SITE STATUS
Jumlah Member :
485.616 member
user online :
2147 member
pageview's per day :
Over 100.000(!) page views
Kalkulator kesuburan
Masukan tanggal hari pertama bunda mengalami menstruasi

Alergi dan Ingin Hamil

   

Alergi dan Ingin Hamil
Oleh :


Salam Dokter, Saya sudah menikah selama 1th, dan baru tinggal bersama suami mulai september 2014. Sebelumnya saya pernah menderita alergi yang berakibat gatal & bintik2 pada kulit. Waktu itu mulai awal puasa Ramadhan tepatnya awal bulan july 2014. Pada saat itu saya dpt obat dan saran dr Dr. jika saya tidak dianjurkan makan (telur, ayam, ikan, & coklat). Padahal makanan itu sangat penting untuk tubuh. Sedangkan sejak bulan juli pula suami saya datang dan tinggal bersama. Sampai saat ini saya belum mendapati hamil juga. Apakah alergi saya berpengaruh pada proses kehamilan? Dan bagaimana solusi untuk menghindari dan dpt makan makanan yg berprotein tinggi sperti yg dilarang oleh Dr.? Kemudian bisa bagaimana supaya saya cepat hamil? Terimakasih Dr.
   
 
dr. Tanti menjawab


Dear Bunda,

Mengenai keadaan alergi yang Bunda alami, memang benar bahwa alergi hanya dapat diatasi dengan menghindari bahan-bahan pencetus reaksi alergi atau disebut sebagai alergen. Bila Bunda merasa ragu bisa Bunda perhatikan atau melakukan sedikit percobaan, apakah benar bahan-bahan makanan yang Bunda sebutkan tadi adalah alergen bagi diri Bunda? ketika keadaan kesehatan Bunda baik , cobalah untuk memakan salah satu bahan tersebut yang Bunda curigai menjadi pencetus alergi, bila tidak menimbulkan keluhan atau reaksi alergi maka kemungkinan tidak menjadi alergen bagi Bunda. Cobalah satu persatu setiap pekan, tidak secara bersamaan agar dapat meyakinkan bahwa bahan tersebut benar menjadi pencetus reaksi alergi. Bila ternyata benar sebagai penyebab alergi, maka Bunda dapat mendapatkan proteind ari sumber lain, seperti daging merah, keju, susu , yoghurt, tahu, tempe dan sebagainya.

Masalah kehamilan tergantung dari keduabelah pihak, suami dan istri. Pasangan suami istri dikatakan mengalami masalah kesuburan jika dalam 1-2 tahun berusaha mendapatkan kehamilan, melakukan hubungan suami istri yang rutin dan kontinyu setidaknya 2-3 hari sekali tanpa menggunakan kontrasepsi apapun. Jika Bunda berjauhan dengan suami, artinya tidak melakukan hubungan sexual dengan rutin 2-3 hari sekali. Untuk berkonsultasi masalah kesuburan atau usaha mendapatkan kehamilan, Bunda bisa mendatangi dokter umum di tempat Bunda. Pada pasangan suami istri yang ingin medapatkan kehamilan, dapat diperiksa oleh dokter umum. Sang suami akan diberikan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan fungsi organ reproduksi dan rujukan pemeriksaan analisa sperma. Sedangkan sang istri juga akan diberikan pertanyaan yang berkaitan dengan siklus menstruasi dan riwayat kesehatan lainnya. Bila diperlukan atau ditemukan masalah lebih lanjut, maka dokter umum dapat merujuk pada dokter kandungan untuk menangani masalah infertilitas ini.

   
 
 


Bagaimana menurut Anda mengenai jawaban ini? Silahkan sampaikan komentar Anda.


Jika Anda tidak melihat kotak komentar silahkan refresh halaman