SITE STATUS
Jumlah Member :
492.577 member
user online :
1601 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

forum

Cari: air kencing kuning pekat saat hamil trim

New Topic :  
25-08-2016 19:39:09 tanya bidan
Jumlah Posts : 2
Jumlah di-Like : belum ada like
mau tanya ni bu bidan. air kencing sedikit berbusa saat hamil 22 week knpa ya? khawatir ni
   


25-08-2016 19:34:30 bertanya
Jumlah Posts : 2
Jumlah di-Like : belum ada like
mau tanya dong bun. air kencing sedikit berbusa saat hamil 22 week itu knpa ya?
   
26-07-2016 09:13:45 minum air es
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like
bun bahaya gak minum air es setiap hari saat hamil
   


Jumlah Posts : 149
Jumlah di-Like : belum ada like
tpi minumx klo dh 7 bln keatas ya bun soalx klo air klpa di mnum saat hamil mudah bisa membuat kegugurn bnyk bun yg sprti itu
   
24-01-2014 11:02:55 meludah terus :(
Jumlah Posts : 1269
Jumlah di-Like : 8

Dear bunda Dshe Pedrosa Nyit-nyut, 

Masalah air liur yang berlebih saat hamil terutama pada awal kehamilan memang kerap dikeluhkan para bunda, tetapi bunda tidak perlu khawatir karena keadaan ini tidak membahayakan buat bunda maupun janin. Keluhan ini biasanya disebabkan dari faktor hormonal, juga rasa mual yang berlebih yang membuat bunda jarang untuk menelan air liur ( pada keadaan normal air liur akan ditelan tanpa disadari oleh kita ) sehingga tanpa disadari produksi air liur semakin bertambah banyak , membuat bunda selalu ingin meludah. Berikut ini sedikit cara untuk mengurangi keluhan, antara lain sering menyikat gigi dan berkumur setiap hari, makan dalam porsi kecil tapi sering, kurangi konsumsi makanan yang mengandung zat tepung, minum air putih minimal 8 gelas/ hari, mengunyah atau menghisap permen yg tidak mengandung banyak gula guna membantu menelan air liur.

   


Jumlah Posts : 14
Jumlah di-Like : belum ada like

Bunda...  kalau masalah kulit bayi yang putih, coklat atau hitam tergantung gen ortunya. Bersih dari apa nih maksudnya? setauhku dan sepengalamanku, waktu aku hamil juga sering minum air kelapa hijau pada saat hamil tua dan tanpa gula tambahan, n alhamdulillah anakku setelah semiggu dilahirkan bahkan hingga sekarang menjelang 4 bulan di kulitnya tidak muncul bintik-bintik merah atau sejenisnya (kata orang tua biasa disebut syaraf, yang katanya biasanya menyebabkan demam dan rasa tidak nyaman). Mengenai mitos meminum kacang hijau juga ternyata ngga semua benar, waktu hamil tiap hari aku konsumsi bubur kacang hijau, tapi tetep aja rambut si dede tipis n ngga lebat, jadi menurutku putih, lebat rambut, hidung mancung, dll itu sih tergantung dari gen pembawaan ortunya.
Happy pregnant ya bunda... semoga tidak ada masalah waktu melahirkan nanti, dan semoga si dedenya "sempurna"...

   
14-11-2010 10:16:16 minum cdr ketika hamil
Jumlah Posts : 3
Jumlah di-Like : belum ada like
Salam kenal Bund..
Waktu saya cek kehamilan kemarin, justru kata Bidan n dokter saya gpp kok minum CDR malah dianjurkan. Palagi kaya saya, yang udah 3 minggu telat, tapi belum keliatan hasil USG nya (kl di test pac, hasilnya 2 garis tapi satunya samar), malahan dianjurin minum itu (klpun g hamil kan CDR mang bagus, tapi kl tnyata hamil, itu buat jaga2 katanya.)
Tapi... emang bener kata Bunda Angeli, jangan lupa minum air putih yg banyak, saat hamil atopun enggak, cz kl bumil kan sering minum obat/vit tuh, jadi biar ga ngendap di badan (kalo ga salah sih.. :p)

Semoga bermanfaat ya Bund...

Regards,
-Vie-
   
28-05-2010 01:36:01 Susu formula untuk ibu hamil
Jumlah Posts : 625
Jumlah di-Like : 16
Dear bunda,

Kalau soal susu, menurut saya yang paling baik susu kacang kedelai dan UHT. Sufor boleh-boleh saja dikonsumsi asal dicampur air pada temperatur yang tepat. 

Kakak saya lebih percaya susu UHT, dan babynya begitu lahir kukunya panjang dan ujungnya putih, menandakan mendapatkan kalsium dalam jumlah yang cukup. Sedangkan saya konsumsi sufor dan kacang kedelai bergantian. Hasilnya, kuku baby saya tidak begitu panjang dan putih ujungnya, tapi saya rasa dia masih dalam hitungan cukup kalsiumnya. Yang amazing itu adalah... tidak ada tahi lalat atau tanda lahir sama sekali. Saya sampai bolakbalik dan rasanya senang sekali melihatnya, apalagi kulitnya sangat halus sekali (daripada yang konsumsi UHT).

Padahal banyak yang suruh saya minum air kelapa, tapi saya hanya minum 2 gelas, itu pun waktu awal hamil saja, dan tidak saya teruskan, karena dilarang Mama saya (nurut mode on). Air kelapa baiknya diminum saat hamil tua, untuk mencegah dehidrasi (gerah banget kalo hamil tua itu) dan menjaga jumlah air ketuban cukup.

Jadi kalo kata orang minum air kelapa biar bayinya bersih dan putih itu cuma mitos belaka.

@Bunda Xavier,

Peristiwa langka ya bayi lahir dengan gigi.
Tapi saya rasa, bukan karena kelebihan kalsium. Bagaimana dengan nasib anak yang pertumbuhan giginya lambat sekali (ada bayi teman saya yang umur 1 tahun baru tumbuh)? Tidak bisa dibilang kurang kalsium, karena dia menyusui bayi terus.
   
16-01-2009 13:17:42 biar ASI lancar
Jumlah Posts : 198
Jumlah di-Like : 10

IBU MENYUSUI PERLU TAMBAHAN ZAT GIZI

Zat gizi ibu di masa menyusui sangat berpengaruh untuk kualitas dan kuantitas ASI.

"Seringkali para ibu lebih mementingkan gizi makanan ketika sedang hamil, tapi tidak demikian saat menyusui. Padahal, tak hanya di waktu hamil, saat menyusui pun kebutuhan akan zat gizi jadi bertambah," ungkap DR. dr. Saptawati Bardosono, M.Sc., dari SEAMEO-TROPMED RCCN, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Mengapa? Karena ibu dituntut memproduksi ASI yang kuantitas maupun kualitasnya harus memadai selama 6 bulan. Oleh karena itu, kebutuhan gizi masa menyusui ini juga sangat penting. Jika ibu tidak memperhatikan hal ini tentu akan berpengaruh pada kualitas dan kuantitas ASI-nya.

Berikut ini adalah zat-zat gizi yang harus menjadi asupan ibu setiap hari.

* Kalori

Kebutuhan kalori ibu per hari harus terdiri atas 60-70 persen karbohidrat, 10-20 persen protein, dan 20-30 persen lemak. Kalori ini didapat dari makanan yang dikonsumsi ibu dalam sehari. Di masa menyusui, kebutuhan ini bertambah sebanyak 500 kalori dari keadaan normal. Jadi, bila ibu biasa makan sehari 3 kali, maka sekarang harus jadi 4 kali. Boleh juga tetap sehari 3 kali, tapi dengan porsi yang lebih banyak.

Tambahan kalori ini harus ada karena dalam 6 bulan pertama ibu harus menghasilkan 750 cc ASI per hari. Untuk 6 bulan kedua lebih sedikit lagi, sekitar 600 cc ASI per hari. Jumlahnya jadi lebih sedikit karena di usia itu bayi sudah mendapat tambahan makanan lain, sehingga kebutuhan mengisap ASI-nya sudah tidak terlalu banyak lagi. Sementara itu, jumlah ASI yang diproduksi juga tergantung pada seberapa sering payudara menerima rangsangan isapan bayi.

