SITE STATUS
Jumlah Member :
485.644 member
user online :
1948 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

Payudara nyeri, areola timbul bintik putih, apakah berbahaya?

   

Payudara nyeri, areola timbul bintik putih, apakah berbahaya?
Oleh :


Dear dr. Tanti, Saya mau tanya dok, mulai dari 10 hr yang lalu, payudara saya terasa nyeri, pinggang saya juga terasa sakit, jadwal haid saya juga udah lewat 5 hari, sy TP, tapi hasilnya negatif, ternyata keesokan harinya saya haid. Malam ini, saya lihat di bagian aerola sebelah kanan, terlihat bintik2 putih kecil yg sepertinya ada cairan di dalamnya, puting saya pun mengeluarkan cairan yg kental walau jumlahnya sangat sedikit, terkadang putingnya jg terasa gatal. Kebetulan saya lg promil, sudah 1,5 tahun menikah, kehamilan pertama saya keguguran, dan sudah 9 bulan semenjak kuret, saya belum hamil lagi. Yang ingin saya tanyakan, apakah bintik putih itu berbahaya, dok? Terima kasih dokter..
   
 
dr. Tanti menjawab


Dear Bunda,
Keluarnya cairan dari puting payudara, baik itu bening, berwarna susu atau kekuningan dan hijau, ataupun darah memang harus di waspadai terutama bila tidak sedang mengandung. Namun, meskipun demikian, keluarnya cairan dari payudara meskipun tidak sedang mengandung merupakan hal yang umum di temui dan tidak selalu mengarah pada keadaan gawat atau ganas. Keadaan ini dapat juga merupakan hal yang jinak bila tidak di sertai tanda-tanda keganasan seperti tertariknya puting payudara ke dalam, berubahnya warna kulit payudara, kulit payudara seperti kulit jeruk, teraba benjolan atau massa dapat juga di sertai rasa nyeri. 
Keadaan yang jinak berhubungan dengan cairan dari puting payudara dapat di hubungkan dengan keadaan hormonal, pemicu fisik seperti menekan atau berusaha mengeluarkan cairan tersebut terutama sampai berulang-ulang, kadang dapat terjadi karena aktifitas fisik (benturan), adanya tumor jinak atau peradangan pada kelenjar susu payudara. Untuk memastikan bahwa tidak ada penyebab lain, maka sebaiknya di periksa oleh dokter. Dapat di anjurkan untuk pemeriksaan USG ataupun Mammography untuk membantu diagnosa. Pada keadaan yang ringan tidak diperlukan pengobatan.
Ketahuilah masa subur Bunda agar dapat lebih tepat dalam merencanakan kehamilan.
Pada umumnya lama siklus menstruasi berkisar dari 21 hari sampai 35 hari.Contohnya apabila bunda memiliki siklus setiap 23 atau 28 hari maka masih dapat di katakan memiliki siklus menstruasi yang teratur, hari pertama dalam siklus haid dihitung sebagai hari ke-1. Masa subur adalah hari ke-12 hingga hari ke- 16 dalam siklus haid. 
Namun bila mendapatkan perdarahan beberapa kali di luar siklus atau sering mengalami keterlambatan bahkan tidak datang bulan dalam beberapa bulan, maka dapat menghitung masa subur dengan mengumpulkan data dari 6 bulan terakhir. Bila siklus haid tidak teratur : Catat jumlah hari dalam satu siklus haid selama 6 bulan (6 siklus). Satu siklus haid dihitung mulai dari hari pertama haid saat ini hingga 1 hari sebelum pertama haid berikutnya. Jumlah hari terpendek dalam 6 kali siklus haid dikurangi 18 akan menentukan hari pertama masa subur. Jumlah hari terpanjang selama 6 siklus haid dikurangi 11 menentukan hari terakhir masa subur. Pada siklus tidak teratur maka:
Awal masa subur = Jumlah hari terpendek selama 6 siklus - 18
Akhir masa subur = Jumlah hari terpanjang selama 6 siklus -11

Masalah kehamilan tergantung dari keduabelah pihak, suami dan istri. Pasangan suami istri dikatakan mengalami masalah kesuburan jika dalam 1-2 tahun berusaha mendapatkan kehamilan, melakukan hubungan suami istri yang rutin dan kontinyu setidaknya 2-3 hari sekali tanpa menggunakan kontrasepsi apapun. Untuk berkonsultasi masalah kesuburan atau usaha mendapatkan kehamilan, Bunda bisa mendatangi dokter umum di tempat Bunda. Pada pasangan suami istri yang ingin medapatkan kehamilan, dapat diperiksa oleh dokter umum. Sang suami akan diberikan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan fungsi organ reproduksi dan rujukan pemeriksaan analisa sperma. Sedangkan sang istri juga akan diberikan pertanyaan yang berkaitan dengan siklus menstruasi dan riwayat kesehatan lainnya. Bila diperlukan atau ditemukan masalah lebih lanjut, maka dokter umum dapat merujuk pada dokter kandungan untuk menangani masalah infertilitas ini.
Rajinlah berolahraga, menjaga keseimbangan antara waktu istirahat dan aktifitas agar kesehatan Bunda terjaga dengan baik. Perhatikan asupan nutrisi Bunda, konsumsi makanan dengan gizi yang seimbang mengandung berbagai vitamin dan mineral terutama vitamin C, E dan asam folat juga dalam bentuk suplemen bila perlu.
   
 
 


Bagaimana menurut Anda mengenai jawaban ini? Silahkan sampaikan komentar Anda.


Jika Anda tidak melihat kotak komentar silahkan refresh halaman