstimulasi sensoris otot di daerah mulut. Tindakan yang tampaknya dapat membantu adalah melatih koordinasi gerakan otot mulut adalah dengan membiasakan minum dengan memakai sedotan, latihan senam gerakan otot mulut, latihan meniup balon atau harmonika.


Bila setelah usia 2-3 tahun perkembangan bicara masih belum optimal maka terapi bicara dan terapi sensori integration dapat segera dilakukan
   
24-05-2010 19:39:13 apa anakku harus terapi?
Jumlah Posts : 21
Jumlah di-Like : 1
 dear bunda...

sabar & tenang dulu bun, kadang emang ada anak yg telat bicaranya...
dulu anakku yg pertam Ezy, itu 2 tahun lebih cuma bs bilang uh..uh.uh..aja...sampe sempat kuatir juga....

trus atas saran neneknya aq masukkin toddler bun...harusnya ga boleh...tp ga apa ku pikr mgkin dia perlu iat tmn2 sebayanya & berinteraksi dengan mereka, liat tmen2nya pada ngobrol....

waktu itu umur 2,3 tahun....setelah bberapa lama Alhamdulillah bun, udh bisa dikit2 bicara bberpa kata, sampe bisa semua & cerewet skali, karena kata orang kalo anak telat bicara, sekali ngomong, ngomonoooooong terus, tanya2 mulu....

Coba dulu bun...smoga membantu....

regards...
-Mama Ezy-

www.dbc-network.com/index.php?id=samudrabiru
   
04-01-2010 08:51:34 perkembangan batita
Jumlah Posts : 2
Jumlah di-Like : belum ada like
kapan anak mulai bicara? anak saya usia 12 bulan sudah bisa berjalan, tetapi belum bicara. tapi sudah bisa bilang ayah, mama, maem.
   
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10
Sekedar berbagi info aja ya Bunda-bunda sekalian  

Penggunaan empeng pada bayi masih menjadi kontroversi. Kelompok yang kontra beranggapan, empeng bisa menyebabkan serangkaian dampak kesehatan. Tidak hanya gangguan gigi dan mulut, tapi juga diare. Tidak sedikit pula yang menuduh empeng sebagai penyebab anak sulit makan dan ketidakmandirian.

Terlepas dari semua itu, ada beberapa orangtua yang merasakan manfaat positif empeng. Salah satunya Lia, sebut saja begitu. Menurut ibu satu anak ini, empeng cukup membantu anaknya yang baru berusia 4 bulan untuk tenang. "Habis dia sering rewel. Segala cara sudah dicoba tapi tak berhasil. Saya jadi sulit menemukan waktu istirahat sehingga produksi ASI berkurang. Untunglah, setelah dikasih empeng tangisannya pun berhenti."

Ia juga mengatakan, kebiasaan mengisap jari berkurang sejak anaknya kenal empeng. Meski begitu, dia mengaku membatasi penggunaan empeng. "Sebelum tidur saya akan kasih empeng, tetapi sesudah dia pulas saya mencabutnya kembali."

RAMBU-RAMBU BIJAK

Sikap bijaksana memang diperlukan dalam hal penggunaan empeng, antara lain:

* Seperti dikemukakan Spesialis anak dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Dr. Najib Advani, Sp.A (K), MMed.Paed, "Gunakan empeng hanya jika ada indikasi." Misalnya, si kecil teramat rewel meski sudah dicoba diatasi dengan berbagai cara. Empeng bisa menjadi alternatif membuat anak tenang. Namun jangan biasakan memberikan empeng setiap kali anak rewel tanpa mau tahu apa penyebab kerewelan itu sendiri. Bukankah kerewelan seorang anak bisa disebabkan berbagai faktor. Bisa karena kesepian dan ingin diajak main, kepanasan, kedinginan, tidak nyaman karena popoknya basah, atau tidak merasa aman. Siapa tahu dengan mengatasi penyebabnya, anak bisa kembali tenang tanpa empeng. Pendapat senada disampaikan pula oleh psikolog perkembangan anak, Mayke S. Tedjasaputra, MSi., dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia "Meski empeng boleh dibilang sangat berjasa menenangkan anak untuk sementara waktu, tapi jangan sampai dijadikan sebagai alat utama untuk menenangkan anak. Orangtualah yang harus lebih dulu dapat membuat anak merasa aman dan nyaman. Tentu saja dengan lebih dulu mencari penyebab mengapa anak gelisah atau sering menangis kemudian segera mencoba menanggulanginya."