* Protein

Kebutuhan protein ibu dalam keadaan normal biasanya sekitar 40 gram per hari. Selama menyusui, untuk 6 bulan pertama kebutuhannya harus ditingkatkan sebesar 15 gram dan 6 bulan kedua sebanyak 12 gram. Dengan adanya tambahan protein ini diharapkan ASI yang dihasilkan mengandung protein berkualitas.

Bila ibu menyusui tak menambah asupan protein, maka selama produksi ASI berlangsung kebutuhan tambahan protein itu akan diambil dari protein ibu yang ada di ototnya. Akibatnya, ibu menjadi kurus. Secara alamiah, ibu memang akan merasa lapar sekali setelah menyusui bayinya. Ini karena protein dari tubuhnya ada yang diambil.

Zat protein yang dibutuhkan ibu menyusui bisa diperoleh dari makanan yang banyak mengandung protein, baik hewani, seperti daging, sapi, ayam, ikan, seafood, telur, atau susu dan juga nabati, seperti tahu, tempe, dan kacang-kacangan.

Tentunya dalam mengonsumsi protein ini, ibu tak perlu repot dengan menimbang besarnya tambahan protein tersebut, tapi cukup dikira-kira saja. Kalau biasanya dalam sekali makan ibu mengambil satu potong lauk, maka sekarang ditambah jadi dua potong.

* Lemak

Mungkin ada ibu yang takut gemuk bila zat lemaknya harus ditambah. Bagaimanapun, secara kuantitas, papar Tati, kebutuhan lemak tetap harus memenuhi proporsi kebutuhan kalori seharinya, yaitu sekitar 20-30 persen. "Kalau kebutuhan kalori ibu bertambah, otomatis kebutuhan gram lemaknya pun bertambah sesuai proporsi tadi."

Untuk bisa menghasilkan ASI berkualitas dibutuhkan zat-zat lemak tak jenuh ganda. Lemak ini dibutuhkan bayi untuk perkembangan otak dan retina matanya. Asam lemak tak jenuh ganda dalam ASI akan terbentuk bila ibu mengonsumsi bahan makanan seperti minyak jagung atau minyak biji kapas dan ikan dari peraiaran laut dalam, seperti haring atau salmon yang mengandung asam lemak tak jenuh.

* Mineral

Mineral dan vitamin termasuk mikronutrien, yaitu zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Pertambahannya pun bagi ibu menyusui tak begitu menonjol, karena yang dibutuhkan sedikit sekali, hanya dalam hitungan ukuran miligram atau bahkan mikrogram. Ini karena bagaimanapun, kandungan mineral dalam ASI biasanya konstan.

Namun bukan berarti kebutuhan mineral boleh diabaikan. Beberapa mineral yang pemenuhannya harus mendapat perhatian adalah zat besi. Zat besi yang berasal dari ASI mudah diserap bayi dibandingkan dengan zat besi yang terdapat pada susu sapi. Dari ASI, bayi bisa menyerap zat besi sebanyak 50 persen, sedangkan dari susu sapi sekitar 10 persen atau kurang. Oleh karena itu, ibu menyusui diharapkan banyak mengonsumsi makanan yang merupakan sumber zat besi, seperti hati, sumsum tulang, telur, dan sayuran berwarna hijau tua.

Selain itu, mineral lainnya yang sangat dibutuhkan adalah yodium. Ibu menyusui sebenarnya mudah memperolehnya dari garam yang beryodium. Ada lagi mineral lain yang dibutuhkan, walau sedikit, yaitu seng, magnesium dan selenium, yang bisa didapat dari makanan hewani.

* Vitamin

Ada dua macam vitamin, yaitu vitamin larut dalam lemak dan larut dalam air. Keduanya dibutuhkan untuk memenuhi standar kualitas ASI. Yang larut dalam lemak adalah vitamin A, D, E, dan K. Untuk vitamin K, bayi sebetulnya diharapkan dapat membentuknya sendiri di usus. Hanya saja, karena usus bayi baru lahir masih steril, maka biasanya asupan vitamin K didapat dari suplemen yang disuntikkan.

Vitamin A didapat bayi dari ASI. Untuk memenuhi kebutuhannya, ibu perlu mengomsumsi makanan hewani, seperti hati, maupun makanan nabati berwarna hijau tua atau kuning seperti wortel, jeruk, dan tomat.

Vitamin D didapat dari sinar matahari. Makanya ibu harus rajin berjemur bersama bayinya di pagi hari. Vitamin D yang dibentuk di tubuh ibu akan disalurkan pula kepada bayinya lewat ASI. Sedangkan vitamin E juga bisa didapat dari biji-bijian, kacang-kacangan, dan serealia.

Sementara dari jenis vitamin yang larut dalam air, yang paling banyak dibutuhkan adalah vitamin C. Pasokan vitamin ini ikut mempengaruhi jumlah ASI yang dapat dikeluarkan. Oleh karena itu, ibu menyusui harus cukup mendapat vitamin C. Konsumsinya tak perlu berlebihan, sehari hanya sekitar 60 -120 mg. Jadi konsumsi vitamin C dosis tinggi sebesar 500 atau 1.000 mg sebetulnya mubazir, karena kelebihannya akan dikeluarkan lewat air seni.

Selain itu, ibu juga membutuhkan berbagai vitamin B, seperti vitamin B6 dan vitamin B12 agar ASI-nya pun mengandung cukup vitamin B. Pada bayi, vitamin ini berfungsi sebagai regulator terjadinya metabolisme dalam tubuh untuk menghasilkan energi bagi pertumbuhannya.

Dari hasil penelitian, keberadaan vitamin B6 pada ASI sangat bergantung pada jumlah vitamin B6 yang dimiliki ibu. Bila ibu kekurangan vitamin B6, sudah pasti ASI-nya juga tidak cukup mengandung vitamin ini. Vitamin B6 banyak terdapat antara lain pada sayuran berwarna hijau tua dan daging.

SUSU DAN SUPLEMEN MAKANAN 

Adakalanya ibu tak suka makan terlalu banyak lauk dan mengantikannya dengan asupan susu. Menurut Tati, hal ini tidak mengapa karena ibu bisa mendapatkan zat protein yang dibutuhkannya dari lemak susu. Namun demikian, ada baiknya asupan karbohidrat juga diperhatikan, misalnya dengan mencampurkan susu dengan sereal. Kalau tidak, ibu bisa kekurangan karbohidrat dan pola makannya jadi tidak seimbang karena asupan proteinnya jadi lebih banyak. Jika berlangsung terus-menerus, metabolisme tubuh ibu akan terganggu.

Pola makan yang tidak seimbang juga bisa diatasi dengan menyantap suplemen makanan. Namun, Tati mengingatkan, suplemen hanya bisa mencukupi kekurangan asupan vitamin dan mineral. Kalau memang ibu yakin bisa mendapatkan kebutuhan zat gizi dari makanan, tak perlulah mengonsumsi suplemen. Disamping itu, suplemen juga sudah melalui proses kimiawi yang jika terakumulasi dalam tubuh bisa saja menimbulkan efek negatif. Lain halnya dengan makanan segar yang lebih natural.

MENGHINDARI KEGEMUKAN 

Adanya tambahan kebutuhan gizi dengan porsi tambahan makan, diakui Tati, tentu berdampak pula bagi ibu. Kalori ibu akan bertambah, sementara kerja ibu hanya menyusui dan mungkin tidak banyak bergerak. Otomatis kemudian berat badan akan meningkat karena lemaknya bertambah.

Untuk menghindari terjadinya kegemukan, sebaiknya ibu melakukan latihan gerak badan atau olahraga, seperti lari, aerobik, atau body language. Olahraga ini akan membakar kalori sehingga tak terjadi penumpukan lemak dalam tubuh. Bila kondisi ibu baik, latihan cukup dilakukan 15-30 menit dalam sehari.

