SITE STATUS
Jumlah Member :
498.894 member
user online :
1360 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

Pil KB dan siklus menstruasi

   

Pil KB dan siklus menstruasi
Oleh :


Saya menikah sejak satu tahun yg lalu, saya menunda kehamilan memakai KB Pil. Yang saya heran kenapa Haid saya sedikit ya. tidak seperti sebelum memakai KB, saya pernah konsultasi ke Dokter spesialis kata'y hormon, tapi saya ga paham, bahaya kah dok ?? ke 2 saya ingin bertanya apakah produk Nes V itu aman, ? karna menurut sales bisa mengobati keputihan..?? Mohon jawabannya, Terima kasih Dok Salam Sehat
   
 
dr. Tanti menjawab


Dear Bunda,

Penggunaan Pil KB kombinasi secara teratur dan sesuai cara penggunaannya akan membantu mencegah kehamilan. Pil KB mengandung hormon kombinasi yang pada umumnya berupa kombinasi hormon estrogen atau turunannya dan hormon progesteron. Setelah meminum pil KB selama 21 hari maka selama 7 hari ke depannya adalah masa putus obat atau meminum pil plasebo maupun suplemen yang turut disertakan di dalam kemasan pil KB. Pada masa putus obat ini, akan terjadi perdarahan buatan atau efek dari putus obat tersebut. Perdarahan ini dapat terjadi lebih sedikit ataupun bahkan terkadang lebih banyak dari pada biasanya yang dialami oleh masing-masing individu. Setelah masa 7 hari diteruskan lagi meminum pil KB atau pil hormon meskipun perdarahan belum berhenti agar siklus dan perlindungan kontrasepsi tetap terjadi dengan baik. Bila Bunda mengalami menstruasi atau perdarahan putus obat tersebut lebih sedikit dibandingkan menstruasi bila tidak menggunakan pil KB dan tidak mengalami gejala lainnya yang mengkhawatirkan, maka hal tersebut masih di dalam batas normal. Namun demikian, tetap lakukan pengecekan secara berkala selama penggunaan pil KB agar diketahui tekanan darah Bunda dan hal-hal yang berhubungan dengan keluhan Bunda.

Apabila mengalami keputihan yang berjumlah banyak, lebih banyak daripada normalnya yang Anda alami, terutama bila keputihan tersebut berwarna kekuningan , kehijauan atau putih seperti susu atau keju, mengeluarkan bau tidak sedap, maka periksakan pada dokter. Keputihan yang fisiologis atau nomal tidak berwarna ataupun berbau tidak sedap. Penyebab keputihan yang berwarna atau berbau dapat karena adanya infeksi oleh bakteri atau jamur. Faktor stress secara psikologis juga dapat memicu keluarnya cairan vagina lebih banyak dari biasanya, namun bila tidak disertai infeksi oleh bakteri ataupun jamur, hal ini tidak menyebabkan keluhan kesehatan. Jagalah kebersihan daerah kewanitaan, membasuh daerah vagina dari arah depan ke belakang bukan sebaliknya, cukup dengan air bersih atau dengan sabun khusus kewanitaan, pakailah pakaian dalam yang kering, dan pakaian yang memiliki aliran udara yang baik (tidak ketat).
   
 
 


Bagaimana menurut Anda mengenai jawaban ini? Silahkan sampaikan komentar Anda.


Jika Anda tidak melihat kotak komentar silahkan refresh halaman