* Empeng bisa menjadi teman tidur bagi bayi yang luar biasa rewel. Umumnya anak seperti ini memerlukan kondisi tenang sebelum bisa tertidur. Empeng bisa menjadi alternatif jika cara-cara lain, seperti mendongeng, mengusap-usap bagian tubuh tertentu tidak bisa membuatnya tenang. Jadi, jangan gunakan empeng jika anak tidak memiliki gangguan sebelum tidur. Yang tak kalah penting, orangtua juga mesti cepat-cepat mencopot empeng jika anak terlihat sudah tertidur pulas. Dengan demikian, dampak negatif penggunaan empeng dalam jangka waktu lama bisa dihindarkan.

* Jangan sekali-kali menggunakan empeng untuk menunda makan atau menyusu. Orangtua sedari awal sudah bisa membedakan jenis tangisan anak, apakah si kecil menangis lantaran lapar, haus atau bukan. Selain bisa membedakan jenis tangisan buah hatinya, orangtua juga tahu ha-rus tahu jadwal dan frekuensi menyusui. Segera susui atau beri makan anak jika dia memin-tanya. Jangan pernah menundanya dengan memberi empeng hanya karena pertimbangan "praktis", semisal si ibu tak mau repot. Pembiasaan seperti ini akan membuat pertumbuhan anak terganggu karena kurangnya asupan nutrisi.

* Saat melakukan berbagai aktivitas dengan anak, usahakan empeng tidak menempel di mulutnya. Dengan begitu, penggunaan empeng tidak menghambat proses stimulasi. Bersama anak, buatlah jadwal aktivitas yang teratur. Misalnya kapan anak bermain, bereksplorasi dengan lingkungannya, termasuk aktivitas mengajak anak berkomunikasi.

* Hentikan penggunaan empeng secara bertahap di usia 7 bulan sampai 1 tahun. Soalnya, selepas usia setahun, anak tidak berada dalam fase oral lagi sehingga keinginannya untuk mengisap-isap atau menggigit-gigit benda tidak sekuat usia sebelumnya. Alihkan perhatian anak pada aktivitas lain yang menyenangkan sekaligus mampu mengasah keterampilannya.

Semestinya, di usia 2 tahun anak sudah dapat berhenti mengempeng. Ia sudah bersosialisasi dengan lingkungan luarnya. Pemakaian empeng terlalu lama tentu bisa berdampak psikologis pada anak. Anak umumnya menjadi bahan ledekan teman-temannya. Tentu perla- kuan semacam itu sangat potensial membuat anak jadi rendah diri.

* Hindari pemakaian berlebihan. Dalam kesempatan terpisah, Prof. Dr. Drg. Retno Hayati, Sp.KGA dari RS Pondok Indah, Jakarta, bahkan menegaskan tidak ada manfaat yang berarti dari empeng. Ini berbeda dari botol susu yang berjasa menyuplai asupan nutrisi. Meskipun tidak sekeras jari, empeng juga bisa menyebabkan gigi tonggos jika durasi dan frekuensi penggunaannya sudah berlebihan. Artinya, semakin sering empeng digunakan, maka kemungkinan mengalami gigi tonggos akan semakin besar. Cara penggunaannya juga turut berpengaruh. Soalnya tidak sedikit bayi yang hobi menarik-narik empengnya ke atas. Cara ini dapat berpengaruh pada pertumbunan rahang, gigi, dan mulut si kecil. Penggunaan empeng hingga lebih dari usia 2 tahun juga bisa memperparah kondisi tersebut.

Oleh karenanya, hentikan secara bertahap penggunaan empeng ketika usia anak masih di bawah 2 tahun. Alasannya, rahang masih bisa melakukan koreksi dengan sendirinya sesuai dengan bentuk rahang dan posisi gigi. Namun selewat itu, kelainan bentuk rahang dan gigi sulit dikoreksi.

Mengapa? Karena saat mengi-sap empeng, rahang atas secara refleks akan maju ke depan. Sementara rahang bawah ber-gerak ke arah sebaliknya atau terdorong masuk ke mulut. Perubahan posisi gigi juga besar kemungkinannya terjadi jika anak mengempeng. Akan tetapi anggapan ini masih memerlukan pembuktian lebih lanjut lewat penelitian. Soalnya, banyak juga anak yang tidak mengalami dampak apa-apa meskipun menggunakan empeng.