Tati tidak menganjurkan ibu menyusui berdiet menguruskan badan. Kecuali memang kelebihan berat badannya besar sekali. Selain melakukan latihan olahraga, bolehlah ia menurunkan asupan kalorinya, tapi tidak boleh lebih rendah dari 1.800 kalori per hari. Bagaimanapun, kebutuhan zat gizi semasa menyusui lebih besar daripada semasa hamil.

UNTUK MEMPERLANCAR ASI

Daun-daun tertentu memang sudah terbukti dapat memperlancar produksi ASI, seperti halnya daun katuk atau daun lain yang berwarna hijau pekat. "Namun sayuran lain yang banyak mengandung vitamin dan mineral juga akan merangsang dan meningkatkan produksi ASI," Kata Tati.

Diakuinya, kini pun sudah banyak obat pelancar ASI dalam bentuk kaplet, sehingga lebih praktis. Menurutnya tak masalah kaplet ini dikonsumsi, karena sudah melalui riset dan sudah diperhitungkan dosis amannya. Hanya saja, selain masalah harga, juga tak dapat dinikmati rasanya. Jadi, alangkah baiknya jika daun-daunan itu dimakan masih dalam bentuk aslinya.

MAKANAN YANG BOLEH & TAK BOLEH 

"Makanan yang dianjurkan semasa menyusui tentunya yang memenuhi kebutuhan semasa itu. Sehari makan 3 kali makanan utama dengan porsi nasi dan lauk pauk yang diperbanyak. Untuk memenuhi kebutuhan kalori yang bertambah, jangan lupa makan makanan selingan, berupa susu dan buah. Juga harus minum sebanyak-banyaknya," papar Tati. Sementara kebutuhan akan cairan bisa didapat dari makanan dan minuman. Bisa berupa sayuran, jus buah, susu, dan sebagainya.

Sebetulnya, ungkap Tati, ibu menyusui tidak pantang makanan apa saja. Yang penting harus diperhatikan adalah pola makan yang seimbang. Lalu bagaimana dengan bahan makanan berikut ini?

* Buah durian dan nangka

Selama menyusui, buah-buahan seperti nangka dan durian menurut Tati, sebetulnya tidak dilarang untuk dikonsumsi, tapi memang perlu dibatasi. Asal tahu saja, konsumsi buah-buahan yang rasanya sangat manis, seperti anggur dan rambutan juga perlu dibatasi karena mengandung kalori tinggi. Jadi, yang penting proporsional, jangan kebanyakan.

Pada orang-orang tertentu, kalori tinggi yang tersisa akan disimpan dalam tubuh sehingga kadar gulanya berlebihan. Selain itu, sisa kalori juga akan disimpan menjadi lemak sampai akhirnya bisa berlebihan. Akibatnya tentu akan lebih panjang lagi, bisa menganggu sistem sirkulasi darah dan jantung. Pengaruhnya ke ASI mungkin tidak ada.

Jadi, kalau memang ibu menyusui ingin menyantap kedua buah-buahan ini maka proporsinya harus diperhitungkan. Apalagi, durian dan nangka mengandung alkohol. Jika alkohol yang memabukkan dikonsumsi oleh bayi melalui ASI, maka sebagai efeknya bayi bisa rewel, hiperaktif atau sebaliknya lesu.

* Kopi

Ibu boleh saja tetap minum kopi semasa menyusui. Namun, jumlahnya perlu dibatasi, yaitu tak lebih dari dua cangkir dalam sehari. Lebih dari itu, dikhawatirkan zat kafein yang terdapat pada kopi terikut dalam ASI dan terminum oleh bayi.

Zat kafein yang bersifat stimulan sebetulnya bisa membuat orang yang mengonsumsinya menjadi segar. Pada bayi, kafein ini akan menstimulasi semua metabolismenya menjadi lebih cepat. Akibatnya, jantung bayi berdenyut lebih cepat, ginjal bekerja lebih keras, dan air kencing akan lebih banyak. Kondisi ini tentu tidak baik bagi bayi. Selain kopi, beberapa produk soft drink juga mengandung kafein. Oleh karena itu, ibu menyusui harus betul-betul menaruh perhatian.

* Teh

Minum teh bagi ibu menyusui tak jadi masalah. Memang, di dalam teh terkandung zat tanin. Efeknya menghambat penyerapan zat besi. Namun, zat ini dianggap tidak terlalu membahayakan.

* Tape

Yang dikhawatirkan dari makanan ini adalah kandungan alkohol dan kalorinya yang sangat tinggi, hampir sama seperti durian dan nangka.

* Food allergen

Makanan-makanan yang dapat menyebabkan alergi umumnya mengandung protein berkadar tinggi, seperti seafood. Nah, untuk itu, ibu menyusui perlu hati-hati dengan seafood, seperti udang atau cumi. Jika setelah mengonsumsi makanan laut, ASI yang dihasilkan membuat kulit bayi gatal atau merah-merah, berarti ia mengalami alergi. Sebaiknya ibu segera menghentikan konsumsi jenis makanan tersebut.

* Makanan pedas

Sebetulnya tak masalah jika ibu menyusui mengonsumsi makanan pedas. Toh, rasa pedas ini tidak akan keluar lagi bersama ASI. Juga, cabai merupakan jenis sayuran yang banyak mengandung vitamin C.

* Ketan

Makanan ini merupakan sumber karbohidrat, tetapi beda halnya dengan beras, ikatan molekulnya lebih kompleks sehingga lebih sulit dicerna. Akibatnya, untuk sampai menghasilkan energi dibutuhkan waktu yang lebih lama. Namun demikian, tak masalah bila ibu menyusui mengonsumsinya.

* Makanan berserat

Makanan yang kaya serat seperti sayuran dan buah, sebetulnya akan memperlancar pencernaan. Namun demikian, jumlah yang dikonsumsi harus proporsional. Jika terlalu banyak, maka bayi bisa susah buang air besar.

* Makanan kaleng

Meskipun enak, makanan dan minuman kaleng sebaiknya dihindari. Jika makanan itu berupa ikan laut, misalnya, proses pengawetan akan membuat zat protein yang dikandungnya mengalami perubahan. Padahal protein yang dikonsumsi ibu nantinya akan disalurkan kepada bayi bersama ASI. Zat protein yang sudah berubah itu sangat mungkin menyebabkan bayi alergi.

* Obat-obatan

Pada saat berobat ke dokter, pastikan bahwa ibu menjelaskan statusnya yang tengah menyusui. Dengan begitu, dokter tidak akan memberinya obat-obatan yang akan membahayakan bayi apabila terproses bersama ASI. Misalnya, obat batuk yang mengandung zat penenang. Bila sampai terkonsumsi, bayi bisa jadi lesu dan mengantuk. Selain itu, ada obat-obatan yang dapat menimbulkan ketergantungan. Obat jenis ini sangat berbahaya jika sampai terkonsumsi bayi

9 MITOS MENYUSUI DAN FAKTANYA

Katanya ASI bisa kurang kalau si bayi rakus. Bagaimana faktanya? Dr. Rudy Firmansjah B. Rivai, Sp.A dari Rumah Sakit Anak dan Bersalin (RSAB) Harapan Kita Jakarta menjelaskannya kepada kita.

1. ASI BELUM KELUAR PADA HARI PERTAMA SEHINGGA PERLU DITAMBAH CAIRAN LAIN

Salah. Memang, banyak ibu yang mengalami kesulitan menyusui di hari pertama dan mengeluhkan ASI-nya tidak bisa keluar. Namun tak perlu cemas karena di hari pertama, selain bayi belum memerlukan cairan tambahan, di dalam tubuhnya pun masih ada cadangan cairan yang cukup.

ASI sendiri terdiri atas 88% air. Jadi, kebiasaan memberi cairan seperti susu formula, air putih, teh manis kepada bayi baru lahir tentu kurang tepat. Di banyak negara tindakan ini sudah menjadi kebiasaan dengan alasan agar bayi tidak rewel atau sekadar menghilangkan hausnya. Ditambah lagi, bila cairan itu diberikan dengan dot, selain refleks mengisap bayi jadi tidak terasah, ia juga berisiko bingung puting.

2.ASI TIDAK BISA MEMUASKAN BAYI "RAKUS"

Salah. ASI bisa mencukupi semua kebutuhan asupan makanan dan minuman bayi hingga bayi berusia 6 bulan. Rata-rata kebutuhan cairan bayi pada minggu pertama sekitar 80-100 ml/kg per hari, dan meningkat menjadi 140-160 ml/kg pada usia 3-6 bulan. Semua itu cukup dipenuhi hanya dengan ASI. Bahkan bagi bayi superrakus sekalipun.

Sebuah penelitian menyebutkan, 98 ribu dari 100 ribu ibu yang mengatakan produksi ASI-nya kurang, ternyata memiliki cukup ASI. ASI tidak bisa berproduksi secara optimal karena manajemen laktasi yang kurang baik. Misalnya, tidak tahu posisi menyusui yang tepat, stres, terpengaruh mitos-mitos menyusui, kurang istirahat, dan lain-lain.

ASI yang dikeluarkan, baik dari payudara kanan maupun kiri, sama-sama mengandung foremilk dan hindmilk atau dengan kata lain memiliki komposisi yang sama. Jadi, salah kalau ada yang menganggap payudara kanan mengandung makanan dan yang kiri minuman. Puaskan bayi pada satu payudara selama kira-kira 15 menit. Bila masih belum puas, barulah pindahkan lagi ke payudara pertama.

3.PAYUDARA KENDUR GARA-GARA MENYUSUI

Tidak ada hubungannya. Kendur tidaknya payudara tidak ada hubungannya dengan pemberian ASI. Biang keladi perubahan payudara adalah kehamilan itu sendiri. Saat hamil hormon-hormon membuat payudara penuh berisi ASI. Ukuran payudara pun terlihat lebih besar dari biasanya. Nah, pascamenyusui, ukuran payudara kembali normal. Akibatnya, otot-ototnya pun mengendur dan membuat payudara sedikit kendur.

Hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Lewat pijat atau senam payudara keindahan bentuk payudara bisa dipertahankan. Pilih juga bra yang tepat agar bisa membuat bentuk payudara tidak kendur. Selain itu, menyusui juga bisa memproteksi payudara dari serangan kanker payudara. Penelitian membuktikan, risiko terkena kanker mengecil jika ibu menyusui anaknya.

4. SULIT TURUNKAN BB JIKA MENYUSUI

Salah. Konon, menyusui membuat nafsu makan ibu bertambah lahap, sehingga sulit mengatur berat badan. Ini tidaklah tepat. Sebuah penelitian menyebutkan, menyusui dapat membantu ibu menurunkan berat badan lebih cepat. Kala menyusui timbunan lemak yang terjadi pada waktu hamil diubah menjadi energi. Sebaliknya, timbunan lemak ini sulit disingkirkan jika ibu tidak menyusui.

5.UKURAN PAYUDARA TENTUKAN BANYAKNYA ASI

Salah. Banyak tidaknya ASI tidak ditentukan oleh besar kecilnya payudara, tapi tergantung seberapa banyak kelenjar pembentuk air susu. Payudara berukuran besar kanan bergizi yang cukup dan seimbang.

Bahkan menyusui bisa memberi perlindungan terhadap zat kimia beracun tertentu. Pada kecelakaan kebocoran reaktor di Chernobyl, didapat fakta bahwa kadar zat radio aktif dalam ASI jauh lebih sedikit daripada dalam tubuh ibu. Para ahli pun berkesimpulan, ada mekanisme tubuh tertentu yang menyaring racun sehingga konsentrasinya dalam ASI sangat rendah.

7.BANYAK BERISTIRAHAT BISA MENAMBAH PRODUKSI ASI

Kurang tepat. Mitosnya saat istirahat produksi ASI akan berjalan lancar. Ini tidak sepenuhnya benar. Yang betul makin sering ASI diberikan, makin banyak pula ASI dihasilkan. Produksi ASI meningkat seiring dengan gerakan mengisap. Sebaliknya, jika dihentikan maka lambat laun produksi ASI pun berkurang. Itulah mengapa, berikan ASI atau pompalah secara teratur. Jangan lupa untuk merawat dan memijat payudara agar produksi ASI tetap lancar.

8.TIDUR BAYI LEBIH LELAP JIKA MINUM SUSU FORMULA

Tidak tepat. Memang, bayi-bayi yang diberikan susu formula cenderung tidur lama. Penyebabnya, susu formula umumnya tidak dapat dicerna dengan cepat, sehingga efek rasa kenyangnya lebih lama dan tidurnya pun terkesan lebih lama. Tapi kuantitas tidak menjamin kualitas. Jadi, tidak ada perbedaan kualitas tidur antara bayi peminum ASI dan susu formula.

9.MENYUSUI TANGKAL KEHAMILAN

Tidak sepenuhnya salah. Sebuah riset mengemukakan, menyusui bisa menurunkan kesuburan. Pada ibu yang tidak menyusui, kesuburan biasanya muncul kembali dalam 4-6 minggu pascapersalinan. Pada ibu menyusui, rentangnya bisa lebih lama, karena proses ovulasi terhambat.

Saat menyusui produksi hormon prolaktin meningkat. Hormon ini cukup efektif menghambat ovulasi, menstruasi pun menjadi tertunda. Itulah mengapa, kala menyusui, tubuh tak mampu menghasilkan sel telur matang. Walhasil, sperma yang masuk tidak akan menemukan "pasangan"nya. Kehamilan pun tidak akan terjadi atau disebut KB alami, yang sering diistilahkan LAM (Lactation Amenorrhoe Methode).

Meskipun efektivitasnya mencapai 98%, menyusui tidak menjamin ibu tidak hamil. Karena persyaratan menyusui sebagai KB alami sangat ketat, di antaranya ASI harus diberikan secara eksklusif. Frekuensi pemberiannya harus diatur, 10 kali dalam satu hari, disamping banyak syarat lain yang harus dipenuhi. Risiko kehamilan tetap besar jika ibu tidak bisa mematuhi syarat-syarat tersebut.

   
Jumlah Posts : 326
Jumlah di-Like : belum ada like

ASI Lancar, Puasa Tak Lewat

(Sumber dari: AIMI *dengan perubahan seperlunya*)

Bulan Ramadhan hampir tiba. Bulan penuh ibadah bagi umat muslim di dunia. Salah satu ibadah yang wajib dilakukan setiap muslim yang telah baligh (cukup umur) adalah berpuasa. Nah, bagaimana dengan ibu hamil dan menyusui?

Puasa Ramadhan hukumnya tetap wajib bagi ibu hamil dan menyusui. Alhamdulillah, Islam memberikan kelonggaran bagi ibu hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa dengan berpuasa di lain waktu atau membayar fidyah.

Yang pertama, dikembalikan kepada motivasi atau niat. Jika ibu hamil dan menyusui tidak melakukan ibadah puasa karena mengkhawatirkan kesehatan dirinya, maka dia menganggap dirinya seperti orang sakit. Sehingga cara mengganti puasa sama dengan mengganti puasa dikala orang sakit, yaitu dengan berpuasa di hari lain. Namun, jika mengkhawatirkan bayinya, dianggap seperti orang tua yang tak punya kemampuan sehingga cara menggantinya selain membayar puasa-seperti cara orang tua-yaitu dengan membayar fidyah.

Yang kedua, ibu hamil atau menyusui cukup membayar fidyah saja tanpa harus berpuasa. Karena keduanya tidak berpuasa bukan karena sakit, melainkan karena keadaan yang membuatnya tidak mampu puasa. Kasusnya lebih dekat dengan orang tua yang tidak mampu berpuasa.