Penelitian yang ada saat ini baru menyebutkan, kebiasaan mengisap jari yang berlebihan bisa mengganggu pertumbuhan rahang dan gusi. Selain itu, bentuk bibir juga berkemung-kinan mengalami perubahan karena mengikuti rahang. Bibir jadi sedikit maju ke depan. Tentu saja kondisi ini akan semakin parah bila anak memiliki "berbakat" memiliki gigi maju. Jadi, hentikan penggunaan empeng jauh-jauh hari sebelum anak merasa terganggu dengan penampilannya kelak.

TIP MEMILIH EMPENG

* Meski dapat dibeli tanpa resep dokter, konsultasikan dulu pada dokter mengenai pilihan empeng yang tepat bagi bayi Anda. Ini meliputi ukuran besar-kecilnya empeng, maupun bahan yang digunakan untuk empeng tersebut.

* Jangan pilih empeng yang terlalu kecil dan terpisah karena mudah lepas dan selanjutnya bisa tertelan bayi.

* Pilihlah empeng yang lembut dan orthodontic sehingga aman diisap bayi.

* Bersihkan secara teratur. Untuk bayi di bawah 6 bulan hendaknya sebelum dipakai empeng disterilkan terlebih dulu. Sedangkan untuk bayi di atas 6 bulan cukup disiram air panas kemudian diseka hingga bersih. Ingat, empeng yang kotor dapat menjadi tempat perkembangbiakan bibit penyakit penyebab diare.

DIBUAT UNTUK MEMUASKAN BAYI

Awalnya, empeng dibuat untuk memuaskan kebutuhan bayi (pacifier). Ini karena berdasarkan tahapan perkembangan menurut teori Sigmund Freud, di usia 0-12 bulan bayi berada dalam fase oral. Dalam fase ini bayi mencari kepuasan dengan cara mengisap-isap benda yang ada di dekatnya. Tak heran jika bayi sering terlihat asyik mengisap jari, ujung bantal, selimut, kertas, mainan dan benda apa pun yang berada dalam jangkauannya.

Kalaupun kebiasaan mengisap jari menjadi pilihan favorit, tak lain karena jari merupakan bagian tubuh yang paling dekat sekaligus mungil ukurannya sehingga amat mudah dimasukkan ke dalam mulut. Kebiasaan ini cukup merisaukan orangtua karena banyak penelitian yang mengungkapkan dampak buruk kebiasaan mengisap jari. Salah satunya adalah gangguan pembentukan gigi dan rahang. Kuatnya isapan jari membuat gigi anak terancam tonggos. Selain itu, keberadaan jari yang bisa dimasukkan ke mulut kapan dan di mana saja, membuat bayi sulit menghentikan kebiasaan ini, sehingga akhirnya sangat mungkin terbawa sampai anak memasuki usia sekolah.

Selain itu, tidak sedikit anak yang mencoba menenangkan diri dari kegelisahannya lewat mengisap jarinya. Tidak cuma itu. Di masa eksplorasi, tangan dan jari-jemarinya kerap digunakan anak untuk memegang dan meraih benda-benda di dekatnya, termasuk benda-benda yang kotor dan tidak higienis. Akibatnya, tangan si kecil potensial menjadi sumber penularan penyakit seperti diare. Jarinya pun bisa mengalami penebalan yang kerap diistilahkan kapalan gara-gara sering diisap.

Itulah sebabnya, para pakar kemudian mencoba mencarikan solusi. Salah satunya dengan membuat empeng guna memenuhi kebutuhan mengisap-isap pada bayi. Model dan bentuk empeng pun dibuat sedemikian rupa sehingga dampaknya tidak seburuk mengisap jari. Tak heran kalau empeng kemudian menjadi alat ampuh untuk menenangkan kerewelan bayi.

KIAT MELEPAS EMPENG

Menghentikan kebiasaan mengempeng seharusnya jauh lebih mudah dibandingkan menghentikan kebiasaan mengisap jari. Toh, empeng bukan bagian dari tubuh bayi. Namun, sulit atau tidaknya sangat ditentukan seberapa jauh bayi Anda memiliki ketergantungan pada empeng.