Apa dan bagaimana cara membayar Fidyah? Fidyah adalah memberi makan orang fakir miskin. Satu hari puasa diganti dengan satu kali fidyah. Ukuran memberi makan adalah sebesar porsi kita makan 3 kali sehari, yakni sekitar 1 mud atau 600 gram. Jika dirupakan uang, sebesar biaya kita makan 3 kali sehari.

Ketika memberikan fidyah, ada tata caranya juga. Salah satu yang harus diingat adalah jangan lupa mengucapkan berita serah terima/ijab kabul. Misalnya “Saya membayar fidyah kepada saudara, mohon diterima dengan baik”. Jika meminta orang lain yang menyerahkan maka, “Ibu A membayar fidyah kepada saudara, mohon diterima dengan baik”. Untuk detailnya, silakan konsultasi dengan pemuka agama di lingkungan Anda. 

Nah, bagi ibu menyusui yang ingin berpuasa bagaimana? Selama kondisi ibu dan bayi sehat, maka diperbolehkan berpuasa. Namun, jika dikuatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan, misalnya kekurangan gizi, produksi ASI berkurang, sakit, dan lain sebagainya, maka Islam menyarankan untuk tidak berpuasa.

Manajemen Laktasi Ibu Menyusui Yang Sedang Berpuasa

Dengan perubahan jadwal makan, bukan berarti asupan makanan yang dikonsumsipun ikut berubah. Yang penting, ibu menyusui tetap makan 3 kali sehari dan secara disiplin mengkonsumsi makanan dengan gizi berimbang, yaitu dengan komposisi 50% karbohidrat, 30% protein dan 10-20% lemak.

Kemudian, hal-hal berikut dapat dilakukan untuk memastikan bahwa produksi ASI selama ibu berpuasa tetap lancar dan berkualitas:

Asupan menu dengan gizi seimbang

Ibu yang sedang menyusui memang membutuhkan tambahan sekitar 700 kalori perhari, 500 kalori diambil dari makanan ibu dan 200 kalori diambil dari cadangan lemak dalam tubuh ibu. Oleh karena itu, penting bagi ibu menyusui yang sedang berpuasa untuk tetap mempertahankan pola makan 3x sehari dengan menu gizi seimbang. Pada saat sahur, ketika berbuka puasa dan menjelang tidur sesudah shalat tarawih. Makan sahur akan menghasilkan energi yang berguna untuk aktivitas kita hari itu. Komposisi makanan dengan gizi berimbang akan menghasilkan sari makanan yang bagus untuk anak. Jangan terlambat berbuka dan jangan makan secara asal yang penting makan ya :)

Ada beberapa tips mengenai asupan ibu menyusui selama berpuasa:

Pertama,boleh mencoba konsumsi sumber karbohidrat kompleks agar bisa membantu membuat ibu menyusui tidak lemas di tengah hari. Karbo kompleks seperti beras merah lebih lama diproses tubuh sehingga pelepasan gula menjadi energi berlangsung bertahap. Kondisi ini dapat lebih menjamin kebutuhan energi ibu sampai berbuka. 

Kedua, konsumsi sayur dan buah lebih banyak saat berbuka atau malam hari dan konsumsi protein lebih banyak saat makan sahur. Protein menjadi sumber energi, yang diolah terakhir setelah karbohidrat dan lemak. Asupan protein ini sesuai bagi busui yang membutuhkan banyak cadangan energi. Sementara serat pada buah dan sayur membantu menjaga asupan vitamin dan menjaga kesehatan pencernaan ibu selama menyusui. Usahakan stop makanan instant selama puasa ini ya, karena makanan seperti mie instant biasanya hanya mengandung kalori yg membuat kenyang tetapi minim nilai gizinya. 

Ketiga, silakan konsumsi suplemen vitamin dan mineral jika diperlukan. Tanyakan kepada dokter suplemen apa yang baik untuk ibu menyusui saat berpuasa karena saat ibu menyusui berpuasa, yang terpengaruh biasanya adalah kadar micro nutrients (elemen-elemen nutrisi yang diperlukan dalam jumlah yang kecil seperti zinc, magnesium, dan potassium), namun itu bukanlah masalah.  

Perbanyak konsumsi cairan, mulaidari berbuka hingga sahur

Jika bisa minum air putih sebanyak dua liter (sekitar 10-12 gelas sehari), ditambah dengan jenis cairan lainnya seperti juice buah, teh manis hangat dan susu. Berbuka puasa dengan minum minuman hangat, akan merangsang kelancaran ASI bagi ibu menyusui. Jika bisa, hindari teh dan kopi saat sahur karena bersifat diuretik, yang menyebabkan ibu sering buang air kecil. Akibatnya ibu berisiko kekurangan cairan akibat seringnya cairan dibuang. 

Istirahat yang cukup

Merasa lemas saat berpuasa itu hal yang lumrah, apalagi jika si ibu baru saja menyusui. Cobalah untuk beristirahatlah sejenak, apakah dengan cara tidur atau sekadar relaks menenangkan pikiran. Perlu ibu menyusui ketahui, bahwa semakin

sering payudara dihisap oleh bayi, maka produksi ASI akan semakin banyak. Jadi, bila selama puasa ibu tetap rajin menyusui, ASI akan tetap lancar.

Ibu Bekerja

Ibu bekerja yang memerah ASI di tempat kerjanya disarankan untuk tetap melakukan kegiatan memerah ASI seperti biasa dengan tetap memperhatikan tips-tips seperti yang sudah disebutkan diatas ini. Kembali berpegang pada prinsip demand and supply, semakin banyak ASI dikeluarkan maka semakin banyak ASI yang akan diproduksi. Apabila ibu menyusui yang biasa memerah menghentikan kegiatan memerahnya selama bulan puasa, maka ASI yang diproduksi dapat berkurang, yang bukan disebabkan oleh kegiatan berpuasa tetapi karena mengurangi kegiatan memerah tadi.

Bagaimanapun, mendapatkan ASI adalah hak bayi. Jadi, dahulukan kepentingan bayi. Untuk ibu yang memiliki bayi di bawah 6 bulan, memang dianjurkan untuk tidak berpuasa karena bayi sedang dalam tahap ASI Eksklusif dan belum memperoleh makanan tambahan apapun kecuali ASI. Ada dua alasan kenapa ibu dalam fase ASIX tidak dianjurkan berpuasa dulu: pertama, pada masa ASIX, terutama di dua bulan pertama adalah fase pemantapan menyusui. Jika proses menyusui ibu sudah mantap dan ingin mencoba puasa silakan. Tetapi jika ibu masih berjuang untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan produksi, sebaiknya tunda dulu puasanya. Kedua, bayi di bawah 6 bulan sering mengalami fase percapatan pertumbuhan (growth spurts) yang membuatnya tiiba-tiba jadi sangat sering menyusu. Jika Anda mulai kewalahan di saat fase GS ini, pertimbangkan untuk stop puasa dulu.

Kondisi yang Harus Diperhatikan

Jika si kecil masih dalam fase ASIX (atau bahkan setelahnya) dan ibu ingin berpuasa, ada hal penting yang tidak boleh diabaikan: perhatikan sinyal sinyal yang dikirimkan tubuh Anda dan tubuh bayi. 

Apa yang harus diperhatikan dari kondisi ibu?

-Merasa sangat haus (terutama pasca menyusui/memerah).

- Urine/ air seni berwarna pekat (kuning tua/cokelat) serta bau yangtajam.

- Merasa sangat pusing dan berkunang-kunang, apalagi jika pusing tidak hilang setelah ibu beristirahat

Adalah wajar jika ibu merasa lemas.  Oleh karena itu usahakanlah untuk beristirahat paling tidak satu kali di siang hari. Atau bila tidak memungkinkan untuk tidur siang, upayakan untuk sekadar duduk,

berbaring dengan rileks. Istirahat akan sangat membantu agar hormon Oksitosin yang berfungsi untuk mengeluarkan ASI bekerja secara optimal. Jika Anda mulai pusing atau air seni Anda mulai pekat, sebaiknya hentikan dulu puasanya. Apa yang harus diperhatikan dari kondisi bayi?- Frekuensi BAK bayi sudah kurang dari 6 kali per 24 jam, warna urine bayi juga mulai pekat- Ada gejala2 dehidrasi lain pada bayi, seperti mulut yag kering, bayi terlihat sangat lemas, kulit tidak lentur, dsb.- Bayi kelihatan gelisah seharian, rewel atau berperilaku di luar kebiasaan normalnya. - Bayi mengalami diare atau demam yang mana membutuhkan extra asupan ASI agar tidak dehidrasi, terutama di masa ASIX.

Selamat menunaikan ibadah puasa dan salam ASI :) 

   
05-03-2014 15:09:12 pelengketan dinding rahim
Jumlah Posts : 3
Jumlah di-Like : belum ada like

siang dok, saya mau nanya, kalau saat hamil air kencing keruh dan kuning bermasalah gk ya dok?

   
27-12-2013 11:40:08 meningkatkan produksi asi
Jumlah Posts : 527
Jumlah di-Like : belum ada like
Busui Harusnya Makan Apa Sih? (copas from theurbanmama)

Saya menerima banyak pertanyaan mengenai nutrisi untuk Mama menyusui. Juga sayangnya masih banyak mitos-mitos yang salah seputar nutrisi, apa yang Mama makan, dan minum selama menyusui. 

Pertanyaan yang sering muncul misalnya:
Apa yang perlu dimakan supaya ASI keluarnya lancar?
Apakah Mama menyusui harus makan daun katuk setiap hari?
Apakah Mama yang menyusui harus lebih sering dan lebih banyak makan?
Apa yang Mama menyusui makan supaya menghasilkan ASI yang tidakbening dan lebih padat gizi juga bisa membuat bayi gampang kenyang?
Perlukah Mama menyusui minum yang banyak supaya ASI jadi banyak?

Mama juga harus kritis menyikapi berbagai iklan produk-produk yang menyatakan mampu membuat ASI Mama lebih lancar, ASI Mama lebih berkualitas, ASI Mama lebih kental, dan padat gizi. Di tulisan saya kali ini saya akan coba membahas mengenai nutrisi bagi Mama menyusui dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang saya sudah sebutkan sebelumnya. 

Tubuh Mama sudah dirancang Allah SWT agar siap untuk menyusui sejak di masa kehamilan. Jadi pasca Mama melahirkan, tubuh Mama punya cadangan nutrisi yang mencukupi untuk memulai proses menyusui. Mama menyusui dapat menyusui/menghasilkan ASI walaupun asupan nutrisinya tidak maksimal. Kenapa? Karena tubuh akan secara efektif menggunakan nutrisi yang ada di tubuh Mama.

Bahkan pada kasus Mama yang malnutrisi, nutrisi untuk mensintesis ASI diambil dari cadangan nutrisi yang ada pada tubuh Mama sejak kehamilan. Jadi secara umum, nutrisi yang dikonsumsi Mama menyusui sangat sedikit pengaruhnya terhadap produksi dan komposisi ASI. 

Berapa kalori yang dibutuhkan oleh Mama menyusui setiap hari?
Secara umum, rasakan kebutuhan tubuh Mama untuk makan. Ketika Mama menyusui bayi, sangat wajar bahwa Mama akan lebih sering merasa lapar, apalagi saat bayi berada dalam tahap growth spurt/percepatan pertumbuhan. Menghitung kebutuhan kalori per hari jarang diperlukan kecuali Mama menyusui punya masalah dengan kesehatan dan berat badan. Dari berbagai sumber, wanita berusia 19-50 tahun, tidak dalam kondisi hamil dan menyusui serta melakukan aktivitas sedang/normal memerlukan 1.800 ? 2.200 kcal setiap harinya. Ketika Mama menyusui saat ASI sudah matang, yaitu sekitar 28 hari pasca Mama melahirkan, menyusui secara eksklusif setiap harinya menggunakan sekitar 500 kcal. Jadi secara umum, Mama yang menyusui secara eksklusif memerlukan tambahan 300 ? 500 kcal setiap harinya (hanya menambahkan 1 atau 2 porsi camilan sehat dalam sehari).

Ketika bayi sudah mulai memasuki masa MPASI (Makanan Pendamping ASI) / selesai menjalani masa ASI Eksklusif selama 6 bulan maka kebutuhan kalori Mama secara bertahap akan berkurang. Rekomendasi dari beberapa sumber adalah Mama yang sedang menyusui mempertahankan 2.200 kcal setiap harinya, yang ideal 2.700 kcal dan 1.800 kcal adalah jumlah minimum. Apabila Mama menyusui hanya mengkonsumsi 1.500 kcal per hari maka produksi ASI tidak terganggu dan komposisi ASI tidak berubah. Produksi ASI akan mengalami masalah bila secara terus menerus Mama menyusui mengkonsumsi kurang dari 1.500 kcal per harinya. Keuntungan Mama menyusui makan secara sehat adalah untuk kesehatan Mama sendiri di masa kini dan juga di masa mendatang. 

Berapa banyak cairan yang harus diminum Mama menyusui?
Secara umum jawabannya adalah ikuti kebutuhan Mama. Secara umum Mama menyusui  akan merasa lebih sering haus terutama setelah menyusui. Penelitian menyatakan bahwa kekurangan cairan tidak menurunkan volume ASI. Panduannya, Mama menyusui membutuhkan 3,1 ? 3,8 liter (atau 13 ? 16,5 cup) cairan setiap harinya, dan cairan ini tidak hanya didapatkan dari air yang diminum tapi juga dari makanan seperti sup, buah-buahan, sayur-sayuran dll. Cara yang mudah untuk mengukur apakah Mama menyusui sudah mendapatkan cairan secara cukup adalah memperhatikan warna urin Mama. Bila warna urin kuning terang/cerah maka asupan cairan Mama baik/cukup. Tanda-tanda Mama kekurangan cairan selain bisa dilihat dari warna urin yang kuning pekat bahkan cenderung coklat, juga Mama bisa mengalami sembelit/konstipasi, bibir kering, kulit kering. Bila tanda-tanda ini dialami Mama segera tingkatkan asupan cairan Mama. 

Pertanyaan yang sering muncul juga: Perlukah Mama menyusui minum susu?
Saya masih ingat dengan baik presentasi dr Utami Roesli di Pelatihan Konseling Menyusui yang saya ikuti ini: Mamalia tidak perlu susu untuk menghasilkan susu!Jadi tidak ada hubungannya minum susu, baik itu susu cair atau susu khusus ibu menyusui dengan produksi ASI. Bila Mama senang minum susu juga tidak masalah, asal tidak berlebihan (secara umum dibatasi 500 ml/2 gelas per hari). Bila Mama tidak suka minum susu, maka nutrisi yang terdapat dalam susu bisa didapatkan di bahan makanan lain. Misalnya kalsium bisa didapatkan dari sayuran berwarna hijau, ikan teri, tahu, dll.

 Perlukah Mama menyusui mengonsumsi suplemen vitamin?
Jawabannya secara umum adalah, bila Mama makan makanan bergizi bervariasi, dan Mama serta bayi mendapatkan sinar matahari pagi yang cukup (sumber Vitamin D) maka Mama tidak perlu mengonsumsi suplemen Vitamin. Bila sejak kehamilan, Mama mengalami anemia dan pasca kelahiran juga masih mengalami anemia maka bisa diskusikan dengan dokter untuk mengkonsumsi tambahan/suplemen zat besi selain meningkatkan konsumsi makanan yang tinggi zat besi dikombinasikan dengan konsumsi sayur/buah yang kaya Vitamin C agar penyerapan zat besinya optimal. 