Usaha orangtua dalam mengupayakan ketekunan, kesabaran, ketegaran dan kreativitas mencari cara ternyata cukup berpengaruh. Selain itu, kedekatan hubungan orangtua­anak juga ikut menentukan keberhasilan. Anak umumnya akan lebih kooperatif dengan merespons ajakan orangtua apabila ia merasa dipenuhi kebutuhannya untuk dicintai (dikasihi) dan diperhatikan.

Tentu saja dalam hal ini karakter anak ikut bicara. Si kecil yang bertemperamen "keras kepala", tentu membutuhkan usaha ekstra dari orangtuanya. Tidak mudah memang karena orangtua harus membentuk kebiasaan baru pada anak untuk tidak menggunakan empeng.

Ada beberapa cara yang bisa dicoba, di antaranya:

* Tidak membeli empeng baru jika yang lama telah rusak.

* Aturlah penggunaan empeng menjadi semakin lama semakin jarang. Misalnya, hanya dipakai menjelang tidur dan tidak diberikan selama anak berada dalam keadaan "terjaga".

* Jika anak rewel, bujuklah dan ajaklah ia bermain atau melakukan aktivitas lain yang menyenangkan agar perhatiannya teralih dari empeng. Dengan demikian, anak mendapatkan aktivitas pengganti yang lebih mengasyikkan ketimbang mengempeng.

* Gantilah empeng dengan mainan gigitan/teether. Selain fungsinya hampir mirip dengan empeng, penggunaan mainan gigitan juga dianggap bermanfaat untuk mempercepat erupsi gigi susu.

EMPENG UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

Sebagian kecil penyandang kebutuhan khusus ada yang dianjurkan menggunakan empeng. "Empeng membantu kemampuan mengisap pada bayi dan anak berkebutuhan khusus," aku Jeri Novaro Sumual, terapis dari Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Jakarta. Tentu saja dengan pemilihan empeng yang tepat dan frekuensi serta durasi penggunaan yang pas.

Namun, tidak semua pasien yang mengalami gangguan pengisapan bisa diatasi dengan pemberian empeng. Tergantung penyebab dan berat ringannya kasus. Bila gangguan pengisapan muncul akibat terganggunya pusat saraf, tentu saja penggunaan empeng nyaris tidak memberikan manfaat apa pun alias sia-sia. Yang pasti, penggunaan empeng untuk terapi harus dikonsultasikan dengan terapis.
   
Jumlah Posts : 130
Jumlah di-Like : 1
Saat Belajar Makan Saat Ceria



Menginjak usia 6 bulan

Inilah saat yang tepat untuk memperkenalkan makanan padat pada si kecil. Di usia ini, organ-organ pencernaan anak sudah lebih siap. Memperkenalkan makanan padat terlalu dini bisa menyebabkan terjadinya gangguan pencernaan atau alergi. Sementara bila terlambat, anak menjadi tak terlatih untuk mengunyah. Akibatnya, perkembangan rahang dan otot-otot mulut akan terlambat, dan mempengaruhi kemampuan anak untuk bicara. Anak yang jarang dilatih mengunyah, akan berpeluang lebih besar untuk mengalami kesulitan bicara.



Perkenalkan makanan baru pada si kecil dengan penuh kesabaran, dan ajaklah dia berlatih untuk mengunyah. Ingat lho, pencernaan dimulai dari mulut karena waktu mengunyah itulah dihasilkan enzim-enzim yang akan berperan membantu lambung mengolah makanan. Bila pencernaan si kecil sehat, dia akan tumbuh lebih optimal.



Selain untuk memenuhi kebutuhan gizi, makan juga merupakan sarana education dan entertainment untuk si kecil. Jadi, jangan bosan untuk selalu kreatif dalam menyiapkan menu terbaik agar si kecil selalu gembira saat mencicipi hidangan yang Anda sajikan untuknya. Melalui buklet “MEDUTAINMENT” ini diharapkan Anda bisa secara aktif merencanakan menu pilihan untuk si kecil, sekaligus merekam momen-momen bersejarah ketika ia mencicipi satu persatu beragam jenis makanan yang Anda perkenalkan padanya.



Miliki pencernaan sehat

Awali dengan baik

Anak perlu berkenalan dengan aneka makanan sehat sejak awal agar mampu mengembangkan selera makan yang lebih baik dan lebih beragam. Terapkan jadwal waktu makan dan camilan yang teratur agar anak tak terbiasa ngemil karena iseng. Sarapan yang baik akan menjadi dasar yang kuat untuk membantunya beraktivitas sepanjang hari.