Perlukah Mama menyusui makan daun katuk setiap hari supaya ASInya banyak  dan lancar?
Logika sederhana saya begini, daun katuk tidak tumbuh di semua belahan dunia. Nah, para Mama menyusui yang tinggal di daerah di mana daun katuk tidak tumbuh/tidak tersedia tetap dapat menyusui dengan baik, produksi ASI nya tidak ada masalah, karena kuncinya adalah memahami Manajemen Laktasi seperti pengosongan payudara (PD) dengan baik setiap menyusui/memerah sehingga hormon Prolaktin dapat maksimal digabungkan dengan perasaan Mama yang bahagia, rileks, yakin bahwa ASInya lancar dan cukup bagi bayinya sehingga hormon Oksitosin bekerja maksimal. Sudah ada beberapa penelitian mengenai khasiat daun katuk ini. Daun katuk memiliki nama latin Sauropus androgynus leaf. Ada peneliti Indonesia yang meneliti khasiat daun katuk ini pada tikus. Hasil penelitian tersebut diterbitkan pada International Conference on Food Engineering & Biotechnology tahun 2011 di Singapura. Hasilnya bahwa pemberian ekstrak daun katuk pada tikus yang sedang menyusui meningkatkan kadar hormon prolaktin & oksitosin. Semoga di masa mendatang makin banyak penelitian mengenai hal ini dalam skala yang lebih besar. Walaupun secara penelitian ada kecenderungan bahwa daun katuk memang bermanfaat bagi para Mama menyusui tapi tidak bisa diambil kesimpulan bahwa Mama menyusui hanya mengutamakan konsumsi daun katuk ini. 

Berikutnya akan saya paparkan mengenai panduan gizi secara umum. Panduan gizi saat ini bukan lagi 4 Sehat 5 Sempurna seperti yang diajarkan ketika Mama (dan saya) waktu kecil dulu (Nasi, lauk pauk , sayur mayur, buah-buahan dan susu). Dengan panduan gizi terbaru, susu bukanlah sebagai pelengkap dalam penyempurna makanan. Sebenarnya, susu adalah sumber protein hewani yang juga terdapat pada telur, ikan, dan daging. Oleh karena itu di dalam Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS), susu ditempatkan dalam satu kelompok dengan sumber protein hewani lain. Dari segi kualitas protein, telur dalam ilmu gizi dikenal lebih baik dari susu karena daya cerna protein telur lebih tinggi daripada susu. Berdasarkan hasil kongres gizi internasional yang diselenggarakan di Roma tahun 1992, semua negara peserta (termasuk Indonesia) dianjurkan membuat pedoman umum gizi seimbang. Oleh karena itu pemerintah melalui Direktorat Gizi ? Departemen Kesehatan memasyarakatkan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) pada tahun 1995. Namun baru pada tahun 2009 secara resmi PUGS diterima masyarakat, sesuai dengan Undang-Undang Kesehatan No 36 tahun 2009 yang menyebutkan secara eksplisit ?Gizi Seimbang? dalam program perbaikan gizi.Pedoman ini kemudian dituangkan dalam 13 Pesan Dasar Pedoman Umum Gizi Seimbang (13 Pesan Dasar PUGS). (gambar bisa dilihat di artikel aslinya) Satu konsep lagi yang digunakan di US yg dikeluarkan oleh USDA (Departmen Agrikultura Amerika Serikat) adalah ?MyPlate?. Konsep ini diberi nama ?My Plate?, karena pengaturan komposisi makanannya diilustrasikan di atas sebuah piring makan. Piring ?My Plate? terbagi atas empat bagian, yang terdiri atas buah-buahan, sayuran, protein, dan grains (padi-padian). Penarikan konsep Piramida Makanan didasari atas pertimbangan bahwa konsep ini terlalu kompleks. Bila dibandingkan dengan Piramida Makanan, konsep ?My Plate? ini memberi porsi yang hampir sama besar pada setiap elemen makanan, tidak seperti bentuk piramida yang memiliki distribusi elemen yang cenderung terlalu berat di bagian karbohidrat dan gula (diwakili oleh roti, nasi, dan mi). Sebagai pelengkap konsep baru ini, USDA juga memberikan beberapa panduan yang lebih mendetail, yaitu: Hindari porsi yang berlebihan. Setengah dari piring terdiri atas buah-buahan dan sayuran, pilihlah jenis makanan dengan kadar sodium yang lebih rendah, Minumlah air putih daripada minuman yang manis atau mengandung gula. 

Bila kembali pada pertanyaan: Perlukah Mama selalu mempertahankan asupan yang sempurna selama menyusui untuk menghasilkan ASI yang berkualitas?
Jawaban singkatnya adalah: Tidak Perlu :). Berbagai penelitian menyatakan bahwa kualitas makanan Mama hanya sedikit pengaruhnya pada ASI. Kualitas makanan Mama yang tidak baik pengaruhnya adalah pada kesehatan Mama sendiri.

Jadi, apakah konsep makan yang sehat direkomendasikan untuk Mama?
Tentu Saja! Konsep makan yang sehat tidak hanya dipertahankan saat Mama sedang hamil dan menyusui tapi pertahankan sepanjang waktu dan biasakan juga konsep makan yang sehat ini kepada seluruh anggota keluarga sehingga anak-anak Mama juga terbiasa dengan pola makan yang sehat sedini mungkin. 

Di akhir tulisan ini saya akan menjawab pertanyaan: Apa yang Mama menyusui makan supaya menghasilkan ASI yang tidak bening dan lebih padat gizi juga bisa membuat bayi gampang kenyang? 
Pertama yang harus dipahami bahwa ASI adalah cairan ?hidup? yang kandungan/komposisinya berubah setiap waktunya sesuai kebutuhan bayi. Di menit-menit awal menyusui, ASI awal disebut Foremilk, kaya akan protein, rendah lemak, dan cenderung lebih encer dan bening. Foremilk berfungsi sebagai makanan pembuka/penghilang haus. Foremilk tinggi kandungan lactose yang berfungsi juga untuk perkembangan otak bayi & memberikan energi.

Selanjutnya disebut Hindmilk yang kaya akan lemak yang berperan untuk pertambahan berat badan bayi & cenderung kental. Hindmilk mengenyangkan bayi seperti makanan utama. Saat menyusui, Mama tidak dapat membedakan secara pasti antara foremilk dan hindmilk. Perubahan foremilk-hindmilk berlangsung secara amat perlahan, penelitian menyatakan menyusui selama 2-3 menit saja, hindmilk sudah keluar. Penelitian juga menyatakan bahwa makin kosong payudara, makin tinggi kandungan lemak dalam ASI. Saya sudah memaparkan bahwa apa yang Mama menyusui makan tidak berpengaruh pada komposisi/kandungan ASI alias ASI akan selalu padat gizi menyesuaikan kebutuhan bayi. Mengenai ASI yang membuat bayi gampang kenyang harus pahami dulu mengenai Manajemen Laktasi. 

Observasi:
Betulkah bayi yang meminta menyusui terus menerus itu karena tidak kenyang?
Sudah betulkah posisi & pelekatan?
Apakah bayi sedang masuk di tahap Growth Spurt/ percepatan pertumbuhan?
Jadi solusi untuk bayi yang tidak mudah kenyang adalah pahami dulu sebabnya dan kalaupun ternyata bayi dalam tahap Growth spurt maka ASI Mama akan selalu cukup selama Manajemen Laktasinya baik.

 Semoga tulisan saya kali ini bermanfaat dan dapat meluruskan mitos-mitos yang mungkin sudah turun temurun kita dengar.Happy breastfeeding :)

Berliana Monika, S.T. , M.M. Konselor Laktasi & Member of La Leche League Rochester-New York. Lulusan S1 Fakultas Teknik Sipil & Perencanaan ITB & S2 Magister Manajemen Universitas Indonesia.sumber: http://theurbanmama.com/articles/nutrisi-untuk-mama-menyusui.html(kalau sempat sila mampir ke sana, Bunda-bunda.... soalnya di kolom komentar banyak pertanyaan dan jawaban yang juga penting.)
   
12-11-2012 14:57:52 Q U I Z
Jumlah Posts : 1
Jumlah di-Like : belum ada like


Efek dari kehamilan yang dialami oleh Bumil, adalah:

1.  Mual dan Muntah
Mual dan Muntah adalah keluhan yang sering terjadi pada ibu hamil muda, atau yang sering disebut juga morning sickness. Biasanya timbul pada minggu ke-6 hingga minggu ke-12 kehamilan, dan yang paling berat pada minggu 9-10 dan biasanya hilang pada minggu ke-16.  Keluhan ini disebabkan peningkatan hormon beta hCG pada awal kehamilan, sehingga memicu peningkatan asam lambung dan menyebabkan ibu hamil merasa kembung dan nyeri ulu hati.

2.  KembungKembung adalah gejala yang terdapat pada ibu hamil trimester I dan trimester III.  Pada awal kehamilan biasanya akibat kerja hormon kehamilan yang punya efek memperlambat kerja usus.  Sedangkan pada Trimester III, pembesaran uterus sehingga menekan pergerakan saluran pencernaan juga merupakan penyebab terjadinya gejala tersebut.

3. KeputihanVagina secara normal memang mengeluarkan cairan yang jernih, tidak berbau dan tidak gatal yang berasal dari sekresi kelenjar dinding vagina, leher rahim, dan flora normal vagina.  Namun pada saat hamil, cairan tersebut menjadi lebih banyak. Hal ini wajar terjadi akibat adanya perubahan hormonal dan peningkatan sirkulasi pada alat kemalin wanita hamil.  Apabila terjadi lain misalnya berbau tidak sedap, putih seperti susu,kuning, atau kehijauan, nyeri atau bahkan gatal, maka bisa disimpulkan telah terjadi infeksi yang bisa disebabkan jamur atau baketri.  Menjaga kebersihan diri merupakan pencegahan paling utama terhadap penyakit ini.

4.  Sembelit ( Susah Buang Air Besar )
Sembelit biasanya terjadi pada trimester I dan III, oleh karena adanya perubahan hormonal dan penekanan usus bagian bawah akibat pembesaran uterus.  Hal ini akibat efek pencernaan makanan yang cukup lama.  Adanya pemberian Zat besi pada ibu juga dapat mengakibatkan sembelit.  Namun hal ini tidak berbahaya, apabila tidak ada penyakit lain.

5.  Rasa Kencang di Perut ( Kontraksi )
Rasa kencang atau kontraksi yang dirasakan oleh ibu hamil namun tidak mengarah pada persalinan.  Biasanya timbul mulai minggu ke-20 hingga ke-22.  Kontraksi makin sering dengan meningkatnya usia persalinan.  Hal ini wajar terjadi namun apabila terjadi lebih dari enam kali dalam satu jam, tidak berhenti walaupun sudah istirahat dan minum air, maka dianjurkan agar konsul ke dokter.

6.  Nyeri Kepala
Nyeri Kepala saat hamil disebabkan oleh berbagai hal yaitu perubahan hormonal, tegang, lelah, kadar gula rendah, atau kombinasi beberapa faktor lain yang biasa terdapat pada ibu hamil.

7.  Nyeri Ulu Hati
Nyeri seperti ditusuk-tusuk yang biasanya terjadi pada trimester II dan III.  Hal ini akibat melemahnya katup pada lambung akibat proses hormonal yang menyebabkan makanan dapat masuk kembali ke kerongkongan.  Selain itu, pda Trimester III janin mulai membesar sehingga menekan lambung yang dapat juga menyebabkan nyeri tersebut.

8.  Nyeri Punggung / Pinggang Bawah
Nyeri yang biasa terjadi pada ibu hamil akibat perubahan postur ibu, pengingkatan ukuran dan berat rahim, pembesaran janin, regangan otot, dan sendi panggul.  Kesemuanya itu memang dipersiapkan untuk kehamilan dan persalinan dari janin tersebut.  Namun efeknya ibu tersebut menjadi mudah terserang nyeri punggung bawah.

9.  Varises
Peningkatan tekanan dalam panggul atau diafragma dapat meningkatkan tahanan terhadap pembuluh darah balik ( vena ).   Hal ini dapat menyebabkan terjadinya varises ( pelebaran pembuluh darah vena ) yang dapat terjadi di tungkai bawah dan bibir kemaluan yang biasanya terdapat nyeri.

10.  Kaki Kram
Kaki Kram adalah gejala yang biasa dialami ibu pada trimester ke II dan III.  Tekanan janin pada panggul mengakibatkan penurunan aliran darah ke kaki sehingga menimbulkan kram.  Biasanya terjadi di paha, kaki, dan tungkai.  Penyebab lain yaitu kurangnya asupan kalium, magnesium, dan kaslium dalam tubuh.

11.  Kaki Bengkak
BIasanya pada trimester akhir terjadi pembengkakan pada kaki yang diakibatkan oleh adanya pembesaran janin dan uterus yang menekan pembuluh darah, volume darah yang tambah meningkat, ditambah dengan aktivitas dari ibu hamil tersebut.  Biasanya kondisi ini membaik dengan istirahat di malam hari.

12.  Perubahan pada KulitBanyak sekali hal yang terjadi pada ibu hamil yaitu banyak timbul jerawat, timbul bercak hitam di pipi, kulit jadi agak kering dan kasar, timbul parut kehamilan, dan gatal-gatal.  Semuanya itu biasanya akibat adanya perubahan hormonal yang ada pada ibu hamil, serta adanya perubahan pada kondisi perut ibu.

13.  Sering Kencing
Gejala ini biasanya terjadi pada Trimester I dan Trimester III.  Pada awal kehamilan terjadi akibat perubahan hormonal yang menyebabkan otot uterus relaks mengerut dan menekan saluran kemih, sedangkan pada usia kehamilan lanjut akibat penekanan terhadap kandung kemih yang menyebabkan perasaan ingin kencing pada ibu hamil. Karena hal ini wajar terjadi maka tidak perlu terapi tambahan.  Namun apabila disertai dengan rasa nyeri pada saat kencing, maka segera konsultasikan ke dokter.
 
   
30-03-2012 15:57:36 keputihan saat hamil
Jumlah Posts : 1725
Jumlah di-Like : 25
dr. Yanti yg saya hormati..
usia kehamilan sy 15 minggu, kira2 3 minggu yg lalu keluar cairan encer kl lama2 di CD jd wrna kuning. lama2 gatal trus ada gumpalan putih tp sdikit. kmudian sy k bidan tgl 13 maret 2012(sore) dan diberi Amoxilin (3x sehari selama 5 hr) sm 1 obat lg yg di minum 1xsehari. besok paginya keluar gumpalan putih agak kuning.
apa amoxilin tdk berbahaya bagi janin? bagaimana ciri keputihan yang berbahaya bagi janin? apabila ada cairan yang keluar saat hamil apa itu dari air ketuban? terima kasih ats jwbnya.

Dari : Feti Ziantys

Jawaban:

Dear Bunda,

Obat Amoxicillin termasuk antibioyik golongan B yaitu Studi pada reproduksi hewan belum menunjukkan risiko janin tapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau reproduksi hewan studi telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita di trimester 1 (dan tidak terdapat bukti risiko di trimesters kemudian). Dengan kata lain, obat-obatan golongan B dapat diberikan pada ibu hamil dan menyusui dengan pertimbangan bahwa manfaatnya lebih besar dari resiko nya apabila tidak diberikan obat ini. Keputihan patologis dapat membahayakn karena dapat beresiko infeksi lebih lanjut pada kehamilan, dengan ciri-ciri cairan keputihan tersebut berbau, berwarna hijau, kuning atau putih susu seperti keju , gatal bahkan terasa panas pada kulit daerah genital. Cairan yang keluar dari daerah intim tidak selalu cairan ketuban. Untuk membedakan dari cairan vagina, cairan ketuban biasanya berbau khas dan anda akan membedakan bahwa itu bukan lah bau air kencing (urine), pada umumnya berwarna bening, sedikit keruh bahkan kehijauan bila
   
30-04-2015 12:15:19 keputihan
Jumlah Posts : 561
Jumlah di-Like : belum ada like
minum air putih yng bnyak bund....!!!itu isa ngurangi bahkan ngilangin kputihan...!!!kputihan saat hamil isa juga krena infeksi saluran kencing bund
kayak aku....awal2 hamil