Porsi kecil tapi sering

Bayi dan batita memerlukan separuh jumlah kalori yang dibutuhkan orang dewasa. Berhubung lambung mereka lebih kecil, mereka tak bisa makan sekaligus banyak. Jadi, mereka perlu makan lebih sering dibanding orang dewasa, dan mereka butuh makanan yang kaya akan energi. Makan yang teratur dan camilan yang sehat akan menjaga kestabilan kadar gula darah dan menyediakan energi yang cukup untuk beraktivitas.



Segar lebih baik

Buah dan sayuran segar sangat penting bagi kesehatan dan merupakan sumber yang kaya akan vitamin dan mineral. Meski mengandung sedikit energi, sayuran tinggi akan serat, yang berfungsi melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit atau susah buang air besar. Tapi, pilihlah sayuran yang kandungan seratnya tidak begitu tinggi karena perkembangan saluran pencernaan si kecil belum sempurna. Pemberian sayuran mentah juga tidak dianjurkan karena banyak zat-zat racun dalam sayuran segar bisa menghambat penyerapan zat gizi oleh usus si kecil yang enzim-enzim pencernaannya belum berkembang sempurna.



Hindari junkfood

Makanan-makanan berkualitas rendah yang tinggi lemak, manis-manis, atau mengandung pengawet dan penyedap rasa tak ada gunanya bagi tubuh. Makanan seperti itu justru akan mengacaukan kadar gula darah, dan merampas nutrisi penting untuk tubuh. Biasanya makanan ini sudah melalui proses panjang yang akibatnya justru mengikis kandungan gizinya. Makanan ini juga akan lebih susah dicerna, dan bahkan disinyalir menimbulkan risiko berbagai penyakit seperti kanker, jantung, dan diabetes.



Nutrisi itu penting

Bayi dan anak-anak memiliki kebutuhan istimewa akan protein selama masa pertumbuhan yang bisa diperoleh dari daging, ikan, ayam, telur, tempe, tahu dan kacang-kacangan. Mereka juga perlu kalsium untuk tumbuh menjadi lebih besar dan lebih kuat. Kebutuhan kalsium mereka lebih tinggi sebagai dasar bagi tulang yang sehat seumur hidupnya. Mereka juga perlu vitamin, mineral dan zat gizi penting yang ditemukan dalam makanan seimbang. Kekurangan zat besi, contohnya, bisa menyebabkan anemia (kurang darah) yang dapat menghambat perkembangan, daya konsentrasi lemah, rewel dan depresi.



Air, air, air!

Banyak anak seringkali ”lupa” minum, entah karena Anda lupa menyodorkan air putih untuknya, atau karena si anak sendiri terlalu asyik bermain. Padahal, air sangat diperlukan untuk memperlancar transportasi nutrisi penting ke seluruh bagian tubuh dan ke otak. Kekurangan air atau dehidrasi dapat menimbulkan rasa pusing, daya konsentrasi lemah, dan sembelit. Setelah lebih besar, mungkin anak juga akan lebih senang minuman manis atau berkarbonat. Tapi hati-hatilah untuk tidak memberi dia terlalu banyak minuman seperti itu. Kalau dia haus, cukup berikan air putih saja, minuman yang terbaik dibanding minuman-minuman lain.
   
22-01-2008 09:57:57 MELATIH BALITA BERBICARA
Jumlah Posts : 222
Jumlah di-Like : belum ada like
tull yang semua rinray & bunda bilang ....



sesibuk apapun kita harus ada waktu utk anak , orang tua bisa bermain, bercerita dll , dari kata2 yg kita ucapkan akan menambah kosakata anak kt, trus kalau anak ber bicara kita harus respek seolah2 kita mengerti bahasanya .bahasa bayi memang indah , kata2 yang muncul dari bibir mungilnya kadang buat kita tertawa ...lucu ...

ada kata bebeke,tetetih,bokobokobo....dlll dech...



salam manis,



   
09-10-2007 09:46:56 Menyapih anak
Jumlah Posts : 142
Jumlah di-Like : belum ada like
dear mama haris mungkin bisa baca blognya my haura... punya bunda haura ya...
nah disitu dibilang kita bisa sentuh ego anak untuk bicara secara dewasa, bahwa emang udah waktunya untuk lepas asi, karena dah gede ^_^ bagus bgt yg di ceritain... coba deh bund